Anda di halaman 1dari 46

PEDOMAN PELAYANAN

INSTALASI PEMELIHARAAN
SARANA DAN PRASARANA
RUMAH SAKIT UMUM
KATA PENGANTAR

Upaya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tidak dapat dipisahkan dari Pelayanan
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit. IPSRS merupakan organisasi dalam
Rumah Sakit yang bersifat teknis dan koordinatif yang pelaksanaannya meliputi perbaikan
sarana dan peralatan yang ada di Rumah Sakit. Tujuannya adalah meningkatkan mutu
pelayanan dan efisiensi RS. IPSRS sebagai salah satu bagian dari Rumah sakit harus
memiliki organisasi yang memadai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk itu disusunlah Pedoman Pengorganisasian IPSRS yang digunakan sebagai acuan dalam
mengorganisir kegiatan-kegiatan di IPSRS.
Kami menyadari bahwa Pedoman Pengorganisasian IPSRS ini masih terdapat banyak
kekurangan. Untuk itu, segala saran dan masukan yang bersifat membangun IPSRS kami
terima dengan senang hati.
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah Sakit merupakan institusi yang memberi pelayanan jasa
kesehatan dan senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang baik dan
profesional. Dalam perkembangan rumah sakit, dapat dilihat dan dirasakan
seiring dengan penambahan jenis dan jumlah fasilitas sarana dan prasarana
yang digunakan, ini sangat menunjang dalam memberikan pelayanan yang
efektif, efisien dan profesional.
RSU Mitra Sehat merupakan perkembangan dari BP-RB Mitra Sehat,
sebagai perkembangan dari BP-RB menjadi rumah sakit umum tentu RSU
Mitra Sehat memiliki banyak sekali tantangan, salah satu diantaranya adalah
pemenuhan sumber daya yang kompeten di tiap unit kerja. Bagian Sumber
daya manusia atau Personalia sebagai unit kerja yang bertugas dalam
pengelolaan SDM di RSU Mitra Sehat berkepentingan secara langsung dalam
proses rekrutmen dan peningkatan kualitas ketenagaan.
RSU Mitra Sehat terletak di Jl Wates km 9 Ngaran, Balecatur,
Gamping, Sleman, Yogyakarta. RSU Mitra Sehat merupakan pengembangan
dari Balai Pengobatan & Rumah Bersalin (BP-RB) Mitra Sehat Yang didirikan
sejak tanggal 1 Oktober 2002. Saat ini RSU Mitra Sehat menempati lahan
seluas 3000 m² dengan bangunan seluas 1300 m² . Lokasinya yang terletak
di pinggir jalan
lintas propinsi dan sangat strategis, membuatnya sangat mudah
dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.
RSU Mitra Sehat berkeinginan untuk menjadi pilihan utama
masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas,
Sebagai rumah sakit yang ingin selalu tumbuh dan berkembang, serta
dengan semakin beragamnya jenis pelayanan, maka dibutuhkan suatu
pengelolaan yang strategis dalam seluruh bidang pelayanan. Di antaranya
adalah pelayanan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah sakit . Unit ini
melakukan tugasnya untuk melakukan proses perbaikan dan pemeliharaan
Sarana dan Prasarana umum dan medik demi keberlangsungan pelayanan
jasa kesehatan di dalam Rumah sakit.

B. RUANG LINGKUP
Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
134/Menkes/SK/IV/1978 April 1978 tentang susunan dan tatacara kerja
rumah sakit umum telah ditetapkan tugas dan fungsi IPSRS sebagai berikut:
1. Penyediaan
a. Penyediaan air bersih yang memnuhi standar atau kriteria
untuk dapat dijadikan air minum.
b. Penyediaan air panas untuk kegiatan mandi dan sterilisasi.
c. Penyediaan gas teknik dan gas medis.
d. Penyediaan tenaga listrik.
e. Penyediaan udara segar.
f. Penyediaan komunikasi.
g. Penyediaan jasa teknis.
2. Pengelolaan
a. Pengelolaan instalasi air bersih.
b. Pengelolaan gas medis.
c. Pengelolaan sistem alarm.
d. Pengelolaan peralatan pembasmi hama, instrumen dan bahan lain.
3. Pemeliharaan dan perbaikan
a. Bangunan, yaitu gedung perawatan, kantor, poliklinik,
instalasi lain-lain.
b. Instalasi air bersih, air panas.
c. Instalasi listrik.
d. Instalasi gas teknik, gas medis.
e. Peralatan komunikasi.
f. Peralatan elektronika dan elektromedik.
g. Peralatan radiasi dan laboratorium.
4. Pelatihan
a. Operator peralatan listrik dan elektromedik.
b. Paramedis guna menjaga keselamatan kerja peralatan bagi
petugas/operator, penderita dan pekerja lainnya.
c. Pemeliharaan berkala bagi operator dalam menjaga peralatan laik
pakai.
d. Teknisi selaku pemeliharaan dan perbaikan sarana, prasarana dan
peralatan.
e. Pengukuran dan kalibrasi peralatan.

Kegiatan IPSRS
1. Perencanaan
a. Menyusun rencana kerja dan kegiatan UPSRS tehunan, bulanan,
mingguan dan harian.
b. Menyusun petunjuk teknis dan petunjuk operasional dari
pemakaian sarana dan peralatan.
c. Menyusun peraturan kelaikan operasional sarana, prasarana dan
peralatan yang menunjang pelayanan kesehatan.
2. Pelaksanaan
a. Melakukan penilaian uji fungsi dan uji coba sarana, prasarana dan
peralatan baik yang baru maupun yang selesai diperbaiki.
b. Melakukan pemeliharaan.
c. Melakukan kegiatan teknis dalam kegiatan medis, yaitu:
h. Mempersiapkan pelayanan teknis dalam tim medis.
i. Melakukan pelayanan medis teknisi dalam tim medis.
j. Melakukan tindakan dalam keadaan darurat terhadap
peralatan medis dan penunjangnya.
d. Melakukan penilaian terhadap sarana, prasarana dan peralatan, yaitu:
k. Dalam rangka pengadaan.
l. Dalam rangka pemeliharaan dan perbaikan.
m. Dalam rangka pengukuran dalam kalibrasi.
n. Dalam rangka pendayagunaan dan penghapusan.
e. Menyusun laporan, yaitu:
o. Menyusun data keadaan atau inventarisasi.
p. Menyusun laporan kegiatan.
f. Melakukan pengelolaan teknis, yaitu:
q. Melaksanakan pengelolaan teknis pengelolaan lingkungan.
r. Mengelola kegiatan teknis dalam jam kerja 24 jam.
s. Bertugas dalam tim penerimaan barang dan pengujian teknis.
g. Melakukan rapat.
t. Rapat internal IPSRS.
u. Rapat koordinasi dengan Ka. Inst. Dan Ka. Intalasi unit terkait
3. Pengawasan
Melaksanakan pengawasan dalam kegiatan pembangunan, pemasangan,
pemeliharaan dan perbaikan sarana, prasarana maupun peralatan yang
dilaksanakan oleh pihak ke-III.
4. Pelatihan
Dilaksanakan secara terjadwal berlaku bagi operator maupun petugas teknik
sehingga program pelayanan pemeliharaan dan perbaikan berjalan lancar.
Dalam waktu tertentu mendatangkan tenaga ahli untuk menjabarkan
perkembangan dan sistem peralatan yang lama dan akan datang.

