Anda di halaman 1dari 41

No.

Cahaya, Air Media tanam Perbanyakan Kelembaban Hindari


suhu
1. Dendrobium
2. Begonia 2000- Sistem tetes atau merendam dasar Makro: N, P, K, Ca, Biji, stek batang
2500 fc. pot dalam air di t4 dangkal, sth Mg, S 5 cm dari
Terang tp sampai permukaan tanah lalu Mikro: Fe, Mn, Cu, pangkal daun
tak diangkat dan ditempatkan di rak. Zn, Bo, Mo tambahkan
langsung. RH 50-70% hormon akar
15-30oC. atonik/rootone;
Irisan daun:
potong 1
lembar daun
tua tetapi
masih segar
daun tersebut
di iris menjadi
4-6 bagian,
membentuk
segitiga. Arah
irisan dari
bagian pangkal
ke pinggir.
Simpan
ditempat
teduh selama
2-3 minggu.
Bila tinggi
tunas telah
mencapai 5-7
cm, tunas
dapat
dipindahkan
ke pot yang
lebih besar 2-3
hari kemudian.
3. Bromelia
4. Sukulen Setek yg telah dikeringkan bbr hari, Humus:perlit:tanah agak Basahnya
 Hijau Indoor, bisa dipercepat dg paper towel: = 4:5:1 lembab: black tanah
tdk penyiraman 2-4 hari sekali tgt Jangan rose, jenis
menuntut tingkat kebasahan tanah. Setelah 4 gunakan pot sedum burro’s
tail, kaktus
suhu yg plastik warna
minggu (akar ada dan tanaman pensil, manik- Perubahan
panas; 2 mulai tumbuh) penyiraman hitam yang manik suhu
hari/x di sudah terlalu
diperjarang 1-2 minggu sekali. mutiara, terlalu
sinar lgs Semprotkan air dengan kuno. manik-manik ekstrim
 Keunguan/ Sinar debit kecil ke daunnya pisang, lady of dari t4
Berikan pupuk aquarius,
kemerahan langsung, Cara menyiram sukulen khusus asal ke t4
panas dan perle von baru
yaitu dengan merendam sukulen setiap nurenberg
pot dalam wadah air besar sebulan sekali,
hingga bagian atas tanah untuk
lembab, lalu diangkat. menjaga
ukuran dan
Jangan gunakan botol
bentuk
semprot untuk menyirami daunnya agar
sukulen karena gerimis tetap subur.
dapat menyebabkan akar
rapuh dan daun berjamur.
7. Pembasmian hama.
Sukulen yang diletakkan
di dalam ruang
seharusnya aman dari
hama. Namun tidak ada
salahnya melakukan
tindakan pencegahan.
Semprot sukulen
menggunakan alkohol
70% secukupnya dan
dengan hati-hati.

No. Cahaya Air Media tanam Kelembaban


1. Dendrobium
2. Begonia
3. Bromelia
4. Sukulen
Selaginella Drimiopsis Keladi hias
Hide The Downspout
With A Trellis
Tutorial Cara
Membuat Kokedama DIY
Untuk memilih tanaman yang cocok untuk dijadikan kodedama, pilih yang tidak membutuhkan sinar
matahari langsung dan berakar kecil.
pinterest.com

Berikut beberapa jenis tanaman yang ideal untuk kokedama :

 Jenis pakis

 Tanaman Jade

 Photos
 Begonia

 Philodendron

 Sukulen

 Tanaman Lidah Mertua

 Begonia

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kokedama:

 Tumbuhan ukuran kecil

 Tanah/ media khusus tanaman bonsai atau tanah liat dan kompos ( 1:1)

 Lumut kering (bisa didapatkan di toko tanaman)

 Tanah liat

 Air & semprotan kecil

 Gunting & benang tebal

 Koran bekas dan sarung tangan


Cara membuat kokedama:
Pertama-tama, alasi dulu area bekerja dan gunakan sarung tangan untuk mempermudah aktivitas
kerja membuat kokedama yang efisien dan bersih.

pinterest.com

Campur bahan tanah menjadi satu dalam bentuk bola lebih besar sedikit dari kepalan tangan.
Gunakan air untuk membentuk tekstur tanah jika terlalu kering. Target dalam membuat media
kokedama adalah tanah yang tidak terlalu padat agar akar tanaman tetap leluasa bisa menyerap air
dan udara, namun tidak sampai jatuh atau terlepas dari bentuknya.
Setelah terbentuk konsistensi tanah kokedama yang diinginkan dalam bentuk bulatan, gunakan ujung
jempol untuk membuat lubang di bagian tengah atas. Buat serapi mungkin sebelum memasukkan
tanaman kecil berikut akar-akarnya.

lortodimichelle.com
Saatnya untuk melapisi bagian depan tanah kokedama dengan lumut. Tekan-tekan secara perlahan
untuk menempelkan lumut ke tanah. Jika tidak semua lumut bisa merekat sempurna, jangan khawatir
karena nantinya akan dibantu dengan benang tebal untuk mengeratkannya.

