Anda di halaman 1dari 27

TUGAS AKHIR

MODUL 3 MATEMATIKA

Hertanti Yuliandari
SDN Tegal 04

1. Analisis untuk kesalahan pemahaman pada sebuah gambar


a. Gambar pertama

>

Pada soal digambarkan lebih besar dari sehingga terjadi


kesalah pahaman karena perbandingan besar kedua gambar yang
dibandingkan tidak sama sehingga seolah-olah lebih besar.

b. Gambar kedua bisa terjadi kesalah pahaman karena gambarnya


berbeda, gambar pertama dibagi secara horizontal sedangkan
gambar kedua dibagi secara vertikal sehingga seolah-olah tidak
sama.
c. Gambar ketiga terjadi kesalah pahaman karena proporsi ketiga
bagian tidak sama sehingga tampah seolah-olah gambar tersebut
bagian sedangkan pada gambar bukan bagian yang aktual.

2. Langkah-langkah mengilustrasi perkalian pecahan


menggunakan ilustrasi gambar adalah sebagai berikut:
Langkah 1. Ubah pecahan yang akan dioperasikan menjadi pecahan
biasa

 5 =

 3 =

Langkah 2. Pisahkan komponen pecahan menjadi beberapa komponen


sederhana

 = + + + + +

 = + + +

Langkah 3. Gambarkan operasi perkalian pecahan menggunakan ilustrasi


gambar sentuhan awal
Langkah 4. Gambarkan operasi perkalian pecahan menggunakan ilustrasi
gambar sentuhan akhir.

Langkah 5. Analaisis ilustrasi gambar pada langkah 3 dan 4 yang telah


dibuat untuk menentukan hasil dari perkalian
 Pada langkah 3, untuk membentuk 1 bagian komponen
satuan ternyata terisi 56 persegi satuan
 Pada daerah yang berwarna biru adalah hasil dari
perkalian ternyata terisi 1.128 persegi satuan.
 Jumlah persegi satuan dari hasil perkalian yaitu 1.128
persegi satuan, kemudian dibagi dengan jumlah persegi
satuan untuk satu bagian komponen satuan yaitu 56
persegi satuan diperoleh 20 bagian komponen satuan dan
tersisa 8 persegi satuan. Jadi, hasil perkalian dari 5 x 3
adalah 20 atau disederhanakan lagi menjadi 20

Langkah 6. Cek hasil perkalian menggunakan cara perkalian langsung

5 x3 = x = = 20 = 20

Setelah dilakukan pengecekan ternyata mendapatkan hasil


yang sama pada langkah 5.
1. Bukti, perhatikanlah gambar segitiga di bawah ini!

Diketahui ∆ABC merupakan segitiga sama sisi


Misalkan sisinya adalah s maka tinggi segitiga adalah
 t² = s² - ( )

 t² = s² -

 t ² =

 √ = √

 t ² = √

Rumus Umum Luas Segitiga adalah


 L = alas x tinggi
Maka, luas segitiga sama sisi adalah
L= xsx √

 L = s² √ (Terbukti)
2. Bukti, perhatikanlah pada gambar segi enam beraturan dibawah ini!

Rumus luas segitiga sama sisi adalah L = s² √

Segienam beraturan terdiri dari 6 buah segitiga sama sisi. Sehingga luas segi enam
beraturan adalah 6 kali luas segitiga sama sisi

 L segi enam beraturan = 6 x L segitiga sama sisi


L=6x s² √
 L = s² √
𝟑
Jadi luas segienam beaturan adalah L = s² √𝟑
𝟐

 Tabel distribusi frekuensi


 Rentang (R)
R = xmax - xmin
R = 99 – 55
R = 47

 Banyak Kelas (k)


k = 1 + 3,3 log n
k = 1 + 3,3 log 80
k = 1 + (3,3)(1,9091)
k = 7,2801 ≈ 7

 Panjang Kelas (c)


c =
c =
c = 6,71428 ≈ 7

Tabel. Distribusi Frekuensi


Nilai Frekuensi ( fi ) Titik Tengah ( x i) fi . xi Frekuensi Kumulatif f k
52 ─ 58 3 55 165 3
59 ─ 65 4 62 248 7
66 ─ 72 13 69 879 20
73 ─ 79 13 76 988 33
80 ─ 86 27 83 2.241 60
87 ─ 93 16 90 1.440 76
94 ─ 100 4 97 388 80

