Anda di halaman 1dari 15

NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT


STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

FRI ASWANDI
NIM. I31112098

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2017
1
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT
STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
Fri Aswandi*, Arina Nurfianti**, Ernawati***
*Mahasiswa Program Studi Keperawatan, Universitas Tanjungpura, **Dosen
Program Studi Keperawatan, Universitas Tanjungpura, ***Kepala Seksi
Pelayanan Keperawatan, RSUD dr. Soedarso, Pontianak

ABSTRAK
Latar belakang : Mahasiswa keperawatan sering kali menghadapi stres selama
proses pendidikan. Stres memengaruhi kinerja dan kesehatan mahasiswa. Bila
terpapar stres secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama tanpa
adanya pengendalian dikhawatirkan memengaruhi kinerja ketika mahasiswa
menjalankan asuhan keperawatan saat praktik klinik atau ketika menjadi perawat
nantinya. Kemampuan untuk mengambil keputusan terbaik, berpikir kritis, dan
perilaku caring akan melemah. Untuk itu diperlukan suatu strategi koping yang
adaptif agar stres tersebut dapat dikendalikan dan berdampak positif. Satu diantara
faktor yang dianggap mampu mengendalikan stres adalah kecerdasan spiritual.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan
spiritual dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan Universitas
Tanjungpura Pontianak
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain survei
analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68
responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar kuesioner
Student Nurse Stress Index (SNSI) dan The Spiritual Intelligence Self Report
Inventory (SISRI). Analisa data menggunakan Uji Pearson.
Hasil : Analisa bivariat data menggunakan uji Pearson didapatkan p value sebesar
0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara kecerdasan
spiritual dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan Universitas
Tanjungpura Pontianak. Koefisien r Pearson sebesar -0,405 menunjukkan arah
korelasi negatif dengan kekuatan korelasi sedang, sehingga disimpulkan bahwa
semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin ringan tingkat stres mahasiswa
keperawatan Universitas Tanjungpura Pontianak.
Saran : Peningkatan kecerdasan spiritual diperlukan dalam proses akademik
mahasiswa untuk mengkoping stresor sehingga respon stres mahasiswa menjadi
positif. Maka, disarankan kepada mahasiswa untuk meningkatkan aktivitas
spiritualnya sementara perawat sebagai pendidik dapat memasukan asuhan
spiritual dalam proses belajar mengajar.

Kata Kunci : Stres, Kecerdasan Spiritual, Mahasiswa Keperawatan

1
THE CORRELATION OF SPIRITUAL INTELLIGENCE
WITH STRESS LEVEL IN STUDENT NURSES OF
TANJUNGPURA UNIVERSITY PONTIANAK
Fri Aswandi*, Arina Nurfianti**, Ernawati***
* Student Nurse of Nursing Department, Tanjungpura University, ** Lecture of
Nursing Department, Tanjungpura University, ***Head Of Nursing Services
Department, dr. Soedarso Hospital, Pontianak

ABSTRACT
Background: Student nurses often deal with stress during the educational
process. Stress affects the students’ performance and health. If they exposed to
stress continuously in the long term without controlling, it is feared affect their
nursing care performance negatively later. The ability to take the best decisions,
think critically, and caring behavior will weaken. It required an adaptive coping
strategies, so that the stress can be controlled and affect positively. One of the
factors which are considered capable to control the stress is spiritual intelligence.
Objective : To examine the correlation of spiritual intelligence and stress level in
student nurses of Tanjungpura University Pontianak.
Methods : This was a quantitative study with analytical survey design and cross-
sectional approach. Stratified Random Sampling technique was used with sample
size of 68 respondents. Data collecting instrument were questionnaire sheets of
Student Nurse Stress Index (SNSI) and The Spiritual Intelligence Self Report
Inventory (SISRI). Data analysis involved the use of Pearson Test.
Results : Pearson test was applied to analyze bivariate data with p value0.001. It
proved that there was a significant correlation between spiritual intelligence and
stress level in student nurses of Tanjungpura University Pontianak. The Pearson
coefficient (r) was -0.405. It is indicated a moderate and negative direction of
correlation, so it can be concluded that the higher spiritual intelligence, the lower
stress level of student nurses of Tanjungpura University Pontianak.
Suggestions: Spiritual intelligence improvement is needed by students to cope
with stressors, so the response toward stress becomes positive. Therefore, it is
suggested for student nurses to encourage their spiritual activities while nurses as
educators can integrate the spiritual cares in teaching and learning process.

