Anda di halaman 1dari 1

M72/AS0E1 SEBAGAI VAKSIN TERAUPETIK (PASCA INFEKSI) UNTUK MENCEGAH REAKTIVASI

DAN PROGRESI PADA INFEKSI LATEN TB

Pendahuluan

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia dan
merupakan penyebab kematian terbanyak pertama akibat infeksi tunggal oleh bakteri.
Secara global pada tahun 2016 terdapat 10,4 juta kasus insiden TBC yang setara dengan 120
kasus per 100.000 penduduk. Lima negara dengan insiden kasus tertinggi yaitu India,
Indonesia, China, Philipina, dan Pakistan. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang
bebas TB.1 Di Indonesia, jumlah kasus baru TB tercatat sebanyak 420.994 kasus pada tahun
2017 (data per 17 Mei 2018). Sementara itu, berdasarkan Survei Prevalensi Tuberkulosis
tahun 2013-2014 prevalensi TBC dengan konfirmasi bakteriologis di Indonesia sebesar 759
per 100.000 penduduk berumur 15 tahun ke atas dan prevalensi TBC BTA positif sebesar 257
per 100.000 penduduk berumur 15 tahun ke atas. Akibat prevalensi yang cukup tinggi ini,
eliminasi TBC merupakan salah satu dari 3 fokus utama pemerintah di bidang kesehatan
selain penurunan stunting dan peningkatan cakupan dan mutu imunisasi.

Menurut Prof. Tjandra Yoga, sedikitnya ada 3 faktor yang menyebabkan tingginya
kasus TB di Indonesia. Waktu pengobatan TB yang relatif lama (6-8 bulan) menjadi penyebab
penderita TB sulit sembuh karena pasien TB berhenti berobat (drop) setelah merasa sehat
meski proses pengobatan belum selesai. Selain itu, masalah TB diperberat dengan adanya
peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR
(Multi Drugs Resistant=kebal terhadap bermacam obat). Masalah lain adalah adanya
penderita TB laten, dimana penderita tidak sakit namun akibat daya tahan tubuh menurun,
penyakit TB akan muncul.

Sekitar sepertiga penduduk dunia memiliki infeksi TB latent, yang artinya telah
terinfeksi TB tetapi tidak atau belum sakit TB, dan tidak dalam menularkan penyakit.
Meskipun bakteri dalam keadaan dormant, namun pasien dengan infeksi TB laten memiliki
resiko yang besar untuk

ISI

Sampai saat ini, penyembuhan TB masih merupakan tantangan meskipun telah ada
vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi TB yakni vaksi BCG. Vaksin BCG adalah vaksin
yang dibuat dari hasil pelemahan dari bakteri Mycobacterium bovis