Anda di halaman 1dari 14

Forum Diskusi M5 KB1

Model Pembelajaran
Heri Yudiono Inst832_Unnes posted May 24, 2019 10:22 AM

1. Mengapa harus menggunakan model pembelajaran empiric


2. Bagaimana konsep pembelajaran yang efektif untuk pencapaian kompetensi

1. Mengapa harus menggunakan model pembelajaran empiric

Strategi pembelajaran melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens induktif, berpusat pada
siswa Student Central Learning, dan berorientasi pada aktivitas. Penekanan dalam strategi
pembelajaran melalui pengalaman adalah pada proses belajar, bukan pada hasil belajar.

Tujuan dari belajar bukan semata-mata berorientasi pada penguasaan materi dengan menghafal
fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau materi pelajaran. Lebih jauh dari itu orientasi
sesungguhnya dari proses belajar adalah memberikan pengalaman untuk jangka panjang. Dengan
konsep ini, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran
berlangsung secara ilmiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer
pengetahuan dari guru kepada siswa.

Model pembelajaran empirik banyak digunakan karen dianggap efektif dalam mencapai tujuan
belajar. Dari segi proses, pembelajaran dianggap efektif jika siswa terlibat secara aktif melaksanakan
tahapan-tahapan prosedur pembelajaran. Dari segi hasil, dianggap efektif jika tujuan pembelajaran
dikuasai siswa secara tuntas. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek, yaitu:

 Aspek kognitif
 Aspek efektif
 Aspek psikomotor

2. Bagaimana konsep pembelajaran yang efektif untuk pencapaian kompetensi

Efektif itu artinya mencapai target yang ditetapkan dalam rencana. Oleh karena itu perencanaan
pembelajaran yang efektif adalah yang menetapkan kriteria target dan guru melakukan pengukuran
pencapaian. Jadi, mengajar yang efektif itu jika pelaksanaannya terdapat instrumen untuk mengukur
keberhasilan dan melaksanakan pengukuran. Pembelajaran yang efektif dapat juga dilihat dari segi
proses dan hasil.

Penggunaan metode metode belajar merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana


yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.
Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi menunjuk pada
sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan
untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai
metode.
Forum Diskusi M5 KB2

Media Pembelajaran
Heri Yudiono Inst832_Unnes posted May 24, 2019 8:50 PM
1. Sebut dan jelaskan faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media
Pembelajaran
2. Sebut dan jelaskan Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
3. Buatlah matrik pemilihan media pembelajaran
4. Jelaskan langkah-langkah pengembangan media pembelajaran

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media Pembelajaran


Dalam menentukan media pembelajaran yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar, pertama-tama
seorang guru harus mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada
dengan mengingat kemampuan dan karakteristik media yang akan dipilihnya. Dengan mengajukan
beberapa pertanyaan, maka pemilihan media dapat dilakukan berdasarkan:
1. Apakah media yang bersangkutan relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai ?
2. Apakah ada sumber informasi, katalog mengenai media yang bersangkutan ?
3. Apakah perlu dibentuk tim untuk memonitor yang terdiri dari para calon pemakai ?
Dalam pemilihan media, salah satu cara yang dapat digunakan untuk memilih yaitu dengan
menggunakan matriks Tabel Media Belajar. Selain dari itu, dapat dikemukakan pula bahwa beberapa
faktor yang mempengaruhi pemilihan media antara lain adalah :
(1) Kompetensi dasar yang ingin dicapai,
(2) Karakteristik siswa,
(3) Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio atau visual), keadaan latar atau lingkungan,
dan gerak atau diam,
(4) Keterssediaan sumber di sekolah,
(5) Tingkat kemudaan media digunakan,
(6) Kepraktisan dan ketahanan media,
(7) Kemampuan dan ketrampilan guru dalam menggunakan , dan kemampuan siswa dalam
memahami/ mengikuti/menggunakan
(8) Efektifitas biaya dalam jangka waktu panjang.

Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media

Secara menyeluruh dan pada umumnya pemilihan media dapat dilakukan dengan memper-
timbangkan faktor- faktor berikut:
1. Hambatan, hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana,
fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia (waktu mengajar dan
pertimbangan media), sumber-sumber yang tersedia (manusia dan material).
2. Persaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran, misalnya penghafalan, penerapan
keterampilan, pengertian hubungan- hubungan
3. Hambatan dari siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal,
seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer, dan karakteristik lainnya.2
4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenjangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar)
dan keefektifan biaya.
5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:
a. Kemampuan mengakomodasi penyajian stimulus yang tepat (visual dan audio),
b. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio, dan kegiatan
fisik),
c. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik,
d. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus,
dan untuk latihan tes (sebaiknya menggunakan media yang sama) misalnya : untuk
tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.
6. Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil
menggunakan media yang beragam.

Matrik Pemilihan Media Pembelajaran

Pendekatan lain yang dapat digunakan dalam memilih media adalah pendekatan secara
matrik. Salah satu dari pendekatan ini adalah yang dikemukakan oleh Alen. Matrik ini
memberikan petunjuk yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih media yang sesuai
dengan jenis tujuan pembelajaran tertentu. Matrik ini menggambarkan tinggi rendahnya
kemampuan setiap jenis media bagi pencapaian berbagai tujuan belajar sebagaimana Tabel
berikut.

Jenis Belajar
Informasi Pengenalan Konsep, Keterampilan Sikap,
Prosedural
Faktual Visual Prinsip , gerakan motivasi
Jenis Media
Gambar diam /
Sedang Tinggi Sedang Sedang Rendah Rendah
Foto
Gambar hidup
Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang
(Video)

Televisi Sedang Sedang Tinggi Sedang Rendah Sedang

Audio Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Sedang

Benda nyata Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah

Audio Sedang Rendah Rendah Sedang Rendah Sedang


Pembelajan
Sedang Rendah Sedang sedang rendah Sedang
Terprogram

Peragaan Rendah Sedang Rendah Tinggi Sedang Sedang

Buku Teks Sedang Rendah Sedang sedang Rendah Sedang


Rendah
Sajian lisan Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang

Tabel 1. Matrik Kemampuan Setiap Jenis Media dalam Mempengaruhi Berbagai Jenis Belajar

