Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN TAHUNAN

PROGRAM ISPA
TAHUN 2018

UPTD PUSKESMAS CIRANGKONG


KECAMATAN CIJAMBE KABUPATEN SUBANG
TAHUN 2018

i
KATA PENGANTAR

Dengan memohon Rahmat Allah SWT akhirnya penyusunan Laporan Tahunan Program
ISPA Puskesmas Cirangkong Tahun 2018 Alhamdulillah telah selesai dibuat.

Tujuan disusunnya Laporan Tahunan ini adalah untuk dapat lebih meningkatkan lagi
Program ISPA di masa yang akan datang dan dapat digunakan sebagai bahan
perbandingan untuk laporan tahunan tahun berikutnya.

Selain itu juga dengan adanya laporan tahunan ini dapat menggambarkan data dan
cakupan Program Filariasi pada Puskesmas Cirangkong.

Semoga Laporan tahunan Program ISPA ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
untuk Profil Puskesmas dan juga dapat dijadikan bahan pertimbangan pada tingkat
Kabupaten dalam menentukan kebijakan khususnya yang menyangkut upaya peningkatan
keberhasilan Program ISPA ini.

Saya menyadari sepenuhnya mengingat keterbatasan serta kendala yang dihadapi tentunya
penyusunan laporan tahunan ini masih jauh dari apa yang diharapkan untuk itu penyusun
mengharapkan masukan, bimbingan serta arahan dalam rangka upaya peningkatan
keberhasilan program ISPA.

Hormat saya,

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... iv
DAFTAR GRAFIK ............................................................................................. v

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1


1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Tujuan ......................................................................................... 3
A. Tujuan Umum ...................................................................... 3
B. Tujuan Khusus ..................................................................... 3
1.3 Sasaran ........................................................................................ 3
1.4 Kebijakan .................................................................................... 4
1.5 Strategi ........................................................................................ 4

BAB II GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS CIRANGKONG ..... 5


2.1 Geografis ..................................................................................... 5
2.2 Lingkungan Sosial Ekonomi ....................................................... 6
A. Kependudukan ..................................................................... 7
B. Sosial Ekonomi .................................................................... 9
2.3 Sumber Daya Kesehatan ............................................................. 9
A. Ketenagaan ........................................................................... 9
B. Sarana dan Prasarana ........................................................... 10
2.4 Keuangan..................................................................................... 12

BAB III CAKUPAN HASIL KEGIATAN ...................................................... 13


3.1 Analisa Situasi............................................................................. 13
3.2 kasus penemuan balita dan cakupan program ............................. 14
3.3 cakupan penemuan pneumonia ................................................... 15
3.4 penemuan penderita pneumonia perbulan ................................... 16
3.5 kasus ispa berdasarkan klasifikasi ............................................... 17
3.6 Pneumonia bayi, balita, dan umur lebih dari 5 tahun .................. 18
3.7 PWS pneumonia .......................................................................... 19

BAB IV PEMECAHAN MASALAH .............................................................. 20

ii
4.1 Identifikasi Masalah .................................................................... 20
4.2 Prioritas Masalah......................................................................... 21
4.3 Akar Penyebab Masalah .............................................................. 22
4.4 Pemecahan masalah .................................................................... 23

BAB V RENCANA USULAN KERJA .......................................................... 25


BAB VI PENUTUP ........................................................................................... 27
6.1 Kesimpulan dan Saran................................................................. 27

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Cirangkong
Tahun 2018 ............................................................................................... 7

Tabel 2.2 Jumlah Estimasi Penduduk Puskesmas Cirangkong Tahun 2016 ............ 7

Tabel 2.3 Jumlah KK Miskin di Wilayah Kerja Puskesmas Cirangkong


Tahun 2018 ............................................................................................... 8

Tabel 4.1 Identfikasi Masalah ................................................................................... 20

Tabel 4.2 Prioritas Masalah ...................................................................................... 21

Tabel 4.3 Akar Penyebab Masalah ........................................................................... 22

Tabel 4.4 Pemecahan Masalah .................................................................................. 23

Tabel 5.1 Rencana Usulan Kerja (RUK) .................................................................. 25

iv
DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1 kasus pneumonia balita dan cakupan program ........................................ 14