Keywords: Stress, Spiritual Intelligence, Student Nurse

2
PENDAHULUAN merasa gugup saat presentasi di kelas
Mahasiswa sering kali maupun saat praktik lab skill.
menghadapi situasi stres, baik di Stres yang melebihi tahap
kampus maupun di lingkungan tertentu apabila tidak dikelola dengan
tempat tinggal.1 Stres merupakan sebaik-baiknya akan menimbulkan
respon individu yang bersifat tidak berbagai masalah bagi mahasiswa.6
spesifik terhadap setiap tuntutan Pada tingkat stres yang berat, orang
2
dalam dirinya. Stres memengaruhi bisa menjadi depresi, kehilangan
kemampuan akademik (academic percaya diri dan harga diri.7 Namun,
performmance) pada mahasiswa.3 melalui pengolahan stresor yang
Stres ini direspon beragam oleh tepat dengan strategi koping adaptif,
mahasiswa. Respon tersebut dapat stres dapat berdampak positif. Faktor
berupa respon adaptif (positif) yang berperan dalam strategi koping,
4,5
maupun maladaptif (negatif). satu diantaranya adalah kecerdasan
Berbagai stresor bagi mahasiswa spiritual.5
diantaranya, materi perkuliahan yang Kecerdasan spiritual adalah
semakin susah disetiap semester serta kecerdasan dalam menghadapi
banyak tugas yang harus diselesaikan persoalan makna atau nilai,
dalam waktu yang relatif singkat, kecerdasan untuk menempatkan
kurang bisa membagi waktu yang perilaku dan hidup dalam konteks
akhirnya membuat mahasiswa sering makna yang lebih luas dan kaya,
menunda untuk memulai kecerdasan untuk menilai bahwa
mengerjakan tugas. Selain itu, tindakan atau jalan hidup seseorang
mahasiswa yang memiliki IPK lebih bermakna dibandingkan dengan
dibawah 2, 75 mengatakan takut yang lain. Kecerdasan spiritual
susah mendapatkan perkerjaan digunakan sebagai kerangka dasar
nantinya. dalam bertindak.8 Jika individu
Gejala yang sering dirasakan (mahasiswa) tidak memiliki
oleh mahasiswa adalah susah untuk kecerdasan spiritual yang baik, maka
memulai tidur, sulit berkonsentrasi di dapat menyebabkan sulit
kelas, sering mengeluh pusing, dan mengendalikan diri, tidak mampu

