Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI III

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Klebsiella pneumoniae PADA SAMPEL


SPUTUM MANUSIA DENGAN METODE API 20 E

DISUSUN OLEH

FITRI ASTUTI

411114081

PRODI ANALIS KESEHATAN (D III)

STIKES JENDRAL ACHMAD YANI

2016
I. Hari dan Tanggal Praktikum : Selasa – kamis , 24- 26 Maret 2016

II. Tujuan praktikum

1) Melakukan isolasi bakteri Klebsiella pneumonia dari sampel sputum manusia

2) Melakukan identifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae

III. Dasar teori

Isolasi

Isolasi bakteri adalah proses mengambil bakteri dari medium atau lingkungan
asalnya dan menumbuhkannya di medium buatan sehingga diperoleh biakan yang
murni. Bakteri dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya harus menggunakan
prosedur aseptik. Aseptik berarti bebas dari sepsis, yaitu kondisi terkontaminasi
karena mikroorganisme lain. Teknik aseptik ini sangat penting bila bekerja dengan
bakteri. Beberapa alat yang digunakan untuk menjalankan prosedur ini adalah bunsen
dan laminar air flow. Bila tidak dijalankan dengan tepat, ada kemungkinan
kontaminasi oleh miroorganisme lain sehingga akan mengganggu hasil yang
diharapkan. Teknik aseptik juga melindungi laboran dari kontaminasi bakteri
(Singleton dan Sainsbury, 2006)

Isolasi suatu mikroba ialah memisahkan mikroba tersebut dari lingkungannya


di alam dan menumbuhkannya sebagai bikan murni dalam medium buatan. Isolasi
harusdiketahui cara-cara menanam dan menumbuhkan mikroba pada medium biakan
serta syarat-syarat lain untuk pertumbuhannya ( jutono, 1980)

Identifikasi dan determinasi suatu biakan murni bakteri yang diperoleh dari
hasil isolasi dapat dilakukan dengan cara pengamatan sifat morfologi koloni serta
pengujian sifat-sifat fisiologi dan biokimianya. Bakteri dapat diidentifikasi dengan
mengetahui reaksi biokimia dari bakteri tersebut. Dengan menanamkan bakteri pada
medium, maka akan diketahui sifat-sifat suatu koloni bakteri. Sifat metabolisme

1
bakteri dalam uji biokimia biasanya dilihat dari interaksi metabolit-metabolit yang
dihasilkan dengan reagen-reagen kimia. Selain itu dilihat kemampuannya
menggunakan senyawa tertentu sebagai sumber karbon dan sumber energi (Waluyo,
2004).
Pertumbuhan bakteri di alam dipengaruhi oleh beberapa faktor luar seperti
susbtrat, pertumbuhan, pH, temperatur dan bahan kimia. Bakteri yang nampak dapat
memiliki morfologi yang sama, namun keperluan nutrisi dan persyaratan ekologinya
berbeda. Untuk pengamatan morfologi bakteri dengan jelas, perlu dilakukan
pewarnaan yang disebut juga pengecatan bakteri (Irianto, 2006).
1. Pengertian API
Analytical Profile Index (API) Sistem identifikasi untuk
Enterobacteriaceae dan batang Gram-negatif non-kritis lainnya. API 20 E adalah
sistem identifikasi standar untuk Enterobacteriaceae dan non-rewel, Gram negative
batang yang menggunakan 21 miniatur biokimia tes dan database. Daftar
lengkap mereka organisme bahwa adalah mungkin untuk mengidentifikasi dengan
sistem ini adalah diberikan dalam Tabel Identifikasi pada akhir paket ini masukkan.

