Anda di halaman 1dari 11

M–I

PREPARASI (PERSIAPAN)

1.1 Tujuan
Tujuan dari praktikum preparasi (persiapan) yaitu:
1. Mengetahui proses pembuatan sampel beton.
2. Mengetahui cara pengujian sampel dan parameter apa saja yang dapat
diteliti.
3. Mengetahui cara kerja peralatan dalam pengujian sampel beton.

1.2 Landasan Teori


1.2.1 Batuan
Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda dimana
tidak mempunyai komposisi kimia tetap. Batuan terdiri dari bagian yang padat baik
berupa kristal maupun yang tidak mempunyai bentuk tertentu dan bagian kosong
seperti pori-pori, fissure, crack, joint dan lain-lain. Selain itu batuan adalah susunan
mineral yang berbeda dan bahan organis yang bersatu membentuk kulit bumi.
Batuan adalah semua material yang membentuk kulit bumi yang dibagi atas :
– batuan yang terkonsolidasi (consolidated rock),
– batuan yang tidak terkonsolidasi (unconsolidated rock).

Sumber: Imanfatah, 2017


Gambar 1.1
Batuan
1.2.2 Mekanika Batuan
Sedangkan mekanika batuan merupakan disiplin ilmu yang mempelajari reaksi
batuan yang apabila padanya dikenai suatu gaya atau tekanan. Dalam hal material

I-1
I-2

alam, ilmu ini berlaku untuk masalah deformasi suatu struktur geologi, seperti
bagaimana lipatan, patahan, dan rekahan berkembang begitu tegangan terjadi
pada batuan selama proses geologi. Mekanika batuan ini 2ias dominan dalam
bidang operasi pertambangan seperti pekerjaan pembuatan terowongan,
pemboran penggalian dll.
1.2.3 Sifat Fisik Dan Sifat Mekanik
Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui dalam mekanika
batuan dan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Sifat fisik batuan seperti bobot isi, berat jenis, porositas, absorpsi, dan void
ratio.
2. Sifat mekanik batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas, dan
nisbah poisson.
Kedua sifat tersebut dapat ditentukan baik di laboratorium maupun
lapangan (in-situ). Penentuan di laboratorium pada umumnya dilakukan terhadap
sampel yang diambil di lapangan. Satu sampel dapat digunakan untuk
menentukan kedua sifat batuan. Pertama-tama adalah penentuan sifat fisik batuan
yang merupakan pengujian tanpa merusak (non destructive test), kemudian
dilanjutkan dengan penentuan sifat mekanik batuan yang merupakan pengujian
merusak(destructive test) sehingga sampel batuan hancur.
1.2.4 Preparasi
Pada tahap awal pengujian sampel, diperlukan adanya objek yang diteliti.
Sampel batuan dapat didapatkan dari lapangan yang kemudian diuji di
laboratorium, selain itu sampel juga dapat dibuat di laboratorium dengan alat dan
bahan tertentu.
Preparasi ini menggunakan suatu teknik untuk memisahkan suatu material
dengan matriks yang berada dalam suatu sampel untuk mengasilkan konsentrasi
yang tinggi serta mengubah material lainnya yang bisa dianalisis dengan
instrument sesuai yang dibutuhkan.
Pembuatan sampel :
1. Di laboratorium
Pembuatan sampel di laboratorium dilakukan dari blok batuan yang diambil
dari lapangan dan telah dihancurkan. Kemudian dicampurkan dengan
semen dan dicetak dalam bentuk silinder. Sampel yang dihasilkan
mempunyai diameter pada umumnya antara 50-60 mm dan tingginya dua
I-3

