Anda di halaman 1dari 48

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA AGREGAT DEWASA

DENGAN PENYAKIT MIOMA UTERI

Disusun Oleh :

Rizkya Dewi Safitri.


1130014067
4/B

Fasilitator :

Nety Mawardah Hatmanti, S.Kep.,Ns., M.Kep

PRODI S1 KEPERAWATAN
FAKULATAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NADLATUL ULAMA SURABAYA

2016
FORMAT

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA MIOMA UTERI

1. Pengkajian

KOMPONEN WINSHIELD SURVEY

NO. ELEMEN DESKRIPSI


1. Perumahan dan lingkungan a. Bentuk bangunan
b. Arsitektur
c. Jarak antara rumah dengan
halaman
d. Jarak antara rumah dengan
rumah
2. Lingkungan terbuka a. Luas
b. Kegunaan
3. Batasan daerah a. Timur
b. Selatan
c. Utara
d. Barat
4. Kebiasaan Tempat kumpul :
a. Berapa orang
b. Siapa saja
c. Dijam berapa saja
(warung, gardu, taman, lapangan,
cangkrukan, markas)
5. Transportrasi a. Jenis trasportasi
b. Akses jalan
6. Pusat pelayanan a. Klinik
b. Pusat rekreasi
c. Agen penyedia jasa (ojek,
becak, delman, kantor pos,
dll)
7. Pola konsumsi a. Toko
masyarakat/pusat pemenuhan b. Warung
kebutuhan masyarakat c. Pasar desa
8. Orang-orang pengguna jalan Siapa yang sering dijumpai dijalan :
a. Ibu-ibu dan bayi
b. Anak-anak sekolah
c. Pegawai
d. Pengangguran
e. Pedagang
9. Ras a. Suku
b. Bangsa
10. Kesehatan morbiditas a. Penyakit kronis
b. Penyakit akut
11. Agama a. Agama (islam, hindu, budha,
Kristen, koghucu)
b. Kepercayaan (ilmu putih, ilmu
hitam)
12. Politik Partai :
a. Poster
b. Siaran tv, radio
c. Koran
d. Majalah
e. Papan pengumuman
f. Kaos berlogo partai
13. Layanan perlindungan a. Pos kamling
b. Polsek
14. ISSUE a. Gosip
b. Opini/mitos
c. Fakta
15. Pencemaran lingkungan Pencemaran udara :
a. Asap pabrik
b. Asap kendaraan bermotor
c. Kebakaran hutan
d. Abu vulkanik dari gunung
merapi
16. Kondisi lingkungan rumah a. Udara kotor
b. Sampah berserakan
c. Penyumbatan selokan air
I. DATA INTI
1. Geografis
a. Provinsi daerah :
b. Kabupaten / Kotamadya :
c. Kecamatan :
d. Kelurahan / Desa :
e. Jumlah RT :
f. Jumlah RW :
g. Luas Wilayah : km2/Ha
h. Batasan wilayah
a) Utara :
b) Barat :
c) Selatan :
d) Timur :

2. Demografi
a. Jumlah RT :
b. Jumlah Penduduk :
c. Jumlah Penduduk Laki-Laki :
d. Jumlah Penduduk Perempuan :
e. Jumlah Penduduk Dewasa :
f. Sasaran penduduk dewasa dengan Mioma Uteri adalah
...Orang
g. Jumlah penduduk dewasa … terdiri dari … laki-laki dan …
perempuan
3. Demografi Fokus pada Agregat Dewasa
a. Tabel 1. Distribusi Agregat Dewasa (Fahrunniza, 2015)

Variabel Kategori Frekuensi Persentase Total

Umur 26-35 tahun


36-45 tahun
>46 tahun
Jenis Laki-Laki
Kelamin Perempuan
Suku Batak
Jawa
Sunda
Lainnya
Agama Islam
Kristen
Katolik
Buddha
Hindu
Konghuchu
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa umur 26-35 tahun
terdiri dari ..., umur 36-45 tahun..., umur >46 tahun ...,dan jenis
kelamin laki – laki ..., yang perempuan .... Sedangkan suku yang
dianut ... batak, ... sunda, ... jawa, ... lainnya. Dan agama yang
dianut oleh penduduk dewasa yaitu ... beragama islam, ...
beragama katolik, ... beragama kristen, ... beragama buddha, ...
beragama hindu, ... dan ... beragama konghucu.

b. Tabel 2. Statistik/Distribusi Vital


1) Distribusi frekuensi agregat dewasa dengan mioma uteri
statistik vital di kelurahan … kecamatan …
Variabel Kategori Frekuensi Presentase
Nyeri perut, pinggang
dan tungkai bagian
bawah
Gangguan defekasi
Perdarahan
Keluhan Dismenorhe
Adanya benjolan keras
pada perut bagian
bawah
Gangguan Miksi
Infertilitas
Biasa saja
Perasaan Sedih
Responden Cemas
Kecewa
Riwayat Ya
Keluarga Tidak
Terkena Mioma
Uteri

2) Distribusi frekuensi agregat dewasa dengan mioma uteri


berdasarkanriwayat haid
Tanpa
No Kategori Menoragia
Menoragia

1. Lamanya haid (hari)

2 Siklus Haid (hari)


3 Banyaknya haid (jumlah
pembalut)

Total

Berdasarkan tabel diatas didapatkan rata-rata lamanya haid pada


kelompok menoragia … dan kelompok tanpa tanpa menoragia yaitu …
lalu banyaknya haid dihitung dari jumlah pembalut yang di pakai, pada
kelompok menoragia di dapatkan … dan kelompok tanpa menoragia
sebanyak … kemudian siklus haid pada kedua kelompok tidak berbeda