Langkah-Langkah Pengembangan Media Pembelajaran

Dalam Kegiatan Pengembangan Media Pembelajaran secara garis besar harus melalui tiga
langkah besar yaitu kegiatan perencanaan, produksi dan penialian. Sementara dalam rangka
melakukan desain atau rancangan pengembangan program media, Arief Sadiman, dkk, memberikan
urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam)
langkah sebagai berikut:
1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki
Peserta Didik dengan apa yang diharapkan. Setelah kita menganalisis kebutuhan Peserta
Didik, maka kita juga perlu menganalisis karakteristik Peserta Didiknya, baik menyangkut
kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki Peserta Didik
sebelumnya. Cara mengetahuinya bisa dengan tes atau dengan yang lainnya. Langkah ini
dapat disederhanakan dengan cara mengenalisa topik-topik materi ajar yang dipandang
sulit dan karenanya memerlukan bantuan media. Pada langkah ini sekaligus pula dapat
ditentukan ranah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, termasuk rangsangan indera
mana yang diperlukan (audio, visual, gerak atau diam). contoh melakukan identifikasi
kebutuhan dan karakteristik Peserta Didik. Adanya kebutuhan tersebut inilah yang
menjadi dasar pijakan dalam membuat media pembelajaran, karena dengan dorongan
kebutuhan inilah media dapat berfungsi dengan baik. dan media yang digunakan Peserta
Didik, haruslah relevan dengan kemampuan yang dimiliki Peserta Didik.
2. Merumuskan tujuan pembelajaran (Instructional objective) dengan operasional dan
khas.
Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa ketentuan
yang harus diingat, yaitu: tujuan pembelajaran harus berorientasi kepada Peserta Didik;
artinya tujuan itu benar-benar harus menyatakan adanya perilaku Peserta Didik yang
dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses belajar dilakukan.Sebuah tujuan
pembelajaran hendaknya memiliki empat unsur pokok yang dapat kita akronimkan dalam
ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree). Penjelasan dari masing-masing
komponen tersebut sebagai berikut:
A = Audience adalah menyebutkan sasaran/audien yang dijadikan sasaran
pembelajaran
B = Behavior adalah menyatakan prilaku spesifik yang diharapkan atau yang
dapat dilakukan setelah pembelajaran berlangsung
C = Condition adalah menyebutkan kondisi yang bagaimana atau dimana
sasaran dapat mendemonstrasikan kemampuannya atau keterampilannya
D = Degree adalah menyebutkan batasan tingkatan minimal yang diharapkan
dapat dicapai.
3. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub kemampuan atau
keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran, sehingga materi yang
disusun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses
belajar mengajar tersebut. Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah
selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan
yang lebih rumit, dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum naskah
program ditulis. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan. Bentuk alat
pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan atau cheklist prilaku. Instrumen
tersebut akan digunakan oleh pengembang media, ketika melakukan tes uji coba dari
program media yang dikembangkannya. Misalkan alat pengukurnya tes, maka Peserta
Didik nanti akan diminta mengerjakan materi tes tersebut. Kemudian dilihat bagaimana
hasilnya. Apakah Peserta Didik menunjukkan penguasaan materi yang baik atau tidak dari
efek media yang digunakannya atau dari materi yang dipelajarinya melalui sajian media.
Jika tidak maka dimanakah letak kekurangannya. Dengan demikian, maka Peserta Didik
dimintai tanggapan tentang media tersebut, baik dari segi kemenarikan maupun
efektifitas penyajiannya.
5. Menulis Naskah Media
Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan
yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik
seperti yang telah dijelaskan di atas. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan
melalui media, maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang
kita sebut naskah program media. Naskah program media maksudnya adalah sebagai
penuntun kita dalam memproduksi media. Artinya menjadi penuntut kita dalam
mengambil gambar dan merekam suara. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan
grafis yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam. Tahapan
dalam pembuatan atau penulisan naskah adalah berawal dari adanya ide dan gagasan
yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. selanjutnya pengumpulan data dan
informasi, penulisan sinopsis dan treatment, penulisan naskah, pengkajian naskah atau
revisi naskah, revisi naskah sampai naskah siap diproduksi.
6. Mengadakan Tes atau Uji Coba dan Revisi
Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian
media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program tersebut. Sesuatu
program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik, tetapi bila program itu
tidak menarik, atau sukar dipahami atau tidak merangsang proses belajar bagi Peserta
Didik yang ditujunya, maka program semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik. Tes
atau uji coba tersebut dapat dilakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok
kecil atau juga melalui tes lapangan, yaitu dalam proses pembelajaran yang
sesungguhnya dengan menggunakan media yang dikembangkan. Sedangkan revisi adalah
kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas
hasil dari tes. Jika semua langkah-langkah tersebut telah dilakukan dan telah dianggap
tidak ada lagi yang perlu direvisi, maka langkah selanjutnya adalah media tersebut siap
untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja terjadi setelah dilakukan produksi ternyata setalah
disebarkan atau disajikan ada beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian
medianya (gambar atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan
perbaikan (revisi) terhadap aspek yang dianggap kurang.
Forum Diskusi M5 KB3

Pengembangan Bahan Ajar


Heri Yudiono Inst832_Unnes posted May 24, 2019 9:11 PM

Subscribe

1. sebut dan jelaskan prinsip-prinsip dalam pengembangan bahan ajar


2. Sebut dan jelaskan langkah pemilihan bahan ajar

Prinsip-Prinsip Dalam Pengembangan Bahan Ajar

Dalam mengembangkan bahan ajar tentu perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran,


penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran diantaranya meliputi prinsip relevansi, konsistensi,
dan kecukupan