Grafik 3.2 cakupan penemuan pneumonia ................................................................ 15

Grafik 3.3 Penemuan penderita pneumonia perbulan ................................................ 16

Grafik 3.4 Kasus ISPA berdasarkan klasifikasi ......................................................... 17

Grafik 3.5 Penemuan bayi, balita dan umur lebih 5 tahun…………………………. 18


\
Grafik 3.6 PWS ……………………………………………………………………. 19

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Latar Belakang Pembangunan dibidang kesehatan sebagai bagian dari
pembangunan nasional yang ditata dalam Sistem Kesehatan Nasional diarahkan
untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dan produktif sebagai
perwujudan dari kesejahteraan umum seperti yang dimaksud dalam
pembukaan undang-undang dasar 1945 dan undang-undang nomor 36 tahun
2009 tentang kesehatan. Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi
setiap penduduk, pelayanan kesehatan harus dilaksanakan secara menyeluruh
dan terpadu dalam pelayanan kesehatan perorangan, pelayanan kesehatan
keluaraga maupun pelayanan kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2006). Usaha
peningkatan kesehatan masyarakat pada kenyataannya tidaklah mudah seperti
membalikkan telapak tangan saja, karena masalah ini sangatlah kompleks,
dimana penyakit yang terbanyak diderita oleh masyarakat terutama pada yang
paling rawan yaitu ibu dan anak, ibu hamil dan ibu meneteki serta anak bawah
lima tahun (Rasmaliah, 2008: ). Sebagai upaya mewujudkan Visi Indonesia Sehat
2010, pemerintah telah menyusun berbagai program pembangunan dalam
bidang kesehatan antara lain kegiatan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
baik yang bersifat promotif preventif, kuratif dan rehabilatif di semua aspek
lingkungan kegiatan pelayanan kesehatan (WHO, 2003). Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian yang paling
banyak terjadi pada anak di negara sedang berkembang. Infeksi Saluran
Pernapasan Akut ini menyebabkan 4 dari 15 juta perkiraan kematian pada anak
berusia di bawah 5 tahun pada setiap tahunnya sebanyak dua pertiga kematian
tersebut adalah bayi (WHO, 2003). Penyakit saluran pernapasan pada masa bayi
dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
dimana ditemukan adanya hubungan dengan terjadinya Chronic obstructive
pulmonary disease (WHO, 2003). Infeksi saluran Pernapasan Atas (ISPA) dapat
menyebabkan demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan (Bidulh, 2002). Salah
satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi
Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian
atas dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah suatu

1
penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang
maupun dinegara maju (WHO, 2003 ).
Di Indonesia terjadi lima kasus diantara 1000 bayi atau Balita, ISPA
mengakibatkan 150.000 bayi atau Balita meninggal tiap tahun atau 12.500
korban perbulan atau 416 kasus perhari, atau 17 anak perjam atau seorang bayi
tiap lima menit (Siswono, 2007). Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab
penyakit ISPA yaitu antara lain: Umur, Jenis Kelamin, Keadaan Gizi, Kekebalan,
Lingkungan, Imunisasi Yang Tidak Lengkap dan Pemberian Asi Ekslusif yang tidak
sesuai (Depkes, 2002). Kurangnya pengetahuan ibu tentang Imunisasi pertusis
menyebapkan banyaknya balita terkena ISPA, Imunisasi pertusis yakni imunisasi
yang diberikan agar balita tidak rentan terkena Infeksi Saluran Pernapasan.
Diperkirakan kasus pertusis sejumlah 51 juta dengan kematian lebih dari
600.000 orang, namun hanya 1,1 juta penderita dilaporkan dari 163 negara
dalam tahun 1983. Hampir 80 % anak- anak yang tidak di imunisasi menderita
sakit pertusis sebelum umur 5 tahun. Kematian karena pertusis, 50 % terjadi
pada bayi (umur < 1 tahun). Anak berumur di bawah 2 tahun mempunyai risiko
terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut lebih besar dari pada anak di atas 2
tahun sampai 5 tahun, keadaan ini karena pada anak di bawah umur 2 tahun
imunitasnya belum sempurna dan lumen saluran nafasnya relatif sempit
(Daulay, 2008).
Program P2 Ispa bertujuan untuk menurukan angka kesakitan dan
kematian yang disebabkan oleh penyakit pneumonia.Strategi dalam
penanggulangan pneumonia adalah penemuan dini dan tatalaksana anak batuk
dan atau kesukaran bernafas yang tepat.
Sejak 1990 Departemen Kesehatan telah mengadaptasi, menggunakan
dan menyebarluaskan pedoman tatalaksana pneumonia balita yang bertujuan
untuk menurunkan angka kematian balita karena pneumonia. Saat ini
pelaksanaan program P2 Ispa dalam upaya penanggulangan pneumonia akan
lebih ditingkatkan sehingga cakupan penemuan dini dan tatalaksana pneumonia
balita akan lebih dapat berhasil mencapai sasarannya.
Puskesmas merupakan pusat pengembangan pembinaan dan
pelayanan kesehatan masyarakat dan merupakan pos terdepan dalam
pembangunan kesehatan masyarakat.
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas
adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni

2
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi
setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya.
Untuk melihat sejauh mana upaya yang dilaksanakan Puskesmas dalam
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dan tingkat
keberhasilan program-program kegiatan puskesmas, maka diperlukan evaluasi
atas kegiatan setiap bulan.

1.2 TUJUAN
A. Tujuan Umum
Untuk mengevaluasi sejauh mana program P2 Ispa yang dilaksanakan di
Puskesmas Cirangkong dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dan
mengetahui perencanaan program P2 Ispa pada tahun 2017.

B. Tujuan Khusus
C. Untuk mengevaluasi angka kematian pneumonia balita di UPTD Puskesmas
Cirangkong
D. Untuk mengevaluasi angka kesakitan pneumonia balita di UPTD Puskesmas
Cirangkong
E. Untuk mengetahui faktor penghambat dan penunjang dari program Ispa di UPTD
Puskesmas Cirangkong
F. Untuk mengetahui permasalahan yang ada di UPTD Puskesmas Cirangkong
tahun 2018 dan untuk perbaikan di tahun berikutnya
G. Mengetahui sasaran desa yang sudah mencapai target
H. Mengetahui rencana kegiatan program Ispa di UPTD Puskesmas Cirangkong pada
tahun 2018
I. Untuk melaksanakan pertanggung jawaban di bidang administrasi dalam bentuk
pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan

1.3 SASARAN
Sasaran kegiatan program ISPA ditujukan pada kelompok usia balita yaitu bayi
( 0 - <1 tahun) dan anak balita ( 1 - < 5 tahun) dengan focus penanggulangan pada
penyakit Pneumonia

3
1.4 KEBIJAKAN
1. Melaksanakan promosi penanggulangan pneumonia balita sehingga masyarakat,
mitra kerja terkait dan penganbil keputusan mendukung pelaksanaan
penanggulangan pneumonia balita.
2. Melaksanakan penemuan penderita melalui sarana kesehatan dasar (pelayanan
kesehatan di desa, puskesmas pembantu, puskesmas dan sarana rawat jalan RS)
dibantu oleh kegiatan posyandu dan kader posyandu.
3. Melaksanakan tatalaksana standar penderita ISPA dengan deteksi dini pengobatan
yang tepat dan segera pencegahan komplikasi dan rujukan ke sarana kesehatan
yang lebih memadai.
4. Melaksanakan survelen kesakitan dan kematian pneumonia balita serta faktor
resikonya termasuk faktor resiko lingkungan dan kependudukan.

1.5 STRATEGI
1. Promosi penanggulangan pneumonia balita melalui advokasi bina suasana dan
gerakan masyarakat.
2. Penurunan angka kesakitan dilakukan dengan upaya pencegahan atau
penanggulangan faktor resiko melalui kerjasama lintas program dan lintas sector,
seperti melalui kerja sama dengan program imunisasi program bina kesehatan
balita, program gizi dan program kesling.
3. Peningkatan penemuan melalui upaya peningkatan prilaku masyarakat dalam
pencaharian pengobatan yang tepat.
4. Malaksanakan tatalaksana kasus melalui pendekatan MTBS dan audit kasus untuk
penigkatan kualitas tatalaksana kasus ISPA
5. Peningkatan survelen ISPA melalui kegiatan survelen rutin, autopsy verbal dan
pengembangan informasi kesehatan serta audit manajemen program.

