Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Iman kepada kitab Allah merupakan rukun iman yang ke tiga setelah
iman kepada Allah dan iman kepada malaikat. Sebagai seorang muslim
menjalankan rukun iman merupakan suatu kewajiban karena rukun iman
merupakan suatu dasar keimanan seseoang. Seseorang dapat dikatakan
sebagai orang Islam jika tidak melaksanakan rukun iman.
Maka dari itu, Iman Kepada Kitab Allah menjadi salah satu rukun iman
yang harus kita ketahui dan kita pahami agar dapat melaksanakan dengan
baik dan benar.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian iman kepada kitab Allah?
2. Apa saja macam-macam kitab Allah?
3. Apa fungsi iman kepada kitab Allah?
4. Bagaimana perilaku dan cara orang yang beriman kepada kitab Allah?

C. Manfaat Makalah
1. Mengetahui dan memahami pengertian iman kepada kitab Allah
2. Mengetahui dan memahami macam-macam kitab Allah
3. Mengetahui dan memahami fungsi iman kepada kitab Allah
4. Mengetahui dan memahami perilaku dan cara beriman kepada kitab
Allah

D. Tujuan Makalah
1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah ilmu tahuid.
2. Menambah pengetahuan pembaca dan penulis.
3. Memperluas pengetahuan pembaca dan penulis.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Iman
Menurut bahasa iman diambil dari bahasa Arab yaitu aamana-yu’minu
yang berarti percaya atau membenarkan. Sedangkan menurut istilah Iman
adalah kepercayaan yang diyakini kebenarannya dalam hati, diucapkan dengan
lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Ada 3 tingkatan dalam beriman kepada
kitab Allah, yaitu :
1. Qotmil (membaca saja)
2. Tartil (membaca dan memahami)
3. Hafidz (membaca, memahami, mengamalkan dan menghafalkan)
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah mengakui, mempercayai dan
meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab kepada para nabi dan
Rasul-Nya yang berisi ajaran Allah SWT untuk di sampaikan kepada umatnya
masing-masing. Mengimani kitab Allah SWT wajib hukumnya. Mengingkari
salah satu kitab Allah SWT sama saja mengingkari seluruh kitab-kitab Allah
SWT dan mengingkari para Rasul-Nya, malaikat dan mengingkari Allah SWT
sendiri.
Iman kepada kitab-kitab Allah termasuk dalam rukun iman yang ke tiga.
Dengan demikian orang yang tidak mengimani kitab-kitab Allah tidak dapat
dikatakan sebagai orang yang beriman, bahkan bisa dikatakan murtad.
Definisi iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang
diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip
dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka
orang - orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap
ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut
dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip atau juga pandangan
dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain,
seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu ucapan dengan lidah

2
dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan
anggota." Aisyah r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan
dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-
Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah (lisan)
membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-
rukun (anggota-anggota).”
Allah SWT telah berfirman di dalam Alquran
‫ب‬َ ‫ث َّللاَّ ُ ال ن َّ ب ِ ي ِ ي َن مُ ب َ ش ِ ِر ي َن َو مُ ن ْ ِذ ِر ي َن َو أ َ ن ْ َز َل َم ع َ هُ مُ ال ْ ِك ت َا‬ ِ ‫اس أ ُ َّم ة ً َو‬
َ َ ‫اح د َ ة ً ف َ ب َ ع‬ ُ َّ ‫ك َا َن ال ن‬
ِ‫ف ف ِ ي هِ إ ِ ََّّل ا ل َّ ذِ ي َن أ ُوت ُو ه ُ ِم ْن ب َ ع ْ د‬
َ َ ‫اس ف ِ ي َم ا ا ْخ ت َ ل َ ف ُ وا ف ِ ي هِ ۚ َو َم ا ا ْخ ت َ ل‬ ِ َّ ‫ب ِ ال ْ َح ق ِ ل ِ ي َ ْح ك ُ مَ ب َ ي ْ َن ال ن‬
ِ‫ح ق‬ َ ْ ‫ت ب َ غ ْ ي ًا ب َ ي ْ ن َ هُ ْم ۖ ف َ هَ د َ ى َّللاَّ ُ ا ل َّ ِذ ي َن آ َم ن ُ وا ل ِ َم ا ا ْخ ت َ ل َ ف ُ وا ف ِ ي هِ ِم َن ال‬ ُ ‫َم ا َج ا ءَ ت ْ هُ م ُ ال ْ ب َ ي ِ ن َا‬
ِ ‫ب ِ إ ِ ذ ْ ن ِ هِ ۗ َو َّللاَّ ُ ي َ ْه ِد ي َم ْن ي َ ش َا ءُ إ ِ ل َ ٰى‬
‫ص َر اط ُم سْ ت َق ِ يم‬
Artinya : Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan),
Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah
menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di
antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih
tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka
Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata,
karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-
orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann
itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang
dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Baqarah : 213)
Ayat di atas mengandung penjelasan sebagai berikut :
1. Allah telah benar-benar menurunkan kitab-kitab kepada para nabi.
2. Dengan kitab-kitab itu Allah memberi kabar gembira dan peringatan
3. Tujuan diturunkannya kitab-kitab agar menjadi petunjuk dan pedoman
hidup.