C. BATASAN OPERASIONAL
Petugas Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit dalam
melaksanakan tugasnya dilakukan sesuai dengan SPO yaitu setelah petugas
mendapatkan permintaan perbaikan petugas menuju
kelapangan untuk melakukan pengecekan kerusakan/alat yang akan di
pelihara, petugas mengecek untuk selanjutnya mendata kebutuhan sparepart
jika diperlukan. Dalam hal ini petugas melakukan order dahulu jika
ketersediaan sparepart kosong,. Jika alat sekiranya dapat diperbaiki petugas
akan segera melakukan perbaikan di tempat, jika tidak petugas akan meminta
ijin bagian terkait untuk mengirimkan alat yang rusak melalui petugas
pengadaan, proses ini akan memerlukan waktu yang lama jika setelah
dibuatnya PPK timbul hal – hal yang menyangkut ketersediaan sparepart dan
biaya yang ditimbulkan. Jika biaya yang ditimbulkan besar maka setiap
keputusan akan diperlukan dalam pertemuan Tim Pemelian Barang & Jasa
dan keputusan terakhir ada di Jajaran Direksi.

D. MAKSUD DAN TUJUAN


1. Petunjuk Teknis ini dimaksudkan untuk menjadi acuan dalam
melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana - prasarana
agar dalam keadaan layak fungsi.
2. Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mewujudkan pemanfaatan sarana –
prasarana yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan,
kenyamanan dan kemudahan serta efisien, serasi dan selaras dengan
lingkungannya.
BAB II STANDART
KETENAGAAN

A. Jumlah, komposisi dan kualifikasi tenaga di ruang IPSRS


Berdasarkan data kepegawaian per Oktober 2016, maka jumlah petugas di
IPSRS ada 4 orang. Komposisi dan kualifikasi tenaga yang bekerja di IPSRS
adalah sebagai berikut :
Daftar kualifikasi tenaga di Instalasi IPSRS
No Komposisi tenaga Jumlah Kualifikasi
1 Kepala Instalasi 1 D-III
2 Pelaksana pemeliharaan 1 STM
alat
3 Pelaksana Pemeliharaan 1 SMP
Gedung
4 Pelaksana Pemeliharaan 1 SMA
Taman/ Parkir

B. Perhitungan ketenagaan
Kualifikasi sumber daya manusia di IPSRS terdiri dari Kepala Instalasi,
petugas pelaksana pemeliharaan alat, gedung dan taman/ parkir.
BAB III
STANDART FASILITAS

A. Tempat kerja
1. Ruang Kerja IPSRS.
2. Ruang perlengkapan
3. Ruang Bengkel (workshop).

B. Alat kerja
1. Peralatan administrasi:
a. Komputer.
b. Printer.
c. Filling kabinet.
d. Lemari arsip.
e. Rak data.
f. Meja kursi kerja.
g. Papan tulis.
2. Peralatan kerja teknik.
a. Peralatan kerja workshop.
b. Peralatan kerja teknisi alkes.
c. Peralatan kerja teknisi umum.
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Mekanisme permintaan perbaikan, barang dan jasa teknis


Alat / Formulir permintaan perbaikan dari Selesai
Instalasi diterima oleh IPSRS
SarPrasRusak

Rencana pengadaan Dilakukan pemeriksaan


spare part/barang
Dilakukan
Permintaan teknisi yang perbaikan
ditandatangani oleh KUK.

Persetujuan Kaur
UPSRS

Persetujuan Subbag Persetujuan Bag.


RT Umum & Keuangan

Direktur

B. PELAYANAN IPRS
1. PENGELOLAAN PERALATAN MEDIS
Pengelolaan peralatan medik yang dimaksud adalah suatu kegiatan
yang terpola dan menyeluruh untuk bagaimana mengelola aset alat medik
yang dimiliki oleh rumah sakit. Peralatan medik yang ada berjumlah
ratusan item dimana diperlukan suatu pengelolaan secara baik. Unit yang
ditunjuk sebagai pengelola peralatan medik adalah IPSRS dimana unit ini
ditunjuk secara resmi. Bentuk pengelolaan yang dilakukan seperti :
inventarisasi aset alat medik, pembuatan standar operasional,
pemeliharaan, kalibrasi, perbaikan dan equipment dispossition.

