Anda di halaman 1dari 22

KELAS X SEMESTER GAJIL

RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BARISAN DAN DERET ARITMATIKA

SMK NEGERI 2 BITUNG


Jl. Mr. A. A. Maramis, Bitung
Sulawesi Utara
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 2 Bitung

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : X/Ganjil

Program : Teknik Pemesinan

Materi Pokok : Barisan dan Deret Aritmatika

Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit (1 Pertemuan)

Pengetahuan Ketrampilan
KI.3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan KI.4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, menggunakan alat, informasi, dan prosedur
konseptual, operasional dasar, dan kerja yang lazim dilakukan serta
metakognitif sesuai dengan bidang dan memecahkan masalah sesuai dengan
lingkup kajian matematika pada tingkat bidang kajian matematika Menampilkan
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, kinerja di bawah bimbingan dengan mutu
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
teknologi, seni, budaya, dan humaniora standar kompetensi kerja. Menunjukkan
dalam konteks pengembangan potensi diri keterampilan menalar, mengolah, dan
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kerja, warga masyarakat nasional, regional, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan internasional. dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

KD. 3.5. Menganalisis barisan dan deret KD. 4.5. Menyelesaikan masalah kontekstual
aritmatika. yang berkaitan dengan barisan dan
deret aritmatika.
IPK Pengetahuan IPK Ketrampilan
3.5.1. Mengidentifikasi pola barisan, dan deret 4.5.1. Menyelesaikan masalah kontekstual yang
bilangan . berkaitan dengan barisan dan deret
aritmatika.
3.5.2. Menerapkan konsep barisan dan deret
aritmatika.

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi siswa dapat :
1. Mengidentifikasi pola barisan dan deret bilangan dengan benar.
2. Menerapkan konsep barisan dan deret aritmatika dengan tepat.
3. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret
aritmatika secara tepat.

E. Materi Pelajaran
1. Barisan dan Deret Aritmatika
Materi Pembelajaran pada Lampiran 1
Faktual
1. Pola Bilangan.
2. Barisan Bilangan.
3. Deret Bilangan
4. Barisan Aritmatika.
5. Deret Aritmatika.

Konseptual
1. Pengertian pola dan barisan bilangan.
2. Pengertian Barisan Aritmatika.
3. Pengertian Deret Aritmatika.

Prosedural
1. Menentukan pola suatu barisan bilangan.
2. Menentukan beda pada barisan aritmatika.
3. Menentukan rumus suku ke-n barisan aritmatika.
4. Menentukan suku ke-n suatu barisan aritmatika.
5. Menentukan deret aritmatika.
F. Pendekatan dan Model Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Saintifik (Scientific Learning)
Model Pembelajaran : Pembelajran Berdasarkan Masalah (Problem Based
Learning)

G. Media Pembelajaran
1. Lembar Kerja Siswa
2. Papan Tulis, spidol.
3. Laptop dan LCD proyektor
4. Powerpoint Pretentation / Slideshow