3
mengenal dirinya sendiri, dan sulit mahasiswa keperawatan Untan
9
memotivasi diri. Sedangkan semester 4 dan 6. Teknik
mahasiswa yang memiliki pengambilan sampel yang digunakan
kecerdasan spiritual yang tinggi akan adalah stratified random sampling.
mampu memikirkan setiap Instrumen penelitian ini
kemungkinan akibat dari tindakan- menggunakan 2 jenis kuisioner yaitu
tindakannya sehingga ia akan kuisioner The Spiritual Intelligence
menghindari tindakan-tindakan yang Self Report Inventory (SISRI) dengan
dapat merugikan dirinya sendiri modifikasi berjumlah 23 pertanyaan
maupun orang lain.10 dan kuisioner Student Nurse Stress
Berdasarkan uraian diatas, maka Index (SNSI) dengan modifikasi
perlu dilakukan penelitian mengenai berjumlah 18 pertanyaan yang telah
hubungan kecerdasan spiritual dilakukan uji validitas dan
dengan stres pada mahasiswa reliabilitas.
keperawatan Untan Pontianak. Pengambilan data dilakukan 4
hari, yaitu pada tanggal 10, 11, 13,
METODE dan 15 Juni 2016 dengan cara
Jenis penelitian ini adalah membagikan kuisioner kepada
penelitian kuantitatif dengan desain responden dan pengisian kuisioner
penelitian studi korelasi. dilakukan oleh responden sendiri.
Pengumpulan data dilakukan secara Semua kuisioner yang telah diisi
cross sectional, yaitu pendekatan, diseleksi dan dilakukan pengolahan
observasi atau pengumpulan data data.
sekaligus pada suatu saat.11,12 Sampel Analisa bivariat dalam penelitian
dalam penelitian ini ialah 68 orang ini menggunakan uji Pearson.

4
HASIL PENELITIAN
1. Analisa Univariat
Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin dan
Usia
Karakteristik Responden Frekuensi Persentase (%)
Jenis kelamin
Perempuan 41 60,29
Laki-laki 27 39,71
Total 68 100
Usia
19 tahun 18 26,47
20 tahun 34 50
21 tahun 11 16,77
22 tahun 5 7,36
Total 68 100
Sumber: Data Primer (2016), telah diolah Sedangkan berdasarkan karakteristik
Berdasarkan tabel 1, usia, rentang usia responden pada
karakteristik responden berdasarkan penelitian ini adalah 19 sampai 22
jenis kelamin diketahui responden tahun. Dengan persentase terbanyak
berjenis kelamin perempuan adalah responden dengan usia 20
sebanyak 41 orang (60,29 %) dan tahun, yaitu sebanyak 34 orang (50
laki-laki 27 orang (39,71 %). %).
Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Kecerdasan
Spiritual
Kecerdasan spiritual Frekuensi Persentase (%)
Rendah 33 48,53
Tinggi 35 51,47
Total 68 100
Sumber: Data Primer (2016), telah diolah rendah berjumlah 33 orang (48,53 %)
Berdasarkan table 2, diketahui dan yang memiliki kecerdasan
bahwa mahasiswa keperawatan spiritual tinggi berjumlah 35 orang (
Universitas Tanjungpura Pontianak 51,47%).
yang memiliki kecerdasan spiritual

5
Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Stres
Tingkat stres Frekuensi Persentase (%)
Ringan 12 17,65
Sedang 46 67,65
Berat 10 14,70
Total 68 100
Sumber: Data Primer (2016), telah diolah
Berdasarkan tabel 3, diketahui paling banyak mengalami stres
bahwa mahasiswa keperawatan sedang, yaitu 46 orang (67,65 %).
Universitas Tanjungpura Pontianak
2. Analisa Bivariat
Tabel 4. Distribusi Tingkat Stres Berdasarkan Rendah Tingginya
Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan Stres Total


Spiritual Ringan Sedang Berat
Rendah 1 23 9 33
Tinggi 11 23 1 35
Total 12 46 10 68
Sumber: Data Primer (2016), telah diolah tinggi sebanyak 11 responden dan
Tabel 4 menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami stres
mahasiswa yang mengalami stres berat memiliki kecerdasan spiritual
ringan memiliki kecerdasan spiritual tinggi hanya 1 orang sedangkan yang
rendah hanya 1 orang sedangkan memiliki kecerdasan spiritual rendah
yang memiliki kecerdasan spiritual sebanyak 9 responden.
Tabel 5. Hasil analisis uji Korelasi Pearson

P Value
Koefisien r Standar Deviasi
Kecerdasan Spiritual 11,699 0,001
-0,405
Tingkat Stres 11,294
Sumber: Data Primer (2016), telah diolah
Berdasarkan tabel 5, diketahui dengan tingkat stres pada mahasiswa
nilai signifikan sebesar 0,001 (p < keperawatan Universitas
0,05). Hasil ini menunjukkan adanya Tanjungpura Pontianak dengan
hubungan antara kecerdasan spiritual koefisien korelasi Pearson (r) sebesar

