Anda di halaman 1dari 7

The Progressive and Fun Education Seminar

TAHAPAN DAN KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BELAJAR SISWA


SEKOLAH DASAR (UPAYA PEMAKNAAN DEVELOPMENT TASK)

Ichsan Anshory AM1), Erna Yayuk2), Dyah Worowirastri E.3)


PGSD Universitas Muhammadiyah Malang
PGSD Universitas Muhammadiyah Malang
PGSD Universitas Muhammadiyah Malang
ichsananshory@yahoo.co.id

ABSTRACT: Teacher of Elementary School have a obligation to comprehend in development


characteristic of their student until teacher able to give helping in appropiate for learning process . The
compability intentioned made reference to goal of learning which is helping student to finish the
development task. For Teacher or Educator should be comprehend about every step in development
task of Elementary Students as a purpose to give helping, guidance , and monitoring to student who in
process finishing their Development Task. Then it will work without find the difficulties or obstacles
too much. Substantively, the problems in phases of Student Development Task are complex problem.
PGSD FKIP UMM be obliged to prepare teachers who are able to comprehend about Development
Task. The effort as have done by this Study Programm have implemented in this working paper.
Furthermore, this working paper will explain concerning phases and characteristic of Elementary
Students in Learning development.

Key words : Phases, Characteristic, Learning Development, Elementary Student

PENDAHULUAN emosional. Ketiga, dapat mengevaluasi apakah


Perlu diketahui bersama bahwa pada perilaku siswa sesuai dengan harapan menurut
usia siswa sekolah dasar ada beberapa hal yang norma usia tersebut. Keempat, Guru dapat
perlu diperhatikan dan dipahami oleh seorang memberikan bimbingan yang tepat yang harus
guru dalam proses pendidikan yakni tahapan dan diberikan dan bukan sebaliknya malah
tugas-tugas perkembangan serta aspek apa saja menghambat. Kelima, para guru dapat
yang dapat menghambat dan mendukung proses mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam
perkembangan siswa dalam menyesuaikan diri membimbing perkembangan sesuai dengan
dengan lingkungan. Para Ilmuwan Psikoogi harapan yang telah di rencanakan.
Perkembangan menyadari bahwa gambaran pola Berdasarkan paparan diatas maka dalam
perkembangan yang tepat merupakan dasar makalah ini akan dijabarkan mengenai (1)
untuk memahami siswa. Selanjutnya identifikasi tahapan dan karakteristik
dikemukakan bahwa diperlukan pula apa yang perkembangan belajar usia SD, (2) penjelasan
menyebabkan adanya perbedaan dalam tugas-tugas perkembangan belajar siswa usia SD,
perkembangan adalah untuk memahami setiap (3) Perumusan aspek–aspek penghambat dan
siswa secara pribadi, (Muhibin, 2003). pendukung perkembangan belajar siswa usia SD.
Pemahaman terhadap tahapan dan Ketiga tujuan tersebut diharapkan dapat
karakteristik serta aspek yang mendukung dan memberikan khasanah keilmuan tentang
yang menghambat secara praktis dapat pemahaman yang komprehensif tentang tahapan
membantu guru, antara lain; pertama, untuk dan karakteristik, tugas perkembangan, serta
mengetahui apa yang diharapkan dari siswa, aspek-aspek pendukung dan yang menghambat
pada kira-kira usia berapa diharapkan munculnya perkembangan belajar siswa usia sekolah dasar.
berbagai perilaku, dan kapan biasanya perilaku
tersebut akan digantikan dengan pola perilaku PEMBAHASAN
yang lebih matang.Kedua, karena secara normal a. Tahapan dan Karakteristik Perkembangan
perkembangan siswa mempunyai kecenderungan Manusia
yang sama maka memungkinkan bagi guru untuk Jika kita cermati dalam proses
menyusun pedoman dalam bentuk skala tinggi- perkembangan kehidupan umat manusia
berat, skala usia-berat, skala usia-tinggi, skala mengikuti pola umum, meskipun pada
usia-mental, usia perkembangan social dan dasarnya ada perbedaan yang mencolok

