Anda di halaman 1dari 2

Hasil Praktikum Uji Pendengaran

Cara Schwabach
Probandus Cara Webber Telinga Kanan Telinga Kiri
1.Melan Tidak ada lateralisasi Tuli Sensorineural Tuli Sensorineural
2.Paulina Ada lateralisasi Normal Tuli Sensorineural
3.Sifa Tidak ada lateralisasi Normal Tuli Sensorineural
4.Ulvita Tidak ada lateralisasi Tuli Sensorineural Tuli Sensorineural
5.Aida Tidak ada lateralisasi Tuli Sensorineural Normal

Keterangan Tes Webber : Pemeriksaan dengan cara ini dilakukan dengan penala yang
dipukulkan salah satu ujung jarinya ke telapak tangan pemeriksa kemudian ditekan ujung
tangkainya pada bagian atas kepala probandus digaris median. Hasil yang kami dapatkan setelah
dilakukan uji Webber pada probandus 1,3,4,dan 5 kecuali probandus 2, probandus tidak
mengalami lateralisasi sebab tidak mendengar adanya dengungan yang lebih keras di salah satu
telinga, kedua telinga merasakan bunyi dengungan yang sulit dibedakan dari arah telinga sebelah
mana yang mempunyai bunyi paling keras. Sedangkan pada probandus 2, ada bunyi yang lebih
keras dirasakan oleh probandus pada salah satu telinga nya, telinga yang merasakan bunyi
dengungan lebih keras ini berasal dari terlinga yang sehat.

Keterangan Tes Schwabach: Pada pemeriksaan uji pendengaran kali ini, kami melakukan uji
menggunakan tes schwabach, yaitu membandingkan hantaran tulang telinga probandus dengan
pemeriksa yang memiliki pendengaran normal.. Uji schwabach ini menggunakan penala yang
yang dipukukan salah satu ujung jari dari penala ke telapak tangan pemeriksa. Menurut hasil
praktikum yang kami amati, didapatkan bahwa setiap probandus memiliki hasil pendengaran
yang berbeda, begitu pula pada pemeriksa. Untuk hasil probandus 1 dan 4 didapatkan hasil yang
sama pada kedua telinga yaitu tuli sensorineural, mengapa demikian ? sebab pada pemeriksaan
telinga kanan, bunyi dengungan dari penala masih terdengar oleh pemeriksa, sedangkan pada
telinga kiri tetap sama tetapi penala dipindahkan dari dari prosesus mastoideus pemeriksa ke
prosesus mastoideus probandus, pada saat itu prbandus masi merasakan dengungan namun tidak
emmanjang tetapi memendek sehingga dikatakan tuli sensorineural. Kemudia untuk probandus 2
dan 3, didapatkan telinga kanan normal karena pada saat probandus merasa bahwa dengungan
sudah tidak terdengar dan penala dipindahkan ke prosesus mastoideus pemeriksa, pemeriksa
juga tidak mendengar dengungan dari penala, sedangkan telinga kiri tuli sesnsorineural. Terakhir
pemeriksaan pada probandus 5, yaitu pada telinga kanan ia tuli sensorineural karena dengungan
dari penala yang dipukulkan sehingga bergetar masih dapat didengar oleh pemeriksa, sedangkan
hasl normal didapat pada telinga sebelah kiri, karena saat pemeriksa normal memindahkan
penala dari prosesus mastoideus nya ke prosesus mastoideus probandus, probandus tidak lagi
mendegar dengungan dari penala.