2. Prinsip

API 20 E jalur terdiri dari 20 microtubes mengandung substrat


dehidrasi. Tes ini diinokulasi dengan suspensi bakteri yang reconstitutes
media. Selama inkubasi, metabolisme menghasilkan perubahan warna yang baik
spontan atau dapat diketahui dengan penambahan reagen. Reaksi dibaca sesuai
dengan Tabel Reading dan identifikasi diperoleh dengan mengacu pada Indeks Profil
analitis atau menggunakan perangkat lunak identifikasi

API 20E yang disajikan di sini adalah panel biokimia untuk


identifikasi dan diferensiasi anggota keluarga Enterobacteriaceae. Panel API lainnya
untuk kelompok lain bakteri, seperti stafilokokus dan streptokokus, juga
tersedia dalam format yang sama, tetapi tidak termasuk dalam presentasi ini. Dalam
API 20E untuk identifikasi anggota keluarga Enterobateriaceae, strip plastik

2
memegang dua puluh ruang mini-tes berisi media dehidrasi memiliki komposisi
kimia yang ditentukan untuk setiap

tes. Ini termasuk :

1) ONPG : Tes untuk b enzim -galactosidase oleh hidrolisis substrat o -


nitrophenyl- b -D-galactopyranoside
2) ADH : dekarboksilasi dari asam amino arginin oleh dihydrolase arganin
3) LDC : decarboxylations dari asam amino lisin dekarboksilase lisin oleh
4) ODC : decarboxylations dari ornithine dekarboksilase asam amino yang
ornithin
5) CIT : pemanfaatan sitrat sebagai sumber karbon tunggal H
6) H2S : produksi hidrogen sulfida
7) URE : tes untuk enzim urease
8) TDA : deteksi deaminase enzim triptofan
9) IND : produksi indol dari triptofan oleh tryptophanase
enzim. Indole terdeteksi dengan penambahan reagen Kovac ini.
10) VP : tes Voges Proskauer-untuk deteksi asetoin (asetil
methylcarbinol) yang dihasilkan oleh fermentasi glukosa oleh bakteri
memanfaatkan jalur butilena glikol
11) GEL : tes untuk produksi enzim gelatinase yang mencairkan
gelatin
12) . Glu : fermentasi glukosa (gula heksosa)
13) MAN : fermentasi mannose (gula heksosa)
14) INO : fermentasi inositol (polyalcohol siklik)
15) SOR : fermentasi sorbitol (gula alkohol)
16) RHA : fermentasi rhamnose (metil gula pentosa)
17) SAC : fermentasi sukrosa (disakarida)
18) MEL : fermentasi melibiose (disakarida)
19) AMY : fermentasi amygdalin (glikosida)
20) ARA : fermentasi arabinosa (gula pentosa)

3
Pengkodean Data. Pengkodean unit karakter dilakukan dengan cara diberi skor, unit
karakter yang positif (+) diberi skor 1, sedangkan unit karakter yang negatif (-) diberi
skor 0. Pemberian skor unit karakter menggunakan program PFE
Uji API (KIT) bisa mengidentifikasi jenis mikroorganisme secara luas. API
terdiri dari strip plastik yang pada umumnya terdiri dari 20 miniatur tabung atau
sumur. Hampir semua jenis bakteri dan lebih dari 550 spesies yang berbeda bisa
diidentifikasi dengan menggunakan uji API. Identifikasi yang dilakukan dengan API
merupakan cara yang paling mudah dan uji API ini memberikan hasil identifikasi
yang akurat (Carson 2001). Salah satu produk komersial untuk identifikasi bakteri
ialah API 20E yang berguna untuk mengidentifikasi spesies dan subspesies
Enterobacteriaceae dan identifikasi kelompok serta spesies mikroorganisme
nonfermentatif. Selain API 20E, terdapat juga beberapa jenis produk seperti API
20NE yang berfungsi untuk identifikasi bakteri Gram negatif yang merupakan non-
Enterobacteriaceae. API Rapid 20E yang berguna untuk identifikasi
Enterobacteriaceae. API NH yang berfungsi untuk identifikasi Branhamella
catarrhalis dan Neisseria haemophillus. RAPIDEC Staph yang berguna untuk

4
identifikasi staphylococci. API 20 Strep berguna untuk identifikasi streotococci dan
enterococcus. API Staph yang berguna untuk identifikasi staphylococci dan
micrococci. API Coryne yang berguna untuk identifikasi Corynebacteria dan
organisme coryne. API 20A yang berguna untuk identifikasi bakteri anaerob (Feltham
1984).
IV. ALAT DAN BAHAN