4
BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1 GEOGRAFI
Wilayah kerja Puskesmas Cirangkong terletak dibelahan selatan Kota Subang
dengan wilayah kerja meliputi 3 desa dengan luas wilayah ± 6742,8 Ha, diantaranya :
1. Desa Cirangkong : 1306,8 ha
2. Desa Cikadu : 4014 ha
3. Desa Cimenteng : 1422 ha

UPTD Puskesmas Cirangkong adalah puskesmas induk terletak di Kecamatan


Cijambe Kabupaten Subang dengan jumlah penduduk 14.143 jiw dan luas wilayah
6742,8 ha yang dapat ditempuh ± 15 KM dengan waktu tempuh ± 30 menit dari
ibukota Kabupaten Subang.

Adapun batas wilayah kerja adalah :


 Disebelah Utara : Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Wangi
 Disebelah Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Cibogo
 Disebelah Selatan : Wilayah kerja PKM Kasomalang dan Cisalak
 Disebelah Barat : Wilayah kerja Puskesmas Jalan Cagak

Gambar 2.1 Peta Wilayah Puskesmas Cirangkong

5
PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIRANGKONG

Kondisi wilayah kerja :


 Luas wilayah 6742,8 ha
 Jarak ke ibu kota kabupaten ± 18 Km waktu tempuh ± 30 menit
 Pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian ± 600-800 diatas permukaan laut
 Kepadatan penduduknya adalah 5,1 Km2

2.2 Visi Misi Puskesmas Cirangakong

“VISI”
MEWUJUDKAN PUSKESMAS CIRANGKONG YANG
RESPONSIF,BERKUALITAS DAN BERBUDAYA GOTONG ROYONG

6
MISI
1.Memberikan Pelayanan Kesehatan Prima dengan mengutamakan pelayanan
Promotif dan preventif menuju Masyarakat “JAWARA RAGA”
2. Memandirikan Masyarakat hidup sehat dengan jiwa gotong royong
3. Meningkatkan Profesionalisme SDM dalam pelayanan kesehatan dan
pengembangan peran serta masyarakat baik lintas program maupun lintas sekto

A. Kependudukan
i. Data jumlah penduduk masing-masing Desa menurut jenis kelamin dan KK

Tabel 2.1
Data jumlah penduduk masing-masing Desa
Menurut Jenis Kelamin dan KK
Jenis Kelamin Jumlah Jumlah
No. Nama Desa
L P Penduduk KK
1 Desa Cirangkong 2.064 2.264 4.328 1.276
Desa Cikadu 2.842 3.093 5.935 1.882
Desa Cimenteng 1.905 2.150 4.055 1.346
Jumlah 6.812 7.507 14.318 4.504
Sumber : Profil Puskesmas 2018

ii. Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Pendidikan di Wilayah UPTD


Puskesmas Cirangkong Tahun 2018.

Tabel 2.2
Data jumlah penduduk Berdasarkan jenis Pendidikan di Wilayah
Puskesmas Cirangkong
Pendidikan
No. Desa
TK/PAUD SD SLTP SLTA
1 Cirangkong 3 3 2 3

2 Cikadu 2 5 - -

3 Cimenteng 2 4 1 1

Jumlah 7 12 3 4

iii. Data jumlah penduduk berdasarkan Status Ekonomi di Wilayah UPTD


Puskesmas Cirangkong Tahun 2018

7
Tabel 2.3
Data jumlah penduduk Berdasarkan Ekonomi di Wilayah UPTD Puskesmas
Cirangkong Tahun 2018
Jumlah Peserta BPJS
No. Nama
FBI Non FBI
1 Puskesmas Cirangkong 8210 721

Jumlah 8210 721

iv. Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Menurut Kelompok Umur di Wilayah


