Anda di halaman 1dari 10

BAHAN AJAR

TEMA 3 KEWAJIBAN DAN HAKKU

SUBTEMA 1 KEWAJIBAN DAN HAKKU DI RUMAH

PEMBELAJARAN KE- 1

Nama Sekolah : SD NEGERI SUKARESMI

Kelas/Semester : III/2

Guru Kelas 3 : Ryanti Ranifury, S.Pd


PEMETAAN KOMPETENSI DASAR
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Satuan Pendidikan : SD NEGERI SUKARESMI

Kelas / Semester : 3 /1

Tema : Kewajiban dan Hakku (Tema 4)

Sub Tema : Kewajiban dan Hakku di Rumah (Sub Tema 1)

Muatan Pembelajaran: Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP

Pembelajaran ke : 1

Alokasi waktu : 5 x 35 Menit (175 menit)

A. KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat,
membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah,
sekolah.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis,
dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Muatan: Bahasa Indonesia

NO Kompetensi Indikator

3.10 Mencermati ungkapan atau kalimat saran, 3.10.1 Menentukan ungkapan atau
masukan, dan penyelesaian masalah kalimat saran, masukan, dan pe-
(sederhana) dalam teks tulis. nyelesaian masalah (sederhana)
dalam teks tulis
3.10.2 Mengidentifikasi ungkapan atau
kalimat saran, masukan, dan
penyelesaian masalah
(sederhana) dengan tepat.

4.10 Memeragakan ungkapan atau kalimat 4.10.1 Menyajikan ungkapan atau


saran, masukan, dan penyelesaian kalimat saran dengan tepat.
4.10.2 Menuliskan saran tentang
masalah (sederhana) sebagai bentuk kewajiban yang seharusnya
ungkapan diri menggunakan kosa kata dilakukan dengan tepat.
baku dan kalimat efektif yang dibuat
sendiri

Muatan : Matematika

NO Kompetensi Indikator

3.3 Menyatakan suatu bilangan sebagai 3.3.1 Menganalisis suatu bilangan


jumlah, selisih, hasil kali, atau hasil bagi sebagai jumlah bilangan cacah.
dua bilangan cacah 3.3.2 Mengidentifikasi dua bilangan
yang jumlahnya sudah diketahui
dengan benar.

4.3 Menilai apakah suatu bilangan dapat 4.3.1 Menentukan dua bilangan yang
dinyatakan sebagai jumlah, selisih, hasil jumlahnya sudah diketahui dengan
kali, atau hasil bagi dua bilangan cacah benar.
4.3.2 Mempraktikkan pembuatan
permasalahan berkaitan dengan
penjumlahan dua bilangan cacah
dengan hasil yang ditentukan
sendiri dengan tepat.

Muatan: SBdP

NO Kompetensi Indikator

3.2 Mengetahui bentuk dan variasi pola irama 3.2.1 Menentukan bentuk dan variasi
dalam lagu. pola irama dalam sebuah lagu.
3.2.2 Mengidentifikasi bentuk pola irama
sederhana pada sebuah lagu.

4.2 Menampilkan bentuk dan variasi irama 4.2.1 Menyajikan bentuk pola irama
melalui lagu. sederhana dengan bernyanyi.
4.2.2 Memeragakan pola irama
sederhana pada lagu dengan
tepat.
C. MATERI PEMBELAJARAN

Bahasa Indonesia
Ungkapan atau kalimat saran, masukan, dan penyelesaian masalah (sederhana).

Matematika:
Bilangan Cacah

SBdP:
Pola irama dalam lagu.

D. BAHAN AJAR

1. Bahasa Indonesia
Kalimat Saran

Saran merupakan sebuah solusi yang ditujukan kepada seseorang untuk


menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi.
Sedangkan, kritik adalah sebuah pendapat yang dikeluarkan untuk mengomentari
suatu objek

Contoh Kritik
1) Lukisan itu tidak bagus karena terlihat sangat kaku dan miskin warna.
2) Keputusan pemerintah dalam menaikan harga BBM tidak berpihak kepada rakyat
kecil.
3) Kamar Budi sangat kotor dan tidak rapih.
4) Karangan bebasmu jauh dari kata bagus karena tidak memilki kejelasan tentang ide
pokoknya.
5) Pekerjaanmu sama sekali tidak rapih bahkan hasilnya juga tidak maksimal.

Ciri-ciri kalimat saran


Kata yang menunjukkan saran antara lain:
Sebaiknya ............
Seharusnya...........
Lebih baik jika..........
Pastikan................
Perlu diingat............
Usahakan............
Contoh kalimat saran
1) Seharusnya, lukisan itu diwarnai dengan warna biru agar terlihat lebih hidup.
2) Pemerintah lebih baik mengkaji ulang tentang keputusannya tersebut
3) Budi seharusnya membersihkan kamarnya agar selalu terlihat bersih dan rapih.
4) Sebaiknya, sebelum menulis karangan hendaknya kamu membuat kerangka
karangan terlebih dahulu.
5) Lebih baik bagimu untuk tidak terburu – buru dalam menyelesaikan pekerjaanmu
itu.