a. Pengadaan Alat Medik


Pengadaan alat medik mempunyai alur dimana IPSRS dapat
membuka permintaan barang dalam bentuk form permohonan yang
dibuat berdasarkan 2 alur besar; pengadaan untuk sparepart dari alat
medik yang digunakan untuk perbaikan dari kerusakan dan
pengadaan alat medik yang bersifat penambahan aset alat medik
atau pengadaan baru yang diajukan oleh unit atau departemen
dengan dilengkapi kajian kebutuhan penambahan alat baru.
Pengadaan yang dibuat harus memiliki beberapa isian yang harus
dilengkapi sebagai dasar pengajuan permintaan
diantaranya:
- No. PPATK
- Tanggal pengajuan
- Nama barang yang diajukan
- Jumlah barang yang diminta
- Minimal stock
- Sisa Stock
- Keterangan bisa berupa alasan permintaan
b. Uji Kelayakan Alat Medik Baru
Setelah proses pembelian selesai dan barang yang dimaksud telah
datang ke rumah sakit yang diterima oleh Departemen Logistik, maka
tahap selanjutnya alat medik baru tersebut dilakukan uji kelayakan
(commissioning) yang dilakukan seperti:
- Periksa bahwa seluruh komponen, asesoris, dan kelengkapan
pilihan (options) yang tercatat dalam surat pesanan telah diterima
dengan baik.
- Arsipkan hasil pengetesan unjuk kerja dan keamanan pada saat
awal, sehingga dapat digunakan sebagai pembanding pada saat
dilakukan inspeksi dimasa yang akan datang seandainya terjadi
keraguan terhadap unjuk kerja alat medik.
- Kelengkapan berkas administrasi seperti: ijin edar dagang dari
DEPKES, kartu garansi, manual book, sertifikat uji dari pabrikan
dan petunjuk singkat penggunaan dalam bahasa indonesia.
- Pelaksanaan pengetesan fungsi dari alat dengan berdasarkan
dari prosedur pabrik (check list standar tahapan pengujian
pabrik).
- Berita acara kesiapan alat untuk digunakan ke pelayanan
(ditandatangani oleh: teknisi vendor, teknisi IPSRS dan user
ruangan yang memiliki alat tersebut.
c. Inventarisasi Peralatan Medik
Pendataan seluruh alat medik merupakan kunci penting dari
management pengelolaan dimana proses pencatatan aset dilakukan
oleh beberapa unit seperti logistik, akunting, internal kontrol dan oleh
IPSRS sebagai pengelola langsung
dari alat medik.
Inventarisasi peralatan ini berisi data yang berkaitan dengan aspek
teknis setiap alat seperti: nama alat, merk, tipe, lokasi atau ruangan
pemilik, data vendor, jumlah alat. Total peralatan yang tertuang dalam
lembar inventarisasi ini akan menjadi beban kerja pemeliharaan. Dari
data ini akan dapat diprediksi kebutuhan aspek pemeliharaan secara
keseluruhan sehingga pemeliharaan peralatan dapat dilaksanakan
dengan baik. Inventarisasi peralatan dapat digunakan untuk
kepentingan pemeliharaan alat dilakukan oleh pengelola
pemeliharaan dan ditinjau secara periodik paling tidak setahun sekali
dan setiap ada perubahan atau penambahan
alat baru.
d. Pemeliharaan Alat Medik
Pemeliharaan peralatan medik adalah suatu upaya atau kegiatan
terencana secara periodik untuk menjaga agar perlatan medik selalu
dalam kondisi laik pakai, dapat difungsikan dengan baik dan
menjamin usia pakai yang lama. Agar pemeliharaan peralatan
kesehatan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka unit kerja
BM perlu dilengkapi dengan aspek-aspek pemeliharaan yang
berkaitan dan memadai meliputi sumber daya manusia, fasilitas
teknis, peralatan kerja, dokumen pemeliharaan, suku cadang dan
bahan pemeliharaan. Semua spek pemeliharaan pastinya
memerlukan biaya.
- Elemen-elemen pemeliharaan alat medic
Elemen-elemen pemeliharaan alat medik adalah elemen yang
harus dilakukan pada kegiatan pemeliharaan dan dilakukan
secara rutin. Elemen-elemen yang dimaksud
adalah:
 Inspeksi
Kegiatan yang dilakukan secara periodik terhadap material atau
jenis alat medik pada komponen penting seperti: elektrikal,
mekanik dan fisik alat apakah masih
sesuai dengan standar operasional alat medik tersebut.
 Pemeliharaan fisik
Kegiatan yang dilakukan secara periodik meliputi:
pembersihan alat. Pelumasan, pengecasan, dll.
 Uji fungsi
Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
memastikan fungsi dari alat medik.
 Kalibrasi
Suatu kegiatan periodik untuk menentukan kebenaran
konvensional penunjukan instrumen ukur dan bahan ukur,
dengan cara membandingkan terhadap standar ukurnya yang
terselusur (trackable) ke standar nasional
dan atau internasional.
e. Pelaku pemeliharaan alat medic
Berdasarkan berbagai aspek yang meliputi volume pekerjaan,
kemampuan teknisi, tingkat teknologi peralatan, fasilitas kerja dan
prosedur pembiayaan yang ada di internal , maka pelaksanaan
pemeliharaan peralatan kesehatan dapat
dilakukan oleh:
- Dilaksanakan oleh teknisi rumah sakit
IPSRS melakukan kegiatan pemeliharaan alat medik dengan keahlian
yang didapat dari basic pendidikan elektomedik dan pelatihan-
pelatihan yang diberikan . Manfaat yang utama dari pelayanan
swakelola (in house service) adalah teknisi medik dapat dipanggil
secara cepat oleh user untuk melacak kerusakan dan memperbaiki
peralatan, memberi bantuan dalam aspek pengoperasian alat,
menyiapkan persediaan
suku cadang yang tepat dan dukungan yang terus menerus terhadap
user. Rumah sakit harus membuat komitmen yang
berkesinambungan untuk mendukung unit IPSRS.
Komitmen tersebut meliputi pelatihan staf, alat kerja, ruangan,
peralatan,manajemen dan inventarisasi suku cadang. Pengeluaran
alat atas perbaikan dapat dianggap sebagai kerugian untuk rumah
sakit, oleh karena itu setiap pemakaian alat medik yang terpakai oleh
pasien haruslah dipikirkan dan diterapkan untuk memasukan
komponen biaya service sehingga bila terjadi kerusakan pada alat
medik tersebut, biaya service sudah tersedia baik hanya sebagian
atau sampai total biaya yang dibutuhkan dari perbaikan.
- Dilaksanakan oleh teknisi vendor
Apabila IPSRS tidak mampu melaksanakan pemeliharaan suatu alat
disebabkan oleh beberapa hal, misal tingkat kecanggihan alat medik
atau peralatan kerja tidak lengkap, maka pemeliharaan dapat
dilaksanakan oleh teknisi vendor alat medik bersangkutan. Pabrik
biasanya menyediakan pelayanan dengan jenis full servic contact
yang secara umum meliputi seluruh biaya terkait, dan biaya
mencakup suku cadang, dan on call service sesuai kebutuhan dimana
rumah sakit hanya membayar pada saat terjadi kerusakan sesuai
dengan panggilan. Barang dengan teknologi tinggi dan peralatan
pencitraan digital memerlukan keahlian khusus dan investasi suku
cadang yang mahal sehingga menjadi tidak praktis untuk
menyediakan pelayanan
swakelola.
Terdapat banyak pertanyaan, berdasarkan kepada lokasi rumah sakit
dan kebutuhan yang diperlukan, kesemuanya harus dipertimbangkan
dengan baik. Kontak servic adalah upaya untuk memenuhi standar
tinggi yang ditetapkan oleh rumah sakit, tetapi kebutuhan yang makin
tinggi, makin tinggi pula biaya kontrak yang diperlukan. Padahal
dengan pelayanan swakelola, waktu lembur dan biaya panggilan
dapat dihitung secara cepat. Rumah sakit harus menetapkan secara tepat
kebutuhan yang diperlukan untuk setiap alat
ingat, kebutuhan berbanding lurus dengan biaya.
f. Jadwal pelaksanaan pemeliharaan alat medic
Dari sekian banyak item alat medik di Rumah Sakit, maka agar dalam
pengelolaan alat medik menjadi terarah dan terkoordinasi dengan
baik maka pemeliharaan alat medik harus dibuat jadwal
pelaksanaannya. Untuk dapat menentukan seberapa sering alat
medik dilakukan pemeliharaan, IPSRS membuat pemilahan data yang
berasal dari informasi pada manual book dan beberapa faktor seperti:
a. Frekuensi pemakaian alat medik
b. Resiko resiko fisik
c. Faktor keselamatan pasien

2. PENGELOLAAN GEDUNG
a. Komponen Arsitektur Gedung
1) Sarana Jalan Keluar
Sarana jalan keluar ( egress ) harus dilengkapi dengan tanda EXIT dan
tidak boleh terhalang serta memenuhi persyaratan
sesuai dengan SNI.
2) Dinding Kaca / Tempered Glass
Perkembangan arsitektur bangunan gedung banyak menggunakan
kaca di bagian luarnya sehingga bangunan terlihat lebih bersih dan
indah. Pemeliharaan yang dilakukan
antara lain :
- Dinding kaca memerlukan pemeliharaan setidaknya 1
( satu ) tahun sekali
- Pada bangunan yang tinggi siapkan gondola secara aman sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan
- Periksa semua karet atau sealent perekat kaca yang bersangkutan,
bila terdapat kerusakan sealent atau karet perekat kaca perbaiki
dengan sealent baru dengan tipe
yang sesuai
- Bersihkan kaca dengan bahan deterjen dan bersihkan
dengan sikat karet
- Jangan menggunakan bahan pembersih yang mengandung
tinner atau benzene karena akan merusak elasititas karet atau
sealent.
3) Dinding Keramik / Mozaik.
Biasanya dipasang pada dinding kamar mandi, wc, tempat
cuci, atau tempat wudhu.
Pemeliharaannya :
- Bersihkan setiap hari sebanyak minimal 2 ( dua ) kali
- Gunakan bahan pembersih yang tidak merusak semen pengikat
keramik
- Disarankan yang tidak mengandung air keras atau asam kuat
- Sikat permukaan keramik dengan sikat plastik halus dan bilas
dengan air bersih.
- Gunakan disinfectant untuk membunuh bakteri yang ada dilantai
atau dinding yang bersangkutan minimal 2 ( dua ) bulan sekali
- Keringkan permukaan dengan kain pel kering.
4) Plafon Tripleks
Pemeliharaannya :
- Plafon tripleks akan rusak terutama pada bagian luar gedung
setelah lebih dari 10 ( sepuluh ) tahun
penggunaan
- Bersihkan kotoran yang melekat sekurang – kurangnya 3
( tiga ) bulan sekali dari kotoran yang melekat
- Gunakan sikat atau kuas sebagai alat pembersih
- Bila plafon rusak permukaannya karena kebocoran, segera
ganti dengan yang baru
- Bekas noda akibat bocoran ditutup dengan cat kayu baru kemudian
dicat dengan cat emulsi yang serupa
- Untuk perbaikan, cat lama harus dikerok sebelum
melakukan pengecatan ulang.
5) Plafon Gipsum
Pemeliharaannya :
Perhatikan plafon gipsum yang berada pada sisi luar
bangunan gedung, bila terkena air akibat atap yang bocor,
segera ganti dengan yang baru atau diperbaiki. Cara
memperbaikinya :
- Kupas / korek bagian yang telah rusak karena air
- Tutup dengan bahan serbuk gipsum ( gypsum powder )
yang telah diaduk dengan air
- Ratakan dengan menggnakan kape atau plastik keras
hingga rata dengan permukaan di sekitarnya
- Tunggu hingga kering, kemudian ampelas dengan ampelas
No. 2
- Tutup dengan plamur tembok dan cat kembali sesuai dengan
warna yang dikehendaki.
6) Kunci, Grendel, dan Engsel
Pemeliharaannya :
- Periksa keadaan kunci, grendel dan engsel pada pintu yang tingkat
penggunaannya tinggi, seperti pintu keluar, pintu
ruangan dan lain sebagainya
- Lumasi bagian yang bergerak dengan pelumas, sekaligus
menghilangkan karat yang terbentuk karena kotoran dan
cuaca / debu
- Lakukan pelumasan sekurangnya 2 ( dua ) bulan sekali
- Gunakan pelumas yang sesuai yaitu pelumas pasta atau
pelumas cair lainnya.
7) Kusen Kayu
Pemeliharaannya :
a. Bersihkan kusen kayu dari debu yang menempel setiap hari
b. Bila kusen dipolitur usahakan secara periodik dilakukan polituran
kembali setiap 6 ( enam ) bulan sebagai pemeliharaan permukaan
c. Bila kusen dicat dengan cat kayu maka usahakan pembersihan
dengan deterjen atau cairan sabun dan gunakan spon untuk
membersihkannya
8) Kusen Plastik dan Kusen Besi
Pemeliharaannya :
- Bersihkan kusen dari debu atau kotoran yang menempel setiap hari
- Lakukan secara periodik, bersihkan terutama di bagian bawah yang
dekat dengan lantai
- Gunakan deterjen dengan bantuan spon serta bilas dengan air
bersih
- Untuk kusen besi sebaiknya dilakukan pengecatan secara periodik
sekurangnya setahun sekali, dengan cara :
o Kerok bagian bawah terutama bagian yang kena kotoran
dan air
o Ampelas hingga bersih
o Berikan meni besi yang sesuai dan berkualitas
o Cat kembali dengan cat besi dengan warna yang sesuai