Kerja Puskesmas
Cirangkong Tahun 2018

Cirangkong Cikadu Cimenteng


No. Usia Laki- Laki- Laki- Jumlah
Perempuan Perempuan Perempuan
Laki Laki Laki

1 0-4 233 180 167 172 380 249 1381

2 5-9 142 136 218 215 119 176 1006

3 10-14 139 129 269 254 160 164 1112

4 15-19 150 125 262 254 151 154 896

5 20-24 129 155 276 264 178 185 1187

6 25-29 130 138 269 253 218 219 1277

7 30-34 134 138 257 248 160 163 1100

8 35-39 144 135 195 185 108 155 922

9 40-44 156 137 199 185 153 154 984

10 45-49 151 122 200 192 126 115 906

11 50-54 127 132 214 197 124 89 883

12 55-59 121 128 190 205 122 108 874

13 60-64 118 138 103 98 20 22 499

65
14 335 326 203 209 21 30 1124
Keatas

JUMLAH 2209 2119 3018 2935 2040 1983 14318

8
B. Sosial Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja Puskesmas Cirangkong Sebagian besar
pertanian dan ada beberapa peternakan ayam.

2.3 Sumber Daya Kesehatan


A. Ketenagaan
Gambaran Ketenagaan di UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun 2018
Yang Ada
No. Jenis Tenaga
PNS PTT Sukwan Total
1 Ka. PKM 1 - - 1
2 Ka. TU 1 - - 1
3 Dokter Umum 1 - - 1
4 Apoteker - 1 - 1
5 Bidan Puskesmas 1 1 6 8
6 Bidan Desa 3 - 1 4
7 Perawat Kesehatan 7 - 6 13
8 Perawat Gigi 1 - - 1
9 Analis - - 1 1
10 Sanitarian - - - -
11 Gizi 1 - - 1
12 Sopir - - 1 1
13 Akuntansi - - - -

Gambaran pegawai berdasarkan Pendidikan di UPTD Puskesmas Cirangkong


Tahun 2018

9
No. Pendidikan Jumlah Keterangan

1 S2 1

2 S1 Kesehatan 5

3 S1 Non Kesehatan 3

4 D3 21

5 D1 -

6 SMA 3

7 SMP -

Jumlah 33

B. Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan


1. Fasilitas Kesehatan Pemerintah
 Pustu :
 Puskesmas Keliling : 1 Unit Kendaraan Roda 4
 Kendaraan Roda 2 : 1 Unit

Fasilitas-Fasilitas UPTD Puskesmas Cirangkong


1) Gedung Rawat Jalan
Dilantai satu dengan jenis layanan :
a) Poli umum
b) Poli gigi
c) Poli KIA
d) Laboratorium
e) Apotek
2) Toilet Pasien
3) Gedung obat, Alkes, dan Bahan medis habis pakai
4) Gudang arsip
5) Ruang pertemuan
6) Jenset
7) Tempat parkir
8) Mushola
9) Puskesmas keliling, disetiap desa
10) Transportasi Ambulance

2. Fasilitas Kesehatan Swasta

10
Sarana Fasilitas Kesehatan Swasta di UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun
2018

No. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jumlah

1 Rumah Sakit Umum -

2 Rumah sakit bersalin -

3 Rumah bersalin -

4 Bidan Praktek Swasta -

5 Puskesmas Pembantu -

6 Klinik -

7 Dokter Spesialis -

8 Dokter Umum 1

9 Dokter Gigi -

10 Dokter Hewan -

11 Apotik -

12 Toko Obat -

13 Batra 1

14 Tukang Gigi -

11
2.4 Keuangan
1. Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan yang dimiliki UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun
2018

No. Sumber Dana Jumlah Ket

1 JKN 496.771.546

2 BOP 16.191.000

3 BOK 440.060.000

2. Sumber Pendapatan
Sumber pendapatan yang dimiliki UPTD Puskesmas Cirangkong Tahun
2018

No. Sumber Pendapatan Jumlah Ket

1 Karcis Kunjungan 5.225.000

2 Kapitasi BPJS 496.771.546

3 Tindakan Medis operatif tak terencana 0

4 Pelayanan penunjang (Lab) 295000

5 Pelayanan Medik Gigi 275.000

6 Pelayanan Kebidanan 690.000

12
BAB III

CAKUPAN HASIL KEGIATAN

3.1 ANALISA SITUASI

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang
menyerang pernapasan mulai dari hidung hingga alveoli. Penyakit ISPA yang
menjadi masalah dan masuk dalam program penanggulangan penyakit adalah
pneumonia karena merupakan salah satu penyebab kematian anak. Pneumonia adalah
infeksi akut yang menyerang jaringan paru (alveoli). Infeksi ini bisa disebabkan oleh
bakteri, jamur, virus atau kecelakaan karena menghirup cairan atau bahan kimia.
Populasi rentan yang terserang pneumonia adalah anak umur < 2 tahun. Penemuan
dan tatalaksana kasus adalah salah satu kegiatan program penanggulangan