lovejapanmagazine.com

Gunakan benang tebal untuk mengikat di sekeliling tanah secara menyeluruh, termasuk bagian
bawahnya. Ikat membentuk simpul mati. Jika ingin menggantung kokedama, bentuk simpul
gantungan yang berukuran besar dan gantung pada kedua sisi kokedama secara seimbang.
Varietas
Begonia memiliki beberapa jenis diantaranya :
 Begonia rex, merupakan yang paling dominan pada kelompok ini, varietas yang ada diantaranya Presiden Carnot (daun warna hijau
dan perak), Helen Teupel(Merah, hijau dan merah muda) King Edward IV (ungu dan merah).
 Begonia. masoniana, hampir mirip B.rex, tapi daunnya berkerut dan bentuknya seperti hati
 Begonia metallica, temasuk spesies yang tinggi, daun bagian atas hijau metallic dan bagian bawah serta tulang daun berwarna merah.
 Begonia festii = Begonia erythrophylla mempunyai daun berdaging dengan warna daun bagian atas hijau dan bagian bawahnya
merahvarietas Bunchii mempunyai tepi daun keriting
 Begonia boweri, bisa mencapai ketinggian 6-9 inci hibridanya Begonia tigerdan Begonia Cleopatra = Begonia maphii, tanaman kecil dan
berbentuk semak, tinggi 6-9 inci dengan warna daun perunggu.
 Begonia cleopatra = Mapple leaf begonia, daun dipenuhi dengan bulu-bulu kecil warna putihbentuknya seperti daun mapel.
 Begonia solanthera (daun berlilin) dan Begonia imperialis (daun keunguan), keduanya termasuk begonia tipe pemanjat.
 Begonia foliosa, memiliki daun oval yang mirip paku-pakuan.

1. enanaman. Penanaman Begonia biasanya dilakukan pada saat pemindahan anakan, penggantian media tanam maupun saat
dilakukan perbanyakan tanaman. Sebelum dilakukan penanaman perlu dipersiapkan terlebih dahulu adalah pot, media tanam serta
pecahan genteng atau batu bata. Pot yang digunakan usahakan yang memiliki banyak lubang didasarnya serta memiliki kaki agar
pembuangan air berlebih mudah dilakukan. Pecahan genteng/batubata sebagai dasar media diperlukan guna menciptakan kondisi
media tanam dengan drainase yang baik. Setelah pecahan genteng diletakkan di dasar pot masukkan media tanam sampai dengan ¾
bagian pot. Letakkan tanaman pada bagian tengah kemudian isi kembali pot dengan media sampai penuh, usahakan akar tanaman
tertutup oleh media dan tangkai daun paling bawah diusahakan jangan tertutup media. Setelah tanaman berdiri tegak siram media
tanam dengan air hingga permukaannya jenuh dengan air dan letakkan pot diatas rak sehingga air yang berlebih akan mudah terbuang.
Tempatkan tanaman pada kondisi yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.
2. Media Tanam. Begonia akan tumbuh dengan baik jika media yang digunakan terjamin kandungan haranya dan bebas dari hama
dan penyakit. Begonia membutuhkan media tanam yang gembur dan porous, sehingga akar tanaman mudah menembus media saat
mencari unsur hara serta jika terjadi kelebihan air akan mudah mengalir keluar. Biasanya media yang digunakan adalah campuran
humus dengan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Media tanam dapat dimodifikasikan dengan campuran lain sesuai dengan
kebutuhannya, misalkan agar lebih porous dapat ditambahkan pasir vulkanik atau cocopet juga baik sebagai campuran dalam media
karena mampu mengabsorbsi jika terjadi kelebihan air.
3. Pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman yang baik yaitu dengan cara pendekatan terhadap syarat hidup tanaman tersebut. Intinya
bagaimana menciptakan kondisi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanaman. Tindakan-tindakan budidaya perlu agar tanaman
tumbuh dan berkembang dengan baik diantaranya adalah :