∑ = 80 ∑ = 6.367

 Menentukan nilai data yang ditanya


 Mean ( ̅ )

̅=

̅=

̅ = 79,5875 ≈ 79,6

 Median (Me)
Letak kelas median adalah = x 80 = 40, jadi ada di data ke-40 yaitu
80 ─ 86

Me = Tb + ( )

Me = Tb + ( )

Me = 79,5 + ( )

Me = 79,5 + ( )
Me = 81,314814 ≈ 81,3

 Modus (Mo)
Letak kelas modus yaitu pada kelas 80 ─ 86

Mo = Tb + ( ).c

Mo = 79,5 + ( )x 7

Mo = 79,5 +

Mo = 83,42

 Kuartil (Qi )
Letak kelas kuartil adalah n

Qi = Tb + ( ).c

 Q₁

Letak kuartil 1 adalah = (80) = 20 , maka terletak di data ke-20 yaitu


pada kelas 66 ─ 72

Q₁ = Tb + ( ).c

Q₁ = 65,5 + ( )x 7

Q₁ = 65,5 + ( )x 7

Q₁ = 72,5

 Q₂ = Me = 81,3

 Q₃

Letak kuartil 3 adalah = (80) = 60 , maka terletak di data ke-20 yaitu pada
kelas 80 ─ 86

Q₃ = Tb + ( ).c

Q₃ = 79,5 + ( )x 7

Q₃ = 79,5 + ( ) x 7

Q₃ = 86,5
1. Membuktikan

a. Bukti [ ] merupakan tautology


p q r [ ]

B B S B B B B B B

B B S S B S S S B

B S B B S N S B B

B S B S S N S S B

S B S B B N B B B

S B S S B S S B B

S S B B B B B B B

S S B S B B B B B

Kesimpulan:
Setelah melakukan percobaan pada tabel kebenaran didapatkan bahwa pada
tabel [ ] bernilai benar semua, sehingga
dapat disimpulkan [ ] terbukti merupakan
tautology.

b. Bukti [ ] merupakan kontingensi


p q r [ ] [ ]

B B S B B B B B B S

B B S S B S S S B S

B S B B S N S B B S

B S B S S N S S B S

S B S B B N B B B S

S B S S B S S B B S

S S B B B B B B B S

S S B S B B B B B S

Kesimpulan:
Setelah melakukan percobaan pada tabel kebenaran didapatkan bahwa pada
tabel [ ] r bernilai salah semua, sehingga dapat
disimpulkan bahwa [ ] r tidak terbukti merupakan
kontingensi.

2. Berikut ini contoh dan bukti pola bilangan untuk permasalahan berikut ini:
a. Sistem kompetisi penuh
Sistem kompetensi penuh adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama
sebanyak dua kali
n( n-1)
Pola bilangan untuk sistem kompetisi penuh
Un = n(n-1)

Sebagai contoh, jika pertandingan sepak bola dengan sistem kompetisi penuh
diikuti sebanyak 11 kesebelasan, maka banyak pertandingan satu kesebelasan
adalah 10 kali pertandingan dan banyak pertandingan seluruh kesebelasan
adalah 110 kali pertandingan.

Banyak kesebelasan
 n = 11
Pertandingan satu kesebelasan
 n-1 = 11-1 = 10
Pertandingan seluruh kesebelasan
 Un = n(n-1)
 U11 = 11(11-1) = 11(10) = 110

b. Sistem setengah kompetisi


Sistem setengah kompetensi adalah peserta bertanding dengan lawan yang
sama hanya satu kali kecuali jika peserta tersebut bertemu.
n/2 ( n-1)
Pola bilangan untuk sistem setengah kompetisi
Un = n(n-1)/2