3) Distribusi frekuensi status gizi mioma uteri pada agregat


dewasa (Rahmi, 2012)
No Kategori Status Gizi Frekuensi Persentase
1 Kurus ( <17,0)
2 Normal (17,0-18,0)
3 Gemuk (>25,0-27,0)
Total
Berdasarkan tabel diatas frekuensi status gizi mioma uteri dengan
kategori gemuk mendapat persentase …% normal ...% kurus …%,
mayoritas status gizi pada mioma uteri di kelurahan … kecamatan …
adalah kategori …

4) Distribusi frekuensi persentase penggunaan kontrasepsi


mioma uteri pada agregat dewasa (Wachidah, 2011)
Penggunaan Mioma Uteri
No Jumlah
kontrasepsi Ya Tidak
1 Oral (pil)
2 Suntik
3 IUD
4 MOW
Tidak memakai
5
kontrasepsi
Total
Berdasarkan tabel diatas persentase dari penggunaan kontrasepsi
sebesar …% dan yang tidak menggunakan kontrasepsi sebesar …%

II. 8 SUBSISTEM
1. A. Lingkungan Fisik :
a. Letak rumah
Tabel 1: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan letak rumah dikelurahan R kota T
No Kepemilikan Frekuensi Presentase
1 Pegunungan
2 Pantai
3 Perkotaan
4 Pedesaan
Jumlah
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

b. Kepemilikan rumah
Tabel 2: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan tipe kepemilikan rumah dikelurahan R kota T
No Kepemilikan Frekuensi Presentase
1 Rumah Sendiri
2 Kontrak / Sewa
3 Kost
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

c. Jenis atap
Tabel 4:Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan jenis atap di kelurahan R kota T
No Kepemilikan Frekuensi Presentase
1 Genteng
2 Bukan Genteng
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

d. Jenis dinding
Tabel 5:Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan jenis dinding di kelurahan R kota T
No Kepemilikan Frekuensi Presentase
1 Tembok
2 Bukan Tembok
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

e. Jenis lantai
Tabel 6: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan jenis lantai rumah dikelurahan R kota T
No Lantai Frekuensi Presentase
1 Tanah
2 Keramik
3 Semen
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...
f. Ventilasi rumah
Tabel 7 :Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan ventilasi rumah dikelurahan R kota T
No Jendela Frekuensi Presentase
1 Ada
2 Tidak Ada
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

g. Pencahayaan rumah
Tabel 8 :Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan pencahayaan rumah pada siang hari dikelurahan
R kota T
No Pencahayaan Frekuensi Presentase
1 Terang
2 Remang – remang
3 Gelap
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

h. Jarak rumah dengan rumah


Tabel 9 :Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan jarak rumah dikelurahan R kota T
No Jarak Rumah Frekuensi Presentase
1 Bersatu
2 Berdekatan
3 Terpisah
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

i. Halaman di setiap rumah


Tabel 10 :Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan halaman di setiap rumah dikelurahan R kota T

No. Jarak Rumah Frekuensi Persentase

1. Ada

2. Tidak ada

Jumlah `

Dari tabel diatas dapat disimpulkan ...

j. Pemanfaat pekarangan rumah


Tabel 11 :Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan pemanfaatan pekarangan rumah dikelurahan R
kota T

No. Pemanfaatan Frekuensi Persentase


Perkarangan

1. Kebun

2. Kolam

3. Kandang

4. Tidak
dimanfaatkan

Jumlah

Dari tabel diatas dapat disimpulkan ...


B. Sumber air :
a. Sumber air minum dan masak
Tabel 1: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan sumber air untuk memasak dan meminum
dikelurahan R kota T
No Sumber Air Frekuensi Presentase
1 PAM
2 Sumur
3 Air Mineral (Galon)
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

b. Tempat penampungan air


Tabel 2: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan tempat penampungan air untuk dikelurahan R
kota T
No Sumber Air Frekuensi Presentase
1 Bak Mandi
2 Gentong
3 Ember
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...

c. Sistem Pengelolaan Air Minum


Tabel 3: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan cara pengelolaan air minum dikelurahan R kota T.
NoCara Pengelolaan Frekuensi Presentase
1 Dimasak
2 Tidak Memasak
Jumlah
Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan ...
d. Kondisi Air
Tabel 4: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan kondisi Air dikelurahan R kota T
No
Cara Pengelolaan Frekuensi Presentase
1Berwarna
2Berasa
3Berbau
4Tidak
Berwarna/Berasa/Berbau
Jumlah
Berdasarkan tabel dapat disimpulkan ...

e. Jarak sumber air dengan septi tank


Tabel 5: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan jarak sumber air dengan septi tank dikelurahan R
kota T

No. Jarak Frekuensi Persentase

1. Kurang dari 10 meter

2. Lebih dari 10 meter

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

f. Kondisi tempat penampung air


Tabel 6: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan kondisi tempat penampungan air dikelurahan R
kota T

No. Kondisi Tempat Frekuensi Persentase

1. Tertutup
2. Terbuka

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

C. Sistem Pembuangan Sampah


a. Pembuangan sampah :
Tabel 1: Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan pembuangan sampah dikelurahan R kota T

No. Sistem Pembuangan Frekuensi %

1. Tempat Pembuangan
Umum

2. Di Sungai

3. Ditimbun

4. Dibakar

5. Disembarang tempat

Total

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

b. Tempat penampungan sampah sementara


Tabel 2:Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan tempat penampungan sampah sementara
dikelurahan R kota T