Puskesmas Cirangkong terletak di Kecamatan Cijambe kabupaten Subang yang


mempunyai luas wilayah ± 6742,8 ha, sebagian besar adalah pesawahan, perkebunan,
kehutanan. Wilayah kerja terdiri dari 3 desa yaitu Desa Cirangkong, Cikadu,
Cimenteng.
Jumlah Penduduk di wilayah Puskesmas Cirangkong adalah 14.318 jiwa,
terdiri dari Desa Cirangkong 4.328 jiwa, Desa Cikadu 5.935 jiwa dan Desa
Cimenteng 4.055 jiwa.
Jumlah Penduduk usia Balita ( 10% dari jumlah penduduk) desa cirangkong
terdiri dari 427 balita, desa cikadu 599 balita dan desa cimenteng 418 balita.
Jumlah kunjungan balita batuk dan kesukaran bernapas pada tahun 2018 berjumlah
259 balita sedangkan penemuan penderita pneumonia balita desa Cirangkong
ditemukan 16 kasus dengan persentasi 80 % , desa cikadu 19 kasus dengan
persentasi 69 % dan Penemuan kasus pneumonia di desa cimenteng 15 kasus (80%)

13
GRAFIK 3.1
KASUS PNEUMONIA BALITA DAN CAKUPAN PROGARM
20 19 82.00
80.70
18 80.02 80.00
16
16 15 78.00

14 76.00

12 74.00

10 72.00

8 70.00
69.08
6 68.00

4 66.00

2 64.00

0 62.00
Cirangkong Cikadu Cimenteng

Kasus Cakupan

14
GRAFIK 3.2

CAKUPAN PENEMUAN PNEUMONIA

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2018

100.00

80.70
80.02
90.00

75.66
69.08
80.00
70.00
60.00
50.00
%

40.00
30.00
20.00
10.00
0.00

Cakupan Target

15
GRAFIK 3.3

GRAFIK PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA PERBULAN

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2018

5 5 5 5 5 5 5

4 4 4 4

3 3 3

2 2

0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

16
GRAFIK 3.4

KASUS ISPA BERDASARKAN KLASIFIKASI

83.66%
90.00%

80.00%

70.00%

60.00%

50.00%

40.00%

30.00%
16.34%
20.00%

10.00% 0.00%
0.00%
Pneumonia Pneumonia Berat Batuk Bukan Pneumonia

17
GRAFIK 3.5

PNEUMONIA BAYI, BALITA DAN UMUR LEBIH 5 TAHUN

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2018

0, 0%

9, 18%

41, 82%

Bayi Balita ≥ 5 Tahun

18
PWS PNEUMONIA

PUSKESMAS CIRANGKONG

TAHUN 2018

100
90 91 91 91 91 91 91

80
75.66
70 73 73 73

60
54 54
50
40
36
30
20
10
0
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES Pus
Cakupan Target

19
BAB IV
PEMECAHAN MASALAH

4.1 IDENTIFIKASI MASALAH


Tabel 4.1
Identifikasi Masalah

NO. UPAYA TARGET CAPAIAN KESENJANGAN MASALAH

Adanya kesenjangan cakupan penderita pneumonia


Cakupan penemuan penderita balita sebanyak 7 orang balita dari target 57
1 57 86% 50 75,76% 7 10,24 %
Pneumonia balita pencapaian 50 orang di wilayah puskesmas
cirangkong tahun 2018