383
ISBN: 978-602-361-045-7

antara satu dengan yang lain yaitu terkait sosiologis mereka hanya mengenal
masalah irama dan tempo perkembangan. lingkungan keluarga, sehingga keluarga harus
Endang. P. (2000) secara umum mampu mempersiapkan siswa memasuki
mengemukakan bahwa tahapan lingkungan social yang lebih luas, terutama
perkembangan manusia melalui tiga tahapan persiapan memasuki sekolah.
pokok yaitu:tahapan perkembangan pada Masa kanak-kanak akhir (6-12
masa konsepsi, tahapan perkembangan pra- tahun) Masa kanak akhir berlangsung sampai
natal, dan tahapan perkembangan post-natal. usia 12 tahun, masa ini disebut juga sebagai
Dalam berbagai kajian, para ahli masa bermain dengan cirri-ciri siswa sudah
biasanya cenderung menekankan pada mulai suka keluar rumah dan memasuki
perkembangan post-natal saja hal ini dapat kelompok sebaya yang ditandai dengan siswa
dipahami bahwa tahapan perkembangan ini- telah memiliki dan memilih kawan untuk
lah yang nampak nyata dan teramati, bermain. Pada usia ini siswa secara fisik
meskipun sebenarnya perkembangan manusia memungkinkan untuk memasuki dunia
secara umum telah dimulai sejak dalam permainan dan memiliki dorongan serta
kandungan, dimana sejak pertemuan ovum kemampuan mental untuk memahami
dan sel telur yakni pada usia empat puluh dua konsep, logika kebenaran dan simbol-simbol,
hari dalam kandungan perkembangan dan yang mempunyai makna tertentu.
pertumbuhan sudah dapat dipantau, dengan Masa Remaja (13-21 tahun) Tahapan
teknologi yang canggih telah dapat diamati perkembangan ini berlangsung antara usia 13
secara cermat, namun dalam kajian ini kita – 21 tahun , tahapan ini harus dilewati dengan
tidak membahas bagaimana kondisi siswa berbagai masalah dan hambatan, masalah dan
dalam kandungan walupun sebenarnya telah hambatan tidaksaja bagi siswa itu sendiri
ditemukan hasil penelitian yang mengatakan akan tetapi juga masyarakat dan orang-orang
bahwa siswa yang ketika masih berbentuk disekitarnya. Perkembangan pada tahapan
janin dalam kandungan yang selalu ini oleh banyak para ahli disebut dengan
diperdengarkan music-musik klasik, ketika masa pancaroba atau labil. Ketidak stabilan
telah lahir siswa tersebut lebih kreatif ini karena merupakan masa peralihan dari
dibandingkan siswa yang ketika di dalam masa siswa memasuki masa dewasa
kandungan tidak diperdengarkan dengan sehingga keadaannyapun sering tidak jelas
musi-musik klasik. Selanjutnya dapat di (ambigu) dikatakan siswa fisiknya sudah
kemukakan bahwa pada setiap tahapan proses kelihatan bongsor, tetapi dikatakan dewasa
perkembangan kehidupan umat manusia pada pemikirannya masih seperti siswa dan setiap
dasarnya berlangsung sesuai dengan kegiatan peralihanpun selalu menimbulkan gejolak di
belajar yang mengirinya, dalam hal ini dalam dirinya.
kegiatan belajar tidak dalam pengertian Masa dewasa awal (22 – 40 tahan)
sekolastik saja tetapi merupakan Tahapan dewasa awal ini berlangsung pada
kecenderungan tertentu atau secara spesifik usia 22 tahun sampai dengan 40 tahun. Pada
dapat dikatakan sebagai karakteristik masa ini diawali dengan tahapan remaja akhir
perkembangan siswa. Beberapa tahapan (late adolesen). Pada usia ini sering dikatakan
perkembangan manusia dalam rentang pertumbuhan fisik dikatakan sudah tidak
kehidupan dapat dikemukakan sebagai berkembang lagi, namun beberapa penelitian
berikut : organ-organ tertentu masih tetap berlagsung
Masa Bayi dan Kanak-Kanak (0-5 meskipun sangat lamban.
tahun).Sesuai dengan urutan waktu masa Masa Setengan Baya (40 - 60 tahun)
bayi (infacy atau babyhood) berlangsung Masa ini sering disebut sebagai middle age,
sejak manusia dilahirkan dari rahim ibunya pada kalangan tertentu pada masa ini akan
sampai berusia 1 tahun, sedangkan masa muncul gejala puber yang kedua yang
kanak-kanak awal (Early childhood) ditandai dengan suka bersolek dan
berlangsung pada usia 1 tahun sampai kurang kemungkinan jatuh cinta lagi. Pada wanita
lebih 5 tahun. Pertumbuhan biologis pada sering muncul kecemasan dan depresi karena
masa ini sangat pesat, namun secara rasa takut ditinggalkan kasih sayang siswa