H. Kegiatan Pembelajaran
Langkah Alokasi
Rincian Kegiatan
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 10 menit
 Komunikasi  Guru mengucapkan salam dan mengarahkan siswa untuk
memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran siswa.
 Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami
 Apersepsi barisan dan deret aritmatika.
 Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami
pola barisan dan deret dalam kehidupan sehari-hari.
 Mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa diajak
memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan
deret aritmatika dalam kehidupan sehari-hari.
 Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai.
 Motivasi  Dapat menjawab salam dan berdoa bersama-sama
 Sikap peduli dan perhatian pada guru serta proses
pembelajaran dan materi pelajaran yang akan dipelajarai,
diikuti sungguh-sungguh.
 Mendorong rasa ingin tahu terhadap materi pelajaran yang
akan dihadapi.
Kegiatan Inti 150 menit
1. Fase 1: Orientasi siswa pada masalah:
(a) Guru mengajukan masalah 1 yang tertera pada Lembar
Kegiatan Siswa (LKS) dengan bantuan IT (power point).
(b) Guru meminta siswa mengamati (membaca) dan memahami
masalah secara individu dan mengajukan hal-hal yang
belum dipahami terkait masalah yang disajikan.
(c) Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru
mempersilahkan siswa untuk bertanya kemudian siswa lain
untuk memberikan tanggapan. Bila diperlukan, guru
memberikan bantuan secara klasikal melalui pemberian
scaffolding.
(d) Guru meminta siswa menuliskan informasi yang terdapat
dari masalah tersebut secara teliti dengan menggunakan
bahasa sendiri.
2. Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar
(a) Guru meminta siswa membentuk kelompok heterogen (dari
sisi kemampuan, gender, budaya, maupun agama) sesuai
pembagian kelompok yang telah direncanakan oleh guru.
(b) Guru membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang
berisikan masalah dan langkah-langkah pemecahan serta
meminta siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan
masalah.
(c) Guru berkeliling mencermati siswa bekerja, mencermati dan
menemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa, serta
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-
hal yang belum dipahami.
(d) Guru memberi bantuan (scaffolding) berkaitan kesulitan
yang dialami siswa secara individu, kelompok, atau klasikal.
(e) Meminta siswa bekerja sama untuk menghimpun berbagai
konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari serta
memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang
berguna untuk pemecahan masalah.
(f) Mendorong siswa agar bekerja sama dalam kelompok.
3. Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan kelompok.
(a) Meminta siswa melihat hubungan-hubungan berdasarkan
informasi/data terkait membangun
(b) Guru meminta siswa melakukan eksperimen dengan media
yang disediakan untuk menyelesaikan masalah yang ada
dalam lembar kegiatan siswa..
(c) Guru meminta siswa mendiskusikan cara yang digunakan
untuk menemukan semua kemungkinan dari masalah yang
ada dalam lembar kegiatan siswa. Bila siswa belum mampu
menjawabnya, guru memberi scaffolding dengan
mengingatkan siswa mengenai cara mereka menentukan
penyelesaiannya.
4. Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
(a) Guru meminta siswa menyiapkan laporan hasil diskusi
kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
(b) Guru berkeliling mencermati siswa bekerja menyusun
laporan hasil diskusi, dan memberi bantuan, bila diperlukan.
(c) Guru meminta siswa menentukan perwakilan kelompok
secara musyawarah untuk menyajikan (mempresentasikan)
laporan di depan kelas.

5. Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah.
(a) Guru meminta semua kelompok bermusyawarah untuk
menentukan satu kelompok yang mempresentasikan
(mengkomunikasikan) hasil diskusinya di depan kelas
secara runtun, sistematis, santun, dan hemat waktu.
(b) Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok
penyaji untuk memberikan penjelasan tambahan dengan
baik.
(c) Guru memberi kesempatan kepada siswa dari kelompok lain
untuk memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi
kelompok penyaji dengan sopan.
(d) Guru melibatkan siswa mengevaluasi jawaban kelompok
penyaji serta masukan dari siswa yang lain dan membuat
kesepakatan, bila jawaban yang disampaikan siswa sudah
benar.
(e) Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain yang
mempunyai jawaban berbeda dari kelompok penyaji
pertama untuk mengkomunikasikan hasil diskusi
kelompoknya secara runtun, sistematis, santun, dan hemat
waktu. Apabila ada lebih dari satu kelompok, maka guru
meminta siswa bermusyawarah menentukan urutan
penyajian.
(f) Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok.
(g) Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada
kesimpulan mengenai permasalahan tersebut.

 Catatan:

Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa


dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya
diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah
tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Penutup 20 menit
1. Siswa diminta untuk menyimpulkan langkah untuk
menentukan rumus umum suku ke-n dari barisan aritmatika.
2. Dengan bantuan presentasi komputer, guru menayangkan apa
yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai langkah-
untuk langkah menentukan rumus umu.m suku ke-n dari
barisan aritmatika.
3. Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai barisan
aritmatika.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan
untuk tetap belajar.

I. Sumber Belajar
1. Buku Siswa Matematika Kelas X, Kemendikbud Kurikulum 2013 Revisi
2. Internet
3. SPM Matematika untuk SMK, Erlangga 2015
J. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
2. Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan saat


diskusi
a. Terlibat aktif dalam
pembelajaran
trigonometri.
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap
proses pemecahan
masalah yang berbeda
dan kreatif.

2. Pengetahuan

a. Memprediksi pola Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu


barisan aritmatika dan kelompok
b. Menyejikan hasil
menemukan pola
barisan aritmatika.

