Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS BISNIS PERUSAHAAN GRAB

“Decacorn Pertama di Asia Tenggara”

Disusun oleh:
Nastiti Puspitarini (17/408715/EK/21287)
Oktifa Arwistya (17/408716/EK/21288)
Muhammad Amin (17414145/EK/21547)
Elsa Kurnia Y. (18/423391/EK/21715)
Esti Rizkiyana L. (18/423392/EK/21716)
Febytania B. Y. (18/423394/EK/21718)

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2019
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak zaman peradaban kuno, alat transportasi merupakan hal yang sangat penting.
Perkembangan alat transportasi pun berkembang sangat pesat dan terus disesuaikan dengan
perubahan zaman. Di zaman sekarang ini, hampir tidak terdapat individu yang tidak
membutuhkan alat transportasi. Selain itu, individu sebagai pengguna selalu berharap untuk
mendapatkan alat transportasi dengan waktu sesingkat dan secepat mungkin yang mampu
memindahkan mereka dari satu tempat ke tempat lain atau untuk bepergian.
Era globalisasi atau zaman serba digital seperti sekarang ini, mendukung aktivitas
individu yang selalu berpusat pada teknologi yang ada, seperti menggunakan laptop atau
gadgetnya. Tidak terkecuali pada sektor transportasi. Saat ini, banyak terdapat perusahaan yang
menangkap peluang bisnis transportasi secara online, salah satu contohnya adalah Grab. Hal ini
didukung karena banyak sekali individu yang membutuhkan segala sesuatu serba instan demi
memudahkan kegiatannya dan mencapainya dengan waktu sesingkat mungkin. Ojek online hadir
sebagai jawaban atas hal tersebut, sehingga banyak sekali individu yang mulai beralih dari ojek
konvensional, angkutan umum, serta kendaraan pribadi ke ojek online.
Hingga detik ini, Grab berkontribusi sebesar Rp 49 Triliun bagi perekonomian Indonesia.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh CSIS dan Tenggara Strategics, pendapatan pengemudi
GrabBike naik sebesar 113% menjadi 4 juta per bulan sedangkan untuk GrabCar naik sebesar
114 % menjadi 7 juta per bulan. Peningkatan produktivitas ini terjadi karena Grab mampu dan
berhasil mempertemukan pengguna layanan dengan mitra pengemudi secara efektif dan efisien.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik dari Grab ialah Grab secara cuma-cuma selalu
memberikan promo-promo menarik seperti potongan harga bagi konsumennya. Berdasarkan
teori bauran pemasaran dimana terdapat ​Price, Place, Product ​dan ​Promotion, Grab sangat
memaksimalkan kegiatan promosinya. Hal ini dilakukan tentu untuk meningkatan kesadaran
merek karena potongan harga merupakan salah satu bentuk dari kegiatan promosi. Dengan
demikian, Grab berhasil memikat hati masyarakat Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia,
sehingga mampu menjadi ​decacorn​ pertama di Asia Tenggara.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan fungsi manajemen pada Grab?
2. Kebijakan-kebijakan apa saja yang mendorong Grab untuk menjadi ​decacorn​ pertama di
Asia Tenggara?

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Fungsi Manajemen
Empat fungsi pokok manajemen terdiri dari ​planning, organizing, leading, ​dan
controlling. ​Planning b​ erarti membuat tujuan dari sebuah organisasi dan tindakan-tindakan yang
akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. ​Organizing ​berarti menciptakan tugas-tugas dan
hubungan otoritas yang memungkinkan orang-orang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan
organisasi. ​Leading b​ erarti memberi motivasi, mengkoordinasi, dan memberi semangat pada
individu dan kelompok untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi. ​Controlling ​berarti
menciptakan pengukuran yang akurat dan sistem pengawasan untuk mengevaluasi seberapa baik
organisasi dalam mencapai tujuannya.