3
B. Pengertian Kitab
Menurut bahasa kata kitab berasal dari kata kataba-yaktubu-kitaban-
kitabatan yang artinya tulisan. Sedangkan menurut istilah kitab adalah tulisan
wahyu pada lembaran-lembaran yang terkumpul menjadi satu bentuk buku.
Berikut merupakan pengertian kitab dari beberapa ahli:
1. Menurut Subhi Shaleh, Kitab Suci itu adalah al-Quran, yaitu firman Allah
yang berfungsi sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad, yang tertulis dalam mushaf-mushaf, yang diriwayatkan
secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.
2. Safi Hasan Abu Thalib mengatakan Kitab Suci adalah wahyu yang
diturunkan dengan lafal bahasa Arab dan maknanya dari Allah swt melalui
wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, ia merupakan
dasar dan sumber utama bagi syari’at.
3. Zakaria al-Birri mengemukakan Kitab Suci adalah al-Kitab yang disebut
al-Quran adalah kalam Allah swt yang diturunkan kepada rasulnya
Muhammad SAW dengan lafal bahasa Arab, dinukil secara mutawatir dan
tertulis pada lembaran-lembaran mushaf.
4. Abdul Wahhab Khallaf merumuskan, Kitab Suci adalah kalam Allah yang
diturunkan oleh-Nya melalui perantaraan malaikat Jibril ke dalam hati
Rasulullah Muhammad bin Abdullah dengan lafaz yang berbahasa Arab
dan makna-maknanya yang benar, untuk menjadi hujjah bagi rasul atas
pengakuannya sebagai Rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia
yang mengikuti petunjuknya, dan menjadi qurbah (jalan mendekatkan diri
kepada Allah SWT) di mana mereka beribadah dengan membacanya.
5. T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, Kitab Suci adalah al-Quran, nama bagi
kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis
dalam mushaf.

4
C. Kitab Allah SWT
Kitab Allah adalah kumpulan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada
para Nabi dan Rasul-Nya yang berisi pedoman hidup bagi umatnya dan telah
dibukukan.
Dalam sejarah penulisan dari teks Alquran, shuhuf terdiri dari beberapa
lembaran yang pada akhirnya Alquran dikumpulkan pada masa Abu Bakar.
Dalam shuhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat, tetapi
lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi, tidak dibundel
menjadi satu isi.
Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang
dikumpulkan di dalam Alquran yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin
Affan. Pada saat itu, tiap ayat di dalam surah telah disusun dengan rapi. Saat
ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Alquran, yang mana memiliki
keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf.

D. Macam-Macam Kitab Allah SWT


1. Shuhuf
Shuhuf yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul, tetapi tidak
wajib disampaikan atau diajarkan kepada manusia. Beberapa nabi yang
dikatakan memiliki shuhuf adalah:
a. Adam - 10 shuhuf
b. Syits - 60 shuhuf, (pendapat lain mengatakan 50 shuhuf)
c. Khanukh - 30 shuhuf
d. Ibrahim - 30 shuhuf (10 shuhuf)
e. Musa - 10 shuhuf

Untuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum di dalam firman Allah SWT,
surah An-Najm, yang berbunyi;
◌ ‫ف مُ و س َ ٰى ◌ َو إ ِ ب ْ َر ا هِ يمَ ال َّ ِذ ي َو ف َّ ٰى‬ ُ ُ‫أ َ مْ ل َ مْ ي ُ ن َ ب َّأ ْ ب ِ َم ا ف ِ ي ص‬
ِ ‫ح‬

