Anda di halaman 1dari 8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Terkait

Penelitian yang di lakukan Rudi1 , Irwan Dinata2 , Rudy

Kurniawan3 dalam jurnal penelitiannya yang berjudul RANCANG

BANGUN PROTOTYPE SISTEM SMART PARKING BERBASIS

ARDUINO DAN PEMANTAUAN MELALUI SMARTPHONE.

Perancangan Smart Parking bertujuan untuk merancang suatu alat

mikrokontroler yaitu Smart Parking yang dapat menginformasikan dan

mengarahkan pengendara mobil ke area parkir yang kosong. Lahan parkir

yang dijadikan sebagai objek penelitian terdiri dari beberapa lokasi parkir

dengan kapasitas beberapa kendaraan, namun penelitian ini hanya memilih

bebarapa slot parkir sebagai sampel. Pada perancangan ini memiliki

beberapa bagian umum yang digunakan, yaitu sensor Infrared, Arduino

Uno, PC/laptop, LCD (Liquid Cristal Display) penelitian menunjukkan

bahwa LCD akan menampilkan beberapa slot parkir yang sudah terisi dan

beberapa lagi slot parkir yang kosong dan pemantauan melalui

Smartphone dengan menggunakan aplikasi Blynk. Sedangkan untuk

bagian palang pintu masuk area parkir menggunakan alat yaitu servo, dan

Arduino UNO sebagai pengoperasian palang pintu parkir tersebut. Pada

perancangan ini menghasilkan jarak pada sensor parkir di bawah 6 cm

6
7

menandakan bahwa keadaan slot parkir terisi dan di atas 6 cm

menandakan keadaan slot parkir tersedia pada LCD dan aplikasi Blynk

tersebut. Sedangkan untuk servo palang masuk mendeteksi mobil pada

jarak di bawah 5 cm servo akan terbuka dengan delay 3 detik dan jika di

atas 5 cm menandakan bahwa tidak ada mobil di depan palang sensor.[1]

Penelitian yang di lakukan Dony Susandi Dkk dalam jurnal penelitiannya

yang berjudul PERANCANGAN SMART PARKING SYSTEM PADA

PROTOTYPE SMART OFFICE BERBASIS INTERNET OF THINGS.

Manusia dan peradabannya tidak terlepas dari perkembangan

teknologi. Internet of Things (IoT) menjadi salah satu teknologi

komunikasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kendaraan sebagai

penunjang efektivitas dan efesiensi dinamika kehidupan manusia

membutuhkan tempat/lahan parkir yang memiliki keleluasaan,

kenyamanan, keamanan dan lainnya lagi yaitu efektifitas sistem

perparkiran. Tujuan penelitian ini diantaranya yaitu agar sistem

perparkiran mampu melakukan manajemen perparkirannya secara

mandiri dan memenuhi harapan pemilik kendaraan. Metode penelitian

diawali dengan mengidentifikasi permasalahan hingga menentukan

metode pengembangan sistem, dilanjutkan dengan pengumpulan datadan

pustaka, pengembangan sistem, hingga dihasilkannya smart parking

system. Perancangan smart parking system terdiri komponen identifikasi


8

menggunakan metode Automatic Number Plate Recognition dengan

algoritma KNN, komponen pengendali sistem terdiri dari Raspberry pi

dan Arduino Uno r3 tersimpan pada ruang kontrol yang memanfaatkan

pin digital dan pin analog untuk transimi data/instruksi, komponen

manajemen lokasi parkir yaitu perangkat lunak yang dihasilkan dengan

menggunakan Arduino IDE, Python, MIT App Inventor, Fritzing dan

Cayenne untuk mengintegrasikan Raspberry Pi dengan Arduino Uno r3

pada smart parking system. Hasil uji coba pendeteksian pada plat nomor

kendaraan menujukkan tingkat keberhasilan mencapai 60% dari 10 plat

nomor yang berbeda. Melalui sistem manajemen parkir, pemilik

kendaraan diarahkan ke tempat parkir kosong dengan tingkat keamanan

yang relatif tinggi, dimana setiap kendaraan yang masuk kedalam sistem

harus teridentifikasi dan diberikan kode akses keluar dengan

memanfaatkan QR Code yang diberikan pada saat memasuki system.[2]

2.2 LANDASAN TEORI

2.2.1 Barcode rfid

RFID atau bisa disebut juga Radio Frequency

Identification adalah sistem identifikasi berbasis wireless yang

memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan seperti

barcode atau magnetic card. alat ini menggunakan sistem radiasi

elektromagnetik untuk mengirimkan kode.Prinsip kerjanya


9

RFID menggunakan sistem identifikasi dengan gelombang radio,

karena itu minimal dibutuhkan dua buah perangkat agar alat ini

dapat berfungsi, adapun perangkat yang dibutuhkan

disebut TAG dan READER.[4]

