Anda di halaman 1dari 2

agnitudo (Skala Richter )

Magnitudo gempa bumi dihitung dengan menggunakan rumus : m = 1,3 + 0,6 Io. Dalam rumus ini, m =
magintudo, Io adalah intensitaMs yang didasarkan pada skala Mercalli. Sebagai contoh, jika Anda memiliki
gempa bumi dengan intensitas XII (12), maka magnitudonya adalah m = 1,3 + 0,6 x 12 = 8,5 Skala Richter.
Cara kedua menghitung magnitudo adalah dengan menggunakan rumus berikut: m = 2,2 +1,8 log ao. Dalam
rumus ini m adalah magintudo dan “ao” adalah akselerasi dalam cm/det2. Sebagai contoh, jika kita memiliki
gempa bumi dengan akselerasi 1400 cm/det2, magnitudonya adalah m = 2,2 + 1,8 x log 1400 = 7,8.
Bagaimana dengan energi yang dilepaskan? Jika kita sudah berhasil menentukan besaran magnitudo, kita dapat
menghitung besaran energi yang terbuang. Untuk menghitung energi E, kita menggunakan rumus: log E = 11,4 +
1, 5m. Sebagai contoh, jika Anda menghitung kekuatan gempa sekitar 7,6, maka rumusnya adalah: Log E= 11,4
+1,5 x 7,6 = 22. Ini adalah nilai dari logaritma energi.
Cara kedua untuk menghitung besaran energi adalah dengan menggunakan rumus log E = 16,4 + 1,5 log A / T)
+ 2,5 log D . Formula A ini memiliki amplitudo yang lebih baik daripada yang lain. misalnya menyebut bahwa
gelombang permukaan menunjukkan akselerasi microns (1/1000 mm); T adalah periode gelombang dalam detik.
D adalah jarak episentrum dalam derajat.
Untuk mencari D , digunakan rumus : D=Ec/110.6 yaitu jarak dari Anda berada ke episentrum (dalam km).
Sebagai contoh, jika amplitude A adalah 1070 microns, T adalah 20 detik dan D adalah 115?; Anda akan
menemukan log E = 16,4 + 1,5 x log (1070 / 20) + 2,5 x log 115 = 24. Dengan inv log 24 Anda akan dapat
menghitung energi yang dilepas adalah 1,4 x 1024 J.
Rumus Cara menentukan episentrum gempa

Cara menentukan episentrum:


JE = (S-P)-1 X 1000
Ket:
JE : Jarak episentrum
S` : Waktu pencatatan gelombang sekunder
P : Waktu pencatatan gelombang primer
Skala Gempa
Untuk mengetahui berapa besar ukuran gempa bumi digunakan skala. Skala yang digunakan untuk
pengukuran gempa bumi di antaranya skala Omori, skala Derossifonel, skala Cancani, skala Mercalli, dan
skala Richter. Skala-skala tersebut mengukur gempa berdasarkan derajat kerusakan yang diakibatkan,
kecuali skala Richter yang mengukur kekuatan gempa berdasarkan magnetudonya.

Di bawah ini merupakan skala Mercalli atau Moment magnitude yang telah disesuaikan dengan kondisi di
Indonesia.
a. Jika derajatnya I, getarannya tidak dirasakan, kecuali dalam keadaan luar biasa dirasakan oleh beberapa
orang.
b. Jika derajatnya II, getaran dirasakan oleh beberapa orang yang diam, lebih-lebih di rumah tingkat
atas,benda-benda yang digantung terlihat bergoyang.
c. Jika derajatnya III, getaran dirasakan nyata dalam rumah, kendaraan sedang berhenti terasa bergerak
seakan-akan ada truk lewat.
d. Jika derajatnya IV, jika terjadinya siang hari banyak orang di dalam rumah dan sedikit orang di luar
rumah merasakan getaran. Jika malam hari, beberapa orang dapat terbangun, barang pecah belah dan pintu
berderak, kendaraan yang diparkir bergerak.
e. Jika derajatnya V, getaran dirasakan oleh hampir semua orang-orang yang tidurpun terbangun, barang-
barang pecah belah terpelanting, tiang dan pohon tampak bergoyang kuat, jarum jam dapat berhenti.
f. Jika derajatnya VI, kebanyakan orang panik dan lari keluar bangunan/rumah karena semua orang
merasakan getaran kuat, meja kursi bergerak.
g. Jika derajatnya VII, semua orang keluar rumah, kerusakan ringan sampai sedang pada bangunan yang
kuat getarannya terasa oleh orang yang sedang naik kendaraan.
h. Jika derajatnya VIII, kerusakan pada bangunan kuat dengan lubangdan retakan dinding dapat lepas dari
rangka rumah, cerobong asap dan monumen roboh, serta meja kursi terlempar.
i. Jika derajatnya IX, kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka rumah bengkok-bengkok, lokasi rumah
bergeser, serta pipa dalam tanah putus.
j. Jika derajatnya X, bangunan kuat dari kayu rusak, tanah retak, rel KA melengkung, tebing dan tepian
sungai longsor serta terjadi banjir.
k.Jika derajatnya XI, bangunan hanya sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak.
l. Jika derajatnya XII, permukaan bumi hancur sama sekali dan tampak bergelombang, pemandangan
kabur,serta benda-benda terlempar ke udara.

Di bawah ini adalah Skala Omori


a. Skala I: Getaran lunak, tidak dirasakan oleh semua orang.
b. Skala II: Getaran sedang, banyak orang terbangun karena bunyi barang-barang yang pecah dan bunyi
jendela atau pintu berderit karena bergoyang.
c. Skala III: Getaran agak kuat, pintu dan jendela terbuka.
d. Skala IV: Getaran kuat, gambar di dinding berjatuhan dan dinding retak-retak.
e. Skala V: Getaran sangat kuat, dinding dan atap runtuh.
f. Skala VI: Rumah-rumah banyak yang roboh.
g. Skala VII: Terjadi Kerusakan Umum.

Berikut ini adalah Skala Cancani


Skala I: Percepatan 0-2,5 mm/detik
Skala II: Percepatan 2,5-5,0 mm/detik
Skala III: Percepatan 5,0-10 mm/detik
Skala VI: Percepatan 10-25 mm/detik
Skala V: Percepatan 25-50 mm/detik
Skala VI: Percepatan 50-100 mm/detik
Skala VII: Percepatan 100-250 mm/detik
Skala VIII: Percepatan 250-500 mm/detik
Skala IX: Percepatan 500-1.000 mm/detik
Skala X: Percepatan 1.000-2.500 mm/detik
Skala XI: Percepatan 2.500-5.000 mm/detik
Skala XII: Percepatan 5.000-10.000 mm/detik

Berikut ini adalah Skala Richter


Magnetudo 0-3, goncangan kecil
Magnetudo 3-4, gempa lemah
Magnetudo 4-5, gempa kuat
Magnetudo 5-6, gempa merusak
Magnetudo 7-8, gempa sangat merusak
Magnetudo 8-lebih, gempa besar (Bencana Nasional)