Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN TAHUNAN

PROGRAM ISPA
TAHUN 2017

UPTD PUSKESMAS CIRANGKONG


KECAMATAN CIJAMBE KABUPATEN SUBANG
TAHUN 2018

i
KATA PENGANTAR

Dengan memohon Rahmat Allah SWT akhirnya penyusunan Laporan Tahunan Program
ISPA Puskesmas Cirangkong Tahun 2017 Alhamdulillah telah selesai dibuat.

Tujuan disusunnya Laporan Tahunan ini adalah untuk dapat lebih meningkatkan lagi
Program ISPA di masa yang akan datang dan dapat digunakan sebagai bahan
perbandingan untuk laporan tahunan tahun berikutnya.

Selain itu juga dengan adanya laporan tahunan ini dapat menggambarkan data dan
cakupan Program Filariasi pada Puskesmas Cirangkong.

Semoga Laporan tahunan Program ISPA ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
untuk Profil Puskesmas dan juga dapat dijadikan bahan pertimbangan pada tingkat
Kabupaten dalam menentukan kebijakan khususnya yang menyangkut upaya peningkatan
keberhasilan Program ISPA ini.

Saya menyadari sepenuhnya mengingat keterbatasan serta kendala yang dihadapi tentunya
penyusunan laporan tahunan ini masih jauh dari apa yang diharapkan untuk itu penyusun
mengharapkan masukan, bimbingan serta arahan dalam rangka upaya peningkatan
keberhasilan program ISPA.

Hormat saya,

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... iv
DAFTAR GRAFIK ............................................................................................. v

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Tujuan ......................................................................................... 2
A. Tujuan Umum ...................................................................... 3
B. Tujuan Khusus ..................................................................... 3
1.3 Sasaran ........................................................................................ 3
1.4 Kebijakan .................................................................................... 4
1.5 Strategi ........................................................................................ 4

BAB II GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS CIRANGKONG ..... 5


2.1 Geografis ..................................................................................... 5
2.2 Lingkungan Sosial Ekonomi ....................................................... 6
A. Kependudukan ..................................................................... 7
B. Sosial Ekonomi .................................................................... 8
2.3 Sumber Daya Kesehatan ............................................................. 9
A. Ketenagaan ........................................................................... 10
B. Sarana dan Prasarana ........................................................... 10
2.4 Keuangan..................................................................................... 12

BAB III CAKUPAN HASIL KEGIATAN ...................................................... 13


3.1 Analisa Situasi............................................................................. 13
3.2 kasus penemuan balita dan cakupan program ............................. 15
3.3 cakupan penemuan pneumonia ................................................... 16
3.4 penemuan penderita pneumonia perbulan ................................... 17
3.5 kasus ispa berdasarkan klasifikasi ............................................... 18

BAB IV PEMECAHAN MASALAH .............................................................. 21


4.1 Identifikasi Masalah .................................................................... 21
4.2 Prioritas Masalah......................................................................... 22

ii
4.3 Akar Penyebab Masalah .............................................................. 23
4.4 Pemecahan masalah .................................................................... 24

BAB V RENCANA USULAN KERJA .......................................................... 26


BAB VI PENUTUP ........................................................................................... 27
6.1 Kesimpulan dan Saran................................................................. 27

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Cirangkong
Tahun 2017 ............................................................................................... 6

Tabel 2.2 Jumlah Estimasi Penduduk Puskesmas Cirangkong Tahun 2016 ............ 6

Tabel 2.3 Jumlah KK Miskin di Wilayah Kerja Puskesmas Cirangkong


Tahun 2017 ............................................................................................... 7

Tabel 4.1 Identfikasi Masalah ................................................................................... 21

Tabel 4.2 Prioritas Masalah ...................................................................................... 22

Tabel 4.3 Akar Penyebab Masalah ........................................................................... 23

Tabel 4.4 Pemecahan Masalah .................................................................................. 24

Tabel 5.1 Rencana Usulan Kerja (RUK) .................................................................. 25

iv
DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1 kasus pneumonia balita dan cakupan program ........................................ 15

Grafik 3.2 cakupan penemuan pneumonia ................................................................ 16

Grafik 3.3 Penemuan penderita pneumonia perbulan ................................................ 17