384
The Progressive and Fun Education Seminar

dan munculnya menopause, sehingga berkurangnya ketergantungan siswa


Nampak jelas gejala ketuaan di bagian – dibandingkan dengan pada masa bayi
again tubuhnya. sebelumnya. Kemauan siswa pun mulai
Masa Tua/Lansia ( > 60 tahun) Pada berkembang. Pemahaman yang kurang tepat
tahapan masa tua ini merupakan fase terakhir terhadap perubahan perkembangan siswa
dalam kehidupan manusia. Pada tahapan ini pada masa ini dapat mengakibatkan orang
ditandai dengan merosotnya berbagai fungsi dewasa bersikap tidak semestinya. Hal ini
fisik dan psikis, mulai melemahnya otot-otot, akan mempengaruhi proses pembentukan
serta mulai melemahnya daya ingat. kepribadian yang dapat menimbulkan
Kebanyakan pada tahapan usia ini telah masalah di kemudian hari.
banyak mengalami keluhan-keluhan penyakit Selain siswa dikatakan sebagai usia
dan menurunya kekuatan secara phisik. yang sulit dan bermasalah, orang tua juga
b. Karakteristik Perkembangan Belajar Siswa menganggap masa siswa awal sebagai usia
SD bermain karena sebagian besar waktu siswa
Karakteristik Perkembangan tahapan digunakan habis untuk bermain. Sementara
siswa awal (2 - 6 tahun). Pada umumnya itu, para pendidik menyebut masa siswa awal
orang berpendapat bahwa periode masa siswa sebagai usia prasekolah, di sini siswa mulai
dirasakan sebagai periode yang cukup lama. dititipkan pada tempat penitipan siswa (TPA).
Peride ini berlangsung dari rentang waktu 3-5 Selanjutnya siswa dilanjutkan dengan
tahun dan dilanjutkan 6-12 tahun dapat memasukannya Ply group atau kelompok
dikatakan waktu yang relatif singkat, akan bermain (KB) atau mungkin dimasukkanya
tetapi, karena ketidakberdayaan dan siswa pada pendidikan usia dini (PAUD).
ketergantungan pada orang lain dirasakan Pada pendidikan ini siswa diberi rangsangan-
waktu ini terasa relatif lama, siswa tidak sabar rangsangan untuk mengembangkan potensi
menunggu saat pengakuan dari masyarakat kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan
bahwa mereka bukan siswa lagi, melainkan belajar sambil bermain (learning by playing).
sudah menjadi orang dewasa yang memiliki Pada pendidikan prasekolah ini, siswa
kebebasan untuk melakukan apa pun menurut dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan
kehendaknya sendiri. Masa siswa awal pembelajaran jenjang berikutnya yakni
berlangsung dari usia 2 – 6 tahun, yaitu pendidikan formal Sekolah Dasar.
setelah siswa meninggalkan masa bayi dan Para Ahli psikologi menyebut masa
mulai mengikuti pendidikan formal di SD. siswa awal sebagai usia kelompok. Hal ini
Tekanan dan harapan sosial untuk mengikuti karena siswa mulai belajar dasar-dasar norma
pendidikan sekolah menyebabkan perubahan berperilaku melalui interaksi dengan anggota
pola perilaku, minat, dan nilai pada diri siswa keluarga dan teman sebayanya (kelompok
(Egen dan Kaucak (2004) sepermainan). Disamping itu juga disebut
Selanjutnya dikemukakan sebagian sebagai usia menjelajah dan usia bertanya.
orang tua menganggap bahwa masa siswa Hal ini karena siswa didorong oleh rasa
awal sebagai usia sulit dan mengundang keingintahuan terhadap lingkungan
masalah. Mengapa demikian, Karena pada kehidupannya maka perilaku yang muncul
masa ini siswa sedang dalam proses adakah suka berpetualang dengan cara sering
pengembangan kepribadian yang unik dan bertanya kepada orang yang ada disekitarnya
menuntut kebebasan. Perilaku siswa sulit dari apa saja yang dilihatnya yang
diatur, bandel, keras kepala, siswa tidak nurut menjadikan penasaran dalam dirinya.
bahkan kadang menentang dan melawan Masa ini disebut juga usia yang suka
orang tua, atau orang dewasa lainnya, dan meniru atau mengidentifikasi karena sesuai
seringkali mereka marah tanpa alasan. Pada dengan perkembangan kognitifnya siswa
masa ini mengemukakan bahwa siswa pada lebih suka meniru daripada harus berpikir
malam hari sering terganggu dengan mimpi sendiri sehingga siswa senang belajar dengan
buruk sehingga pada siang hari muncul rasa cara meniru, terutama menirukan
takut yang tidak rasional, dan merasa pembicaraan dan tindakan orang lain yang
cemburu. Penyebabnya ialah mulai ada disekitarnya. Karena dorongan rasa

