Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH REPARASI KAPAL

Disusun oleh :
1. Arin Imroatut Taqwiyah ( 20160210015 )
2. Cindy Puspita ( 20160210018 )
3. Jodi Amertha ( 20160210039 )
4. Khekhen Fatmala ( 20160210041 )
5. Rendy Cahyo Dwi T. (20160210065 )
6. Sultan Nuraga ( 20160210073 )

UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KELAUTAN
TEKNIK PERKAPALAN
2018

1
ABSTRAK

Galangan di Indonesia dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti pengedokan,


sedangkan ada beberapa jenis pengedokan contohnya seperti graving dock / dry dock ( dok
kolam ) yang mempunyai bentuk seperrti kolam dan berada di tepi pantai. Yang kedua adalah
floating dock ( dok apung ) yang cara pengedokannya dilakukan di laut dengan system
menenggelamkan dan mengapungkan, slipway dock / heling ( dok tarik ) adalah peralatan di tepi
perairan yang digunakan untuk menaikkan kapal untuk diperbaiki dan yang terakir adalah
syncrholift dock ( dok angkat ).

Yang disebutkan di atas merupakan beberapa contoh pengedokan secara umum yang
berada di Indonesia. Setiap pengedokan mempunyai segi kelebihan dan kekurangan masing –
masing, tetapi teteap memiliki sistematika awal yang sama .

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelsaikan Makalah Reparasi Kapal tentang Pengedokan ini. Kami tidak
lupa mengucap banyak terima kasih kepada dosen mata kuliah Reparasi Kapal atas refrensi
kuliah sehingga kami dapat menyelsaikan makalah ini sebagaimana mestinya.

Makalah ini kami susun berdasarkan dari berbagai sumber di internet serta refrensi materi
yang telah disampaikan oleh dosen mata kuliah. Dengan tersusunnya makalah ini, kami berharap
agar kiranya dapat digunakan sebagai salah satu refrensi penambah pengetahuan serta wawasan.
Disamping itu kami menyusun makalah ini gun untuk melengkapi tugas mata kuliah Reparasi
Kapal.

Kami sadar bahwa makalah ini belumlah sempurna, untuk kesempurnaan makalah
selanjutnya kami mengharapkan dukungan maupun kritik yang sifatnya membagun dari para
pembaca sehingga kesempurnaan makalah dapat tercapai.

Surabaya, 25 Oktober 2018

Penulis

3
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................................................................... 1


ABSTRAK........................................................................................................................................................ 2
KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 3
DAFTAR ISI .................................................................................................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................................... 5
1.1 Latar Belakang......................................................................................................................................... 5
1.2 Tujuan ..................................................................................................................................................... 5

1.3 Rumusan Masalah ................................................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................................................... 6

2.1 Pengertian ............................................................................................................................................... 6

2.2 Sistematika Pengedokan ......................................................................................................................... 6

2.3 Fasilitas yang disiapkan Galangan ........................................................................................................... 6

2.4 Proses Pengedokan ................................................................................................................................. 7

2.5 Jenis – jenis Pengedokan ........................................................................................................................ 7

BAB III PENUTUP ......................................................................................................................................... 19

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Galangan kapal ( shipyard ) adalah sebuah tempat diperairan yang fungsinnya melakukan
proses pembangunan kapal ( new building )dan perbaikan kapal ( ship repair ) dan juga
melakukan pemeliharaan ( maintainance ). dari jenis – jenis galangan kapal ada salah satunya
adalah Building and repair shipyard, yaitu tempat yang digunakan baik untuk pembangunan
kapal baru maupun reparasi kapal.
Sedangkan kapal dalam jangka waktu tertentu akan mengalami kerusakan yang
mnyebabkan kapal tidak bisa beroperasi secara maksimal atau dengan kata lain kapal sudah
tidak seperti kondisi pada saat masih baru. Untuk menjadikan kapal tetap bisa beroperasi
dengan jangka yang cukup lama maka dalam jangka waktu tertentu harus di lakukan
pemeriksaan kapal secara rutin dan bertahap guna untuk mengetahui kerusakan yang telah
terjadi di kapal.
Oleh sebab itu, kapal akan melakukan docking jika sudah di ketahui kerusakan yang
terjadi pada kapal. Proses pemindahan kapal dari laut / air ke atas dock dengan bantuan
fasilitas docking disebut dengan docking kapal. Ada beberapa jenis pengedokan kapal secara
umum yaitu graving dock, floating dock, slipway dan syncrholift.