Gambar 2.1 Barcode Rfid

2.2.2 Arduino Uno

Gambar 2.2 Arduino Uno


10

Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroler yang

didasarkan pada ATmega328 (datasheet). Arduino UNO

mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat

digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator

Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah

ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino UNO memuat

semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroler, mudah

menghubungkannya ke sebuah computer dengan sebuah kabel

USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC ke DC atau

menggunakan baterai untuk memulainya.[3]

Arduino Uno berbeda dari semua board Arduino sebelumnya,

Arduino UNO tidak menggunakan chip driver FTDI USB-to-serial.

Sebaliknya, fitur-fitur Atmega16U2 (Atmega8U2 sampai ke versi

R2) diprogram sebagai sebuah pengubah USB ke serial. Revisi 2

dari board Arduino Uno mempunyai sebuah resistor yang menarik

garis 8U2 HWB ke ground, yang membuatnya lebih mudah untuk

diletakkan ke dalam DFU mode. Revisi 3 dari board Arduino UNO

memiliki fitur-fitur baru sebagai berikut:

Pinout 1.0: ditambah pin SDA dan SCL yang dekat dengan pin

AREF dan dua pin baru lainnya yang diletakkan dekat dengan pin

RESET, IOREF yang memungkinkan shield-shield untuk


11

menyesuaikan tegangan yang disediakan dari board. Untuk ke

depannya, shield akan dijadikan kompatibel/cocok dengan board

yang menggunakan AVR yang beroperasi dengan tegangan 5V dan

dengan Arduino Due yang beroperasi dengan tegangan 3.3V. Yang

ke-dua ini merupakan sebuah pin yang tak terhubung, yang

disediakan untuk tujuan kedepannya

a. Sirkit RESET yang lebih kuat

b. Atmega 16U2 menggantikan 8U2

2.2.3 Internet of things

IOT adalah suatu konsep dimana konektifitas internet dapat

bertukar informasi satu sama lainnya dengan benda-benda yang

ada disekelilingnya. Banyak yang memprediksi bahwa Internet of

Things (IoT) merupakan “the next big thing” di dunia teknologi

informasi. Hal ini dikarenakan banyak sekali potensi yang bisa

dikembangkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) tersebut.

Bagi Anda yang belum mengerti lebih jauh, Teknologi

Internet of Things (IoT) diibaratkan dimana alat-alat fisik bisa

terkoneksi dengan internet. Misalnya, Kulkas, TV, Mesin Cuci dan


12

lainnya dapat di kontrol menggunakan smartphone untuk

mematikan, menghidupkan dan kegiatan lainnya.

Bisa Anda bayangkan, dengan Internet of Things (IoT) akan

lebih mempermudah kegiatan manusia dalam melakukan berbagai

aktifitas sehari-hari. Semua kegiatan dapat dilakukan dengan

sangat praktis dan disatu sisi adanya sistem kontrol karena

perangkat yang terhubung menyebabkan kehidupan akan lebih

efektif dan efisien.

Topik Internet of Things (IoT) menjadi perdebatan yang sangat

menarik saat ini, tentunya peran IDcloudHost sebagai salah satu

penyedia infrastruktur Cloud tidak lepas sebagai pendukung untuk

perkembangan Internet of Things (IoT) lebih baik. [5]

2.2.4 Arduino IDE

IDE (Integrated Developtment Enviroenment) merupakan

lingkungan terintegrasi yang digunakan untuk melakukan

pengembangan. Disebut sebagai lingkungan karena melalui

software inilah Arduino dilakukan pemrograman untuk melakukan

fungsi-fungsi yang dibenamkan melalui sintaks pemrograman.

Sebelum dijual ke pasaran, IC mikrokontroler Arduino telah


13

ditanamkan suatu program bernama Bootlader yang berfungsi

sebagai penengah antara compiler Arduino dengan mikrokontroler.

Arduino IDE dibuat dari bahasa pemrograman JAVA. Arduino

IDE juga dilengkapi dengan library C/C++ yang biasa disebut

Wiring.

Program yang ditulis dengan menggunaan Arduino Software

(IDE) disebut sebagai sketch. Sketch ditulis dalam suatu editor teks

dan disimpan dalam file dengan ekstensi .ino. Teks editor pada

Arduino Software memiliki fitur seperti cutting/paste dan

seraching/replacing sehingga memudahkan kamu dalam menulis

kode program.

Pada Software Arduino IDE, terdapat message box berwarna

hitam yang berfungsi menampilkan status, seperti pesan error,

compile, dan upload program.

Gambar 2.3 Arduino IDE