2.2 Aspek Positif dan Negatif Fungsi Manajemen

2.3 Analisis SWOT


Fredi Rangkuti (2004: 18) menjelaskan bahwa Analisis SWOT adalah identifikasi
berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan
pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (​strength​) dan peluang (​opportunity​), namun
secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (​weakness)​ dan ancaman (​threats)​ . Proses
pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan
kebijakan perusahaan. Dengan demikian, perencanaan strategi harus menganalisa faktor-faktor
strategi perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang saat ini.
2.4 Pemegang Kepentingan (​Stakeholders)
Munawaroh (2016:32-33) mengatakan bahwa, ​stakeholder adalah orang yang secara
langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh suatu hal, serta mereka yang mungkin memiliki
kepentingan dalam proyek dan atau kemampuan untuk mempengaruhi hasil, baik positif maupun
negatif. Sedangkan Friedman (2013:233) mendefinisikan ​stakeholder sebagai kelompok atau
individu yang dapat mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu.
Terdapat 2 macam ​stakeholder,​ yaitu :
a. Internal stakeholder
○ Pemegang saham : pihak yang melakukan investasi pada suatu perusahaan dan
mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari.
○ Managers ​: pihak yang bertanggung jawab menggunakan dan mengalokasikan
sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia dan keuangan untuk
meningkatkan performa perusahaan secara efektif dan efisien.
○ Employee ​: pihak yang bekerja pada berbagai fungsi dan departemen perusahaan,
seperti pada bagian manufakturing, penjualan, ​research and development.
b. External stakeholder
● Supplier dan Distributor : pihak yang memiliki hubungan kuat dengan proses
produksi perusahaan, menghubungkan perusahaan dengan hal yang dibutuhkan
seperti bahan baku, komponen dan tenaga kerja serta konsumen.
● Konsumen : pihak yang paling penting, karena apabila tidak memiliki konsumen
sebagai pencetak pendapatan, maka kegiatan bisnis tidak akan berjalan.
● Komunitas, sosial dan pemerintah : pihak yang memberikan pengaruh pada suatu
kebijakan atau keputusan yang akan diambil oleh perusahaan.
2.5 Perusahaan Multinasional (​Global Organization)
Perusahaan global adalah suatu perusahaan yang beroperasi dan berkompetisi tidak hanya
secara domestik, tetapi juga secara global. Perusahaan multinasional (MNC) didefinisikan
sebagai perusahaan yang terlibat dalam berbagai bentuk bisnis internasional (Madura, 2012).
2.6 Kepemimpinan (​Leadership)
Menurut Jones & George di dalam buku berjudul ‘Contemporary Management’,
kepemimpinan (​leadership) d​ apat didefinisikan sebagai proses di mana suatu individu
menggunakan pengaruh atas orang lain termasuk di dalamnya adalah menginspirasi, memotivasi,
dan mengarahkan aktivitas orang lain tersebut dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Terdapat berbagai teori mengenai gaya kepemimpinan. Salah satunya adalah ​transformational
leadership di mana pemimpin dapat membuat karyawan memahami kepentingan pekerjaan dan
kinerja masing-masing dalam suatu organisasi sehingga dapat memotivasi para karyawan
tersebut dalam rangka memajukan organisasi. Transformational leadership adalah gaya
kepemimpinan di mana pemimpin dapat membuat karyawan turut merasakan kepentingan dalam
melaksanakan suatu tugas dan menyadari keinginan untuk mengembangkan diri serta dapat
memotivasi para karyawan untuk memajukan organisasi. ​Transformational manager dapat
mempengaruhi bawahannya dengan tiga cara yaitu: menyampaikan visi yang jelas; menstimulasi
ide-ide dari bawahannya; serta melakukan ​developmental consideration. ​Selain itu juga terdapat
suatu gaya kepemimpinan bernama ​servant leadership d​ imana pemimpin memiliki keinginan
kuat untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Profil Perusahaan Grab
Grab didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling pada Juni 2012 dan dikenal sebagai