6
-0,405 yang menunjukkan arah menuntut remaja (mahasiswa) untuk
korelasi negatif dengan kekuatan meningkatkan kemandirian,
korelasi sedang. Dengan demikian, mengemban tanggungjawab yang
dapat disimpulkan bahwa semakin lebih besar dan peran yang penting
tinggi kecerdasan spiritual, semakin dalam lingkungan mereka. Kemajuan
ringan tingkat stres yang dirasakan atau perkembangan yang terjadi pada
oleh mahasiswa keperawatan masa remaja akhir merupakan hasil
Universitas Tanjungpura Pontianak. dari stres. Namun, stres tersebut juga
mengakibatkan mahasiswa
PEMBAHASAN mengalami penurunan tingkat
Berdasarkan hasil penelitian perkembangan.14
yang dilakukan oleh peneliti pada Berdasarkan hasil penelitian
mahasiswa keperawatan Universitas yang dilakukan oleh peneliti pada
Tanjungpura Pontianak semester 4 mahasiswa keperawatan Universitas
dan 6, responden lebih banyak Tanjungpura semester 4 dan 6,
berjenis kelamin perempuan. Hal ini diketahui bahwa perbandingan
karena peran perawat sebagai kecerdasan spiritual mahasiswa
pemberi asuhan keperawatan yang keperawatan Universitas
dituntut berjiwa lembut, sensitif, dan Tanjungpura Pontianak yang
altruisme menjadikan profesi memiliki kecerdasan spiritual rendah
perawat identik dengan perempuan dan kecerdasan spiritual tinggi
atau istilahnya disebut sebagai hampir seimbang. Kecerdasan yang
feminized profession.13 manusia gunakan untuk
Berdasarkan karakteristik usia, menyeimbangkan makna dan nilai,
rentang usia responden adalah 19-22 dan menempatkan kehidupan dalam
tahun dengan distribusi terbanyak konteks yang lebih luas dihasilkan
berusia 20 tahun. Usia tersebut dari pengalaman yang ditemukan
tergolong pada usia remaja akhir atau dalam kehidupan sehari-hari.8 Makna
biasa disebut masa emerging dan nilai tersebut dibutuhkan oleh
adulthood, yaitu masa transisi dari mahasiswa keperawatan yang
remaja menuju usia dewasa yang nantinya akan berprofesi sebagai

7
perawat yang memiliki objek profesi perlu mendapat perhatian dan
manusia, maka meningkatkan diantisipasi untuk meminimalisasi
kecerdasan spiritual penting untuk dampak negatif dari stres tersebut.
dilakukan. Meningkatkan kecerdasan Bila dilihat dari karakteristik jenis
spiritual dapat dilakukan dengan kelamin, hasil penelitian ini
mengenali diri sendiri, melakukan menunjukkan hasil rerata perempuan
intropeksi diri, mengaktifkan hati memiliki skor tingkat stres lebih
secara rutin, dan menemukan tinggi dari laki-laki. Hal tersebut
keharmonisan dan ketenangan karena perempuan lebih sering
hidup.15 menggunakan mekanisme koping
Hasil penelitian ini menunjukkan yang berorientasi terhadap tugas.
bahwa mahasiswa keperawatan Sehingga remaja perernpuan lebih
Universitas Tanjungpura Pontianak mudah diidentifikasi jika mengalami
lebih banyak mengalami stres sedang kondisi stres.16,18
dan bahkan ada yang mengalami Temuan stres pada perempuan
stres berat. Stres sedang adalah stres cenderung lebih tinggi dibandingkan
yang berlangsung selama beberapa laki-laki karena secara fisiologis,
jam sampai beberapa hari, sedangkan perempuan bekerja menggunakan
stres berat adalah situasi kronis yang otak (berpikir) lebih banyak, yakni 7-
dapat berlangsung selama beberapa 8 kali lebih keras dibanding pria pada
minggu hingga tahun.16 Hal ini dapat saat menghadapi sebuah masalah.19
terjadi pada mahasiswa keperawatan Berdasarkan hasil uji korelasi
karena beban materi dan tugas yang yang dilakukan, diperoleh nilai
banyak sedangkan waktu yang signifikan atau p value hubungan
diberikan dirasakan kurang. kecerdasan spiritual dengan tingkat
Menurut Psychology Foundation of stres pada mahasiswa keperawatan
Australia, semakin meningkat stres Universitas Tanjungpura Pontianak
yang dialami mahasiswa secara sebesar 0,001 (p < 0,05) yang berarti
bertahap, maka akan menurunkan ada hubungan antara kecerdasan
17
energi dan respon adaptifnya. Stres spiritual dengan tingkat stres pada
sedang sampai berat pada mahasiswa mahasiswa keperawatan Universitas

