Anda di halaman 1dari 9

REKAYASA GEMPA II

MIDTEST

Oleh :

Nama : DINUL IKHSAN

NIM : 1622302051

Kelas : III-C (PAGI)

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

TAHUN AJARAN 2019


SOAL

1. Tuliskan dengan ringkas dan jelas teori gempa tektonik dan parameter-parameter
yang anda ketahui dalam pengenalan gempa bumi!

2. Tuliskan dengan ringkas dan jelas parameter-parameter dinamika struktur!

3. Tuliskan dengan ringkas dan jelas yang dimaksud dengan respon spectrum dan
pushover analisis!

4. Tuliskan dengan ringkas dan jelas kriteria apa saja yang harus dipenuhi untuk
perencanaan struktur tahan gempa!

5. Tuliskan dengan ringkas dan jelas apa yang dimaksud dengan Desain kinerja
struktur!

6. Tuliskan dengan ringkas resume dari artikel yang dibahas pada group kalian
masing-masing (minimal dua paragraph dan maksimal satu halaman folio)!
PENYELSAIAN :

1. Gempa Tektonik adalah salah satu jenis gempa bumi yg disebabkan oleh adanya
aktivitas tektonik, dan aktivitas tekonik ini ialah aktivitas pergeseran pd lempengan2
tektonik secara mendadak dg kekuatan dari yg sangat kecil sampai yg sangat besar.
Gempa Bumi Tektonik ini termasuk kedalam jenis gempa yg paling besar membuat
kerusakan di Bumi, karena getarannya yg begitu kuat.

Sebab – Sebab terjadinya suatu Gempa Bumi Tektonik ini disebabkan oleh adanya
pelepasan tenaga yg terjadi karna pergeseran lempengan plat tektonik seperti
Lempengan Plat Tektonik Karet Gelang yg ditarik dan dilepaskan secara tiba2, dan
Gempa Bumi Tektonik umumnya memiliki kekuatan getaran yg jauh lebih kuat bila
dibandingkan dengan gempa vulkanik. Lalu beberapa daerah yang umumnya sering
mengalami gempa tektonik antara lain Indonesia, Iran, India, dan Balkan, Amerika
Tengah, Filipina, Chile dan Jepang.

Parameter-paramater gempa bumi terdiri dari:

1.Episentrum (Epicenter)
Episentrum adalah titik di permukaan bumi yang merupakan refleksi tegak lurus dari
kedalaman sumber gempa bumi (Hiposentrum) . Posisi episentrum dibuat dalam
sistem koordinat kartesian bola bumi atau sistem koordinat geografis dan dinyatakan
dalam derajat lintang dan bujur.

2. Waktu Kejadian Gempa (Origin Time)


adalah waktu terlepasnya akumulasi tegangan (stress) yang berbentuk penjalaran
gelombang gempa bumi dan dinyatakan dalam hari, tanggal, bulan, tahun, jam, menit,
detik dalam satuan WIB atau UTC (Universal Time Coordinated).
3. Magnitudo gempa
Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan gempa bumi yang menggambarkan
besarnya energi yang terlepas pada saat gempa bumi terjadi dan merupakan hasil
pengamatan seismograf. Satuan yang umum digunakan di Indonesia adalah skala
Richter (Richter Scale), yang bersifat logaritmik. Umumnya magnitudo diukur
berdasarkan amplitudo dan periode fase gelombang tertentu

4. Kedalaman Sumber Gempa


Kedalaman sumber gempa bumi (Hiposentrum) adalah jarak yang dihitung tegak lurus
dari permukaan bumi. Kedalaman sumber gempa bumi (Hiposentrum) dinyatakan
dalam satuan km. Kedalaman gempa dibagi menjadi tiga zona: dangkal, menengah,
dan dalam.

Istilah Gempa :

Hiposentrum : adalah sumber gempa (lokasi terjadinya gempa) di kedalaman bumi


tertentu .