b. Komponen Mekanikal Gedung


1) Saluran Air Kotor
Pemeliharaan :
- Periksa saluran tegak air kotor pada gedung, terutama saluran
yang menggunakan bahan PVC, periksa pada setiap
sambungan yang menggunakan lem sebagai penyambungnya.
Bila ditemui terdapat kebocoran segera tutup kembali.
Cara perbaikannya :
- Ampelas atau buat kasar permukaan yang retak atau pada
ujung sambungan, Beri lem PVC pada daerah yang ingin
disambung, Sambungkan kembali bagian tersebut.
- Bersihkan saluran terbuka air kotor pada sekitar gedung dari
barang – barang yang dapat menggangu aliran air dalam
saluran, sekurang – kurangnya 1 ( satu ) bulan
sekali
- Pada saluran tertutup air kotor, periksa melalui bak
kontrol saluran, beri jeruji dari batang besi sebagai penghalang
sampah agar saluran tidak tersumbat.
2) Saluran Air Bersih
Pemeliharaan :
- Saluran air bersih yang memerlukan pengamatan adalah
saluran PVC yang tidak terlindung dari panas matahari
- Tambahkan penggantung pada dinding untuk menopang atau
menyanggah pipa PVC bila ada sebagian penggantung yang
lepas
- Bila terjadi kebocoran pada sambungan pipa PVC, maka
lakukan hal – hal :
o Matikan aliran air dari stop kran yang ada
o Lem kembali dengan lem PVC sejenis dengan pipa atau
balut dengan karet bekas ban dalam motor untuk kondisi
darurat ( bersifat sementara ) sehingga kebocoran dapat
dihentikan
o Jalankan kembali aliran air bersih yang ada.
3) Peralatan Sanitair
Pemeliharaan :
- Peralatan sanitair adalah washtafel, shower, kloset
duduk dan kloset jongkok
- Bersihkan setiap hari dengan cairan sabun atau bahan
pembersih lain yang tidak menyebabkan terjadinya
korosi pada alat-alat yang terbuat dari metal
- Gosok dengan spon plastik atau sikat yang lembut
- Bilas dengan air bersih
- Keringkan dengan kain lap yang bersih

4) Pemanas Air
Pemeliharaan :
- Matikan aliran listrik atau gas
- Alirkan dari kran air panas, air selama 10 ( sepuluh ) menit agar
kotoran yang ada dalam tangki water heater
menjadi bersih
- Lakukan pembersihan / service sesuai dengan petunjuk
pemasangan setiap 4 ( empat ) tahun sekali
- Usahakan pembersihan lebih sering bila menggunakan
air sumur yang tidak diolah terlebih dahulu.
5) Kran Air
Pemeliharaan :
- Periksa sekurang – kurangnya setiap 2 ( dua ) bulan
setiap kran yang ada
- Kencangkan baut pengikat putaran kran
- Ganti bila perlu, seal / karet pada batang putar ulir kran.
6) Bak Cuci Piring
Pemeliharan :
- Bersihkan setiap kali sesudah dipergunakan atau
sekurang – kurangnya setiap hari
- Gunakan plastik spon yang halus dan cairan pembersih,
sabun atau deterjen
- Jangan menggunakan ampelas / sand paper untuk
membersihkan permukaan bak cuci.

c. Komponen Elektrikal Bangunan Gedung


Untuk bangunan bertingkat dengan kegiatan yang padat harus
dilengkapi dengan tiga sumber catu daya : pasokan dari Perusahan
Listrik Negara ( PLN ), Pembangkit Listrik Cadangan ( Genset ) dan
Unit Catu Daya Pasokan Sementara ( UPS – Uninterupted Power
Supply ).

Semua kabel untuk keperluan instalasi harus terbuat dari kabel tahan api.
1. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Elektrikal
Pekerjaan Perawatan, Pemeliharaan instalasi listrik pada
bangunan gedung meliputi pekerjaan :
a. Pemeliharaan dan perawatan instalasi listrik dan penerangan perlu
memperhatikan penghematan energi listrik
b. Pemeliharaan panel distribusi tegangan menengah ( TM ) dan
tegangan rendah ( TR )
c. Pemeliharaan panel panel listrik di tiap – tiap lantai gedung
d. Pemeliharaan genset beserta kelengkapannya
e. Memeriksa kondisi operasi peralatan listrik dengan
menggunakan alat infra red investigation.
2. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Kelistrikan
a. U m u m
Sistem Kelistrikan Bangunan Gedung meliputi :
1) Sistem Power Supply
• Transformator.
• UPS ( Uninterrupted Power Supply )
2) Sistem Distribusi
• Panel Distribusi Tegangan Menengah
• Panel Distribusi Tegangan Rendah
• Kabel Feeder Tegangan Menengah
• Kabel Feeder Tegangan Rendah
3) Sistem Penangkal Petir
3. Pemeliharaan dan Perawatan Sistem Elektronika
Sistem detektor pencegahan bahaya kebakaran dan elektronika yang
terdapat pada bangunan gedung meliputi :
a. Telepon
1) Standar Operational Prosedur
 Setiap hari operator telepon melakukan pemeriksaan atas unjuk
kerja MDF dan JB dari panel pengendali di ruang operator.
 Apabila menemukan gangguan pada sistem jaringan
Telepon, maka harus segera melaporkannya ke petugas
Maintenance Telephone dan segera melakukan pengecekan ke
lokasi untuk mengetahui penyebab terjadinya gangguan di MDF
atatu JB dan melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait
seperti Satuan Pengaman.