No. Penampungan Frekuensi Persentase


Sementara

1. Ada

2. Tidak ada/
sembarangan

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

c. Jarak tempat penampungan sampah dengan rumah


Tabel 3:Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan jarak tempat penampungan sampah dengan
rumahdikelurahan R kota T

No. Penampungan Frekuensi Persentase


Sementara

1. Kurang dari 5 meter

2. Lebih dari 5 meter

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

D. Pembuangan kotoran manusia


a. Kebiasaan keluarga buang air besar
Tabel 1:Distribusi frekuensi agregat dewasa mioma uteri
berdasarkan kebiasaan keluarga buang air besar dikelurahan
R kota T

No. Sistem Pembuangan Frekuensi Persentase

1. WC

2. Sungai

3. Sembarang tempat

Jumlah
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

b. Jenis jamban yang digunakan


Tabel 2:Distribusi frekuensi dewasa mioma uteri berdasarkan
jenis jamban yang digunakan dikelurahan R kota T

No. Jenis Jamban Frekuensi Persentase

1. Cembung

2. Plengsengan

3. Leher angsa

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

c. Sistem pembuangan air limbah


Tabel 3:Distribusi frekuensi dewasa mioma uteri berdasarkan
sistem pembuangan air limbah dikelurahan R kota T

No. Tempat Pembuangan Frekuensi Persentase

1. Resapan

2. Selokan

3. Sembarang Tempat

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

E. Sumber polusi udara :


a. Tabel 1:Distribusi frekuensi dewasa mioma uteri berdasarkan
sumber polusi udasardikelurahan R kota T
No. Sumber Polusi Udara Frekuensi Persentase

1. Motor

2. Mobil

3. Pabrik

4 Asap Gunung Berapi

5 Kebarakan Hutan

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

2. PENDIDIKAN KOMUNITAS :

1. Kesehatan :

a. Pendidikan kesehatan pada lingkup perumahan


a. Penyuluhan kesehatan
b. Kerja bakti kebersihan lingkungan perumahan
b. Pendidikan kesehatan pada lingkungan kerja
a. Penyuluhan kesehatan
b. Kerja bakti kebersihan lingkungan kerja

3. KEAMANAN DAN KESELAMATAN :


Tabel 1:Distribusi frekuensi dewasa mioma uteri berdasarkan
keamanan dan keselamatan dikelurahan R kota T

No. Sumber Polusi Udara Ada Tidak Ada

1. Pos Kaming

2. Polsek

Jumlah
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

4. KEBIJKAN PEMERINTAH TERKAIT DENGAN KESEHATAN :


a. Kepemilikan asuransi :

No. Pendanaan Kesehatan Frekuensi Persentase

1. BPJS

2. Manulife

3. Umum

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

5. PELAYANAN KESEHATAN YANG TERSEDIA PADA DAERAH


TERSEBUT :

No. Tempat berobat Frekuensi Persentase


keluarga

1. Puskesmas

2. Rumah Sakit

3. Dokter Praktik Swasta

4. Bidan/Perawat

5. Balai
Pengobatan/Poliklinik

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...


6. SARANA INFORMASI DAN KOMUNIKASI TENTANG KESEHATAN
DI LINGKUNGN RUMAH :

No. Sarana Informasi dan Frekuensi Persentase


Komunikasi tentang
Kesehatan

1. Telepon rumah

2. Telepon umum

3. Koran

4. Radio

5. HP

6 Internet

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

7. SISTEM EKONOMI :
a. Pekerjaan

No Kategori Frekuensi persentase


1. PNS
2. Swasta
3. Wirausaha
4. Pengangguran
Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...


b. Penghasilan

No Penghasilan dalam sebulan Frekuensi persentase


1. Rp. 500.000
2. Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000
3. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000
4. Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000
5 > 3.000.000
Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ...

8. TEMPAT REKREASI :

No. Tempat Rekreasi Frekuensi Persentase

1. Taman

2. Lapangan Sepak Bola

3. Persawahan

4. Wisata Lain

Jumlah

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan ..

III. PERSEPSI
a. Masyarakat
1) Kurangnya pengetahuan tentang penyakit mioma uteri yang
dapat dipengaruhi dengan faktor budaya
2) Pernyataan umum tentang kesehatan masyarakat setempat
b. Perawat
Sebagai perawat memberikan edukasi tentang penyakit mioma uteri
bagaimana pencegahan, pengetahuan dari penyakit.

Domain 1 : Promosi Kesehatan

Kategori Kelas 2. Kelas 2. Kelas 2.