Grab Taxi hingga tahun 2016. Grab merupakan salah satu platform yang bermarkas di Singapura
dan paling sering digunakan di Asia Tenggara. Ojek ​online i​ ni menyediakan berbagai layanan
kebutuhan sehari-hari seperti:
1. GrabTaxi yaitu layanan taksi premium dengan jaringan terluas di Asia Tenggara.
2. GrabCar yaitu layanan transportasi untuk mereka yang memilih kenyamanan
berkendara layaknya menggunakan mobil pribadi.
3. GrabShare yaitu layanan yang ​memungkinkan kita untuk berbagi perjalanan dengan
orang lain, yang mempunyai tujuan yang sama.
4. GrabBike yaitu alternatif layanan transportasi untuk mereka yang ingin lebih cepat dan
aman sampai ke tujuan.
5. GrabExpress yaitu layanan pengiriman paket yang cepat, aman dan terpercaya.
6. GrabFood yaitu ​layanan pesan antar makanan.
7. GrabFresh yaitu layanan yang memungkinkan pelanggan untuk belanja kebutuhan
sehari-hari.
8. GrabRent yaitu l​ayanan rental online yang memudahkan pelanggan untuk melakukan
pemesanan mobil selama minimal 6 jam (termasuk pengemudi dan bahan bakar) dari
lokasi penjemputan menuju beberapa lokasi sesuai dengan coverage area yang telah
ditentukan oleh Grab.
9. Rute yaitu layanan yang memberikan rekomendasi cara terbaik pelanggan untuk sampai
tujuan.
9. Akhir-akhir ini Grab meluncurkan layanan GrabGerak, sebuah solusi unik yang
pertama kali disediakan untuk mendukung para disabilitas untuk bergerak dan
mendapatkan lebih banyak akses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Saat ini grab
menyediakan layanan di 8 negara yaitu: Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia,
Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.
​3.2 Fungsi Manajemen Perusahaan Grab
Implementasi keempat fungsi manajemen dalam perusahaan Grab dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1. Planning: b​ ergerak maju dan membuat Grab menjadi layanan tumpangan yang aman
bagi siapapun. Tindakan-tindakan yang diambil dalam mencapai tujuan tersebut antara
lain penyaringan ​driver, p​ elatihan dan kode etik bagi ​driver, m
​ embuat fitur keamanan
bagi penumpang, dan penyediaan asuransi dan bantuan 24 jam bagi penumpang.
​ rab memiliki struktur kepengurusan dengan puncak komando berada di
2. Organizing: G
tangan CEO yang sekaligus merupakan ​co-founder ​Grab. Dalam bagan kepengurusan
Grab, terdapat pengurus inti yang mencakup CEO, ​co-founder, p​ residen perusahaan, ​head
of corporate finance, ​dan ​chief technology officer. B
​ agian operasional perusahaan
bertugas sebagai penambah member, perekrut ​driver, ​sekaligus orang yang memonitor
kinerja ​driver​. Bagian administrator bertugas mengelola data-data perusahaan. Bagian
super administrator bertugas melakukan pengembangan, mengelola data bersama bagian
administrator, dan memonitor program-program perusahaan sekaligus memiliki akses
penuh atas keseluruhan program perusahaan.
3. Leading: ​Grab berusaha untuk mematok harga yang sesuai agar ​driver d​ an penumpang
sama-sama merasa diuntungkan. Grab juga menyatakan bahwa ia menciptakan program
yang membantu para driver mendapatkan kendaraan yang lebih baik, mempersiapkan
pensiun driver, dan menyediakan kelas-kelas khusus bagi anak-anak para driver. Semua
dilakukan agar para driver betah dan senang bekerja di Grab sehingga Grab juga
mendapatkan keuntungan.
4. Controlling: ​Grab mengevaluasi kinerja para mitra dan karyawan dalam perusahaannya
untuk mencegah potensi terjadinya penghambatan dalam mencapai tujuan. Karena tujuan
Grab adalah menyediakan jasa tumpangan terbaik, maka yang menjadi fokus ​controlling
adalah mitra ​driver.​ Grab melakukan evaluasi setiap hari terhadap para ​driver agar
mereka terus memenuhi standar penilaian yang telah ditetapkan. Pemeriksaan kode etik
yang diberlakukan juga demi mencapai tujuan organisasi. Contoh lain ​controlling adalah
Grab membuat aplikasi yang mampu menekan kecurangan (ex: order/GPS fiktif,
pencurian profil mitra pengemudi) hingga 80%.
3.3 Aspek Positif dan Negatif dari Implementasi Fungsi Manajemen
​ an​ Threat)
3.4 Analisis SWOT (​Strength, Weakness, Opportunities, d ​