1.2 Tujuan
Dengan membuat makalah ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mempermudah
pemahaman khususnya terhadap pengedokan kapal sebagai refrensi untuk mahasiswa
program studi Teknik Perkapalan. Tujuan lain adalah :
a. Untuk mengetahui proses pengedokan secara umum
b. Jenis – jenis pengedokan secara umum
c. Untuk mempermudah memahami lebih lanjut tentang pengedokan kapal.

1.3 Rumusan Masalah


Pada makalah ini terdapat penjelasan yang akan dijabarkan dalam bab pembahasan, adapaun
masalah tersebut adalah tentang bagaimana sistematika teknis dalam pengedokan kapal.

5
BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Pengertian

Docking Kapal merupakan suatu peristiwa pemindahan kapal dari air atau laut ke atas dock
dengan bantuan fasilitas docking atau pengedokan.

1.2 Sistematika Pengedokan :


1. Perusahaan (Owner) Menghubungi perusahaan galangan kapal
2. Galangan kapal memproses berdasarkan data yang diberikan oleh owner
3. Owner dan Galangan kapal melakukan perencanaan dan analisis data
4. Setelah mencapai titik kesepakatan maka pihak owner maupun pihak galangan kapal,
menghubungi anak buah kapal untuk naik dok guna persiapan peralatan yang
dibutuhkan dalam proses pengedokan
5. Selama kapal yang akan melakukan pengedokan (antri masuk dok) pihak galangan
melakukan floating Repair dengan tujuan untukefisiensi waktu yang digunakan dalam
proses perbaikan kapal
6. Setelah mooring quay habis, kapal mulai memasuki dok yang sebelumnya telah
dipersiapkan bantalan-bantalan yang telah disesuaikan peletakannya sesuai alur gading-
gading utama kapal yang akan melakukan pengedokan.

1.3 Jenis – jenis Pengedokan Kapal


A. Graving Dock / Dry Dock ( Dok Kolam )
Graving dock merupakan fasilitas pengedokan kapal yang mempunyai bentuk seperti
kolam yang terletak pada tepi pantai.

6
Adapun sistematika pengedokan, yaitu :

1. Proses Pengedokan Kapal


a. Fasilitas yang disediakan Galangan
- Diberikan asistensi tug boat untuk sandar atau datang dan saat kapal meninggalkan
galangan.
- Diberikan asistensi line handler saat kapal datang, naik turun dok serta saat kapal
meninggalkan galangan.
- Diberikan fasilitas sandar kade sebelum atau sesudah docking.
- Kapal dinaikkan diatas dock guna dilakukan pengerjaan dibawah garis air.
- Disupply aliran listrik ke kapal untuk lampu penerangan atau power consumption di
kapal selama perbaikan.
- Diberikan air tawar setiap hari untuk keperluan MCK ABK selama kapal dalam
perbaikan.

b. Proses Persiapan Kapal


- Kapal ditambatkan di Dermaga dan mematikan semua mesin utama kapal.
- Menurunkan barang – barang yang tidak diperlukan dalam proses perbaikan kapal
- Memasukkan alat – alat menonjol keluar kapal

7
- Kapal diusahakan tegak tidak dalam posisi miring ataupun evenkeel
- Kapal yang naik dock diusahakan dalam keadaan free gas
- Menyediakan tali temali, fender dan peralatan yang lain
- Menyediakan kapal tunda sebagai pemandu kapal
- Pengosongan tangki
- Menyediakan gambar yang dibutuhkan dalam proses pengedokan ( gambar meliputi :
General arrangement, midship section, lines plan, shell expantion )
- Memperhatikan posisi waktu gelombang air (pasang/ surut) untuk proses pemasukan
kapal maupun pengeluaran kapal dari dock dengan dibantu kapal bantu dantug boat.

c. Persiapan Docking oleh Pihak Galangan


- Pengosongan kolam dok dengan menutup pintu air (ponton) dimana pintu air ini sendiri
merupakan pintu berbentuk balok yang bagian tengahnya terdapat ruangan untuk air, dan
menyedot air yang ada dalam kolam dengan menggunakan pompa. Setelah dok kolam
kosong maka dilakukan pemasangan bantalan dudukan kapal, peletakannya disesuaikan
gading-gading utama daripada kapal itu tersendiri.