20
4.2 PRIORITAS MASALAH
Tabel 4.2
Prioritas Masalah

NO. MASALAH U S G TOTAL

Cakupan penderita Pneumonia Balita tidak mencapai target dengan kesenjangan


1 4 4 4 12
10,24%

21
4.3 AKAR MASALAH

Man methode

 Kurangnya pengetahuan petugas kes tentang tatalaksana penyakit ispa pnemonia Penyuluhan yang belummaksimal

 Kurangnya aktifnya ptgs dlm penjaringan prosedur MTBS yang belum optimal

 Kurangnya kerjasama lintas program

 kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit ispa/pneumonia

 Kurang aktifnya petugas dalam kunjungan rumah (care seeking) Cakupan penderita
pneumonia balita
tdk mencapai target

 Buku tatalaksana MTBS terbatas kurangnyadukungandarikeluarga

 kurangnya alat & Bahan untuk mendeteksi gejala pneumonia masih ada daerah yang terisolir & infrastruktur yang sulit dijangkau

Material Lingkungan
22
4.4 PEMECAHAN
Tabel 4.4
Pemecahan Masalah

ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN MASALAH


NO. PRIORITAS MASALAH PENYEBAB MASALAH
MASALAH TERPILIH

Cakupan penderita Pneumonia Balita pembinaan dan sosialisasi terhadap Melaksanakan pembinaan dan
Kurangnya pengetahuan petugas petugas kesehatan terutama sosialisasi ttg tatalaksana
1 tidak mencapai target dengan
kesehatan tentang tatalaksana pneumonia tatalaksana ispa /pneumonia ispa/pneumonia
kesenjangan 10,25%
Kurang aktifnya petugas dalam memmbuat jadwal penjaringan dan Melaksanakan penjaringan
melaksanakan penjaringan melaksanakannya terhadap balita pneumonia

Melaksanakan kerjasama lintas Melaksanakan kerjasama lintas


Kurangnya kerjasama lintas program program program
Kurangnya pengetahuan masyarakat Melaksanakan penyuluhan tentang Melaksanakn penyuluhan tentang
penyakit pneumonia dan bahaya ttg bahaya pneumonia
tentang bahaya penyakit pneumonia
penyakit pneumonia

Kurang optimalnya petugas dalam Membuat jadwal penyuluhan dan Melaksanakan penyuluhan sesuai
melaksanakan penyuluhan melaksanakan sesuai jadwal jadwal
Melaksanakn kegiatan care seeking Melakukan care seeking terhadap
Kurang optimalnya petugas dalam
balita pneumonia
kegiatan care seeking
Meningkatkan prosedur MTBS Melaksanakan pemeriksaan
Prosedur mtbs yang belum optimal terhadap balita dengan prosedur
MTBS
Buku tatalaksana mtbs terbatas Pengajuan tentang buku tatalaksana Pengajuan pengadaan buku
MTBS tatalaksana MTBS
Leaflet/brosur/soundtimer terbatas Pengajuan leaflet/brosur dan Pengajuan leaflet/brosur dan
soundtimer soundtimer
23
Kurangnya dukungan dari keluarga Mengadakan penyuluhan secara Mengadakan penyuluhan secara
berkala berkala

Membuat jadwal penyuluhan


Masih ada daerah yang terisolir dan Melakukan kerjasama lintas program Melakukan kerjasama lintas
infrastruktur yang sulit dijangkau program

24
RENCANA USULAN KEGIATAN ( RUK )
UPTD PUSKESMAS CIRANGKONG
PROGRAM ISPA TAHUN 2020

KEBUTUHAN
UPAYA TARGET PENANGGU MITRA WAKTU KEBUTUHAN INDIKATOR SUMBER
KEGIATAN TUJUAN SASARAN SUMBER
KESEHATAN SASARAN NG JAWAB KERJA PELAKSANAAN ANGGARAN KINERJA PEMBIAYAAN
DAYA
Melaksankan Agar petugas Kepala 100% pembinaan dan
kesehatan 100% puskesmas, sosialisasi dapat
pembinaan petugas
memahami petugas dilaksanakan
dan tentang cara kesehatan ISPA, PJ Alat tulis,daftar
UKM Essensial Petugas Petugas
sosialisasi ttg mengklasifika memahami UKM hadir,buku februari 2019 Rp2,100,000 BOK
Program ISPA kesehatan MTBS
tatalaksana sikan tentang tentang tatalaksana ispa
ispa penyakit tatalaksana
/pneumonia pneumonia ispa
Melaksanakan agar semua 100% semua Kepala 100% semua pasien
penjaringan penderita pasien puskesmas, penderita ISPA dapat
terhadap balita pneumonia penderita petugas februari ,mei terjaring
Alat
pneumonia dapat terjaring Masyrakat pneumonia ISPA, PJ Kader ,agustus, Rp2,000,000 BOK
tulis,soundtimer
balita dapat UKM november 2019
terjaring