Episentrum : adalah titik (pusat gempa) yang berada di permukaan bumi tepat di atas
Hiposentrum

Kedalaman (Gempa) : biasanya diukur dalam km adalah jarak antara Hiposentrum


dengan Episentrum

Seismograf : Alat pencatat getaran gempa

Seismogram : Hasil gambaran seimograf yang berupa garis-garis patah / gelombang

Magnitudo : Kekuatan gempa

Zona subduksi atau penekukan terjadi ketika lempeng samudra bertabrakan dengan
lempeng benua, dan menelusup ke bawah lempeng benua tersebut ke dalam
astenosfer. Lempeng litosfer samudera mengalami subduksi karena memiliki densitas
yang lebih tinggi.
2. Dinamika struktur dapat diartikan sebagai variasi atau perubahan
terhadap waktu dalam konteks gaya yang bekerja (eksitasi) pada struktur. Beban
dinamis dapat berupa variasi besarannya (magnitude), arahnya (direction) atau
posisinya (point of application) berubah terhadap waktu. Demikian pula respons
struktur terhadap beban dinamik, yaitu lendutan dan tegangan yang dihasilkan juga
perubahan-waktu, atau bersifat dinamik.
Parameter-parameter dinamika struktur :
1. System berderajat kebebasan tunggal (SDOF)
2. Gerakan bebas system SDOF
3. Respon system SDOF terhadap gerak harmonis
4. Respon Sistem SDOF Terhadap Bentuk Spesial Dari Eksitasi
5. Respon System SDOF pada Eksitasi Dinamis
6. Respons Spektrum
7. Sistem berderajat kebebasan banyak (MDOF)
8. Getaran bebas untuk system SDOF

3. Respons spektrum adalah suatu spektrum yang disajikan dalam bentuk grafik/plot
antara periode getar struktur T, lawan respon-respon maksimum berdasarkan rasio
redaman dan gempa tertentu. Respon-respon maksimum dapat berupa simpangan
maksimum (spectral displacement, SD) kecepatan maksimum (spectral velocity, SV)
atau percepatan maksimum (spectral acceleration, SA) massa struktur single degree
of freedom (SDOF), (Widodo, 2001). Spektrum percepatan akan berhubungan
dengan gaya geser maksimum yang bekerja pada dasar struktur. Terdapat dua
macam respons spektrum yang ada yaitu respons spektrum elastik dan respons
spektrum inelastik. Spektrum elastik adalah suatu spektrum respons spektrum yang
didasarkan atas respon elastik suatu struktur, sedangkan spektrum inelastik (juga
disebut desain respons spektrum) adalah respon spektrum yang discale down dari
spektrum elastik dengan nilai daktilitas tertentu.
Analisa pushover adalah analisa static nonlinear untuk mengetahui perilaku
keruntuhan suatu bangunan atau struktur. Analisa dilakukan dengan memberikan
suatu pola beban lateral static pada struktur, yang kemudian secara bertahap
ditingkatkan dengan factor pengali sampai satu target perpindahan tercapai. Analisa
pushover ini menghasilkan kurva pushover/kapasitas yang menggambarkan hubungan
antara gaya geser (V) dan perpindahan pada atap (D).

4. Beberapa kriteria dasar yang dapat dipakai sebagai acuan untuk merencanakan tata
letak struktur bangunan di daerah rawan gempa adalah :
• Struktur bangunan harus mempunyai bentuk yang sederhana, kompak dan simetris

• Struktur bangunan tidak boleh terlalu langsing, mempunyai kekakuan yang cukup.

• Distribusi dari massa, kekakuan dan kekuatan disepanjang tinggi bangunan


diusahakan seragam dan menerus.

• Elemen-elemen vertikal dari struktur (kolom) harus dibuat lebih kuat dari elemen-
elemen.

5. Desain kinerja struktur adalah suatu kegiatan merencanakan suatu sistem struktur
bangunan yang berdasarkan dengan fungsi dari bangunan tersebut, sebagai contoh
ialah Pemilihan Level Kinerja Struktur Pada Bangunan Sistem Rangka Pemikul
Momen Yang Direncanakan Secara Direct Displacement-based Design Studi Kasus :
Bangunan Beraturan Dengan Bentang Tidak Seragam.
6. Resume dari artikel

EVALUASI KINERJA STRUKTUR JEMBATAN AKIBAT BEBAN


GEMPA DENGAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU
(OLEH KELOMPOK 3 (PAGI))