Manajemen Manajemen Manajemen
kesehatan kesehatan kesehatan

Perilaku
kesehatan Ketidakefektifan Kesiapan
cenderung manajemen meningkatkan
berisiko – kesehatan- 00078 manajemen
00188 kesehatan – 00162
Definisi Hambatan Pola pengaturan Pola pengaturan
kemampuan dan dan
untuk pengintegrasian ke pengintegrasian ke
mengubah dalam kebiasaan dalam kehidupan
gaya hidup/ terapeutik hidup sehari-hari suatu
perilaku dalam sehari hari untuk regimen terapeutik
cara yang pengobatan untuk pengobatan
memperbaiki penyakit dan penyakit dan
status sekuelnya yang sekuelnya yang
kesehatan. tidak memuaskan dapat di tingkatkan.
untuk memnuhi
tujuan kesehatan
spesifik.
Batasan a. gagal a. kegagalan a. mengekspresikan
Karakteristi melakukan melakukan keinginan untuk
k tindakan tindakan untuk melakukan
mengurangi faktor penanganan
b. gagal risiko terhadap faktor
mencapai risiko
pengendalian b. kegagalan
optimal memasukkan b. mengekspresikan
regimen keinginan untuk
c. pengobatan dalam melakukan
meminimalkan kehidupan sehari penanganan
perubahan hari terhadap gejala
status
kesehatan c. kesulitan c. mengekspresikan
dengan regimen keinginan untuk
d. tidak yang di melakukan
menerima programkan penanganan
perubahan terhadap regimen
status d. pilihan yang yang di programkan
kesehatan tidak efektif dalam
hidup sehari hari d. mengekspresikan
untuk memenuhi keinginan untuk
tujuan kesehatan memenuhi status
imunisasi /
vaksinasi

e. mengekspresikan
keinginan untuk
menangani penyakit

f. mengekspresikan
keinginan untuk
meningkatkan
pilihan hidup sehari
hari untuk memnuhi
kebutuhan

Domain 2 : Nutrisi

Kategori Kelas 1 : makan

Resiko berat badan berlebih


00234
Definisi Kerentanan mengalami penumpukan
lemak abnormal atau berlebihan
terkait usia dan jenis kelamin, yang
dapat mengganggu kesehatan
Batasan
karateristik

Domain 11 : Keamanan/Perlindungan

Kategori Kelas 2 : Cedera Fisik

Resiko Perdarahan
00206
Definisi Rentan mengalami penurunan
volume darah, yang dapat
mengganggu kesehatan
Batasan
Karakteristik

Domain 12 : Kenyamanan

Kategori Kelas 1 : Kenyamanan Fisik

Nyeri akut
00132
Definisi Pengalaman sensori dan emosional tidak
menyenangkan yang muncul akibat kerusakan
jaringan aktual atau potensial atau yang
digambarkan sebagai kerusakan (international
Association for The Study of Pain) ; awitan yang
tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga
berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau
diprediksi
Batasan 1. Bukti nyeri dengan menggunakan standar
karakteristik daftar periksa nyeri untuk pasien yang tidak
dapat mengungkapkannya (Mis,Neonatal
Infant Pain Scale, Pain Assesment Checklist
for Senior with Limited Ability do
Communicate)
2. Diaforesis
3. Dilatasi pupil
4. Ekspresi wajah nyeri (Mis, mata kurang
bercahaya, tampak kacau, gerakan mata
berpancar atau tetap pada satu fokus
meringis )
5. Fokus menyempit (Mis, persepsi waktu,
proses berpikir, interaksi dengan orang dan
lingkungan )
6. Fokus pada diri sendiri
7. Keluhan tentang intensitas menggunakan
standar skala nyeri (Mis, skala Wong-Baker
FACES , skala analog visual, skala
penilaian numerik )
8. Keluhan tentang karakteristik nyeri dengan
menggunakan standar instrumen nyeri (Mis,
McGill Pain Questionnaire, Brief Pain
Inventory)
9. Laporan tentang perilaku nyeri atau
perubahan aktivitas (Mis, anggota keluarga,
pemberi asuhan )
10. Mengekspresikan perilaku (Mis, gelisah,
merengek, menangis, waspada)
11. Perilaku distraksi
12. Perubahan pada parameter fisiologis (Mis,
tekanan darah, frekuensi jantung, frekuensi
pernapasan, saturasi oksigen, dan entidal
karbon dioksida [CO2] )
13. Perubahan posisi untuk menghindari nyeri
14. Perubahan selera makan
15. Putus asa
16. Sikap melindungi area nyeri
17. Sikap tubuh melindungi
18. Agen cedera biologis (Mis, infeksi, iskemia,
neoplasma)
19. Agen cedera fisik (Mis, abses, amputasi,
luka bakar, terpotong, mengangkat berat,
prosedur bedah, trauma, olahraga
berlebihan)
20. Agen cedera kimiawi (Mis, luka bakar,
kapsaisin, metilen klorida, agen mustard)
ANALISA DATA

Analisa data pada agregat dewasa dengan penyakit mioma uteri di kelurahan
R kota T

NO. DATA MASALAH

1. Ds : Kesiapan meningkatkan
manajemen kesehatan pada
agregat dewasa dengan
mioma uteri di kelurahan R
kota T
Do :

Observasi :
PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS

Peruntungan Perubahan positif Penyelesaian untuk


penyelesaian untuk penyelesaian peningkatan
masalah di komunitas kualitas hidup
Masalah 1 : Rendah 0 : Tidak ada 0 : Tidak ada Skor
2 : Sedang 1 : Rendah 1 : Rendah
3 : Tinggi 2 : Sedang 2 : Sedang
3 : Tinggi 3 : Tinggi

1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1) Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatanpada agregat dewasa dengan mioma uteri di kelurahan R kota
T
INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS

DIAGNOSA
NO NOC NIC
KEPERAWATAN
1 Kesiapan 1. Prevensi Primer 1. Prevensi Primer
meningkatkan a. Domain IV: Pengetahuan dan a. Domain VII : Komunitas
manajemen Perilaku Kesehatan Kelas C : Promosi kesehatan
kesehatan pada Kelas S: Pengetahuan komunitas
agregat dewasa Kesehatan. 5510 Pendidikan kesehatan pada
dengan mioma 1803 Pengetahuan dewasa dewasa dengan penyakit mioma uteri
uteri di kelurahan tentang proses penyakit mioma i. Menargetkan tinggi kelompok
R kota T uteri pada dewasa meningkat resiko dan rentang usia yang akan
dari skala 3 (pengetahuan mendapat manfaat besar dari
terbatas) menjadi Skala pendidikan kesehatan
4(pengetahuan banyak) ii. Identifikasi faktor resiko internal
dengan indikator sebagai atau eksternal yang
berikut: mempengaruhi prilaku sehat
i. Karakteristik Penyakit iii. Penyuluhan tentang mioma uteri
ii. Faktor Penyebab
iii. Faktor Resiko
iv. Tanda dan Gejala
v. Komplikasi
vi. Strategi untuk
meminimalkan
(Pencegahan)
vii. Efek Psikososial dari
penyakit pada diri
2. Prevensi Sekunder
2. Prevensi Sekunder a. Domain IV: Keamanan
a. Domain IV : Pengetahuan Kelas V: Manajemen Risiko
tentang kesehatan dan 6610 Identifikasi Risiko
perilaku i. Kaji ulang riwayat kesehatan
Kelas S : Pengetahuan masa lalu dan dokumentasikan
tentang kesehatan bukti yang menunjukkan adanya
1803 Pengetahuan proses penyakit medis, diagnosa
penyakit mioma uteripada keperawatan serta
dewasa dari skala 2 perawatannya
(pengetahuan terbatas) ii. Instruksikan faktor resiko dan
menjadi skala 4 (pengetahuan rencana untuk mengurangi
banyak) dengan indikator faktor resiko
sebagai berikut : iii. Implementasikan aktivitas-
i. Faktor resiko penyakit aktivitas pengurangan resiko
mioma uteri
ii. Potensial komplikasi
penyakit mioma uteri
3. Prevensi Tersier
3. Prevensi Tersier a. Domain 1: Fisiologi Dasar
a. Domain IV : Pengetahuan dan Kelas E: Peningkatan Kenyamanan
Perilaku Kesehatan Fisik
Kelas S : Pengetahuan tentang 6482 Manajemen Lingkungan:
kesehatan Kenyamanan
1842 Pengetahuan pada i. Ciptakan lingkungan yang
dewasa tentang manajemen tenang dan mendukung
penyakit akut dengan penyakit ii. Sediakan lingkungan yang
mioma uteri meningkat dari aman dan bersih
skala 1 (tidak ada iii. Sesuaikan suhu ruangan yang
pengetahuan) menjadi 3 paling menyamankan individu,
(pengetahuan sedang) dengan jika memungkinkan
indikator : iv. Sesuaikan pencahayaan untuk
i. Strategi untuk mencegah memenuhi kebutuhan kegiatan
kompikasi individu, hindari cahaya
ii. Strategi untuk mengelola langsung pada mata
kenyamanan
Rencana Kerja (Plan Of Action/PoA) Agregat Dewasadengan Mioma Uteri

Di Kelurahan RKota T Di Tahun 2016

WAKTU
NO KEGIATAN TUJUAN SASARAN & MEDIA PELAKSANA DANA
TEMPAT
1 Penyuluhan Setelah Dewasa Oktober LCD Mahasiswa Swadaya
tentang pemberian Kader Di balai RW Laptop masyarakat &
penyakit materi/penyluhan Leaflet Mahasiswa
mioma uteri diharapkan Sound system
pengetahuan
orang dewasa
mengenai mioma
uteri dapat
dimengerti
2 Pemeriksaan Deteksi dini Masyarakat Oktober Stetoscope Mahasiswa, Mahasiswa
kesehatan penyakit mioma dewasa Di balai RW Lembar Kader
pada dewasa observasi Petugas
(IPPA) Puskesmas
Rencana Anggaran

Anggaran Dana Biaya Program

No Komponen kegiatan Jumlah item Harga satuan Total biaya


1 ATK Paket Rp. 200.000 Rp. 200.000

2 Konsumsi

Snack 150 Orang Rp. 5. 000 Rp. 750.000

Air Mineral 4 Dus Rp 20.000 Rp. 80.000

3 Media Kegatan

Modul 10 Rp. 20.000 Rp. 200.000

Iklan Paket Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000

Koran Paket Rp. 300.000 Rp. 300.000

Leaflet 150 Rp. 3.000 Rp. 450.000

Poster 30 Rp 10.000 Rp. 300.000

Dorprise Paket Rp. 200.000 Rp. 200.000

Biaya Lain - Lain Paket Rp 150.000 Rp. 150.000

5. Total Biaya Rp. 3.630.000


RANCANGAN IMPLEMENTASI

NO KEGIATAN TUJUAN SASARAN INDIKATOR HASIL MEDIA PELAKSANA

1. Penyuluhan Peningkatkan Masyarakat a. Dihadiri oleh 70% sasaran LCD Mahasiswa


kesehatan kepada pengetahuan dewasa di b. 70% masyarakat Laptop
masyarakat masyarakat kelurahan R memahami masalah mioma Leaflet
dewasa mengenai dewasa kota T uteri Sound system
mioma uteri mengenai c. Peningkatan pengetahuan
penyakit mioma tentang mioma uteri
uteri sebesar 30%
2. Pemeriksaan Deteksi dini Masyarakat a. Dihadiri oleh 80% sasaran Stetoscope Mahasiswa,
kesehatan pada penyakit mioma dewasa di b. Orang tua mengetahui Lembarobservasi Kader
dewasa (IPPA) kelurahan R kondisi kesehatan balitanya Petugas
kota T puskesmas
Evaluasi