5
Artinya : "Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam
lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu
menyempurnakan janji?" (Q.S An-Najm : 36-37)
2. Mushaf
Mushaf adalah beberapa shuhuf yang telah dicatat dari firman Allah
kemudian dijadikan satu yang memiliki nama bermacam-macam, yang telah
diberikan kepada para rasul-Nya, diantaranya adalah:
a. Taurat (Torah)
Taurat adalah tulisan berbahasa Ibrani, berisikan syariat (hukum) dan
kepercayaan yang benar dan diturunkan melalui Musa, pada kira-kira
abad 12 sebelum masehi. Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi
bangsa Israel. Selain itu, Taurat berisikan tentang sejarah nabi-nabi
terdahulu hingga Musa dan kumpulan hukum.
ْ ‫ب ب ِ ال ْ َح ق ِ ُم صَ د ِ ق ً ا ل ِ َم ا ب َ ي ْ َن ي َ د َ ي ْ هِ َو أ َن ْ َز َل ال ت َّ ْو َر ا ة َ َو‬
‫اْلِ ن ْ ِج ي َل‬ َ ‫ك ال ْ ِك ت َا‬
َ ْ ‫ن َ َّز َل ع َ ل َ ي‬
Artinya : “Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan
sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan
menurunkan Taurat dan Injil,” (Q.S. Ali-Imran : 3)
b. Zabur (Mazmur)
Zabur berisi mazmur (nyanyian pujian bagi Allah) yang dibawakan
melalui Daud yang berbahasa Qibti, pada kira-kira abad ke-10 sebelum
masehi. Kitab ini tidak mengandung syariat, karena Daud diperintahkan
untuk meneruskan syariat yang telah dibawa oleh Musa.
َ ‫ح ي ْ ن َا إ ِ ل َ ٰى ن ُ وح َو ال ن َّ ب ِ ي ِ ي َن ِم ْن ب َ ع ْ ِد ه ِ ۚ َو أ َ ْو‬
‫ح ي ْ ن َا إ ِ ل َ ٰى‬ َ ‫ك ك َ َم ا أ َ ْو‬ َ ‫إ ِ ن َّ ا أ َ ْو‬
َ ْ ‫ح ي ْ ن َا إ ِ ل َ ي‬
‫س‬َ ُ ‫ب َو ي ُو ن‬ َ ‫ط َو ِع ي سَ ٰى َو أ َي ُّو‬ ِ ‫اْل َسْ ب َ ا‬ْ ‫ب َو‬ َ ‫ق َو ي َ ع ْ ق ُ و‬
َ ‫حا‬ َ ْ‫ع ي َل َو إ ِ س‬ ِ ‫إ ِ ب ْ َر ا هِ يمَ َو إ ِ سْ َم ا‬
‫او و د َ َز ب ُو ًر ا‬ ُ َ ‫َو ه َا ُر و َن َو س ُ ل َ ي ْ َم ا َن ۚ َو آ ت َ ي ْ ن َا د‬
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu
sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi
yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada
Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus,
Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”
(Q.S. An-Nisaa : 163)

6
c. Injil
Injil pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani melalui murid-
murid Isa untuk bangsa Israel sebagai penggenap ajaran Musa. Injil
diturunkan pada permulaan abad pertama masehi. Kata Injil sendiri
berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelion yang berarti "kabar
gembira". Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai
satu tema atau tema-tema tertentu, meskipun di dalamnya banyak
membahas hal kerajaan Surga. Injil yang ada saat ini mengandung
firman Allah dan riwayat Isa, yang semuanya ditulis oleh generasi
setelah Isa.
ۖ ِ ‫ص د ِ ق ً ا ل ِ َم ا ب َ ي ْ َن ي َ د َ ي ْ هِ ِم َن ال ت َّ ْو َر ا ة‬ ِ َ ‫َو ق َ ف َّ ي ْ ن َا ع َ ل َ ٰى آ ث‬
َ ‫ار هِ ْم ب ِ ِع ي س َ ى ا ب ْ ِن َم ْر ي َ مَ ُم‬
ْ ُ ‫َو آ ت َ ي ْ ن َا ه‬
‫اْلِ ن ْ ِج ي َل ف ِ ي هِ ه ُ د ًى َو ن ُ و ٌر َو ُم صَ د ِ ق ً ا ل ِ َم ا ب َ ي ْ َن ي َ د َ ي ْ هِ ِم َن ال ت َّ ْو َر ا ة ِ َو ه ُ د ًى‬
‫ع ظ َ ة ً ل ِ ل ْ ُم ت َّق ِ ي َن‬
ِ ‫َو َم ْو‬
Artinya : "...dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil)
dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya,
yaitu: Taurat, dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil
sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi),
dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat, dan
menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa."
(Q.S. Al-Ma’idah : 46)
d. Alquran
Alquran merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai
satu kesatuan kitab sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat muslim.
Menurut syariat Islam, kitab ini dinyatakan sebagai kitab yang tidak ada
keraguan di dalamnya, selalu terjaga dari kesalahan, dan merupakan
tuntunan membentuk ketaqwaan manusia.
‫اس َو ب َ ي ِ ن َات ِم َن ال ْ هُ د َ ٰى‬ ِ َّ ‫ش َ هْ ُر َر َم ضَ ا َن ا ل َّ ِذ ي أ ُن ْ ِز َل ف ِ ي هِ ال ْ ق ُ ْر آ ُن ه ُ د ًى ل ِ ل ن‬
‫َو ال ْ ف ُ ْر ق َ ا ِن ۚ ف َ َم ْن ش َ ِه د َ ِم ن ْ ك ُ م ُ ال ش َّ ْه َر ف َ ل ْ ي َ صُ ْم ه ُ ۖ َو َم ْن ك َا َن َم ِر ي ضً ا أ َ ْو عَ ل َ ٰى س َ ف َ ر‬
َ ‫ف َ ِع د َّة ٌ ِم ْن أ َ ي َّام أ ُ َخ َر ۗ ي ُِر يد ُ َّللاَّ ُ ب ِ ك ُ م ُ ال ْ ي ُ سْ َر َو ََّل ي ُِر ي د ُ ب ِ ك ُ م ُ ال ْ ع ُ سْ َر َو لِ ت ُكْ ِم ل ُ وا ال ْ ِع د َّة‬
‫َو ل ِ ت ُك َب ِ ُر وا َّللاَّ َ عَ ل َ ٰى َم ا ه َ د َ ا ك ُ مْ َو ل َ ع َ ل َّ ك ُ ْم ت َ شْ ك ُ ُر و َن‬