3. Keterampilan

a. Terampil menerapkan Pengamatan Penyelesaian tugas (baik


konsep/prinsip dan individu maupun kelompok)
strategi pemecahan dan saat diskusi
masalah yang relevan
dengan barisan

Penilaian Proses dan Hasil Belajar terlampir di Lampiran 2

K. Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian (Remedial / Pengayaan)


Terlampir di Lampiran3.
Lampiran 1. Materi
Barisan dan Deret Aritmatika

1. Menemukan Pola Barisan dan Deret Bilangan


Perhatikan gambari di bawah ini.

Gambar kaktus dan bunga matahari ini merupakan contoh pola bilangan dalam
kehidupan nyata. Dan tentu masih banyak hal-hal dalam kehidupan ini yang merupakan
contoh pola bilangan, coba kalian tulis hal – hal apa saja itu.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, materi barisan dan deret
menjadi sangat penting dan berguna dalam berbagai bidang, antara lain analisis
perbankan, data penduduk, data kebutuhan pangan, dan lain sebgainya.
Sekumpulan bilangan yang sering ditemui kadang mengikuti pola tertentu. Misalnya ;
Barisan bilangan asli : 1, 2, 3, 4, . . .
Barisan bilangan genap : 2, 4, 6, 8, 10, . . .
Barisan bilangan ganjil : 1, 3, 5, 7, 9, . . .

Pola bilangan digunakan dalam menentukan urutan atau letak suatu bilangan dari
sekumpulan bilangan. Misalkan bilangan kelima dari kumpulan bilangan genap : 10, 12,
14, 16, 18, . . . adalah 18. Bagaimana menentukan bilangan kesebelas? Dengan
mengetahui pola aturan bilangan, maka bilangan ke-n dapat ditentukan dengan mudah.

Contoh Masalah 1.
Adi mempunyai beberapa buah kelereng, kemudian menyusunnya seperti gambar
berikut ini:
Permasalahan:
1. Dapatkah kalian temukan bilangan berikut pada barisan bilangan tersebut?
2. Dapatkah kalian temukan pola pada barisan bilangan tersebut?
3. Tentukan banyak kelereng pada kelompok ke-15
Jadi, pola barisannya adala 𝐾𝑛 = 𝑛 × 𝑛
Maka bilangan selanjutnya pada barisan tersebut adalah 𝐾6 = 6 × 6 = 36
Kemudian, banyak kelereng pada kelompok ke-15 adalah 𝐾15 = 15 × 15 = 225

Kalian dapat dengan mudah menentukan bilangan-bilangan berikutnya pada sebuah


barisan bilangan jika dapat menemukan pola barisannya. Silahkan pelajari pola barisan
pada contoh berikut.

Contoh Masalah 2.
Perhatikan gambar berikut

Dari gambari di atas dapat kita lihat bahwa ada susunan heksagonal yang membentuk
barisan bilangan 2, 4, 6, 8, . . .
Jika kita ingin menentukan menggambar susunan heksagonal berikutnya, berapakah
jumlah heksagonal berikutnya?

Heksagonal tersebut akan berjumlah 10.

Kenapa demikian?
Ini terjadi karena dalam pola tersebut bilangan selanjutnya selalu ditambah 2

2, 4, 6, 8 ?

+2 +2 +2

Maka untuk bilangan berikutnya 8 + 2 = 10


Bagaimana menentukan pola ke-20 dari gambar diatas?

1 2 2 ×1
2 2+2 2 ×2
3 2 + 2+ 2 2 ×3
4 2 + 2 +2 +2 2 ×4
5 2 + 2 + 2 + 2+ 2 2 ×5
. . .
. . .
. . .
𝑛 2+2+2+2+... 2 ×𝑛
+2
Dengan membuat pola barisan seperti pada tabel di atas, maka memudahkan kita untuk
menemukan pola heksagonal ke-20 yaitu 2 × 20 = 40. Jadi pada pola ke-20 banyak
heksagonal adalah 40.

Berapa banyak jumlah heksagonal yang dibuat sampai pola kelima?


Urutan Pola Banyak Jumlah
Heksagonal
Pola 1 2 2
Pola 2 4 2 + 4= 6
Pola 3 6 2 + 4 + 6 = 12
Pola 4 8 2 + 4+ 6+ 8 = 20
Pola 5 10 2 + 4+ 6+ 8 + 10= 30

Dengan melihat tabel di atas maka diperoleh jumlah heksagonal sampai pola ke-5
adalah 30.