Grafik 3.4 Kasus ISPA berdasarkan klasifikasi ......................................................... 18

Grafik 3.5 Penemuan bayi, balita dan umur lebih 5 tahun…………………………. 19


\
Grafik 3.6 PWS ……………………………………………………………………. 20

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Latar Belakang Pembangunan dibidang kesehatan sebagai bagian dari
pembangunan nasional yang ditata dalam Sistem Kesehatan Nasional diarahkan
untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dan produktif sebagai
perwujudan dari kesejahteraan umum seperti yang dimaksud dalam
pembukaan undang-undang dasar 1945 dan undang-undang nomor 36 tahun
2009 tentang kesehatan. Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi
setiap penduduk, pelayanan kesehatan harus dilaksanakan secara menyeluruh
dan terpadu dalam pelayanan kesehatan perorangan, pelayanan kesehatan
keluaraga maupun pelayanan kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2006). Usaha
peningkatan kesehatan masyarakat pada kenyataannya tidaklah mudah seperti
membalikkan telapak tangan saja, karena masalah ini sangatlah kompleks,
dimana penyakit yang terbanyak diderita oleh masyarakat terutama pada yang
paling rawan yaitu ibu dan anak, ibu hamil dan ibu meneteki serta anak bawah
lima tahun (Rasmaliah, 2008: ). Sebagai upaya mewujudkan Visi Indonesia Sehat
2010, pemerintah telah menyusun berbagai program pembangunan dalam
bidang kesehatan antara lain kegiatan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
baik yang bersifat promotif preventif, kuratif dan rehabilatif di semua aspek
lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan (WHO, 2003). Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian yang paling
banyak terjadi pada anak di negara sedang berkembang. Infeksi Saluran
Pernapasan Akut ini menyebabkan 4 dari 15 juta perkiraan kematian pada anak
berusia di bawah 5 tahun pada setiap tahunnya sebanyak dua pertiga kematian
tersebut adalah bayi (WHO, 2003). Penyakit saluran pernapasan pada masa bayi
dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
dimana ditemukan adanya hubungan dengan terjadinya Chronic obstructive
pulmonary disease (WHO, 2003). Infeksi saluran Pernapasan Atas (ISPA) dapat
menyebabkan demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan (Bidulh, 2002). Salah
satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi
Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian
atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah suatu

1
penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang
maupun dinegara maju (WHO, 2003 ).
Di Indonesia terjadi lima kasus diantara 1000 bayi atau Balita, ISPA
mengakibatkan 150.000 bayi atau Balita meninggal tiap tahun atau 12.500
korban perbulan atau 416 kasus perhari, atau 17 anak perjam atau seorang bayi
tiap lima menit (Siswono, 2007). Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab
penyakit ISPA yaitu antara lain: Umur, Jenis Kelamin, Keadaan Gizi, Kekebalan,
Lingkungan, Imunisasi Yang Tidak Lengkap dan Pemberian Asi Ekslusif yang tidak
sesuai (Depkes, 2002). Kurangnya pengetahuan ibu tentang Imunisasi pertusis
menyebapkan banyaknya balita terkena ISPA, Imunisasi pertusis yakni imunisasi
yang diberikan agar balita tidak rentan terkena Infeksi Saluran Pernapasan.
Diperkirakan kasus pertusis sejumlah 51 juta dengan kematian lebih dari
600.000 orang, namun hanya 1,1 juta penderita dilaporkan dari 163 negara
dalam tahun 1983. Hampir 80 % anak- anak yang tidak di imunisasi menderita
sakit pertusis sebelum umur 5 tahun. Kematian karena pertusis, 50 % terjadi
pada bayi (umur < 1 tahun). Anak berumur di bawah 2 tahun mempunyai risiko
terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut lebih besar dari pada anak di atas 2
tahun sampai 5 tahun, keadaan ini karena pada anak di bawah umur 2 tahun
imunitasnya belum sempurna dan lumen saluran nafasnya relatif sempit
(Daulay, 2008).
Program P2 Ispa bertujuan untuk menurukan angka kesakitan dan
kematian yang disebabkan oleh penyakit pneumonia.Strategi dalam
penanggulangan pneumonia adalah penemuan dini dan tatalaksana anak batuk
dan atau kesukaran bernafas yang tepat.
Sejak 1990 Departemen Kesehatan telah mengadaptasi, menggunakan
dan menyebarluaskan pedoman tatalaksana pneumonia balita yang bertujuan
untuk menurunkan angka kematian balita karena pneumonia. Saat ini
pelaksanaan program P2 Ispa dalam upaya penanggulangan pneumonia akan
lebih ditingkatkan sehingga cakupan penemuan dini dan tatalaksana pneumonia
balita akan lebih dapat berhasil mencapai sasarannya.
Puskesmas merupakan pusat pengembangan pembinaan dan
pelayanan kesehatan masyarakat dan merupakan pos terdepan dalam
pembangunan kesehatan masyarakat.
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas
adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni

2
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi
setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya.
Untuk melihat sejauh mana upaya yang dilaksanakan Puskesmas dalam
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dan tingkat
keberhasilan program-program kegiatan puskesmas, maka diperlukan evaluasi
atas kegiatan setiap bulan.

1.2 TUJUAN
A. Tujuan Umum
Untuk mengevaluasi sejauh mana program P2 Ispa yang dilaksanakan di
Puskesmas Cirangkong dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dan
mengetahui perencanaan program P2 Ispa pada tahun 2016.

B. Tujuan Khusus
C. Untuk mengevaluasi angka kematian pneumonia balita di UPTD Puskesmas
Cirangkong
D. Untuk mengevaluasi angka kesakitan pneumonia balita di UPTD Puskesmas
Cirangkong
E. Untuk mengetahui faktor penghambat dan penunjang dari program Ispa di UPTD
Puskesmas Cirangkong
F. Untuk mengetahui permasalahan yang ada di UPTD Puskesmas Cirangkong
tahun 2017 dan untuk perbaikan di tahun berikutnya
G. Mengetahui sasaran desa yang sudah mencapai target
H. Mengetahui rencana kegiatan program Ispa di UPTD Puskesmas Cirangkong pada
tahun 2017
I. Untuk melaksanakan pertanggung jawaban di bidang administrasi dalam bentuk
pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan

1.3 SASARAN
Sasaran kegiatan program ISPA ditujukan pada kelompok usia balita yaitu bayi
( 0 - <1 tahun) dan anak balita ( 1 - < 5 tahun) dengan focus penanggulangan pada
penyakit Pneumonia

3
1.4 KEBIJAKAN
1. Melaksanakan promosi penanggulangan pneumonia balita sehingga masyarakat,
mitra kerja terkait dan penganbil keputusan mendukung pelaksanaan
penanggulangan pneumonia balita.
2. Melaksanakan penemuan penderita melalui sarana kesehatan dasar (pelayanan
kesehatan di desa, puskesmas pembantu, puskesmas dan sarana rawat jalan RS)
dibantu oleh kegiatan posyandu dan kader posyandu.
3. Melaksanakan tatalaksana standar penderita ISPA dengan deteksi dini pengobatan
yang tepat dan segera pencegahan komplikasi dan rujukan ke sarana kesehatan
yang lebih memadai.
4. Melaksanakan survelen kesakitan dan kematian pneumonia balita serta faktor
resikonya termasuk faktor resiko lingkungan dan kependudukan.

1.5 STRATEGI
1. Promosi penanggulangan pneumonia balita melalui advokasi bina suasana dan
gerakan masyarakat.
2. Penurunan angka kesakitan dilakukan dengan upaya pencegahan atau
penanggulangan faktor resiko melalui kerjasama lintas program dan lintas sector,
seperti melalui kerja sama dengan program imunisasi program bina kesehatan
balita, program gizi dan program kesling.
3. Peningkatan penemuan melalui upaya peningkatan prilaku masyarakat dalam
pencaharian pengobatan yang tepat.
4. Malaksanakan tatalaksana kasus melalui pendekatan MTBS dan audit kasus untuk
penigkatan kualitas tatalaksana kasus ISPA
5. Peningkatan survelen ISPA melalui kegiatan survelen rutin, autopsy verbal dan
pengembangan informasi kesehatan serta audit manajemen program.