Penyuluhan Untuk masyarakat Pengetahuan


tentang ISPA meningkatkan yang belum masyarakat
pengetahuan memahami bertambah tentang
masyarakat tentang penyakit ISPA
sehingga penyakit Flipchart,daftar Petugas maret.juni,sep
Masyarakat Petugas ISPA Rp1,000,000 BOK
penyampaian ISPA hadir Promkes 2019
informasi jadi
mudah

25
Kunjungan Untuk melihat Bayi dan Pengetahuan orang
rumah care perkembanga balita Data penderita tua bertambah
seeking Bayi dan penderita maret.juni,sep,des tentang pengobatan
n bayi/balita Petugas ISPA ISPA Kader Rp3,000,000 BOK
balita pneumonia 2019 ISPA
setelah diberi pneumonia
pengobatan

Mendapatkan Petugas Tercatat dan


pemegang Buku pedoman terlaporkan penderita
informasi Bidan,
Pencatatan Lintas program tata laksana januari sd ISPA
hasil Petugas ISPA perawat
dan Pelaporan program pneumonia desember 2019
pelaksanaan pustu
balita
program ISPA

Mengetahui, Petugas Pemegang Program


Kepala UPTD Puskesmas Cirangkong

Hj Entin Suharti, Spd,S.Kep,M.Kes Hj Rina Mardiani, S.Kep, Ners


NIP. 19680928 199403 2 007 NIP. 19780315 201001 2 001

26
BAB VI

PENUTUP

6.1 KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
1. Laporan tahunan P2 ISPA ini dirasakan sangat bermanfaat bagi
Puskesmas, khusunya dalam rangka mewujudkan “Akuntabilitas kinerja
instansi pemerintah/puskesmas” kepada masyarakat, dimana laporan
tahunan P2 ISPA ini dapat dijadikan pedoman dan acuan kerja bagi
puskesmas dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pos terdepan
dalam system pelayanan yang prima kepada masyarakat yang dilayani.
2. Keberhasilan sesuatu kegiatan atau program tergantung dari bagaimana
perencanaan suatu kegiatan atau program itu dibuat, karena sangat
terkait dengan fungsi – fungsinya manajemen selanjutnya.
3. Tingkat kepedulian masyarakat kepada masalah kesehatan yang sangat
bervariasi antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok
masyarakat lain.
4. Penyakit ISPA adalah salah satu penyakit yang banyak diderita bayi dan
anak-anak, penyebab kematian dari ISPA yang terbanyak karena
Pneumonia. Klasifikasi penyakit ISPA tergantung kepada pemeriksaan dan
tanda-tanda bahaya yang diperlihatkan penderita, Penatalaksanaan dan
pemberantasan kasus ISPA diperlukan kerjasama semua pihak, yaitu
peranserta masyarakat terutama ibu-ibu, dokter, para medis dam kader
kesehatan untuk menunjang keberhasilan menurunkan angka, kematian
dan angka kesakitan sesuai harapan pembangunan nasional.

Kepala UPTD Puskesmas Cirangkong Cirangkong, Januari 2018


, Pelaksana Program Ispa,

Hj Entin Suharti,S.Pd,S.Kep,M.Kes Hj Rina mardiani,S.Kep,NS


NIP.19680928 199403 2 007 NIP 197803152010012 001

27
8.210

721

16.191.000

440.060.000

496.771.546

5.225.000

371.327.084

295.000

690.000

721

16.191.000

440.060.000

496.771.546

5.225.000

371.327.084

295.000

28
690.000

721

16.191.000

440.060.000

496.771.546

5.225.000

371.327.084

295.000

690.000

29

Anda mungkin juga menyukai