Sebagai contoh, jika pertandingan sepak bola dengan sistem setengah kompetisi
diikuti sebanyak 11 kesebelasan, maka banyak pertandingan satu kesebelasan
adalah 10 kali pertandingan dan banyak pertandingan semua kesebelasan
adalah 55 kali pertandingan.
Banyak kesebelasan
 n = 11
Pertandingan satu kesebelasan
 n-1 = 11-1 = 10
Pertandingan seluruh kesebelasan
 Un = n(n-1)/2
 U11 = 11(11-1)/2 = 11(5) = 55

Kesimpulan :
Pola bilangan untuk pertandingan sepak bola yang diikuti sebanyak n
kesebelasan dengan menggunakan sistem kompetisi penuh adalah n(n-1),
sedangkan pola bilangan untuk pertandingan sepak bola yang diikuti sebanyak
n kesebelasan dengan menggunakan sistem setengah kompetisi adalah n(n-1)/2.

3. Langkah-langkah penyelesaian
Langkah 1. Menuliskan data yang diketahui dengan permisalannya
Misalkan:
S = Himpunan peserta PPG adalah 120 orang
A = Himpunan peserta yang telah membuat RPP kelas II ada 65 orang
B = Himpunan peserta yang telah membuat RPP kelas III ada 45 orang
C = Himpunan peserta yang telah membuat RPP kelas IV ada 42 orang
A ∩ B = Peserta yang telah menyelesaikan RPP kelas II dan III ada 20 orang
B ∩ C = Peserta yang telah menyelesaikan RPP kelas III dan IV ada 25 orang
A ∩ C = Peserta yang telah menyelesaikan RPP kelas II dan IV ada 15 orang
A ∪ B ∪ C = Peserta yang telah selesai membuat RPP kelas II, III, dan IV ada
100 orang
Langkah 2. Menuliskan data yang ditanya dan yang belum diketahui
a. Peserta yang belum menyelesaikan satupun RPP yang harus dibuat
b. Peserta yang telah membuat RPP kelas II, III, dan IV
c. Peserta yang membuat RPP kelas II saja
d. Peserta yang membuat RPP kelas III saja
e. Peserta yang membuat RPP kelas IV saja
f. Peserta yang telah membuat RPP kelas II dan III
g. Peserta yang telah membuat RPP kelas III dan IV
h. Peserta yang telah membuat RPP kelas II dan IV
Langkah 3. Membuat gambaran ilustrasi awal diagram venn dari data-data yang
diketahui
Sebagai langkah awal dimisalkan peserta yang telah membuat RPP kelas
II, III dan IV adalah x.
a. Peserta yang belum menyelesaikan satupun RPP yang harus dibuat adalah
 S – ( AU B U C ) = 120 – 100 = 20 orang

b. Peserta yang telah membuat RPP kelas II, III, dan IV adalah
 (30 + x) + (20 – x) + x + (25 – x) + (2 + x) + (15 – x) + x = 100
 30 + 20 + 25 + 2 + 15 + x – x + x – x + x – x + x = 100
 92 + x = 100
 x = 100 – 92
 x=8
Jadi peserta yang telah membuat RPP kelas II, III, dan IV adalah 8 orang

c. Peserta yang membuat RPP kelas II saja adalah


 30 + x = 30 + 8 = 38 orang

d. Peserta yang membuat RPP kelas III saja adalah


 x = 8 orang

e. Peserta yang membuat RPP kelas IV saja adalah


 2 + x = 2 + 8 = 10 orang

f. Peserta yang membuat RPP kelas II dan III saja adalah


 20 – x = 20 – 8 = 12 orang

g. Peserta yang membuat RPP kelas III dan IV saja adalah


 25 – x = 25 – 8 = 17 orang

h. Peserta yang membuat RPP kelas II dan IV saja adalah


 15 – x = 15 – 8 = 7 orang
Langkah 4. Membuat diagram venn

S
Rancangan RPP matematika pada materi perkalian dua bilangan pecahan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


RPP

Sekolah : SDN TEGAL 04


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/ Ganjil
Materi Pokok : Bilangan Pecahan
Operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran @40 Menit