Strength
● Pemesanan dapat dilakukan dengan mudah dan praktis hanya bermodalkan ​smartphone
dan jaringan internet.
● Adanya aplikasi/fitur bawaan yang bervariatif di dalamnya (GrabCar, GrabBike,
GrabExpress, GrabFood, dll)
● Adanya sistem pembayaran yang cash maupun cashless
● Menawarkan banyak promo yang menarik
● Pelanggan dapat memberikan rating mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh
driver, yang pada nantinya akan dijadikan alat evaluasi
Weakness
● Tidak semua orang dapat menggunakan smartphone dan internet
● Kita tidak dapat memilih driver
● Tidak semua tempat terhubung dengan internet
Opportunities
● Saat ini mobilitas masyarakat sangat tinggi, sehingga membutuhkan kendaraan yang
praktis dan cepat
● Masyarakat ingin memenuhi kebutuhannya secara praktis
Threats
● Adanya persaingan yang ketat dari perusahaan ojek online semacamnya
3.5 Pemegang Kepentingan / ​Stakeholder​ Perusahaan Grab
Pada dasarnya, sebuah perusahaan pasti memiliki pihak-pihak sebagai pemangku atau
pemegang kepentingan di dalam perusahaan, tidak terkecuali pada perusahaan Grab ini.
1. Stockholders atau pemegang saham. Hingga saat ini, Grab belum melakukan IPO (​Initial
Public Offering) atau melakukan penawaran sahamnya secara umum di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Sejak awal, Grab mendapatkan pendanaan dari ​venture capital,
mencatat sebanyak 24 kali pendanaan dengan total mencapai $8,8 miliar. Pendanaan ini
terakhir kali dilakukan pada 6 Maret 2019 silam, dengan total suntikan dana sebesar $1,5
miliar. Ojek ​online ini tercatat memiliki empat puluh investor dengan 17 sebagai investor
utama, seperti Softbank Vision Fund, Central Group of Company, Tokyo Century,
Yamaha Motor Co., Hyundai Motor, dan bahkan Microsoft.
2. Managers​. Grab merupakan perusahaan yang beroperasi pada delapan negara di Asia
Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, Kamboja
dan juga Indonesia. Sebagai perusahaan dengan ​global environment,​ Grab menghadapi
banyak tantangan seperti banyaknya keanekaragaman latar belakang dan budaya dari para
karyawannya. Pada kenyataannya, tantangan ini mampu diatasi oleh Grab dengan sangat
baik. Grab menjunjung tinggi prinsip ​“equal opportunity” ​yang artinya Grab sangat
menghargai berbagai talenta atau bakat dan perspektif yang berbeda dari masing-masing
individu. Selain itu, Grab juga menjamin empat belas hal untuk memperkuat hubungan
timbal balik yang baik dengan karyawannya, seperti :
a. Setiap karyawan diberi kesempatan untuk mempelajari berbagai macam kultur
budaya;
b. Adanya pelatihan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi
terkini secara mingguan;
c. Kesempatan untuk terus berkembang dan mencapai posisi-posisi tertentu di dalam
struktur organisasi;
d. Kesempatan untuk bekerja dalam tim yang sangat beragam;
e. Adanya kegiatan ​refreshing,​ seperti olahraga dan kegiatan sosial lainnya;
f. Diperbolehkan menggunakan pakaian senyaman mungkin;
g. Mendapatkan asuransi kesehatan;
3. Customer atau konsumen. Bagi Grab, konsumen merupakan pihak yang harus dirawat
sedemikian rupa, sehingga Grab berupaya untuk selalu memberikan pelayanan yang
terbaik. Terdapat empat hal yang sangat diperhatikan oleh Grab dalam melayani
konsumennya, yaitu :
a. Penyaringan. Demi memberikan pelayanan semaksimal mungkin, maka Grab
memperlakukan sistem penilaian dengan bintang, dimana mitra kerja ​yang
memiliki nilai dibawah batas minimum akan diberhentikan. Penilaian tersebut
murni seratus persen hasil dari penilaian konsumen melalui aplikasi Grab.
b. Pelatihan dan kode etik. Grab selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan
untuk mendapatkan kepuasan dari konsumennya.
c. Fitur keamanan. Selalu ada inovasi-inovasi terbaru untuk para konsumennya,
seperti fitur keamanan ini sebagai bentuk tindakan yang diambil oleh Grab untuk
meminimalkan atau menghilangkan mitra kerja​ ​yang tidak bertanggung jawab.
d. Asuransi dan bantuan 24 jam. Grab juga menyediakan layanan ​call center selama
24 jam dan memiliki tim tanggap darurat.Grab juga memberikan asuransi apabila
terjadi kecelakaan saat berkendara dengan Grab.
Selain keempat hal diatas, Grab juga selalu memberikan promosi penjualan berupa
diskon kepada konsumennya. Diskon ini hanya bisa didapat apabila konsumen
melakukan transaksi melalui aplikasi Grab, seperti contohnya pada GrabFood dan
GrabBike.
4. Komunitas, Sosial, dan Negara. Grab sendiri berperan sangat aktif dalam melaksanakan
kegiatan-kegiatan sosial, seperti contohnya turut serta dalam upaya pencegahan
kekerasan seksual bagi perempuan, turut dalam menyelenggarakan mitigasi dampak
bencana alam, dan baru-baru ini Grab melaksanakan kegiatan amal menyambut bulan