385
ISBN: 978-602-361-045-7

keingintahuan yang sangat tinggi maka siswa keadaan dan gangguan emosi, kesulitan
usia ini suka mencoba-coba sehingga dalam sosialisasi melalui kegiatan bermain,
dikatakan sebagai usia yang kreatif. Sesuai serta kebiasaan, disiplin, dan konsep diri yang
dengan kecenderungan siswa pada usia ini kurang positif. Kebahagiaan siswa pada masa
adalah suka meniru dan kreatif maka pada ini antara lain dipengaruhi oleh kondisi
proses perkembangan kepribadiannya siswa kesehatan yang baik, pengakuan orang lain
usia ini hendaknya mendapatkan lingkungan akan perilaku keksiswaannya, bebas
yang kondosif sehingga kepribadiannya dapat mengungkapkan ekspresi emosi, harapan
berkembang dengan baik dan positif. Akan sosial yang realistis, kesempatan untuk
tetapi jika pada usia ini siswa mendapatkan melakukan eksplorasi, suasana gembira, serta
lingkungan yang tidak kondosif maka kondisi dukungan keluraga.
tersebut sangat berpengaruh terhadap Tahap puber terjadi pada batas yang
kepribadian berikutnya. Pada periode ini jelas antara periode siswa dan remaja, di
siswa memiliki kecenderungan kuat untuk mana ciri kematangan seksual semakin jelas
menunjukkan kreativitas mereka terutama (haid dan mimpi basah). Tahap pascapuber
dalam bermain dibandingkan dengan masa bertumpang tindih dengan dua tahun pertama
lain dalam kehidupannya. masa remaja di sini cirri-ciri seks sekunder
Karakteristik pada tahapan ini telah berkembang dengan baik dan organ-
perkembangan fisik dan motorik siswa sangat organ seks mulai berfungsi secara matang.
pesat, kemampuan berbicara dan Masa puber waktunya relatif singkat,
perbendaharaan katanya semakain pada masa ini terjadi pertumbuhan dan
bertambah. Siswa mulai tertarik pada diri perubahan yang sangat pesat dan mencolok
sendiri (egosentris). Sesuai dengan dalam proporsi tubuh, sehingga
perkembangn kognitifnya siswa yang menimbulkan keraguan dan perasaan tidak
cenderung menyenangi diri sendiri maka aman pada siswa puber. Ciri-ciri seks
emosi yang umum pada masa siswa awal ini sekunder yang penting pada laki-laki dan
adalah marah, takut, cemburu, ingin tahu, perempuan ada beberapa perbedaan. Pada
gembira, sedih, dan kasih sayang. laki-laki ditandai dengan tumbuhnya rambut
Jadi dari uraian diatas dapat di di berbagai tempat, ketiak, jamban, kumis
kemukakan bahwa karakteristik dan di tempat-tempat lain. Kulit menjadi
perkembangan mempunyai kecenderungan kasar dan poripori meluas, serta warnanya
yang sama semakin pudar. Kelenjar lemak semakin
Sosialisasi pada masa siswa awal terjadi membesar sehingga menjadikan banyak
melalui interaksi dengan orang-orang di jerawat. Otot makin membesar dan kuat
sekitar siswa, yaitu anggota keluarga dan sehingga memberi bentuk pada lengan,
teman bermain. Siswa juga mulai belajar tungkai kaki, dan bahu. Suara berubah mula-
perilaku moral (baik – buruk) melalui respon mula serak dan kemudian tinggi suara
menyenangkan atau tidak menyenangkan menurun, dan menjdi lebih enak, suara yang
dari orang tua atau orang dewasa lainnya. pecah sering terjadi jika kematangan
Disiplin mulai dapat diterapkan pada siswa berjalan dengan pesat. Benjolan-benjolan
sehingga siswa dapat mulai belajar hidup disekitar kelenjar susu pria timbul sekitar
secara tertib. Sikap orang tua dan teman- usia dua belas dan empat belas tahun.
teman berpengaruh dalam pembentukan Sedangkan cirri-ciri seks sekunder pada
konsep diri yang menjadi dasar dan inti perempuan pinggul bertambah lebar dan
perkembangan kerpribadian siswa bulat akibat membesarnya tulang pinggul
selanjutnya. dan berkembangnya lemak dibawah kulit.
Bahaya potensial atau resiko pada Payudara semakin membesar setelah pingul
masa siswa awal dikelompokan atas bahaya membesar, dan putting susu mulai kelihatan
fisiologis dan bahaya psikologis. Bahaya membesar dan menonjol. Rambut
fisiologis antara lain penyakit, kecelakaan, sebagaimana terjadi pada laki-laki bulu pada
kegemukan, atau kekurusan. Bahaya kulit wajah mulai tampak setelah haid. Kulit
psikologis antara lain kesulitan berbicara, menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat

386
The Progressive and Fun Education Seminar

dan lobang pori-pori semakin membesar. Karakteristik perkembangan masa


Kelenjar keringat menjadi lebih aktif dan anak akhir (6-12 tahun) karakteristik pada
berbau apalagi selama menstruasi. Otot usia ini dapat dikemukakan bahwa beberapa
semakin membesar dan kuat pada lengan, ahli psikologi, orang tua, dan pendidik
bahu dan tungkai kaki. Suara terdengar memberikan beberapa label kepada usia mas
semakin merdu, suara serak dan suara pecah akhir kanak-kanak ini. Pada usia ini ditandai
jarang terjadi pada masa puber perempuan. dengan peristiwa penting yaitu masuknya
Akibat perubahan masa puber pada siswa pada babak baru memasuki pendidikan
sikap dan perilaku. Mereka sering formal tingkat sekolah dasar, sehingga dapat
menyendiri dan menarik diri dari teman- menyebabkan berubahnya perilaku karena
teman dan berbagai kegiatan keluarga, Gejala siswa dituntut menyesuaikan dengan situasi
menarik diri ini termasuk ketidak-inginan yang baru dimana banyak teman-teman yang
berkomunikasi dengan orang-orang lain belum dikenal sebelumnya. Pada situasi yang
disekitarnya. Merasabosan dengan permainan demikian siswa biasanya terjadi ketidak
dan kegiatan social, sehingga siswa sedikit seimbangan dalam berperilaku atau disebut
sekali bekerja sehingga prestasinya di dengan istilah disequilibrium.
berbagai bidang terlihat menurun, apalagi jika Menurut Kurnia (2008)
diliputi perasaan akan keadaan fisik yang mengemukakan bahwa orang tua, pendidik,
tidak normal. Antagonis sosial muncul maupun ahli psikologi perkembangan sepakat
dengan ditandai sering terjadi permusuhan jika karakteristik atau ciri-ciri periode masa
dengan teman lawan jenis. Emosi yang siswa akhir, sama halnya dengan ciri-ciri
meninggi, kemurungan merajuk, ledakan periode masa siswa awal dengan
amarah dan kecenderungan menangis, pada memperhatikan sebutan atau label yang
masa ini siswa merasa khawatir, gelisah, digunakan.
cepat marah, sedih, suasana hati yang Usia yang menyulitkan, adalah label
negative sering terjadi selama prahaid dan yang diberikan oleh orang tua dalam
awal periode haid. Hilangnya kepercayaan menyebut masa siswa akhir. Karena siswa
diri terhadap diri sendiri karena banyaknya pada masa ini lebih banyak dipengaruhi oleh
kritik dari lingkungan terhdap dirinya teman-teman sebaya daripada oleh orang
sehingga banyak siswa laki-laki dan tuanya sehingga sulit bahkan tidak mau lagi
perempuan setelah masa puber mempunyai menuruti perintah orang tuanya mereka
perasaan rendah diri. seolah-olah bergeser lebih mematuhi kata
Pada saat masa puber ini peran kesepakatan kelompoknya dari pada perintah
orang dewasa atau orang tua sangat penting orang tuanya.
sekali dalam mempersiapkan siswa pada Usia tidak rapi, karena kebanyakan
masa siswa akhir untuk memasuki masa siswa pada masa ini kurang memperhatikan
puber dengan menjadi teman bagi siswanya dan tidak bertanggung jawab terhadap
dan memberikan informasi mengenai pakaian dan benda-benda miliknya, sehingga
perubahan fisik dan psikis yang akan terjadi orang tua menyebutnya dengan sebutan usia
pada masa puber. Siswa puber perlu tidak rapih. Yaitu suatu masa dimana siswa
diberikan penjelasan untuk dapat menerima tidak terlalu memperdulikan penampilannya.
kondisi fisiknya yang berubah dengan pesat. Mereka cenderung ceroboh, semaunya, dan
Disarankan kepada orang dewasa untuk tidak rapih dalam memelihara kamar dan
memahami kondisi pubertas yang kadang- barang-barangnya. Walaupun ada peraturan
kadang emosional, menarik diri, berperilaku keluarga yang ketat mengenai kerapihan dan
negatif serta menjengkelkan, untuk diarahkan perawatan barang-barangnya, hanya beberapa
dan diberi penjelasan serta membantu agar saja yang taat, kecuali jika orang tua
siswa dapat menerima dirinya sebagaimana mengharuskan melakukan dan mengancam
apa adanya dalam bermasyarakat, dengan hukuman.
bersosialisasi dengan keluarga, orang lain Pada masa ini, siswa juga sering
dalam kehidupan sehari-hari. disebut dengan usia bertengkar. Karena antar
c. Pemaknaan Development Task saudara saling mengejek dan bertengkar