Dari contoh masalah diatas, maka kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
 Barisan bilangan adalah susunan suatu anggota himpunan bilangan yang
diurutkan berdasarkan pola atau aturan tertentu.
 Anggota barisan tersebut disebut suku barisan dan dinyatakan sebagai berikut.
𝑈1 , 𝑈2 , 𝑈3 , 𝑈4 , … , 𝑈𝑛
 Penjumlahan dari suku-suku suatu barisan disebut deret. Bentuk umum deret
bilangan sebagai berikut.
𝑈1 + 𝑈2 + 𝑈3 + 𝑈4 + … + 𝑈𝑛

2. Menerapkan konsep barisan dan deret aritmatika


Barisan Aritmatika
Contoh Masalah 3.
Jika tinggi satu buah anak tangga adalah 20 cm, berapakah tinggi tangga jika terdapat 15
buah anak tangga? Tentukan pola barisannya.

Pola bilangan yang diperoleh adalah 20𝑛, maka 𝑈15 = 20 × 15 = 300 Berarti tinggi tangga
tersebut sampai anak tangga ke 15 adalah 300 cm.
Contoh Masalah 4.

Dari contoh masalah di atas maka dapat disimpulkan bahwa:


Barisan aritmatika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih yang sama antara kedua
suku yang berurutan. Selisih antara kedua suku yang berurutan tersebut adalah beda.
Beda dinotasikan “𝑏”, memenuhi pola berikut 𝑏 = 𝑈2 − 𝑈1 = 𝑈3 − 𝑈2 = … = 𝑈𝑛+1 − 𝑈𝑛 .
Deret Aritmatika
Lampiran 2

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : X/1

Tahun Pelajaran : 2018/2019

Waktu Pengamatan : 4 x 45 menit

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Barisan Aritmatika

1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi
belum ajeg/konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas
kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan
kreatif.

1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan
ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


No Nama Siswa Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : X/1

Tahun Pelajaran : 2018/2019

Waktu Pengamatan : 4 x 45 menit

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang


relevan yang berkaitan dengan Barisan Aritmatika.
1. Kurangterampiljika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Barisan
Aritmatika
2. Terampiljika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Barisan
Aritmatika.
3. Sangat terampill,jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip
dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Baisan
Aritmatika.

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


No Nama Siswa Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip
dan strategi pemecahan
masalah
KT T ST
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil
TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMK


Kelas/Semester :X/1
Mata Pelajaran : Matematika
Topik : Barisan dan Deret Aritmatika
Waktu : 1 × 30 menit

1. Tentukan tiga suku pertama pada barisan berikut ini, jika suku ke-n dirumuskan sebagai
Un = 3n +1
2. Tentukan rumus umum suku ke-n untuk barisan 1, 9, 25, 49, ...!
3. Carilah beda dari barisan 20, 15, 10, . . .
4. Carilah beda dari barisan 3, 5, 7, . . .
5. Diketahui barisan bilangan: 2, 5, 8, . . .
Hitunglah suku ke-50 (u50)
6. Jika suku ke-7 barisan aritmatika sama dengan 10 dan suku ke-13 sama dengan -2,
carilah tiga suku pertama barisan tersebut!
7. Hitunglah jumlah 20 suku pertama pada setiap deret aritmatika berikut :
a. 2 + 5 + 8 + 11 + . . . . . .
b. 50 + 45 + 40 + 35 + . . . . .
8. Carilah suku pertama dan beda dari deret aritmatika, jika diketahui 𝑆4 = 17 dan 𝑆8 = 58
9. Jumlah deret aritmatika 3 + 6 = 9 +12 + . . . . . . . = 165.
a) Hitunglah banyak suku deret arirmatika tersebut.
b) Carilah suku terakhir dari deret aritmatika tersebut.
10. Pada bulan Mei 2018 Cika menabung Rp 50.000,00. Jika setiap bulan berikutnya
Anto menabung Rp 10.000,00 lebihnya dari bulan sebelumnya. Berapakah jumlah
seluruh tabungan Cika sampai akhir tahun?
KUNCI JAWABAN TES TERTULIS