4
BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 GEOGRAFI
Wilayah kerja Puskesmas Cirangkong terletak dibelahan selatan Kota Subang
dengan wilayah kerja meliputi 3 desa dengan luas wilayah ± 6742,8 Ha, diantaranya :
1. Desa Cirangkong : 1306,8 ha
2. Desa Cikadu : 4014 ha
3. Desa Cimenteng : 1422 ha

UPTD Puskesmas Cirangkong adalah puskesmas induk terletak di Kecamatan


Cijambe Kabupaten Subang dengan jumlah penduduk 14.143 jiw dan luas wilayah
6742,8 ha yang dapat ditempuh ± 15 KM dengan waktu tempuh ± 30 menit dari
ibukota Kabupaten Subang.

Adapun batas wilayah kerja adalah :


 Disebelah Utara : Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Wangi
 Disebelah Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Cibogo
 Disebelah Selatan : Wilayah kerja PKM Kasomalang dan Cisalak
 Disebelah Barat : Wilayah kerja Puskesmas Jalan Cagak

Gambar 2.1 Peta Wilayah Puskesmas Cirangkong

5
PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIRANGKONG

Kondisi wilayah kerja :


 Luas wilayah 6742,8 ha
 Jarak ke ibu kota kabupaten ± 18 Km waktu tempuh ± 30 menit
 Pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian ± 600-800 diatas permukaan laut
 Kepadatan penduduknya adalah 5,1 Km2

2.2 Lingkungan Sosial dan Ekonomi


Topografi Kecamatan Cijambe sebagian besar merupakan dataran tinggi yang
terbentang dari Selatan ke Utara.Wilayah Kecamatan Cijambe secara umum beriklim
sejuk.Sebagai daerah tropis Kecamatan Cijambe memiliki musim kemarau dan
musim hujan yang diselingi oleh musim panca roba. Curah hujan yang paling rendah

6
terjadi pada bulan Juli, Sedangkan curah hujan yang paling tinggi terjadi pada bulan
Desember, Suhu maksimum berkisar antara 27,90C – 29,90C dan suhu minimum
berkisar antara 23,70C – 25,60C. Temperatur tertinggi terjadi di Bulan Juni dan
terendah terjadi pada bulan Desember dengan kelembaban udara berkisar antara 80
hingga 85 persen.
Data jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Cirangkong adalah 14,143
jiwa dengan komposisi laki-laki 6,469 jiwa dan perempuan 7,567 jiwa.Dari
komposisi jumlah penduduk tersebut maka Desa Cikadu mempunyai jumlah
penduduk terbanyak dan Desa Cirangkong mempunyai jumlah penduduk paling
sedikit. Dengan data sebagai berikut :

A. Kependudukan
i. Data jumlah penduduk masing-masing Desa menurut jenis kelamin dan KK

Tabel 2.1
Data jumlah penduduk masing-masing Desa
Menurut Jenis Kelamin dan KK
Jenis Kelamin Jumlah Jumlah
No. Nama Desa
L P Penduduk KK
1 Desa Cirangkong 1.961 2.054 4.115 1.290
Desa Cikadu 2.503 2.933 5.470 1.941
Desa Cimenteng 2.005 2.180 4.185 1.247
Jumlah 6.469 7.167 13.670 4.478
Sumber : Profil Puskesmas 2017

ii. Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pendidikan di Wilayah UPTD


Puskesmas Cirangkong Tahun 2017.

Tabel 2.2
Data jumlah penduduk Berdasarkan jenis Pendidikan di Wilayah
Puskesmas Cirangkong
Pendidikan
No. Desa
TK/PAUD SD SLTP SLTA
1 Cirangkong 3 3 2 3

2 Cikadu 2 5 - -

3 Cimenteng 2 4 1 1

Jumlah 7 12 3 4

7
iii. Data jumlah penduduk berdasarkan Status Ekonomi di Wilayah UPTD
Puskesmas Cirangkong Tahun 2017

Tabel 2.3
Data jumlah penduduk Berdasarkan Ekonomi di Wilayah UPTD Puskesmas
Cirangkong Tahun 2017
Jumlah Peserta BPJS
No. Nama
FBI Non FBI
1 Puskesmas Cirangkong 7.138 569

Jumlah 7.138 569

iv. Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Menurut Kelompok Umur di Wilayah