NO ALAT DAN BAHAN FUNGSI

1. Bunsen Mencegah kontaminasi dari lingkungan

2. Ose Menginokulasi sampel ke media

3. Inkubator Untuk menginkubasi media yang telah di


Tanami bakteri

4. Spuit (1ml) Alat Untuk mengambil suspensi bakteri

5. Alkohol 70% Agar tidak terjadi kontaminasi, agar steril

6. Reagen TDA Untuk mengetahui bakteri yang


menghasilkan enzim triftofanase ada uji SIM

7. reagen james Reagen yang digunakan pada uji MR untuk


mengetahui bakteri memfermentasi glukosa

8. Vp1 dan Vp 2 Reagen yang digunakan pada uji VP untuk


mengetahui bakteri memfermentasi glukosa

9. Nutrient agat (NA) Medium umum atau media sederhana untuk


membiakan bakteri

10. Mineral oil Untuk reaksi anareob

11. NaCl fisiologis 0,85% Untuk membuat suspensi

12. Strip sumuran Media untuk tes-tes ujibiokimia secara

5
praktis

13. Sarung tangan Alat pelindung diri

V. LANGKAH KERJA

1. Sterilisasi alat bahan

Sebelum alat bahan digunakan, harus dilakukan sterilisasi terlebih


dahulu untuk mematikan bakteri yang ada pada alat, dan untuk mematikan
mikroorganisme dengan cara autoclaf. Alat yang akan di gunakan dibungkus
kemudian masukkan ke dalam autocave kemudian tutup rapat. Kran pada
pipa uap di buka dan temperature akan terus naik sampai121⁰C.biasanya
sudah di atur, sehingga suhu tekanannya 15 lbs.perhitungan waktu 15-20
menit dimulai sejak thermometer pada autoclave menunjuk 121⁰C.untuk
membukanya kita menunggu sampai thermometer menunjuk 0.

2. Pengambilan sampel

Cara pengambilan sputum dilakukan pada pagi hari, dimana


kemungkinan untuk mendapatkan sputum bagian dalam lebih besa, atau bisa
juga sputum sewaktu, pengambilan dilkakukan sebelum pasiem menyikat
gigi, agar sputum lebih banyak dianjurkan minum banyak pada malam hari
sebelum pngambilan, kemudian jelaskan carangambilannya sebelumnya
pasien disuruh berkumur-kumur, kemudian sputum diambil dari batukan
pertama, cara membatukannya tarik napas dalam dan kuat kemudian batukan ,
tampung pada wadah sputum. Wadah harus bermulut lebar, bertutup, bersih
kering dan steril.

6
3. Cara kerja

Pada hari pertama dilakukan penanaman bakteri pada medium


Nutrient agar dengan cara ambil koloni dari biakan bakteri kemudian di
inkubasi pada 37⁰Cselama 24 jam

Pada hari kedua) uji oksidasi, pada uji oksidae dilakukan dengan cara
panaskan ose, tunggu hingga ose dingin kemudian ambik koloni tempelkan
pada kertas oksidae dan membuat suspensi bakteri 0,5 Mc farland, dengan
cara ambil bakteri yang ditanam pada NA inokulasikan pada Nacl fisiologis
0,85% ( ose sebelumnya dipanaskan, keemudian tunggu dingin) kemudia
sesuaikan dengan standar 0,5 Mc farland. Jika sudah sesuai, pada dasar strip
tambahkan aquades secukupnya agar strip tidak kering saat di inkubasi,
kemudian pegang strip sedikit miring lalu tanam suspensi bakteri pada
masing-masing sumur dengan pipiet steril, pada strip dengan singkatan
bergaris bawah teteskan suspensi bakteri sebanyak setengah dari tinggi sumur
(sampai tanda cekungan) kemudian tambahkan mineral oil (pada ADH, LDC,
ODC, H2S, URE ) , pada strip dengan singkatan yang berada dalam kotak
teteska suspensi sampai sumuran penuh ( CIT, VP, GEL), pada strip yang
tidak digaris bawah dan tidak di berada dalam kotak tambahkan suspensi
sebanyak setengah dari tinggi sumur (ONPG, TDA, IND, GLU, MAN, INO,
SOR, RHA, SAC, MEL, AMY,ARA) inkubasi 37⁰Cselama 24 jam.

Pada hari ketiga amati hasil tes-tes uji biokimia pada strip sumuran,
kemudian tambahkan reagen TDA pada TDA, reagen james pada IND, reagen
VP1 dan VP 2 pada VP (VP tunggu selama 10 menit) kemudian baca hasil
pada perangkat lunak.