A. Kompetensi Inti
 KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. Menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung
jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
 KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
 KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah
abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi 1. Menentukan sifat-sifat operasi perkalian dan
hitung bilangan bulat dan pecahan pembagian bilangan pecahan
dengan memanfaatkan berbagai sifat 2. Menentukan hasil operasi perkalian bilangan
pecahan dengan bilangan bulat
operasi
3. Menentukan hasil operasi perkalian bilangan
pecahan dengan bilangan pecahan
4. Menentukan hasil operasi pembagian bilangan
pecahan oleh bilangan bulat
5. Menentukan hasil operasi pembagian bilangan
pecahan oleh bilangan pecahan
4.2 Menyelesaikan masalah yang 1. Menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-
berkaitan dengan operasi hitung hari yang berkaitan dengan operasi perkalian
bilangan bulat dan pecahan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai
sifat operasi
2. Menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-
hari yang berkaitan dengan operasi pembagian
bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai
sifat operasi
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui Lembar Kerja Peserta Didik, dan kegiatan diskusi, peserta didik dapat:
1. Menentukan sifat-sifat operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan
2. Menentukan hasil operasi perkalian bilangan pecahan dengan bilangan bulat
3. Menentukan hasil operasi perkalian bilangan pecahan dengan bilangan pecahan
4. Menentukan hasil operasi pembagian bilangan pecahan oleh bilangan bulat
5. Menentukan hasil operasi pembagian bilangan pecahan oleh bilangan pecahan
6. Menyelesaikan masalah konstektual yang berkaitan dengan operasi perkalian dan pembagian
bilangan pecahan

D. Materi Pembelajaran
Operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan (terlampir)

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Discovery Learning
3. Metode : Diskusi

F. Media Pembelajaran
1. Laptop
2. LCD
3. Power Point
4. Lembar Kerja Peserta Didik (terlampir)

G. Sumber Belajar
Buku Penunjang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Matematika, Kelas VII, Kemendikbud, Revisi
Tahun 2016

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)


Guru :
Orientasi
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME
dan berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
1. Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya,
2. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
1. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari Operasi perkalian dan pembagian
bilangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai
dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi Operasi
perkalian dan pembagian bilangan pecahan
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
4. Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
1. Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
2. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
3. Pembagian kelompok belajar. Peserta didik dibagi menjadi kelompok dengan anggota 4-5
orang.
4. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran.
Kegiatan Inti ( 65 Menit )
Sintak Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation KEGIATAN LITERASI
(stimulasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian
pemberian pada topik materi Operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan
rangsangan) dengan cara :
1. Mengamati
Secara berkelompok, peserta didik mengamati materi operasi perkalian
dan pembagian bilangan pecahan pada buku paket, Lembar Kerja
Peserta Didik, maupun sumber lain.
2. Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang aplikasi
materi Operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan dalam
kehidupan sehari-hari.
Problem CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
statemen Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
(pertanyaan/ sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan yang
identifikasi disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan diskusi dengan bantuan
masalah) Lembar Kerja Peserta Didik.
1. Peserta didik melakukan idetifikasi terhadap lembar kerja peserta didik
mengenai konsep perkalian dan pembagian bilangan pecahan.
2. Peserta didik melakukan identifikasi terhadap pola yang diberikan pada
LKPD disertai alasannya.