Kerja Puskesmas
Cirangkong Tahun 2017

Cirangkong Cikadu Cimenteng


No. Usia Laki- Laki- Laki- Jumlah
Perempuan Perempuan Perempuan
Laki Laki Laki

1 0-4 233 180 167 172 380 249 1381

2 5-9 142 136 218 215 119 176 1006

3 10-14 139 129 269 254 160 164 1112

4 15-19 150 125 262 254 151 154 896

5 20-24 129 155 276 264 178 185 1187

6 25-29 130 138 269 253 218 219 1277

7 30-34 134 138 257 248 160 163 1100

8 35-39 144 135 195 185 108 155 922

9 40-44 156 137 199 185 153 154 984

10 45-49 151 122 200 192 126 115 906

11 50-54 127 132 214 197 124 89 883

12 55-59 121 128 190 205 122 108 874

13 60-64 118 138 103 98 20 22 499

8
65
14 335 326 203 209 21 30 1124
Keatas

JUMLAH 2209 2119 3018 2935 2040 1983 14304

B. Sosial Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja Puskesmas Cirangkong Sebagian besar
pertanian dan ada beberapa peternakan ayam.

2.3 Sumber Daya Kesehatan


A. Ketenagaan
Gambaran Ketenagaan di UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun 2017
Yang Ada
No. Jenis Tenaga
PNS PTT Sukwan Total
1 Ka. PKM 1 - - 1
2 Ka. TU 1 - - 1
3 Dokter Umum 1 - - 1
4 Apoteker - - 1 1
5 Bidan Puskesmas 1 1 5 7
6 Bidan Desa 3 - 1 4
7 Perawat Kesehatan 7 - 6 13
8 Perawat Gigi 1 - - 1
9 Analis - - 2 2
10 Sanitarian - - - -
11 Gizi 1 - - 1
12 Sopir - - 1 1
13 Akuntansi - - - -

9
Gambaran pegawai berdasarkan Pendidikan di UPTD Puskesmas Cirangkong
Tahun 2017
No. Pendidikan Jumlah Keterangan

1 S2 1

2 S1 Kesehatan 5

3 S1 Non Kesehatan 3

4 D3 21

5 D1 -

6 SMA 3

7 SMP -

Jumlah 33

B. Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan


1. Fasilitas Kesehatan Pemerintah
 Pustu :
 Puskesmas Keliling : 1 Unit Kendaraan Roda 4
 Kendaraan Roda 2 : 1 Unit

Fasilitas-Fasilitas UPTD Puskesmas Cirangkong


1) Gedung Rawat Jalan
Dilantai satu dengan jenis layanan :
a) Poli umum
b) Poli gigi
c) Poli KIA
d) Laboratorium
e) Apotek
2) Toilet Pasien
3) Gedung obat, Alkes, dan Bahan medis habis pakai
4) Gudang arsip
5) Ruang pertemuan
6) Jenset
7) Tempat parkir
8) Mushola
9) Puskesmas keliling, disetiap desa
10) Transportasi Ambulance

10
2. Fasilitas Kesehatan Swasta
Sarana Fasilitas Kesehatan Swasta di UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun
2017

No. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jumlah

1 Rumah Sakit Umum -

2 Rumah sakit bersalin -

3 Rumah bersalin 5

4 Bidan Praktek Swasta 5

5 Puskesmas Pembantu -

6 Klinik 2

7 Dokter Spesialis 2

8 Dokter Umum 6

9 Dokter Gigi 4

10 Dokter Hewan 5

11 Apotik 2

12 Toko Obat -

13 Batra 20

14 Tukang Gigi 3

11
2.4 Keuangan
1. Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan yang dimiliki UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun
2017

No. Sumber Dana Jumlah Ket

1 JKN 622.341.666

2 BOP 455.600.000

3 BOK 41.556.250

Total Sumber Pembayaran 1.119.497.916

2. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan yang dimiliki UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun
2017

