Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

Keterakaitan Antar Surah Al Zalzalah


Dan Al Qariah
D
I
S
U
S
U
N

Oleh : KELOMPOK 3

INTAN
FAJRIANI
HASTIA ANANDA

MTSN TINAMBUNG
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah
ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas
makalah ini”.
Makalah ini di buat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah
ini . Oleh sebab itu kami mengundang pembaca untuk memberi saran serta kritik
yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan
untuk penyempurnaa makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................... i

Kata pengantar ...................................................................................... ii

Daftar isi ................................................................................................. iii

Bab I Pendahuluan ................................................................................ 1

A. Latar belakang ............................................................................ 1

B. Rumusan Masalah ...................................................................... 1

C. Tujuan ......................................................................................... 2

Bab II Pembahasan .............................................................................. 3

Bab III Penutup ...................................................................................... 9

A. Kesimpulan ................................................................................. 9

B. Saran .......................................................................................... 9

Daftar Pustaka ....................................................................................... 10


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Allah SWT mencipta alam semesta ini berdasarkan kuasa dan kehendak-Nya
yang mutlak. Dalam mencipta alam semesta, Allah SWT melengkapinya dengan
aturan yang berlaku atas semua ciptaan-Nya. Aturan yang dicipta untuk mengatur
alam semesta ini disebut sunnatullah atau hokum alam. Semua makhluk tunduk
(tidak dapat terlepas ) dari sunnatullah, baik rela maupun terpaksa.
Hokum alam ialah hokum yang berlaku sesuai kodrat alam. Bentuk
keteraturan benda alam ini semua tunduk pada hukum alam yang ada. Secara ilmiah
adanya kehidupan di dunia ini karena adanya energy dari matahari. Atas kehendak
Allah SWT matahari memancarkan sinar dan panasnya ke seluruh penjuru dunia.
Allah SWT menakdirkan bumi berputar dan mengelilingi matahari sehingga
terjadilah siang dan malam. Menurut perhitungan akal manusia, jika sekiranya tidak
terjadi pertukaran siang dan malam, niscaya tidak ada kehidupan dipermukaan bumi.
Siang terus tak kuat menahan panasnya matahari, panas terus alam menjadi beku
karena dingin. Demikian kebijakan Allah SWT yang mencipta dan mengatur alam
semesta. Semua itu berjalan menurut kehendak Allah SWT. Adapun fenomena
hokum alam ialah hal-hal yuang tejadi di alam ini dan dapat disaksikan denagn
panca indera, dapat diterangkan, serta dapat dinilai secara ilmiah.

B. Rumusan Masalah
1. Apa sebenarnya Keterkaitan Kandungan Surah Al-Qariah Dan Al-Zalzalah

Tentang Hukum Fenomena Alam Dalam Kehidupan

C. Tujuan masalah
1. Mengetahui apa dan bagaimana Keterkaitan Kandungan Surah Al-Qariah
Dan Al-Zalzalah Tentang Hukum Fenomena Alam Dalam Kehidupan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian hukum alam


Hokum alam ialah hokum yang berlaku sesuai kodrat alam. Bentuk
keteraturan benda alam ini semua tunduk pada hukum alam yang ada. Secara ilmiah
adanya kehidupan di dunia ini karena adanya energy dari matahari. Atas kehendak
Allah SWT matahari memancarkan sinar dan panasnya ke seluruh penjuru dunia.
Allah SWT menakdirkan bumi berputar dan mengelilingi matahari sehingga
terjadilah siang dan malam. Menurut perhitungan akal manusia, jika sekiranya tidak
terjadi pertukaran siang dan malam, niscaya tidak ada kehidupan dipermukaan bumi.
Siang terus tak kuat menahan panasnya matahari, panas terus alam menjadi beku
karena dingin. Demikian kebijakan Allah SWT yang mencipta dan mengatur alam
semesta. Semua itu berjalan menurut kehendak Allah SWT. Adapun fenomena
hokum alam ialah hal-hal yuang tejadi di alam ini dan dapat disaksikan denagn
panca indera, dapat diterangkan, serta dapat dinilai secara ilmiah.
B. Fenomena Alam Menurut Al-Qur’an
1. Surah Al-Qari’ah
a. Lafal surat Al-Qari’ah beserta terjemahannya

Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
Pada hari itu manusia seperti laron yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti
bulu yang dihambur-hamburkan. Maka adapun orang yang berat timbangan
(kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan
adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya ialah
neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka hawiyah itu? (yaitu) api yang
sangat panas. (Q.S Al-Qari’ah/ 101: 1-11)
b. Penjelasan ayat
Secara bahasa, lafal Al-Qari’ah berarti bahaya besar, peristiwa besar yang
mengguncang hati (hari kiamat), hari hancurnya alam semesta. Dengan demikian
hokum fenomena alam yang dimaksud pada surat Al-Qari’ah adalah peristiwa besar
yang disebut yaumus sa’ah atau hari kiamat.
Pada aya 1-3, Allah SWT menginformasikan tentang adanya hari kiamat.
Ayat ini dimulai dengan pernyataan, “hari kiamat”. Setelah Allah SWT mewnyebut,
kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW., “apakah hari kiamt itu? Dan tahukah
kamu apakah hari kiamat itu?” pertanyaan ini bukan berartimenujukan ketidaktahuan
Allah. Allah SWT adalah dzat yang maha mengetsahui atas segala makhluknya .
maksud pernyataan ayat 2 dan 3 adalah untuk menarik perhatian kepada yang
ditsanya agar benar-benar memperhatikan pada permasalahan yang ditanyakan. Oleh
sebab itu, Allah SWT sendiri menjawab pertanyaan tersebut.
Pada ayat 4 dan 5, Allah SWT menjelaskan peristiwa pada saat terjadinya
hari kiamat. Pada saat itu, terjadi peristiwa yang sangat dahsyat dan belum pernah
terjadi sebelumnya. Kedahsyatan peristiwa hari kiamat digambarkan dalam ayat ini
bahwamanusia bethamburan seperti laron yang beterbangan. Gunung-gunung seperti
bulu yang dihamburkan. Begitu mengerikannya peristuwa hari itu. Manusia tidak
akan lagi mampu berbuat apa-apa. Bahkan, gunung yang kukuhpun berhamburan
lepas dari bumi bagaikan bulu.
awitsireP ratifnI-lA tarus itrepes ,nial taya malad TWS hallA naksalejid
aguj tamaik irah .tukireb taya-taya nakitahreP .3-1 taya riwkaT-tA nad 1
taya

Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila
lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar. (Q.S Al-Infithar
: 1-4)