b. Tata Suara
a. Standar Operational Prosedur
 Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja
Amplifier, Speaker Selector, microphone dan dll. dari panel
pengendali di ruang operator
 Apabila menemukan gangguan pada sistem tata suara, maka
harus segera melaporkannya ke petugas Maintenance dan segera
melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui penyebab
terjadinya gangguan tersebut dan melaporkannya juga ke petugas
lain yang terkait seperti Satuan Pengaman.
c. Sistem Jaringan Komputer / Internet
1) Standar Operational Prosedur
 Setiap hari operator melakukan pemeriksaan atas unjuk kerja
Jaringan Komputer, Server, Repeater, Hub, dan perlengkapan
Uninterupted Power Supply ( UPS ). dari panel pengendali di
ruang operator.
 Apabila menemukan gangguan pada sistem jaringan
komputer, maka harus segera melaporkannya ke petugas
Maintenance dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk
mengetahui penyebab terjadinya gangguan tersebut dan
melaporkannya juga ke petugas lain yang terkait seperti Satuan
Pengaman.
d. Mesin cuci
Agar tetap awet dan maksimal umur gunanya, mesin cuci memerlukan
Perawatan harian. Caranya adalah
1. Bersihkan laci atau tempat memasukkan deterjen pada mesin cuci. Jika
perlu, lepas laci deterjen dan bersihkan dengan menggunakan sikat gigi
bekas. Tempat-tempat ini berpotensi sebagai tempat tumbuh bakteri dan
jamur sehingga harus rajin dibersihkan.
2. Tempat lain yang menjadi tempat bakteri berkumpul
adalah filter atau saringan kotoran. Kosongkan secara berkala dan buang
kotoran yang terkumpul di dalamnya.
3. Bersihkan tabung mesin cuci. Penampilan tabung yang tampak bersih dapat
menipu, karena kotoran dan bakteri bisa bersembunyi di celah-celah kecil
pada tabung. Cara terbaik untuk membersihkan tabung mesin cuci adalah
dengan membiarkan mesin cuci bekerja tanpa ada cucian apapun
didalamnya. Air panas yang digunakan akan membantu membersihkan
tabung mesin cuci.
4. Untuk mencegah bau tak sedap pada mesin cuci, biarkan pintu mesin
cuci sedikit terbuka untuk membiarkan udara bersirkulasi di dalam tabung.
Cara ini juga membantu mencegah pertumbuhan bakteri.
5. Gunakan deterjen yang berkualitas baik. Residu dari deterjen atau pelembut
kualitas rendah bisa menjadi sumber jamur dan bau tak sedap
pada mesin cuci.
6. Selalu bersihkan mesin cuci dari sisa-sisa deterjen.
7. Bersihkan bagian yang dialiri air secara berkala agar tidak berlumut.
8. Selalu matikan mesin dan cabut kabul dari stop kontak setelah mesin
selesai digunakan.
9. Mengelap panel, pintu, dan sisi-sisi mesin cuci, terutama jika bagian-
bagian tersebut terkena air selama mencuci.
10. Memastikan kabel dan selang tidak terlilit, terpelintir, atau terlipat.