387
ISBN: 978-602-361-045-7

dengan saudara-saudaranya, khususnya bagi dan tidak mengarah kepada kecenderungan


mereka yang memliki keluarga yang banyak negatif.
maka suasana keluarga benar-benar membuat Ahli Psikologi perkembangan
suasana yang tidak menyenangkan sehingga memberikan label pada tahapan
orang tua menyebutnya sebagai dengan usia perkembangan ini disebut juga dengan usia
suka bertengkar. bermain, karena minat dan kegiatan bermain
Label para pendidik terhadap usia ini siswa semakin meluas dengan lingkungan
adalah dengan sebutan siswa usia sekolah yang lebih bervariasi. Mereka bermain tidak
dasar, karena pada rentang usia 6-12 tahun lagi hanya di lingkungan keluarga dan teman
siswa bersekolah di sekolah dasar. Dengan di sekitar rumah saja, tapi mereka bermain
harapan siswa usia ini, memperoleh dasar- dengan lingkungan dan teman-teman di
dasar pengetahuan dan keterampilan yang sekolah.
dianggap penting untuk keberhasilan Ada beberapa catatan pada usia
melanjutkan studi dan penyesuaian diri dalam bermain pada masa siswa akhir ini adalah
kehidupannya dimasa yang akan datang. Para geng siswa yang merupakan kelanjutan
pendidik juga memandang periode ini sebagai kelompok bermain. Biasanya untuk menjadi
usia kritis dalam dorongan berprestasi anggota geng siswa harus diajak atau ada
dimana siswa membentuk kebiasaan untuk yang mempengaruhi dari teman yang lain,
mencapai sukses, tidak sukses, atau sangat biasanya anggota geng dari kelompok dan
sukses. Dorongan berprestasi ini membentuk jenis kelamin yang sama, pada mulanya geng
kebiasaan pada siswa untuk mencapai sukses terdiri dari tiga atau empat anggota kemudian
ini cenderung menetap hingga dewasa. jumlah ini meningkat dengan bertambahnya
Apabila siswa mengembangkan kebiasaan minat pada olah raga, kegiatan ini biasanya
untuk belajar atau bekerja sesuai, di bawah, berupa permainan dan olahraga pergi nonton,
atau di atas kemampuannya, maka kebiasaan dan makan bersama.
ini akan menetap dan cenderung mengenai Beberapa hiburan yang digemari
semua bidang kehidupan siswa, baik dalam pada usia akhir siswa adalah gemar
bidang akademik maupun bidang lainnya. membaca dan lebih menyukai buku dan
Label yang diberikan oleh ahli majalah siswa teruama kisah-kisah
psikologi perkembangan terhadap siswa pada petualangan, pahlawan sebagai tokoh-tokoh
masa ini adalah sebagai usia berkelompok. idola yang di identifikasi, siswa usia ini
Pada usia ini perhatian utama siswa tertuju hampir semua menyukai buku komik tentang
pada harapan diterima atau tidak oleh teman- kisah petualang yang menyenangkan dan
teman sebaya sebagai anggota kelompoknya. endingnya bahagia. Disamping mereka suka
Oleh karena itu, siswa ingin dan berusaha membaca juga mendengar radio dan nonton
menyesuaikan diri dengan standar yang televise, untuk mengilangkan kesepian