Pendahuluan

Indonesia merupakan salah satu daerah rawan gempa, hal ini dikarenakan Indonesia
terletak di jalur titik gempa yang disebut Lingkar Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Di
sepanjang Lingkaran Api Pasifik terdapat barisan gunung berapi aktif dan pelat tektonik yang
bergerak dan bertumbukan satu sama lain.
Hal ini menyebabkan daerah yang dilintasi Lingkaran Api Pasifik cenderung mengalami
pergerakan tanah atau gempa yang besar. Karakteristik gempa Indonesia yang kuat seperti
yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 dengan kekuatan 9,1-9,3 SR dan yang terjadi di
Padang pada 30 September 2009 berkekuatan 7,9 SR sangat membahayakan struktur yang
berdiri di atasnya.
Keruntuhan struktur akibat gempa umumnya sangat mendadak dan berbahaya bagi
proses evakuasi jika tidak didesain dengan benar. Oleh karena itu, desain struktur di wilayah
Indonesia harus mengacu kepada pada metode desain struktur yang telah disyaratkan di
dalam SNI03-1726-2012 [1].

METODOLOGI ANALISIS RIWAYAT RESPONS GEMPA (TIME HISTORY)

Pada analisis seismik ini, pembebanan yang diberikan akan diklasifikasikan


berdasarkan kontrol deformasi dan kontrol gaya dengan menggunakan grafik komponen gaya
dan deformasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam standard FEMA 356. Tingkat
kinerja untuk analisis dinamik nonlinear dapat dinyatakan sebagai operasional (B) dan tingkat
kerusakan sebagai Immediate Occupancy (IO), Life Safety (LS) dan Collapse Prevention
(CP) seperti yang terlihat pada Gambar.2
Berdasarkan Gambar.2 dapat dilihat bahwa IO menyatakan tingkat kerusakan ringan
dimana setelah terjadinya gempa bumi, struktur masih bisa dihuni kembali. Tingkat LS
menyatakan kerusakan moderat(sedang) dimana setelah terjadinya gempa bumi, struktur
mengalami kerusakan yang memerlukan perbaikan untuk dapat dihuni kembali. Sedangkan
tingkat CP menyatakan struktur mengalami kerusakan berat dan tidak bisa dihuni kembali.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kinerja jembatan akibat pembebanan gempa Aceh 2004 dengan skala 1.0g dapat
dilihat pada Gambar 7. Kerusakan terbesar terjadi pada tiang jembatan B2, dimana tingkatan
CP yang terlihat dari hasil program SAP2000 menyatakan lokasi yang pertama terjadinya
kerusakan pada tiang jembatan sebelah kiri. Sedangkan lokasi kerusakan kedua terjadi pada
tiang jembatan sebelah kanan dengan ditandai oleh notasi IO. Sementara itu tiang jembatan
yang lain masih dalam keadaan elastis dan belum mengalami kerusakan apapun dan
dinyatakan dengan notasi B.
Respons struktur jembatan yang terjadi akibat gempa Aceh tahun 2004 dapat dilihat pada
Gambar 8 dan Gambar 9 yang masing-masing menyatakan perpindahan struktur tiang
jembatan B1, B2, B3 dan B4. Percepatan terbesar terjadi pada tiang jembatan B2 sebesar 4.2
m/s2 dan perpindahan terbesar terjadi pada tiang jembatan B2 sebesar 0.04 m.

kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dinamik nonlinear riwayat respons gempa (analisis riwayat
waktu) maka diperoleh detail kerusakan struktur jembatan terjadi berdasarkan
peningkatan waktu analisis. Sehingga diperoleh gambaran titik-titik terlemah terjadi
pada lokasi kerusakan pertama kali berdasarkan lokasi sendi plastis yang telah
direncanakan.
Analisis dilakukan berdasarkan waktu (durasi) input gempa yang dibebankan
sehingga menyebabkan metode analisis dengan riwayat waktu ini relatif lebih lama
dalam memproses analisisnya menggunakan software finite elemen dibandingkan
dengan metode beban dorong (pushover) yang berdasarkan peningkatan langkah demi
langkah berbasiskan perpindahan ataupun gaya.
Metode analisis dinamik nonlinear riwayat waktu ini memberikan gambaran perilaku
struktur yang mendekati perilaku sebenarnya.