Anda di halaman 1dari 4

1

KRITERIA RUMAH SAKIT TIPE C

BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR


56 TAHUN 2014 TENTANG KLASIFIKASI DAN PERIZINAN RUMAH SAKIT

BAB I
PELAYANAN
PELAYANAN MEDIK UMUM

1. Pelayanan Medik Dasar


2. Kesehatan Medik Gigi dan Mulut
3. Pelayanan KIA/KB

PELAYANAN GAWAT DARURAT

24 jam & 7 hari seminggu

PELAYANAN MEDIK SPESIALIS DASAR

1. Penyakit Dalam
2. Kesehatan Anak
3. Bedah
4. Obstetri dan Ginekologi

PELAYANAN SPESIALIS PENUNJANG MEDIK

1. Anestesiologi
2. Radiologi
3. Patologi Klinik

PELAYANAN MEDIK SPESIALIS GIGI DAN MULUT

1. Bedah Mulut
2. Konservasi / endodonsi
3. Orthodonti
4. Periodonti
5. Prosthodonti
6. Pedodonsi
7. Penyakit Mulut

PELAYANAN KEFARMASIAN

1. Pengelolaan sedian farmasi, alat kesehatan dan bahan habis pakai


2. Farmasi Klinik

PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

1. Asuhan keperawatan generalis dan spesialis


2. Asuhan kebidanan
2

PELAYANAN PENUNJANG KLINIK

1. Pelayanan bank darah


2. Pelayanan Intensif
3. Gizi
4. Sterilisasi instrumen
5. Rekam Medik

PELAYANAN PENUNJANG NON KLINIK

1. Laundry/Linen
2. Jasa Boga/ dapur
3. Teknik dan pemeliharaan fasilitas
4. Pengelolaan Limbah
5. Gudang
6. Ambulan
7. Sistem informasi dan komunikasi
8. Pemulasaran Jenajah
9. Sistem penanggulangan kebakaran
10. Pengelolaan Gas Medik
11. Pengelolaan Air Bersih

PELAYANAN RAWAT INAP

1. Jumlah TT perawatan kelas III (RS Pemerintah)


2. Jumlah TT perawatan kelas III (RS Swasta)
3. Jumlah TT perawatan intensif (RS Pemerintah & Swasta)
3

BAB II
SUMBER DAYA MANUSIA
PELAYANAN MEDIK DASAR

1. Dokter Umum 9 (Sembilan) orang


2. Dokter Gigi 2 (dua) orang

PELAYANAN MEDIK SPESIALIS DASAR

1. Penyakit dalam 2 (dua) orang


2. Kesehatan anak 2 (dua) orang
3. Bedah 2 (dua) orang
4. Obstetri & ginekologi 6 (enam) orang

PELAYANAN MEDIK SPESIALIS PENUNJANG

1. Anastesiologi 1 (satu) orang


2. Radiologi 1 (satu) orang
3. Patologi Klinik 1 (satu) orang

PELAYANAN MEDIK SPESIALIS GIGI DAN MULUT

1. Bedah Mulut 1 (satu) orang


2. Konservasi / endodonsi 1 (satu) orang
3. Orthodonti 1 (satu) orang
4. Periodonti 1 (satu) orang
5. Prosthodonti 1 (satu) orang
6. Pedodonsi 1 (satu) orang
7. Penyakit Mulut 1 (satu) orang

PELAYANAN KEFARMASIAN

1. Kepala instalasi farmasi RS 1 (satu) orang


2. Apoteker bertugas di rawat jalan 2 (dua) orang
3. Apoteker bertugas di rawat inap 4 (empat) orang
4. Apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi farmasi 1 (satu)
orang

TENAGA KESEHATAN DAN PETUGAS LAINNYA

1. Keperawatan (Perawat dan Bidan)


2. Gizi
3. Keterafian Fisik
4. Radiografer
5. Keteknisian Medis
6. Rekam Medik
7. Petugas IPSRS
8. Petugas Pengelola Limbah
9. Petugas Kamar Jenazah
4

Catatan 1:
 Perbandingan tenaga keperawatan dan tempat tidur Rumah Sakit Tipe C ( 2 : 3 )
 Perawat 2 orang : Tempat Tidur 3, dengan kwalifikasi tenaga keperawatan
sesuai dengan pelayanan di Rumah Sakit.
 Jumlah Bed (tempat tidur 100 buah)  Rumah Sakit Tipe C harus memiliki
minimal 100 (seratus) tempat tidur
 Limbah Rumah Sakit (AMDAL) merupakan syarat untuk mendapatkan Izin
Operasional Rumah Sakit (sebagai pertanyaan dasar)
 Izin Operasional Radiologi perlu dipertanyakan  langsung dengan dokter
Spesialis Radiologi beserta kelengkapan alat di ruang Radiologi
 Kalibrasi alat perlu dipertanyakan (Peraturan sebenarnya paling cepat 3 (tiga)
bulan, paling lama 6 (enam) bulan
 Penanggung jawab secara umum pada ruang IGD adalah dokter Spesialis Bedah
 sehingga kelengkapan alat-alatnya perlu di pertanyakan pada dokter Spesialis
yang bersangkutan
 Untuk ketersedian obat-obatan pada ruang IGD maka dokter Spesialis Bedah
akan bekerjasama dengan dokter Spesialis lain (Dokter Spesialis Dalam, Dokter
Spesialis Anak)
 Penanggung jawab secara umum pada ruang ICU adalah dokter Spesialis
Anasthesi  sehingga kelengkapan alat-alatnya perlu di pertanyakan pada
dokter Spesialis yang bersangkutan
 Penanggung jawab secara umum pada ruang ANAK adalah dokter Spesialis
Anak  sehingga kelengkapan alat-alatnya perlu di pertanyakan pada dokter
Spesialis yang bersangkutan
 Penanggung jawab secara umum pada ruang OBGYN (Kandungan) adalah
dokter Spesialis Obgyn (Kandungan)  sehingga kelengkapan alat-alatnya perlu
di pertanyakan pada dokter Spesialis yang bersangkutan
 Untuk Ruang Laboratorium ketersediaan alat-alatnya bias dipertanyakan kepada
3 tiga) dokter Spesialis Dalam

Catatan 2:
 Berdasarkan Peraturan Menteri Republik Indonesia nomor
755/MENKES/PER/IV/2011 tentang Pelayanan Pelaksanaan Tata Kelola
Klinis diperlukan aturan-aturan profesi sebagai staf medis secara tersendiri di
luar Medical Staf Bylaws (Peraturan Internal Staf Medis). Aturan propesi
tersebut antara lain :
1. Pemberian pelayanan medis dengan standard profesi, standard pelayanan
dan Standard Prosedure Operational (SOP) serta kebutuhan medis pasien
2. Kewajiban melakukan konsultasi dan / atau merujuk pasien kepada
dokter, dokter spesialis, dokter gigi, atau dokter gigi spesialis lain dengan
disiplin yang sesuai
3. Kewajiban melakukan pemeriksaan Patologi Natomi terhadap semua
jaringan yang dikeluarkan dari tubuh pasien dengan pengecualian.
Peraturan tersebut dapat merupakan bagian dari Medical Staff Bylaws -----
-- sehingga dengan ketersediaannya dokter Patologi Anatomi perlu di
sediakan alat Lab Mini PA 1 (satu) unit lengkap