8
Tanjungpura Pontianak. Sementara yang tinggi memiliki koping yang
koefisien korelasi (r) -0,405 baik terhadap stres, memiliki
menunjukkan korelasi negatif dengan ketahanan (resilience) yang tinggi.20
kekuatan korelasi sedang. Maka, Ketahanan yang baik, karena
dapat disimpulkan bahwa semakin mahasiswa menggunakan sumber-
tinggi kecerdasan spiritual sumber spiritual dalam
mahasiswa keperawatan Universitas menyelesaikan masalah yang
Tanjungpura Pontianak, maka dihadapi. Kecerdasan spiritual juga
semakin ringan tingkat stresnya. membuat seseorang mempunyai
Kecerdasan spiritual yang tinggi pemahaman tentang siapa dirinya,
akan mengarahkan mahasiswa pada apa makna segala sesuatu bagi
perilaku yang tidak merugikan dirinya, dan bagaimana semua itu
dirinya dan mampu bertahan dalam memengaruhi dirinya dan orang lain
15
kondisi stress. termasuk keyakinan bahwa ada
Dilihat dari distribusi mahasiswa kekuatan yang lebih besar darinya
yang memiliki kecerdasan spiritual (Tuhan) yang dapat menolong. Potter
rendah maupun tinggi terhadap dan Perry menyampaikan bahwa
ringan dan beratnya tingkat stres spiritual berperan dalam
yang dialami diketahui bahwa penyembuhan yang memengaruhi
mahasiswa yang memiliki motivasi seseorang.16
kecerdasan spiritual tinggi hanya 1 Dengan adanya kecerdasan
responden yang mengalami stres spiritual yang tinggi, maka stres
tinggi, selebihnya mengalami stres dapat disaring dan dikoping secara
ringan yaitu sebanyak 11 responden adaptif,21 karena pada diirinya
dan sebaliknya mahasiswa yang terdapat 4 komponen kecerdasan
memiliki kecerdasan spiritual rendah spiritual yakni Critical Existential
mengalami stres berat sebanyak 9 Thinking (CET), yaitu kemampuan
responden dan yang mengalami stres untuk secara kritis merenungkan
ringan hanya 1 responden. Hal ini makna dan tujuan; Personal Meaning
menunjukkan bahwa mahasiswa Production (PMP) yaitu
yang memiliki kecerdasan spiritual kemampuan untuk membangun