kali diameter tersebut. Ukuran sampel dapat lebih kecil maupun lebih besar
dari ukuran yang telah di tentukan tergantung dari maksud uji.
2. Di lapangan
Hasil pemboran inti ke dalam massa batuan yang akan berupa sampel inti
batuan dapat digunakan untuk uji di laboratorium dengan syarat tinggi
sampel dua kali diameternya. Setiap contoh yang diperoleh kemudian
diukur diameter dan tingginya, kemudian dihitung luas permukaan dan
volumenya.
Sifat fisik batuan adalah sifat yang terdapat pada suatu batuan setelah
dilakukan pengujian tanpa melakukan pengrusakan. Setelah batuan
selesai dipreparasi kemudian setiap sample yang diperoleh diukur
diameter dan tingginya kemudian dihitung luas permukaan dan volumenya.
Adapun sifat fisik pada batuan meliputi :
1. Bobot Isi
Bobot isi adalah perbandingan antara berat batuan dengan volume batuan.
Bobot isi berdasarkan sifatnya dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Bobot isi asli, yaitu perbandingan antara berat batuan asli dengan
volume batuan.
b. Bobot isi jenuh, yaitu perbandingan antara berat batuan jenuh dengan
volume batuan.
c. Bobot isi kering, yaitu perbandingan antara berat batuan kering dengan
volume batuan.
2. Spesific Gravity
a. Spesific gravity adalah perbandingan antara bobot isi dengan bobot isi
air. Spesific gravity dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
b. Apparent spesific gravity, yaitu perbandingan antara bobot isi kering
batuan dengan bobot isi air.
c. True spesific gravity, yaitu perbandingan antara bobot isi basah batuan
dengan bobot isi air.
3. Kadar Air
Kadar air adalah perbandingan antara berat air yang ada di dalam batuan
dengan berat butiran batuan itu sendiri yang terbagi menjadi :
a. Kadar air asli, yaitu perbandingan antara berat air asli yang ada dalam
batuan dengan berat butiran batuan itu sendiri dalam %.
I-4

b. Kadar air jenuh, yaitu perbandingan antara berat air jenuh yang ada
dalam batuan dengan berat butiran batuan itu sendiri dalam %.
4. Porositas
Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori atau rongga
batuan terhadap volume total batuan yang dinyatakan dalam %.
5. Angka Pori
Angka pori adalah perbandingan antara volume pori-pori dalam batuan
dengan volume batuan.
6. Derajat Kejenuhan
Derajat kejenuhan adalah perbandingan antara kadar air asli dengan kadar
air jenuh yang dinyatakan dalam %.

1.3 Alat dan Bahan


1.3.1 Alat
Alat yang digunakan dalam pembuatan sampel beton dan pengujian antara
lain adalah :
1. Paralon plastik
2. Ember
3. Sendok semen
4. Tali rapia
5. Mesin pemotong (Cutting machine)
6. Alat uji kerataan
7. Jangka sorong
1.3.2 Bahan
Bahan yang digunakan untuk membuat sampel beton antara lain adalah :
1. Semen
2. Pasir
3. Batu split
4. Air

1.4 Prosedur
Dalam pembuatan sampel beton dan pengujian sampel dapat dilakukan
dengan tahapan – tahapan berikut ini :
I-5

1. Buat sampel beton dengan mencampur semen, batu split, pasir dan air
untuk membuat adonan beton, kemudian cetak pada paralon dengan masing –
masing ukuran dan diamkan selama 2 hari.
2. Lalu potong sampel semen dengan menggunakan mesin pemotong
dengan panjang diameter pemotong 4 kali diameter sampel core. Lakukan
pemotongan disertai semprotan air untuk mendinginkan edge.
3. Kemudian lakukan pengujian kerataan dengan menggunakan alat uji
kerataan dan dial gauge. Jika dari uji kerataan diperoleh nilai melebihi dari 2 mm
atau lebih, maka dilakukan perataan dengan diampelas atau dihaluskan
menggunakan mesin grinding atau jika terlalu besar dilakukan pemotongan ulang.
4. Terakhir lakukan pengukuran panjang dan diameter sampel dengan
menggunakan jangka sorong sesuai dengan syarat uji yang akan dicapai. Lakukan
dengan cara pengukuran sebanyak 3 kali dengan posisi yang berbeda.