 Pemupukan. Begonia cukup dipupuk dengan kandungan pupuk yang seimbang antara unsur N, P dan K. Aplikasi pupuk dilakukan
secara hati-hati karena Begonia rex memiliki akar serabut di bagian rizomanya yang sensitive. Jika sering dilakukan pemupukan akan terjadi
akumulasi garam pada area perakaran dan menyebabkan akar mudah busuk. Aplikasi yang tidak hati-hati juga bisa menyebabkan daun
tanaman menjadi terbakar. Penggunaan humus dirasa cukup untuk ketersediaan hara bagi tanaman begonia. Pemupukan dapat dilakukan 6
bulan sekali sekaligus saat penggantian media tanam, jika memang diperlukan dapat digunakan pupuk kimia yang bersifaf slow release.
 Sanitasi. Kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang sehat. Maksud dari sanitasi ini adalah pembersihan
sumber infeksi agar penyakit tidak berkembang. Dengan sanitasi ini diharapkan akan memutus siklus hidup pathogen penyebab penyakit.
Sanitasi yang baik akan membantu sirkulasi udara sehingga tanaman mudah mengabsorbsi zat-zat yang dibutuhkan untuk hidupnya. Sanitasi
pada budidaya tanaman hias Begonia rex dapat dilakukan dengan cara membuang daun-daun tua atau yang sudah membusuk serta menjaga
kebersihan sekitar kebun agar tidak menjadi sumber penyakit .
 Penggantian Media. Media tanam dapat diperbaharui setiap 6 bulan sekali dengan menganti media lama dengan media baru.
Penggantian media ini dilakukan biasanya setelah enam bulan media tanam sudah memadat sehingga aerasinya jelek serta unsur hara yang
tersedia sudah cenderung habis. Pada saat penggantian media tanam dapat sekaligus dilakukan perbanyakan tanaman dari anakan yang ada
serta membuang bagian akar tanaman yang sudah mati.
 Reporting. Kebanyakan Begonia tidak membutuhkan pemangkasan kecuali pertumbuhan batangnya (rizoma) terlalu panjang sehingga
penampilannya kurang menarik. Pemangkasan dilakukan selain mempercantik tanaman juga sebagai sarana perbanyakan tanaman.
 Penyiraman. Penyiraman dilakukan jika media tanam benar-benar hampir mendekati kering, karena tanaman ini lebih tahan terhadap
kekeringan dibandingkan dengan kelebihan air. Penyiraman secara berkabut cukup baik untuk meningkatkan kelebaban udara jika kondisi
panas atau kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena jika dilakukan pada sore hari dimungkinkan genangan air pada
permukaan daun atau pada ujung-ujung daun masih ada sampai malam hari. Genangan air tersebut akan memudahkan perkembangan
pathogen sehingga tanaman akan mudah terinfeksi penyebab penyakit tersebut.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama :
 Kutu Aphid. Hama ini muncul ditempat yang lembab dan basah, biasanya hama ini menyerang bagian bawah kelopak bunga dan daun.
Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida.
 Ulat. Biasanya menyerang bagian tengah atau ujung daun. Kerusakan yang ditimbulkan hampir mirip dengan kerusakan yang
diakibatkan oleh keong.
 Kutu putih. Gejala yang terlihat pada tanaman yang terinfeksi adalah adanya titik atau spot berwarna kuning. Serangan yang mengganas
dapt menyebabkan seluruh daun menjadi kuning dan daun-daun yang berada dibawah akan tertutupi oleh bubuk atau bulu berwarna hitam.
Kutu putih yang berada pada tahap dewasa dapat ditemukan dibagian bawah daun yang terinfeksi. Pengendaliannya dapat menyemprotkan
insektisida secara rutin dua kali seminggu. Jika tingkat serangan kutu masih rendah dapat menggunakan Antrakan.
Penyakit
 Xanthomonas campestris. Gejala umum seranganya adalah muculnya bercak-bercak dan nekrosis pada daun. Tanaman yang terserang
penyakit ini harus segera dimusnahkan karena dapat menular ke tanaman lain. Penyiraman tanaman pun dilakuakan dengan hati-hati karena
percikkannya airnya dapat menularkan penyakit ini.
 Botrytis Blight (Botrytis cinera). Gejala serangan jamur ini biasanya muncul pada bagian bawah daun akibat tanaman bersentuhan
dengan media tanam yang tidak bersih dari penyakit. Bagian tanaman yang terkena jamur akan menjadi nekrosis dan berubah warna dari
kecokelatan hingga kehitaman. Patogen ini akan berkembang pada kondisi yang dingin pada malam hari, udara hangat pada pagi dan siang
hari, dan kelembapan udara yang tinggi. Cara pengendaliannya dengan menjaga agar tanaman tidak terlalu lembab dan terlalu basah terutama
pada malam hari. Selain itu tanaman dapat disemprotkan fungisida.
 Myrothecium Leaf spot (Myrothecium roridium). Gejala penyakit ini muncul pada ujung daun dan pada daun yang rusak. Pada daerah
tanaman yang diserang akan muncul gejala nekrosis dengan warna cokelat gelap dan berair. Pada permukaan bawah daun akan terbentuk
lingkaran putih. Cara pengendaliannya dengan menggunakan fungisida, dan menghindari luka pada daun, serta menjaga sanitasi lingkungan.
 Busuk akar (Pytium sp.). Gejalanya tampak pada akar yang membusuk dan daun yang menguning. Pembusukkan biasanya terjadi saat
tanaman yang diperbanyak menempel pada tanaman yang terinfeksi oleh busuk akar. Karena itu sterilisasi alat pertanian sebelum digunakan
sangat diperlukan untuk mencegah busuk akar. Penggunaan fungisida cukup efektif dalam mengendalikan busuk akar.
 Bercak Southern (Sclerotium rolfsii). Patogen ini menyerang seuruh bagian tanaman, tetapi yang biasanya terlihat pada bagian daun
dan batang. Biasanya batang tanaman menjadi berair terutama bagian yang menyentuh tanah. Gejala lainnya miselium berwarna putih
tumbuh tidak rata dipermukaan daun atau media tanamdan membentuk pola tertentu. Cara pengendaliannya dengan memusnahkan semua
tanaman yang mengalami gejala penyakit ini, dan menjaga kebersihan alat-alat pertanian yang digunakan.