9
makna pribadi dan tujuan dalam banyak berjenis kelamin
semua pengalaman fisik dan mental, perempuan, yakni berjumlah 41
dimana individu yang mengalami orang
secara dalam dan luas perihal makna b. Karakteristik responden
dan tujuan hidup merasakan berdasarkan usia paling banyak
kenikmatan hidup lebih besar, berusia 20 tahun, yakni berjumlah
kepuasan psikologis dan keberadaan 34 responden (50%) dan semua
diri yang lebih tinggi, serta kesehatan responden termasuk dalam
mental positif; Transcendental rentang usia remaja akhir
Awareness (TA), yaitu kemampuan (emerging adulthood)
untuk melihat dimensi transenden c. Kecerdasan spiritual mahasiswa
diri sehingga mampu memusatkan keperawatan Universitas
diri; serta Conscious State Tanjungpura Pontianak hampir
Expansion (CSE), yaitu kemampuan sama antara mahasiswa yang
untuk memasukan area kesadaran, memiliki kecerdasan spiritual
yang memungkinkan seseorang rendah dan kecerdasan spiritual
menyadari bahwa segala sesuatu tinggi. 33 mahasiswa memiliki
diciptakan atas tujuan tertentu (dapat kecerdasan spiritual rendah dan
22
mengambil hikmah). 35 mahasiswa memiliki
kecerdasan spiritual tinggi
PENUTUP d. Tingkat stres mahasiswa
Berdasarkan hasil penelitian keperawatan Universitas
yang telah dilakukan pada 68 Tanjungpura Pontianak
responden tentang hubungan didominasi oleh responden yang
kecerdasan spiritual dengan tingkat mengalami stres sedang, yakni
stres apda mahasiswa keperawatan berjumlah 46 responden (67,65
Universitas Tanjungpura Pontianak, %)
dapat ditarik beberapa kesimpulan e. Ada hubungan antara kecerdasan
sebagai berikut: spiritual dengan tingkat stres pada
a. Karakteristik responden mahasiswa keperawatan
berdasarkan jenis kelamin paling

10
Universitas Tanjungpura Diharapkan bagi peneliti
Pontianak. berikutnya agar dapat melakukan
penelitian tentang hubungan
SARAN kecerdasan spiritual dengan tingkat
Saran yang dapat disampaikan stres pada mahasiswa keperawatan
berdasarkan penelitian ini antara lain: yang sedang menjalani praktik klinik
Bagi Mahasiswa Keperawatan perlu di tatanan pelayanan kesehatan atau
melakukan modifikasi startegi penelitian mengenai terapi spiritual
koping dalam menghadapi stresor yang dapat menurunkan tingkat stres
selama pendidikan akademik, satu pada mahasiswa keperawatan.
diantaranya dengan menyadari dan
meningkatkan kecerdasan spiritual DAFTAR PUSTAKA
yang ada agar tidak terjadi dalam 1. Ritonga, I. L. Stress in Nursing
jangka waktu yang panjang yang Students: An Indonesian Pilot
dapat menyebabkan terganggunya Case Study. Jurnal INJEC. 2015
kesehatan jiwa. (diakses tanggal 15 Maret 2016);
Program Studi Ilmu 2(2): 153-157.
Keperawatan lebih mengarahkan 2. Dalami, Ernawati. Asuhan
mahasiswa kepada strategi koping Keperawatan Jiwa Masalah
yang adaptif misalnya dengan Psikososial. Jakarta:
mengadakan kegiatan-kegiatan Transinfoinda; 2009.
spiritual bagi mahasiswa yang dapat 3. Goff A. M. Stressor, Academic
pula direkomendasikan kepada Performance and Learned
himpunan mahasiswa keperawatan Resourcefullness in
untuk menyelenggarakannya. Baccalaureate Nursing Students.
Pemanfaatan dan pengefektifan International Journal of
peran dosen pembimbing akademik Nursing Education Scholarship.
juga perlu dilakukan dalam 2011 (diakses pada 23 Februari
melaksanakan fungsi adaptasi bagi 2016); 8(1): 923-1548.
mahasiswa. 4. Khasanah, M. L. Analisis
Mekanisme Koping Mahasiswa