e. Komponen Ruang Luar Gedung


1. Pemeliharaan Tangki Septik
- Cegah masuknya bahan yang tidak larut ke dalam
tangki septik
- Jangan membuang air bekas mandi ke dalam tangki
septik
- Periksa bak kontrol bila tangki septik penuh dan sedot
setiap 6 ( enam ) bulan sekali
2. Pemeliharaan Talang Tegak dan Datar
- Talang datar pada atap bangunan harus diperiksa setiap 1 ( satu
) tahun sekali
- Bersihkan dari kotoran yang terdapat pada talang datar,
bersihkan dari bahan yang dapat menimbulkan korosif pada
seng talang datar
- Berikan lapisan meni setiap 2 ( dua ) tahun sekali agar seng
talang tetap dapat bertahan dan berfungsi baik
- Talang tegak yang terbuat dari pipa besi atau PVC sebaiknya
dicat kembali sekurang – kurangnya 4 ( empat
) tahun sekali
- Bila talang tegak PVC pecah atau retak karena sesuatu
benturan, perbaiki dengan melapis dengan bahan yang sama
dengan menggunakan perekat atau lem dengan bahan yang
sama
3. Pemeliharaan Floor Drain
- Periksa setiap hari saringan air yang terdapat pada
lantai kamar mandi atau WC
- Usahakan selalu terdapat air pada setiap saringan untuk
mencegah masuknya udara yang tidak sedap ke dalam
ruangan ( kamar mandi atau WC )
- Perbaiki atau ganti tutup saringan bila telah rusak
- Bersihkan dari bahan yang menempel pada lubang
ujung saluran, dan bersihkan bila kotor
4. Pengecatan Luar Gedung
Cat dinding luar gedung penting untuk penampilan
bangunan, dan sebaiknya pengecatan ulang dilakukan pada
tembok gedung setiap 2 ( dua ) atau 3 ( tiga ) tahun. Kerusakan cat
pada gedung antara lain :
a) Bila menggelembung ( blestering ),
penyebabnya adalah :
- Pengecatan pada permukaan yang belum kering
- Pengecatan terkena terik matahari langsung
- Pengecatan atas permukaan yang lama sudah terjadi
pengapuran
- Pengecatan atas permukaan yang kotor dan
berminyak
- Bahan yang dicat menyusut / memuai, ini terjadi
apabila
- Permukaan yang dicat mengandung air atau
menyerap air
Cara perbaikannya :
- Keroklah lapisan cat yang menggelembung dan
haluskan permukaannya dengan kertas ampelas
- Beri lapisan cat baru hingga seluruh permukaan
tertutup rata
- Keroklah lapisan yang mengelupas dan bersihkan
dengan kertas ampelas hingga permukaan rata, halus
& kering
- Beri lapisan cat yang baru hingga permukaan tertutup
rata
b) Bila berbintik ( bittiness ), penyebabnya
adalah :
- Debu atau kotoran dari udara atau kuas / alat
penyemprot tidak kering sempurna
- Adanya bagian – bagian cairan yang sudah mengering ikut
tercampur / teraduk
Cara perbaikannya adalah:
- Tunggu lapisan cat sampai kering sempurna
- Gosok permukaan yang akan dicat dengan kertas
ampelas halus dan bersihkan
- Beri lapisan cat baru ( yang sudah disaring ) sampai
permukaan cukup rata
c) Retak – retak ( crazing / cracking ),
penyebabnya adalah :
- Umumnya terjadi pada lapisan cat yang sudah tua
karena elastisitas cat sudah berkurang
- Pengecatan pada lapisan cat pertama yang belum cukup
kering
- Cat terlampau tebal dan pengeringan tidak merata Cara
perbaikannya :
- Keroklah seluruh lapisan cat, dan permukaannya
haluskan dengan kertas ampelas kemudian bersihkan
- Beri lapisan cat baru
d) Perubahan Warna ( discoloration ),
penyebabnya adalah :
- Pigmen yang dipakai tidak tahan terhadap cuaca dan
terik matahari
- Adanya bahan pengikat ( binder ) bereaksi dengan garam –
garam alkali
Cara perbaikannya :
- Pilihlah jenis cat lain
- Lakukan kembali persiapan permukaan dan lapisi dengan cat dasar
tahan alkali
e) Garis – garis bekas kuas ( brush marks ),
penyebabnya adalah :
- Kuas diulaskan terus pada saat cat mulai mengering
- Permukaan cat terlalu kental
- Pemakaian kuas yang kotor.
Cara perbaikannya :
Setelah lapisan cat mengering, gosoklah dengan kertas ampelas,
bersihkan dan dicat dengan cara pengecatan yang benar dan dicat
ulang dengan cat yang kekentalannya cukup
5. Pemeliharaan Atap Seng dan Cement Fiber Gelombang
a. Pengecatan dilakukan dengan meni sekurang-kurangnya setiap
4 ( empat ) tahun sekali
b. Periksa paku atau angkur pengikat terutama pada karet seal
untuk mencegah bocor
c. Ganti karet seal bila rusak
d. Cat kembali permukaan seng dengan meni secara merata
6. Pemeliharaan Atap Beton
a. Bersihkan setiap sebulan sekali permukaan atap dari kotoran
yang melekat
b. Beri lapisan anti bocor dengan kuas atau dengan cara semprot
secara merata
c. Bila menggunakan lapisan aspal – pasir sebagai lapisan atas
permukaan atap, periksa aspal yang mengelupas karena
perubahan cuaca, dan berikan aspal cair baru setebal 5 ( lima )
milimeter
a. Bila terdapat retak – retak tutup dengan plamur kayu dan cat
kembali
b. Perbaikan yang sempurna dapat dilakukan dengan mengerok
sampai habis cat lama yang melekat, ampelas dan cat kembali
dengan cat dasar serta cat penutup khusus untuk kayu
7. Pemeliharaan List Glass Fiber Cement ( GRC )
- Lakukan pemeriksaan secara periodik
- Periksa seng penutup listplank
- Bersihkan permukaan GRC dengan ampelas No. 2
- Cat kembali dengan cat emulsi secara merata
f. Komponen Tata Graha
1. Pemeliharaan Kebersihan Toilet
a. Sistem pembersihan searah perputaran jarum jam, dimulai dari pintu
masuk. Prosedur pembersihan dilakukan dari bagian atas menuju ke
bagian bawah
b. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah yang ada di toilet
dengan sempurna.
c. Bersihkan wash tafel, toilet bowl bagian luar dan bagian dalam
d. Untuk posisi yang sulit dilihat gunakan pantulan cermin, setelah dibilas
kemudian dikeringkan kembali
e. Bersihkan daun pintu, dinding / ruang kloset bagian luar / dalam toilet
dengan sempurna, setelah dibilas kemudian dikeringkan kembali
f. Isi kembali soap dispenser yang kosong atau kurang. Jika telah 2 ( dua
) minggu dispenser dikosongkan dahulu / cuci bersih baru diisi kembali
dengan sabun cair
g. Isi kembali roll tissue yang sudah tipis atau basah terkena siraman air
h. Bersihkan tempat wudhu berikut kran airnya. Buka saluran air
pembuangan, bersihkan kotoran yang menyumbat saluran
i. Bersihkan noda – noda pada dinding keramik toilet dengan
menggunakan lap basah yang bersih ditambah floor cleaner, bilas
kemudian dikeringkan
j. Bersihkan ember / gayung toilet ( kalau ada ) secara periodik
mingguan. Ember dikosongkan / cuci bersih berikut gayungnya dengan
floor cleaner
k. Bersihkan kaca cermin / wall mirror dengan lap bersih
l. Lakukan pembersihan dan pengeringan toilet setiap kali digunakan
2. Pemeliharaan Kebersihan Perabot dan Peralatan Kantor
a. Bersihkan semua kotoran / sampah yang berada di meja sebelum
pekerjaan pengelapan dilakukan, periksa laci meja bersihkan agar
bebas dari debu
b. Singkirkan semua asbak, bersihkan sampah atau puntung rokok lalu
masukan ke dalam kantong plastik sampah, letakan kembali asbak
pada posisi semula dalam keadaan bersih
c. Bersihkan perangkat komputer dengan lap bersih, campurkan air
ditambah multi purpose cleaner secukupnya dengan spons oleskan ke
permukaan yang kotor, terutama yang terkena noda lalu keringkan lagi.
Harus hati – hati di dalam menggunakan air berlebihan
d. Bersihkan sofa / jok kain secara priodik bulanan dengan
mempergunakan shampoo machine, gunakan shampo khusus sofa
atau deterjen
e. Bersihkan semua permukaan kayu furniture dilakukan dengan
seksama sampai pada cela – cela kayu, agar bebas debu dan
mengkilap, gunakan furniture polish atau yang setara untuk kayu,
logam / stainless steel dengan metal polish atau yang setara
f. Bersihkan kaki kursi dengan teliti, apabila dari logam stainless steel
gunakan lap kering ditambah metal polish atau yang setara, apabila
logam bercat gunakan lap basah dan lap kering kembali, bila kayu
bersihkan dengan furniture polish
g. Bersihkan filling cabinet; bersihkan bagian atasnya sesering mungkin,
karena biasanya banyak terdapat debu, gunakan lap
½ basah
h. Bersihkan debu pada cabinet dengan menggunakan lap ½ basah,
mulai bagian atasnya kemudian dindingnya
i. Semprotkan pengharum ruangan.
3. Pemeliharaan Kebersihan Koridor
a. Bersihkan sarang laba-laba yang terdapat pada plafon koridor, dengan
mempergunakan rakbol
b. Bersihkan dinding selasar dengan lap kering, dan lap ½ basah
c. Bersihkan dinding kayu / wall paper gunakan lap kering, untuk
permukaan kayu pergunakan furniture polish atau yang setara
d. Sapu lantai selasar, kemudian dipel dengan air bersih dicampur cairan
floor cleaner dengan mempergunakan stick mop
4. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Semen
a. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah yang berada pada
lokasi kerja. Pindahkan untuk sementara tempat sampah dan asbak
tersebut, kembalikan ke tempat semula apabila pekerjaan telah selesai
dikerjakan
b. Larutkan chemical cleaner atau yang setara dengan air ( 1 :
20 ) dalam ember, vacuum lantai terlebih dahulu, pel lantai semen
dengan cairan pembersih. Bila terdapat noda, gunakan larutan
chemical cleaner kemudian sikatlah dengan mesin poles. Untuk
mengangkat kotoran, vacuum cairan kotoran dengan menggunakan
wet vacuum cleaner
c. Gunakan sikat dorong atau sikat tangan untuk membersihkan sudut –
sudut lantai yang tidak terjangkau oleh mesin poles. Gunakan sarung
tangan karet ( hand glove ) dan masker untuk melindungi kulit tangan
dan penciuman dari bahan kimia yang digunakan
d. Lakukan wet mopping ( mengepel basah ) untuk mengangkat sisa
kotoran pada permukaan lantai yang tidak rata
e. Bersihkan dengan kain lap basah semua permukaan benda – benda,
plin kayu yang kena percikan obat pada waktu mesin dioperasikan
f. Bilas lantai yang sudah disikat dengan air bersih berulangkali, minimal
3 ( tiga ) kali, kemudian keringkan.
5. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Keramik
a. Kosongkan dan bersihkan semua tempat sampah / dan benda lain
yang berada pada lokasi kerja, kemudian disingkirkan untuk sementara
dan ditempatkan kembali apabila pekerjaan telah selesai dikerjakan.
Vacuum/sapu lantai keramik terlebih dahulu untuk menghilangkan
debu
b. Basahilah lantai keramik merata, gunakan bahan kimia chemical
cleaner atau yang setara dicampur air ( 1 : 20 ) tunggu ± 5 ( lima )
menit,
c. Lakukan pembersihan sudut-sudut lantai yang tidak terjangkau oleh
mesin poles, gunakan sikat dorong ( sikat tangan / tapas ) pakai
sarung tangan karet untuk mencegah kulit tangan terlindung dari bahan
kimia yang digunakan
d. Gunakan wet vacuum cleaner untuk menghisap cairan kotoran lantai
keramik yang terangkat
e. Pel berulang kali, minimal 3 ( tiga ) kali, bilas dengan air bersih
gunakan stick mop katun.
6. Pemeliharaan Kebersihan Lantai Paving
a. Bersihkan rutin tiap hari dengan sapu lidi, masukan kedalam kantong
plastik sampah gunakan dust pan. Teknik penyapuan jangan
bertentangan / berlawanan dengan arah angin
b. Bersihkan rumput yang tumbuh pada celah – celah pada paving,
apabila sulit penanggulangannya, gunakan pembasmi rumput
c. Isi kembali celah – celah paving dengan pasir halus gunakan sapu lidi
sampai rata. Apabila keadaanya kurang rata / bergelombang, maka
laporkan pada teknisi
d. Bersihkan lantai paving yang kotor atau terkena oli kendaraan dengan
sikat dorong atau mesin poles, gunakan air panas dicampur floor
cleaner atau deterjen. Bilas gunakan selang air dan keringkan kembali
dengan wiper lantai dan stick mop
7. Pemeliharaan Kebersihan Tirai ( Vertical Blind atau
Gordyn )
a. Sebelum pekerjaan dimulai, siapkanlah peralatan kerja selengkapnya
yaitu : wet & dry vacuum cleaner, hand stick brush, deterjen, sikat
nylon
b. Bersihkan rutin bulanan, hisap debu tirai ( vertical blind, gordyn ),
gunakan dry vacuum cleaner, pakai hand stick brush
c. Check tali vertical blind atau gordyn, kemungkinan macet, gunakanlah
tali untuk membuka dan menutupnya, segera adakan perbaikan
d. Check rantai ( pemberat ) vertical blind atau gordyn, kemungkinan ada
yang lepas, segera diperbaiki
e. General cleaning vertical blind ( gordyn ) dilakukan 6 ( enam ) bulan
sekali, turunkan cuci dengan deterjen, gunakan sikat nylon, jemur
ditempat yang panas kuku, posisi vertical blind digantung, setelah
kering dipasang kembali
f. Hilangkan spot ( noda ) yang terdapat di vertical blind, gunakan atau
spot remover, gunakan sikat nylon dengan air hangat, keringkan
dengan vacuum cleaner
g. Lakukan pembersihan setiap 2 ( dua ) bulan sekali.
8. Pemeliharaan Kebersihan Dinding Cat
a. Bersihkan debu yang melekat pada dinding bercat minyak ( water seal
) dengan menggunakan kain majun, untuk bagian atas bisa gunakan
tangga atau rakbol.
Pembersihan ini untuk daily maintenance
b. Bersihkan noda ( spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat
minyak, gunakan campuran deterjen dengan air secukupnya sapukan
merata, mengerjakan harus teliti, apabila terlalu banyak menggunakan
air akibatnya akan merusak permukaan cat
c. Caranya hilangkan noda secara bertahap, tunggu kering dahulu baru
diulang kembali, gunakan sponge dan langsung keringkan dengan kain
majun. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh kelantai gunakan
stick mop.
Pembersihan ini dilakukan secara priodik bulanan
d. Bersihkan noda ( spot & kotoran ) yang terdapat pada dinding bercat
minyak ( water seal ), gunakan larutan washing compound digosok
dengan sponge, kemudian
bilas dengan air bersih sampai larutan tidak tersisa dan biarkan dinding
sampai kering kembali. Setelah itu bersihkan sisa larutan yang jatuh
kelantai gunakan stick mop. Pembersihan ini dilakukan secara priodik
bulanan.
9. Pemeliharaan Kebersihan Perlengkapan Alat Pemadam Kebakaran
a. Sebelum pekerjaan dimulai, siapkanlah peralatan kerja selengkapnya
yaitu : ember, sponge, kain majun, deterjen
b. Bersihkan tabung alat pemadam api ringan ( fire extinguisher
) yang terpasang di gedung dengan lap basah atau spons, celupkan
pada ember yang berisi larutan deterjen, kemudian sikat debu yang
melekat, gunakan sikat nylon, setelah itu bilas dengan air bersih
sampai larutan tidak tersisa dan keringkan. Letakan kembali pada
posisi semula
c. Hati – hati, selama dibersihkan jangan menarik / merusak katup alat
pemadam api ringan atau terjatuh / terpelanting ke lantai sehingga
menimbulkan benturan akibatnya alat pemadam tidak berfungsi lagi
d. Bersihkan tutup kotak selang kebakaran ( box hydrant ) di setiap lantai
Gedung, dengan lap basah atau spons, celupkan pada ember yang
berisi larutan deterjen, kemudian bilas dengan air bersih sampai
larutan tidak tersisa dan keringkan
e. Bersihkan debu kotak penarik alarm di setiap lantai gedung dengan lap
kering atau bulu ayam, harus hati-hati mengerjakannya, jangan
menarik handle – nya
f. Bersihkan debu bel alarm di setiap lantai gedung dengan lap kering
atau bulu ayam
g. Bersihkan debu penutup tanda EKSIT tangga darurat dengan lap
kering.
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN KEBERSIHAN

A. JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN


1. JENIS PEKERJAAN
Jenis pekerjaan adalah kebersihan, perawatan, dan pemeliharaan
2. LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan adalah di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati

B. KEBERSIHAN, PERAWATAN, DAN PEMELIHARAAN


1. KACA
Pembersih kaca gedung maupun kaca toilet / cermin dengan menggunakan
chemicals pembersih LOC dan diseka menggunakan windows wipers
dilakukan secara rotasi dari permukaan kaca satu ke lainnya dengan rotasi 1 (
satu ) mingguan. Pada saat yang sama
pembersihan kusen dilakukan dengan menggunakan chemicals
pembersih yang sesuai.
Untuk pembersihan harian digunakan chamois clooth dan cotoon clooth agar
kaca senantiasa bersih dan terbebas dari lembab maupun debu.
Bila permukaan kaca terdapat noda cat / kotoran serangga maka digunakan
cutters untuk mengupasnya.
2. DINDING
- Pelaksanaan pembersihan dilakukan dengan hati – hati agar debu tidak
mengganggu. Pada dinding keramik selain pengontrolan kebersihan
harian menggunakan lap gading, pada 2 ( dua ) minggu sekali akan dicuci
menggunakan chemicals pembersih ceramic cleaner agar senantiasa
tampak bersih dan terawat
- Pada dinding ukir ( gebyok ) selain pembersihan debu setiap hari, satu
bulan sekali dilakukan polishing dengan chemicals wood polish yang
setelah dilakukan polishing langsung dikondisikan kering agar gebyok
selalu awet dalam penampilan terbaiknya.
- Dinding keramik dibersihkan setiap hari.

3. PERABOT
Pada semua jenis perabot setiap hari dilakukan dusting / dilap dengan kain
lap agar bebas dari debu. 1 ( satu ) bulan sekali dipoles dengan :
 Perabot kayu menggunakan furniture polish agar tampak
mengkilap dan terbebas dari serangga perusak kayu.
 Perabot berbahan dasar kulit imitasi, finil, kaca yang dilapisi film dan
pesawat telephone digunakan chemicals pembersih Amway silicone glaze
 Perabot berbahan stainless dibersihkan dengan menggunakan
chemicals helios
 Perabot berbahan kuningan menggunakan braso
 Kaca meja setiap hari dilap dengan chamois clooth dan
dipastikan kebersihannya
 Untuk kelengkapan pada beberapa meja di ruang – ruang
tertentu disediakan tissue meja
 Untuk ruang ber – AC di beberapa titik AC tertentu disediakan pengharum
ruangan
4. L A N T A I
Lobbying dan mopping dilakukan pada permukaan lantai, dan sela – sela bawah
/ kolong perabot disemua areal gedung yang meliputi :
 Areal perkantoran, kamar dokter jaga, transit dokter, apotik, ruang teknik :
Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) rutin dilakukan 2 ( dua
) kali sehari dan setiap saat dijaga kebersihannya.
 Areal pelayanan, areal perawatan dan Ruang Jaga Perawat, Instalasi Gizi,
Laboratorium, IGD, ruang Sanitasi :
Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) rutin dilakukan 2 ( dua
) kali sehari dan setiap saat dijaga kebersihannya, khusus UGD
kebersihan dipantau 24 jam ( 3 Shift
)
Untuk ruang yang steril Lobby Duster dan Mop digunakan tersendiri (
khusus )
Untuk ruang rawat inap yang kosong dilakukan kebersihan secara total /
menyeluruh.
 Areal Aula Lt – 4 :
Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) rutin dilakukan 1 ( satu
) kali sehari. Bila aula digunakan untuk acara maka setelah acara selesai
akan dilakukan pembersihan total agar aula senantiasa bersih.
Khusus ruang rawat inap Lt – 4 dibersihkan secara bergilir setiap
seminggu sekali.
 Areal hall dan selasar :
Lobbying ( menyapu ) dan mopping ( pengepelan ) dilakukan dan dikontrol
secara terus menerus dengan cara mobile
Bila diperlukan diadakan general cleaning lantai menggunakan polisher
machine agar kotoran berat yang tidak dapat terangkat sempurna oleh
lobbying dan mopping dapat dikelupas dan terjaga keawetan material
lantai.
5. PEMBUANGAN SAMPAH
 Pembuangan sampah ruangan dilakukan minimal 3 ( tiga ) kali sehari, dan
dibedakan sesuai jenis sampahnya, yaitu :
- Sampah Infeksius dimasukkan ke plastik warna kuning
- Sampah Non – Infeksius dimasukkan ke plastik warna hitam
Di luar jadwal di atas, pada ruang perawatan pasien, tempat sampah selalu
dikontrol baik isi, bau maupun kerapian letaknya. Pencucian tempat sampah
dilakukan setiap hari.
 Sampah non – medis dimasukkan ke TPS ( Kontainer ), sampah medis
diletakkan di tempat yang ditentukan.
6. KAMAR MANDI
 Setiap hari lantai, dinding dan kloset kamar mandi / WC disikat alat yang
memadai dengan menggunakan chemicals pembersih dan disemprot
disinfectant guna pengendalian kuman sehari 2 ( dua ) kali
 Untuk senantiasa menjaga kebersihan, terutama pada ruangan perawatan
harus sesering mungkin dikontrol kondisi dan kebersihannya
 Minimal 3 ( tiga ) hari sekali bak air dikuras dengan menggunakan
chemicals pembersih dan disinfectant agar senantiasa bersih dan sehat
untuk digunakan
 Kebersihan pintu, kusen, sirkulasi, gantungan baju, tempat sabun dan
plafond kamar mandi harus selalu terjaga kebersihan dan keterawatannya
agar senantiasa bersih dan awet
 Bila kloset / wastafel mampet semaksimal mungkin diupayakan
penanganannya secara teknis tanpa chemicals, apabila secara teknis
tidak berhasil maka digunakan chemicals
 Apabila warna / kondisi permukaan lantai, dinding dan kloset mulai pudar
maka dilakukan pemolesan agar senantiasa menampilkan kondisi
terbaiknya.
 Pada lantai didepan pintu kamar mandi wajib dipasang keset yang dapat
menjamin kebersihan lantai.

C. PROSEDUR PENGAJUAN PERBAIKAN

1. Prosedur Pengajuan

a. Sebagai bukti administratif, pada dasarnya setiap unit / instalasi / ruangan


yang mengajukan perbaikan suatu alat / barang / lainnya harus dilakukan
secara tertulis yang ditujukan kepada KUK IPSRS ( form terlampir )

b. Pengajuan perbaikan suatu alat / barang / lainnya dapat dilakukan secara


lisan apabila dalam keadaan mendesak / darurat ( emergency ) dengan
menghubungi Pelaksana Teknis, dan selanjutnya bukti administratif harus
segera disusulkan setelah mendapatkan penanganan lebih lanjut

c. Dalam rangka mempercepat pelaksanaan perbaikan, secara proaktif


diharapkan semua seksi dapat berkoordinasi dengan baik

2. Prosedur Pelaksanaan

a. Setelah menerima Surat Pelaksanaan Perbaikan, seksi terkait harus


segera berkoordinasi dengan :

- Pelaksana Teknis agar pelaksanaan perbaikan dapat secepatnya


dilakukan

- Unit / instalasi / ruangan yang mengajukan perbaikan agar pelaksanaan


perbaikan dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu pelayanan

b. Dalam melaksanakan perbaikan, Pelaksana Teknis harus menjunjung


tinggi etika terhadap pasien / keluarganya, pengunjung, dan sesama
petugas
c. Apabila dalam pelaksanaan perbaikan dibutuhkan sejumlah dana untuk
pembelian suku cadang dan atau untuk membayar jasa teknisi khusus (
dari pihak luar ), maka untuk mencukupinya seksi yang terkait dapat
mengajukan Surat Usulan Dana Perbaikan kepada KUK IPSRS.

3. Prosedur Penyelesaian

a. Pekerjaan perbaikan dinyatakan selesai apabila unit / instalasi / ruangan


yang mengajukan perbaikan selaku User telah melakukan uji fungsi

b. Apabila uji fungsi menunjukkan hasil yang baik, selanjutnya User dan
Pelaksana Teknis menanda – tangani Pernyataan Penyelesaian Perbaikan
serta diketahui oleh seksi yang terkait ( form terlampir )

D. PENDOKUMENTASIAN HASIL KEGIATAN PEMELIHARAAN DAN


PERBAIKAN ALAT MEDIK
Dari semua kegiatan yang dilakukan baik itu pemeliharaan dan perbaikan yang
dilakukan oleh IPSRS harus didokumentasikan ke dalam bentuk format tertentu
seperti:
1. Form Request Service (FRS).
2. Form yang digunakan untuk mencatat keluhan medik pada masing-masing
ruangan per alat medik sekaligus bentuk tindak lanjut BM dari keluhan
yang disampaikan.
3. Form pemeliharaan alat medik.
4. Setiap kegiatan pemeliharaan pada alat medik yang dilakukan oleh teknisi
medik hasil pekerjaannya harus dicatatkan dalam form pemeliharaan alat
medik.
5. Buku besar pemeliharaan.
6. Buku yang digunakan untuk mencatat semua aktifitas pemeliharaan dan
perbaikan atas masing-masing alat medik peruangan. Buku besar ini
hanya berisi tentang data base alat
medik di ruangan bersangkutan, rekap pelaksanaan kalibrasi dan history
pemeliharaan dan perbaikan masing-masing alat medik.

PENGAJUAN PERBAIKAN

Kepada Yth. : Ketua TPSK Sq. Seksi Administrasi dan Keuangan


D a r i : Ruang :
Tanggal :

Mengajukan perbaikan alat / barang :

No Nama Alat / Barang No. Kode Inventaris Keterangan Kerusakan


E. LAI N – LAIN

1. Form Pengajuan Perbaikan

Demikian, atas perhatiannya disampaikan terimakasih.

Yang Mengajukan Perbaikan

( ........................................... )
BAB VI KESELAMATAN
KERJA

Dalam pelaksanaan tugasnya petugas IPSRS diwajibkan untuk menjunjung tinggi


nilai-nilai dari K3RS, maksudnya petugas harus dengan kesadaran penuh untuk
menggunakan alat pelindung diri (APD )dalam melaksanakan tugasnya selain
menjaga keselamatan diri petugas wajib untuk menjaga kelesamatan di lingkungan
di mana mereka sedang bekerja. Dengan demikian keselamatan diri, pasien dan
pengunjung dapat terjaga dengan baik. Adapun untuk prosedur keamanan mengacu
pada SPO dan panduan yang dibuat oleh tim K3RS.
BAB VII PENGENDALIAN
MUTU

Sistem pengendalian intern yang berlaku di rumah sakit merupakan faktor yang
menentukan dapat diukur dari tingkat keberhasilan petugas dalam menyelesaikan
suatu khasus, baik itu prasarana, alat medis dan gedung.Selain pengendalian di sisi
perbaikan , tidak kalah pentingnya adalah pemeliharaan suatu alat hal ini yang
menjadi ukuran adalah optimalnya
fungsi suatu alat hingga kepresisian suatu alat. Tujuan dari
pengendalian intern adalah:
1. Memaksimalkan sumber daya yang ada untuk melakukan pemeliharaan
dan perbaikan sehingga suatu alat berfungsi dengan baik dan maksimal.
2. Meningkatkan kualitas pekerjaan tanpa mengesampingkan
efisiensi biaya kerja yang dikeluarkan
3. Meningkatkan umur pakai suatu alat
4. Menjaga Keselamatan kerja petugas
5. Tertib administrasi terutama untuk ijin operasional/K3 prasarana umum
dan medis

BAB VIII
PENUTUP
Dengan dibuatnya pedoman pelayanan IPSRS, diharapkan setiap personel dapat
memahami dan melaksanakan sesuai panduan sehingga hasil akhir dari setiap
pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan.

Anda mungkin juga menyukai