Anda di halaman 1dari 5

Forum Diskusi M5 KB2

Media Pembelajaran
Heri Yudiono Inst832_Unnes posted May 24, 2019 8:50 PM
1. Sebut dan jelaskan faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media
Pembelajaran
2. Sebut dan jelaskan Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
3. Buatlah matrik pemilihan media pembelajaran
4. Jelaskan langkah-langkah pengembangan media pembelajaran

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media Pembelajaran


Dalam menentukan media pembelajaran yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar,
pertama-tama seorang guru harus mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan
keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan karakteristik media yang akan
dipilihnya. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan, maka pemilihan media dapat dilakukan
berdasarkan:
1. Apakah media yang bersangkutan relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai
?
2. Apakah ada sumber informasi, katalog mengenai media yang bersangkutan ?
3. Apakah perlu dibentuk tim untuk memonitor yang terdiri dari para calon pemakai ?
Dalam pemilihan media, salah satu cara yang dapat digunakan untuk memilih yaitu dengan
menggunakan matriks Tabel Media Belajar. Selain dari itu, dapat dikemukakan pula bahwa
beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan media antara lain adalah :
(1) Kompetensi dasar yang ingin dicapai,
(2) Karakteristik siswa,
(3) Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio atau visual), keadaan latar atau
lingkungan, dan gerak atau diam,
(4) Keterssediaan sumber di sekolah,
(5) Tingkat kemudaan media digunakan,
(6) Kepraktisan dan ketahanan media,
(7) Kemampuan dan ketrampilan guru dalam menggunakan , dan kemampuan siswa
dalam memahami/ mengikuti/menggunakan
(8) Efektifitas biaya dalam jangka waktu panjang.

Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media

Secara menyeluruh dan pada umumnya pemilihan media dapat dilakukan dengan memper-
timbangkan faktor- faktor berikut:
1. Hambatan, hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-
faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu
mengajar dan pertimbangan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan
material).
2. Persaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran, misalnya penghafalan, penerapan
keterampilan, pengertian hubungan- hubungan
3. Hambatan dari siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan
awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik
lainnya.2
4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenjangan (preferensi lembaga, guru, dan
pelajar) dan keefektifan biaya.
5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
a. Kemampuan mengakomodasi penyajian stimulus yang tepat (visual dan
audio),
b. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio, dan
kegiatan fisik),
c. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik,
d. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau
stimulus, dan untuk latihan tes (sebaiknya menggunakan media yang sama)
misalnya : untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.
6. Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil
menggunakan media yang beragam.

Matrik Pemilihan Media Pembelajaran

Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam memilih media adalah pendekatan
secara matrik. Salah satu dari pendekatan ini adalah yang dikemukakan oleh Alen.
Matrik ini memberikan petunjuk yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih
media yang sesuai dengan jenis tujuan pembelajaran tertentu. Matrik ini menggambarkan
tinggi rendahnya kemampuan setiap jenis media bagi pencapaian berbagai tujuan belajar
sebagaimana Tabel berikut.

Jenis Belajar
Informasi Pengenalan Konsep, Keterampilan Sikap,
Prosedural
Faktual Visual Prinsip , gerakan motivasi
Jenis Media
Gambar diam /
Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah
Foto
Gambar hidup
Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang
(Video)

Televisi Sedang Sedang Tinggi Sedang Rendah Sedang

Audio Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Sedang

Benda nyata Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah

Audio Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Sedang


Pembelajan
Sedang Rendah Sedang sedang rendah Sedang
Terprogram

Peragaan Rendah Sedang Rendah Tinggi Sedang Sedang

Buku Teks Sedang Rendah Sedang sedang Rendah Sedang

Rendah
Sajian lisan Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang

Tabel 1. Matrik Kemampuan Setiap Jenis Media dalam Mempengaruhi Berbagai Jenis Belajar
Langkah-Langkah Pengembangan Media Pembelajaran