1. Kriteria Evalasi Struktur


a. Adanya tenaga pelaksana kegiatan implementasi (mahasiswa,kerja sama
dengan petugas puskesmas).
b. Terjalinnya kerja sama lintas sektor dan lintas program dalam pelaksanaan
kegiatan implementasi.
c. Tersedianya undangan untuk masyarakat terkait dengan pelaksanaan kegiatan
implementasi.
d. Tersedianya dana untuk pelaksanaan kegiatan implementasi.
e. Tersedianya tempat pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati antara
perawat dan masyarakat.
f. Keadaan lingkungan yang nyaman dan mendukung saat pelaksanaan kegiatan
implementasi.
g. Tersedianya alat dan media yang akan digunakan saat pelaksanaan kegiatan
implementasi.
h. Tersedianya metode pemantauan atau instrumen evaluasi yang digunakan saat
kegiatan implementasi.

2. Kriteria Evaluasi Proses


a. Perawat dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan.
b. Perawat bekerja sama dengan kader dan lintas program dalam pelaksanaan
kegiatan.
c. Perawat mampu memberikan pendidikan kesehatan terkait masalah mioma
uteri kepada kader, keluarga dan masyarakat.
d. Masyarakat antusias dalam mengikuti kegiatan implementasi keperawatan.
e. Masyarakat dapat menghadiri semua kegiatan yang telah direncanakan
bersama dengan perawat.
f. Penyebaran leaflet tentang mioma uteri merata terhadap setiap masyarakat
kelurahan R.
g. Media yang digunakan dalam kegiatan mampu memberikan pemahaman
kepada masyarakat.
h. Instrumen evaluasi yang digunakan mampu menilai keberhasilan kegiatan
implementasi.
i. Kegiatan terlaksana secara sistematis dan sesuai dengan tujuan.

3. Kriteria Evaluasi Hasil


a. Kegiatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang mioma uteri.
1) Dihadiri 70% sasaran.
2) 70% sasaran memahami masalah mioma uteri dengan menjawab
beberapa pertanyaan tentang mioma uteri
3) Peningkatan pengetahuan tentang mioma uteri sebesar 30% .
4) Kegiatan penyebaran leaflet tentang masalah mioma uteri
b. Pemeriksaan Kesehatan pada dewasa (IPPA) tentang mioma uteri
1) Diikuti 85% sasaran agregat dewasa di kelurahan R.
2) Orang dewasa mengetahui kondisinya.

Instrumen Evaluasi

NO. ALAT UKUR/ METODE EVALUASI KEGIATAN

1. Daftar hadir Kegiatan pendidikan kesehatan kepada


masyarakat tentang mioma uteri.

2. Daftar Hadir Kegiatan pemeriksaan dengan IPPA


mengenai mioma uteri kepada orang
dewasa.
SATUAN ACARA PENYULUHAN AGREGAT DEWASA
PROMOSI KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN R KOTA T
“MIOMA UTERI”

Disusun Oleh:
Rizkya Dewi Safitri (1130014067)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PROMOSI KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN R KOTA T
“MIOMA UTERI”

Pokok Bahasan : Penyakit Mioma Uteri

Sasaran : Masyarakat Dewasa Kelurahan R Kota T

Tempat : Balai RW

Hari/Tanggal : Sabtu, 12 Oktober 2016

Jam : 10.00 – 11.00 Wib

Waktu : 60 menit

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 60 menit, para dewasa mampu mengerti
tentang mioma uteri

II. Tujuan Instruksional Khusus : Dewasa Mampu


1. Menyebutkan pengertian Mioma Uteri
2. Menyebutkan penyebab Mioma Uteri
3. Menyebutkan pengobatan Mioma Uteri
4. Menyebutkan pencegahan Mioma Uteri
III. Latar Belakang
Mioma uteri adalah tumor jinak yang berasal dari sel-sel otot polos yang
mengandung sejumlah jaringan ikat yang berbda yang mungkin terdiri dari sel-sel
otot polos yang telah mengalami degenari (Wiknjosastro, 2011)
Di Indonesia pada tahun 2011 kasus mioma uteri di temukan sebesar 2,39%-
11,7% pada semua pasien yang dirawat. Tumor ini paling sering ditemukan pada
wanita umur 35-45 tahun (kurang lebih 25%) dan jarang pada wanita umur 20 tahun
dan wanita post menopause. Wanita yang sering melahirkan, sedikit
kemungkinannya untuk perkembangan mioma ini dibandingkan dengan wanita yang
tidak pernah hamil atau hanya satu kali hamil. Statistik menunjukkan 60% mioma
uteri berkembang pada wanita yang tidak pernah hamil atau hanya satu kali hamil
prevalensi meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras, kegemukan, dan
nullipara (Nurana&Sjamsudin, 2007)
Pengobatan penyakit mioma uteri dapat menyebabkan dampak psikologis
berupa tingginya level kecemasan sebelum dan sesudah operasi. Pengobatan
dengan operasi juga dapat meningkatkan kegelisahan, depresi, marah, dan bosan.
Beberapa penelitian menunjukkan penderita yang hendak melakukan operasi
merasa khawatir dengan hasil akhir operasi (Ayers dkk, 2007)
Prevalensi tertinggi untuk terkena mioma adalah pada dekade ke lima
dalam hidup seorang wanita yang mana kejadiannya 1 dari 4 wanita ras Caucasian
dan 1 dari 2 wanita ras kulit hitam. Leiomyoma uteri secara klinis dikatakan muncul
pada 25-50% wanita walaupun pada satu studi dengan pemeriksaan patologis yang
teliti menyatakan bahwa angka prevalensi boleh mencapai 80%. Insiden pada
wanita berkisar sekita 20%-25% tetapi dalam studi-studi penelitian menggunakan
histologi dan pemeriksaan sonografi menunjukkan angka insiden meningkat hingga
70-80%. (Norwitz, 2007)
Tumor jinak ini sering didapatkan pada 20%-25% pada wanita usia subur.
Mioma tidak dapat dideteksi sebelum pubertas dan bersifat hormonal responsif yang
mana akan membesar pada usia subur saja. Mioma ini bisa muncul tunggal tetapi
lebih sering ganda. Ukurannya sering kurang dari 15cm tetapi pada kasus-kasus
tertentu bisa mencapai berat 45 kg. (Prawiroharjo, 2007)
IV. Materi
Terlampir

