Anda di halaman 1dari 1

Bab I

Pendahuluan
1. Latar belakang
Infeksi saluran pernafasan atau ISPA adalah infeksi akut yang menyerang anak-anak.
Pada kondisi dengan komplikasi yang berat dapat menyebabkan kematian (Ditjen bina
kefarmasian dan Alkes,2006). Faktor-faktor yang berkaitan dengan penyebaran
kejadian ISPA menurut WHO pada tahun 2007 antara lain kondisi lingkungan,
ketersediaan dan efektivitas pelayanan kesehatan dan langkah pencegahan infeksi
untuk mencegah penyebaran, faktor penjamu dan karakteristik patogen.
Menurut Riskedas tahun 2007, prevalensi ISPA tertinggi adalah pada kelompok balita
(>35%) sedangkan terendah adalah pada kelompok umur 15 sampai 24 tahun
(prevalensi cenderung meningkat lagi sesuai dengan meningkatnya umur). Menurut
Depkes tahun 2004 kejadian ISPA khususnya pada balita dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor resiko antara lain BBLR, status gizi buruk, umur, jenis kelamin,status
ASI ekslusif, imunisasi yang tidak lengkap, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan
fisik. Kondisi fisik lingkungan rumah dapat menyebabkan ISPA antara lain, jenis
atap, lantai, dinding, kepadatan hunian, penggunaan obat nyamuk bakar, jenis bahan
bakar dan perokok di dalam rumah. Sedangkan hasil data Riskesdas pada tahun 2007,
diperoleh faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA yaitu umur, status
gizi,pendidikan ibu, pekerjaan ibu, bahan bakar memasak, perokok dalam rumah,
jenis lantai dan outdoor pollution. ISPA yang disebabkan oleh faktor resiko polusi
udara antara lain asap rokok, asap pembakaran rumah tangga, gas buang sarana
transportasi dan industri, kebakaran hutan dan lain-lain (Ditjen P2PL, 2009).
Keadaan ekonomi yang belum pulih dari krisis ekonomi yang berkepanjangan,
berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin disertai dengan menurunnya
kemampuan menyediakan lingkungan pemukiman yang sehat. Kondisi ini
mendorong peningkatan jumlah penyakit menular termasuk ISPA (Depkes, 2004)
Perilaku hidup bersih dan sehat juga merupakan modal utama bagi pencegahan
penyakit seperti ISPA. Perilaku hidup bersih dan sehat sangat dipengaruhi oleh
budaya dan tingkat pendidikan penduduk. Meningkatnya tingkat pendidikan
penduduk
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan
4. Manfaat