3. Peserta didik secara berkelompok melakukan identifikasi sifat operasi


bilangan pecahan.
4. Peserta didik melakukan proses identifikasi melalui diskusi kelompok
dan menuliskan hasil identifikasinya dalam LKPD.
5. Peserta didik bertanya tentang apa yang belum jelas.
6. Peserta didik secara berkelompok untuk membuat hipotesa mengenai
sifat operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan.
Data COLLABORATION (KERJASAMA)
collection Mengumpulkan informasi
(pengumpulan Peserta didik mengumpulkan informasi mengenai sifat-sifat operasi
data) perkalian dan pembagian bilangan pecahan dengan bilangan bulat. Kegiatan
mengumpulkan informasi ini dapat dilakukan dengan membaca buku
maupun sumber lain yang memuat tentang operasi perkalian dan pembagian
bilangan pecahan, serta mengajukan pertanyaan tentang permasalahan
yang berkaitan operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan , hal
yang tidak dipahami dari permasalahan yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang permasalahan yang diamati.
Data COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING
processing (BERPIKIR KRITIS)
(pengolahan Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil
Data) pengamatan dengan cara :
1. Berdiskusi tentang data dari materi Operasi perkalian dan pembagian
bilangan pecahan.
2. Menalar
Mengolah informasi dari Lembar Kerja Peserta Didik materi Operasi
perkalian dan pembagian bilangan pecahan. Melalui langkah-langkah
discovery yang tercantum dalam Lembar Kerja, Peserta didik
diharapkan dapat memahami dan menerapkan konsep perkalian dan
pembagian bilangan pecahan.
Verification CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIS)
(pembuktian) 1. Peserta didik memverifikasi hasil diskusi dengan data-data atau teori
pada buku sumber melalui kegiatan presentasi.
a. Peserta didik dimotivasi untuk menyampaikan hasil diskusinya
mengenai Operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan baik
secara lisan maupun tulisan.
b. Peserta didik juga diberikan kesempatan untuk mengajukan
masukan ataupun pertanyaan mengenai hal-hal yang kurang jelas
atau belum dimengerti terkait Operasi perkalian dan pembagian
bilangan.
2. Peserta didik menyimak penguatan materi Operasi perkalian dan
pembagian bilangan yang disampaikan Guru dengan media Power
Point.
Generalization COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI) DAN CRITICAL
(menarik THINKING (BERPIKIR KRITIS)
kesimpulan) 1. Peserta didik menyimpulkan tentang sifat Operasi perkalian dan
pembagian bilangan pecahan.
2. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, peserta didik menerapkan
sifat-sifat operasi perkalian dan pembagian pecahan dalam
menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi
perkalian dan pembagian pecahan.
Kegiatan Penutup (5 Menit)

Peserta didik :
1. Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi operasi perkalian dan
pembagian bilangan pecahan yang baru dilakukan.

Guru :
1. Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan
2. Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Operasi perkalian dan pembagian
bilangan pecahan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik, dan
memotivasi peserta didik untuk terus berpartisipasi aktif pada pembelajaran berikutnya.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran


1. Teknik Penilaian
a. Sikap
Observasi
b. Pengetahuan
Soal tertulis uraian.
c. Keterampilan
Soal tertulis uraian
2. Instrumen Penilaian
a. Instrumen penilaian sikap
Aspek Perilaku yang Dinilai
No Nama Siswa Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai
Bekerjasama Percaya Diri

1 ...

2 ...
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Pedoman penilaian

1) Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2) Rubrik Penilaian Sikap
a) Mampu bekerjasama dengan baik bersama anggota kelompok dalam
berdiskusi
b) Memiliki rasa percaya diri ketika menyampaikan pendapatnya pada saat
berdiskusi dan presentasi

No. Sikap / Nilai Indikator


Berbagi pendapat dalam kelompok
1 Bekerja sama Membantu teman yang kurang mengerti
Berbagi tugas pada saat menyampaikan hasil diskusi
Berani menyampaikan pendapat/hasil diskusi
2 Percaya Diri Tidak meniru pendapat kelompok lain
Berani mempertahankan pendapatnya

3) Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai jumlah kriteria

4) Skor sikap

5) Kriteria :
A (Sangat baik) : Nilai 80-100
B (Baik) : Nilai 70-79
C (Sedang) : Nilai 60-69
D (Kurang) : Nilai 60

b. Instrumen penilaian pengetahuan dan keterampilan


Penilaian Pengetahuan
1) Tentukan hasil dari:
a.

b.

c.

d.

Penilaian Keterampilan
2) Amir akan memagari kebun bunganya. Untuk itu, ia memerlukan tiang-tiang yang
tingginya . Berapa banyak tiang yang bisa dibuat dari sebatang besi yang
panjangnya 12 m?
3) Seorang apoteker ingin mengambil dari cairan Y yang ada di dalam botol. Jika
banyak cairan dalam botol adalah bagian. Tentukan banyak cairan yang diambil
oleh apoteker tersebut!
Pedoman penilaian
No Kunci Jawaban Skor
Penilaian Pengetahuan
1 a. 5

5
b.