No. Sumber Pendapatan Jumlah Ket

1 Karcis Kunjungan 5.225.000

2 Kapitasi BPJS 371.327.084

3 Tindakan Medis operatif tak terencana 0

4 Pelayanan penunjang (Lab) 0

5 Pelayanan Medik Gigi 275.000

6 Pelayanan Kebidanan 670.000

12
BAB III

CAKUPAN HASIL KEGIATAN

3.1 ANALISA SITUASI

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang
menyerang pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli. Penyakit ISPA yang
menjadi masalah dan masuk dalam program penanggulangan penyakit adalah
pneumonia karena merupakan salah satu penyebab kematian anak. Pneumonia adalah
infeksi akut yang menyerang jaringan paru (alveoli). Infeksi ini bisa disebabkan oleh
bakteri, jamur, virus atau kecelakaan karena menghirup cairan atau bahan kimia.
Populasi rentan yang terserang pneumonia adalah anak umur < 2 tahun. Penemuan
dan tatalaksana kasus adalah salah satu kegiatan program penanggulangan

Puskesmas Cirangkong terletak di Kecamatan Cijambe kabupaten Subang yang


mempunyai luas wilayah ± 6742,8 ha, sebagian besar adalah pesawahan, perkebunan,
kehutanan. Wilayah kerja terdiri dari 3 desa yaitu Desa Cirangkong, Cikadu,
Cimenteng.
Jumlah Penduduk di wilayah Puskesmas Cirangkong adalah 14.439 jiwa,
terdiri dari Desa Cirangkong 4.268 jiwa, Desa Cikadu 5.991 jiwa dan Desa
Cimenteng 4.180 jiwa.
Jumlah Penduduk usia Balita ( 10% dari jumlah penduduk) desa cirangkong
terdiri dari 427 balita, desa cikadu 599 balita dan desa cimenteng 418 balita.
Jumlah kunjungan balita batuk dan kesukaran bernapas pada tahun 2017 berjumlah
259 balita sedangkan penemuan penderita pneumonia balita desa Cirangkong
ditemukan 15 kasus dengan persentasi 76 % , desa cikadu 109 kasus dengan
persentasi 72 % dan Penemuan kasus pneumonia di desa cimenteng

13
14
GRAFIK 3.1
KASUS PNEUMONIA BALITA DAN CAKUPAN PROGARM

25 77.00
76.00
20
75.00
15 74.00

10 73.00
72.00
5
71.00
0 Kasus Cakupan 70.00
Cirangkong Cikadu Cimenteng

15
GRAFIK 3.2

CAKUPAN PENEMUAN PNEUMONIA

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2017

82.00
80.00

76.07
78.00
76.00

73.45
72.50
%

72.26
74.00
72.00
70.00
68.00

Cakupan Target

16
GRAFIK 3.3

GRAFIK PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA PERBULAN

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2017
7

6 6 6

5 5 5

4 4 4 4 4

3 3 3 3

2 2

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

17
GRAFIK 3.4

KASUS ISPA BERDASARKAN KLASIFIKASI

100.00% 80.93%

80.00%

60.00%

40.00% 19.07%
20.00% 0.00%
0.00%
Pneumonia Pneumonia Berat Batuk Bukan Pneumonia

18
GRAFIK 3.5

PNEUMONIA BAYI, BALITA DAN UMUR LEBIH 5 TAHUN

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2017

0, 0%

16, 33%

33, 67%

Bayi Balita ≥ 5 Tahun

19
PWS PNEUMONIA

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2017

120
108 108
100
90 90
80
72 72 72 72 73.45
60
54 54 54
40
36

20

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN
Cakupan JUL AGS
Target SEP OKT NOP DES Pus

20
BAB IV
PEMECAHAN MASALAH

4.1 IDENTIFIKASI MASALAH


Tabel 4.1
Identifikasi Masalah

NO. UPAYA TARGET CAPAIAN KESENJANGAN MASALAH

Adanya kesenjangan cakupan penderita pneumonia


Cakupan penemuan penderita balita sebanyak 17 orang balita dari target 66
1 66 100% 49 74,24 % 17 25,76%
Pneumonia balita pencapaian 49 orang di wilayah puskesmas
cirangkong tahun 2017