11
Semester I Menghadapi 8. Wahab, A. & Umiarso.
Ujian OSCA (Objective Kepemimpinan Pendidikan dan
Structured Clinical Kecerdasan Spiritual. Jogjakarta:
Assesment) di Akademi Ar Ruzzmedia; 2010.
Keperawatan Muhammadiyah 9. Pourfarokh. Study of The
Kendal. eJournal Unimus. 2014 Relationship Between Spiritual
(diakses pada 14 Februari 2016); Intelligence and Self Esteem
100 (2): 280-284. With Ways of Stress Coping
5. S., Reni Dwi. Hubungan Tingkat Styles in University Students.
Kecerdasan Spiritual dengan International Conference on
Mekanisme Koping pada Social Sciences and Humanities.
Remaja di SMAN 2 Purwokerto 2014 (diakses pada 16 Februari
2013. Stikes Harapan Bangsa 2016):1008-1017.
Purwokerto. 2013 (diakses pada 10. Liling, E. R. Hubungan antara
14 Februari 2016); 6(2): 1-11. Kecerdasan Spiritual dengan
6. Kholidah, E. N. Berpikir Positif Prokatinasi pada Mahasiswa
Untuk Menurunkan Stres Tingkat Akhir. Humanitas. 2013
Psikologis. Jurnal Psikologi. (diakses pada 22 Februari 2016);
2012 (diakses pada 14 Februari 10(2): 59-72.
2016); 39(1): 67-75. 11. Dharma, Kelana Kusuma.
7. Ferawati & Amiyakun, S. Metodologi Penelitian
Pengaruh Pemberian Terapi Keperawatan Panduan
Musik terhadap Penurunan Melaksanakan dan Menerapkan
Kecemasan dan Tingkat Stress Hasil Penelitian. Edisi Revisi.
Mahasiswa Semester VII Ilmu Jakarta: TIM; 2011.
Keperawatan dalam Menghadapi 12. Notoatmodjo, Soekidjo.
Skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Metodologi Penelitian
Kesehatan Insan Cendekia Kesehatan. Jakarta: Rineka
Husada Bojonegoro. Jumakia. Cipta; 2012.
2015 (diakses pada 19 Februari 13. Aranda, M., mayen M. dan
2016); 1(1): 1-9. berges B. Has the Traditional

12
Social Perception on Nurses 14 Februari 2016); 4(2); 063-
Changed? Attribution of 067.
Stereotypes and Gender Roles: 19. Vashder, Gobind. Happiness
Acción Psicológica. 2015 Inside. Jakarta: Mizan Digital
(diakses tanggal 5 juli 2016); Publishing. 2012.
12(1): 103-112. 20. Khosravi, M. & Nickmesh,
14. White, Suzanne D. & Gainey, Zahra. Relationship of Spiritual
Christine B. College Student Intelligence With Resilience and
Mental Healt Counseling: A Perceived Stress. Iran J
Development Approch. Springer Psychiatry Behav Sci. 2014
Publhsing Company, LLC; (diakses pada 14 Februari 2016);
2014. (diakses pada 14 mei 8(4): 52-56.
2016). 21. Zarett. N., Eccles, J. New
15. Zohar & Marshal. SQ: directions for youth
Kecerdasan Spiritual. Bandung: development. The passage to
Mizan; 2007. adulthood: Challenge of late
16. Potter, Patricia A dan Anne G. adolescence. Wiley Periodical.
Perry. Buku Ajar Fundamental Inc; 2006. (diakses pada 14 mei
Keperawatan Konsep, Proses 2016).
dan Praktik. Edisi 7. Jakarta: 22. King, B. David & Decicco,
EGC; 2010. Teresa L. A Viable Model and
17. Psychology Foundation of Self Report Measure of Spiritual
Australia. Depression Anxiety Intelligence. International
Stress Scale. 2010. (diakses Journal of Transpersonal
tanggal 8 Juni 2016). Studies. 2009 (diakses pada 25
18. Agolla, J. E. & Ongori, H. An Februari 2016); 28: 68-85.
Assessment of Academic Stress
Among Undergraduate Student:
The Case of University of
Botswana. University of
Botswana. 2009 (diakses pada

13