Dalam bahasa Indonesia, saran dan kritik ini disampaikan dalam bentuk sebuah
kalimat, yaitu kalimat kritik dan saran agar bersifat membangun dan tidak menyakiti
perasaan orang lain.
Kalimat kritik dan saran adalah kalimat – kalimat yang mengandung kritik dan saran.
Berikut ini adalah contoh – contoh kalimat kritik dan saran :
1) Pekerjaan Budi sangat tidak rapih sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan,
seharusnya Budi bekerja dengan tidak terburu – buru dan memperhatikan
kerapihan agar hasilnya memuaskan.
2) Baju yang kau kenakan itu tidak cocok dengan warna kulitmu, sebaiknya kamu
memakai baju yang berwarna cerah sehingga terlihat sepadan di kulit.
3) Perkataanmu itu terlalu menyakitkan hati orang lain, ada baiknya sebelum berkata
sesuatu kepada orang lain dipikirkan dahulu akibatnya.
4) Penampilanmu di pertandingan Badminton semalam sangat tidak maksimal,
sebaiknya kamu memperbanyak jam latihanmu agar menjadi lebih hebat ketika
bertanding.
5) Gaya berpakaianmu itu tidak cocok dengan budaya kita, kamu harus
memperhatikan lagi gaya berpakaian yang sesuai dengan nilai – nilai budaya kita.

Menuliskan saran dengan menggunakan kalimat yang efektif


Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun
tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan
kata lain, kalimat efektif mampu menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada
pendengar atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan penulis.
Syarat dalam menulis kalimat efektif:
1) Mudah dipahami oleh pendengar ataupun pembacanya
2) Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud penulis
3) Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat
4) Sistematis dan tidak bertele-tele

Prinsip-prinsip kalimat efektif


Kalimat efektif memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan,
keparalelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan dan kelogisan kalimat.

Sumber Buku utama:


Buku Pedoman Guru Tema 4 Kelas 3 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

Sumber referensi:
https://www.kelasindonesia.com/2015/05/30-contoh-kalimat-saran-dan-
kritik.html

https://www.kelasindonesia.com/2015/02/pengertian-kalimat-efektif-adalah-
beserta-contoh-lengkap.html

2. Matematika
Bilangan Cacah

Bilangan cacah merupakan himpunan bilangan asli ditambah dengan bilangan nol.
Bilangan asli sendiri merupakan bilangan yang dimulai dari 1, lalu selanjutnya
bertambah satu-satu. Contoh bilangan cacah yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...
Operasi pada bilangan cacah meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian.
Empat sifat operasi pada bilangan cacah
a) Sifat tertutup, yang berarti hasil dari penjumlahan bilangan cacah a dan bilangan
cacah b adalah berupa bilangan cacah, misalnya:
0+1=1
1+2=3
b) Sifat komutatif atau juga sering dikenal dengan sifat pertukaran berlaku:
a + b = b + a, misalnya :
1 + 0 = 1 dan 0 + 1 = 1
3 + 1 = 4 dan 1 + 3 = 4
c) Sifat Asosiatif atau juga dikenal dengan nama sifat pengelompokan, berlaku:
( a + b ) + c = a + ( b + c ), misalnya :
( 1 + 2 ) + 3 = 6 dan 1 + ( 2 + 3 ) = 6
( 3 + 1 ) + 6 = 10 dan 3 + ( 1 + 6 ) = 10
d) Unsur Identitas, yang berarti apabila dijumlah suatu bilangan cacah dengan
bilangan nol maka hasilnya adalah bilangan itu sendiri, misalnya
0+a=a+0=a
0+3=3+0=3
5+0=5

Operasi Bilangan Cacah


Pada penjumlahan, kita mencari jumlahnya.
300 + 65 =
(Suku) (suku) jumlah
Sedangkan, pada pengurangan, kita mencari selisihnya.
365 - 300 =
(Yang dikurangi) (pengurang) selisih

Pada 365 – 300 = (kita harus mencari bilangan yang bila ditambahkan kepada 300
diperoleh 365.

Sumber Buku utama:


Buku Pedoman Guru Tema 4 Kelas 3 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_cacah

3. SBdp
Pola irama dalam lagu

Pola irama yaitu panjang pendeknya bunyi, panjang pendeknya bunyi dapat dihitung.
Hitungan itu berdasarkan ketukan, ketukan merupakan bunyi yang teratur, ketukan
digambarkan seperti bunyi detak jarum jam.
Pola irama berjalan menurut birama, birama yaitu kuat dan lemahnya bunyi dalam
lagu, kuat lemahnya bunyi dibatasi garis.
Garis itu disebut garis birama, birama juga ditandai dengan tanda birama
Contoh tanda birama yaitu 4/4
Birama 4/4 memiliki arti
Artinya setiap birama ada empat ketukan
Perhatikan contoh irama berikut
Penulisan pola irama digambarkan dengan t
– – – | – – – | – – – | – – – || birama
t t t t | t . t t | t . t . | t . . . || pola irama
1 1 1 1 | 2 1 1 | 2 2 | 3 1 || ketukan

Keterangan:
Tanda t dibunyikan kuat
Tanda – t dibunyikan lemah

Lirik lagu “Jika Ibuku Tua Nanti”


Jika Ibuku Tua Nanti
Cipt. AT Mahmud
Jika ibuku tua nanti,
Beruban berambut putih,
Akan ku jaga ibuku,
Agar senang selalu
Jika ayahku tua nanti
Berjalan bertongkat kayu
Akan ku tuntun selalu
Kemana ayah pergi
Partitur lagu “Jika Ibuku Tua Nanti”

Sumber Buku utama:


Buku Pedoman Guru Tema 4 Kelas 3 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum
2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

Sumber referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=8ErNc32QU_U&list=PLYCBgM54Y_NIlUu
__YLlA-2pb77U9uA19

https://www.planetlagu.blog/download/jika-ibu-tua-nanti/

http://paknizargurusd.blogspot.com/2017/05/pola-irama.html