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila


gunung-gunung dihancurkan. (Q.S At-takwir: 1-3)
Para pakar ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa matahari adalah sumber
kehidupan di dunia. Matahari adalah bola api raksasa yang yang memancarkan sinar
dan panasnya kepenjuru alam., termasuk permukaan bumi. Biola api raksasa itu
berputrar terus-menerus dan setiap detik kehilangan beratnya sebanyak 4000.000
ton. Hal itu terjadi terus-menerus sehingga pada saatnya nanti pasti akan habis dan
semuanya jadi beku. Tidak ada lagi angin bertiup, tidak ada lagi hujan, akhirnya
semua menjadi beku dan mati sehingga tamatlah kehidupan di dunia ini.
Para ahli fisika menyatakan bahwa daya rotasi dan revolusi benda-benda
langit tidaklah abadi, suatu saat akan berakhir. Gaya gravitasi yang menjadi
keseimbangan terhadap benda-benda langit, pada saatnya nanti juga akan hilang.
Hilangnya gaya gravitasi menyebabkan seluruh benda-benda langit akan
bertabrakan, saling menghancurka. Jika hancurnya alam semesta disebabkan oleh
padamnya matahari, hal itu akan terjadi sekitar 15 miliar lagi tahun lagi.
Demikianlah menurut para ahli antariksa, jadi, semua itu hanya perhitungan
manusia.
Adapun kepastian terjadinya hari kiamat tidak ada yang mengetahui, kecuali
Allah SWT. Kejadian hari kiamat tidak dapat disangkal oleh siapapun, sebagaimana
firman Allah SWT dalam Surat Al-Waqi’ah ayat 1-2
"Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)." ( Al-
Waqi’ah: 1-2)
Ayat 6-7 menjelaskan tentang keadaan orang-orang yang memiliki
timbangan amal kebaikan yang lebih banyak. Setelah terjadinya hari kiamat, ada tiga
tahapan yang akan dilalui manusia, yaitu yaumul ba’as yaitu, yaumul mahsyar, dan
yaumul jaza’.
Yaumul ba’as ialah hari dibangkitkannya semua manusia dari kubur. Setelah
itu, manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar (yaumul mahsyar). Pada saat itu,
manusia akan menerima catatan amalnya. Atas dasar catatan amal tersebut, manusia
dihisab (dihitung) dan dimizan (ditimbang semua amalnya. Orang yang berat
timbangan amal baiknya, ia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang),
yakni hidup di surga.
Dalam surah Al-Insiqaq ayat 7-9, Allah SWT menjelaskan bahwa orang
yang baik amalnya akan menerima buku catatan amal dengan tangan kanannya. Hal
itu sebagai pertanda baik baginya. Allah SWT berfirman sebagai berikut:
t$öq|¡sù ÇÐÈ ¾ÏmÏYŠÏJu‹Î/ ¼çmt7»tGÏ. š†ÎAré& ô`tB $¨Br'sù
¾Ï&Î#÷dr& #’n<Î) Ü=Î=s)Ztƒur ÇÑÈ #ZŽ•Å¡o„ $\/$|¡Ïm Ü=y™$ptä†
ÇÒÈ #Y‘rçŽô£tB
Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia
akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada
keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (Q.S Al-Insiqaq: 7-9)
Ayat 8-11 menjelaskan tentang keadaan orang- orang yang memiliki
timbangan amal kebaikan yang sdikit. Kejelekannya lebih banyak daripada
kebaikannya. Orang yang seperti ini akan celaka. Ia akan dimasukan ke neraka
hawiyah, yaitu api yang sangat panas.
Dalam surah Al-Insiqaq ayat 10-12 Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang lebih
berat timbangan amal jeleknya akan menerima buku catatan amal dari sebelah
belakang. Hal itu sebagai pertanda buruk baginya. Allah SWT berfirman
Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, maka dia akan
berteriak, “celakalah aku” dan dia akan masuk kedalam api yang menyala-nyala
(neraka). ( Q.S Al-Insiqaq: 10-12)
Tidak dapatkah manusia membela diri dari berbagai macam tduhan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya

Pada hari ini kami tutup mulu mereka; tangan mereka akan berkata pada kami dan
kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
(Q.S Yasin: 65)
Suasana mencekam perasaan pada yaumul hisab dan yaumul mizan membuat
manusia tidak mampu lagi berkutik. Wajahnya tertunduk ketakutan.
2. Surah Al-Zalzalah
a. Lafal surah Al-Zalzalah dan terjemahannya

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,dan bumi telah


mengeluarkan eban-beban berat (yang dikandung)nya, dn manusia bertanya, “apa
yang terjadi pad bumi ini?” pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena
sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya. Pada
hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk
diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. Maka barang siapa
mengerjakan kebaikanseberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya, dan
barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat
(balasannya) pula. (Q.S Al-zalzalah: 1-80).

b. Penjelasan ayat
Pada ayat 1 dan 2. Allah SWT menyatakan, “ apabila bumi diguncangkan
dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat
(yang dikandung)nya.” Hokum fenomena alam yang terungkap dalam ayat ini adalah
guncangnya bumi sehingga beban-beban berat yang ada di dalamnya dimuntahkan
keluar. Kejadian ini sebagai awal terjadinya hari kiamat.
Fenomena hancurnya alam semesta yang terungkap dalam surah Al-Zalzalah
sungguh peristiwa besar. Dalam surah Al-Hajj ayat 1-2, Allah SWT menjelaskan
peristiwa tersebut sebagai berikut:

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) kiamat


itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (ingatlah) pada hari ketika kamu
melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai
terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran
kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal
sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (Q.S Al- Hajj:
1-2)
Ayat tersebut lebih memperjelas kejadian hari itu. Ada beberapa kejadian
yang menggambarkan kengerian akibat guncangan dahsyat itu. Di antara gambaran
kejadian itu adalah sebagai berikut:
1) Perempuan yang sedang menyusui anaknya akan melupakan anak itu.
2) Perempuan yang sedang hamil akan keguguran kandungannya.
3) Manusia kebingungan seperti orang yang sedang mabuk.
Ayat 3 menjelaskan tentang
c. S
C. Keterkaitan Kandungan Surah Al-Qariah Dan Al-Zalzalah Tentang Hukum
Fenomena Alam Dalam Kehidupan
Isi kandungan surat Al- Qrai’ah mempunyai hubungan yang erat dengan Al-
zalzalah. Keterkaitan kedua surat tersebut, antara lain sebagai berikut:
1. Dari segi bahasa, AL-Qari’ah berarti bahaya besar, yaitu kejadian luar biasa pada
hari kiamat. Adapun lapadz Al-zalzalah berarti guncangan pada hari kiamat. Dengan
demikian, pada hakikatnya lafal Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah memiliki arti yang
sama.
2. Pada surah Al-Qari’ah ayat 5, dinyatakan bahwa gunung-gunung seperti bulu yang
dihambur-hamburkan. Pada surah Al-Zalzalah ayat1 dan 2, dinyatakan bahwa bumi
diguncangkan dengan dahsyat sehingga mengeluarkan beban beraty yang
dikandungnya. Dari ketiga ayat tersebut dapat diambil satu pengertian bahwa
berhamburannya gunung-gunung dan keluarnya beban berat bumi adalah karena
adanya guncangan yang hebat. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang terjadi pada
alam semesta. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana gempa bumi
mengguncang beberapa wilayah Negara kita, Indonesia. Peristiwa itu sudah
memakan korban begitu banayk. Padahal, guncangan pada hari kiamat lebih dahsyat
dan belum pernah terjadi.
3. Pada surat Al-Qari’ah ayat 4 dinyatakan bahwa pada hari kiamat, manusia seperti
laron yang beterbangan. Pada surah Al-Zalzalah dinyatakan bahwa dengan adanya
fenomena alam yang luar biasa itu, manusia bertanya,” Apa yang tejadi pada bumi
ini?” kedua ayat tersebut menggambarkan betapa paniknya manusia menyaksikan
fenomena alam saat itu. Pada waktu itu, manusia kebingungan dan tidak tahu apa
yang hendak dilakukan. Semua orang ketakutan dan tidak menemukan tempat
berlindung. Semua hancur dan kematian pasti menghampiri mereka.
Dalam surah Al-Qari’ah ayat6-9 sijelaskan bahwa orang yang berat timbangan
amal kebaikannya akan hidup senang di surge. Sebaliknya, orang yang ringan
timbangan amal kebaikannya, mereka akan ditempatkan di neraka hawiyah.
Pada surah Al-zalzalah ayat 7-8, diterangkan bahwa orang yang beramal baik
walaupun seberat zarrah akan menerima balasannya, begitupun dengan orang yang
beramal buruk. Hal ini sesuai dengan hokum alam yang berlaku, yaitu adanya sebab
akibat. Orang menerima kebaikan disebabkan dirinya berbuat baik. Orang yang
menerima keburukan disebabkan perilaku yang buruk juga. Semua perbuatan yang
dilakukan manusia pasti membawa konsekwensi masing-masing.
D. Menerapkan Kandungan Surah Al-Qari’ah Dan Al-Zalzalah Dalam Fenomena
Kehidupan Sehari-Hari Dan Akibatnya.
Menerapkan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari adalah kewajiban
setiap orang islam. Setelah memahami kandungan surah Al-qari’ah dan al-zalzalah,
pelajaran apa yang dapat kita ambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Kemudian, apa akibat yang akan kita peroleh dari penerapan tersebut?
Penerapan kandungan surah Al-Qari’ah dan Al-Zalzalah dalam kehidupan
sehari-hari antara lain?
1. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa alam semesta ciptaan Allah dan Dia pula yang
mengatur serta menguasainya;
2. Semua fenomena alam yang terjadi mutlak atas kuasa dan kehendaknya;
3. Meyakini bahwa ala mini akan mengalami kehancuran, yang berarti hidup di dunia
ini tidaklah kekal.
4. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua amal manusia akan dimintai
pertanggungjawaban pada hari kiamat;
5. Selalu menjaga diri dengan bergaul dengan orang-orang sholeh dan menjauhi orang-
orang yang biasa berbuat maksiat;
6. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk dapat melaksanakan ajaran agama secara
baik sesuai petunjuk Rasulullah SAW;
7. Berusaha meningkatkan amal kebaikan dan menjauhi perbuatan yang dilarang
agama;
8. Berdo’a kepada Allah agar tidak bertemu dengan kejadian hari kiamat.
Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan membawa akibat, baik positif
maupun negative. Selain kita mampu menerapkan kandungan surah L-Qari’ah dan
Al-zalzalah dalam kehidupan sehari-hari, akibat (dampak positif) bagi kita adalah
1. Memperoleh petunjuk hidup yang benar sesuai yang dikehendaki Allah sehingga
tidak akan menyesal karena amal yang telah kita lakukan di dunia;
2. Dapat mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di akhirat yang lebih baik;
3. Merasakan ketenangan karena semua akan diperlakukan adil di hadapan Allah, tidak
aka nada yang dizalimi;
4. Lebih mantap dalam beramal karena yakin akan mendapat balasan dari AllahSWT.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN

Allah SWT mencipta alam semesta ini berdasarkan kuasa dan kehendak-Nya
yang mutlak. Dalam mencipta alam semesta, Allah SWT melengkapinya dengan
aturan yang berlaku atas semua ciptaan-Nya. Aturan yang dicipta untuk mengatur
alam semesta ini disebut sunnatullah atau hokum alam. Semua makhluk tunduk
(tidak dapat terlepas ) dari sunnatullah, baik rela maupun terpaksa.
Hokum alam ialah hokum yang berlaku sesuai kodrat alam. Bentuk
keteraturan benda alam ini semua tunduk pada hukum alam yang ada. Secara ilmiah
adanya kehidupan di dunia ini karena adanya energy dari matahari. Atas kehendak
Allah SWT matahari memancarkan sinar dan panasnya ke seluruh penjuru dunia.
Allah SWT menakdirkan bumi berputar dan mengelilingi matahari sehingga
terjadilah siang dan malam. Menurut perhitungan akal manusia, jika sekiranya tidak
terjadi pertukaran siang dan malam, niscaya tidak ada kehidupan dipermukaan bumi.
Siang terus tak kuat menahan panasnya matahari, panas terus alam menjadi beku
karena dingin. Demikian kebijakan Allah SWT yang mencipta dan mengatur alam
semesta. Semua itu berjalan menurut kehendak Allah SWT. Adapun fenomena
hokum alam ialah hal-hal yuang tejadi di alam ini dan dapat disaksikan denagn
panca indera, dapat diterangkan, serta dapat dinilai secara ilmiah.
Daftar Pustaka

Abdullah, Taufiq, Dkk. Ensiklopedi Islam Jilid 2. Jakarta; PT Ichtiar Baru Van
Hoeve. 2000.

Al-Hayy al-Farmawi, Abd. Metode Tafsir Mawdhu’iy. Jakarta: PT RajaGrafindo


Persada. 1994.

Arsyad, M. Natsir. Sari Buku Pintar Islam Seputar Al-Qur’an, Hadist dan Ilmu.
Bandung: Al Bayan. 1996.

Ahmad Syazali dan Ahmad Rofi’i. Ulum Al-Qur’an. Bandung: Pustaka


Setia. 1977.

Baidan, Nashruddin. Metode Penafsiran Al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


2002.

Ibarahim Al-Biqa’I, Burhanudin. Nazmu al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar,


Lebanon. Dar al-Kutub al-Ilmiyah. 2006.

Jalal, Abdul. Ulum Al-Qur’an, Surabaya: Dunia Ilmu. 2010.

Muchlas, Imam. Penafsiran Al-Qur’an Tematis permasalahan, Malang: UMM


Press. 2004.

Shihab, M.Qurash. Sejarah dan Ulum al-Qur’an, Jakarta; Pustaka Firdaus.


1999.