Anda di halaman 1dari 1

Pati singkong dapat diolah menjadi asam polilaktat (PLA) yang termasuk salah satu poliester

yang mudah terurai secara alami dan dapat diolah menjadi berbagai produk berbahan plastik.
Plastik ini dapat dibuat dengan memfermentasi pati singkong menggunakan enzim hidrolisis,
kemudian dimurnikan hingga menghasilkan asam laktat. Asam laktat tersebut lalu dikonversi
menjadi laktida pada reaktor dengan penyaluran tekanan dan suhu. Setelah itu laktida diberi
katalis hingga menjadi polilaktat.

Dalam bentuk tersebut poliaktat dicampur dengan bijih plastik untuk memproduksi kantong
plastik. Adanya pati singkong dapat mempercepat proses penguraian plastik di dalam tanah
hanya dalam waktu dua bulan.

Teknologi pencampuran plastik ramah lingkungan dari pati singkong ini diadopsi dari Amerika
Serikat. Namun bedanya disana plastik ramah lingkungannya terbuat dari tepung jagung karena
Amerika Serikat memiliki produksi jagung yang melimpah ruah.