1. Prinsip Relevancy/ Kesesuaian / keterkaitan satu dengan yang lain


Dalam prinsip relevansi terdapat kaitan, hubungan, atau bahkan ada jaminan bahwa bahan
ajar yang dipilih itu menunjang tercapainya kompetensi yang dibelajarkan (Kompetensi Inti,
Kompetensi Dasar). Cara termudah ialah dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi
dasar yang harus dikuasai siswa. Dengan prinsip dasar ini, guru akan mengetahui apakah
materi yang hendak diajarkan tersebut materi fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap atau
aspek psikomotorik sehingga pada gilirannya guru terhindar dari kesalahan pemilihan jenis
materi yang tidak relevan dengan pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

2. Prinsip Konsistency/ Keajegan Terus Menerus


Dalam prinsip konsistensi terdapat kesesuaian (jumlah/banyaknya) antara kompetensi dan
bahan ajar; jika kompetensi dasar yang ingin dibelajarkan mencakup keempat keterampilan
berbahasa, bahan yang dipilih/dikembangkan juga mencakup keempat hal itu.

3. Prinsip Adequacy/ Kecukupan


Dalam prinsip kecukupan bahan ajar yang dipilih/ dikembangkan ada jaminan memadai/
mencukupi untuk mencapai kompetensi yang dibelajarkan tidak terlalu sedikit sehingga kurang
menjamin tercapainya KI/KD. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu
banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai KI dan KD. Sebaliknya, jika
terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk
mempelajarinya.

Kemampuan Guru dalam Menidentifikasi Materi Pembelajaran harus diimbangi dengan hal hal
berikut :
1. potensi peserta didik;
2. relevansi dengan karakteristik daerah;
3. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
4. kebermanfaatan bagi peserta didik;
5. struktur keilmuan;
6. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
8. alokasi waktu

Selain itu Dalam pengembangan bahan ajar hendaklah seorang guru memperhatikan prinsip-prinsip
pembelajaran yang mungkin lebih mudah untuk diterapkan Berupa:

1. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami
yang abstrak
2. Pengulangan akan memperkuat pemahaman
3. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa
4. Motivasi belajar yang tinggi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan belajar
5. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian
tertentu
6. Mengetahui hasil yang telah dicapai mendorong siswa untuk terus mencapai tujuan.

Langkah Pemilihan Bahan Ajar

Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama-tama mengidentifikasi aspek-aspek
yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan
bahan ajar. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Langkah ketiga memilih
bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah
teridentifikasi tadi. Terakhir adalah memilih sumber bahan ajar.

A. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar
Sebelum menentukan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu diidentifikasi aspek-aspek standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek tersebut perlu
ditentukan, karena setiap aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi
yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran.
Setiap aspek standar kompetensi tersebut memerlukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang
berbeda-beda untuk membantu pencapaiannya.

B. Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran.


Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan
menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi pembelajaran aspek kognitif
secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip dan prosedur.
1. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama objek, nama tempat, nama orang,
lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda, dan lain
sebagainya.
2. Materi konsep berupa pengertian, definisi, hakekat, inti isi.
3. Materi jenis prinsip berupa dalil, rumus, postulat adagium, paradigma, teorema.
4. Materi jenis prosedur berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut, misalnya
langkah-langkah menelpon, cara-cara pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan
bel listrik.
5. Materi pembelajaran aspek afektif meliputi: pemberian respon, penerimaan (apresisasi),
internalisasi, dan penilaian.
6. Materi pembelajaran aspek motorik terdiri dari gerakan awal, semi rutin, dan
rutin.

C. Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Dalam memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan. Perlu
diperhatikan pula jumlah atau ruang lingkup yang cukup memadai sehingga mempermudah siswa
dalam mencapai standar kompetensi.
Dengan mengacu pada kompetensi dasar, kita akan mengetahui apakah materi yang harus kita
ajarkan berupa fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap, atau psikomotorik.

Setelah jenis materi ditentukan langkah berikutnya adalah menentukan sumber bahan ajar. Materi
pembelajaran atau bahan ajar dapat kita temukan dari.
berbagai sumber seperti buku pelajaran, majalah, jurnal, koran, internet, media audiovisual, dsb.
Forum Diskusi M5 KB4

Perencanaan Pembelajaran
Heri Yudiono Inst832_Unnes posted May 24, 2019 9:21 PM

Subscribe

1. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip dalam penyusunan RPP


2. Komponen-komponen apa sajakah dalam dalam RPP
3. Buatlah format RPP

Prinsip-Prinsip dalam Penyusunan RPP


Dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus
menerapkan prinsip-prinsip pedagogis secara tertulis untuk direalisasikan
dalam kegiatan pembelajaran, sehingga peserta didik memperoleh
pengalaman belajar yang efektif dalam mengembangkan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan.

Pada penyusunan RPP terdapat tiga komponen kunci rencana


pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran (bagi siswa), aktifitas
pembelajaran, dan strategi untuk mengecek pemahaman siswa
(keberhasilan siswa belajar).

RPP disusun agar proses pembelajaran berlangsung secara interaktif,


inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Selain prinsip-prinsip di atas, penyusunan RPP harus juga


memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal,


tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar,
kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
b. partisipasi aktif peserta didik.
c. berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar,
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan
kemandirian.
d. pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang
untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman
beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e. pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
dan remedy.
f. penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan
pengalaman belajar.
g. mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan
lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman
budaya.
h. penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara
terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan
kondisi.
i. pembelajaran mata pelajaran umum harus mendukung
pencapaian kompetensi keahlian kejuruan dan pengembangan
kompetensi yang diperlukan di abad 21 yaitu berfikir kritis,
kreatif, kolaborasi dan komunikasi.

Komponen-Komponen dalam RPP


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun harus memuat
komponen-komponen sebagai berikut:
a) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b) identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c) kelas/semester;
d) materi pokok;
e) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam
pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang
akan dicapai;
j) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
k) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan
pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m) penilaian hasil pembelajaran.

Secara singkat format RPP dapat dilihat pada skema berikut ini:

FORMAT RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Identitas Program Pendidikan, meliputi:

Nama Sekolah : …............................................................


Mata Pelajaran : …............................................................
Komp.Keahlian : …............................................................
Kelas/Semester : …............................................................
Tahun Pelajaran : …............................................................
Alokasi Waktu : …............................................................

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti *)
1. Pengetahuan
2. Keterampilan

Kompetensi Dasar *)
1. KD pada KI pengetahuan
2. KD pada KI keterampilan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI pengetahuan
2. Indikator KD pada KI keterampilan
D. Tujuan Pembelajaran
E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)

F. Pendekatan, Strategi dan Metode


G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Kesatu:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b. Kegiatan Inti (... menit)
c. Penutup (… menit)

2. Pertemuan Kedua:**)
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (… menit)
b. Kegiatan Inti (... menit)
c. Penutup (… menit),

dan pertemuan seterusnya.

H. Alat/Bahan dan Media Pembelajaran

I. Sumber Belajar

J. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian
2. Instrumen Penilaian

Mengetahui ______________, _________


Kepala …….......................... Guru Mata Pelajaran,

NIP NIP
*) KI dan KD Sikap Spritual dan Sikap Sosial ditambahkan untuk mata pelajaran
Pendididkan Agama dan PPKn.
**) Semua sintaksis/langkah model pembelajaran dapat lengkap pada setiap
pertemuan, atau dapat lengkap pada beberapa pertemuan.