- Kemudian dilakukan pengisian air kembali pada kolam setinggi water float dengan
membuka pintu induk .

8
- Pengosongan air dalam ponton agar massa dalam ponton tersebut menjadi ringan
sehingga mengapung dan dapat dengan mudah dipindahkan. Dengan bantuan tali dan
ditarik ke bagian samping dok kolam.
- Kapal dimasukkan dengan bantuan tali temali dan di tempatkan pas terhadap bantalan
yang telah di sediakan sebelumnya sesuai center line yang ada.

- Penutupan ponton kembali dengan bantuan tali temali di paskan pada gerbang dan
kembali diisi air pada bagian dalamnya.

9
- Kemudian dilakukan pengosongan kolam dengan bantuan pompa.

10
d. Proses Pengeluaran Kapal dari Dock
- Semua perlatan kerja dalam graving dock dikeluarkan semuanya terlebih dahulu, begitu
pula kotoran hasil reparasi.
- Kran pintu induk dock dibuka sehingga air masuk ke dalam graving dock, setelah air
yang masuk setinggi permukaan air laut maka pintu ponton akan terangkat dengan
sendirinya.
- Pada waktu kapal mulai terapung side block yang terikat dengan tali ditarik dari
posisinya kemudian diletakkan disamping.
- Stoot-stoot samping diambil dan kapal ditarik keluar dengan bantuan tug boat.

B. DOCK APUNG (FLOATING DOCK)


Floating Dok adalah suatu bangunan konstruksi dilaut yang digunakan untuk pengedokan
kapal dengan cara menenggelamkan dan mengapungkan dalam arah vertikal.
Adapun sisematika pengedokannya, yaitu :
1. Persiapan yang dilakukan oleh Pihak Galangan :
- Pastikan material, alat kerja, kotak sampah dan barang-barang bekas yang berada diatas
dok telah dinaikkan ke darat
- Siapkan tali tambat pada tempat yang telah ditentukan
- Siapkan tenaga kerja yang telah ditentukan di atas dok apung, kapal dan tug boat serta
lokasi sandar yang telah ditentukan
- Pastikan kapal yang telah diturunkan dok telah diatur kondisi ballast sesuai pada waktu
naik dok dan dan telah diperiksa oleh pihak control galangan, klas,atau owner surveyor
- Seluruh peralatan yang ada di dock apung dicoba dan pastikan alat-alat
mekanik, elektrik, pneumatik, serta indikator-indikator yang ada di control house dapat
bekerja secara akurat
- Pastikan kondisi kapal tunda (tug boat) dalam kondisi siap pakai
- Periksa tabel pasang surut air laut terhadap kondisi sarat penurunan kapal dan dock apung
telah aman dari bahaya kandas

11
2. Proses Pengedokan Kapal
- Agar kapal dapat masuk dok, maka dok apung harus ditenggelamkan terlebih dahulu
dengan cara mengisi tangki-tangki ponton pada dok apung, sehingga dok tenggelam.
Untuk menurunkan dok apung harus diperhatikan keseimbangan memanjang dan
melintang dari dok, dengan cara mengatur pengisian tangki-tangki kompartemen dok.
Untuk menjaga keseimbangan dok, dock master menggunakan inclinometer.

- Kemudian setelah dok tenggelam sesuai dengan kebutuhan sarat kapal, kapal didorong
masuk oleh tug boat secara perlahan.

12
- Setelah kapal masuk ke dalam dock dan disesaikan dengan landasan kapal yang sudah
dipersiapkan maka air didalam tangki-tangki ponton perlahan di keluarkan atau di
kurangi sehingga ponton bias mengapung .

- Dan kapal siap untuk dilakukan reparasi.