5
c.
5
d.

Nilai pengetahuan
Penilaian Keterampilan
2 10

Jadi, ada 8 tiang yang dapat dibuat dari 12 m


besi
3 10

Jadi, banyak cairan yang diambil oleh apoteker


ada bagian.
Nilai pengetahuan

Kemang, 10 Mei 2019


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas,

MARYAMAH, S.Pd. HERTANTI YULIANDARI


NIP. 196402151984102005
LAMPIRAN LAMPIRAN
Lampiran 1 Materi Pembelajaran
OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN PECAHAN
A. OPERASI PERKALIAN BILANGAN PECAHAN

Pada operasi perkalian pecahan berlaku pengerjaan-pengerjaan seperti berikut ini.


1 a 1 2
1. a   Contoh: 2  
b b 5 5
1 1 1 1 1 1 1
2.    Contoh:  
a b a  b ab 4 3 12
p q pq 2 1 2 1 2
3.   Contoh:   
a b ab 5 12 5  12 60
Berikut ini langkah-langkah perkalian bilangan pecahan dengan menggunakan media
1) Perkalian bilangan asli dengan bilangan pecahan

Berdasarkan gambar terlihat bahwa daerah hasil penggabungan menempati 6 bagian dari 4 bagian
keseluruhan atau dapat dipandang sebagian 1 bagian utuh ditambah sehingga menjadi
.
Perkalian bilangan antar pecahan

Untuk menentukan hasilnya ditentukan dengan cara sebagai berikut:

 Pembilang : Banyaknya daerah persegi panjang yang merupakan irisan dari


daerah yang dibatasi oleh dan .
 Penyebut : Banyaknya daerah persegi panjang pada daerah persegi yang panjang
sisi-sisinya satu satuan panjang.

Daerah yang panjang dan lebarnya sama dengan satu ternyata dibagi menjadi 20
bagian yang sama. Sedangkan daerah persegi panjang yang panjangnya dan
lebarnya menempati 6 bagian dari 20 bagian keseluruhan.

SIFAT OPERASI PERKALIAN PADA PECAHAN

1. Sifat Komutatif Perkalian


a c c a
  
b d d b

2. Sifat Asosiatif Perkalian

a c p a c p
(  )  (  )
b d q b d q

3. Sifat Distributif Perkalian terhadap Penjumlahan

a c p a c a p
(  )  (  )(  )
b d d b d b d

4. Sifat Distributif Perkalian terhadap Pengurangan

a c p a c a p
(  )  (  )(  )
b d d b d b d

5. Sifat Perkalian Pecahan dengan Bilangan 1

a a
1 
b b

6. Sifat Perkalian Pecahan dengan Bilangan 0

a a
0  0  0
b b

7. Sifat Urutan Pecahan

a c
  ad  cb
b d

B. OPERASI PEMBAGIAN BILANGAN PECAHAN

a c
Dalam operasi pembagian pecahan, sembarang dan dengan b  0 dan d  0 berlaku:
b d

a a d a d
a c b  
:   b c  b c  ad, d
adalah kebalikan dari
c
b d c c d 1 b c c d

d d c
3 5 3 2 6
Contoh: :   
7 2 7 5 35
Berikut ini langkah-langkah pembagian bilangan pecahan dengan menggunakan media
1) Pembagian bilangan asli oleh bilangan pecahan

2) Pembagian antar pecahan


Lampiran 2 (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

Materi Pokok : Bilangan


Sub materi : Perkalian dan Pembagian Pecahan
Alokasi Waktu : 30 menit
Kelas : ………………………………………………………
Kelompok : ……………………………………………………...

Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu bekerjasama dan percaya diri di dalam kegiatan kelompok serta dapat:
1. Menentukan hasil operasi perkalian bilangan pecahan dengan bilangan bulat
2. Menentukan hasil operasi perkalian bilangan pecahan dengan bilangan pecahan
3. Menentukan hasil operasi pembagian bilangan pecahan dengan bilangan bulat
4. Menentukan hasil operasi pembagian bilangan pecahan dengan bilangan pecahan
5. Menyelesaikan masalah konstektual yang berkaitan dengan operasi perkalian dan pembagian bilangan pecahan

Petunjuk
 Kerjakanlah LKPD berikut dengan cermat.
 Berdiskusilah dengan teman sekelompokmu dalam menentukan jawaban yang paling benar serta meyakinkan
bahwa setiap anggota kelompok mengetahui jawabannya.
 Guru akan memanggil salah satu perwakilan dari kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di
depan kelas.

Kompetensi yang harus dimiliki


1. Konsep operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat
2. Konsep operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan

Kegiatan 1

PERKALIAN BILANGAN PECAHAN DENGAN BILANGAN BULAT

Ayo menemukan

Permasalahan 1
Untuk keperluan menyambut hari Raya Idul Fitri, Bu Husniati berencana membuat satu Loyang kue nastar spesial.
Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue nastar spesial tersebut.
Bahan yang diperlukan:
• 4 butir kuning telur (125 gram per butir)
• ½ kg tepung terigu
• ½ kg mentega butter atau margarin
• 100gram gula halus
• 1 bungkus vanili (45 gram)
• 100 gram keju Gouda/ chedar
• 2 butir kuning telur untuk olesan
• 1 potong kecil kayu manis
• 50 gram kismis
Bahan selai nanas kue Nastar:
• 1 buah nanas (0,5 kg)
• 300 gram gula pasir

Berdasarkan resep tersebut, tentukan:


1. Berapa kg tepung terigu yang dibutuhkan untuk membuat 7 loyang kue nastar spesial?
2. Berapa kg mentega yang dibutuhkan untuk membuat 3 loyang kue nastar spesial?
Ikuti langkah penemuannya!
1. Satu loyang kue nastar spesial membutuhkan kg tepung terigu, berarti tujuh Loyang kue nastar
spesial membutuhkan

( )

2. Satu loyang kue nastar spesial membutuhkan mentega, berarti tiga Loyang
kue nastar spesial membutuhkan

( )

Ingat kembali bahwa penjumlahan berulang merupakan perkalian. Sehingga permasalahan di atas dapat
disajikan dalam perkalian bilangan bulat dengan pecahan
1.

2.

Dari penyelesaian permasalahan di atas maka dapat ditarik kesimpulan:


1.
Kesimpulan 2.
𝑝
Perkalian bilangan bulat 𝑎 dengan bilangan pecahan
3.
adalah
𝑞

PERKALIAN BILANGAN PECAHAN DENGAN PECAHAN

Permasalahan 2
Untuk mengikuti lomba memasak, Indira dan kelompoknya diwajibkan membawa bahan-bahan untuk memasak.
Dalam kelompok Indira tersebut, Indira dan seorang temannya, Mawar, ditugasi temannya untuk membawa beras
dua pertiga kilogram. Indira dan Mawar sepakat bahwa masing-masing dari mereka akan membawa setengah dari
beras tersebut. Berapa kilogram beras yang akan dibawa oleh Indira?

Untuk menjawab permasalahan tersebut, kita dapat menggunakan operasi perkalian pada pecahan. Indira
akan membawa setengah dari dua pertiga kilogram beras, yang dapat dituliskan 1/2 × 2/3 kg. Berapakah
hasil kali 1/2 dan 2/3? Untuk menjawabnya, kita dapat menggunakan konsep luas persegi panjang dengan
langkah sebagai berikut.
1. Letakkan gambar bagian pecahan kedua dengan arah garis bagi tiap bagian luas secara mendatar.
2. Letakkan gambar bagian pecahan pertama dengan arah garis bagi tiap bagian luas secara tegak, tepat
diatas gambar pecahan kedua.
3. Hasil yang diinginkan akan terlihat dari daerah yang memiliki kedua macam arsiran. Banyaknya
daerah yang memiliki dua macam arsiran tersebut merupakan pembilang, dan banyak daerah yang
terbentuk selanjutnya sebagai penyebut. Itulah hasil perkalian yang diinginkan.