Dalam Kegiatan Pengembangan Media Pembelajaran secara garis besar harus


melalui tiga langkah besar yaitu kegiatan perencanaan, produksi dan penialian. Sementara
dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media, Arief
Sadiman, dkk, memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam
pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut:
1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang
dimiliki Peserta Didik dengan apa yang diharapkan. Setelah kita menganalisis
kebutuhan Peserta Didik, maka kita juga perlu menganalisis karakteristik Peserta
Didiknya, baik menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang
telah dimiliki Peserta Didik sebelumnya. Cara mengetahuinya bisa dengan tes
atau dengan yang lainnya. Langkah ini dapat disederhanakan dengan cara
mengenalisa topik-topik materi ajar yang dipandang sulit dan karenanya
memerlukan bantuan media. Pada langkah ini sekaligus pula dapat ditentukan
ranah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, termasuk rangsangan indera
mana yang diperlukan (audio, visual, gerak atau diam). contoh melakukan
identifikasi kebutuhan dan karakteristik Peserta Didik. Adanya kebutuhan
tersebut inilah yang menjadi dasar pijakan dalam membuat media
pembelajaran, karena dengan dorongan kebutuhan inilah media dapat berfungsi
dengan baik. dan media yang digunakan Peserta Didik, haruslah relevan dengan
kemampuan yang dimiliki Peserta Didik.
2. Merumuskan tujuan pembelajaran (Instructional objective) dengan
operasional dan khas.
Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa
ketentuan yang harus diingat, yaitu: tujuan pembelajaran harus berorientasi
kepada Peserta Didik; artinya tujuan itu benar-benar harus menyatakan adanya
perilaku Peserta Didik yang dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses
belajar dilakukan.Sebuah tujuan pembelajaran hendaknya memiliki empat unsur
pokok yang dapat kita akronimkan dalam ABCD (Audience, Behavior, Condition,
dan Degree). Penjelasan dari masing-masing komponen tersebut sebagai
berikut:
A = Audience adalah menyebutkan sasaran/audien yang dijadikan
sasaran pembelajaran
B = Behavior adalah menyatakan prilaku spesifik yang diharapkan atau
yang dapat dilakukan setelah pembelajaran berlangsung
C = Condition adalah menyebutkan kondisi yang bagaimana atau
dimana sasaran dapat mendemonstrasikan kemampuannya atau
keterampilannya
D = Degree adalah menyebutkan batasan tingkatan minimal yang
diharapkan dapat dicapai.
3. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya
tujuan Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub
kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus
pembelajaran, sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka mencapai
tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut.
Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah
mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit,
dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum
naskah program ditulis. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang
disajikan. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan
atau cheklist prilaku. Instrumen tersebut akan digunakan oleh pengembang
media, ketika melakukan tes uji coba dari program media yang
dikembangkannya. Misalkan alat pengukurnya tes, maka Peserta Didik nanti
akan diminta mengerjakan materi tes tersebut. Kemudian dilihat bagaimana
hasilnya. Apakah Peserta Didik menunjukkan penguasaan materi yang baik atau
tidak dari efek media yang digunakannya atau dari materi yang dipelajarinya
melalui sajian media. Jika tidak maka dimanakah letak kekurangannya. Dengan
demikian, maka Peserta Didik dimintai tanggapan tentang media tersebut, baik
dari segi kemenarikan maupun efektifitas penyajiannya.
5. Menulis Naskah Media
Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media
rancangan yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah
disusun secara baik seperti yang telah dijelaskan di atas. Supaya materi
pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media, maka materi tersebut perlu
dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program
media. Naskah program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam
memproduksi media. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil
gambar dan merekam suara. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis
yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam.
Tahapan dalam pembuatan atau penulisan naskah adalah berawal dari adanya
ide dan gagasan yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. selanjutnya
pengumpulan data dan informasi, penulisan sinopsis dan treatment, penulisan
naskah, pengkajian naskah atau revisi naskah, revisi naskah sampai naskah siap
diproduksi.
6. Mengadakan Tes atau Uji Coba dan Revisi
Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan
kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program
tersebut. Sesuatu program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik,
tetapi bila program itu tidak menarik, atau sukar dipahami atau tidak
merangsang proses belajar bagi Peserta Didik yang ditujunya, maka program
semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik. Tes atau uji coba tersebut dapat
dilakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga
melalui tes lapangan, yaitu dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya
dengan menggunakan media yang dikembangkan. Sedangkan revisi adalah
kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu mendapatkan
perbaikan atas hasil dari tes. Jika semua langkah-langkah tersebut telah
dilakukan dan telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi, maka langkah
selanjutnya adalah media tersebut siap untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja
terjadi setelah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan ada
beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian medianya (gambar
atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan perbaikan (revisi)
terhadap aspek yang dianggap kurang.