21
4.2 PRIORITAS MASALAH
Tabel 4.2
Prioritas Masalah

NO. MASALAH U S G TOTAL

Cakupan penderita Pneumonia Balita tidak mencapai target dengan kesenjangan


1 4 4 4 12
25,76%

22
4.3 AKAR MASALAH
Tabel 4.3
Akar Masalah

Penyebab Masalah
NO. MASALAH
Lingkungan Manusia Sarana Metode Dana
Kurangnya
transport untuk
Kurang
Masih adanya daerah Kurang aktifnya petugas & kader
Cakupan penderita Pneumonia Balita Kurangnya alat dan optimalnya
yang terisolir dan petugas dalam dalam kegiatan
1 tidak mencapai target dengan bahan untuk petugas dalam
infrastruktur yang susah melaksanakan penjaringan
kesenjangan 25,76% penyuluhan melaksanakan
dijangkau penjaringan kasus,Penyuluhan
kunjungan rumah
& Care seeking
balita ispa
Pengetahuan Kurang
masyarakat masih optimalnya
kurang memadai petugas dalam
sehingga penyampaian memberikan
informasi masih sulit penyuluhan
Ketidaktahuan
masyarakat mengenai
bahaya dari Penyakit
Ispa dan Pneumonia

t
23
4.4 PEMECAHAN
Tabel 4.4
Pemecahan Masalah

ALTERNATIF PEMECAHAN
NO. MASALAH PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF TERPILIH
MASALAH

Cakupan penderita Pneumonia Balita - Melakukan kerjasama lintas program Melakukan kerjasama lintas
Masih adanya daerah yang terisolir dan program
1 tidak mencapai target dengan
infrastruktur yang susah dijangkau
kesenjangan 25,76%
Pengetahuan masyarakat masih kurang  Mengadakan penyuluhan tentang Mengadakan penyuluhan tentang
ISPA /pneumonia penyakit ISPA/pneumonia
memadai sehingga penyampaian
 Mengadakan sosialisasi tentang
informasi masih sulit
ISPA/pneumonia
Kurang Aktifnya petugas dalam  Melaksanakan penjaringan Melaksanakan Penjaringan
melaksanakan penjaringan/pelacakan

 Mengadakan penyuluhan tentang


bahaya ISPA / pneumonia Mengadakan penyuluhan tentang
Ketidaktahuan masyarakat mengenai  Mengadakan sosialisasi tentang bahaya ISPA / pneumonia
bahaya dari Penyakit Ispa dan Pneumonia bahaya ISPA/pneumonia

Kurangnya alat dan bahan untuk  Pengajuan alat dan bahan untuk Melakukan kerjasama lintas sector
penyuluhan
penyuluhan
 Pengajuan media penyuluhan
 Pengajuan alat transportasi untuk
kegiatan ISPA

24
 Melakukan kerjasama lintas sector
Kurang optimalnya petugas dalam  - melaksanakan kunjungan rumah  Melaksanakan kunjungan
pada balita penderita rumah/care seeking
melaksanakan kunjungan rumah
ispa/pneumonia
Kurang optimalnya petugas dalam  Mengadakan penyuluhan secara  Membuat jadwal penyuluhan
berkala
memberikan penyuluhan
 Membuat jadwal penyuluhan
Kurangnya transport untuk petugas &  Pengajuan transport untuk petugas  Pengajuan transport untuk
kader dalam kegiatan penjaringan & kader dalam kegiatan petugas & kader dalam
kasus,Penyuluhan & Care seeking balita penjaringan ,Penyuluhan & Care kegiatan penjaringan
ispa seeking balita ispa ,Penyuluhan & Care seeking
balita ispa

25
BAB V

RENCANA USULAN KERJA (RUK)

Tabel 5.1

Rencana Usulan Kerja (RUK) ISPA

Kebutuhan
Kebutuhan
Upaya Target Mitra Waktu Anggaran Indikator Sumber
No Kegiatan Tujuan Sasaran Penanggungjawab Sumber
Kesehatan Sasaran Kerja Pelaksanaan Jenis Rincian Kinerja Pembiayaan
daya
Belanja Kegiatan