Ramadhan. Hubungan antara Grab dan pemerintah Indonesia pun juga terbilang cukup
baik, pasalnya Grab mampu membuka lapangan kerja baru. Selain itu, baru-baru ini Grab
meluncurkan Grab ​Ventures​, ​sebagai upaya untuk mengembangkan potensi ​startup di
Indonesia. Hal ini tentu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang saat ini dinaungi
oleh Bekraf.
5. Partnership​. Grab membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan di Indonesia
yang ingin menjalin hubungan kerja sama dengan Grab. Perusahaan yang dimaksut dapat
berupa perusahaan maskapai penerbangan, perhotelan, keuangan, telekomunikasi,
hiburan atau ​entertainment, teknologi, dan lain-lain. Hingga saat ini, OVO merupakan
partner ​Grab yang terbesar.
​ agi Grab, pekerja lapangan ialah mitra kerja, bukan seorang pengemudi
6. Employees. B
maupun kontraktor, karena Grab menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Grab juga selalu
memberikan berbagai keuntungan untuk menjadi mitra kerjanya, seperti mendapatkan
pendapatan dan bonus yang menjanjikan, mendapatkan potongan harga pada setiap
pembelian pulsa, makanan, atau melakukan reparasi kendaraan dengan menggunakan
akun ​driver​. Dengan demikian, tindakan ini diharapkan mampu membuat seluruh mitra
kerja bangga atas pekerjaannya.
3.6 Implementasi Teori Kepemimpinan / ​Leadership
Servant leadership adalah salah satu teori yang mendasari cara beroperasi Perusahaan
Grab hingga kini. ​Servant leader sendiri merupakan pemimpin yang memiliki keinginan kuat
untuk bekerja demi memberikan manfaat bagi orang lain. Berdasarkan artikel berjudul ‘​How
Grab’s CEO steered it from a garage in Malaysia to Southeast Asia’s most valuable tech
unicorn’, para pendiri Grab, Anthony Tan dan Tan Hooi Ling, mengungkapkan bahwa asal mula
Grab berawal dari adanya keinginan untuk meningkatkan keamanan dalam layanan ​ride-hailing
terutama di negara asal mereka yaitu Malaysia. Seperti yang tercantum pada laman web resmi
Grab, Grab merupakan satu-satunya perusahaan ​ride-hailing y​ ang berinvestasi pada hal-hal
seperti ​kemudahan membagikan lokasi secara real time (​Share My Ride)​ , ​layanan pelanggan
24/7, uji coba penyamaran nomor telepon (​number masking)​ , dan pemeriksaan latar belakang
serta verifikasi mitra pengemudi secara ketat. Dalam rangka menjawab berbagai tantangan
keselamatan yang ada, Grab bekerja sama dengan sejumlah lembaga pemerintah di seluruh
Kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, Grab bekerja sama dengan Komnas Perempuan
dan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya dalam rangka membangun standar
keamanan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan besarnya komitmen Grab untuk membantu
permasalahan dalam hal keamanan layanan ​ride-hailing ​di kawasan Asia Tenggara.
Grab juga menerapkan gaya kepemimpinan transformasional yang dibuktikan dengan adanya
penyampaian visi yang jelas oleh pemimpin; sarana untuk menstimulasi ide-ide dari para
karyawan; serta penerapan ​developmental consideration. Grab selalu menyampaikan visi
perusahaan sejak awal mula perekrutan karyawan dengan menanamkan prinsip ‘​hunger,
humility, honesty, and heart’ s​ ehingga para karyawan nantinya akan memiliki motivasi yang kuat
dalam melaksanakan pekerjaannya. Kemudian untuk menciptakan berbagai standar serta
kebijakan di Grab, para pegawai di Grab melakukan ‘terjun langsung’ ke lapangan untuk
mengeksplorasi masalah-masalah yang ada. Salah satu contohnya adalah pegawai di bagian
‘Driver’s Experience’ senantiasa berinteraksi langsung dengan berbagai ​driver Grab dalam
rangka meningkatkan kualitas produk. Terakhir, penerapan ​developmental ​consideration t​ ertuang
dalam fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk ​Grabbers (sebutan untuk para karyawan Grab).
Salah satu fasilitas yang ada adalah ​Learning and Development Programmes dimana para
karyawan disediakan berbagai fasilitas untuk meningkatkan keahliannya seperti mengikuti
seminar, konferensi, maupun berbagai pameran eksternal.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Pelajaran yang Dapat Diambil / ​Lesson Learned
Berawal dari sebuah keinginan untuk menciptakan layanan ride-hailing yang aman,
pencapaian untuk menjadi Decacorn tidak terlepas dari kemampuan Grab untuk memperoleh
pendanaan dari 40 investor di berbagai negara. Di balik kemampuan untuk menarik investor
tersebut, Grab mampu memaksimalkan kekuatan serta peluang yang ada sekaligus senantiasa
meminimalkan berbagai kelemahan dan ancaman yang timbul. Dengan semakin kompetitifnya
bisnis di dalam era digital ini, penerapan transformational leadership juga turut mendukung
kesuksesan Grab dalam meningkatkan kinerja layanan yang diberikan.