7
VI. HASIL PENGAMATAN

VII. PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan identifikasi gram negatif batang dari isolasi bakteri


tang di tanam pada Nutrient agat (NA) Untuk meng identifikasi Klebsiella
pneumonia.

8
Pada hari pertama, melakukan penanaman pada medium nutrient agar
yang merupakan medium universal dimana bakteri apapun dapat tumbuh
sehingga kemungkinan untuk kontaminasi sangat besar.

Pada hari kedua uji oksidasi untuk memastikan bahwa bakteri yang
akan dibuat suspensi bukan bakteri pseudomonas aeruginosa kemudian
membuat suspensi bakteri dengan cara mengambil koloni dari medium
Nutrient Agar kemudian dimasukan pada NaCl fisiologi o,85 % dan harus di
sesuaikan dengan standar 0,5 Mc farland. Pada saat pembuatan suspensi
sedikit sulit karena bakteri harus sesuai 0,5 Mcfarland jika terlalu banyak saat
penambaahan bakteri menyebabkan harus dilakukan penambahan NaCl
fisiologi o,85 % sedangkan tabung yang kami gunakan kecil, jika kurang
harus ditambahkan lagi koloni, sehingga saat membuat suspensi pada
penambahan koloni harus sedikit- sedikit, kemudian bandingkan dengan
strandar 0,5 Mc farland sampai kekeruhannya sama. Jika sudah sesuai
suspensi dimasukkan kedalam sumuran strip api test 20 e. Tetapi Pada pada
dasar strip tambahkan aquades secukupnya agar strip tidak kering saat di
inkubasi. Pada saat memasukan suspensi pada sumuran harus di pinggir atau
miring melewati dinding agar tidak terbentuk gelembung.

pegang strip sedikit miring lalu tanam suspensi bakteri pada masing-
masing sumur dengan pipiet steril, pada strip dengan singkatan bergaris
bawah teteskan suspensi bakteri sebanyak setengah dari tinggi sumur (sampai
tanda cekungan) kemudian tambahkan mineral oil (pada ADH, LDC, ODC,
H2S, URE ) , pada strip dengan singkatan yang berada dalam kotak teteska
suspensi sampai sumuran penuh ( CIT, VP, GEL), pada strip yang tidak
digaris bawah dan tidak di berada dalam kotak tambahkan suspensi sebanyak
setengah dari tinggi sumur (ONPG, TDA, IND, GLU, MAN, INO, SOR,
RHA, SAC, MEL, AMY,ARA) inkubasi 37⁰Cselama 24 jam.

9
Pada saat memasukan bakteri pada sumuran strip sedikit sulit karena
suspensi menetes diluar sumuran strip sehinggga terjadinya kontaminsai
lebihkan besar, kemudian padaan menanam tidak boleh berbicara.

Pada penambhan minreal iol untuk reaksi anaerob agar tidak ada udara
bebas masuk

VIII. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan pada identifikasi gram negatif batang


dengan menggunakan metode api test 20 e didapatkan presentase 97 %
Klebsiella pneumoniae karena rentang untuk menentukan bakteri 80-100%

10
DAFTAR PUSTAKA

Irianto,Koes.2006. mikrobiolgi.Bandung: CV. Yrama widya

Lay, Bibiana W.1994. analis mikroba di laboratorium. Jakarta : PT. Raja Grafindo

Waluy,Lud. 2004. Mikrobiologi umum. Malang : universitas muhammadiyah malang


press.

Schlegel, 1994. Dasar-dasar mikrobiologi. Jakarta, universitas Indonesia press

Jutono, J. 1980. Pedoman praktikum mikrobiologi umum untuk perguruan tinggi.


Penerbit departemen mikrobiologi fakultas pertanian unversita gajah mada.
Yogyakarta

Singleton dan Sainsbury, 2006. Dictionary of microbiology and molecular biology 3rd
edition john wiley ang sons inc. sussex, england

Jawetz dkk, 2008. Mikrobiologi kedokteran.(hartanto,C. rachman, A. dimanti,A.


diani) . jakarta : egc.p.199-200:233

11
LAMPIRAN

Media api test 20 e sebelum

sesudah

12
13