3. Proses selesai Pengedokan :


- Dok apung diturunkan sampai draft yang diperlukan (dengan mengantisipasi situasi
pasang surut air laut).
- Setelah kapal terapung, checker dan inspektor control galangan memeriksa lokasi yang
ada perbaikan terhadap kemungkinan adanya kebocoran

13
- Kapal digandeng kapal tunda untuk ditarik keluar dok apung, kemudian ditempatkan
pada lokasi sandar yang telah ditentukan
- Setelah kapal keluar, dok mulai dipompa kembali
- Selama dalam proses pemompaan, petugas yang berada diatas dok selalu mengikuti
perkembangan situasi dan kondisi sampai dok terapung kembali seperti semula.

C. SYNCRHOLIFT DOCK
Synchrholift Dock merupakan salah satu cara pada pengedokan kapal dengan
menggunakan lift dengan menggunakan platform yang diturunkan dengan pertolongan
penghantar serta lift hingga beberapa mesin derek listrik kanan maupun kiri.

Adapun proses pengedokan kapal syncrholift adalah sebagai berikut :


- Penenggelaman hoist Platform kapal sesuai dengan syarat air /draft kapal beserta cradle
dan ganjalnya.

- Setelah hoist Platform ditenggelamkan maka kapal di masukan dan disesuaikan dengan
perencanaan awal atau disesuaikan dengan keel blok Platform dinaikkan secara perlahan
sehingga kapal duduk pada ganjal.

14
- Platform dinaikkan perlahan hingga kedudukan deck platform dan deck beton sejajar
setelah itu dikunci agar kedudukan deck platform dan deck beton tetap sejajar.

15
- Setelah itu disiapkan roda atau alat yang digunakan mengangkut atau menggeseran kapal
dari keel blok ke tempat reparasi menggunakan rel.

- Setelah selesai penyesuaian roda rel dikapal dilanjutkan penggeseran kapal dari keel blok
dan roda tersebut disa disesaikan dengan arah penempatan reparasi kapal

16
- Setelah itu pergeseran menggunakan rel ke tempat reparasi dan kapal siap direparasi

Proses Penurunan Kapal


1. Cradle beserta kapal ditarik menuju platform.
2. Platform diturunkan secara perlahan-lahan hingga kapal mengapung.
3. Kapal dikeluarkan dari kolam
4. Perencanaan Syncrolif dengan sistem hoist.

D. Heling dan Slipway

Heling adalah peralatan di tepi perairan yang digunakan untuk menaikkan kapal
untuk diperbaiki , dengan pertolongan rel tanpa merubah kedudukan kapal. Kecondongan
bagian heling di bawah air merupakan tempat kedudukan untuk kapal. Tergantung dari
kedudukan kapal dengan arah rel heling terbagi atas :

 Heling melintang

17
 Heling memanjang

Pada heling melintang bidang memanjang kapal tegak lurus terhadap rel,
sedangkan heling memanjang bidang memanjang kapal sejajar dengan rel. Untuk
menaikkan kapal pada heling dengan pertolongan kereta–kereta (cradle) sedangkan untuk
menurunkan kembali tetap menggunakan kereta–kereta ini. Untuk menaikkan kapal
terpaksa harus menurunkan kapal yang sudah berada diatas heling, jadi heling ini kurang
begitu effisien. Oleh karena itu untuk membuat effisien kerjanya maka digunakan
slipway.
Slipway adalah peralatan di tepi peraiaran yang diguanakan untuk menaikkan
kapal yang akan diperbaiki melalui rel dan pertolongan keret serta dengan beberapa
penggeserannnya. Seperti pada heling, sleepway pun tergantung kedudukan kapal
terhadap rel terbagi atas :
 Slipway melintang
 Slipway mamanjang

Sehingga dengan satu slipway kita dapat memperbaiki beberapa kapal atau
membuat kapal baru.

18
Gambar : Slipway melintang

Keterangan :
1. Rel Horizontal
2. Derek penggeseran
3. Derek penarikan
4. Rel penarikan
5. Kereta ( cradle )

Gambar : Slipway memanjang

Keterangan :
1. Derek utama ( penarikan )
2. Derek pengeeseran

19
BAB III
PENUTUP
Kami selaku penyusun makalah, berharap apa yang telah kami paparkan dalam makalah dapat
menjadi refrensi untuk pemahaman tentang perkapalan khususnya untuk sistematika pengedokan
yang terdapat di galangan.
Demikian makalah ini kami susun,mohon maaf apabila masih terdapat kesalahan – kesalahan
dalam penulisan makalah ini. Kami ucapkan terima kasih.

20