7
Artinya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu,
barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan
itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit
atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya
berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya
dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
(Q.S. Al-Baqarah : 185)
Tampilan Alquran dianggap unik, karena berupa prosa berirama, puisi
epik, dan simfoni dalam keterpaduan teks yang indah. Isi Alquran juga
dianggap unik, berupa paduan filsafat semesta, catatan sejarah,
peringatan-peringatan dan hiburan, dasar-dasar hukum, serta doa-doa.
Bagi umat Islam, tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat,
Zabur, dan Injil yang ada saat ini, karena menurut ajaran Islam,
dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar dan
karena isi semua kitab yang masih diperlukan, telah dimasukkan ke
dalam kitab Alquran. Namun tidak diperlukan juga upaya untuk
menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat, Zabur, atau Injil,
karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya.

E. Hubungan Alquran Dengan Kitab Sebelumnya


Semua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif, bahwa wahyu
Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok
dari masyarakat. Didalam Alquran membenarkan tentang adanya larangan
bekerja di hari Sabbath dalam Taurat, tetapi Alquran membolehkan bekerja dan
mengesampingkan hal tersebut.

8
ْ‫اْلِ ن ْ ِج ي َل َو َم ا أ ُن ْ ِز َل إ ِ ل َ ي ْ ك ُ م‬ْ ‫ح ت َّ ٰى ت ُق ِ ي مُ وا ال ت َّ ْو َر ا ة َ َو‬ َ ‫يء‬ ْ َ ‫ق ُ ْل ي َ ا أ َ هْ َل ال ْ ِك ت َا ب ِ ل َ سْ ت ُمْ ع َ ل َ ٰى ش‬
‫س‬ َ ْ ‫ك ط ُ غ ْ ي َ ا ن ً ا َو ك ُ ف ْ ًر ا ۖ ف َ ََل ت َأ‬ َ ِ ‫ك ِم ْن َر ب‬ َ ْ ‫ِم ْن َر ب ِ ك ُ ْم ۗ َو ل َ ي َ ِز ي د َ َّن ك َ ث ِ ي ًر ا ِم ن ْ هُ مْ َم ا أ ُن ْ ِز َل إ ِ ل َ ي‬
‫ع َ ل َ ى ال ْ ق َ ْو ِم ال ْ ك َا ف ِ ِر ي َن‬
Artinya : Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama
sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran
yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang
diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah
kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah
kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
(Q.S Al-Ma’idah : 68)
Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama
lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati
mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum A- Qur'an.
1. Al Furqaan ialah kitab-kitab terdahulu yang membedakan antara yang
benar dan yang salah.
2. Rasulullah SAW bersabda, ”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam
pertama bulan Ramadan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan
Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan.” (Hadits riwayat
Imam Ahmad).