disepakati dan berlaku dalam kelompoknya dirumah mereka suka melamun dan
sehingga masa ada usia ini disebut sebagai berkhayal. Karakteristik Perkembangan pada
usia penyesuaian diri. Siswa pada usia ini Masa Puber (11/12 – 14/15 tahun) Masa
berusaha untuk menyesuaikan diri dengan puber adalah suatu periode tumpang tindih
nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok, antara masa siswa akhir dan masa remaja
misalnya dalam berbicara, penampilan dan awal. Periode ini terbagi atas tiga tahap, yaitu
berpakaian, dan berperilaku. tahap: prapuber, puber, dan pascapuber.
Sebutan usia kreatif adalah Tahap prapuber bertumpang tindih dengan
merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dua tahun terakhir masa siswa akhir, karena
kecenderungan perilaku kreatif yang mulai ketika siswa dianggap sebagai prapuber pada
terbentuk pada masa siswa awal. dasarnya mereka bukan lagi siswa akan tetapi
Kecenderungan ini perlu mendapat belum juga sebagai remaja, di sini cirri-ciri
bimbingan dan dukungan dari pendidik, guru seks sekunder sudah mulai tampak namun
maupun orang tua sehingga dapat bekembang organ-organ reproduksi belum sepenuhnya
menjadi tindakan yang original dan positif, berkembang.

388
The Progressive and Fun Education Seminar

KESIMPULAN
Pada setiap tahapan perkembangan
siswa, setiap manusia memiliki tugas
perkembangan atau yang dikenal sebagai
development task. Setiap tahapan dalam
development task cenderung memiliki
karakteristik yang berbeda-beda antara satu
dengan yang lain. Periode perkembangan siswa
awal ditandai dengan ciri-ciri: suka
membangkang dan sering menimbulkan
masalah, masuk Kelompok Bermain dan Taman
Kanak-kanak, selalu ingin tahu, suka meniru
tokoh-tokoh yang di idolakan, dan suka bermain.
Karakteristik masa perkembangan siswa akhir
ditandai dengan: sulit diatur, mudah bertengkar,
maunya sendiri, mulai bersekolah di sekolah
dasar, suka berkelompok, dan bersikap kritis
terutama untuk berprestasi di sekolah. Sementara
pada fase perkembangan puber, siswa biasanya
memiliki ciri: sebagai tahapan tumpang tindih
karena dikatakan remaja bukan dan dikatakan
siswa secara fisik tubuhnya sudah seperti remaja,
suka menyendiri dan menarik diri karena
perbuahan fisik yang dialaminya, emosi tidak
stabil, sering berubah-ubah, dan meledak tanpa
alasan yang jelas.

DAFTAR PUSTAKA
Djiwandono, Sri Esti Wuryani. 2006. Psikologi
Pendidikan. Jakarta: PT. Grasindo.
Kurnia, Igridwati, dkk.2008. Perkembangan
Belajar Peserta Didik. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi
Paul Eggen, Don Kauchak. 2004. Educational
Psychology Windows on Clasrooms.
Pearson:Meriil Prentice Hall
Saphiro, E Lawrence. 2003. Mengerjakan
Emotional Intelligence Pada Anak.
Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka
Utama.
Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

389