V. Pengorganisasian
a. Presenter :
b. Moderator :
c. Observer :
d. Fasilitator :
e. Penyuluh :

VI. Struktur Kelompok


Hari / Tanggal : Sabtu, 12 Oktober 2016
Tempat kegiatan : Balai RW
Waktu kegiatan : 10.00 – 11.00 WIB
Jumlah Anggota Kelompok : 5 orang
Lokasi Waktu : 60 menit

VII. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi

VIII. Media
a. Proyektor/LCD
b. Leaflet
IX. Setting Tempat

Pb P M

O
F D F D F

D F D F D

Keterangan :

D = Dewasa

P = Penyuluh

M = Moderator

F = Fasilitator

O = Observer

Pb = Pembimbing

X. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Dewasa Waktu

1. Pembukaan 5 menit

- Moderator memberi salam - Menjawab Salam


- Moderator memperkenalkan - Mendengarkan dan
semua anggota penyuluh memperhatikan
- Moderator membuat kontrak - Mendengarkan dan
waktu memperhatikan
- Moderator menjelaskan - Mendengarkan dan
tujuan penyuluhan memperhatikan
2. Pelaksanan presenter 45 menit

- Menggali pengetahuan - Mengemukakan


dewasa tentang pengertian pendapat.
mioma uteri. - Mendengarkan dan
- Menjelaskan pengobatan memperhatikan.
mioma uteri. - Mendengarkan dan
- Menjelaskan pencegahan memperhatikan.
mioma uteri. - Mendengarkan dan
- Memberikan kesempatan memperhatikan.
pada dewasa untuk - Mengajukan
bertanya. pertanyaan.
- Memberikan jawaban - Mendengarkan dan
pertanyaan. memperhatikan.
3. Penutup 10 menit

- Presenter bersama dewasa - Bersama presenter


menyimpulkan materi. menyimpulkan materi.
- Presenter mengadakan - Menjawab pertanyaan.
evaluasi. - Menjawab salam.
- Presenter memberi salam. - Mendengarkan dan
- Moderator menyimpulkan memperhatikan.
hasil diskusi. - Menjawab salam.
- Moderator memberi salam.

XI. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta penyuluhan.
b. Setting tempat teratur, berbentuk persegi panjang.
c. Suasana tenang dan tidak ada yang hilir mudik.
2. Evaluasi Proses
a. Selama proses berlangsung diharapkan dewasa dapat mengikuti seluruh
kegiatan.
b. Selama kegiatan berlangsung diharapkan dewasa aktif.
3. Evaluasi Hasil
a. Dewasa dapat menyebutkan pengertian mioma uteri
b. Dewasa dapat menyebutkan penyebab mioma uteri
c. Dewasa dapat menyebutkan pengobatan mioma uteri
d. Dewasa dapat Menyebutkan pencegahan mioma uteri
Lampiran