Berikut penyelesaian dari permasalahan di atas:

Berdasarkan langkah-langkah tersebut, tentukan hasil perkalian bilangan pecahan yang ditunjukkan gambar
berikut:
1) 2) 3)

Dari demonstrasi di atas, dapat ditarik kesimpulan:

Kesimpulan
𝑎 𝑝
Perkalian bilangan pecahan dengan adalah
𝑏 𝑞
Kegiatan 2

PEMBAGIAN BILANGAN BULAT OLEH BILANGAN PECAHAN

Ayo menemukan

Permasalahan 1
Bunga kecil dapat dibuat dari 𝑚 pita, sedangkan bunga besar terbuat dari 𝑚 pita. Bila Keila
mempunyai 2 m pita berapa bunga kecil yang dapat dibuat? Bila Keila akan membuat bunga besar,
berapa bunga yang bisa dibuat?

Penyelesaian
Ada 2 m pita yang dibuat bunga. Setiap kali membuat bunga berarti Keila mengurangi secara berulang
m dari 2 m yang ada, sampai pita tersebut habis dibuat bunga.
⬚ ⬚ ⬚ ⬚ ⬚ ⬚ ⬚
− − − − − − − −
⬚ ⬚ ⬚ ⬚ ⬚ ⬚ ⬚
Ternyata ada … kali pengurangan dengan sehingga 2 : = ...
Bagaimana bila setiap bunga memerlukan ?

Penyelesaian
Ada 2 m pita yang dibuat bunga. Setiap kali membuat bunga berarti Keila mengurangi secara berulang m
dari 2 m yang ada.

Langkah penemuan:
1) Bagi tiap meter pita ke dalam 4 bagian

1 m pertama 1 m kedua

2) Arsir tiap 𝑚 yang dibutuhkan per bunga, hitung berapa banyak bunga yang dapat dibentuk
3) Berapa kotak yang terarsir untuk tiap bunga? Adakah pita yang tersisa?

Berdasarkan percobaan tersebut, dapat dibuat … bunga dengan sisa pita bagian.

Sehingga 2 : = jumlah bunga + sisa pita


⬚ ⬚
2: =
⬚ ⬚

Dari kegiatan tersebut, diperoleh pola

Sehingga dapat ditarik kesimpulan:

Kesimpulan
𝑝
Pembagian bilangan bulat 𝑎 oleh adalah
𝑞
Permasalahan 2
PEMBAGIAN BILANGAN PECAHAN OLEH BILANGAN BULAT

Pak Adit mempunyai pizza yang akan dimakan


2 anaknya. Masing-masing anak harus mendapat
bagian sama. Pizza yang diterima setiap anak
adalah … bagian.

Ikuti langkah penemuannya!

Bagilah tiap potong pizza menjadi dua sama rata, sehingga diperoleh … potong
pizza.
Dengan demikian, pizza yang diterima setiap anak adalah bagian.
Permasalahan tersebut dalam kalimat matematika:

Sehingga dapat ditarik kesimpulan:

Kesimpulan
𝑝
Pembagian bilangan pecahan oleh bilangan bulat 𝑎 adalah
𝑞
PEMBAGIAN BILANGAN PECAHAN OLEH BILANGAN PECAHAN

Permasalahan 3
Seorang apoteker ingin membagi gelas cairan kimia menjadi bagian-bagian yang terdiri dari
masing-masing gelas. Berapa gelas kimia yang diperlukan?

Ikuti langkah penemuannya!

Soal tersebut dapat diilustrasikan seperti gambar di samping:

Jika gambar di samping menunjukkan gelas cairan kimia, maka dengan skala yang sama
buatlah ilustrasi untuk membagi cairan kimia tersebut menjadi beberapa bagian yang berisi
gelas.

Ternyata gelas cairan kimia dapat dibagi menjadi ……. bagian yang berisi -an gelas.

Sehingga

Berdasarkan peragaan tersebut, dapat ditarik kesimpulan:


Kesimpulan
𝑎 𝑐
Pembagian bilangan pecahan oleh adalah
𝑏 𝑑