1. Suku ke-n, un = 3n + 1
Untuk n = 1, diperoleh u 1 = 3(1) + 1 = 4 1
n = 2, diperoleh u2 = 3(2) + 1 = 7, dan
2
n = 3, diperoleh u 3 = 3(3) + 1 = 10
jadi, tiga suku pertama barisan itu adalah u1 = 4, u2 = 7, dan u3 = 1
10
2. 1, 9, 25, 49, .. dapat ditulis sebagai (1)2, (3)2, (5)2, (7)2, ... ; barisan
dengan suku-sukunya merupakan kuadrat dari bilangan asli ganjil. 2
Jadi, un = (2n – 1 )2 2
3. U1 = 20
U2 = 15
2
U3 = 10 1
b = u2-u1 = u3 – u2 = 15 – 20 = 10 – 15 = -5 1
4. U1 = 3
U2 = 5
2
U3 = 7 1
b = u2 – u1 = u3 – u2 = 5 – 3 = 7 – 5 = 2 1
5. 2, 5, 8, . . .
U1 = a = 2
b = u2 – u1 = 5 – 2 = 3
n = 50 2
un = a + ( n-1 )b 1
= 2 + ( 50-1 )3
= 149 1
6. S7 = 10 => a + (6 )b
S13= -2 => a + (12)b
12 = -6b
b = -2
1
10 = a + 6(-2) 2
a = -12-10
a = -22
U1, U2, U3
-22, -24, -26 1
7. a) S20 = 610 1
2
b) S20 = 50 1

8. a=3 1
3 2
b=-2 1

9. a) n = 10 1
2
b) 𝑈𝑛 = 30 1

10. 50.000 + 60.000 + 70.000 + . . . . . . . .


a = 50.000, b =10.000 dan n = 8
𝑛
𝑆𝑛 = (2a +(n – 1)b) 1 2
2
8
𝑆8 = 2 (2.(50.000) +(8 – 1)10.000)
= 4(100.000 + 7.(10.000))
= 4(100.000 + 70.000)
= 4(170.000)
1
𝑆8 = 680.000
Jadi, jumlah seluruh tabungan Cika sampai akhir tahun
adalah Rp 680.000,00

JUMLAH SKOR 10
Lampiran 3.
Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Remedial
Bagi siswa yang belum memenuhi KKM maka diberikan soal sebagai berikut:
1. Suku kesepuluh dan ketiga suatu barisan aritmatika berturut-turut adalah 2 dan 23.
Tentukan suku kelima barisan tersebut.
2. Tuliskan rumus suku ke-n dari barisan berikut, kemudian tentukan suku ke-6 dan suku ke-
15.
a. 4,8,12,...
b. -5,0,5,10,...
3. Tentukan banyaknya suku untuk setiap barisan berikut.
a. 135,130,125,...,35
b. 3,1,-1,...,-61
4. Tentukan suku ke-5 deret aritmatika yang rumus jumlah n suku pertamanya adalah 𝑆𝑛 =
2𝑛2 – 𝑛
5. Ahmad menabung setiap hari semakin besar Rp. 3.000,00; Rp.3.500,00; Rp.4.000,00; dan
seterusnya. Setelah berapa hari jumlah tabungannya mencapai Rp. 630.000,00?

Pengayaan
Bagi siswa yang sudan mencapai KKM matematika, maka untuk menambah semangat dan
motivasi diberikan soal pengayaan sebagai berikut:
1. Jika suku ke-7 barisan airtmatika sama dengan 10 dan suku ke-13 sama dengan -2, carilah
tiga suku pertama barisan tersebut.
2. Tiga bilangan membentuk barisan aritmatika. Jumlah ketiga bilangan tersebut 2 dan hasil
kalinya 280. Carilah bilangan-bilangan itu.
3. Jika panjang sisi sebuah segitiga siku-siku berbentuk suatu barisan aritmatika dengan sisi
terpendek 21 cm maka berapa keliling segitiga tersebut.
4. Keliling suatu segitiga yang sisi-sisinya membentuk deret aritmatika adalah 12 cm. Jika
sudut dihadapan sisi terpanjang adalah 120°, maka berapakah luas segitiga tersebut?
5. Seorang anak melihat dua balon udara di angkasa. Balon udara pertama berada 10 meter di
atas permukaan tanah dan semakin tinggi dengan kecepatan 15 meter per menit. Balon
udara kedua berada 120 meter di atas permukaan tanah dan semakin rendah dengan
kecepatan 20 meter per menit. Berapaka tinggi balon pertama, jika tinggi balon kedua sama
dengan dua kali tinggi balon pertama.