1.5 Rumus yang Digunakan


1. Pemotongan sampel kuat geser
Tinggi = 2 x Diameter................(1.1)
2. pemotongan sampel point load,
KTTL dan sifat fisik
1
Tinggi = x Diameter................(1.2)
2
I-6

1.6 Data Hasil Pengujian


Data hasil pengukuran sampel ditahap preparasi antara lain :
Uji Bahan Pengukuran Diameter
I 4, 35 cm
Batuan II 4, 37 cm
UCS
Sedimen III 4, 319 cm
Rata - rata 4, 345 cm
I 6, 73 cm
II 6, 81 cm
UCS Semen
III 6, 78 cm
Rata - rata 6, 77 cm
I 5, 45 cm
II 5, 51 cm
Triaksial Semen
III 5, 45 cm
Rata - rata 5, 4 cm
I 4, 36 cm

Claystone II 4, 41 cm
KTTL
Sandstone III 4, 39 cm
Rata - rata 4, 39 cm
I 4, 31 cm
II 4, 305 cm
Kuat Geser Claystone
III 4, 32 cm
Rata - rata 4, 31 cm
I 4, 34 cm
II 4, 38 cm
Point Load Claystone
III 4, 39 cm
Rata - rata 4, 37 cm
Sumber : Data Hasil Praktikum Geomekanika, 2019
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2015. “Mekanika batuan menurut para ahli”.


Tambangunhas.wordpress.com Diakses tanggal 12 Februari 2019
Pukul 23.15 WIB.

2. Yosia, Dwiki, 2014. “Mekanika Batuan”. Academia.edu. Diakses


pada tanggal 12 Februari 2019 Pukul 22.10 WIB.

3. Zakaria, Zufialdi. 2009. “Geomekanik”. Blogs.Unpad.ac.id


Diakses tanggal 12 Februari 2019 Pukul 00.43 WIB

I-7
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmannirrahim,
Assalamu‘alaikum, Wr., Wb.,

Alhamdulillah segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,


karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
Tugas praktikum geomekanika mengenai “Preparasi”. Laporan ini disusun guna
untuk memenuhi salah satu tugas dari praktikum geomekanika di Laboratorium
Tambang Universitas Islam Bandung.
Dalam penyusunan tugas praktikum ini penulis banyak mendapat saran,
dorongan, bimbingan serta keterangan-keterangan dari berbagai pihak oleh
karena itu dengan segala hormat dan kerendahan hati perkenankanlah penyusun
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Dalam penyusunan tugas ini disadari masih terdapat banyak kekurangan
yang dibuat baik disengaja maupun tidak sengaja, dikarenakan keterbatasan ilmu
pengetahuan dan wawasan serta pengalaman yang penulis miliki. Untuk itu mohon
maaf atas segala kekurangan tersebut tidak menutup diri terhadap segala saran
dan kritik serta masukan yang bersifat kontruktif. Akhir kata semoga dapat
bermanfaat bagi penyusun sendiri, institusi pendidikan dan masyarakat luas. Amin.
Wassalamu‘alaikum, Wr., Wb.,

Bandung, 13 Februari 2019


Penulis,

Muhamad Sundayana
100.701.17.097

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. i


DAFTAR ISI . ........................................................................................ ii
M-I PREPARASI .................................................................. I-1
1.1 Tujuan Pengujian ............................................................. I-1
1.2 Landasan Teori ................................................................ I-1
1.2.1 Batuan ..................................................................... I-1
1.2.2 Mekanika Batuan ..................................................... I-1
1.2.3 Sifat Fisik dan Sifat Mekanik .................................... I-2
1.2.4 Preparasi ................................................................. I-2
1.3 Alat dan Bahan................................................................. I-4
1.3.1 Alat .......................................................................... I-4
1.3.2 Bahan ...................................................................... I-4
1.4 Prosedur .......................................................................... I-4
1.5 Rumus yang digunakan .................................................... I-5
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. I-

ii