DAFTAR PUSTAKA

Grab, Decacorn Pertama di Asia Tenggara​. (2019). Diperoleh dari ​https://www.grab.com/id/


Ho, Chua Kong dan Zen Soo. “How Grab’s CEO steered it from garage in Malaysia to
Southeast Asia’s most valuable tech unicorn”. ​South China Morning Post.​ 28 Juli 2018.
Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George. Contemporary Management. Edisi kesembilan.
New York: McGraw-Hill Education, 2016.
Kontribusi Rp 49 T Bagi RI, Grab Nilai Masih Banyak Peluang. (11 April 2019). Diperoleh
dari ​http://www.cnbcindonesia.com
Madura, Jeff. 2006. International Corporate Finance. Edisi 8. Jakarta : Salemba Empat.
Munawaroh, Kholifatul. 2016. Koordinasi Multi Stakeholder dalam Proses Rekrutmen
Buruh Migran Asal Kabupaten Lampung Timur (studi tentang Koordinasi Multi Stakeholder di
Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur). Skripsi. Bandar Lampung: Universitas
Lampung. Hlm.32- 33.
Richard L. Daft, 2010, Era Baru Manajemen, Edward Tanujaya, Edisi 9, Salemba Empat
R.E. Freeman , Strategic Management: A Stakeholders Approach, Fitman, Boston, 1984,
hlm.37