F. Fungsi Iman Kepada Kitab Allah SWT


Fungsi iman kepada Kitab-kitab Allah Swt adalah sebagai petunjuk hidup.
Manusia hidup di dunia memerlukan petunjuk agar hidupnya terarah. Petunjuk
yang diperlukan harus mempunyai kualitas yang tinggi melebihi petunjuk yang
dapat membimbing manusia kearah tujuan hidup hanyalah kitab suci yang telah
diwahyukan Allah Swt kepada para rasul-Nya.
Di dalam Surat Az-Zariyat ayat 56 ditegaskan bahwa jin dan manusia
diciptakan oleh Allah Swt tidak lain hanyalah agar menghambakan diri kepada-
Nya.
‫س إ ِ ََّّل ل ِ ي َ ع ْ ب ُ د ُو ِن‬ ْ ‫ت ال ْ ِج َّن َو‬
َ ْ ‫اْلِ ن‬ ُ ْ ‫َو َم ا َخ ل َ ق‬

9
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S Az-Zariyat : 56)
Sementara itu, di dalam Surat Al-Baqarah ayat 30 dinyatakan oleh Allah
Swt bahwa manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di dunia dalam rangka
menghambakan diri kepada-Nya.
Kehidupan manusia di bumi tidak lepas dari permasalahan yang sulit
dipecahkan. Permasalahan hidup kian bertambah banyak sehingga manusia
sering lupa dari tugas hidupnya sebagai hamba Allah Swt. Yang harus selalu
menghambakan diri kepada-Nya.

G. Perilaku Orang Yang Beriman Kepada Kitab Allah SWT


Perilaku orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt adalah sebagai
berikut :
1. Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang
memiliki kedudukan di atas segala kitab yang lain.
2. Berusaha menjaga kesucian kitab suci dan membelanya apabila ada pihak
lain yang meremehkannya.
3. Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh petunjuk yang ada di dalam,
baik dengan membaca sendiri maupun menhadiri majlis taklim.
4. Berusaha untuk mengamalkan petunjuk-petunjuknya sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki
5. Berusaha untuk menyebarluaskan petunjuk-petunjuknya kepada orang
lain, baik di lingkungan keluarga sendirimaupun masyarakat
6. Berusaha untuk memperbaiki bacaannya dengan mempelajari ilmu tajwid.
7. Tunduk kepada hukum yang ada di dalam kitab suci dalam menyelesaikan
suatu permasalahan.

10
H. Cara Beriman Kepada Kitab Allah SWT
Beriman kepada kitab-kitab Allah ada dua cara, yaitu :
1. Beriman kepada kitab-kitab sebelum Alquran
a. Meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah, bukan
karangan para rasul
b. Meyakini kebenaran isinya
2. Beriman kepada Alquran
a. Meyakini bahwa Alquran itu benar-benar wahyu Allah bukan
karangan Nabi Muhammad SAW
b. Meyakini bahwa isi Alquran dijamin kebenarannya, tanpa ada
keraguan sedikitpun
c. Mempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan Alquran
d. Mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan cara beriman kepada kitab-kitab Allah selain Alquran dan kepada
Alquran sendiri disebabkan :
1. Masa berlakunya kitab-kitab sebelum Alquran sudah selesai
2. Kitab-kitab sebelum Alquran terlalu terbatas pada satu umat saja
3. Kandungan pokok dari kitab-kitab sebelum Alquran telah termuat dalam
Alquran

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Iman kepada kitab Allah merupakan rukun iman yang ke tiga. Iman kepada
kitab-kitab Allah SWT adalah mengakui, mempercayai dan meyakini bahwa
Allah SWT telah menurunkan kitab kepada para nabi dan Rasul-Nya yang
berisi ajaran Allah SWT untuk di sampaikan kepada umatnya masing-masing.
Mengimani kitab Allah SWT hukumnya wajib.

B. Saran
Sebagai seorang muslim kita harus senantiasa melaksanakan apa yang
diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Mengimani kitab
Allah merupakan kewajiban sebagai seorang muslim. Maka dari itu, kita harus
mengimani, mengetahui, memahami, dan mengamalkan apa yang ada didalam
kitab Allah.

12
DAFTAR PUSTAKA

Iman. (2012). Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Iman [12 November


2017]

Pengertian, Fungsi dan Penerapan Iman Kepada Kitab Allah. (2017). Retrieved
from
https://www.eduspensa.id/pengertian-fungsi-penerapan-iman-kitab-allah/ [12
November 2017]

Pengertian Kitab Suci Dalam Islam. (2012). Retrieved from


http://www.referensimakalah.com/2012/11/pengertian-kitab-suci-dalam-
islam.html [12 November 2017]

13