1 Cakupan Melakukan Untuk memudahkan Lintas 100% Kepala puskesmas, PP promkes kader 100% Lintas
penemuan kerjasama petugas dalam program kerjasama petugas ISPA, PJ kerjasama program
melaksanakan kegiatan dengan UKM dengan
penderita lintas program dengan keterbatasan program lain program lain
Pneumonia alat transportasi dapat dapat
balita dilaksanakan dilaksanakan
Melakukan Untuk membuat masyrakat 100% semua Kepala puskesmas, Petugas 100% semua
penjaringan petugas lebih aktif pasien Petugas ISPA, PJ ISPA pasien
dalam melaksanakan penderita ISPA UKM penderita
penjaringan dapat terjaring ISPA dapat
terjaring
Penyuluhan Untuk meningkatkan masyarakat 100% Kepala puskesmas, petugas 100%
tentang ISPA pengetahuan masyarakat petugas ISPA, PJ ISPA masyarakat
masyarakat sehingga dapat UKM dapat
penyampaian informasi mengetahui mengetahui
jadi mudah tentang ISPA tentang
ISPA
Penyuluhan untuk masyarakat 100% Kepala puskesmas Petugas 100%
tentang bahaya masyarakat petugas ISPA, PJ ISPA masyarakat
ISPA meningkatkan dapat mengerti UKM dapat
pengetahuan tentang bahaya mengerti
masyarakat mengenai ISPA tentang
bahaya dari ISPA bahaya
ISPA

26
Melakukan Untuk memudahkan Lintas 100% Kepala puskesmas, PP promkes kader 100% Lintas sector
kerjasama petugas dalam sektor kerjasama petugas ISPA, PJ kerjasama
melaksanakan kegiatan dengan sector UKM dengan
lintas sector dengan keterbatasan lain dapat program lain
alat transportasi dilaksanakan dapat
dilaksanakan
Kepala puskesmas, PP promkes kader
Melaksanakan Untuk memastikan Ibu balita 100 % balita petugas ISPA, PJ
kunjungan agar penderita penderita penderita ispa UKM
rumah/care pneumonia tidak jatuh pneumonia
ke klasifikasi berat
seeking

Pembuatan Untuk mengoptimalkan Jadwal 100% jadwal Kepala puskesmas, Jadwal 100%
jadwal petugas dalam penyuluhn petugas ISPA, PJ penyuluhan jadwal
penyuluhan memberikan dapat dibuat UKM penyuluhan
penyuluhan dapat dibuat
Pengajuan Untuk terpenuhinya Petugas 100% transport Kepala puskesmas, 100%
transport transport petugas dan dan kader untuk petugas petugas ISPA, PJ transport
kader dalam melakukan dan kader UKM untuk
untuk petugas penjaringan,penyuluhan dapat petugas dan
& kader & care seekinh terpenuhi kader dapat
dalam terpenuhi
kegiatan
penjaringan
,Penyuluhan
& Care
seeking balita
ispa

27
BAB VI

PENUTUP

6.1 KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
1. Laporan tahunan P2 ISPA ini dirasakan sangat bermanfaat bagi
Puskesmas, khusunya dalam rangka mewujudkan “Akuntabilitas kinerja
instansi pemerintah/puskesmas” kepada masyarakat, dimana laporan
tahunan P2 ISPA ini dapat dijadikan pedoman dan acuan kerja bagi
puskesmas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pos terdepan
dalam system pelayanan yang prima kepada masyarakat yang dilayani.
2. Keberhasilan sesuatu kegiatan atau program tergantung dari bagaimana
perencanaan suatu kegiatan atau program itu dibuat, karena sangat
terkait dengan fungsi – fungsinya manajemen selanjutnya.
3. Tingkat kepedulian masyarakat kepada masalah kesehatan yang sangat
bervariasi antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok
masyarakat lain.
4. Penyakit ISPA adalah salah satu penyakit yang banyak diderita bayi dan
anak-anak, penyebab kematian dari ISPA yang terbanyak karena
Pneumonia. Klasifikasi penyakit ISPA tergantung kepada pemeriksaan dan
tanda-tanda bahaya yang diperlihatkan penderita, Penatalaksanaan dan
pemberantasan kasus ISPA diperlukan kerjasama semua pihak, yaitu
peranserta masyarakat terutama ibu-ibu, dokter, para medis dam kader
kesehatan untuk menunjang keberhasilan menurunkan angka, kematian
dan angka kesakitan sesuai harapan pembangunan nasional.

Kepala UPTD Puskesmas Cirangkong Cirangkong, Januari 2018


, Pelaksana Program Ispa,

Hj Entin Suharti,S.Pd,S.Kep,M.Kes Hj Rina mardiani,S.Kep,NS


NIP.19680928 199403 2 007 NIP 197803152010012 001

28
29

Anda mungkin juga menyukai