1. Pengertian
Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari lapisan otot uterus
dan jaringan ikat yang menumpangnya sehingga dpat disebut juga leiomioma,
fibromioma, atau fibroid. (Wiknjosastro, 2009)
Mioma uteri adalah tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya
sehingga dapat dalam bentuk padat, karena jaringan ikatnya dominan dan lunak,
karena otot rahimnya dominan. (Manuaba, 2011)
Mioma uteri adalah tumor jinak yang terutama terdiri dari sel-sel otot
polos, tetapi juga jaringan ikat. Sel-sel ini tersusun dalam bentuk gulungan, yang
bila membesar akan menekan otot uterus normal (Proverawati&Misaroh, 2009)
2. Etiologi
Menurut (Proverawati&Misaroh, 2009), penyebab dari mioma uteri belum
diketahui secara psti. Namun diduga ada beberapa faktor yang berhubungan
dengan pertumbuhan mioma uteri, antara lain:
a. Faktor hormonal, yaitu adanya hormon estrogen dan progesteron
berperan dalam perkembangan mioma uteri. Mioma jarang timbul
sebelum masa pubertas, meningkat pada usia reproduktif dan mengalami
regresi setelah menopause. Semakin lama terpapar dengan hormon
estrogen seperti obesitas dan menarce dini akan meningkatkan kejadian
mioma uteri.
b. Faktor genetik, yaitu mioma memiliki sekitar 40% kromosom yang
abnormal, yaitu adanya translokasi antara kromosom 12 dan 14 delesi
kromosom 7 dan trisomidari kromosom 12
c. Faktor pertumbuhan, yaitu berupa protein atau polipeptida yang
diproduksi oleh sel otot polos dan fibrolas, mengontrol poliferasi sel dan
merangsang pertumbuhandari mioma.=
d. Umur yaitu kebanyakan wanita mulai didiagnosa mioma uteri pada usia
34-45 tahun
e. Menarche dini, yaitu kurang dari 10 tahun akan meningkatkan resiko
kejadian mioma 1,24 kali
f. Ras, yaitu wanita keturunan afrika-amerika memiliki resiko 2,9 kali lebih
besar untuk menderita mioma uteri dibandingkan wanita caucasian.
g. Riwayat keluarga, jika memiliki riwayat keturunan yang menderita mioma
uteri akan meningkat resiko 2,5 kali lebih besar
h. Berat badan, dari hasil penelitian di dapatkan bawa resiko mioma
meningkat pada wanita yang memiliki berat badan lebih atau obesitas
berdasarkan indeks massa tubuh.
3. Gejala
Hampir separuh dari kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada
pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak menggangg. Gejala yang
dikeluhkan sangat tergantung pada tempat sarang mioma berada (serviks,
intramural, submukus, sebserus), besarnya tumor, perubahan dan komplikasi
yang terjadi (Wiknjosastro, 2008). Gejala tersebut dapat digolongkan sebagai
berikut :
a. Massa dibawah perut.
Penderita mengeluhkan merasakan adanya massa atau benjolan di perut
bagian bawah.
b. Perdarahan abnormal.
Gangguan perdarahan yang terjadi metroragia. Beberapa faktor yang
menjadi penyebab perdarahan ini, anatara lain adalah:
a) Pengaruh ovarium sehingga terjadilah hiperplasia endometrium
sampai adenokarsinoma endometrium.
b) Permukaan endometrium yang lebih luas dari pada biasa.
c) Etrofi endometrium diatas mioma submukosum
d) Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang
mioma diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit
pembuluh darah yang melaluinya dengan baik.
c. Rasa nyeri.
Rasa nyeri bukanlah gejala yang khas tetapi dapat timbul karena
gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma, yang disertai nekrosis
setempat dan peradangan.
4. Penatalaksanaan
Penanganan yang dapat dilakukan ada dua macam yaitu penanganan secara
konservatif dan penanganan secara operatif.
a. Penanganan konservatif:
1) Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6
bulan
2) Bila anemia, Hb < 8 g% transfusi PRC
3) Pemberian zat besi
b. Penanganan operatif, bila :
1) Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12-14 minggu
2) Pertumbuhan tumor cepat
3) Mioma subserosa bertangkai dan torsi
4) Bila dapat menjadi penyulit pad akehamilan berikutnya
5) Hipermenorea pada mioma submukosa
6) Penekanan pada organ sekitarnya
5. Komplikasi
Komplikasi pada mioma uteri yaitu degenerasi ganas dan torasi (putaran
tangkai). Degenerasi ganas, mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma
ditemukan hanya 0,32-0,6% dari seluruh mioma serta merupakan 50-75% dari
semua sarkoma uterus. Keganasan umumnya baru ditemukan pada
pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat. Kecurigaan akan keganasan
uterus apabila mioma uteri cepat membesar dan apabila terjadi pembesaran
sarang mioma uteri dalam menopause. Sedangkan torsi, sarang mioma yang
bertangkai dapat mengalami torsi, timbul gangguan sirkulasi akut sehingga
mengalami nekrosis. Dengan demikian terjadilah sindrom abdomen akut. Jika
torsi terjadi perlahan-lahan, gangguan akut tidak terjadi. Hal ini hendaknya
dibedakan dengan sutu keadaan dimanat terdapat banyak sarang mioma dalam
rongga peritonium. (Wiknjosastro, 2008)
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, Gloria M. 2013. Nursing Interventions Classification (NIC). America: Elsevier


Fahrunniza, Nida. 2015. Kejadian Mioma Uteri pada Akseptor Hormonal. Jurnal
Informasi Kesehatan Indonesia. http://jurnal.poltekkes-
malang.ac.id/berkas/43d4-69-75.pdf, 24 Juli 2016
Herdman, T. Heather. 2015. Nanda International Inc. Diagnosis Keperawatan :
Definisi dan Klasifikasi 2015-2017. Jakarta : EGC
Rahmi, Ita. 2012. Gambaran Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Mioma Uteri di
Poliklinik Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zaionoel Abidin. Jurnal
Kesehatan Masyarakat. www.ejournal.uui.ac.id/jurnal/ITA_RAHMI-zhv-
jurnal_ita_rahmi.pdf, 24 Juli 2016
Manuaba, I.B.G. 2011. Gawat Darurat Obstetri & Obstetri-Ginekologi Sosial untuk
Profesi Bidan. Jakarta: EGC
Moorhead, Sue. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC) Measurement Of Health
Outcomes. America: Elsevier
Proverawati, Atikah dkk. 2009. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna.
Yogyakarta: Nuha Medika
Wachidah, Qonita. 2011. Hubungan Hiperplasia Endometrium dengan Mioma Uteri:
Studi Kasus pada Pasien Ginekologi RSUD PROF. DR. Margono. Mandala of
Health,
http://fk.unsoed.ac.id/sites/default/files/img/mandala%20of%20health/HUBUN
GAN%20HIPERPLASIA%20ENDOMETRIUM%20DENGAN%20MIOMA%20
UTERI%20STUDI%20KASUS%20PADA%20PASIEN%20GINEKOLOGI%20
RSUD%20PROF.%20DR.%20MARGONO%20SOEKARDJO%20PURWOKE
RTO.pdf. 24 Juli 2016
Winkjosastro, H. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Putra Pustaka
Winkjosastro, H. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka
Winkjosastro, H. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka