Anda di halaman 1dari 457

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

PRA DESAIN PABRIK


“SIRUP XYLITOL DARI TONGKOL JAGUNG”

Disusun Oleh :

Muhammad Haikal Septiani Ayustiningrum


NRP. 2313 100 036 NRP. 2313 100 076

Pembimbing :
Prof. Dr. Ir. Ali Altway, M.S.
NIP. 1951 08 04 1974 12 1001
Siti Nurkhamidah, S.T., M.S., Ph,D
NIP. 1984 05 08 2009 12 2004

LABORATORIUM PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA


SURABAYA
2017
RINGKASAN

Perkembangan teknologi dalam bidang produksi bahan kimia dan pengolahan


bahan pangan, memudahkan kita dalam membuat bahan pangan alternative dari bahan
baku yang telah banyak tersedia di sekitar kita. Salah satu contoh pemanis yang dibutuhkan
adalah pemanis sintesis sebagai pengganti gula yang telah tersebar dipasaran, yaitu xylitol.
Hal ini juga didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mereka
dengan mengganti gula yang biasa dikonsumsi dengan pemanis sintetis yang lebih aman
dan kandungan gula yang lebih sedikit agar tidak terkena penyakit diabetes mellitus,
karena memiliki tingkat kemanisan yang relative lebih rendah yaitu sekitar 1,0-1,2 kali dari
sukrosa tergantung dari pH larutan.
Selama tahun 1990 hingga tahun 2000 konsumsi gula sintesis terus meningkat 10%
tiap tahunnya. Kebutuhan pemanis sintesis terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi, penduduk, dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kebutuhan xylitol sebagai pemanis sintetis di dunia hingga saat ini terus meningkat
hingga melebihi 100.000 Ton, dimana pasar Eropa dan Amerika membutuhkan 45.000 Ton
sedangkan Korea Selatan dan Jepang membutuhkan 25.000 Ton tiap tahunnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2012, Indonesia masih mengimpor gula
sintetis xylitol untuk keperluan industri dari Negara Amerika, Serikat (AS), Negara-negara
di Eropa, serta Negara di Asia. Dapat diperkirankan pada tahun 2020 nanti, Indonessia
akan mengimpor pemanis sintetis berupa xylitol mencapai 2200 Ton per tahun.
Xylitol merupakan gula sintetis yang dalam pembuatannya membutuhkan xylose,
dimana harus melalui proses hidrogenasi untuk membuat xylitol dengan kemurnian 99.9%.
Sedangkan xylose didapatkan dari proses hidrolisis dengan bahan baku berupa xylan,
dimana xylan terdapat dalam hemiselulosa yang yang berada pada suatu tanaman. Oleh
karena itu bahan baku pada pabrik pembuatan xylitol ini harus memiliki kadar xylan yang
besar, sehingga produksi xylitol yang dihasilkan juga besar.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Xylitol adalah tongkol jagung yang di
suplai dari pertanian yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Timur, yaitu daerah Tuban
Jawa Timur. Dari sisa pertanian tersebut didapat data ketersediaan tongkol jagung dari sisa
produksi. Berdasarkan beberapa pertimbangan, pabrik Xylitol dari tongkol jagung ini
direncanakan akan didirikan dengan kapasitas bahan baku 392,436 Ton/Tahun. Hal
tersebut didasarkan pada alasan-alasan berikut:

iv
1. Saat ini produksi Xylitol dunia kurang dari 50.000 ton/tahun dan hanya di produksi
di 6 negara dunia
2. Kebutuhan Xylitol di Indonesia sampai dengan tahun 2012 mencapai 1936,07
ton/tahun dan diperkirakan pada tahun 2020, kebutuhan Xylitol di Indonesia
meningkat sampai 2200 ton/tahun.
3. Bahan baku yang tersedia untuk pabrik Xylitol ini cukup banyak, yaitu sebesar 360
ton/hari
Prospek penjualan Xylitol ke industri terkait seperti industri permen karet dan pasta
gigi di Indonesia sangatlah tinggi, dan terus naik dari tahun ke tahun. Namun tingginya
tingkat kebutuhan terhadap produk yang menggunaan Xylitol tidak sebanding dengan
tingkat produksi Xylitol. Dalam perkembangannya, produksi terhadap produk Xylitol terus
meningkat seiring perkembangan industri.
Mempertimbangkan prospek yang ada, perlu kriteria tepat yang harus
dipertimbangkan dalam menentukan lokasi pabrik agar pabrik yang dirancang bisa
mendatangkan keuntungan besar. Kriteria-kriteria tersebut antara lain, penyediaan bahan
baku, pemasaran produk, fasilitas transportasi dan tenaga kerja. Pabrik Xylitol ini
direncanakan akan dibangun di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Alasan pemilihan
lokasi pendirian pabrik Xylitol sesuai dengan beberapa pertimbangan, yaitu:

1. Ketersediaan bahan baku.


Berdasarkan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik bahwa bahan baku
berupa tongkol jagung tersedia di beberapa kota di Jawa Timur, diantaranya
Tuban dengan kapasitas sebesar 1835217 Ton per tahun, Malang dengan
kapasitas sebesar 1940087 Ton per tahun, Kediri dengan kapasitas sebesar
891391 Ton per tahun, dan lain sebagainya. Jumlah produksi jagung di Tuban
cukup besar untuk skala provinsi dan layak menjadi dasar pemilihan tempat
pembangunan. Selain itu menurut Kementrian Pertanian Provinsi, Jawa Timur
memiliki potensi lahan tanaman jagung seluas 1.990.554 ha. Hal tersebut menjadi
salah satu dasar pemilihan lokasi pabrik.
2. Pemasaran Produk.
Tuban adalah daerah industri yang besar dan sedang berkembang pesat. Hal ini
menjadikan daerah tersebut sebagai pasar yang baik untuk pendirian pabrik
Xylitol. Saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik Xylitol.

v
3. Transportasi.
Sarana Transportasi darat dan laut sudah tidak menjadi masalah, karena fasilitas
jalan raya sudah memadai di Tuban, serta untuk transportasi laut, Tuban
merupakan daerah yang juga cukup dekat dengan pelabuhan Tuban dan berada di
jalur pantai utara, yang merupakan jalur perdagangan di Pulau Jawa.

Proses pembuatan xylitol dari tongkol jagung ini dibagi menjadi dua bagian proses
utama, yaitu:

1. Hidrolisis.
Hidrolisis hemiselulosa dapat dilakukan dengan cara asam. Hidrolisis asam
dapat dikategorikan melalui dua pendekatan umum, yaitu hidrolisis asam
konsentrasi tinggi pada suhu rendah dan hidrolisis asam konsentrasi rendah
pada suhu tinggi. Xilosa merupakan produk yang diinginkan dalam proses
ini, oleh karena itu degredasi senyawa ini sedapat mungkin dihindari. Pada
proses hidrolisis dengan katalis asam, digunakan larutan asam seperti
H2SO4, HCl, HNO3, dan sebagainya. Hidrolisis dengan menggunakan
katalis asam memerlukan suhu yang tinggi, bekisar 90 – 170oC, tekanan
sebesar 1 atm dan pH bekisar 3.
Pada proses hidrolisa asam terjadi reaksi sebagai berikut:
 Main Reaction
asam
(C5H8O4)n + nH2O nC5H10O5
2. Hridogenasi.
Xilan dapat diproses menjadi gula xilitol melalui proses hidrolisis xilan
menjadi xilosa, kemudian dihidrogenasi menjadi xilitol. Pada proses
hidrogenasi termasuk jenis reaksi katalitik, karena dalam prosesnya
menggunakan katalis sebagai support untuk reaksi. Katalis yang
diguanakan berupa serbuk raney nickel dengan kadar 5% berat dari total
beban xilose. Hidrogenasi menggunakan sistem batch dengan range
tekanan antara 6,8-54,4 atm dan temperatur antara 90-130oC.
Pada proses hidrolisa asam terjadi reaksi sebagai berikut:
C5H10O5 + H2  C5H12O5

vi
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhana Wa Ta'ala yang telah memberikan kekuatan
sehingga kami dapat melaksanakan Tugas Pra Desain Pabrik yang berjudul Pra Desain
Pabrik Sirup Xylitol dari Tongkol Jagung dan menyelesaikan laporan ini tepat pada
waktunya. Tugas Akhir ini merupakan syarat kelulusan bagi mahasiswa tahap sarjana di
Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS Surabaya.
Selama penyusunan laporan ini, kami banyak sekali mendapat bimbingan,
dorongan, serta bantuan dari banyak pihak. Untuk itu, kami ingin mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Ir. Ali Altway M.Sc selaku Dosen Pembimbing dan Kepala
Laboratorium Perpindahan Panas dan Massa atas bimbingan dan saran yang telah
diberikan.
2. Ibu Siti Nurkhamidah, S.T., M.S., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing atas bimbingan
dan saran yang telah diberikan.
3. Bapak Juwari, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Departemen Teknik Kimia FTI-
ITS Surabaya.
4. Bapak Fadlilatul Taufany, ST., Ph.D selaku Sekretaris Departemen Akhir Jurusan
Teknik Kimia FTI-ITS Surabaya.
5. Bapak dan Ibu Dosen pengajar serta seluruh karyawan Jurusan Teknik Kimia.
6. Orang tua dan saudara-saudara kami serta teman - teman, atas doa, bimbingan,
perhatian, dan kasih sayang yang selalu tercurah selama ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, yang
membutuhkan saran yang konstruktif demi penyempurnaannya.

Surabaya, Januari 2017

Penyusun

vii
DAFTAR ISI

COVER .............................................................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................ iii
RINGKASAN .................................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... vii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL ............................................................................................................. xiii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... I-1
I.1 Latar Belakang ........................................................................................... I-1
I.2. Produksi Bahan Baku ................................................................................ I-1
I.3. Aspek Marketing ....................................................................................... I-3
I.4. Prospek ...................................................................................................... I-4
I.5. Penentuan Lokasi Pabrik ........................................................................... I-5
I.6. Penggunaan Produk .................................................................................... I-6
I.7. Konsumsi.................................................................................................... I-7
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES ............................................................... II-1
II.1. Tipe-Tipe Proses ...................................................................................... II-1
II.1.1. Hidrolisis Dengan Asam ................................................................. II-1
II.1.2. Hidrolisis Enzimatik ........................................................................ II-2
II.1.3. Hidrogenasi Xilosa........................................................................... II-3
II.1.4. Fermentasi Xilosa ............................................................................ II-5
II.2. Seleksi Proses .......................................................................................... II-6
II.3. Spesifikasi Bahan Baku ............................................................................ II-7
II.3.1. Tongkol Jagung...................................................................................... II-7
II.3.2. Xilan ....................................................................................................... II-8
II.3.3. Xilosa ..................................................................................................... II-9
II.3.4. Asam Klorida ......................................................................................... II-9
II.3.5. Hidrogen ................................................................................................ II-10
II.3.6. Raney Nickel .......................................................................................... II-10
II.3.7. Sodium Chlorite ..................................................................................... II-10

ix
II.4. Target Produk ........................................................................................... II-11
II.5. Kapasitas ................................................................................................... II-11
II.6. Basis Perhitungan ..................................................................................... II-13
II.7. Basis Desain Data ..................................................................................... II-13
II.8. Uraian Proses ............................................................................................ II-14
BAB III NERACA MASSA .......................................................................................... III-1
BAB IV NERACA ENERGI ......................................................................................... IV-1
BAB V SPESIFIKASI PERALATAN ......................................................................... V-1
BAB VI ANALISIS EKONOMI ................................................................................... VI-1
VI.1. Pengelolaan Sumber Daya Manusia ...................................................... VI-1
VI.1.1. Bentuk Badan Perusahaan ............................................................. VI-1
VI.1.2. Sistem Organisasi Perusahaan ....................................................... VI-1
VI.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan ..................................................... VI-3
VI.1.4. Perincian Jumlah Tenaga Kerja ..................................................... VI-5
VI.1.5. Status Karyawan dan Pengupahan ................................................. VI-5
VI.2. Utilitas ................................................................................................... VI-6
VI.2.1. Unit Pengelolaan Air ..................................................................... VI-7
VI.2.2. Unit Penyediaan Steam ................................................................... VI-7
VI.2.3. Unit Pembangkit Tenaga Listrik .................................................... VI-7
VI.2.4. Unit Penyedia Air Pendingin .......................................................... VI-7
VI.3. Analisisa Ekonomi ................................................................................. VI-8
VI.3.1. Total Capital Investment................................................................. VI-8
VI.3.2. Total Production Cost (TPC).......................................................... VI-8
VI.3.3. Analisa Profitability ....................................................................... VI-9
BAB VII KESIMPULAN ............................................................................................... VII-1
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ xvi
APPENDIKS A PERHITUNGAN NERACA MASSA
APPENDIKS B PERHITUNGAN NERACA ENERGI
APPENDIKS C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
APPENDIKS D PERHITUNGAN ANALISIS EKONOMI

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar I.1 Penyebaran Produksi Jagung di Jawa Timur ............................................ I-5


Gambar I.2 Konsumsi Xyliol di Indonesia .................................................................. I-7
Gambar II.1 Struktur Xilan ........................................................................................... II-15
Gambar II.2 Struktur Xilosa .......................................................................................... II-16
Gambar VI.1 Struktur Organisasi Perusahaan ................................................................ VI-3
Gambar VI.2 Penentuan Jumlah Karyawan Operasi Terhadap Kapasitas Produksi ...... VI-10
Gambar VI.3 Grafik BEP Pabrik Sirup Xylitol .............................................................. VI-21

xi
DAFTAR TABEL

Tabel I.1 Kandungan Xilan Dari Beberapa Limbah Pertanian.................................. I-2


Tabel I.2 Data impor Xylitol ..................................................................................... I-3
Tabel II.1 Perbandingan Antara Proses Hidrolisis Asam dan Enzimatik ................... II-13
Tabel II.2 Perbandingan Proses Hidrogenasi Xilosa dan Fermentasi Xilosa ............. II-14
Tabel II.3 Syarat Mutu Xylitol ................................................................................... II-18
Tabel II.4 Perkembangan Ekspor Xylitol di Indonesia ............................................... II-18
Tabel II.5 Perkembangan Impor Xylitol Di Indonesia ............................................... II-19
Tabel II.6 Perkembangan Produksi Xylitol Indonesia ................................................ II-19
Tabel III.1 Neraca Massa Washing Line (F-110) ......................................................... III-1
Tabel III.2 Neraca Massa Rotary Dryer (H-120) ......................................................... III-2
Tabel III.3 Neraca Massa Crusher (C-120) ................................................................. III-2
Tabel III.4 Neraca Massa NaClO2 Mixing Tank (M-210)............................................ III-2
Tabel III.5 Neraca Massa Centrifuge (H-220) ............................................................. III-3
Tabel III.6 Neraca Massa Washing Tank (M-230)....................................................... III-3
Tabel III.7 Neraca Massa Rotary Vacuum Filter (H-240) ........................................... III-4
Tabel III.8 Neraca Massa NaOH Mixing Tank (M-310) .............................................. III-4
Tabel III.9 Neraca Massa Acetic Acid Reactor Tank (R-320) ..................................... III-5
Tabel III.10 Neraca Massa Centrifuge (H-330) ............................................................. III-5
Tabel III.11 Ethanol Mixing Tank (M-340) ................................................................... III-6
Tabel III.12 Neraca Massa Centrifuge (H-350) ............................................................. III-7
Tabel III.13 Neraca Massa Dilution Tank (M-360) ....................................................... III-7
Tabel III.14 Neraca Massa Hydrolysis Reactor (R-410) ............................................... III-8
Tabel III.15 Neraca Massa Vacuum Evaporator (V-420) .............................................. III-9
Tabel III.16 Neraca Massa Hydrogenation Reactor (R-150)......................................... III-9
Tabel III.17 Neraca Massa Knock Out Drum (S-610) ................................................... III-10
Tabel III.18 Neraca Massa Carbonation Mixer Tank (M-620)...................................... III-11
Tabel III.19 Neraca Massa Filter Press (H-630) ........................................................... III-12
Tabel III.20 Neraca Massa Multiple Effect Evaporator (V-640) ................................... III-12
Tabel IV.1 Neraca Energi Washing Line (F-110) ........................................................ IV-1
Tabel IV.2 Neraca Energi Heater Udara Panas (E-122) ............................................. IV-2
Tabel IV.3 Neraca Energi Rotary Dryer (H-120) ........................................................ IV-2
Tabel IV.4 Neraca Energi Hammer Mill (C-130) ........................................................ IV-2
xiii
Tabel IV.5 Neraca Energi Mixing Tank (M-210) ......................................................... IV-3
Tabel IV.6 Neraca Energi Centrifuge (H-220) ............................................................. IV-3
Tabel IV.7 Neraca Energi Washing Tank (M-230) ...................................................... IV-3
Tabel IV.8 Neraca Energi Rotary Vacuum Filter (H-240) ........................................... IV-4
Tabel IV.9 Neraca Energi Mixing Tank (M-310) ......................................................... IV-5
Tabel IV.10 Neraca Energi Acetic Acid Reactor Tank (R-320) ..................................... IV-5
Tabel IV.11 Neraca Energi Centrifuge (H-330) ............................................................. IV-5
Tabel IV.12 Neraca Energi Ethanol Tank Reactor (M-340) .......................................... IV-6
Tabel IV.13 Neraca Energi Centrifuge (H-350) ............................................................. IV-6
Tabel IV.14 Neraca Energi Dilution Tank (M-360) ....................................................... IV-7
Tabel IV.15 Neraca Energi Heater Hidrolisis (E-362) .................................................. IV-7
Tabel IV.16 Neraca Energi Hydrolysis Reactor Tank (R-410) ...................................... IV-8
Tabel IV.17 Neraca Energi Vacuum Evaporator (V-240) ............................................. IV-8
Tabel IV.18 Neraca Energi Barometric Condenser (G-442) ......................................... IV-8
Tabel IV.19 Neraca Energi Heater (E-424) ................................................................... IV-9
Tabel IV.20 Neraca Energi Hydrogenation Reactor Tank (R-510) ............................... IV-9
Tabel IV.21 Neraca Energi Cooler (E-612) ................................................................... IV-9
Tabel IV.22 Neraca Energi Heater (E-641) ................................................................... IV-10
Tabel IV.23 Neraca Energi Multiple Effect Evaporator (V-640) .................................. IV-10
Tabel IV.24 Neraca Energi Barometric Condenser (G-442) ......................................... IV-11
Tabel IV.25 Neraca Energi Cooler (E-650) ................................................................... IV-11
Tabel V.1 Gudang Penyimpanan (F-111) .................................................................. V-1
Tabel V.2 Belt Conveyor (J-112) ............................................................................... V-1
Tabel V.3 Washer Line (F-110) .................................................................................. V-2
Tabel V.4 Belt Conveyor I (J-113) .............................................................................. V-2
Tabel V.5 Rotary Dryer (H-120) ................................................................................ V-2
Tabel V.6 Belt Conveyor (J-121) ............................................................................... V-3
Tabel V.7 Light Crusher (C-130) ............................................................................... V-3
Tabel V.8 Bucket Elevator II (J-132) .......................................................................... V-3
Tabel V.9 Belt Conveyor (J-131) ............................................................................... V-3
Tabel V.10 Tangki NaClO2 (F-212) ............................................................................. V-5
Tabel V.11 NaClO2 Pump (L-213)............................................................................... V-4
Tabel V.12 Tangki Delignifikasi (M-210) .................................................................... V-5
Tabel V.13 Pompa (L-211) ........................................................................................... V-7

xiv
Tabel V.14 Centrifuge (H-220) ..................................................................................... V-7
Tabel V.15 Bucket Elevator (J-221) ............................................................................. V-7
Tabel V.16 Tangki Pencucian (M-230) ........................................................................ V-8
Tabel V.17 Pompa (L-231) ........................................................................................... V-9
Tabel V.18 Bucket Elevator (J-241) ............................................................................. V-9
Tabel V.19 Tangki (F-312) ........................................................................................... V-10
Tabel V.20 Pompa ( L-313) .......................................................................................... V-10
Tabel V.21 Tangki (R-310) ........................................................................................... V-10
Tabel V.22 Pompa (L-311) ........................................................................................... V-11
Tabel V.23 Tangki F-322 .............................................................................................. V-12
Tabel V.24 Pompa L-323 .............................................................................................. V-13
Tabel V.25 Tangki R-320 .............................................................................................. V-14
Tabel V.26 Centrifuge (H-330) ..................................................................................... V-15
Tabel V.27 Pompa L-312 .............................................................................................. V-16
Tabel V.28 Tangki F-342 .............................................................................................. V-17
Tabel V.29 Pompa L-342 .............................................................................................. V-17
Tabel V.30 Tangki M-340 ............................................................................................. V-18
Tabel V.31 Pompa L-343 .............................................................................................. V-18
Tabel V.32 HCl Storage Tank (F-411) ......................................................................... V-18
Tabel V.33 Pompa Tangki HCl (L-413) ....................................................................... V-18
Tabel V.34 Reaktor Hidrolisis (R-340)......................................................................... V-18
Tabel V.35 Pompa Hidrolisis (L-411) .......................................................................... V-18
Tabel V.36 Evaporator (V-420) .................................................................................... V-18
Tabel V.37 Pompa Xylose (L-421) ............................................................................... V-18
Tabel V.38 Heater Hidrogenasi (E-513) ...................................................................... V-18
Tabel V.39 Compressor (G-512) .................................................................................. V-18
Tabel V.40 Reaktor Hidrogenasi (R-510)..................................................................... V-18
Tabel V.41 Cooler Hidrogenasi (E-511) ...................................................................... V-18
Tabel V.42 Knock Out Drum (H-610) .......................................................................... V-18
Tabel V.43 Pompa Centrifugal (L-611) ........................................................................ V-18
Tabel V.44 Tangki Karbonasi (M-620) ........................................................................ V-18
Tabel V.45 Pompa Centrifugal (L-621) ........................................................................ V-18
Tabel V.46 Filter Press (H-630) ................................................................................... V-18
Tabel V.47 Pompa Centrifugal (L-631) ........................................................................ V-18

xv
Tabel V.48 Heater Evaporator (E-645) ........................................................................ V-18
Tabel V.49 Double Evaporator (V-640 A/B) ................................................................ V-18
Tabel V.50 Cooler Evaporator (E-650) ........................................................................ V-18
Tabel V.51 Tangki Produk (F-642) .............................................................................. V-18
Tabel VI.1 Daftar Kebutuhan Karyawan Pabrik Xylitol .............................................. VI-11
Tabel VI.2 Production Unit Schedule .......................................................................... VI-14

xvi
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Globalisasi membuat negara-negara di dunia meningkatkan pertumbuhan industrinya.
Tak terkecuali dengan Indonesia yang dituntut untuk mengejar ketertinggalannya dari negara
lain untuk dapat bertahan dalam era globalisasi ini.
Seiring dengan berkembangnya teknologi produksi bahan kimia serta teknologi
pengolahan bahan pangan dan farmasi, bahan pemanis sintetis telah banyak digunakan secara
luas sebagai alternatif pengganti gula, hal ini juga ditunjang dengan meningkatnya kesadaran
masyarakat sebagai konsumen untuk menggunakan bahan pemanis yang aman khususnya
bagi konsumen yang menderita penyakit diabetes mellitus. Namun penggunaan pemanis
sintetis ini masih menuai kontroversi karena efek samping dari pemanis buatan tersebut yaitu
bersifat karsinogenik. Maka dari itu, diperlukan produk berupa pemanis buatan yang
menggunakan bahan alami, dan tidak bersifat karsinogenik. perkembangan saat ini
menunjukkan adanya penggunaan kombinasi dua jenis pemanis untuk produk tertentu, salah
satunya adalah xylitol.
Maguire, 2003, mendefinisikan xylitol merupakan gula alkohol yang memiliki tingkat
kemanisan 1,0-1,2 kali dari sukrosa tergantung pada pH larutan. Xylitol telah banyak
digunakan menjadi alternatif dari gula sukrosa dan biasa digunakan oleh penderita diabetes
mellitus karena penyerapan dalam tubuh tidak memerlukan hormon insulin, selain itu dalam
bidang kedokteran gigi xylitol juga banyak digunakan sebagai tablet hisap, dan campuran
pasta gigi karena sifatnya yang dapat menghambat bakteri penyebab karies gigi.

I.2 Produksi Bahan Baku


Bahan baku yang digunakan dalam produksi xylitol pada pabrik ini adalah tongkol
jagung yang berasal dari limbah pertanian yang berada di sekitar lokasi pabrik. Dalam satu
dekade terakhir ini, produksi jagung mengalami peningkatan yang cukup tinggi meskipun
agak berfluktuasi. Pada tahun 1989-1993 produksi jagung mencapai 6,7 juta ton/tahun
dengan produktivitas 2,2 ton/ ha. Kemudian pada tahun 2003 mencapai 9,66 juta ton/ tahun
meningkat sebesar 1,42% dibanding 2002 sebesar 9,53 juta ton /tahun. Dan di tahun 2007
pemerintah mentargetkan produksi jagung 13 juta ton/tahun dengan produktivitas 3,8 ton/ha
(Anonymous, 2005). Selain untuk pangan, jagung digunakan untuk pakan dan bahan industri.
Sampai saat ini kebutuhan dan permintaan jagung semakin meningkat. Peningkatan produksi

I-1
dan kebutuhan jagung berarti terjadi pula peningkatan limbah, baik berupa jerami maupun
tongkol jagung. Jerami jagung telah banyak dimanfaatkan untuk makanan ternak, sedangkan
tongkol jagung belum banyak dimanfaatkan. Tongkol jagung merupakan bagian terbesar dari
limbah jagung. Dari berat jagung bertongkol, diperkirakan 40-50% adalah tongkol jagung,
yang besarnya dipengaruhi oleh varietas jagungnya. Oleh karena itu dapat diperkirakan untuk
produksi jagung 13 juta ton (jagung pipilan) akan terjadi limbah tongkol jagung sekitar 10,6
juta ton/tahun. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya perhatian dan penanganan untuk
pemanfaatannya sehingga lebih bernilai guna. Tongkol jagung merupakan bahan
berlignoselulosa (kadar serat 38,99%) yang mengandung xilan tertinggi (12,4%) dibanding
limbah pertanian lain (Richana et al., 2004). Dengan demikian ekstraksi xilan dari tongkol
jagung diduga layak untuk dilakukan. Xilan adalah hemiselulosa yang merupakan polimer
dari pentosa atau xilosa dengan ikatan ß-1,4 yang jumlah monomernya berkisar 150-200 unit
(Sunna dan Antranikian. 1997). Hemiselulosa sendiri merupakan. Sedangkan bahan
penunjang yang digunakan adalah asam sulfat (H2SO4) dan nikel yang digunakan sebagai
katalis dalam proses pembuatan xylitol.
Tongkol jagung diketahui mengandung xilan yang lebih tinggi dibandingkan bagas
tebu, oat hulls, sekam, kulit kacang dan kulit biji kapas (Tabel I.1). Kandungan xilan atau
pentosan pada tongkol jagung berkisar antara 12,4-12,9% (Richana et al., 1994). Sumber lain
menyatakan dari seluruh limbah pertanian yang ada, kandungan xilan dalam tongkol jagung
menunjukkan jumlah tertinggi yaitu dapat mencapai 40g/100g.

Tabel I.1 Kandungan Xilan Dari Beberapa Limbah Pertanian

Bahan Xilan (%)


Tongkol Jagung 31,94
Ampas Ubi 6,86
Onggok 0,4
Sekam 29,91
Bekatul 10,25
Bagas Tebu 9,6
Sumber : Agustina, 2002

I-2
I.3 Aspek Marketing
Saat ini kebutuhan Xylitol dunia melebihi 100.000 ton, dimana pasar Eropa dan
Amerika membutuhkan 45.000 ton serta Korea Selatan dan Jepang yang membutuhkan
25.000 ton setiap tahunnya. Xylitol umumnya digunakan pada industri permen karet dengan
pemanfaatan tahunan sebesar 35.000 ton. Selain China, saat ini Xylitol juga diproduksi di
Rusia, Finlandia, Jepang, Amerika Serikat dan Italia dengan total produksi kurang dari
50.000 ton/tahun (www.english.jl.gov.cn).
Indonesia sekarang ini masih mengimpor Xylitol untuk keperluan beberapa industri
dari negara Amerika Serikat (AS), negara-negara di Eropa, Cina, India dan Jepang. Tabel 1.2
menunjukkan data impor Xylitol setiap tahunnya.

Tabel I. 2 Data impor Xylitol


Tahun Nilai / Val (US $) Brt / Wgt (ton)
2000 238.478 82.94
2001 354.691 169.52
2002 375.549 147.14
2003 354.358 202.14
2004 818.459 388.64
2005 703.777 383.82
2006 830.576 277.85
2007 2.324.547 784.02
2008 2.063.182 694.85
2009 1.905.639 594.33
2010 2.205.213 557.96
2011 2.963.296 979.88
2012 4.440.076 1936.07
Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia 2012

Dari Tabel 1.2 dapat kita lihat bahwa Indonesia data impor Xylitol di Indonesia
berfluktuasi setiap tahunnya akan tetapi secara umum terus meningkat. Dari data pada Tabel
1.12, diperkirakan pada tahun 2020 nilai impor Xylitol meningkat hingga mencapai 2200
ton/tahun. Mengingat belum adanya produsen Xylitol di Indonesia, maka produk yang
dihasilkan dari pabrik Xylitol yang dirancang ini diorientasi ke pasar loka dan ekspor maka
diharapkan bahwa hasil penjualan yang diperoleh bisa menambah devisa bagi negara.

I-3
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan Xylitol adalah tongkol jagung yang di
suplai dari pertanian yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Timur, yaitu daerah Tuban
Jawa Timur. Dari sisa pertanian tersebut didapat data ketersediaan tongkol jagung dari sisa
produksi. Berdasarkan beberapa pertimbangan, pabrik Xylitol dari tongkol jagung ini
direncanakan akan didirikan dengan kapasitas bahan baku 392,436 Ton/Tahun. Hal tersebut
didasarkan pada alasan-alasan berikut:

1. Saat ini produksi Xylitol dunia kurang dari 50.000 ton/tahun dan hanya di produksi di
6 negara dunia
2. Kebutuhan Xylitol di Indonesia sampai dengan tahun 2012 mencapai 1936,07
ton/tahun dan diperkirakan pada tahun 2020, kebutuhan Xylitol di Indonesia
meningkat sampai 2200 ton/tahun.
3. Bahan baku yang tersedia untuk pabrik Xylitol ini cukup banyak, yaitu sebesar 360
ton/hari
Dari uraian diatas maka pendirian pabrik Xylitol ini memiliki aspek marketing yang baik dan
memberikan keuntungan besar.

I.4 Prospek Xylitol


Prospek penjualan Xylitol ke industri terkait seperti industri permen karet dan pasta
gigi di Indonesia sangatlah tinggi, dan terus naik dari tahun ke tahun. Namun tingginya
tingkat kebutuhan terhadap produk yang menggunaan Xylitol tidak sebanding dengan tingkat
produksi Xylitol. Dalam perkembangannya, produksi terhadap produk Xylitol terus
meningkat seiring perkembangan industri.
Mempertimbangkan prospek yang ada, perlu kriteria tepat yang harus dipertimbangkan
dalam menentukan lokasi pabrik agar pabrik yang dirancang bisa mendatangkan keuntungan
besar. Kriteria-kriteria tersebut antara lain, penyediaan bahan baku, pemasaran produk,
fasilitas transportasi dan tenaga kerja. Alasan pemilihan lokasi pendirian pabrik Xylitol yang
sesuai dengan studi kelayakan antara lain:
 Dekat dengan industri (konsumen) Xylitol, yaitu industri pasta gigi dan permen karet
 Dekat dengan lahan produksi jagung sehingga mempermudah memperoleh bahan
baku utama yaitu tongkol jagung dari pabrik jagung.
 Dekat dengan lepas pantai untuk kebutuhan transportasi dan ekspor.

I-4
I.5 Penentuan Lokasi Pabrik
Dalam menentukan lokasi pabrik perlu memperhatikan beberapa faktor yaitu biaya
operasional, ketersediaan bahan baku dan penunjang sarana dan prasarana, dampak sosial,
dan studi lingkungan. Pabrik Xylitol ini direncanakan akan dibangun di Kabupaten Tuban,
Provinsi Jawa Timur dengan pertimbangan, sebagai berikut:
1. Ketersediaan bahan baku
Untuk menekan biaya penyediaan bahan baku, maka pabrik Xylitol didirikan berdekatan
dengan daerah lahan Jagung di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur yang cukup
melimpah. Penyebaran lahan jagung di daerah Tuban dapat dilihat pada Gambar I.1.

Gambar I. 1 Penyebaran Produksi Jagung di Jawa Timur


Sumber : Badan Pusat Statistik Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur memiliki 4 kota yang menyumbang terbesar produksi jagung
nasional, yaitu Malang, Tuban, Blitar dan Kediri. Jumlah produksi jagung di Tuban cukup
besar untuk skala provinsi dan layak menjadi dasar pemilihan tempat pembangunan.
Selain itu menurut Kementrian Pertanian Provinsi, Jawa Timur memiliki potensi lahan
tanaman jagung seluas 1.990.554 ha (http://jatim.bps.go.id/index.php/linkTabelStatis/169).
Hal ini tentu menjadi pertimbangan yang sangat menjanjikan bagi investor yang ingin
berinvestasi di kota Tuban.

I-5
2. Pemasaran Produk
Tuban adalah daerah industri yang besar dan sedang berkembang pesat. Hal ini
menjadikan daerah tersebut sebagai pasar yang baik untuk pendirian pabrik Xylitol. Saat
ini, Indonesia belum memiliki pabrik Xylitol.
3. Transportasi
Sarana Transportasi darat dan laut sudah tidak menjadi masalah, karena fasilitas jalan raya
sudah memadai di Tuban, serta untuk transportasi laut, Tuban merupakan daerah yang
juga cukup dekat dengan pelabuhan Tuban dan berada di jalur pantai utara, yang
merupakan jalur perdagangan di Pulau Jawa.
4. Tenaga Kerja, untuk tenaga kerja dengan kualitas tertentu dapat dengan mudah diperoleh
meski tidak dari daerah setempat. Sedangkan untuk tenaga buruh diambil dari daerah
setempat atau dari para pendatang pencari kerja.
5. Faktor penunjang lain Kabupaten Tuban sebagai salah satu penyangga ibukota Provinsi
Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini
dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri dan perdagangan,
pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah.
Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang
memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Tuban

I.6 Penggunaan Produk


Xylitol adalah gula alkohol atau gula polialkohol tipe pentitol karena di dalam
molekulnya, xylitol mengandung lima rantai atom karbon atau lima golongan hidroksil.
Xylitol mempunyai atom karbon yang lebih pendek daripada pemanis lainnya, antara lain
sorbitol, fruktosa, dan glukosa. Atom karbon pada xylitol membuat bakteri pathogen seperti
Streptococcus mutans tidak dapat mengkonsumsinya, yang menyebabkan bakteri-bakteri ini
gagal berproliferasi. Xylitol biasanya digunakan untuk permen, karena dipercaya mempunyai
kemampuan menurunkan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi.
Xylitol merupakan produk yang biasanya digunakan sebagain bahan pembuat permen
karet, pasta gigi, dan digunakan untuk kimia organik dalam bidang kedokteran gigi. Xylitol
merupakan pemanis yang aman bagi penderita diabetes dan hiperglikemia, sehingga banyak
digunakan pada bidang kedokteran gigi. Xylitol adalah pemanis yang aman untuk gigi.
Xylitol berperan aktif dalam memperbaiki kavitas kecil yang disebabkan oleh karies karena
menghambat akumulasi plak pada gigi. Xylitol juga mendukung proses remineralisasi dan

I-6
memperkuat email gigi karena menyebabkan aliran saliva bertambah sehingga menormalkan
pH rongga mulut dan menetralisir semua asam yang telah terbentuk.

I.7 Konsumsi
Pemanfaatan produk gula Xylitol di Indonesia umumnya berupa produk gula Xylitol
bubuk, atau diolah langsung sebagai pemanfaatan dari produk rumah tangga seperti pemanis
pada pasta gigi atau gula diet. Pemanfaatan xylitol terus meningkat seiring meningkatnya
kebutuhan terhadap produk-produk tersebut. Berikut ini adalah chart perkembangan
konsumsi xylitol di Indonesia dari mulai tahun 1975 hingga 2000.

Gambar I. 2 Konsumsi Xylitol Di Indonesia

Berdasarkan data yang disajikan dalam gambar I.2 berikut terlihat bahwa kebutuhan
xylitol di Indonesia bertambah tiap tahunnya. Pada tahun 2000 kebutuhan xylitol di Indonesia
sudah mencapai 35 ton per tahun. Hal ini menunjukkan kebutuhan produksi terhadap Xylitol
sangat dibutuhkan sehingga layak untuk mendirikan pabrik produksi gula Xylitol di
Indonesia yang sangat menjanjikan.

I-7
BAB II
SELEKSI DAN URAIAN PROSES

II.1 Tipe-Tipe Proses


Proses yang digunakan pada pembuatan pabrik xylitol dari tongkol jagung ini meliputi
proses hidrolisis dan proses hidrogenasi. Untuk proses hidrolisis tipe-tipe prosesnya dapat
dilihat sebagai berikut:

1. Hidrolisis xilan ke xilose dengan menggunakan asam


2. Hidrolisis xilan ke xilose dengan menggunakan dengan enzim

II.1.1 Hidrolisis dengan Asam


Hidrolisis hemiselulosa dapat dilakukan dengan cara asam. Hidrolisis asam
dapat dikategorikan melalui dua pendekatan umum, yaitu hidrolisis asam konsentrasi
tinggi pada suhu rendah dan hidrolisis asam konsentrasi rendah pada suhu tinggi.
Pemilihan antara dua cara tersebut pada umumnya didasarkan pada beberapa hal yaitu
laju hidrolisis, hasil total hidrolisis, tingkat degradasi produk dan biaya total proses
produksi (kosaric, et al, 1983). Pada umumnya komponen terlarut yang terdapat pada
hasil hidrolisis asam adalah xilosa, glukosa, selobiosa, furfuraldehid, hidroksi metil
furfural dan asam-asam organik seperti asam format, asam levunilat, serta asam
asetat.
Clemants dan Beek, (1985) telah menguraikan suatu proses untuk
menghilangkan hemiselulosa jerami gandum dengan menggunakan asam encer. Asam
encer dapat digunakan untuk mengekstrak fraksi hemiselulosa khususnya pentosa-
pentosa, penambahan asam encer ditujukan untuk meningkatkan nisbah hidrolisis
xilan menjadi xolisa (Parisi, 1989). Hidrolisis hemiselulosa dengan asam terjadi
melalui reaksi sebagai berikut :
Hemiselulosa  Xilosa  Furfural  Produk terdekomposisi
Xilosa merupakan produk yang diinginkan dalam proses ini, oleh karena itu
degredasi senyawa ini sedapat mungkin dihindari. Menurut Gong et al. (1981), selama
hidrolisis asam berlangsung, hemiselulosa akan terdegredasi dengan cepaat pada
kondisi –kondisi yang memungkinkan menjadi furfural dan produk-produk
terdekomposisi. Hal tersebut tidak diinginkan, oleh karena itu kondisi perlakuan
hemiselulosa yang baik harus dapat dipertahankan sehingga hidrolisis. Hemiselulosa
ini hanya menghasilkan xilosa dan arabinosa sebagai produk yang diinginkan.
II-1
Pada proses hidrolisis dengan katalis asam, digunakan larutan asam seperti
H2SO4, HCl, HNO3, dan sebagainya. Hidrolisis dengan menggunakan katalis asam
memerlukan suhu yang tinggi, bekisar 90 – 170oC, tekanan sebesar 1 atm dan pH
bekisar 3, dimana pada kondisi tersebut asam mempunyai kecenderungan untuk
memecah molekul hemiselulose menjadi xilan. Untuk konsentrasi asam yang
digunakan cukup bervariasi mulai dari 1 – 10 wt%. Tetapi penelitan menyebutkan
bahwa 10%wt asam untuk hidrolisis memilihi hasil lebih baik.
Pada proses hidrolisa asam terjadi reaksi sebagai berikut:
 Main Reaction
asam
(C5H8O4)n + nH2O nC5H10O5

II.1.2 Hidrolisis Enzimatik

Enzim merupakan protein dengan struktur molekul tiga dimensi yang


kompleks yang aktif di bawah kondisi khusus dan hanya dengan substrat spesifik.
Enzim merupakan katalis biologi yang sangat efektif. Enzim-enzim yang dapat
menghidrolisis hemiselulosa disebut hemiselulase. Hemiselulase (glikan hidrolase)
secara spesifik akan mendegradasi glikan penyusun rantai hemiselulosa. Pada
pembuatan gula xilosa, ekstraksi xilan merupakan perlakuan pendahuluan yang dapat
dilakukan, untuk meningkatkan jumlah dan kecepatan hidrolisis bahan lignoselulosik.
Menurut Dekker (1979), hemiselulase merupakan enzim yang memiliki
kemampuan menghidrolisis hemiselulosa dan dapat diklasifikasikan berdasarkan
substrat yang dipecahnya. Hemiselulose dapat diisolasi dari berbagai sumber,
diantaranya dari bakteri, kapang, khamir, protozoa maupun dari benih tanaman.
Terdapat beberapa tipe enzim hemiselulase, diantaranya β-D-galaktanase, β-
D-mannanase dan β-D-xilosidase dan α-D-glucuronidase, β-D-mannosidase, α-L-
arabinosidase, β-D-xilosidase dan α-D-glucuronidase. Grup esterase (Viikari et al.,
1990). Enzim-enzim tersebut disamping dapat menghidrolisis glikosida berbobot
molekul rendah juga dapat menghidrolisis rantai pendek atau oligosakarida dari rantai
utama hemiselulosa. Kelompok enzim yang dapat memutus titik-titik cabang dapat
digunakan untuk menghasilkan xilosa. Struktur kimia xilan, bila dibandingkan dengan
pati dan selulosa, lebih heterogen. Hal ini menyebabkan enzim xilanise lebih banyak
mengandung berbagai komponen enzim. Seperti hanya enzim-enzim pendegradasi
polisakarida lainnya, hemiselulase menyerang substratnya dalam dua cara, yaitu

II-2
dalam (endohydrolysis) dan dari luar (eksohydrolisis). Eksoenzim memecah
polisakarida melalui pemutusan ujung rantai polisakarida secara acak (random).
Hidrolisis dari xilan merupakan hasil dari kerja sama enzim endo-1,4-β-D-
xilanase dengan enzim eksoglikosidase yaitu α xilosidae. Disamping kedua jenis
enzim tersebut, terdapat jenis enzim lainnya yang dapat memotong rantai samping
dari sturktur xilan yaitu α-glucuronidase, α-aabinofuranosidase dan acetyl xilan
estarase. Dari beberapa jenis enzim yang terlibat dalam hidrolisis xilan tersebut, endo-
1,4- β-D- xilanase dan β-D-xilosidase adalah yang terpenting (Sunna dan Antranikian,
1997).
Enzim endoxilanase (endo-1,4-β-D-xilanase) mempunyai kemampuan dalam
memutus ikatan-ikatan β-1,4 pada bagian dalam dari rantai xilan, menghasilkan
xilooligosakarida yang meliputi xilopentose, xilotetraosa, xilotriosa, dan xilobiose.
Adapun enzim β-xilosidase memiliki kemampuan untuk menghidrolisis
xilooligosakarida rantai pendek menjadi xilosa. Xilosa, selain merupakan produk
hidrolisis, juga merupakan inhibitor bagi enzim β-xilosidase. Enzi mini bekerja
dengan memutus ujung-ujung non reduksi dari rantai pendek xilooligosakarida.
Enzim eksoxilanase yang dihasilkan oleh Bacillus pumilus dan Malbranchea
pulchella dapat menghidrolisis xilan, menghasilkan xilosa sebagai produk utama dan
sejumlah kecil oligosakarida-oligosakarida rantai pendek. Pada umumnya, xylanase
memotong ikatan xilosidik internal pada kerangka xilan melalui pemotongan bagian
ujung dari xilooligosakarida. Pada saat degradasi xilan, sejumlah produk intermediet
(xilotetraosa, xilotrosa dan xilobiosa) terbentuk, bahkan pada inkubasi 24 jam.

Proses hidrogenasi menurut Jaffe, dkk., 1974. Proses pembuatan xylitol dari tongkol
jagung dapat dibagi menjadi dua cara:
1. Hidrogenasi Xilosa
2. Fermentasi Xilosa

II.1.3 Hidrogenasi Xilosa


Tongkol jagung merupakan bahan berlignoselulosa (kadar serat 38,99%) yang
mengandung xilan tertinggi (12,4%) dibanding limbah pertanian lain. Data lain
menunjukkan bahwa kadar xilan dari limbah industri pertanian berupa tongkol jagung
bisa mengandung sampai 31,94%.

II-3
Xilan dapat diproses menjadi gula xilitol melalui proses hidrolisis xilan menjadi
xilosa, kemudian dihidrogenasi menjadi xilitol (Sirin Fairus, 2013). Hemiselulosa mudah
dihidrolisa menggunakan asam konsentrasi rendah (encer) pada kondisi reaksi moderat,
akan tetapi diperlukan kondisi yang lebih ekstrim untuk dapat menghidrolisa selulosa.
Keuntungan utama hidrolisa dengan asam encer adalah, tidak diperlukannya recovery
asam, dan tidak adanya kehilangan asam dalam proses (Iranmahboob et al., 2002). Proses
hidrolisis ini menggunakan asam sulfat dan enzim untuk mereduksi hemiselulosa dan
selulosa menjadi xilose. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan monomer-monomer
gula dari kandungan polisakarida yang dimiliki tongkol jagung. Metode yang digunakan
adalah hidrolisis dengan suasana asam pada konsentrasi rendah. Sedangkan untuk
hidrolisis menggunakan enzim selulase. Umumnya asam yang digunakan adalah H2SO4
atau HCl (Mussatto dan Roberto, 2004) pada range konsentrasi 2-10% (Iranmahboob et
al., 2002; Sun dan Cheng, 2002), tekanan 1 atm dan suhu reaksi 90-170oC. Konversi
reaksi dari xilan ke xilose sebesar 83,12%. Mengingat hidrolisa asam encer efektif untuk
menghidrolisis hemisellulosa tanpa proses pretreatment terlebih dahulu, proses ini masih
tetap digunakan (Iranmahboob et al., 2002). Reaksi hidrolisis antara tongkol jagung dan
air adalah:
Hemiselulosa + H2O  C5H10O5
Selain dengan menggunakam asam berkonsentrasi rendah, xilosa juga dapat
dihasilkan dengan reaksi enzimatik dengan menggunakan enzim xylanase. Xilanase
merupakan kelompok enzim yang memiliki kemampuan menghidrolisis hemiselulosa
dalam hal ini adalah xilan yang merupakan polimer xilosa dan xilooligosakarida.
Xilanase dapat diklasifikasi berdasarkan substrat yang dihidrolisis, yaitu β-xilosidase,
eksoxilanase, dan endoxilanase (Richana; 2004). Hidrolisis lengkap xilan menjadi
monomernya memerlukan kerja sinergi beberapa enzim xilanolitik (Meryandini; 2008).
Endoxilanase adalah enzim yang mampu memutus ikatan β-1-4 pada rantai
utama xilan bagian tengah secara acak, untuk menghasilkan xilooligosakarida yang
bervariasi. β-xilosidase adalah xilanase yang mampu menghidrolisis xilooligosakarida
rantai pendek menjadi xilosa. Aktivitas enzim ini akan menurun dengan meningkatnya
xilosa yang dihasilkan, karena xilosa merupakan inhibitor bagi enzim β-xilosidase.
Eksoxilanase mampu memutus rantai xilan pada ujung gula pereduksi, sehingga
menghasilkan xilosa sebagai produk utama dan oligosakarida rantai pendek (Fushinobu
et al; 2005). reaksi enzimatik pengkonversian xilan menjadi xilosa dijabarkan sebagai
berikut:
II-4
C5H8O4 + H2O Xylanase C5H10O5

Setelah mendapatkan xilose, lalu masuk ke unit hidrogenasi. Hidrogenasi


menggunakan sistem batch dengan range tekanan antara 6,8-54,4 atm dan temperatur
antara 90-130oC. Katalis yang diguanakan 5% berat dari total beban xilose. Semua
dilakukan pada fase liquid (Mikkola et al., 2000). Reaksi hidrogenasi adalah sebagai
berikut:
C5H10O5 + H2  C5H12O5
Xilosa + H2  xylitol

II.1.4 Fermentasi Xilosa


Pembuatan xylitol dengan metoda ini sudah sejak lama digunakan yaitu sejak
awal ditemukannya xylitol. Dalam metoda ini produk yang dihasilkan tidak hanya xylitol
namun juga turunan dari xylitol. Proses ini juga menggunakan bahan baku tongkol
jagung dengan pertimbangan kandungan pentosan yang tinggi.
Tongkol jagung yang digunakan sebagai bahan baku dipotong menjadi
potongan kecil dan diumpankan ke dalam reaktor dengan penambahan katalis H2SO4
pada kondisi suhu 100˚C. untuk menghilangkan adanya zat berbahaya ditambahkan juga
kalsium karbonat (CaCO3), kemudian diumpankan ke evaporator untuk menghilangkan
air. Produk dari evaporator ini selanjutnya dilakukan penambahan resin penukar ion yang
bertujuan untuk menghilangkan ion SO42- dengan alat ion exchanger, kemudian
dilakukan penjernihan campuran xilosa tersebut dengan menggunakan karbon aktif
sehingga didapatkan xilosa murni yang bebas dari ion SO42-.
Selanjutnya xilosa murni ini diumpankan ke dalam bioreaktor yang bertujuan
untuk memfermentasi campuran tersebut dengan penambahan ragi dan nutrient dengan
suhu yang dipertahankan stabil pada 30˚C selama 170 jam. Hasil dari reaktor ini adalah
berupa campuran antara xylitol dan etanol sehingga dibutuhkan proses pemisahan
dengan menggunakan kolom distilasi dengan keadaan operasi 100˚C dan 6 atm. Bottom
product dari kolom distilasi ini kemudian didinginkan dengan menggunakan cooler
hingga suhu turun mencapai 35˚C dan pada akhir proses, produk yang diperoleh adalah
berupa syrup xylitol dengan kadar 65%.

II-5
II.2 Seleksi Proses

Dari kedua proses hidrolisis yang telah dipaparkan di atas, dilakukan analisa
perbandingan antara proses hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatik berdasarkan aspek-aspek
sebagai berikut:
Tabel II. 1 Perbandingan antara proses hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatik

Hidrolisis
Uraian Hidrolisis Asam Skor Skor
Enzimatik
Kondisi Operasi
 Suhu, oC 90-190 ** 60 – 100 ***
 Tekanan, atm 1 *** 1 ***
 pH 2-3 ** 3,5 – 6,5 ***
 Waktu < 1 jam *** >72 Jam *
Proses
 Potensi Korosi Tinggi ** Rendah ***
 Rendemen Tinggi (>80%) *** Rendah (<80%) *
Ekonomi
 Harga Bahan Baku Murah *** Mahal *

 Energi Besar ** Kecil ***


Total Skor 20 18

Hidrolisis hemiselulosa secara asam mempunyai kelemahan, yaitu larutan gula yang
dihasilkan kemungkinan mempunyai rasa asin karena pada saat penetralan dihasilkan garam
dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga memerlukan pemurnian lebih lanjut. Secara
umum hidrolisis enzimatik memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan hidrolisis
asam, tetapi hidrolisis enzimatik memiliki beberapa masalah. Seringkali hidrolisis enzimatik
memerlukan waktu beberapa hari, sedangkan untuk hidrolisis asam hanya memerlukan waktu
± 1 jam. Harga enzim cukup mahal dibandingkan dengan harga asam sulfat dan asam klorida
yang murah. (Taherzadeh & Karimi, 2006). Hidrolisis asam lebih aplikatif karena biaya
produksinya lebih rendah dibandingkan dengan hidrolisis enzimatis. Dari pertimbangan-
pertimbangan di atas, maka dipilih proses hidrolisis asam pada pabrik Xylitol dari tongkol
jagung. Berdasarkan skor dari seleksi proses diatas, didapatkan bahwa skor Hidrolisis asam
lebih tinggi yakni 20. Sedangkan skor Hidrolisis Enzimatik sebesar 18, dengan perbedaan

II-6
sebesar 2 skor sehingga dipilihlah Hidrolisis Asam pada proses pembuatan Xilose ini.
Pemilihan Hidrolisis menggunakan asam ini juga menitik beratkan pada rendemen dan waktu
proses, dimana pada bagian tersebut hidrolisis asam memiliki hal yang lebih unggul.
Tabel II.2 menunjukkan perbandingan metode pembuatan xylitol dengan menggunakan
hidrogenasi xilosa dan fermentasi xilosa berdasarkan kelebihan dan kekurangannya.

Tabel II. 2 Perbandingan Metode Pembuatan Xylitol dengan Hidrogenasi Xilosa dan Fermentasi
Xilosa

Hidrogenasi Xilosa Skor Fermentasi Xilosa Skor


Kondisi Operasi
 Waktu 3 jam *** 170 jam *
 Suhu 90-130 oC * 30 ˚C **
 Tekanan 6,8-54,4 atm * 1 atm **
Proses
 Rendemen Tinggi (98 %) *** Rendah (65%) *
Ekonomi
 Biaya Operasi Tinggi * Rendah **
Total Skor 9 8

Berdasarkan perbandingan yang disajikan oleh Tabel 2.1 di atas, maka metode yang paling
efektif dan efisien dalam pembuatan xylitol dari tongkol jagung adalah metode hidrogenasi
xilosa. Dapat dilihat dari total skor maka lebh dipilih menggunakan hidrogenasi xilosa dan
juga pada pemilihan ini menitik beratkan pada waktu proses dan rendemen yang dihasilkan.

II.3 Spesifikasi Bahan Baku

II.3.1 Tongkol Jagung


Pembuatan xylitol membutuhkan xilose yang apabila dihidrogenasi akan
menjadi xylitol. Xilose ini didapatkan dari hidrolisis xilan, diamana xilan terdapat pada
hemiselulosa yang berada pada suatu tanaman. Oleh karena itu, bahan baku untuk pabrik
xylitol ini harus memiliki kadar xilan yang besar agar nantinya xilose yang dihasilkan
juga akan besar. Menurut Agustina (2002) dalam Anggraini (2003), tongkol jagung
merupakan bagian terbesar dari limbah jagung. (45%) yang mengandung xilan sekitar
31,94% dan belum banyak dimanfaatkan. Dari berat jagung bertongkol, diperkirakan 40-
50% adalah tongkol jagung, yang besarnya dipengaruhi oleh varietas jagungnya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dari 1 kg tongkol jagung (kering) dapat diperoleh 66%

II-7
serbuk tongkol jagung, 33% produk halus dan 1% debu terbang, artinya dari 1 ton
tongkol jagung dapat diperoleh 660 kg serbuk tongkol jagung. Tongkol jagung dipilih
sebagai bahan baku untuk pabrik ini dikarenakan tongkol jagung memiliki kadar
hemiselulosa yang besar. Menurut Septiningrum (2011), komposisi dari tongkol jagung
adalah sebagai berikut:
 Hemiselulosa (pentosan) : 30,91%
 Selulosa : 26,81%
 Lignin : 15,52%
 Impurities : 16,26%
 Tanah : 2,12%
 Kadar Air : 8,38%
Sifat fisik tongkol jagung adalah:
 Struktur terdiri dari serat dan pati
 Panjang tongkol jagung : 7-28 cm, rata-rata tergantung jenis bibit
jagung, yang terpendek 7 cm.

II.3.2 Xilan

Gambar II. 1 Struktul Xilan


Xilan atau polimer xilosa adalah komponen yang paling banyak terdapat dalam
hemiselulosa tanaman (Whistler, 1950). Menurut Sjostrom (1995) xilan merupakan
polimer dari xilosa yang berikatan B-1,4-xilopiranosa dengan jumlah monomer 150
hingga 200 unit. Rantai xilan bercabang dan strukturnya tidak berbentuk kristal sehingga
lebih mudah dimasuki pelarut dibanding selulosa. Xilan berpotensial tinggi untuk
dihidrolisis menjadi produk akhir yang berguna. Xilanase (1,4-B-D-
xylanxylanohydrolase) merupakan kelompok enzim yang memiliki kemampuan untuk
menghidrolisis xilan. Hidrolisis xilan juga dapat dilakukan dengan cara hidrolisis
menggunakan asam. Sifat-sifat fisik xilan adalah adalah sebagai berikut:

II-8
 Berat molekul : 166,129 kg/kmol
(http://foodb.ca/compounds/FDB001133)

II.3.3 Xilosa (C5H10O5)

Gambar II. 2 Struktur Xilose


Xilosa merupakan aldopentosa, monosakarida yang tersusun dari lima buha
ataom karbon denga gugus aldehid. Xilosa dihasilkan dari hidrolisis bahan-bahan yang
mengandung hemiselulosa yang terdapat dalam kayu ataupun bahan lainnya. Xilosa
merupakan unit penyusun xilan, komponen terbesar dalam hemiselulosa. Xilosa
merupakan bahan baku pembuatan xylitol. Sifat-sifat fisik d-xilosa adalah:
 Berat molekul : 150,13 g/mol
 Titik didih (1 atm) : 168 oC
 Titik leleh : 144,5 oC
 Densitas : 1,525 g/cm3 pada 20 oC

II.3.4 Asam Klorida (HCl)


Asam klorida berfungsi sebagai katalisator pada proses hidrolisis. Sifat-sifat
fisik asam klorida adalah:
 Berat molekul : 36,5 gr/mol
 Titik didih : 108.58 oC (untuk 20,22% HCl dalam air); 83oC (untuk
31% HCl dalam air); 50,5 oC (untuk 37% HCl dalam air)
 Spesifik gravity : 1.10 (20% dan 22% HCl); 1.12 (24% HCl); 1.15
(29.57% HCl); 1.16 (32% HCl); 1.19 (37% and 38%HCl)
 Kapasitas panas, liquid (163,17) : 60,378 J/mol K
 Kapasitas panas, Uap (273,16) : 29,162 J/mol K
 Kelarutan : 0,409 mol HCl/mol H2O

II-9
 Tidak berwarna

II.3.5 Hidrogen (H2)


Hidrogen digunakan pada proses hidrogenasi pada desain pabrik ini. Sifat-sifat
fisik hidorgen adalah:
 Berat molekul : 2,0015 g/mol
 Wujud pada suhu kamar : gas
 Titik didih (1 atm) : -252,8 oC
 Entalpi pembakaran : -286 kJ/mol
 Tidak berbau dan berwarna
Larut dalam beberapa jenis logam sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran

II.3.6 Raney Nickel


Raney Nickel digunakan dalam berbagai proses industri sebagai katalis
alternatif untuk hidrogenasi minyak nabati pada berbagai proses industri. Raney Nickel
juga digunakan juga digunakan sebagai katalis heterogen pada berbagai macam sintesis
organik, umumnya untuk reaksi hidrogenasi. Berikut sifat-sifat fisik Raney Nickel
(Murray, 1927) :
 Berat Molekul : 182 gr/mol
 Titik leleh : 93 °C
 Densitas : 3,46 g/mL pada 25 °C
 Komposisi Ni : 50 % Berat
 Komposisi Al : 50% Berat
 Kelarutan dalam air : 235 gr / 100 gr H2O
 Berbentuk bubuk halus berwarna kelabu

II.3.7 Sodium Chlorite (NaClO2)


Sodium Chlorite digunakan pada proses Delignifikasi pada desain pabrik ini.
Konsentrasi yang umumnya digunakan pada proses ini yaitu 0,5% sampai dengan 7,5%.
Sifat-sifat fisiknya adalah:
 Titik leleh : -9 °C
 Titik didih : 106 °C
 Densitas : 1,25 gr/ml pada 20°C
 Berat Molekul : 90,45

II-10
 Specific Gravity : 1,2 – 1,23 pada 20°C
 pH : 12 – 13
 Bentuk fisik : Liquid

II.4 Target Produk


Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN), Xylitol digunakan sebagai pemanis pada
produk makanan dan confectionary. Kelebihan Xylitol yaitu dengan kandungan hanya 2,43
kalori/gram dibanding dengan sukrosa yang mencapai 4 kalori/gram. Xylitol juga memiliki
kelarutan yang sangat baik di dalam air dan menimbulkan sensasi dingin sehingga banyak
digunakan pada produk permen dan pasta gigi.
Pada umumnya parameter untuk menentukan kualitas Xylitol dilihat dari warna kristal
Xylitol. Warna larutan adalah suatu parameter nilai kemurnian yang berkaitan dengan warna
kejernihan Kristal Xylitol yang diukur berdasarkan standar internasional dalam satuan
internasional unit (IU). Syarat mutu Xylitol dapat dilihat seperti pada Tabel II.2 di bawah ini.

Tabel II. 3 Syarat Mutu Xylitol Produk

No Kriteria Keterangan

1 Berat Molekul 152,15 g/mol

2 Titik Didih 216 ˚C

3 Titik Lebur 92 – 96˚C

4 Kelarutan 169 g dalam 100 g air (20 ˚C)

5 pH dalam air 5–7

6 Kalor Larutan 34,8 kal/g

7 Warna Putih

8 Aroma Tidak Berbau

(C.O.E.&T.,Akola, 2010)

II.5 Kapasitas
Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam pendirian pabrik xylitol adalah
kapasitas pabrik. Pabrik xylitol ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2018,
dengan mengacu pada pemenuhan kebutuhan domestik dan peningkatan nilai. Berikut ini
adalah data produksi, ekspor, dan impor dari xylitol untuk tahun 2011-2015
Tabel II. 4 Perkembangan Ekspor Xylitol Di Indonesia

II-11
Tahun Jumlah (Ton) Perkembangan
2011 0,244 0
2012 0,3 0,229508
2013 0,28939 -0,03537
2014 0,123 -0,57497
2015 0,055 -0,55285
Perkembangan rata-rata (i) -0,36855
Perhitungan menggunakan persamaan F = Fo ((1+i)n), maka besarnya produksi pada tahun
2018 adalah:
F = Fo ((1+i)n)
F = 0,055 ((1+(-0,36855))3)
F = 0,024776 Ton/Tahun

Tabel II. 5 Perkembangan Impor Xylitol Di Indonesia


Tahun Jumlah (Ton) Perkembangan
2011 0,97988 0
2012 2,038652 1,080512
2013 1,511455 -0,2586
2014 0,544408 -0,63981
2015 0,891788 0,638088
Perkembangan rata-rata (i) 0,127194
Perhitungan menggunakan persamaan F = Fo ((1+i)n), maka besarnya produksi pada tahun
2018 adalah:
F = Fo ((1+i)n)
F = 0,891788 ((1+0,0127194)3)
F = 1,560534 Ton/Tahun

Tabel II. 6 Perkembangan Produksi Xylitol Di Indonesia

Tahun Jumlah (Ton) Perkembangan


2011 83430 0
2012 83430 0
2013 83430 0
2014 83430 0

II-12
2015 83430 0
Perkembangan rata-rata (i) 0
Perhitungan menggunakan persamaan F = Fo ((1+i)n), maka besarnya produksi pada tahun
2018 adalah:
F = Fo ((1+i)n)
F = 83430 ((1+0)3)
F = 83430 Ton/Tahun
Dari data-data perkiraan produksi, ekspor, dan impor Xylitol untuk tahun 2018 di Indonesia
dapat ditentukan kebutuhan Xylitol tahun 2018 di Indonesia dengan persamaan :
F = [F(impor) + F(produksi) – F(ekspor)]
F = 1,560534 + 83430 - 0,024776
F = 83431,53576 Ton/Tahun
Dapat diketahui bahwa perkiraan pada tahun 2018 junlah kebutuhan Xylitol di
Indonesia 83431,53576 Ton/Tahun, sehingga pabrik Xylitol yang akan didirikan ini sebagian
besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan Xylitol dalam negeri dan sebagian kecil untuk
memenuhi kebutuhan ekspor.
Kapasitas produksi dari pabrik baru yang akan didirikan ini berkemampuan memenuhi
15% dari produksi pada tahun 2018. Maka didapatkan kapasitas produksi pabrik baru
sebesar:
Kapasitas produksi pabrik baru = 0,15 x Kebutuhan pada tahun 2018
= 0,15 x 83431,54
= 12514,73 Ton/Tahun

II.6 Basis Perhitungan


 Waktu operasi : 330 hari/tahun
 Basis Perhitungan : 1 jam operasi
 Produk yang dihasilkan : 12514,73 Ton/Tahun
 Suhu referensi : 25 oC
 Satuan perhitungan : Ton/Tahun

II.7 Basis Desain Data


 Curah hujan : 1%
 Suhu : 30 oC
 Kelembaban : 75 %

II-13
 Kecepatan angin : 11 km/h

II. 8 Uraian Proses

Berdasarkan block diagram di atas, proses pembuatan xylitol terdiri dari beberapa
bagian atau dapat disebut Unit. Bagian-bagian atau Unit dalam pabrik xylitol diantaranya :
1. Unit Pencucian
2. Unit Delignifikasi
3. Unit Ekstraksi
4. Unit Hidrolisis
5. Unit Hidrogenasi
6. Unit Pemurnian

II-14
1. Unit Pencucian
Tongkol jagung merupakan sisa atau ampas dari jagung. Tongkol jagung terlebih
dahulu disimpan di gudang tongkol jagung (F-111) untuk menunggu ke proses selanjutnya.
Tongkol jagung yang berasal dari Gudang dicuci terlebih dahulu dicuci di Washing Line (F-
110) secara kontinyu menggunakan air yang telah diproses sebelum sebelumnya. Kandungan
tongkol jagung masuk yaitu Hemiselulosa (30,91%), Selulosa (26,81%), Lignin (15,52%),
Impurities (16,26%), tanah (2,12%) dan Air (8,38%). Pencucian ini bertujuan untuk
membersihkan kotoran yang masih terdapat tongkol jagung berupa tanah sisa panen. Setelah
itu, tongkol jagung dikeringkan sebelum masuk ke mesin pemotong agar lebih mudah dalam
proses pemotongannya. Proses pengeringan dilakukan secara kontinyu di Rotary Dryer (H-
120) menggunakan suhu steam 120˚C hingga suhu tongkol jagung kering 50˚C. Selanjutnya
tongkol jagung kering diangkut menggunakan belt conveyor (J-131) dan Lift Conveyor (J-
121) menuju proses pemotongan hingga ukuran 40 Mesh menggunakan Hammer Mill (C-
320). Pemotongan ini menjadi bubuk tongkol jagung bertujuan untuk mempermudah proses
Delignifikasi.

2. Unit Delignifikasi
Menurut Fridia (1989), proses delignifikasi merupakan perlakuan pendahuluan
terhadap bahan baku sehingga mempermudah pelepasan hemiselulosa. Delignifikasi dapat
dilakukan dengan menggunakan bahan kimia alkali dan bahan kimia yang bersifat oksidator.
Menurut Fengel dan Wegener (1995), pada umumnya proses delignifikasi dilakukan dengan
menggunakan pelarut sodium chlorite (NaClO2). Pada proses delignifikasi ini NaClO2 yang
digunakan memiliki perbandingan antara NaClO2 dan hemiselulose 1:25 dengan konsentrasi
1% NaClO2. Proses ini dilakukan selama 4 jam dengan kondisi operasi suhu 30 oC dan
tekanan 1 atm di Mixing Tank (M-210). Proses ini membutuhkan coil untuk meningkatkan
suhu hingga mencapai suhu operasi. Setelah proses ini, dilakukan sentrifugasi yang berfungsi
untuk menghilangkan lignin di sentrifuge Separator (H-220). Sentrifugasi dilakukan dengan
berdasarkan perbedaan fase, yakni padat dan liquid. NaClO2 merupakan pelarut yang selektif
terhadap lignin. Pada proses pelarutan lignin, lignin yang dilarutkan sebesar 60% dari besar
lignin yang terdapat dalam padatan. Pada fase padat terdapat Hemiselulosa, Selulosa, sisa
lignin yang tidak terekstraksi, Impurities, dan Larutan NaClO2. Setelah proses sentrifugasi,
dilakukan pencucian di Tangki Penucian (R-230) untuk mengurangi kandungan NaClO2
(0,003%) yang terikut pada padatan. Setelah pencucian, dilakukan filtrasi untuk
menghilangkan air dan NaClO2 menggunakan Rotary Vacum Filter (H-240) akibat pencucian
II-15
sebelumnya. Pada proses ini didapatkan dengan menggunakan asumsi efisiensi pencucian
sebesar 95%.

3. Unit Ekstraksi
Padatan yang dihasilkan pada tahap sebelumnya diekstraksi dengan
menggunakan pelarut seperti NaOH, KOH, dan NH4OH. Dari pelarut tersebut, dalam
proses ini digunakan NaOH Karena merupakan alkali paling kuat dalam
mendegradasi struktur sel. Pada proses pertama dalam unit ekstraksi dilakukan
perendaman dengen menggunakan 10% NaOH selama 24 jam pada suhu 30 oC.
Delignifikasi berlangsung pada suhu 300C dikarenakan sifat hemiselulosa yang tidak
tahan panas. Semakin tinggi suhu, maka jumlah hemiselulosa yang terlarut akan
semakin banyak pula. Perendaman ini bertujuan untuk mengekstraksi xilan yang
terdapat pada hemiselulose. Proses ini berlangsung di Mixing Tank (M-310) untuk
mempercepat esktraksi xilan dalam hemiselulose. Selain itu tangki dilengkapi coil
pendingin agar dapat mempertahanakan suhu operasi. Setelah itu dilakukan penetralan
PH dengan menggunakan CH3COOH 50% dalam Reaktor (R-320). Hal ini disebutkan
oleh Sjostrom (1999), bahwa xilan dapat diperoleh dengan melarutkan hemiselulosa
dengan menggunakan alkali dan dinetralkan menggunakan asam asetat. Xilan yang
dapat diperoleh dari proses ektraksi ini sebesar 90% dari jumlah hemiselosa yang ada.
Setelah proses penetralan, dilakukan sentrifugasi untuk menghilangkan zat-zat yang
tidak terlarut dalam NaOH. Karena NaOH diikuti penetralan asam asetat, pemisahan
hanya dikhususkan untuk pelarutan Hemiselulosa saja sedangkan selulosa dan lignin
yang masih ada terdapat dalam padatan dapat dipisahkan dengan mengguanakan
sentrifugasi padat-cair. Pemisahan dilakukan pada Sentrifuge Separator (H-330)
selama 30 menit. Fase padat yang diinginkan untuk dihilangkan yakni, Selulosa dan
Lignin. Selanjutnya, dilakukan pemurnian xilan. Metode pemurnian xilan yang paling
banyak digunakan adalah pengendapan, karena metode ini relatif sederhana dan
menghasilkan xilan dengen kemurnian yang tinggi. Pengendapan xilan menggunakan
pelarut organik netral seperti etanil, methanol, atau aseton kedalam larutan ekstrak.
Menurut Fengel and Wegener (1995), garam yang terbentuk antara NaOH dan asam
asetat memiliki kelarutan yang tinggi dalam etanol, sehingga memudahkan proses
pemurnian xilan. Perbandingan etanol dan xilan adalah 3 : 1 secara berurutan. Proses
pemurnian berlangsung di Mixing Tank (M-340). Setelah xilan mengendap dilakukan
pemisahan dengan menggunakan sentrifugasi solid-liquid menggunakan Sentrifuge
II-16
Separator (H-350), dimana solid merupakan xilan murni yang akan dibawa ke proses
selanjutnya sedangkan liquid adalah filtrat yang akan dibuang bersama Ethanol.

4. Unit Hidrolisis
Tongkol jagung merupakan bahan berlignoselulosa (kadar serat 38,99%) yang
mengandung xilan tertinggi (12,4%) dibanding limbah pertanian lain. Data lain menunjukkan
bahwa kadar xilan dari limbah industri pertanian berupa tongkol jagung bisa mengandung
sampai 31,94%. Xilan dapat diproses menjadi gula xilitol melalui proses hidrolisis xilan
menjadi xilosa, kemudian dihidrogenasi menjadi xilitol (Sirin Fairus, 2013). Hemiselulosa
mudah dihidrolisa menggunakan asam konsentrasi rendah (encer) pada kondisi reaksi
moderat, akan tetapi diperlukan kondisi yang lebih ekstrim untuk dapat menghidrolisa
selulosa. Keuntungan utama hidrolisa dengan asam encer adalah, tidak diperlukannya
recovery asam, dan tidak adanya kehilangan asam dalam proses (Iranmahboob et al., 2002).
Proses hidrolisis ini menggunakan asam sulfat untuk mereduksi hemiselulosa menjadi xilose.
Proses ini bertujuan untuk menghasilkan monomer-monomer gula dari kandungan
polisakarida yang dimiliki tongkol jagung. Metode yang digunakan adalah hidrolisis dengan
suasana asam pada konsentrasi rendah. Umumnya asam yang digunakan adalah H2SO4 atau
HCl (Mussatto dan Roberto, 2004) pada range konsentrasi 2-10% (Iranmahboob et al., 2002;
Sun dan Cheng, 2002), tekanan 1 atm dan suhu reaksi 90-190oC. Mengingat hidrolisa asam
encer efektif untuk menghidrolisis hemiselulosa tanpa proses pretreatment terlebih dahulu,
proses ini masih tetap digunakan (Iranmahboob et al., 2002). Sebelum menuju ke reaktor,
terlebih dahulu dipanaskan menggunakan heater hingga 70 C untuk mendekati suhu operasi.
Pada reaktor hidrolisis (R-510), digunakan kondisi operasi suhu sebesar 100 oC, tekanan 1
atm dan konsentrasi HCl yang diganakan sebesar 10%. Xilose yang dihasilkan dari reaksi ini
memiliki konversi 83,12%. Reaksi hidrolisis antara tongkol jagung dan air adalah:
Hemiselulosa + H2O  C5H10O5
Setelah melalui proses hidrolisis, selanjutnya masuk ke bagian pemisahan
menggunakan evaporator (V-420) yang bertujuan untuk menguapkan semua HCl. Pada
evaporasi HCl menjadi Light Key Component yang menguap bersama sebagian air sedangkan
Xilan menjadi filtrat yang akan diproses selanjutnya,

5. Unit Hidrogenasi
Setelah mendapatkan xilose dari proses hidrolisis, lalu masuk ke unit hidrogenasi.
Hidrogenasi menggunakan range tekanan antara 6,8-54,4 atm dan temperatur antara 90-
II-17
130oC. Katalis yang diguanakan 5% berat dari total beban xilose. Semua dilakukan pada fase
liquid (Mikkola et al., 2000). Katalis yang masuk berupa slurry 50%. Gas H2 yang masuk
digunakan 50% ekses dari kebutuhan reaksi. Proses hidrogenasi berlangsung di reaktor
Hidrogenasi (R-510). Konversi dari xylose ke xylitol menggunakan hidrogenasi dengan
katalis Raney Nickel sebesar 95%. Reaksi hidrogenasi adalah sebagai berikut:
C5H10O5 + H2 RaneyNi
  C5H12O5
Xilosa Hidrogen xylitol

6. Unit Pemurnian
Produk dari reaktor hidrogenasi dialirkan ke dalam knock out drum (H-610) untuk
memisahkan gas hidrogen dengan campurannya. Knock out drum dioperasikan pada tekanan
1 atm dan suhu 60oC. Keluaran dari knock out drum dialirkan ke tangki karbonasi (M-620)
untuk memurnikan warna gula xylitol agar lebih jernih. Warna xylitol yang didapatkan
sebelum memasuki karbonasi adalah cokelat sehingga dibutuhkan penjernihan warna
sebelum xylitol dipasarkan. Karbon aktif berbentuk bubuk dengan massa jenis 0,2 – 0,6
gram/mL. Karbon aktif berupa serbuk agar menghasilkan proses penyerapan yang baik.
Kebutuhan karbon aktif yaitu 10-15 kg/ 1000 kg xylitol. Setelah itu larutan akan dimasukkan
ke filter press (H-630) yang bersuhu 45oC dan tekanan 1 atm untuk memisahkan katalis Nikel
serta karbon aktif. Selanjutnya dilakukan evaporasi menggunakan evaporator (V-640A/B)
untuk menguapkan kandungan air di dalam larutan xylitol pada suhu 120oC hingga
kandungan air mencapai 0.2%. Xylitol keluaran yang diperoleh dari evaporator berupa sirup.

II-18
BAB III
NERACA MASSA

Laju alir tongkol jagung = 2247,100 kg/jam


Basis = 1,000 jam
Massa tongkol masuk = 2247,100 kg

III.1 Washing Line (F-110)

34
1 2
Washing
Line (F-110)

35

Tabel III.1 Neraca Massa Washing Line (F-110)


Masuk Keluar
No. Komponen
<1> <34> <35> <2>
1. Xilan 694,58 0,00 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 0,00 602,45
3. Lignin 348,75 0,00 0,00 348,75
4. Impurities 22,47 0,00 0,00 22,47
5. Tanah 47,64 0,00 47,64 0,00
6. Air 188,31 8000,00 3310,90 4877,41
Total 1904,19 8000,00 3358,53 6545,66
Total Aliran 9904,19 9904,19

III.2 Rotary Dryer (H-120)

36

2 3
Rotary Dryer
(H-120)

III-1
Tabel III.2 Neraca Massa Rotary Dryer (H-120)
Masuk Keluar
No. Komponen
<2> <36> <3>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 348,75 0,00 348,75
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 4877,41 4543,76 333,65
Total 6545,66 4543,76 2001,90
Total Aliran 6545,66 6545,66

III.3 Hammer Mill (C-130)

3 4
Hammer Mill
(C-130)

Tabel III.3 Neraca Massa Hammer Mill (C-120)


Masuk Keluar
No. Komponen
<3> <4>
1. Xilan 694,58 694,58
2. Selulosa 602,45 602,45
3. Lignin 348,75 348,75
4. Impurities 22,47 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 333,65 333,65
Total 2001,90 2001,90
Total Aliran 2001,90 2001,90

III.4 NaClO2 Mixing Tank (M-210)

37

4 5
NaClO2 Mixing
Tank (M-210)

Tabel III.4 Neraca Massa NaClO2 Mixing Tank (M-210)


Masuk Keluar
No. Komponen
<4> <37> <5>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 348,75 0,00 348,75
4. Impurities 22,47 0,00 22,47

III-2
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 333,65 41289,11 41622,76
7. NaClO2 0,00 417,06 417,06
Total 2001,90 41706,18 43708,07
Total Aliran 43708,07 43708,07

III.5 Tangki Penampung (F-214)

5 Tangki Penampung 6
(F-214)

Tabel III.5 Neraca Massa Tangki Penampung (F-210)


Masuk Keluar
No. Komponen
<5> <6>
1. Xilan 694,58 694,58
2. Selulosa 602,45 602,45
3. Lignin 348,75 348,75
4. Impurities 22,47 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 41622,76 41622,76
7. NaClO2 417,06 417,06
Total 43708,07 43708,07
Total Aliran 43708,07 43708,07

III.6 Centrifuge (H-220)

6 7
Centrifuge
(H-220)

38

Tabel III.6 Neraca Massa Centrifuge (H-220)


Masuk Keluar
No. Komponen
<6> <38> <7>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 348,75 209,25 139,50
4 Impurities 22,47 0,00 22,47
5 Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 41622,76 37211,23 4411,53
7. NaClO2 417,06 372,77 44,29

III-3
Total 43708,07 37793,25 5914,82
Total Aliran 43708,07 43708,07

III.7 Washing Tank (M-230)

39
7 8

Washing Tank
(M-230)

Tabel III.7 Neraca Massa Washing Tank (M-230)


Masuk Keluar
No. Komponen
<7> <39> <8>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 139,50 0,00 139,50
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. NaClO2 44,29 0,00 44,29
7 Air 4411,53 8911,65 13323,18
Total 5914,82 8911,65 14826,47
Total Aliran 14826,47 14826,47

III.8 Rotary Vacuum Filter (H-240)

8 Rotary Vacuum 9
Filter (H-240)

40

Tabel III.8 Neraca Massa Rotary Vacuum Filter (H-240)


Masuk Keluar
No. Komponen
<8> <40> <9>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 139,50 0,00 139,50
4 Impurities 22,47 0,00 22,47
5 Tanah 0,00 0,00 0,00
6. NaClO2 44,29 42,08 2,21
7. Air 13323,18 9059,76 4263,42

III-4
Total 14826,47 9101,84 5724,63
Total Aliran 14826,47 14826,47

III.9 NaOH Mixing Tank (M-310)

41

9 10
NaOH Mixing
Tank (M-310)

Tabel III.9 Neraca Massa NaOH Mixing Tank (M-310)


Masuk Keluar
No. Komponen
<9> <41> <10>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 139,50 0,00 139,50
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. NaClO2 44,292 0,000 44,292
7. Air 13323,18 2920,69 16243,87
8. NaOH 0,00 694,58 694,58
Total 14826,47 3615,27 18441,74
Total Aliran 18441,74 18441,74

III.10 Tangki Penampungan (F-314)

10 11
Tangki
Penampungan

Tabel III.10 Neraca Massa Tangki Penampungan (F-314)


Masuk Keluar
No. Komponen
<10> <11>
1. Xilan 694,58 694,58
2. Selulosa 602,45 602,45
3. Lignin 139,50 139,50
4. Impurities 22,47 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. NaClO2 44,29 44,29
7. Air 16243,87 16243,87
8. NaOH 694,58 694,58
Total 18441,74 18441,74
Total Aliran 18441,74 18441,74

III-5
III.11 Acetic Acid Reactor Tank (R-320)

42
11 12
Acetic Acid
Reactor Tank

Tabel III.11 Neraca Massa Acetic Acid Reactor Tank (R-320)


Masuk Keluar
No. Komponen
<11> <42> <12>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 0,00 602,45
3. Lignin 139,50 0,00 139,50
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 16243,87 1052,27 17608,88
7. NaClO2 44,29 0,00 44,29
8. NaOH 694,58 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 1423,89
10. Asam Asetat 0,00 1052,27 10,23
Total 18441,74 2104,54 20546,29
Total Aliran 20546,29 20546,29

III.12 Centrifuge (H-330)

12 13
Centrifuge
(H-330)

43

Tabel III.12 Neraca Massa Centrifuge (H-330)


Masuk Keluar
No. Komponen
<12> <43> <13>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 602,45 602,45 0,00
3. Lignin 139,50 139,50 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 17608,88 2243,41 15365,47
7. NaClO2 44,29 5,64 38,65
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 1423,89 181,41 1242,48

III-6
10. Asam Asetat 10,23 0,00 10,23
Total 20546,29 3172,40 17373,89
Total Aliran 20546,29 20546,29

III.13 Ethanol Mixing Tank (M-340)

44

13
Ethanol 14
Mixing Tank
(M-340)
Tabel III.13 Neraca Massa Ethanol Precipitataion Tank (M-340)
Masuk Keluar
No. Komponen
<13> <44> <14>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 15365,47 132,76 15498,24
7. NaClO2 38,65 0,00 38,65
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 1242,48 0,00 1242,48
10. Asam Asetat 10,23 0,00 10,23
11. Ethanol 95% 0,00 1979,55 1979,55
Total Aliran 17373,89 2112,31 19486,20
Total 19486,20 19486,20

III.14 Tangki Penampungan (F-344)

14 Tangki 15
Penampungan
(F-344)

Tabel III.14 Neraca Massa Tangki Penampungan (F-344)


Masuk Keluar
No. Komponen
<14> <15>
1. Xilan 694,58 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 22,47

III-7
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 15498,24 15498,24
7. NaClO2 38,65 38,65
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 1242,48 1242,48
10. Asam Asetat 10,23 10,23
11. Ethanol 95% 1979,55 1979,55
Total Aliran 19486,20 19486,20
Total 19486,20 19486,20

III.15 Centrifuge (H-350)

15 Centrifuge 16
(H-350)

45

Tabel III.15 Neraca Massa Centrifuge (H-350)


Masuk Keluar
No. Komponen
<15> <45> <16>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 15498,24 13398,06 2100,18
7. NaClO2 38,65 38,65 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 1242,48 1242,48 0,00
10. Asam Asetat 10,23 10,23 0,00
11. Ethanol 95% 1979,55 1979,55 0,00
Total Aliran 19486,20 16668,97 2817,23
Total 19486,20 19486,20

III.16 Dilution Tank (M-360)

46

16
Dilution Tank 17
(M-360)

III-8
Tabel III.16 Neraca Massa Dilution Tank (M-360)
Masuk Keluar
No. Komponen
<16> <46> <17>
1. Xilan 694,58 0,00 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 2100,18 78,73 2178,91
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
Total Aliran 2817,23 78,73 2895,96
Total 2895,96 2895,96

III.17 Hydrolysis Tank Reactor (R-410)

47

18
Hydrolysis 19
Tank Reactor
(R-410)

Tabel III.17 Neraca Massa Hydrolysis Tank Reactor (R-410)


Masuk Keluar
No. Komponen
<18> <47> <19>
1. Xilan 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 2178,91 937,68 3116,59
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 104,19 104,19
13. Xylose 0,00 0,00 577,33
14. Arabinosa 0,00 0,00 117,24
Total 2895,96 1041,87 3937,83
Total Aliran 3937,83 3937,83

III-9
III.18 Tangki Penampungan (F-412)

Tangki
19 Penampungan 20
(F-412)

Tabel III.18 Neraca Massa Tangki Penampungan (F-412)


Masuk Keluar
No. Komponen
<19> <20>
1. Xilan 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 3116,59 3116,59
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00
12. HCl 104,19 104,19
13. Xylose 577,33 577,33
14. Arabinosa 117,24 117,24
Total 3937,83 3937,83
Total Aliran 3937,83 3937,83

III.19 Tangki Anion Exchanger (H-420)

20 Tangki Anion 21
Exchanger
(H-420)

Tabel III.19 Neraca Massa Tangki Anion Exchanger (H-420)


Masuk Keluar
No. Komponen
<20> Fixed Bed Fixed Bed <21>
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 3116,59 0,00 0,00 3167,97
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00

III-10
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 104,19 0,00 101,33 0,00
13. Xylose 577,33 0,00 0,00 577,33
14. Arabinosa 117,24 0,00 0,00 117,24
15. Resin HCl 0,00 48,53 0,00 0,00
Total 3937,83 48,53 101,33 3885,02
Total Aliran 3986,35 3986,35

III.20 Vacum Evaporator (V-430)

48
21 22
Vacuum
Evaporator
(V-430)

Tabel III.20 Neraca Massa Vacuum Evaporator (V-430)


Masuk Keluar
No. Komponen
<21> <48> <22>
1 Xilan 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 3167,97 2167,97 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 577,33 0,00 577,33
14. Arabinosa 117,24 0,00 117,24
16. Resin HCl 0,00 0,00 0,00
Total 3885,02 2167,97 1717,05
Total Aliran 3885,02 3885,02

III-11
III.21 Hydrogenation Reactor Tank (R-510)

23 24
Hydrogenation Reactor
Tank (R-510)

49

Tabel III.21 Neraca Massa Hydrogenation Reactor Tank (R-510)


Masuk Keluar
No. Komponen
<23> <49> <24>
1. Xilan 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 1000,00 0,00 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 577,33 0,00 0,58
14. Arabinosa 117,24 0,00 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00
17. H2 0,00 11,64 3,94
18. Xylitol 0,00 0,00 585,14
Total 1717,05 11,64 1729,38
Total Aliran 1729,38 1729,38

III.22 Knock Out Drum (H-610)

50

25 26

Knock Out Drum (S-610)

III-12
Tabel III.22 Neraca Massa Knock Out Drum (H-610)
Masuk Keluar
No. Komponen
<25> <50> <26>
1. Xilan 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 1000,00 0,00 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,58 0,00 0,58
14. Arabinosa 117,24 0,00 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00
17. H2 3,94 3,94 0,00
18. Xylitol 585,14 0,00 585,14
Total 1729,38 3,94 1725,43
Total Aliran 1729,38 1729,38

III.23 Carbonation Mixer Tank (M-620)

51

26 27
Carbonation Mixer Tank
(M-620)

Tabel III.23 Neraca Massa Carbonation Mixer Tank (M-620)


Masuk Keluar
No. Komponen
<26> <51> <27>
1. Xilan 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 0,00 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 1000,00 0,00 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00

III-13
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,58 0,00 0,58
14. Arabinosa 117,24 0,00 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00
17. H2 0,00 0,00 0,00
18. Xylitol 585,14 0,00 585,14
19. Karbon Aktif 0,00 5,85 5,85
Total 1725,43 5,85 1731,28
Total Aliran 1731,28 1731,28

III.24 Filter Press (H-630)

27 28
Filter Press (H-630)

52

Tabel III.24 Neraca Massa Filter Press (H-630)


Masuk Keluar
No. Komponen
<27> <52> <28>
1. Xilan 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 22,47 22,47 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 1000,00 5,85 994,15
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,58 0,00 0,58
14. Arabinosa 117,24 0,00 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00
17. H2 0,00 0,00 0,00
18. Xylitol 585,14 5,85 579,29
19. Karbon Aktif 5,85 5,85 0,00

III-14
Total 1731,28 40,03 1691,26
Total Aliran 1731,28 1731,28

III.25 Multiple Effect Evaporator (V-640)


54

29 31

Multiple Effect Evaporator (V-640)

Tabel III.25 Neraca Massa Evaporator


Masuk Keluar
No. Komponen
<29> <54> <31>
1. Xilan 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,00 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00
6. Air 994,15 993,32 0,83
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,58 0,00 0,58
14. Arabinosa 117,24 0,00 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00
17. H2 0,00 0,00 0,00
18. Xylitol 579,29 0,00 579,29
19. Karbon Aktif 0,00 0,00 0,00
Total 1691,26 993,32 697,94
Total Aliran 1691,26 1691,26

Komposisi
Air 0,001
Arabinosa 0,17
Xylose 0,001
Xylitol 0,83
Total 1,00

Konversi xylitol dari tongkol jagung = 25,78%

III-15
BAB IV
NERACA ENERGI

Laju alir tongkol jagung = 2247.100 kg/jam


Basis = 1.000 jam
Massa tongkol masuk = 2247.100 kg
Basis Waktu = 1 jam
Satuan Panas = kJ
o
Suhu Reference = 25 C = 298.2 oK

IV.1 Washing Line (F-110)

34
1 2
Washing
Line (F-110)

35

T operasi = 30 ˚C
P operasi = 1 atm
T1 = 30 ˚C
T 34 = 30 ˚C
T2 = T35 = 30 ˚C

Tabel IV.1 Neraca Energi Washing Line (F-110)


Hin kJ Hout kJ
<1> 34465.88 <2> 69421.26
<34> 167240.00 <35> 114719.35
Q loss 23771.90
Total 201705.88 Total 207912.51

IV.2 Heater Udara Panas (E-122)

58 57
Udara
udara kering Heater masuk
(E-122) Steam
Steam masuk keluar
55 56

IV-1
o
T udara = 30 C
o
T udara kering out = 120 C
o
T steam masuk = 200 C
o
T steam keluar = 200 C

Tabel IV.2 Neraca Energi Heater Udara Panas (E-122)


Hin kJ Hout kJ
H masuk 11558225.9 Hout 28998571.8
Qkebutuhan panas 18358258.8 Qloss 917912.94
Total 29916484.8 Total 29916484.8

IV.3 Rotary Dryer (H-120)


36 58

udara out Rotary Dryer udara in


(H-120)

2 3

T2 = 30 ˚C
T3 = 50 ˚C
T58 = 120 ˚C
T36 = 60 ˚C
X1 = 2.92
X2 = 0.20

Tabel IV.3 Neraca Energi Rotary Dryer (H-120)


Hin kJ Hout kJ
<58> 28998571.8 <36> 28944974.6
<2> 132303.88 <3> 185901.11
Total 29130875.7 Total 29130875.7

IV.4 Hammer Mill (C-130)

3 4
Hammer Mill

T in = Tout = 50 ˚C
Tabel IV.4 Neraca Energi Hammer Mill (C-130)
Hin kJ Hout kJ
<3> 103516.33 <4> 103516.33
Total 103516.33 Total 103516.33

IV-2
IV.5 NaClO2 Mixing Tank (M-210)

37

4 5
NaClO2 Mixing Tank
(M-210)

T operasi = 30 ˚C
P operasi = 1 atm
T di 5 = 50 ˚C
T di 29 = 30 ˚C
T di 6 = 30 ˚C

Tabel IV.5 Neraca Energi NaClO2 Mixing Tank (M-210)


Hin kJ Hout kJ
<4> 103516.33 <5> 3089940.67
<37> 865117.11 <Q loss> 111647.75
<Q steam> 2232954.98
Total 3201588.42 Total 3201588.42

IV.6 Centrifuge (H-220)

6 7
Centrifuge (H-220)

38

T in = Tout = 30 ˚C
Tabel IV.6 Neraca Energi Centrifuge (H-220)
Hin kJ Hout kJ
<6> 3089940.67 <7> 781250.07
<38> 103901.54
Q loss 2204789.07
Total 3089940.67 Total 3089940.67

IV.7 Washing Tank (M-230)

39
7 8

Washing Tank
(M-230)

IV-3
T di 7 = 30 ˚C
T di 39 = 30 ˚C
T di 8 = 30 ˚C

Tabel IV.7 Neraca Energi Washing Tank (R-230)


Hin kJ Hout kJ
<7> 104775.08 <8> 291073.10
<39> 186298.01
Total 291073.10 Total 291073.10

IV.8 Rotary Vacuum Filter (H-240)

8 Rotary Vacuum 9
Filter (H-240)

40

T di 8 = 30 ˚C
T di 40 = 30 ˚C
T di 9 = 30 ˚C

Tabel IV.8 Neraca Energi Rotary Vacuum Filter (H-240)


Hin kJ Hout kJ
<8> 291073.10 <40> 189559.77
<9> 101513.33
Total 291073.10 Total 291073.10

IV.9 NaOH Mixing Tank (M-310)

41

9 10
NaOH Mixing
Tank
(M-310)

T operasi = 30 ˚C
P operasi = 1 atm
T di 9 = 30.0 ˚C
T di 41 = 91 ˚C
T di 10 = 30 ˚C

IV-4
Tabel IV.9 Neraca Energi NaOH Mixing Tank (M-310)
Hin kJ Hout kJ
<9> 291073.10 <10> -418391.01
<41> 63508.27 <Q cooler> 811621.00
<Q loss> 38648.62
Total 393229.99 Total 393229.99

IV.10 Acetic Acid Reactor Tank (R-320)

42
11 12
Acetic Acid
Reactor Tank

T di 11 = 30.0 ˚C
T di 42 = 35.8 ˚C
T di 12 = 30.0 ˚C

Tabel IV.10 Neraca Energi Acetic Acid Reactor Tank (R-320)


Hin kJ Hout kJ
<11> -418391.01 <12> 796470.64
<42> 22619.79 <HR> -12303432
<Qloss> 555559.49 <Q cooler> 11666749
Total 159788.27 Total 159788.27

IV.11 Centrifuge (H-330)

12 13
Centrifuge
(H-330)

43

T= 30 ˚C

Tabel IV.11 Neraca Energi Centrifuge (H-330)


Hin kJ Hout kJ
<12> 796470.64 <43> 105355.93
<13> 428945.81
<Qloss> 262168.90
Total 796470.64 Total 796470.64

IV-5
IV.12 Ethanol Tank Reactor (M-340)

44

13
Ethanol 14
Mixing Tank

T13 = 30.0 ˚C
T44 = 30.0 ˚C
T14 = 28.3 ˚C

Tabel IV.12 Neraca Energi Ethanol Tank Reactor (M-340)


Hin kJ Hout kJ
<13> 692497.60 <14> 719650.56
<44> 27123.88
Total 719621.49 Total 719650.56

IV.13 Centrifuge (H-350)

15 Centrifuge
16
(H-350)

45

T15 = 28.3 ˚C
T45 = 28.3 ˚C
T16 = 28.3 ˚C

Tabel IV.13 Neraca Energi Centrifuge (H-350)


Hin kJ Hout kJ
<15> 719650.56 <45> 621729.45
<16> 33986.63
<Q loss> 63934.47
Total 719650.56 Total 719650.56

IV-6
IV.14 Dilution Tank (M-360)

46
16
Dilution Tank 17
(M-360)

T 16 = 28.6 ˚C
T 46 = 30.0 ˚C
T 17 = 28.7 ˚C

Tabel IV.14 Neraca Energi Dilution Tank (M-360)


Hin kJ Hout kJ
<14> 36671.66 <15> 38317.51
<41> 1645.85
Total 38317.51 Total 38317.51 0.0

IV.15 Heater Hidrolisis (E-362)

66

17 18

65

Tabel IV.15 Neraca Energi Heater Hidrolisis (E-362)


H in kJ H out kJ
<17> 33796.41 <18> 416260.65
Q Steam 382464.24
Total 416260.65 Total 416260.65

IV.16 Hydrolysis Tank Reactor (R-410)

47

18
Hydrolysis 19
Tank Reactor

IV-7
T18 = 70.0 ˚C

T47 = 84.5 ˚C
T19 = 100.0 ˚C

Tabel IV.16 Neraca Energi Hidrolisis Hydrolysis Tank Reactor (R-410)


Hin kJ Hout kJ
<18> 416260.65 <19> 1028599.08
<47> 19634.08 <HRx> 1888625.36
<Q heater> 2605396.20 <Q loss> 124066.49
Total 3041290.93 Total 3041290.93

IV.17 Tangki Anion Exchanger (H-420)

20 Tangki Anion
21
Exchanger
(H-420)

Tabel IV.17 Neraca Energi Hidrolisis Hydrolysis Tank Reactor (R-410)


Hin kJ Hout kJ
<20> 1028599.08 <21> 1028599.08
Total 1028599.08 Total 1028599.08

IV.18 Vacuum Evaporator (V-430)

21

48

Steam
Vacuum
Evaporator
T21 = 100 ˚C (V-420)
T48 = 50 ˚C
T22 = 50 ˚C
Tsteam = 120 ˚C 22

Tabel IV.18 Neraca Energi Vacuum Evaporator (V-420)


H in KJ H out KJ
<21> 1052193.21 <48> 2616880.20
Q Steam 2306089.60 <22> 741402.61
Total 3358282.80 Total 3358282.80

IV-8
IV.19 Barometric Condensor (G-433)

71 Water

Vapor in

48 Barometric Vapor to Jet


Condensor Ejector
72

Condensed Vapor Water


73 73

Tabel IV.19 Neraca Energi Total


H in KJ H out KJ
<48> 5619596.66 <73> 3933717.66
<71> 3747879.74 <73> 3747879.74
<72> 1685879.00
Total 9367476.40 9367476.40

IV.20 Heater (E-513)


22
74
Steam in Steam out

23 75

T steam = 145 °C
T <22> = 50 °C
T <23> = 100 °C

Tabel IV.20 Neraca Energi Heater Hidrogenasi (E-513)


Hin kJ Hout kJ
<22> 123271.45 <23> 373997.13
<Q Heater> 263921.77 <Q loss> 13196.09
Total 387193.22 Total 387193.22

IV.21 Hydrogenation Reactor Tank (R-510)

49

23 Hydrogenation Reactor 24
Tank (R-510)

IV-9
T23 = 100 ˚C
T49 = -8 ˚C
T24 = 140 ˚C

Tabel IV.21 Neraca Energi Hydrogenation Reactor Tank (R-510)


Hin kJ Hout kJ
ΔH masuk 368517.55 <19> 542483.87
Q Steam 29454.15 Q loss 1472.71
ΔH˚Rx -145984.88
Total 397971.70 Total 397971.70

IV.22 Cooler (E-511)


24

78

Cooling Water in Cooling


Water out
25
79

T cooler in <78> = 30 °C
T cooler out <79> = 40 °C
T <24> = 140 °C
T <25> = 60 °C

Tabel IV.22 Neraca Energi Cooler (E-511)


Hin kJ Hout kJ
<24> 542483.87 <25> 70142.67
<Qloss> 23617.06 <Q cooler> 495958.26
Total 566100.93 Total 566100.93

IV.23 Heater Evaporator (E-642)


28
80
Steam in Steam out

81
29

T steam = 145 °C
T <28> = 60 °C
T <29> = 75 °C

IV-10
Tabel IV.23 Neraca Energi Heater Evaporator (E-642)
Hin kJ Hout kJ
<28> 67689.31 <29> 227573.31
<Q> 168298.95 Q loss 8414.95
Total 235988.26 Total 235988.26

IV.24 Multiple Effect Evaporator (V-640A/B)


54
29
V-640A V-640B

82
31
Steam

83 87

T29 = 75 °C T87 = 145 °C


T83 = 60.5 °C T54 = 60,5 °C
T82 = 145 °C T31 = 104 °C

Tabel IV.24 Neraca Energi Multiple Effect Evaporator (V-640)


Hin kJ Hout kJ
<29> 286252.28 ΔH prod 55524.88
<Q steam> 1675702.45 ΔH vap 1319146.84
ΔH C1 213880.76
ΔH C2 373402.25
Total 1961954.73 Total 1961954.73

IV.25 Barometric Condensor (G-643)

84 85
Noncondensable gas

Cooling Water

Barometric
54
Vapor

T vapor = 60,5 °C
T cooling water = 30 °C
T out = 60.94 °C 34
Condesed Vapor

IV-11
Tabel IV.25 Neraca Energi Baramotric Condensor (G-643)
Neraca Panas Total
H in Kkal H out Kkal
ΔH vapor 1319146.84 ΔH out 1522831.95
ΔH water 203685.11
Total 1522831.95 Total 1522831.95

IV.26 Cooler (E-645)

31

89 90

Cooling Water in Cooling


Water out
32

T cooler in = 30 °C
T cooler out = 40 °C
T <31> = 60.5 °C
T <32> = 40 °C

Tabel IV.26 Neraca Energi Cooler (E-645)


Hin kJ Hout kJ
<31> 14120.37 <32> 5927.60
<Q Loss> 409.64 <Q cooler> 8602.41
Total 14530.01 Total 14530.01

IV-12
BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN

Spesifikasi peralatan yang digunakan dalam pabrik sirup xylitol dari tongkol jagung
adalah sebagai berikut :

Tabel V.1 Gudang Penyimpanan Tongkol Jagung (F-111)

Spesifikasi Peralatan :
Nama Gudang Penyimpanan Tongkol Jagung
Fungsi Menyimpan Tongkol Jagung
Bangunan persegi dengan tutup prisma
Tipe
persegi empat.
Kode F-111
Dasar Pemilihan Sesuai dengan karakteristik bahan.
Panjang 6.04 ft
Lebar 6.04 ft
Tinggi 4.03 ft
Konstruksi Dasar beton, dinding batako
Jumlah 1 buah

Tabel V.2 Belt Conveyor (J-112)


Spesifikasi Alat
Fungsi Mengangkut Tongkol Jagung dari
penyimpanan ke pencucian
Tipe Troughet Belt Conveyor on 20o idler
Kode J-112
Massa jenis 721 kg/m3
Lebar belt 0.3556 m
Luas pengangkutan 0.01 m2
Kecepatan belt 0.5 m
Trough width 0.2286 m
Skirt depth 0.2286 m
Skirt length 2.1336 m
Skirt to belt clearance 0.0508 m
Seal Specification 6.6675 m
Power 0.25 hp
Kemiringan 15o
Panjang Conveyor 10.4 m

V-1
Bahan Stainless-Steel
Jumlah 1 unit

Tabel V. 3 Washer Line (F-110)


Spesifikasi Alat :
Fungsi Menghilangkan kotoran dan hama dari Tongkol Jagung
Tipe Washer Line
Dimensi - Panjang = 9 m
- Lebar = 2 m
- Tinggi = 2 m
Material SUS304
Power 9 kW

Tabel V.4 Belt Conveyor I (J-113)


Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari crusher ke Reaktor
Delignifikasi
Tipe = Troughet Belt Conveyor on 20˚ idler
Massa jenis = 721 kg/m3
= 45 lb/ft3
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data untuk
massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
= 88.766 m3 x 24 = 2130.4 m3
Dari tabel didapatkan : ̇
Lebar belt ̇ = 14 in = 0.36 m
Luas pengangkutan = 0.11 ft2 = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 in = 0.23 m
Skirt depth = 9 in = 0.23 m
Skirt length = 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 in = 0.05 m
Seal Specification = 263 in = 6.67 m
Power = 0.29 hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 13.6 ft = 4.14 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit
V-2
Tabel V.5 Rotary Dryer (H-120)
Spesifikasi Rotary Dryer

Fungsi = Mengeringkan Tongkol Jagung sehingga Moisture


Content berkurang dari 292% menjadi 20%
Jumlah = 1 Buah
Kapasitas = 230753.58 kg/jam
Diameter Dryer = 8.53 M
Panjang Dryer = 60.0 M
Power = 4806.76 hp = 3585.8 kW

Tabel V.6 Belt Conveyor (J-121)


Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari Rotary Dryer ke Crusher
Tipe = Troughet Belt Conveyor on 20o idler
Massa jenis = 721 kg/m3
= 45 lb/ft3
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data untuk
massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
̇ = 88.766 m3 x 24 = 2130.4 m3
Dari tabel didapatkan : ̇
Lebar belt = 14 I in = 0.36 m
Luas pengangkutan = 0.11 ft2 = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 in = 0.23 m
Skirt depth = 9 in = 0.23 m
Skirt length 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 in = 0.05 m
Seal Specification = 263 in = 6.67 m
Power = 0.24 Hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 13.6 ft = 4.14 m
Panjang belt = 197 in = 5 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit

V-3
Tabel V.7 Light Crusher (C-130)
Spesifikasi Alat :
Fungsi = Menghancurkan dan memperkecil ukuran Tongkol Jagung
agar mudah dalam ekstraksi dan reaksi
Tipe = Reversible Hammer Mill model no. 815
Ukuran mesin (rotor) = 30 x 30 In = 0.762 x 0.762 m
Kecepatan putaran = 900 Rpm (maks)
Kapasitas = 330 – 400 ton/jam
Konsumsi Energi = 900 – 1200 hp = 617 – 894 kW
Jumlah = 1 unit

Tabel V.8 Belt Conveyor (J-131)


Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari crusher ke Bucket
conveyor
Tipe = Troughet Belt on continous plate
Massa jenis = 721 kg/m3
= 45 lb/ft3
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data untuk
massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
= 88.766 m3 x 24 = 2130.4 m3
Dari tabel didapatkan :
Lebar belt = 14 In = 0.36 m
Luas pengangkutan = 0.11 ft2 = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 In = 0.23 m
Skirt depth = 9 In = 0.23 m
Skirt length 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 In = 0.05 m
Seal Specification = 263 In = 6.67 m
Power = 0.24 hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 10.2 ft = 3.11 m
Panjang belt = 197 In = 5 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit

V-4
Tabel V.9 Bucket Elevator (J-132)
Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari Belt Conveyor ke Tangki
Delignifikasi
Tipe = Bucket Elevator for continuous buckets on chain
Massa
jenis = 721 kg/m3
= 45 lb/ft3
Dari tabel 21-9 Perry, 7th ed. Page 21-16 Untuk spesifikasi Bucket Elevator
Dari tabel didapatkan :
Ukuran
bucket = 8 x 5,5 x 7,25 in = 0,203 x 0,14 x 0,197
Bucket spacing = 8 in = 0.2 m
Elevator center = 50 ft = 15.2 m
Kapasitas maksimal = 35 ton/jam
Power = 3.40 hp = 2.54 kW
1
Jumlah = unit

Tabel V.10 Tanki NaClO2 (F-212)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Tangki NaClO2
Kode Alat : F-212
Fungsi Alat : Menyimpan larutan NaClO2 10%
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Kapasitas : 4433.60 ft3 = 125.55 m3
Jumlah tangki : 1 Unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 15.00 ft = 4.572 m
- Diameter (ID) = 14.917 ft = 4.547 m
- Tinggi : Shell = 22.375 ft = 6.820 m
tutup atas = 2.870 ft = 0.875 m
tutup bawah = 2.870 ft = 0.875 m
- Tebal : Shell = 1/2 in
tutup atas = 5/8 in
tutup bawah = 5/8 in
Spek. Nozzle Aliran Air : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in sch 40
Spek. Nozzle Aliran NaClO2 : - Diameter (OD) = 1.050 in
- Jenis pipa = Pipa 3/4 in Sch 40
V-5
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in Sch 40

Tabel V.11 NaClO2 Pump (L-213)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa NaClO2
Kode Alat : L-213
Fungsi Alat : Memompa NaClO2 menuju tangki delignifikasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 50278.863 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spesifikasi Pompa : Power = 1.45 hp

Tabel V.12 Tangki Delignifikasi (M-210)


Spesifikasi Alat :
Nama alat : Tangki Delignifikasi
Kode Alat : M-210
Fungsi Alat : Menghilangkan kandungan lignin dalam Tongkol Jagung
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Kapasitas : 4940.24 ft3 = 139.89 m3
Jumlah tangki : 4 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 16.00 ft = 4.877 m
- Diameter (ID) = 15.938 ft = 4.858 m
- Tinggi : Shell = 23.906 ft = 7.287 m
tutup atas = 3.043 ft = 0.927 m
tutup bawah = 3.043 ft = 0.927 m
- Tebal : Shell = 3/8 in
tutup atas = 5/8 in
tutup bawah = 5/8 in
Spek. Nozzle Aliran NaClO2 : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 4.781 ft = 1.457 m
- Lebar blade (W) = 0.956 ft = 0.291 m
- Panjang blade (L) = 1.195 ft = 0.364 m
- Lebar Baffle (J) = 1.328 ft = 0.405 m

V-6
- RPM = 91.454 RPM
- Jumlah = 1 unit
- Power = 69.29 hp

Tabel V.13 Pompa (L-211)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa dari Tangki Delignifikasi ke Tangki Penampung
Kode Alat : L-211
Fungsi Alat : Memompa dari Tangki Delignifikasi menuju Sentrifugasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 52692.248 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spesifikasi Pompa : Power = 1.58 hp
Head = 3.9441 m

Tabel V.14 Tangki Penampung (F-214)


Spesifikasi Keterangan
Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran
Fungsi
NaClO2 dan Centrifuge
Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah
Bentuk berbentuk standard dish head

Temperatur operasi 30 ºC
Tekanan operasi 1 bar
Outside Diameter 4.572 m
Inside Diameter 4.553 m
Tinggi silinder 6.83 m
Tinggi tutup 0.863 m
Bahan Konstruksi Carbon steel SA-283 grade C

Jumlah alat 1 unit

Tabel V.15 Pompa (L-215)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa dari Tangki Penampung ke Sentrifugasi
Kode Alat : L-211 5
Fungsi Alat : Memompa dari Tangki Delignifikasi menuju Sentrifugasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 52692.248 kg/jam
Jumlah : 1 unit

V-7
Spesifikasi Pompa : Power = 1.58 hp
Head = 3.9441 m

Tabel V.16 Centrifuge (H-220)


Spesifikasi Centrifuge (H-220) :
Fungsi = Memisahkan Lignin yang telah terekstrak dari
solid
Type = Flat Top and Flat Bottom
Kode = H-220
Kapasitas = 52692.25 kg/jam
Volume liquid, Y = 52.46 m3
Banyak cycle/jam, N = 15.00 Cycle
3
Volume liquid/cycle, Vi = 3.50 m
Diameter = 54 in
Tinggi centrifugal = 42 in
Ketebalan maksimum massecuite, e = 0.19 m
Volume maksimum massecuite, V = 0.76 m3
Jumlah sentrifugal = 5 Unit
Kecepatan rotasi, n = 1000 rpm
Area screen = 49.50 ft2
Power terkonsumsi, Pr = 19.39 kW
= 26.01 hp

Tabel V.17 Bucket Elevator (J-221)


Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut cake dari Sentrifugasi menuju Pencucian
Tipe = Bucket Elevator for continuous buckets on chain
100
Massa jenis = 4 kg/m3
= 62.7 lb/ft3
Dari tabel 21-9 Perry, 7th ed. Page 21-16 Untuk spesifikasi Bucket Elevator
Dari tabel didapatkan :
Ukuran bucket = 8 x 5,5 x 7,25 in = 0,203 x 0,14 x 0,197
Bucket spacing = 8 In = 0.2 m
Elevator center = 50 Ft = 15.2 m
Kapasitas maksimal = 35 ton/jam
Power = 3.40 hp = 2.54 kW
Jumlah = 1 unit

V-8
Tabel V.18 Tangki Pencucian (M-230)
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Tangki Pencucian
Kode Alat : M-230
Fungsi
Alat : Meminimalisir kandungan NaClO2 didalam solid
sebelum masuk tahap perendaman NaOH
Tip
e : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan
Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
ft
Kapasitas : 1718.99 3 = 48.677 m3
Jumlah Uni
tangki : 1 t
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 11.00 ft = 3.353 m
- Diameter (ID) = 10.948 ft = 3.337 m
- Tinggi
: Shell = 16.422 ft = 5.005 m
tutup atas = 2.182 ft = 0.665 m
tutup bawah = 2.182 ft = 0.665 m
- Tebal
: Shell = 1/3 in
tutup atas = 4/9 in
tutup bawah = 4/9 in
Spek. Nozzle Aliran NaClO2 : - Diameter (OD) = 3.500 in
- Jenis
pipa = Pipa 3 in Sch 80
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 4.000 in
- Jenis
pipa = Pipa 3.5 in Sch 40
Spek.
Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 3.284 ft = 1.001 m
- Lebar blade (W) = 0.657 ft = 0.200 m
- Panjang blade (L) = 0.821 ft = 0.250 m
- Lebar Baffle (J) = 0.912 ft = 0.278 m
120.33
- RPM = 1 RPM
-
Jumlah = 2 unit
h
- Power = 24.11 p

V-9
Tabel V.19 Pompa (L-231)
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa dari Tangki Pencucian ke Filtrasi
Kode Alat : L-231
Fungsi Alat : Memompa dari Tangki Pencucian menuju Filtrasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 18311.129 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spesifikasi Pompa : Power = 0.64 Hp
Head = 3.0616 M

Tabel V.20 Bucket Elevator (J-241)


Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut cake dari Rotary Vacuum Filter menuju Tangki
Perendaman dengan NaOH
Tipe = Bucket Elevator for continuous buckets on chain
Massa jenis = 1003 kg/m3
= 62.6 lb/ft3
Dari tabel 21-9 Perry, 7th ed. Page 21-16 Untuk spesifikasi Bucket Elevator
Dari tabel didapatkan :
Ukuran bucket = 8 x 5,5 x 7,25 in = 0,203 x 0,14 x 0,197
Bucket spacing = 8 in = 0.2 m
Elevator center ̇ = 50 ft = 15.2 m
Kapasitas
maksimal ̇ = 35 ton/jam
H
Power ̇ = 3.40 p = 2.54 kW
1
Jumlah = unit

Tabel V.21 Tangki (F-312)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Tangki NaOH
Kode Alat : F-312
Fungsi Alat : Menyimpan NaOH untuk sebelum masuk ke Tangki ekstrasi
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan
tutup bawah conical
Bahan : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
Konstruksi
Kapasitas : 4.3 ft3 = 0.1213 m3
Jumlah : 1 Unit

V-10
kolam
Spek. Tangki : - Volume Tangki = 4.285 ft3
- Diameter Tangki = 60 in
- Tinggi Tangki = 2.983 m
- Diameter Nozzle = 0.018 ft

Tabel V.22 Pompa ( L-313)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki NaOH
Kode Alat : L-313
Fungsi Alat : Memompa NaOH menuju Tangki Estraksi
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan
tutup bawah conical
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 3615.272 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.11 hp
Head : 1.68839029 m

Tabel V.23 Tangki (R-310)

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Esktraksi
Kode Alat : R-310
Fungsi Alat : Mengekstraksi Xilan dengan larutan NaOH
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Kapasitas : 2058,8 ft3 = 58.28 m3
Jumlah tangki : 1 Unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 8.00 ft = 2.438 m
- Diameter (ID) = 7.927 ft = 2.416 m
- Tinggi : Shell = 11.891 ft = 3.624 m
tutup atas = 1.749 ft = 0.533 m
tutup bawah = 1.749 ft = 0.533 m
- Tebal : Shell = 4/16 in
tutup atas = 3/8 in
tutup bawah = 3/8 in

V-11
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 2.375 in
- Jenis
pipa = Pipa 5 inch sch 40
Spek. Nozzle Aliran NaOH : - Diameter (OD) = 2.375 in
- Jenis
pipa = Pipa 1/8 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 3.500 in
- Jenis
pipa = Pipa 8 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 2.378 ft = 0.725 m
- Lebar blade (W) = 0.476 ft = 0.145 m
- Panjang blade (L) = 0.595 ft = 0.181 m
- Lebar Baffle (J) = 0.661 ft = 0.201 m
- RPM = 151.202 RPM
- Jumlah = 2 unit
- Power = 0.70 hp

Tabel V.24 Pompa (L-311)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki CH3COOH
Kode Alat : L-311
Fungsi Alat : Memompa larutan menuju Tangki penetralan
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 2083.736 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.06 hp
Head : 1.484165057 m

Tabel V.25 Tangki Penampung (F-314)


Spesifikasi Keterangan
Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran NaOH
Fungsi
dan Acetic Acid Reactor Tank
Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah
Bentuk berbentuk standard dish head

Temperatur operasi 30 ºC
Tekanan operasi 1 bar
Outside Diameter 3.353 m
V-12
Inside Diameter 3.334 m
Tinggi silinder 5.001 m
Tinggi tutup 0.665 m
Bahan Konstruksi Carbon steel SA-283 grade C

Jumlah alat 1 unit

Tabel V.26 Pompa (L-315)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki CH3COOH
Kode Alat : L-315
Memompa larutan dari tangka penampungan menuju Tangki
Fungsi Alat
: penetralan
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 2083.736 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec
Pompa : Power : 0.06 hp
Head : 1.484165 m

Tabel V.27 Tangki F-322


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Tangki CH3COOH
Kode Alat : F-322
Fungsi Alat : Menyimpan CH3COOH untuk fresh feed sebelum masuk ke
Tangki Netralisasi
Tipe : Tangki Tertutup
Bahan : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
Konstruksi
Kapasitas : 2.5 ft3 = 0.0699 m3
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Volume Tangki = 2.470 ft3
- Diameter Tangki = 54 in
- Tinggi Tangki = 2.685 m
- Diameter Nozzle = 0.018 ft

Tabel V.28 Pompa L-323


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki CH3COOH
Kode Alat : L-323
Fungsi Alat : Memompa larutan CH3COOH 50% menuju tangki penetralan

V-13
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 2083.736 kg/jam
Jumlah : 1 Unit
Spec Pompa : Power : 0.09 hp
Head : 2.257855079 m

Tabel V.29 Reaktor R-320

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Reaktor Netralisasi
Kode Alat : R-320
Fungsi Alat : Menetralkan larutan Xilan menggunkan CH3COOH
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Kapasitas : 300.51 ft3 = 8.5094 m3
Jumlah tangki : 1 Unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 6.50 ft = 1.981 m
- Diameter (ID) = 6.458 ft = 1.969 m
- Tinggi : shell = 9.688 ft = 2.953 m
tutup atas = 1.364 ft = 0.416 m
tutup bawah = 1.364 ft = 0.416 m
- Tebal : shell = 1/4 in
tutup atas = 1/4 in
tutup bawah = 1/4 in
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 2.875 in
- Jenis pipa = Pipa 5 inch sch 40
Spek. Nozzle Aliran Ca(OH)2 : - Diameter (OD) = 1.315 in
Pipa 1/8 in Sch
- Jenis pipa = 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 4.000 in
- Jenis pipa = Pipa 8 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 1.938 ft = 0.591 m
- Lebar blade (W) = 0.388 ft = 0.118 m

V-14
- Panjang blade (L) = 0.484 ft = 0.148 m
- Lebar Baffle (J) = 0.538 ft = 0.164 m
- Jumlah = 1 unit
- Power = 0.1743 hp

Tabel V.30 Centrifuge (H-330)

Spesifikasi Centrifuge 2 :
Fungsi = Memisahkan Selulose dan Lignin dari Filtrat
Type = Flat Top and Flat Bottom
Kode =
Kapasitas = 24010.14 kg/jam
Volume liquid, Y = 23.54 m3
Banyak cycle/jam, N = 15.00 Cycle
Volume liquid/cycle, Vi = 1.57 m3
Diameter = 54 in
Tinggi centrifugal = 42 in
Ketebalan maksimum massecuite,
= 0.19 m
e
Volume maksimum massecuite,
= 0.76 m3
V
Jumlah sentrifugal = 2 Unit
Kecepatan rotasi, n = 1200 rpm
Area screen = 49.50 m2
Power terkonsumsi, Pr = 32.40 kW
= 43.45 hp

Tabel V.31 Pompa L-312


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa CH3COOH
Kode Alat : L-111
Fungsi Alat : Memompa filtrat menuju sentrifugasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 24010.136 kg/jam
Jumlah : 1 unit

V-15
Spec Pompa : Power : 0.35 Hp
Head : 1.5251241 m

Tabel V.32 Tangki F-342


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Tangki C2H5OH
Kode Alat : F-342
Fungsi Alat : Menyimpan Etanol untuk fresh feed sebelum masuk ke Tangki
Pemurnian
Tipe : tangki terbuka berbentuk balok
Bahan Konstruksi : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
Kapasitas : 11.3 ft3 = 0.3204 m3
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Volume Tangki = 11.316 ft3
- Diameter Tangki = 84 in
- Tinggi Tangki = 4.177 m
- Diameter Nozzle = 0.018 ft

Tabel V.33 Pompa L-342


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki Ethanol
Kode Alat : L-342
Fungsi Alat : Memompa larutan storage Etanol menuju ke tangki pemurnian
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 1901.082 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.10 hp
Head : 0.399028551 m

Tabel V.34 Tangki M-340

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Pemurnian
Kode Alat : M-340
Fungsi Alat : Memurnikan Xilan dengan penambahan Ethanol
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Kapasitas : 1404.64 ft3 = 39.775 m3

V-16
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 8.00 ft = 2.438 m
- Diameter (ID) = 7.958 ft = 2.426 m
- Tinggi : shell = 11.938 ft = 3.639 m
tutup atas = 1.754 ft = 0.535 m
tutup bawah = 1.754 ft = 0.535 m
- Tebal : shell = 1/4 in
tutup atas = 3/8 in
tutup bawah = 3/8 in
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 2.875 in
- Jenis pipa = Pipa 5 inch sch 40
Spek. Nozzle Aliran Ca(OH)2 : - Diameter (OD) = 1.050 in
- Jenis pipa = Pipa 1/8 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 3.500 in
- Jenis pipa = Pipa 8 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 2.388 ft = 0.728 m
- Lebar blade (W) = 0.478 ft = 0.146 m
- Panjang blade (L) = 0.597 ft = 0.182 m
- Lebar Baffle (J) = 0.663 ft = 0.202 m
- Jumlah = 1 unit
- Power = 0.171 hp

Tabel V.35 Pompa L-331


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa L-331
Kode Alat : L-331
Fungsi Alat : Memompa larutan menuju tangki penampung
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 22765.847 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.95 hp
Head : 4.40582697 m

V-17
Tabel V.36 Tangki Penampung (F-344)
Spesifikasi Keterangan
Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran Etanol
Fungsi
dan centrifuge
Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah
Bentuk berbentuk standard dish head

Temperatur operasi 30 ºC
Tekanan operasi 1 bar
Outside Diameter 3.353 m
Inside Diameter 3.334 m
Tinggi silinder 5.001 m
Tinggi tutup 0.665 m
Bahan Konstruksi Carbon steel SA-283 grade C

Jumlah alat 1 unit

Tabel V.37 Pompa L-345


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Pompa L-345
Nama Alat :
Kode Alat : L-345
Fungsi Alat : Memompa larutan menuju sentrifuge
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 22765.847 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.95 hp
Head : 4.40582697 m

Tabel V.38 HCl Storage Tank (F-412)


Spesifikasi Keterangan
Menampung Larutan HCl 90% sebelum masuk ke tangki
Fungsi Hidrolisis

Tipe Tangki terbuka berbentuk balok


Kapasitas maksimum 0,0472 m3
Waktu penyimpanan 2 Jam
Bahan material Carbon Steel Grade SA-283 Grade C

Bentuk tutup atas Standard Dished Head


Bentuk tutup bawah Conical
Volume Tangki 1,667 ft3

V-18
Diameter Tangki 54 in
Tinggi Tangki 2,685 m
Diameter Nozzel 0,018 ft
Jumlah 1 unit

Tabel V.39 Pompa Tangki HCl (L-413)


Spesifikasi Keterangan
Memompa larutan dari storage HCl menuju tangki
Fungsi
hidrolisis
Tipe Centrifugal Pump
Kapasitas 937,681 Kg/jam
Bahan pompa Stainless steel

Power pompa 0,004 Hp


Jumlah alat 1 unit

V.40 Reaktor Hidrolisis (R-410)


Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Reaktor Hidrolisis
Kode Alat : R-410
Fungsi Alat : Mengkonversi xylan menjadi xylose dengan penambahan HCl
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : High Alloy Steel SA-240 grade C
Kapasitas : 376.851 ft3 = 10.671 m3
Jumlah tangki : 3 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 7.00 ft = 2.134 m
- Diameter (ID) = 6.969 ft = 2.124 m
- Tinggi : shell = 10.453 ft = 3.186 m
tutup atas = 1.388 ft = 0.423 m
tutup bawah = 1.388 ft = 0.423 m
- Tebal : shell = 3/16 in
tutup atas = 4/16 in
tutup bawah = 4/16 in
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 1.500 in
- Jenis pipa = Pipa 1 1/2 in sch 40
Spek. Nozzle Aliran HCl 10% : - Diameter (OD) = 1.050 in

V-19
- Jenis pipa = Pipa 3/4 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 1.660 in
- Jenis pipa = Pipa 1 1/4 in Sch 80
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 2.091 ft = 0.637 m
- Lebar blade (W) = 0.418 ft = 0.127 m
- Panjang blade (L) = 0.523 ft = 0.159 m
- Lebar Baffle (J) = 0.581 ft = 0.177 m
- RPM = 154.769
- Jumlah = 1 unit
- Power = 5.19391 hp

Tabel V.41 Pompa Hidrolisis (L-411)


Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memompa hasil hidrolisis menuju tangka penampung
Tipe Centrifugal Pump
Kapasitas 3889,197 Kg/jam
Bahan pompa Stainless steel

Power pompa 0,05 Hp


Jumlah alat 1 unit

Tabel V.42 Tangki Penampung (F-412)


Spesifikasi Keterangan
Sebagai penampung antara Reaktor Hidrolisis dan Anion
Fungsi
Exchanger
Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah
Bentuk berbentuk standard dish head

Temperatur operasi 30 ºC
Tekanan operasi 1 bar
Outside Diameter 1.981 m
Inside Diameter 1.969 m
Tinggi silinder 1.953 m
Tinggi tutup 0.417 m
Bahan Konstruksi Carbon steel SA-283 grade C

Jumlah alat 1 unit

V-20
Tabel V.43 Pompa L-413
Spesifikasi Keterangan
Memompa hasil tangki penampung menuju anion
Fungsi
exchanger
Tipe Centrifugal Pump
Kapasitas 3889,197 Kg/jam
Bahan pompa Stainless steel

Power pompa 0,05 Hp


Jumlah alat 1 unit

Tabel V.44 Anion Exchanger (H-420)


Spesifikasi Keterangan
Menghilangkan ion-ion negatif yang terkadung dalam
Fungsi
larutan xylose yaitu Cl-
Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah
Bentuk berbentuk standard dish head

Temperatur operasi 50-90 ºC


Tekanan operasi 1 bar
Outside Diameter 1,2 m
Inside Diameter 1.969 m
Tinggi silinder 2,24 m
Tinggi tutup 0,05 m
Bahan Konstruksi 304 grade 3 (SA 167)

Jumlah alat 1 unit

Tabel V.45 Pompa L-421


Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memompa hasil anion exchanger menuju evaporator
Bahan 304 grade 3 (SA 167)
Kapasitas 3889,197 Kg/jam
Bahan pompa Stainless steel

Power pompa 0,05 Hp


Jumlah alat 1 unit

Tabel V.46 Evaporator (V-420)


Spesifikasi Keterangan

Bahan Konstruksi SA-240, Grade M, Type 316

V-21
Tipe Vertical Short Tube Evaporator

Kapasitas 8574,12 lb/jam


Ukuran Tube 1,5 in
Ukuran Pitch 1 7/8 triangular
Jumlah Tube 15 buah
Diameter Drum 156 in
Tebal Silinder 1 1/8 in
Tinggi bagian liquida 19,44 ft
Tinggi Drum Evaporator 38,44 ft
Barometrik kondensor (G-422)
Fungsi Mengkondensasi uap dari evaporator
Tipe Counter-Current Dry Air Condenser

Bahan High Alloy Steel SA-240 Grade C

Rate Bahan 1827,82 kg uap/jam


Luas Penampang 3,11 ft2
Diameter 132 in
Tinggi kolom 34 ft
Jumlah 1 unit
Steam Ejector (G-423)
Bahan Carbon Steel SA 283 Grade C

Tipe Single stage jet

Kebutuhan Steam 64,86 Kg/jam


Total uap air 15,6 lb/jam
Total campuran uap 45,60 lb/jam
Jumlah 1 unit

Tabel V.47 Pompa Xylose (L-421)


Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memompa hasil evaporator menuju reactor hidrogenasi
Tipe High Pressure Pump
Kapasitas 2061,373 Kg/jam
Bahan pompa Stainless steel

Power pompa 26,32 Hp


Jumlah alat 1 unit

V-22
Tabel V.48 Heater Hidrogenasi (E-513)
Spesifikasi Keterangan
Memanaskan larutan xylose yang keluar evaporator dari
Fungsi
suhu 50,5 menjadi 100oC
Tipe Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan Carbon steel SA 212 Grade A

Larutan xylose : 50,5 ºC


Suhu masuk
Steam : 145 ºC
Larutan xylose : 100 ºC
Suhu keluar
Steam condensate : 145 ºC
ID : 10 in
Baffle : 2 in
Shell side (Xylose)
Passes : 1
ΔP : 0,00009 psi
OD : 0,75 in
Jumlah tube : 52
BWG : 16
Pitch : 1 in
Tube side (Steam)
a'' : 0,1963 ft2
a' : 0,302 in2
Passes : 1
ΔP : 8,198 psi
Rd 0,012 hr.ft2.ºF/Btu
Luas area 102,08 ft2
Jumlah alat 1 unit

Tabel V.49 Compressor (G-512)


Spesifikasi Keterangan
Menaikkan tekanan H2 agar sesuai dengan kondisi
Fungsi
reactor hidrogenasi
Tipe Centrifugal Compressor

Bahan Carbon steel


Kapasitas 10,48 kg/jam

Power total 9,2236 Hp


Jumlah alat 1 unit

V-23
Tabel V.50 Reaktor Hidrogenasi (R-510)
Spesifikasi Keterangan
Mengkonversi xilosa menjadi xilitol dengan
Fungsi
menambahkan Raney Nickel
Tipe Trickle Bed Reaktor

Temperatur operasi 145 ºC


Tekanan operasi 50 bar
Kapasitas 2000,98 Kg/h
Outside Diameter 79 in
Tinggi total 120,44 in
Tebal silinder 0,75 in
Tebal tutup atas/bawah ¾ in
Tipe katalis Raney Nickel
Massa katalis 5% wt dari berat xilosa
Jumlah alat 1 unit

Tabel V.51 Cooler Hidrogenasi (E-511)


Spesifikasi Keterangan
Mendinginkan larutan xylitol yang keluar hidrogenasi
Fungsi
dari suhu 140 menjadi 40oC
Tipe Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan Carbon steel SA 212 Grade A

Larutan xylitol : 140 ºC


Suhu masuk
Steam : 30 ºC
Larutan xylitol : 40 ºC
Suhu keluar
Steam condensate : 40 ºC
ID : 17,25 in
Baffle : 4 in
Shell side (Xylitol)
Passes : 1
ΔP : 0,011 psi
OD : 1,25 in
Jumlah tube : 39
BWG : 16
Pitch : 1 in
Tube side (Steam)
a'' : 0,327 ft2
a' : 0,985 in2
Passes : 2
ΔP : 0,564 psi
Rd 0,00134 hr.ft2.ºF/Btu

V-24
Luas area 175,37 ft2
Jumlah alat 1 unit

Tabel V.52 Knock Out Drum (H-610)


Spesifikasi Keterangan
Memisahkan liquid berupa larutan xylitol dengan gas
Fungsi
hydrogen
Tipe Vertical Drum
Temperatur operasi 40 ºC
Tekanan operasi 40 bar
Diameter 0,77 m
Tinggi total 0,117 m
Tipe tutup atas Eliptical dished head

Tebal tutup atas 0,64 m


Tipe tutup bawah Eliptical dished head

Tebal tutup bawah 0,64 m


Jumlah alat 1 unit

Tabel V.53 Pompa Centrifugal (L-611)


Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memompa hasil knock out drum menuju karbonsasi
Tipe Centrifugal Pump
Kapasitas 0,001 m3/s
Bahan pompa Comercial steel

Power pompa 0,023 Hp


Jumlah alat 1 unit
Tabel V.54 Tangki Karbonasi (M-620)
Spesifikasi Keterangan

Fungsi Penjernihan warna larutan xylitol

Silinder dengan tutup atas dan bawah berbentuk standart


Bentuk dished head

Temperatur operasi 60 ºC
Tekanan operasi 60 bar
Tinggi silinder 1,143 m
Outside Diameter 30 in
Tinggi tutup 0,129 m
Inside Diameter 0,75 m

V-25
Tipe Pengaduk flat six blade turbine with disk
Bahan Konstruksi Stainless steel SA 240 grade M tipe 316

Jumlah alat 1 unit

Tabel V.55 Pompa Centrifugal (L-621)


Spesifikasi Keterangan
Fungsi Memompa liquid hasil karbonsasi menuju filter press
Tipe Centrifugal Pump
Kapasitas 0,0005 m3/s
Bahan pompa Comercial steel

Power pompa 0,14 Hp


Jumlah alat 1 unit

Tabel V.56 Filter Press (H-630)


Spesifikasi Keterangan

Fungsi Memisahkan impurities dari tangki karbonisasi

Tipe Horisontal Plate and Frame Filter Press

Temperatur operasi 40 ºC
Tekanan operasi 40 bar
Waktu filtrasi 0,113 jam
Tebal plate dan frame 1,25 in
Volume cake 0,3 m3
Luas frame 0,84 m2
Ukuran frame 1296 in2
Jumlah alat 1 unit

Tabel V.57 Pompa Centrifugal (L-631)


Spesifikasi Keterangan
Memompa liquid hasil filter press menuju double effect
Fungsi
evaporator
Tipe Centrifugal Pump
Kapasitas 0,0006 m3/s
Bahan pompa Comercial steel

Power pompa 1 Hp
Jumlah alat 1 unit

V-26
Tabel V.58 Heater Evaporator (E-645)
Spesifikasi Keterangan
Memanaskan larutan xylitol yang keluar filter press dari
Fungsi
suhu 60 menjadi 75oC
Tipe Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan Carbon steel SA 212 Grade A

Larutan xylitol : 60 ºC
Suhu masuk
Steam : 30 ºC
Larutan xylitol : 75 ºC
Suhu keluar
Steam condensate : 40 ºC
ID : 8 in
Baffle : 2 in
Shell side (Xylitol)
Passes : 1
ΔP : 65 psi
OD : 0,75 in
Jumlah tube : 20
BWG : 16
Pitch : 1 in
Tube side (Steam)
a'' : 0,196 ft2
a' : 0,302 in2
Passes : 4
ΔP : 0,019 psi
Rd 0,036 hr.ft2.ºF/Btu
Luas area 121,7 ft2
Jumlah alat 1 unit

Tabel V.59 Double Evaporator (V-640 A/B)


Spesifikasi Keterangan
Evaporator Effect 1

Fungsi Mengurangi kadar air dalam liquor

Tipe Vertical Short Tube Evaporator

Kapasitas 3577 lb/jam


Tebal silinder ¼ in
Tebal tutup atas 1/5 in
Tebal tutup bawah 1/5 in
Tinggi total bejana 110,280 in
Bahan konstruksi Carbon Steel SA 240 grade M type 316

V-27
Jumlah 1
Evaporator Effect 2
Tebal silinder 1/5 in
Kapasitas 2515,844 lb/jam
Tinggi total bejana 88,224 in
Diameter bejana 28 in
Jumlah 1 unit
Barometrik kondensor (G-647)
Fungsi Mengkondensasi uap dari evaporator
Tipe Barometric Condenser

Bahan Carbon Steel SA-283 Grade B

Rate Bahan 504,609 kg uap/jam


Luas Penampang 0,86 ft2
Diameter 16 in
Tinggi kolom 17,44 ft
jumlah 1 unit
Steam Ejector (G-648)
Menarik bahan yang tidak terkondensasi pada barometric
Fungsi kondensor

Material Carbon Steel SA 283 Grade C

Kebutuhan Steam 589,667 Kg/jam


Jumlah 1 unit

Tabel V.60 Cooler Evaporator (E-650)


Spesifikasi Keterangan
Mendinginkan larutan yang keluar dari evaporator dari
Fungsi
suhu 65 hingga 40 oC
Tipe Shell and Tube Heat Exchanger

Bahan Carbon steel SA 212 Grade A

Larutan xylitol : 65 ºC
Suhu masuk
Steam : 30 ºC
Larutan xylitol : 40 ºC
Suhu keluar
Steam condensate : 40 ºC
ID : 17,25 in
Baffle : 4 in
Shell side (Xylitol)
Passes : 1
ΔP : 0,001 psi
OD : 1,25 in
Tube side (Steam)
Jumlah tube : 39

V-28
BWG : 16
Pitch : 1 in
a'' : 0,327 ft2
a' : 0,985 in2
Passes : 2
ΔP : 0,002 psi
Rd 0,001 hr.ft2.ºF/Btu
Luas area 21,3 ft2
Jumlah alat 1 unit

Tabel V.61 Tangki Produk (F-642)


Spesifikasi Keterangan
Menampung produk berupa larutan xylitol dengan kemurnian
Fungsi 99,9%

Silinder dengan tutup atas berbentuk standart dished


Tipe head dan tutup bawah berbentuk konikal dengan sudut
120o

Volume Tangki 35759,388 m3


Bentuk tutup atas Standard Dished Head
Bentuk tutup bawah Conical
Tinggi silinder 2,972 m
Tinggi konis 0,572 m
Inside Diameter 1,972 m
Jumlah 1 unit

V-29
BAB VI
ANALISA EKONOMI

Analisa ekonomi merupakan salah satu parameter apakah suatu pabrik tersebut layak
didirikan atau tidak. Dasar penetapan kelayakan suatu pabrik secara ekonomi, perlu
dilakukan perhitungan banyaknya bahan baku yang dibutuhkan dan jumlah produk yang
dihasilkan menurut neraca massa yang telah dihPitung pada Bab III. Selain itu perlu
dipertimbangkan harga peralatan untuk proses berdasarkan spesifikasi peralatan yang
dibutuhkan seperti telah dihitung berdasarkan pada neraca massa dan energi. Selain
pertimbangan-pertimbangan yang disebutkan diatas, diperlukan juga analisa biaya yang
diperlukan untuk pabrik beroperasi, utilitas, jumlah dan gaji karyawan serta pengadaan
lahan untuk pabrik.
Untuk menentukan kelayakan suatu pabrik secara ekonomi, diperlukan perhitungan
parameter analisa ekonomi. Parameter kelayakan tersebut antara lain IRR (Internal Rate of
Return), POT (Pay Out Time) dan BEP (Break Even Point).

VI.1 Pengelolaan Sumber Daya Manusia


VI.1.1 Bentuk Badan Perusahaan
Bentuk badan perusahaan dalam Pabrik Syrup Xylitol ini yaitu Perseroan
Terbatas (PT). Perseroan Terbatas merupakan suatu persekutuan yang menjalankan
perusahaan dengan modal usaha yang terbagi beberapa saham yaitu 60% equity dan
40% pinjaman dari bank, dimana tiap sekutu (disebut juga persero/equity dan bank)
turut mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham. Modal yang digunakan
dalam perseroan terbatas ini berasal dari modal dalam negeri. Hal ini dipilih karena
beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1. Modal perusahaan dapat lebih mudah diperoleh yaitu dari penjualan saham
maupun dari pinjaman.
2. Tanggung jawab pemegang saham terbatas, karena segala sesuatu yang
menyangkut kelancaran produksi ditangani oleh pemimpin perusahaan (direktur
utama).
3. Kekayaan pemegang saham terpisah dari kekayaan perusahaan, sehingga
kekayaan pemegang saham tidak menentukan modal perusahaan.

VI-1
4. Terdapat perbedaan hak antara pemilik modal dengan dewan komisaris. Pemilik
modal adalah pemegang saham sedangkan pelaksanaannya adalah dewan
komisaris.

VI.1.2 Sistem Organisasi Perusahaan


Sistem organisasi yang digunakan pada Pabrik Syrup Xylitol ini adalah garis
dan staf, yang merupakan kombinasi dari pengawasan secara langsung dan
spesialisasi pengaturan dalam perusahaan. Alasan pemakaian sistem ini adalah :
 Baik digunakan untuk pabrik besar dengan produksi yang kontinyu.
 Terdapat hubungan yang sinergis antara pimpinan dan perintah, sehingga
menyebabkan budaya disiplin kerja lebih baik. Masing-masing kepala bagian
maupun manajer secara langsung bertanggung jawab atas aktivitas yang
dilakukan agar tercapai tujuan.
 Kekayaan pemegang saham terpisah dari kekayaan perusahaan, sehingga
kekayaan pemegang saham tidak menentukan modal perusahaan.
 Pimpinan tertinggi perusahaan dipegang oleh seorang direktur utama yang
bertanggung jawab kepada dewan komisaris.
 Terdapat hubungan yang baik antara peran dewan komisaris dengan direktur
utama untuk kemajuan perusahaan. Dewan komisaris merupakan wakil-
wakil dari pemegang saham yang memberikan nasihat dan saran kepada
direktur utama.

VI-2
Dewan
Komisaris

Direktur Utama

Sekertaris

Direktur
Direktur Direktur Direktur Personalia & Direktur Safety
Direktur Teknik
Pemasaran Keuangan Produksi Umum Health &
Environment
Quality (SHE-Q)
Manager Manager Manager Manager Manager
Pemasaran Keuangan Operasi Produksi HRD

Manager Manager
Maintenance Quality
Manager Control
Technical & Quality
Analyze
Manager
Logistic

Gambar IV.1 Struktur Organisasi Perusahaan


Berikut merupakan komponen-komponen utama dalam organisasi garis dan staf,
yaitu:
 Pimpinan
Tugas dan wewenang pemimpin adalah sebagai berikut:
a. Membuat program kerja yang detail dan sistematis
b. Menjalin koordinasi dan hubungan yang bersinergi dengan para staf.
c. Melakukan pengawasan secara menyeluruh mengenai pelaksanaan kerja di seluruh
unit di pabrik.
d. Melakukan evaluasi dan tinjauan secara kontinyu mengenai pelaksanaan pekerjaan
di tiap-tiap bagian unit kerja
e. Memberikan bimbingan serta petunjuk di dalam pelaksanaan pekerjaan.
f. Memberikan hasil evaluasi kerja kepada dewan komisaris mengenai hal-hal yang
terkait dengan pengelolaan pabrik.
g. Sebagai perwakilan dari pihak pabrik untuk berbagai kepentingan termasuk
perundingan dengan pihak dari luar.

 Staf (Pembantu Pimpinan)


Suatu badan yang terdiri dari para tenaga ahli dimana memiliki kewajiban untuk
membantu pemimpin dalam menjalankan kebijaksanaan perusahaan.Staf berbentuk

VI-3
tim yang utuh, saling membantudan membutuhkan dengan tujuan agar semua
permasalahan yang di perusahaan dapat dipecahkan secara bersama-sama dengan
jalan yang terbaik.Macam - macam staf antara lain ialah :
a. Staf Teknik
Staf khusus, yaitu kelompok staf yang berkewajiban untuk memberikan
pelayanan jasa kepada komponen pelaksana sehingga dapat membantu dalam
pelaksanaan tugas dan kelancarannya.
b. Staf Ahli
Staf ini berisikan para ahli dalam bidangnya masing-masing yang diperlukan
oleh pabrik untuk membantu pihak pabrik,baik dalam bidang penelitian dan
pengembangan maupun bidang lainnya.
c. Staf Koordinasi
Dikenal dengan istilah staf umum, yaitu kelompok staf yang bertugas dalam
membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengawasan, dan jika dibutuhkan dapat
memberikan nasihat kepada pimpinan setiap saat.

VI.1.3 Struktur Organisasi


Pembagian kerja dalam organisasi atau perusahaan ini adalah :
1. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris bertindak sebagai wakil dari pemegang saham. Komisaris
diangkat menurut ketentuan yang ada dalam perjanjian dan dapat diberhentikan
setiap waktu dalam RUPS apabila bertindak tidak sesuai dengan anggaran dasar atau
kepentingan dari kalangan pemegang saham yang memiliki saham terbanyak dari
persereoan tersebut.
Tugas Dewan Komisaris :
 Mengawasi direktur dan berusaha agar tindakan direktur tidak merugikan
perseroan
 Menetapkan kebijaksanaan perusahaan
 Mengadakan evaluasi/pengawasan tentang hasil yang diperoleh perusahaan
 Memberikan nasehat kepada direktur bila direktur ingin mengadakan perubahan
dalam perusahaan.

VI-4
2. Direktur Utama
Direktur Utama adalah pemegang kepengurusan dalam perusahaan dan
merupakan pimpinan tertinggi dan penanggung jawab utama dalam perusahaan
secara keseluruhan.
Tugas direktur utama adalah :
 Menetapkan strategi perusahaan, merumuskan rencana-rencana dan cara
melaksanakannya
 Menetapkan sistem organisasi yang dianut dan menetapkan pembagian kerja,
tugas dan tanggung jawab dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari semua bagian
 Memberikan instruksi kepada bawahannya untuk mengadakan tugas masing-
masing
 Mempertanggungjawabkan kepada dewan komisaris, segala pelaksanaan dari
anggaran belanja dan pendapatan perusahaan
 Menentukan kebijakan keuangan

3. Direktur Safety Health & Environment Quality


Department ini bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan dan pemeliharaan keselamatan peralatan pabrik dan karyawan serta
pencegahan kebakaran dan lindungan lingkungan.

4. Direktur Pemasaran
Direktur pemasaran yang bertugas membantu direktur dalam pelaksanaan
tugasnya yang berhubungan dengan pemasaran. Dalam hal ini direktur pemasaran
dibantu oleh manager pemasaran yang membawahi staf-staf bagian pemasaran.
Tugas Direktur Pemasaran:
 Membantu direktur dalam perencanaan maupun dalam penelaahan kebijaksanaan
pokok dalam bidang pemasaran.
 Menentukan kebijakan pemasaran agar dapat memperoleh hasil maksimal.
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari bagian pemasaran.
 Memberikan instruksi kepada bawahannya (manager pemasaran) untuk
mengadakan tugas masing-masing.

VI-5
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Tugas Manager Pemasaran :


 Bagian ini bertugas mengusahakan agar hasil-hasil produksi dapat disalurkan dan
didistribusikan secara tepat agar harga jual terjangkau dan mendapat keuntungan
optimum.
 Mengumpulkan fakta-fakta kemudian menggolongkannya dan mengevaluasinya.
 Mengkoordinasikan dengan staf bagian pemasaran.
 Bagian ini meliputi pemasaran dan iklan.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Pemasaran.

5. Direktur Produksi
Direktur produksi yang bertugas membantu direktur dalam pelaksanaan
tugasnya, baik yang berhubungan dengan operasi produksi pabrik dalam hal
produksi, konstruksi pabrik dan qulity dari bahan baku dan produk yang dihasilkann.
Dalam hal ini Direktur Produksi dibantu oleh Manager Produksi dan Manager
Quality yang masing-masing membawahi staf di bagian masing-masing.
Tugas Direktur Produksi:
 Membantu direktur dalam perencanaan maupun dalam penelaahan kebijaksanaan
pokok bidang operasi produksi pabrik dalam hal produksi, konstruksi pabrik dan
quality dari bahan baku serta produk yang dihasilkann
 Menentukan kebijakan operasi pabrik agar dapat memperoleh hasil maksimal.
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari bagian produksi.
 Memberikan instruksi kepada bawahannya untuk mengadakan tugas masing-
masing.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Tugas Manager Produksi :


 Bagian produksi bertugas mengusahakan agar barang-barang produksi dengan
teknik yang memudahkan karyawan sehingga diperoleh produk dengan biaya
rendah, kualitas tinggi dan harga yang bersaing yang diinginkan dalam waktu
yang sesingkat mungkin..
 Mengumpulkan fakta-fakta kemudian menggolongkannya dan mengevaluasinya.

VI-6
 Mengkoordinasikan dengan staf bagian produksi yang terdiri dari supervisor,
mandor dan operator yang bekerja langsung di lapangan.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Produksi.

Tugas Manager Quality Control(QC) dan Quality Analize(QA) :


 Bagian QC dan QA bertugas mengontrol kualitas produk, bagian ini juga
bertugas meneliti dan mengembangkan penggunaan bahan baku serta produksi
yang lebih baik dan lebih ekonomis.
 Menganalisa bahan baku proses dan analisa produk secara kimia maupun fisik.
 Mengumpulkan fakta-fakta kemudian menggolongkannya dan mengevaluasinya.
 Mengkoordinasikan dengan staf bagian quality.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Produksi.

6. Direktur Teknik
Direktur teknik yang bertugas membantu direktur dalam pelaksanaan tugasnya,
yang berhubungan dengan operasi pabrik dalam hal operasi peralatan,maintenance
peralatan, plant technical dan pengadaan logistik untuk operasi pabrik. Dalam hal ini
Direktur Teknik dibantu oleh Manager Operasi, Manager Maintenance, Manager
Plant Technical dan Manager Logistik yang masing-masing membawahi staf di
bagian masing-masing.
Tugas Direktur Teknik :
 Membantu direktur dalam perencanaan maupun dalam penelaahan kebijaksanaan
pokok bidang operasi pabrik dalam hal operasi peralatan,maintenance peralatan,
plant technical dan pengadaan logistik untuk operasi pabrik
 Menentukan kebijakan engineering pabrik agar dapat beroperasi secara maksimal.
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari bagian engineering.
 Memberikan instruksi kepada bawahannya untuk mengadakan tugas masing-
masing.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Tugas Manager Operasi :


 Bagian operasi bertugas mengendalikan jalannya proses produksi pabrik dapat
beroperasi dengan maksimal.

VI-7
 Mengumpulkan fakta-fakta dalam hal operasi di lapangan kemudian
menggolongkannya dan mengevaluasinya.
 Mengkoordinasikan dengan staf bagian operasi.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Produksi.

Tugas Manager Maintenance :


 Bertugas memelihara dan menjaga fasilitas maupun peralatan pabrik yang ada
dan mengadakan perbaikan/penggantian yang diperlukan agar didapatkan
kontinuitas kerja dan operasi sesuai dengan perencanaan
 Mengkoordinasikan dengan staf bagian maintenance.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Engineering.

Tugas Manager Plant Technical :


 Bagian Plant Technical bertugas memberikan bantuan tekhnik kepada bagian
maintenance dan bagian operasi yang berkaitan dengan kelancaran dan efisiensi
peralatan pabrik.
 Mengumpulkan fakta-fakta dalam hal operasi di lapangan kemudian
menggolongkannya dan mengevaluasinya.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Engineering.

Tugas Manager Logistik :


 Bagian ini bertugas untuk mengadakan kontak dengan pihak penjual bahan baku
dan mempersiapkan order-order pembelian. Untuk mempersiapkan pembelian,
harus ditetapkan :
 Barang yang dibeli
 Jumlah yang dibeli
 Waktu pembelian
 Tempat pembelian
 Syarat penyerahan barang yang akan dibeli
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Engineering

VI-8
7. Direktur Keuangan
Direktur keuangan yang bertugas membantu direktur dalam pelaksanaan
tugasnya,yang berhubungan dengan hal keuangan dan pembukuan perusahaan.
Dalam hal ini Direktur Keuangan dibantu oleh Manager Keuangan dan Manager
Pembukuan yang masing-masing membawahi staf di bagian masing-masing.
Tugas Direktur Keuangan:
 Membantu direktur dalam perencanaan maupun dalam penelaahan kebijaksanaan
pokok bidang keuangan dan pembukuan perusahaan.
 Menentukan kebijakan keuangan pabrik agar dapat memperoleh keuntungan
maksimal.
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari bagian keuangan.
 Memberikan instruksi kepada bawahannya untuk mengadakan tugas masing-
masing.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Tugas Manager Keuangan :


 Bagian keuangan bertugas atas keuangan dan transaksi perusahaan.
 Bagian pembukuan bertugas atas pemeliharaan administrasi keuangan,
penghitungan pajak dan pembukuan perusahaan.
 Mengkoordinasikan dengan staf bagian keuangan.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Keuangan.

8. Direktur Personalia dan Umum


Direktur Personalia dan Umum yang bertugas membantu direktur utama dalam
pelaksanaan tugasnya yang berhubungan dengan personalia dan umum. Dalam hal ini
direktur Personalia dan Umum dibantu oleh manager Personalia dan Umum yang
membawahi staf bagian Personalia dan Umum.
Tugas Direktur Personalia dan Umum :
 Membantu direktur dalam perencanaan maupun dalam penelaahan
kebijaksanaan pokok dalam bidang kepegawaian, fasilitas bagi
karyawan,peningkatan mutu karyawan, pelayanan terhadap masyarakat maupun
karyawan serta keamanan pabrik.
 Mengadakan koordinasi yang tepat dari bagian personalia dan umum

VI-9
 Memberikan instruksi kepada bawahannya (manager personalia dan umum)
untuk mengadakan tugas masing-masing.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

Tugas Manager Personalia dan Umum :


 Bagian ini bertugas bidang kepegawaian, fasilitas bagi karyawan,peningkatan
mutu karyawan, pelayanan terhadap masyarakat maupun karyawan serta
keamanan pabrik.
 Bertugas untuk memberikan bantuan kepada direktur dalam masalah-masalah
kepegawaian, antara lain : penerimaan, pemilihan, penempatan, pemberhentian
tenaga kerja dan masalah upah.
 Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Personalia dan Umum.

VI.1.4 Perincian Jumlah Tenaga Kerja


Jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk proses produksi Syrup
Xylitoldiuraikan sebagai berikut :
 Penentuan jumlah karyawan operasi (proses):
Kapasitas produksi Syrup Xylitol = 16,7 ton/hari

Berdasarkan figure 6-9 Peters &Timmerhaus5thEdition, hal 265 untuk kondisi solid-
fluid processing only pada average conditions dengan kapasitas pabrik 16,7 ton/hari,
maka diperoleh jumlah karyawan operasi:
M=48orang-jam/(hari).(tahapan proses)
Gambar VI.2 Grafik Penetuan Jumlah Karyawan Operasi Terhadap Kapasitas
Produksi
VI-10
Karena ada 4 tahapan proses (gilingan, pemurnian, penguapan, masakan) dalam
pabrik, maka jumlah karyawan yang diperlukan adalah:
Karyawan = 48 orang-jam/(hari).(tahapan proses) x 6 tahapan proses
= 288 orang-jam/hari
Karyawan operasi dibagi dalam 3 shift kerja (per hari) dengan 1 shift kerja bekerja
dalam 8 jam/hari, sehingga jumlah karyawan per shift adalah sebanyak:
= 288 orang-jam/hari : 8jam/hari
= 36 orang-jam
dengan pembagian jadwal shift sebagai berikut:
M = Morning (Shift 1) ; Jam Kerja (07.00-15.00 WIB).
E = Evening (Shift 2) ; Jam Kerja (15.00-23.00 WIB).
N = Night (Shift 3) ; Jam Kerja (23.00-07.00 WIB).
Karena terdapat 4 group, maka jumlah karyawan operasi yang dibutukan adalah
sebagai berikut:
= 36 orang pekerja x 4
= 144 orang pekerja

Tabel VI.1 Daftar Kebutuhan Karyawan Pabrik Syrup Xylitol


Pendidikan Jumlah
No. Jabatan
SMP SMA/SMK D3 S1 S2 Karyawan
1 Dewan Komisaris 3 3
2 Direktur Utama 1 1
3 Direktur Produksi 1 1
4 Direktur Pemasaran 1 1
5 Direktur Keuangan 1 1
Direktur Safety Health
6 1 1
and Environment
7 Direktur Teknik 1 1
Direktur Personalia &
8 1 1
Umum
9 Sekretaris 2 2 4
10 Manager
a. Pemasaran 1 1
b. Proses 1 1
c. Teknik 1 1
d. Quality Control 1 1
e. Keuangan 1 1
f. Personalia & Umum 1 1

VI-11
g. Logistic 1 1
h. Maintenance 1 1
i. Operasi 1 1
j. HRD 1 1
11 Kepala Bagian 6 6 12
12 Karyawan Operasional
a. Lulusan S-1 20 21
b. Lulusan D-3 38 38
c. Lulusan SMA/SMK 25 21
13 Health Safety Environment 5 5
14 Sopir 2 2 4
15 Karyawan Keamanan 6 6
16 Karyawan Kebersihan 3 2 5
17 Karyawan tidak tetap 5 5
TOTAL 144

VI.1.5 Status Karyawan dan Pengupahan


Sistem pengupahan dibedakan menurut status karyawan, tingkatan pendidikan dan
besar kecilnya tanggung jawab atau kedudukannya serta keahlian dan masa kerjanya.
Karyawan pabrik dapat digolongkan menjadi 3 golongan sebagai berikut :
a. Karyawan Tetap
Karyawan tetap adalah karyawan tetap perusahaan yang diangkat dan diberhentikan
dengan surat keputusan (SK) direksi dan mendapat gaji bulanan, tunjangan, dan jaminan
sosial berdasarkan kedudukan, keahlian, dan masa kerja.
b. Karyawan Tidak Tetap
Karyawan yang bekerja secara tidak tetap dan karyawan yang masih menjalani
masa kerja percobaan (trainee) paling lama 6 bulan. Karyawan tidak tetap ini dapat
diterima sebagai karyawan tetap apabila mendapatkan nota persetujuan direktur utama, atas
pengajuan kepala bagian dan manajer yang membawahinya. Upah yang diberikan
berdasarkan upah bulanan, tetapi belum mendapatkan hak penuh atas tunjangan-tunjangan
dan jaminan sosial yang diberikan oleh perusahaan.
c. Karyawan Harian
Karyawan yang bekerja secara harian. Karyawan ini ada ketika perusahaan
membutuhkan tenaganya. Karyawan ini diangkat dan diberhentikan oleh direksi tanpa SK
dari direksi, dan mendapat upah harian yang dibayar setiap akhir pekan (yakni setiap hari
sabtu).

VI-12
Sistem penggajian dalam perusahaan ini adalah sebagai berikut :
a) Gaji Bulanan
Gaji bulanan diberikan kepada karyawan tetap dan tidak tetap setiap bulannya,
sesuai dengan bidang, kedudukan, golongan, serta keahliannya masing-masing.
b) Gaji Harian
Gaji harian adalah gaji yang diberikan kepada karyawan harian yang besarnya
tergantung pada keahlian dan masa kerjanya. Gaji harian diberikan pada setiap akhir pekan
(yakni hari sabtu).
c) Gaji Borongan
Gaji borongan diberikan kepada karyawan harian lepas atau pekerja borongan yang
telah disepakati oleh perusahaan.

VI.1.6 Tingkat Golongan dan Jabatan Tenaga Kerja


Dasar penetapan tingktat golongan didasarkan pada jabatan, masa kerja,
prestasi, dan sebagainya, sehingga belum tentu karyawan yang mempunyaijabatan
lebih tinggi mempunyai gaji lebih besar dari karyawan dibawahnya yang memiliki
masa kerja yang lama.
Adapun pembagian golongan karyawan pada perusahaan ini adalah:
Golongan I: Karyawan dengan gaji Rp. 2.500.000,00 – 4.000.000,00 /bulan.
Golongan II: Karyawan dengan gaji Rp 4.100.000,00 – 10.000.000,00 /bulan.
Golongan III: Karyawan dengan gaji Rp 10.100.000,00 – 15.000.000,00 /bulan.
Golongan IV: Karyawan dengan gaji Rp 15.100.000,00– 25.000.000,00 /bulan.

VI.1.7. Sistem Jam Kerja


Pabrik Syrup Xylitol ini direncanakan bekerja 330 hari per tahun dengan 24
jam kerja per hari. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang dari Disnaker,
peraturan, dan kebijakan dari perusahaan yang telah disepakati bersama oleh
karyawan.Sistem jam kerja karyawan yang berlaku diperusahaan ini, yakni sebagai
berikut:
1. Sistem Jam Kerja non-Shift
Disebut dengan sistem jam kerja normal. Sistem jam kerja ini
diperuntukkan bagi karyawan yang bekerja di bagian kesehatan dan kebersihan,
pemasaran (marketing), Keuangan (accounting), personalia, administrasi, dan
umum. Selain itu sistem jam kerja ini juga diperuntukkan untuk karyawan yang

VI-13
masih menjalani masa percobaan kerja. Jumlah jam kerja ialah 40 jam tiap minggu,
sedangkan selebihnya akan dihitung sebagai jam lembur kerja. Waktu kerjanya
adalah dari jam 08.00-16.00 WIB (± 8 jam) untuk hari senin s/d jumat, lalu jam
08.00-13.00 WIB (± 5 jam) untuk hari sabtu, sedangkan hari minggu ialah hari
libur.
2. Sistem Jam Kerja Shift
Disebut dengan sistem jam kerja full. Sistem jam kerja ini diperuntukkan
bagi karyawan yang bekerja di Unit produksi dan teknik, seperti di unit proses
(pengolahan), perawatan (maintenance), quality control, dan bagian keamanan.
Sistem kerja ini diperlukan karena kondisi operasional bagian unit proses
(produksi) tersebut harus beroperasi secara kontinyu pengawasan secara terus-
menerus selama 24 jam. Di Unit produksi dan teknik sendiri memiliki 4 (group)
shiftyang masing-masing bergantian setiap dua hari. Tiap kelompok shift terdiri dari
34 orang. Setiap shift meiliki hak untuk libur 2 hari dalam 8 hari kerja. Pembagian
jadwal shift kerja yang ada di Unit Produksi dan Teknik:
Tabel VI.2 Production Unit Schedule
Date
No Group
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. I E E N N H H M M E E
2. II M M E E N N H H M M
3. III H H M M E E N N H H
4. IV N N H H M M E E N N
Date
No Group
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. I N N H H M M E E N N
2. II E E N N H H M M E E
3. III M M E E N N H H M M
4. IV H H M M E E N N H H

No Group Date
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
1. I H H M M E E N N H H M
2. II N N H H M M E E N N H
3. III E E N N H H M M E E N
4. IV M M E E N N H H M M E
Keterangan:
M = Morning (Shift 1) ; Jam Kerja (07.00-15.00 WIB).
E = Evening (Shift 2) ; Jam Kerja (15.00-23.00 WIB).

VI-14
N = Night (Shift 3) ; Jam Kerja (23.00-07.00 WIB).
H = Holiday (Hari Libur Kerja).
Setiap karyawan mendapatkan cuti tahunan maksimal 12 hari atau 12 kali cuti
setiap tahun. Terdapat juga cuti sakit bagi tenaga kerja yang memerlukan istirahat atau
perawatan total berdasarkansurat keterangan dokter, cuti hamil selama tiga bulan bagi
tenaga kerja wanita (satu bulan sebelum melahirkan dan dua bulan setelah melahirkan),
cuti besar diberikan setiap enam tahun sekali, cuti alasan penting seperti ibadah haji,
pernikahan diri sendiri, pernikahan saudara kandung, orang tua atau mertua meninggal
dunia, mengkhitankan anak, membaptiskan anak, dan terkena bencana alam. Pengambilan
waktu cuti diatur dengan mengajukan permohonan maksimal 1 hari sebelumnya untuk
pertimbangan ijinnya.

VI.2 UTILITAS
Utilitas merupakan sarana penunjang suatu industri, karena utilitas merupakan
penunjang proses utama dan memegang peranan penting dalam pelaksanaan operasi dan
proses. Sarana utilitas pada Pabrik Syrup Xylitol ini meliputi :
1. Air
Berfungsi sebagai sanitasi, air pendingin, dan air untuk feed boiler.
2. Steam
Digunakan untuk keperluan proses dan penukar panas.
3. Listrik
Berfungsi sebagai tenaga penggerak dari peralatan proses maupun penerangan.
4. Bahan bakar
Berfungsi sebagai bahan bakar generatorlistrik. Bahan bakar untuk generator
listrik ini menggunakan solar.
Maka untuk memenuhi kebutuhan utilitas pabrik diatas, diperlukan unit-unit sebagai
penghasil sarana utilitas, yaitu :

VI.2.1 Unit Pengolahan Air


Kebutuhan air untuk pabrik diambil dari air laut, dimana sebelum digunakan
air sungai perlu diolah lebih dulu, agar tidak mengandung zat-zat pengotor, dan zat-
zat lainnya yang tidak layak untuk kelancaran operasi. Air pada Pabrik Syrup
Xylitolini digunakan untuk kepentingan :
1. Air sanitasi, meliputi air untuk laboratorium dan karyawan.

VI-15
Air sanitasi digunakan untuk keperluan para karyawan dilingkungan
pabrik.Penggunaannya antara lain untuk konsumsi, mencuci, mandi, memasak,
laboratorium, perkantoran dan lain-lain. Adapun syarat air sanitasi, meliputi :
a) Syarat fisik :
 Suhu di bawah suhu udara
 Warna jernih
 Tidak berasa
 Tidak berbau
 Kekeruhan SiO2 tidak lebih dari 1 mg / liter
b) Syarat kimia :
 pH = 6,5 - 8,5
 Tidak mengandung zat terlarut yang berupa zat organik dan anorganik
seperti PO4, Hg, Cu dan sebagainya
c) Syarat bakteriologi :
 Tidak mengandung kuman atau bakteri, terutama bakteri patogen
 Bakteri E. coli kurang dari 1/ 100 ml
2. Air proses, meliputi : air proses, air pendingin dan air umpan boiler
Pada unit pengolahan air ini, peralatan yang digunakan meliputi : pompa air
boiler, bak pendingin, kation-anion exchanger.

VI.2.2 Unit Penyediaan Steam


Steam yang dibutuhkan untuk proses dihasilkan dari boiler. Kebutuhan steam
digunakan sebagai penukar panas dan untuk keperluan proses. Peralatan yang
dibutuhkan untuk pembangkit steam yaitu boiler.

VI.2.3 Unit Pembangkit Tenaga Listrik


Kebutuhan listrik yang diperlukan untuk Pabrik Syrup Xylitolini diambil dari
generator sebagai penghasil tenaga listrik dan PLN, dengan distribusi sebagai berikut :
1. Untuk proses produksi
2. Untuk penerangan pabrik dan kantor

VI-16
VI.2.4 Unit Pendingin
Untuk air pendingin proses harus berupa air murni. Akan tetapi pada
kenyataannya air yang diperoleh dari sumber air (sungai atau PDAM) tidak dalam
keadaan yang murni, sehingga air tersebut masih perlu sedikit diolah lebih lanjut
karena dikhawatirkan masih mengandung zat-zat yang tersuspensi dan zat-zat yang
terlarut seperti garam-garam bikarbonat, lumpur, dan lumut yang bisa
menyebabkanterjadinya kerak, endapan, berbagai jenis korosi, foaming dan carry
over.Pada unit pengolahan air proses ini, peralatan yang digunakan ialah pompa air,
tangki tawas, tangki Ca(OH)2, bak pengendap, tangki sand filter (filtration unit), alat
reverse osmosis, kation-anion exchanger, bak penampung air bersih, tangki
desinfektan, dan pompa air menuju proses.

Unit penyediaan air bertugas untuk memenuhi kebutuhan air ditinjau dari segi
panas. Penggunaan air sebagai media pendingin pada alat perpindahan panas
dikarenakan faktor berikut :
1. Air dapat menyerap jumlah panas yang tinggi per satuan volume
2. Air merupakan materi yang mudah didapat dan relatif murah
3. Tidak mudah mengembang atau menyusut dengan adanya perubahan suhu
4. Mudah dikendalikan dan dikerjakan
5. Tidak mudah terdekomposisi

Syarat air untuk air pendingin proses adalah tidak boleh mengandung:
a. ion-ion garam terlarut (hardness): yang memberikan efek pada pembentukan kerak
(scaling).
b. zat-zat organik: penyebab terbentuknya slime.
c. ion besi: penyebab korosi.
d. lumpur dan silika: penyebab terbentuknya crystal yang melekat (fouling).
e. minyak: dapat menyebabkan turunnya heat transfer.

VI.2.5 Unit Penyediaan Bahan Bakar


Bahan bakar yang digunakan untuk pabrik ini adalah Solar sebagai sebagai
sumber energi yang digunakan untuk menjalankan peralatan proses.

VI-17
VI.2.6 Unit Pemadam Kebakaran
Unit ini digunakan untuk mengantisipasi bila terjadi bahaya kebakaran di
pabrik ini. Unit pemadam kebakaran yang digunakan adalah menggunakan Hydrant
dan Foam.

VI.3 ANALISA EKONOMI


Analisa ekonomi dimaksudkan untuk dapat mengetahui apakah suatu pabrik yang
direncanakan layak didirikan atau tidak. Untuk itu pada pra rencana Pabrik Syrup Xylitol
ini dilakukan evaluasi atau studi kelayakan dan penilaian investasi. Faktor-faktor yang
perlu ditinjau untuk memutuskan hal ini adalah:
1. Laju pengembalian modal (Internal Rate of Return, IRR)
2. Waktu pengembalian modal minimum (Pay Out Time, POT)
3. Titik Impas (Break Event Point, BEP)
Sebelum dilakukan analisa terhadap ketiga faktor diatas perlu dilakukan peninjauan
terhadap beberapa hal sebagai berikut :
1. Penaksiran Total Investasi Modal (Total Capital Investment, TCI) yang meliputi:
a. Modal Tetap (Fixed Capital Investment, FCI) :
- Biaya Langsung (Direct Cost)
- Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
b. Modal Kerja (Working Capital Investment, WCI)
2. Penentuan Biaya Produksi (Total Production Cost, TPC), yang terdiri:
a. Biaya Pembuatan (Manufacturing Cost) :
- Biaya Produksi Langsung (Direct Production Cost, DPC)
- Biaya Tetap (Fixed Cost, FC)
- Biaya Tambahan Plant (Plant Overhead Cost)
b. Biaya pengeluaran umum (General Expenses)
3. Biaya Total
Perhitungan Biaya Total ini digunakan untuk mengetahui besarnya semua
biayayang dikeluarkan perusahaan. Selain itu juga untuk mengetahui besarnya
nilaititik impas (BEP). Untuk mengetahui besarnya titik impas (BEP) perlu
dilakukan penaksiran terhadap:
a. Biaya Tetap (Fixed Cost, FC)
b. Biaya Semi-variabel (Semi Variable Cost, SVC)
c. Biaya Variabel (Variable Cost, VC)

VI-18
d. Total Penjualan (Sales, S)
4. Total Pendapatan
Total pendapatan dihitung untuk mengetahui besarnya pendapatan bersih
yang didapatkan untuk pabrik sehingga apabila pabrik ini mendapatkan laba
yangsesuai maka pabrik yang sedang direncanakan ini layak untuk didirikan,
akantetapi apabila pabrik yang direncanakan mengalami kerugian maka pabrik ini
tidak layak untuk didirikan.Analisa ekonomi dalam desainPabrik Syrup Xylitol ini
dihitungdengan menggunakan “Metode Discounted Cash Flow”.Perhitungan
analisa ekonomi secara lengkap dapat dilihat pada Appendiks D.

VI.3.1 Biaya Peralatan


Harga perlatan tiap tahun cenderung naik, sehingga untuk menetukan
hargasekarang dapat ditaksir dari harga tahun sebelumnya berdasarkan FOB (Free
On Board) dari Gulf Coast USA pada tahun 2014 yang diperoleh dari
www.matche.com.Perhitungan harga peralatan secara total dapat dilihat pada
Appendiks D.

VI.3.2 Perhitungan Analisa Ekonomi


Analisa ekonomi dihitung dengan menggunakan metode discounted cash flow
yaitu nilai cash flowdiproyeksikan dengan nilai pada masa sekarang. Berikut dasar
perhitungan yang digunakan :
1. Modal
Modal Sendiri = 60 %
Modal Pinjaman = 40 %
2. Bunga Bank = 11 % per tahun
3. Laju Inflasi = 6 % per tahun
4. Masa Konstruksi = 2 tahun
- Tahun pertama menggunakan 60 % modal sendiri dan 40 % modal pinjaman.
- Tahun kedua menggunakan sisa modal sendiri dan sisa modal pinjaman.
5. Pembayaran modal pinjaman selama konstruksi dilakukan secara diskrit dengan
cara sebagai berikut:
- Pada awal masa konstruksi yaitu awal tahun ke (-2) dilakukan pembayaran
sebesar 30 % dari modal pinjaman untuk keperluan pembelian tanah dan
uangmuka.

VI-19
- Pada akhir tahun kedua masa konstruksi (tahun ke (-1))dibayarkansisa modal
pinjaman.
6. Pengembalian pinjaman dilakukan pada jangka waktu 10 tahun, sebesar 10 %
pertahun.
7. Umur pabrik, penyusutan investasi alat dan bangunan diperkirakan terjadi dalam
waktu 15 tahun dengan depresiasi sebesar 10 %per tahunsecara straight line dari
Fixed Capital Invesment (FCI).
8. Kapasitas Produksi :
Tahun ke-1 = 60 %.
Tahun ke-2 = 80 %.
Tahun ke-3 = 100 %.

VI.3.2.1 Investasi
Investasi total pabrik tergantung pada masa konstruksi. Investasi yang
berasal dari modal sendiri akan habis pada tahun pertama konstruksi. Nilai modal
sendiri dapat terpengaruh oleh inflasi. Untuk modal sendiri dan modal pinjaman
dari bank, total pinjaman pada akhir masa konstruksi dapat dilihat pada
Appendiks D.

VI.3.3 Laju Pengembalian Modal (Internal Rate of Return / IRR)


Internal rate of return berdasarkan metode discounted cash flow adalah
suatu tingkatbunga tertentu dimana seluruh penerimaan akan tepat menutup seluruh
jumlahpengeluaran modal. Cara yang dilakukan adalah dengan trial harga i, yaitu
lajubunga sehingga memenuhi persamaan berikut:
∑CF = total modal akhir masa konstruksi.
(1+i)n
Keterangan:
n = tahun.
i = discount factor.
CF =netcash flow pada tahun ke-n.
1/(1+i)n = discount flow.
Dari hasil perhitungan pada Appendiks D, didapatkan harga i = 26,1% yang
mana lebih besar dari harga i untuk bunga pinjaman yaitu 11% per tahun.

VI-20
Denganharga i= 15% yang didapatkan dari perhitungan menunjukkan bahwa pabrik
ini layak untuk didirikan dengan kondisi tingkat bunga pinjaman 11% per tahun.

VI.3.4 Waktu Pengembalian Modal (Pay Out Time / POT)


Dari perhitungan yang dilakukan pada Appendiks D didapatkan bahwa
waktu pengembalian modal minimum adalah 2,4 tahun. Nilai POT ini menunjukkan
bahwa pabrik ini layak untuk didirikan karena POT yang didapatkan lebih kecil dari
perkiraan usia pabrik yaitu 15 tahun.

VI.3.5 Analisa Titik Impas (Break Even Point / BEP)


Analisa titik impas digunakan untuk mengetahui besarnya kapasitas
produksi yang harus ditetapkan ketika biaya produksi total tepat sama dengan hasil
penjualan. Biaya Tetap (FC), Biaya Variable (VC), dan Biaya Semi-Variable (SVC)
tidak dipengaruhi oleh kapasitas produksi. Dari perhitungan yang dilakukan pada
Appendiks D didapatkan bahwa Titik Impas (BEP) = 21%.

Grafik BEP
Rp1.400.000.000.000

Rp1.200.000.000.000
y = 1E+12x
Rp1.000.000.000.000
B
i Rp800.000.000.000
a
y Rp600.000.000.000
a y = 8E+11x + 9E+10
Rp400.000.000.000

Rp200.000.000.000

Rp-
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Kapasitas

Biaya Tetap Pengeluaran Total Penjualan Total

Gambar VI.3 Grafik BEP Pabrik Syrup Xylitol

VI-21
BAB VII
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat
disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Perencanaan operasi : kontinyu, 24 jam/hari, 330 hari/tahun
2. Kapasitas produksi : 13400 ton/tahun
3. Bahan baku Tongkol Jagung : 17800 ton/tahun
4. Umur pabrik : 15 tahun
5. Masa konstruksi : 2 tahun
6. Analisis ekonomi :
 Total Capital Investment = Rp 392.697.749.622,-
 Internal Rate of Return = 26,1%
 Pay Out Time = 2,4 tahun
 Break Even Point = 21%
Berdasarkan hasil analisis ekonomi tersebut, terlihat bahwa IRR sebesar 26,1%
berada di atas bunga pinjaman bank sebesar 11%, dengan POT pada tahun kedua
menginjak tahun ketiga. Selain itu, terlihat pula bahwa fluktuasi bahan baku tidak
memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR
pabrik. Sehingga pabrik sirup xylitol dari tongkol jagung ini layak untuk didirikan.

VII-1
DAFTAR PUSTAKA

Bank Indonesia, Administrator. 2017. Stabilitas Sistem Keuangan. http://bi.go.id. Diakses


pada hari Jumat, 13 Januari 2017, pukul 15.12 WIB.
Badger and Banchero. 1999. Introduction to Chemical Engineering. New York: McGraw-
Hill
BPS, Administrator. 2016. Jawa Timur. http://jatim.bps.go.id/index.php/linkTabelStatis/169.
Diakses pada hari Minggu, 26 Oktober 2016, pukul 01:41 WIB.
BPS, Administrator. 2016. Komoditi Ekspor – Impor. http://www.bps.go.id/. Diakses pada
hari Rabu, 26 Oktober 2016, pukul 01.55 WIB.
Brownell, Lloyd E. 1979. Equipment Design. New Delhi : Wiley Eastern Ltd.
DEPNAKERTRANS, Administrator. 2016. Upah Minimum Regional Indonesia
http://www.depnakertrans.go.id. Diakses pada hari Minggu, 26 Oktober 2016, pukul
13.42 WIB.
Fischer, and Xi. 1987. Bioconvertion of Hemicellulose to Xylitol. Mexico City : L-Grande
Press
Gazellot, 1994. Glucose Hydrogenation on Promoted Raney-Nickel Catalysts. Lestern :
lnstitut de Recherches sin la Catalyse.
Geankoplis, Christie. 2003. Transport Process and Unit Operations 4th Edition. New Jersey :
Prentice-Hall, Inc.
Google, Administrator. 2016. Maps of Jawa Timur.
http://www.google.co.id/maps/place/Surabaya/. Diakses pada 25 Oktober 2016, pukul
02:35 WIB.
Haidar, Ashar. 2003. Metoda Konversi Selulosa dari Tongkol Jagung Menjadi Gula Alkohol.
Bogor: FMIPA IPB.
Hugot, E. 1972. Handbook of Cane Sugar Engineering. London : Elsevier.
Kusnarjo. 2010. Desain Bejana Bertekanan. Surabaya : itspress.
Kusnarjo. 2010. Desain Alat Penukar Panas. Surabaya : itspress.
Levenspiel, Octave. 1999. Chemical Reaction Engineering 3rd Edition. New York : John
Wiley & Sons.
McCabe, Warren L. 1993. Unit Operations of Chemical Engineering 5th Edition. New York :
McGraw Hill, Inc.

xi
Mikkola, Pekka. 2001. Effects of solvent polarity on the hydrogenation of xylose. Finland :
Abo Academy.
Othmer, Kirk. 2004. Encyclopedia of Chemical Technology. USA : Wiley.
Peters, Max. 1991. Plant Design And Economic For Chemical Engineers. Singapore :
McGraw-Hill, Inc.
Pajak, Administrator. 2017. Cara Menghitung PPh . http://pajak.go.id. Diakses pada hari
Jumat, 13 Januari 2017, pukul 19.12 WIB.
Raney, Murray 1927. Method of producing Finely Divided Nickel. US Patent 1628190,
issued 1927-05-10
Richardson’s & Coulson. 2000. Chemical Engineering Design. Great Britain : Butterworth
Heinemann.
Smith, Robin. 2001. Chemical Process Design and Integration. USA : John Wiley & Sons.
Sharma, Archana. 2014. THE PHARMA INNOVATION – JOURNAL: Production of xylitol by
catalytic hydrogenation of xylose. Uttar Pradesh : Amity University
Sjostrom, Eero. 1999. Analytical Methods in Wood Chemistry, Pulping, and Papermaking.
Helsinki : Springer.
Ulrich, Gael D. 1984. A Giude to Chemical Engineering Process Design and Economics.
USA : John Wiley & Sons Inc.
Van Ness, Smith. 2001. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics. Singapore
: Mc Graw Hill.
Walas, Stanley M. 1990. Chemical Process Equipment Selection and Design. Washington :
Butterworth-Heinemann.
Yaws, Carl. 2002. Chemical Properties Handbook. Texas : McGraw-Hill.

xii
APPENDIKS A
PERHITUNGAN NERACA MASSA

Keterangan Feed masuk :


Laju alir tongkol jagung : 2247,100 kg/jam
Basis : 1 jam
Massa tongkol masuk : 2247,100 kg
Asumsi : Tidak ada massa yang hilang
Satuan Massa : kg
Neraca Massa total : - Tanpa Reaksi:
Akumulasi = in - out
akumulasi = 0 (sistem continue )
- Dengan Reaksi:
Akumulasi = in - out + generasi -konsumsi
akumulasi = 0 (sistem continue )

Komposisi Tongkol Jagung :


· Hemiselulosa (pentosan) : 30,91%
· Selulosa : 26,81%
· Lignin : 15,52%
· Impurities : 16,26%
· Tanah : 2,12%
· Kadar Air : 8,38%
(Septiningrum, 2011)

A.1 Washing Line (F-110)


Pada proses ini, dilakukan pencucian terhadap tongkol jagung untuk
menghilangkan tanah yang masih menempel pada tongkol.

34
1 2
Washing
Line (F-110)

35

- F1 adalah aliran yang masuk dikali dengan komposisi masing-masing komponen


dalam tongkol jagung.
- Air yang digunakan pada F2 dihitung menurut perhitungan liquid yang dibutuh-
kan agar memenuhi porositas pada tongkol jagung.
Porositas Tongkol Jagung : 0,6793

A-1
Massa liquid yang dibutuhkan untuk memenuhi 1 kg porositas tongkol jagung
ρ air pada 30˚C : 995,18 kg/m3
ρ tongkol jagung : 721 kg/m3

m air
ρ air
0.6793 =
m air m tongkol jagung
ρ air + ρ tongkol jagung
m air
0.6793 = 995.18
m air 1
+
995.18 721
m air = 2,92367462 kg
Dengan feed sebanyak 2247.1 kg, sehingga air yang dibutuhkan sebanyak :
m air = 2,923675 x 2247,100 kg = 6569,78924 kg

Sehingga ditambahkan air lebih dari 6569.789 kg dan dipilih 8000 kg air
- Pada F2 air yang ikut bersama solid adalah kadar air minimal untuk memenuhi
memenuhi porositas solid.

Tabel A.1 Neraca Massa Masuk Washing Line (F-110)


Masuk
No. Komponen <1> <34>
Fraksi Massa Fraksi Massa
0 1. Xilan 0,31 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,27 602,45 0,00 0,00
3. Lignin 0,16 348,75 0,00 0,00
4. Impurities 0,16 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,02 47,64 0,00 0,00
6. Air 0,08 188,31 1,00 8000,00
Total 1,00 1904,19 1,00 8000,00
Total Aliran 9904,19

Tabel A.2 Neraca Massa Keluar Washing Line (F-110)


Keluar
No. Komponen <35> <2>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,11 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,09 602,45
3. Lignin 0,00 0,00 0,05 348,75
4. Impurities 0,00 0,00 0,0034 22,47
5. Tanah 0,01 47,64 0,00 0,00
6. Air 0,99 3310,90 0,75 4877,41
Total 1,00 3358,53 1,00 6545,66
Total Aliran 9904,19

A-2
A.2 Rotary Dryer (H-120)
Pada proses pengeringan ini dimaksudkan agar solid menjadi kering
sebelum masuk ke pemotongan.

36

2 3

Rotary Dryer (H-120)

Pada F2 adalah air yang ikut atau tetap didalam solid adalah air hasil equilibrium water
content yang tersisa didalam solid. Pada keluaran solid di ambil X2 sebesar = 0.5%
sehingga:
Air yang tertinggal dalam solid = 333,65 kg

Tabel A.3 Neraca Massa Keluar Rotary Dryer (H-120)


Masuk
No. Komponen <2>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,11 694,58
2. Selulosa 0,09 602,45
3. Lignin 0,05 348,75
4. Impurities 0,0034 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,75 4877,41
Total 1,00 6545,66
Total Aliran 6545,66

Tabel A.4 Neraca Massa Keluar Rotary Dryer (H-120)


Keluar
No. Komponen <36> <3>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,35 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,30 602,45
3. Lignin 0,00 0,00 0,17 348,75
4. Impurities 0,00 0,00 0,01 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 1,00 4543,76 0,17 333,65
Total 1,00 4543,76 1,00 2001,90
Total Aliran 6545,66

A-3
A.3 Hammer Mill (C-130)
Pada proses ini bertujuan agar luas permukaan solid semakin luas dan akan berpe-
ngaruh dalam kecepatan ekstraksi, reaksi, serta perendaman pada proses selanjutnya.

3 4
Hammer Mill
(C-130)

pada proses kali ini hanya memakai persamaan neraca massa pada umumnya.
Neraca Massa total : Akumulasi = in - out
akumulasi = 0 (sistem continue )

Tabel A.5 Neraca Massa Masuk Crusher (C-130)


Masuk
No. Komponen <3>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,35 694,58
2. Selulosa 0,30 602,45
3. Lignin 0,17 348,75
4. Impurities 0,01 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,17 333,65
Total 1,00 2001,90
Total Aliran 2001,90

Tabel A.6 Neraca Massa Keluar Crusher (C-130)


Keluar
No. Komponen <4>
Fraksi Massa
1. xilan 0,35 694,58
2. Selulosa 0,30 602,45
3. Lignin 0,17 348,75
4. Impurities 0,01 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,17 333,65
Total 1,00 2001,90
Total Aliran 2001,90

A.4 NaClO2 Mixing Tank (M-210)

37
4 5
NaClO2 Mixing
Tank (M-210)

A-4
Pada proses ini, solid yang masih mengandung lignin yang mana tidak dibutuh-
kan dalam pabrik ini. Sehingga lignin akan dikeluarkan terlebih dahulu dengan
delignifikasi menggunakan pelarut sodium chlorite (NaClO2) dengan konsentrasi 1 %
(Fengel dan Wegener, 1995)
Perbandingan antara solid dan NaClO2 yang ditambahkan adalah dalam 100 gr = 0.1 kg
solid dimasukkan sebesar 1L = 0.001 m3 NaClO2
ρ NaClO2 pada 30˚C : 2.5 g/cm3 = 2500 kg/m3
Massa NaClO2 = 0.001 x 2500 = 2,5 kg
Sehingga memiliki perbandingan 1 : 25
Sehingga aliran <37> didapatkan dari perhitungan sebagai berikut:
Banyak NaClO2 masuk 1% = kg solid masuk x 25 x 0.01
= 1668,247 x 25 x 0,01
= 417,062 kg
Banyak H2O masuk = kg solid masuk x 25 x 0.99
= 1668,247 x 25 x 0,99
= 41289,114 kg

Tabel A.7 Neraca Massa Masuk NaClO2 Mixing Tank (M-210)


Masuk
No. Komponen <4> <37>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,35 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,30 602,45 0,00 0,00
3. Lignin 0,17 348,75 0,00 0,00
4. Impurities 0,01 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,17 333,65 0,99 41289,11
7. NaClO2 0,00 0,00 0,01 417,06
Total 1,00 2001,90 1,00 41706,18
Total Aliran 43708,07

Tabel A.8 Neraca Massa Keluar NaClO2 Mixing Tank (M-210)


Keluar
No. Komponen <5>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,02 694,58
2. Selulosa 0,014 602,45
3. Lignin 0,008 348,75
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,95 41622,76
7. NaClO2 0,01 417,06
Total 1,00 43708,07
Total Aliran 43708,07

A-5
A.5 Tangki Penampung (F -214)

5 6
Tangki
Penampungan
(F-214)

-F<5> adalah aliran masuk tangki penampungan dari tangki Delignifikasi


F<5> = 43708,07 Kg

-F<6> adalah aliran keluar tangki penampungan menuju sentrifuge


F<6> = 43708,07 Kg

Tabel A.9 Neraca Massa Keluar Tangki Penampungan (F-214)


Keluar
No. Komponen <6>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,02 694,58
2. Selulosa 0,0138 602,45
3. Lignin 0,0080 348,75
4. Impurities 0,0005 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,95 41622,76
7. NaClO2 0,010 417,06
Total 1,00 43708,07
Total Aliran 43708,07

Tabel A.10 Neraca Massa Keluar Tangki Penampungan (F-214)


Keluar
No. Komponen <6>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,02 694,58
2. Selulosa 0,014 602,45
3. Lignin 0,008 348,75
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,95 41622,76
7. NaClO2 0,010 417,06
Total 1,00 43708,07
Total Aliran 43708,07

A.6 Centrifuge (H-220)


Pada proses ini dilakukan pemisahan solid-liquid untuk memisahkan lignin.

A-6
6 7
Centrifuge
(H-220)

38

- Aliran F6 adalah hasil dari proses Delignifikasi


M F6 = 43708,072 kg

- Aliran F38 lignin yang terlarut dalam NaClO2 adalah 60%, sehingga:
Lignin keluar = 60% x lignin masuk
= 60% x 348,750 kg
= 209,25 kg
- Aliran F7 air yang tertinggal dalam solid menggunakan rumus porositas seperti
sebelumnya dengan asumsi bahwa 10% air berlebih ikut terbawa solid
M air = 2.92367 kg x M Solid Keluar + 10% x M Solid Keluar
= 2,92367 kg x 1458,997 kg + 10% x 1458,997 kg
= 4411,53 kg
NaClO2 yang keluar bersama solid harus memiliki konsentrasi yang sama yakni 1%
Sehingga NaClO2 yang terikut dalam aliran <7> = 44,292 kg

Tabel A.11 Neraca Massa Masuk Centrifuge (H-220)


Masuk
No. Komponen <6>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,016 694,58
2. Selulosa 0,014 602,45
3. Lignin 0,008 348,75
4 Impurities 0,001 22,47
5 Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,95 41622,76
7. NaClO2 0,01 417,06
Total 1,00 43708,07
Total Aliran 43708,07

Tabel A.12 Neraca Massa Keluar Centrifuge (H-220)


Keluar
No. Komponen <38> <7>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,12 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,10 602,45
3. Lignin 0,006 209,25 0,02 139,50
4 Impurities 0,00 0,00 0,0038 22,47

A-7
5 Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,98 37211,23 0,75 4411,53
7. NaClO2 0,01 372,77 0,01 44,29
Total 1,00 37793,25 1,00 5914,82
Total Aliran 43708,07

A.7 Washing Tank (M-230)


Pada proses ini memisahkan sebagian besar lignin yang masih tersisa sebelum ke
proses ektraksi Xilan.

39
7 8

Washing Tank
(M-230)

- Aliran F7 adalah aliran masuk setelah proses filtrasi


F7 = 5914,821 kg

- Air yang digunakan untuk pencucian solid dan NaClO2 adalah 2 kali massa air dan
NaClO2.
- F39 Air Masuk = 2 x (M air + M NaClO2)
= 2 x ( 4411,5 + 44,292 ) kg
= 8911,649 kg
Asumsi NaClO2 yang tergantikan oleh air sebesar 95%

- F8 adalah Hemiselulosa, Selulosa dan Lignin serta NaOCl2 yang teikut hasil pencucian
F8 = M Hemiselulosa + M Selulosa + M Lignin + M NaOCl2 + M Air
+ Massa Impuritis
= 694,579 kg + 602,448 kg + 139,5 kg + 365,378 kg + 54,702 kg
+ 16454,522 kg
= 14826,470 kg

Tabel A.13 Neraca Massa Masuk Washing Tank (M-230)


Masuk
No. Komponen <7> <39>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,12 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,10 602,45 0,00 0,00
3. Lignin 0,02 139,50 0,00 0,00
4. Impurities 0,0038 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. NaClO2 0,01 44,29 0,00 0,00

A-8
7 Air 0,75 4411,53 1,00 8911,65
Total 1,00 5914,82 1,00 8911,65
Total Aliran 14826,47

Tabel A.14 Neraca Massa Keluar Washing Tank (M-230)


Keluar
No. Komponen <8>
Fraksi Massa
1. Xilan 1,00 694,58
2. Selulosa 0,87 602,45
3. Lignin 0,20 139,50
4. Impurities 0,03 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. NaClO2 0,00 44,29
7 Air 0,90 13323,18
Total 3,00 14826,47
Total Aliran 14826,47

A.8 Rotary Vacuum Filter (H-240)


Pada proses ini dilakukan filtrasi dari hasil pencucian untuk menghilangkan NaClO2

8 Rotary Vacuum 9
Filter (H-240)

40

F8 adalah aliran dari hasil pencucian :


F8 = 14826,470 kg

F40 adalah aliran NaOCl2 dan Air yang terfiltrasi. Dengan menetapkan jumlah
NaOCl2 yang terlarut dalam air pencuci sebanyak 95 %, maka :
F40 NaOCl2 = 0,95 x Massa NaOCl2 di arus 8
= 0,95 x 44,292 kg
= 42,08 kg

F9 NaOCl2 = 0,05 x Massa NaOCl2 di arus 8


= 0,05 x 44,292 kg
= 2,21 kg

F9 Air, menerapkan sistem porositas dan air menggantikan NaOCl2 yang berada dalam
solid

A-9
F9 Air = 2,92 x 1459,00 - 2,21
= 4263,42 kg

F9 adalah cake basah hasil filtrasi


F9 = F8 - F40
= 14826,470 kg - 9101,84 kg
= 5724,63 kg

Tabel A.15 Neraca Massa Masuk Rotary Vacuum Filter (H-240)


Masuk
No. Komponen <8>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,05 694,58
2. Selulosa 0,04 602,45
3. Lignin 0,009 139,50
4. Impurities 0,002 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. NaClO2 0,003 44,29
7 Air 0,90 13323,18
Total 1,00 14826,47
Total Aliran 14826,47

Tabel A.16 Neraca Massa Keluar Rotary Vacuum Filter (H-240)


Keluar
No. Komponen <40> <9>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,121 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,105 602,45
3. Lignin 0,00 0,00 0,024 139,50
4. Impurities 0,00 0,00 0,004 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,000 0,00
6. NaClO2 0,0046 42,08 0,000 2,21
7 Air 0,9954 9059,76 0,745 4263,42
Total 1,00 9101,84 1,00 5724,63
Total Aliran 14826,47

A.9 NaOH Mixing Tank (M-310)


Pada proses ini merendam filtrat ke larutan NaOH 10% yang dapat mengekstrak
Xilan.
41

9 10
NaOH Mixing Tank
(M-310)

A-10
- F9 merupakan Padatan Basah (Cake) masuk perendaman
F9 = 14826,47 kg

- F41 merupakan NaOH 10% yang jumlahnya sama dengan massa hemiselulosa yang
akan diekstrak
F41 = Massa NaOH + Massa Air
= Massa Xilan + 9 x Massa Xilan
= 694,579 + 2920,693
= 3615,272 kg
- F10 merupakan padatan basah (Cake) yang telah direndam dengan NaOH 10%
F10 = F9 + F41
= 14826,47 Kg + 3615,272 Kg
F10 = 18441,74 Kg

Tabel A.17 Neraca Massa Masuk NaOH Mixing Tank (M-310)


Masuk
No. Komponen <9> <41>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,047 694,579 0,000 0,000
2. Selulosa 0,041 602,448 0,000 0,000
3. Lignin 0,009 139,500 0,000 0,000
4. Impurities 0,002 22,471 0,000 0,000
5. Tanah 0,000 0,000 0,000 0,000
6. NaClO2 0,003 44,292 0,000 0,000
7. Air 0,899 13323,181 0,808 2920,693
8. NaOH 0,000 0,000 0,192 694,579
Total 1,000 14826,470 1,000 3615,272
Total Aliran 18441,742

Tabel A.18 Neraca Massa Keluar NaOH Mixing Tank (M-310)


Keluar
No. Komponen <10>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,038 694,579
2. Selulosa 0,033 602,448
3. Lignin 0,008 139,500
4. Impurities 0,001 22,471
5. Tanah 0,000 0,000
6. NaClO2 0,002 44,292
7. Air 0,881 16243,874
8. NaOH 0,038 694,579
Total 1,000 18441,742
Total Aliran 18441,742

A-11
A.10 Tangki Penampungan (F-314)
Pada proses ini hanya menampung hasil ekstraksi Xilan dari proses batch ke proses
kontinyu.

10 Tangki 11
Penampungan
(F-314)

Tabel A.19 Neraca Massa Masuk Tangki Penampungan (F-314)


Masuk
No. Komponen <10>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,038 694,579
2. Selulosa 0,033 602,448
3. Lignin 0,008 139,500
4. Impurities 0,001 22,471
5. Tanah 0,000 0,000
6. NaClO2 0,002 44,292
7. Air 0,881 16243,874
8. NaOH 0,038 694,579
Total 1,000 18441,742
Total Aliran 18441,742

Tabel A.20 Neraca Massa Keluar Tangki Penampungan (F-314)


Keluar
No. Komponen <11>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,038 694,579
2. Selulosa 0,033 602,448
3. Lignin 0,008 139,500
4. Impurities 0,001 22,471
5. Tanah 0,000 0,000
6. NaClO2 0,002 44,292
7. Air 0,881 16243,874
8. NaOH 0,038 694,579
Total 1,000 18441,742
Total Aliran 18441,742

A.11 Acetic Acid Reactor Tank (R-320)


Pada proses ini menambahkan Asam Asetat untuk menetralkan kondisi pH operasi

A-12
42
11 12
Acetic Acid
Reactor Tank

- F11 adalah filtrat masuk setelah proses perendaman


F11 = 18441,74 kg

- F42 adalah CH3COOH yang ditambahkan untuk proses penetralan

Diketahui kmol NaOH yang masuk :


= Massa
BM
= 694,58 / 40
= 17,364 Kmol

Untuk menetralkan pH dari 8 ke 7, maka :


pH = 7
pH = 8 - log 10
H+ = 10 x 10-8
H+ = 1 x 10-7
H+ = ka x mol asam lemah
mol asam konjugasi
1 x 10-7 = 10-5 x x
mol asam konjugasi
x = 0,1734 kmol

Maka mol awal CH3COOH = mol bereaksi + mol eccess


= 17,364 + 0,1734 kmol
= 17,538 Kmol

Menentukan Massa CH3COOH :


Massa = BM x Kmol
= 60 x 17,538
= 1052,272 kg

Massa CH3COOH 50% adalah


F42 = 2104,544 kg

- F12 adalah hasil penetralan dengan terbentuknya CH3COONa

CH3COONa yang Terbentuk :

A-13
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O
m 17,538 17,364 - - kmol
r 17,364 17,364 17,364 17,364 kmol
s 0,173 - 17,364 17,364 kmol

Massa CH3COONa yang terbentuk :


Massa CH3COONa = Mol x BM
= 17,364 Kmol x 82
= 1423,886 kg

Massa H2O yang terbentuk :


Massa H2O = Mol x BM
= 17,364 Kmol x 18
= 312,734 kg

Tabel A.21 Neraca Massa Masuk Acetic Acid Reactor Tank (R-320)
Masuk
No. Komponen <11> <42>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,038 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,033 602,45 0,00 0,00
3. Lignin 0,008 139,50 0,00 0,00
4. Impurities 0,001 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,000 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,881 16243,87 0,50 1052,27
7. NaClO2 0,002 44,29 0,00 0,00
8. NaOH 0,038 694,58 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,000 0,00 0,00 0,00
11. Asam Asetat 0,000 0,00 0,50 1052,27
Total 1,00 18441,74 1,00 2104,54
Total Aliran 20546,29

Tabel A.22 Neraca Massa Keluar Acetic Acid Reactor Tank (R-320)
Keluar
No. Komponen <12>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,034 694,58
2. Selulosa 0,029 602,45
3. Lignin 0,007 139,50
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,000 0,00
6. Air 0,857 17608,88
7. NaClO2 0,002 44,29

A-14
8. NaOH 0,000 0,00
9. CH3COONa 0,069 1423,89
11. Asam Asetat 0,0005 10,23
Total 1,00 20546,29
Total Aliran 20546,29

A.12 Centrifuge (H-330)


Pada proses ini hasil ekstraksi dipisahkan dari Selulosa, lignin dan sebagian NaClO2
dan CH3COONa yang terlarut.

12 13
Centrifuge
(H-330)

43

- F12 adalah aliran masuk dari perendaman dengan NaOH 10%


F12 = 18441,742 kg

- F43 adalah padatan selulosa yang tidak digunakan dalam proses selanjutnya beserta
air dan NaOH yang terlarut. Padatan tersaring 100% sesuai dengan prinsip pemisahan
solid-liquid.
Massa Air Terlarut = (Jumlah Massa Padatan Masuk) x Harga Porositas
di Padatan + 10% Massa Air terlarut
= (Massa selulosa x Massa Air Porositas) + 10% Massa Air Terlarut
= 602,448 kg x 2,92367 kg + 60,244751 kg
= 2243,408 kg
Massa Air di = Massa Air Masuk - Massa Air di Padatan
Filtrat = 17608,88 kg - 2243,41 kg
= 15365,47 kg

- F43 = Massa Selulosa + Massa Air di Padatan + Massa CH3COONa di Padatan


+ Massa Lignin + Massa NaOCl2
= 602,448 kg + 2243,41 kg + 181,41 kg + 139,50 kg
+ 5,64 kg
= 3172,404 kg

- F13 adalah filtrat hasil filtrasi yang tidak mengandung selulosa, dan lignin
F13 = F12 - F43
= 20546,3 kg + 3172,40 kg
= 17373,885 kg

A-15
Tabel A.23 Neraca Massa Masuk Centrifuge (H-330)
Masuk
No. Komponen <12>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,034 694,58
2. Selulosa 0,029 602,45
3. Lignin 0,007 139,50
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,000 0,00
6. Air 0,857 17608,88
7. NaClO2 0,002 44,29
8. NaOH 0,000 0,00
9. CH3COONa 0,069 1423,89
10. Asam Asetat 0,0005 10,23
Total 1,00 20546,29
Total Aliran 20546,29

Tabel A.24 Neraca Massa Keluar Centrifuge (H-330)


Keluar
No. Komponen <43> <13>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,000 0,00 0,04 694,58
2. Selulosa 0,190 602,45 0,00 0,00
3. Lignin 0,044 139,50 0,00 0,00
4. Impurities 0,000 0,00 0,00 22,47
5. Tanah 0,000 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,707 2243,41 0,884 15365,47
7. NaClO2 0,002 5,64 0,002 38,65
8. NaOH 0,000 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,057 181,41 0,072 1242,48
10. Asam Asetat 0,000 0,00 0,001 10,23
Total 1,00 3172,40 1,000 17373,89
Total Aliran 20546,29

A.13 Ethanol Mixing Tank (M-340)


Pada proses ini aliran <13> yang mengandung xilan dimurnikan dengan
pengendapan menggunakan senyawa organik netral ethanol.

44

13 Ethanol 14
Mixing Tank
(M-340)

A-16
- F13 Merupakan aliran liquid masuk perendaman dengan laju alir :
F13 = 17373,89 kg/jam

- F44 merupakan Ethanol 95% dengan laju alir tiga kali laju alir xylan
(Richana, 2007)
- F44 = 3 x Massa Xilan masuk
= 3x 694,58 Kg
= 2083,74 Kg

- Laju alir ethanol murni di F44 :


= ( 95% x F30)
= 0,95 x 2083,74 kg
= 1979,55 kg
- Laju alir air di F44 = 132,76 kg

- F44 = Laju alir Ethanol murni F44 + Laju alir Air F44
= 1979,55 kg + 132,76 kg
= 2112,31 kg

- F14 merupakan endapan setelah direndam dengan Ethanol 95% dengan laju alir:
F14 = F13 + F44
= 17373,89 kg + 2112,31 kg
= 19486,20 kg

Tabel A.25 Neraca Massa Masuk Ethanol Tank Reactor (M-340)


Masuk
No. Komponen <13> <44>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,0400 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,0013 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,8844 15365,47 0,063 132,76
7. NaClO2 0,0022 38,65 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,0715 1242,48 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,0006 10,23 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,937 1979,55
Total 1,00 17373,89 1,00 2112,31
Total Aliran 19486,20

Tabel A.26 Neraca Massa Keluar Ethanol Tank Reactor (M-340)


Keluar
No. Komponen <14>

A-17
No. Komponen
Fraksi Massa
1. Xilan 0,04 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,795 15498,24
7. NaClO2 0,002 38,65
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,064 1242,48
10. Asam Asetat 0,001 10,23
11. Ethanol 95% 0,102 1979,55
Total 1,00 19486,20
Total Aliran 19486,20

A.14 Tangki Penampungan (F-344)


Pada proses ini hanya menampung massa dari proses batch untuk menuju ke
proses kontinyu.

14 Tangki 15
Penampungan
(F-344)

F<14> adalah aliran masuk dari proses pemurnian dengan ethanol


F<14> = 19486,20 Kg
F<15> adalah aliran keluar menuju proses Sentrifuge
F<15> = 19486,20 Kg

Tabel A.27 Neraca Massa Masuk Tangki Penampung (F-344)


Masuk
No. Komponen <14>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,036 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,795 15498,24
7. NaClO2 0,002 38,65
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,064 1242,48
10. Asam Asetat 0,001 10,23
11. Ethanol 95% 0,102 1979,55
Total 1,00 19486,20
Total Aliran 19486,20

A-18
Tabel A.28 Neraca Massa Keluar Tangki Penampung (F-344)
Keluar
No. Komponen <15>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,036 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,795 15498,24
7. NaClO2 0,002 38,65
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,064 1242,48
10. Asam Asetat 0,001 10,23
11. Ethanol 95% 0,102 1979,55
Total 1,00 19486,20
Total Aliran 19486,20

A.15 Centrifuge (H-350)


Pada proses ini dilakukan pemisahan berdasarkan gaya sentrifugasi terhadap densitas.

15 Centrifuge 16
(H-350)

45

- F15 Merupakan liquid yang masuk ke sentrifugasi dengan laju alir :


F15 =Merupakan
19486,198liquid
kgyang masuk ke sentrifugasi dengan laju alir :
- F45 Merupakan aliran supernatan berupa CH3COONa, Lignin, Ethanol, serta
sebagian air.
Air yang tidak terikut di F45 merupakan air masuk dikurangi air dalam porositas
padatan sebagai berikut:
= Massa Air Masuk - (Massa Air Di porositas Xilan x Massa Xilan)
= 6596,344 kg - (2,923 kg x 694,579 kg)
= 13398,06 kg

F45 = Massa CH3COONa + Massa Ethanol + Massa Air + Massa Asam Asetata
= (13398,06 Kg + 38,65 Kg + 1242,48 Kg + 10,23 Kg + 1979,55 Kg)
= 16668,97 kg

- F16 Merupakan aliran liquid bebas CH3COONa, Ethanol, dan Arabinosa

A-19
F16 = Massa Air di Porositas Xilan + Massa Xilan + Massa Impurities
= (2100,18 kg + (10% x 694,58) + 694,58 kg + 22,47 Kg)
= 2817,23 kg

Tabel A.29 Neraca Masuk Centrifuge (H-350)


Masuk
No. Komponen <15>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,036 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,001 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,795 15498,24
7. NaClO2 0,002 38,65
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,064 1242,48
11. Asam Asetat 0,001 10,23
12. Ethanol 95% 0,102 1979,55
Total 1,00 19486,20
Total Aliran 19486,20

Tabel A.30 Neraca Massa Keluar Centrifuge (H-350)


Keluar
No. Komponen <45> <16>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,247 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,00 0,00 0,008 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,804 13398,06 0,745 2100,18
7. NaClO2 0,002 38,65 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,075 1242,48 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,001 10,23 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,119 1979,55 0,00 0,00
Total 1,00 16668,97 1,00 2817,23
Total Aliran 19486,20

A-20
A.16 Dilution Tank (M-360)

46

16
Dilution Tank 17
(M-360)

- F16 Merupakan aliran suspensi yang masuk ke dalam dilution tank


F16 = 2817,23 kg/jam

- F46 merupakan kebutuhan air yang digunakan untuk mengencerkan suspensi agar
dapat dihidrolisis. Kebutuhan air dihitung dengan mula mula menghitung mol air
yang dibutuhkan. Hidrolisis akan menkonversi 83.13% massa xylan menjadi xylose
- Dari perhitungan stoiciometri reaksi hidrolisis didapatkan mol H2O = 4,37
Massa Air yang dibutuhkan untuk reaksi = Mol H2O x BM H2O
= 4,37 x 18,02
= 78,73 kg

Tabel A.31 Neraca Massa Masuk Dilution Tank (M-360)


Masuk
No. Komponen <16> <45>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,247 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,008 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,745 2100,18 1,00 78,73
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
12. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 1,00 2817,23 1,00 78,73
Total Aliran 2895,96

Tabel A.32 Neraca Massa Keluar Dilution Tank (M-360)


Keluar
No. Komponen <17>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,240 694,58
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,008 22,47

A-21
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,752 2178,91
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00
Total 1,00 2895,96
Total Aliran 2895,96

A.17 Hydrolysis Tank Reactor (R-410)


Pada proses ini Xilan dihidrolisis menjadi xilose dengan konversi 83,12 %.

47

18
Hydrolysis 19
Tank Reactor

- F18 Merupakan aliran liquid yang masuk ke dalam reaktor hidrolisis


F18 = 2895,96 kg

- Menghitung stoiciometri utnuk reaksi hidrolisis:


Hidrolisis akan menkonversi 83.13% mol xylan menjadi xylose
- Massa xylan masuk di F18 = 694,58 kg/ jam = 0,00526 kmol/jam
- Konversi xylan ke xylose = 0,8312 %mol
- Xylan yang terkonversi menjadi xylose = 0,00437 kmol/jam
- m xylose = 656,0829 kg
- Xylan tersisa = (1-0.8312) x mol xylan masuk
= 0,00089 kmol
- m Xylan yang tersisa = 117,24 kg
- Air yang dibutuhkan dalam reaksi = 4,37010 kmol
- m air yang dibutuhkan = 78,73 kg

Reaksi Hidrolisis yang terjadi di tangki hidrolisis adalah


C5H8O4 (1000) + 1000 H2O - - > 1000 C5H10O5
m 0,005 173,00 - Kmol
rx 0,004 4,37 4,37 Kmol
s 0,001 151,76 4,37 Kmol

F47 Merupakan aliran HCl yang masuk ke dalam reaktor hidrolisis dengan kadar HCl
10% sebanyak lebih dari sama dengan jumlah xilan yang masuk. Dan berjalan selama
1 jam. (Haidar, 2003)
- Laju Alir HCl 10% yang masuk =

A-22
= 1.5 x Laju Alir Xilan di F47
= 1,5 x 694,58
= 1041,8679 kg

Sehingga, HCl murni yang masuk di F47


= 0,1 x Laju Alir HCl
= 0.1 x 937.68
= 104,187 kg
Laju Alir air di F47
= 0,9 x Laju Alir HCl
= 0.9 x 937.68 kg
= 937,681 kg
F19 Merupakan aliran liquid dengan xylan yang sebagian terkonversi menjadi xylose
dengan rumus konversi sebagai berikut:
Konversi reaktor = 83.12% Massa (Haidar, 2003)
Xylan terkonversi = 83.12% x Massa Xylan
Xylan terkonversi = 577,33 Kg
Xylan yang tersisa = 117,24 Kg

Tabel A.33 Neraca Massa Masuk Hydrolysis Tank Reactor (R-410)


Masuk
No. Komponen <18> <47>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,240 694,58 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,008 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,752 2178,91 0,90 937,68
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12.. HCl 0,00 0,00 0,10 104,19
13. Xylose 0,00 0,00 0,00 0,00
14. Arabinosa 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 1,00 2895,96 1,00 1041,87
Total Aliran 3937,83

Tabel A.34 Neraca Massa Keluar Hydrolysis Tank Reactor (R-410)


Keluar
No. Komponen <19>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00

A-23
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,006 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,791 3116,59
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
11. Asam Asetat 0,00 0,00
12. Ethanol 95% 0,00 0,00
13. HCl 0,026 104,19
14. Xylose 0,147 577,33
15. Arabinosa 0,030 117,24
Total 1,00 3937,83
Total Aliran 3937,83

III.18 Tangki Penampungan (F-412)


Pada proses ini hanya menampung massa dari proses batch untuk menuju ke
proses kontinyu.

19 Tangki 20
Penampungan
(F-412)

F<19> adalah aliran masuk dari proses hidrolisis


F<19> = 3937,83 Kg
F<20> adalah aliran keluar menuju proses hidrolisis.
F<20> = 3937,83 Kg

Tabel A.35 Neraca Massa Keluar Tangki Penampungan (F-412)


Masuk
No. Komponen <19>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,006 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,791 3116,59
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
11. Asam Asetat 0,00 0,00
12. Ethanol 95% 0,00 0,00

A-24
13. HCl 0,026 104,19
14. Xylose 0,147 577,33
15. Arabinosa 0,030 117,24
Total 1,00 3937,83
Total Aliran 3937,83

Tabel A.36 Neraca Massa Keluar Tangki Penampungan (F-412)


Keluar
No. Komponen <20>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,006 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,791 3116,59
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
11. Asam Asetat 0,00 0,00
12. Ethanol 95% 0,00 0,00
13. HCl 0,026 104,19
14. Xylose 0,147 577,33
15. Arabinosa 0,030 117,24
Total 1,00 3937,83
Total Aliran 3937,83

A.19 Tangki Anion Exchanger (H-420)

20 Tangki Anion 21
Exchanger
(H-420)

Pada proses ini digunakan resin HCl :

-
R-CH2N(CH3)3OH + HCl ----> R-CH2N(CH3)3Cl + H2O

BM OH- = 17
-
BM Cl = 35,5

HCl yang bereaksi : = Massa / BM


= 104,19
36,5
= 2,8544 kmol

A-25
H2O yang terbentuk : = Mol HCl yang bereaksi x BM H2O
= 2,8544326 kmol x 18
= 51,379788 Kg

Resin Fixed Bed


OH- Dari Resin -
= Mol HCl bereaksi x BM OH
= 2,8544 Kmol x 17
= 48,5254 Kg

Cl- yang tertinggal di resin = Mol HCl yang Bereaksi x BM Cl-


= 2,8544 kmol x 35,5
= 101,33 Kg

H2O total yang masuk = H2O awal + H2O dari reaksi anion
= 3116,59 Kg + 51,38 Kg
= 3167,97 Kg

Tabel A.37 Neraca Massa Masuk Tangki Anion Exchanger (H-420)


Masuk
No. Komponen <20> Fixed Bed
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,006 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,791 3116,59 0,00 0,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,026 104,19 0,00 0,00
13. Xylose 0,147 577,33 0,00 0,00
14. Arabinosa 0,030 117,24 0,00 0,00
15. Resin HCl 0,00 0,00 1,00 48,53
Total 1,00 3937,83 1,00 48,53
Total Aliran 3986,35

Tabel A.38 Neraca Massa Keluar Tangki Anion Exchanger (H-420)


Masuk
No. Komponen Tertinggal di Fixed Bed <21>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00

A-26
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,00 0,00 0,006 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,00 0,00 0,815 3167,97
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 1,00 101,33 0,00 0,00
13. Xylose 0,00 0,00 0,149 577,33
14. Arabinosa 0,00 0,00 0,030 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 1,00 101,33 1,00 3885,02
Total Aliran 3986,35

A.20 Vacuum Evaporator (V-430)


Pada proses ini, Xilose dimurnikan dengan menguapkan HCl dan sebagian air.

48
21 22
Vacuum
Evaporator
(V-430)

F21 Merupakan aliran liquid yang masuk ke dalam Evaporator


F21 = 3390.4515 kg/jam

F48 Merupakan aliran Air yang diuapkan oleh evaporator


Evaporator akan memekatkan larutan xilan dan xylose dari kadar = 96,40% massa
menjadi = 91,86%
Sehingga laju alir yang menguap di aliran 48 evaporator dirumuskan sebagai berikut:
F.Xf = L.Xl
3885,02 x 96,40% = L x 0.6251
L= 1717,05 kg

F=L+V
3885,02 = 1717,0 + V
V = 2167,97 kg
Sehingga Laju Alir air di Aliran F48 =2167,97 kg/Jam

F22 Merupakan Laju alir larutan xilan dan xilose yang telah dipekatkan
F22 = F21 - F48
= 3885,0202 kg - 2167,9706 kg
= 1717,05 kg

A-27
Tabel A.39 Neraca Massa Masuk Vacuum Evaporator (V-430)
Masuk
No. Komponen <21>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,006 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,815 3167,97
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00
13 Xylose 0,149 577,33
14 Arabinosa 0,030 117,24
15 Resin HCl 0,00 0,00
Total 1,00 3885,02
Total Aliran 3885,02

Tabel A.40 Neraca Massa Keluar Vacuum Evaporator (V-430)


Keluar
No. Komponen <48> <22>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,00 0,00 0,01 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 1,00 2167,97 0,58 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
13 Xylose 0,00 0,00 0,34 577,33
14 Arabinosa 0,00 0,00 0,07 117,24
15 Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 1,00 2167,97 1,00 1717,05
Total Aliran 3885,02

A-28
A.21 Hydrogenation Reactor Tank (R-510)
Pada proses ini Xilose dihidrogenasi menjadi Xylitol.

23 24
Hydrogenation Reactor
Tank (R-510)

49

F23 Merupakan aliran liquid yang masuk ke dalam reaktor hidrogenasi


F23 = 1717,0496 kg
Katalis Raney Nickel berada dalam bed reaktor hidrogenasi
m Raney Nickel = 5% x Massa Xilose
= 0,05 x 577,33
= 28,87 kg
F49 Merupakan aliran H2 yang masuk ke dalam reaktor hidrogenasi

F24 Merupakan aliran liquid dengan xylosa yang sebagian terkonversi menjadi
xylitol dengan konversi sebesar 99.9% (Yadav, 2012)
Ketentuan dan kondisi operasi :
1. Suhu = 140 C
2. Katalis yang digunakan Raney Nickel
3. Berat kebutuhan Ni adlaah 5% dari massa xylose
4. Sebuah aluminium Nickel alloy dengan komposisi 96% Ni berat
5. Katalis Raney Nickel yang digunakan dalam bentuk slurry = 50%
6. Kemurnian H2 = 99.9% (Mikkola, 2001)
7. Yield reaktan xylose menjadi xylitol = 99.7%
8. Konversi xylose menjadi xylitol = 99.9%

Reaksi Hidrogenasi yang berlangsung :


C5H8O5 + H2 C5H10O5
m 3,846 5,774 - Kmol
rx 3,846 3,846 3,846 Kmol
s 0,004 1,956 3,846 Kmol

A. Perhitungan kebutuhan Ni murni = 0.05 x massa xylose


= 28,867 kg/jam
B. Perhitungan kebutuhan katalis = (100/96) x kebutuhan Ni murni
= 30,069 kg/jam
C. Air dalam slurry = 50%
50% = massa air/(massa air + kebutuhan katalis)
Massa air = 30,069 kg/jam
D. Perhitungan xylose mula-mula = xylose masuk/BM xylose
= 3,846

A-29
E. Perhitungan H2 mula-mula = 50% excess dari kebutuhan reaksi
= 5,768 Kmol/jam
Massa H2 = 11,629 kg/jam
F. Perhitungan gas H2 yang masuk = (100/99) x massa H2
= 11,641 kg
G. Perhitungan yield = (Produk/reaktan mula-mula) x 100%
Produk (xylitol) = 576,756 Kmol
H2 mula-mula = gas H2 yang masuk/BM H2
= 5,774 Kmol
H. Perhitungan xylose yang bereaksi = mol yang bereaksi x BM
= 577,334 kg
I. Perhitungan xylose yang tersisa = mol yang tersisa x BM
= 0,576 kg
J. Perhitungan H2 yang bereaksi = mol yang bereaksi x BM
= 7,753 kg
K. Perhitungan H2 yang tersisa = mol yang tersisa x BM
= 3,944 kg
M. Perhitungan xylitol yang terbentuk = mol yang terbentuk x BM
= 585,140 kg

Tabel A.41 Neraca Massa Masuk Hydrogenation Reactor Tank (R-510)


Masuk
No. Komponen <23> <49>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,01 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,58 1000,00 0,00 0,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
13 Xylose 0,34 577,33 0,00 0,00
14 Arabinosa 0,07 117,24 0,00 0,00
15 Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Raney Nickel 0,00 0,00 0,00 0,00
17 H2 0,00 0,00 1,00 11,64
18 Xylitol 0,00 0,00 0,00 0,00
Total Aliran 1,00 1717,05 1,00 11,64
Total 1729,38

A-30
Tabel A.42 Neraca Massa Keluar Hydrogenation Reactor Tank
Keluar
No. Komponen <24>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,0130 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,5782 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00
13. Xylose 0,0003 0,58
14. Arabinosa 0,07 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00
17. H2 0,0023 3,94
18. Xylitol 0,3384 585,14
Total Aliran 1,00 1729,38
Total 1729,38

A.22 Knock Out Drum (H-610)


Pada proses ini yang dibuang hanya gas H2 saja dengan prinsip gaya gravitasi.

50

25 26
Knock Out Drum (S-610)

F25 Merupakan aliran liquid yang masuk dari reaktor hidrogenasi

F50 Merupakan aliran H2 keluar knock out drum. Asumsi H2 terpisah sempurna

F26 Merupakan aliran keluar knock out drum

Tabel A.43 Neraca Massa Masuk Knock Out Drum (H-610)


Masuk
No. Komponen <25>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00

A-31
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,0130 22,47
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,5782 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00
13. Xylose 0,0003 0,58
14. Arabinosa 0,07 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00
17. H2 0,002 3,94
18. Xylitol 0,338 585,14
Total Aliran 1,00 1729,38
Total 1729,38

Tabel A.44 Neraca Massa keluar Knock Out Drum (H-610)


Keluar
No. Komponen <50> <26>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,00 0,00 0,013 22,47
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,00 0,00 0,580 1000,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,00 0,00 0,000 0,58
14. Arabinosa 0,00 0,00 0,07 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00 0,00
17. H2 1,00 3,94 0,00 0,00
18. Xylitol 0,00 0,00 0,339 585,14
Total Aliran 1,00 3,94 1,00 1725,43
Total 1729,376

A-32
A.23 Carbonation Mixer Tank (M-620)

51

26 27
Carbonation Mixer Tank
(M-620)

F26 Merupakan aliran liquid yang masuk Karbonasi


F26 Merupakan
= 1725,43
aliran
kgliquid yang masuk Karbonasi
F51 Merupakan aliran karbon aktif. Karbon aktif yang dimasukkan sebesar:
Massa Karbon Aktif = 10 x Massa xylitol
1000
= 0,01 x 585,14
= 5,8514 kg
F27 Merupakan aliran keluar karbonasi

Tabel A.45 Neraca Massa Masuk Carbonation Mixer Tank (M-620)


Masuk
No. Komponen <26> <51>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,013 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,580 1000,00 0,00 0,00
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,000 0,58 0,00 0,00
14. Arabinosa 0,07 117,24 0,00 0,00
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00 0,00
17. H2 0,00 0,00 0,00 0,00
18. Xylitol 0,339 585,14 0,00 0,00
19. Karbon Aktif 0,00 0,00 1,00 5,85
Total Aliran 1,00 1725,43 1,00 5,85
Total 1731,28

A-33
Tabel A.46 Neraca Massa keluar Carbonation Mixer Tank (M-620)
Keluar
No. Komponen <27>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,000 0,00
2. Selulosa 0,000 0,00
3. Lignin 0,000 0,00
4. Impurities 0,013 22,47
5. Tanah 0,000 0,00
6. Air 0,578 1000,00
7. NaClO2 0,000 0,00
8. NaOH 0,000 0,00
9. CH3COONa 0,000 0,00
10. Asam Asetat 0,000 0,00
11. Ethanol 95% 0,000 0,00
12. HCl 0,000 0,00
13. Xylose 0,0003 0,58
14. Arabinosa 0,068 117,24
15. Resin HCl 0,000 0,00
16. Raney Nickel 0,000 0,00
17. H2 0,000 0,00
18. Xylitol 0,338 585,14
19. Karbon Aktif 0,003 5,85
Total Aliran 1,000 1731,28
Total 1731,28

A.24 Filter Press (H-630)

Berfungsi untuk membuang impurities, karbon aktif, dan katalis raney nickel.

27 28
Filter Press (H-630)

52

F27 Merupakan aliran liquid yang masuk Filter Press


F27 Merupakan
= 1731,28 aliran
kgliquid yang masuk Filter Press
F52 Merupakan aliran Karbon aktif dan Katalis Keluar Filter Press
F28 Merupakan aliran keluar Filter Press
Dengan asumsi sebagai berikut :
1. Kandungan air dalam cake = 50%
2. Xylitol yang terikut dalam larutan sebesar 1%
3. Xylose yang terikut dalam cake sebesar 1%
4. Cake kering berupa:

A-34
Karbon Aktif = 5,85 kg
Total cake = 5,85 kg
- Massa air dalam cake = (50/50)x26.50
= 5,851 kg
- Massa xylitol terikut cake = 1% x 585,14
= 5,8514 kg
- Massa xylitol = 585,14 - 5,8514
= 579,29 kg

Tabel A.47 Neraca Massa Masuk Filter Press (H-630)


Masuk
No. Komponen <27>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,000 0,00
2. Selulosa 0,000 0,00
3. Lignin 0,000 0,00
4. Impurities 0,013 22,47
5. Tanah 0,000 0,00
6. Air 0,578 1000,00
7. NaClO2 0,000 0,00
8. NaOH 0,000 0,00
9. CH3COONa 0,000 0,00
10. Asam Asetat 0,000 0,00
11. Ethanol 95% 0,000 0,00
12. HCl 0,000 0,00
13. Xylose 0,0003 0,58
14. Arabinosa 0,068 117,24
15. Resin HCl 0,000 0,00
16. Raney Nickel 0,000 0,00
17. H2 0,000 0,00
18. Xylitol 0,338 585,14
19. Karbon Aktif 0,003 5,85
Total Aliran 1,000 1731,28
Total 1731,28

Tabel A.48 Neraca Massa keluar Filter Press (H-630)


Keluar
No. Komponen <52> <28>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Impurities 0,56 22,47 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 0,15 5,85 0,59 994,15

A-35
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
13. Xylose 0,00 0,00 0,0003 0,58
14. Arabinosa 0,00 0,00 0,07 117,24
15. Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
16. Raney Nickel 0,00 0,00 0,00 0,00
17. H2 0,00 0,00 0,00 0,00
18. Xylitol 0,15 5,85 0,34 579,29
19. Karbon Aktif 0,15 5,85 0,00 0,00
Total Aliran 1,00 40,03 1,00 1691,26
Total 1731,28

A.25 Double Effect Evaporator (V-640 A dan V-640 B)


V1 = F - L1 V2 = L1 - L2
<24> <47>
F, xf Ke Barometric
condensor
Larutan Xylitol dari
heater

<58>
Steam
<26>
Syrup Xylitol
L1, X1 L2, X2

F29 Merupakan aliran masuk evaporator


F54 Merupakan aliran keluar evaporator menuju barometric condensor
F31 Merupakan aliran keluar evaporator menuju tangki penyimpanan

Ketentuan dan kondisi operasi :


1. Suhu operasi = 145 OC
Total massa bahan masuk evaporator (F) = 1691,26
Terdiri dari : Bahan kering = 579,29
Air = 994,15
Fraksi bahan kering (xF) = 0,34

f = L2 + V1 + V2
1691,26 = L2 + V1 + V2

neraca massa komponen


f . Xf = L2 . Xl2 + V1 . Xv1+ V2 . Xv2

A-36
579,29 = L2 . 0,83 + 0 + 0
L2 = 697,94 kg
f = L2 + V1 + V2
1691,26 = 697,94 + V1+ V2
V1 + V2 = 1691,26 - 697,94
= 993,32 kg

Air sisa = air masuk - air yang teruapkan


= 994,15 - 993,32
= 0,83 kg

Tabel A.39 Neraca Massa Masuk Multiple Effect Evaporator (V-640)


Masuk
No. Komponen <29>
Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00
4. Impurities 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00
6. Air 0,59 994,15
7. NaClO2 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00
13 Xylose 0,0003 0,58
14 Arabinosa 0,07 117,24
15 Resin HCl 0,00 0,00
16 Raney Nickel 0,00 0,00
17 H2 0,00 0,00
18 Xylitol 0,34 579,29
19 Karbon Aktif 0,00 0,00
Total Aliran 1,00 1691,26
Total 1691,26

Tabel A.50 Neraca Massa Masuk Multiple Effect Evaporator (V-640)


Keluar
No. Komponen <54> <31>
Fraksi Massa Fraksi Massa
1. Xilan 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Selulosa 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Lignin 0,00 0,00 0,00 0,00

A-37
4. Impurities 0,00 0,00 0,00 0,00
5. Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
6. Air 1,00 993,32 0,00 0,83
7. NaClO2 0,00 0,00 0,00 0,00
8. NaOH 0,00 0,00 0,00 0,00
9. CH3COONa 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Asam Asetat 0,00 0,00 0,00 0,00
11. Ethanol 95% 0,00 0,00 0,00 0,00
12. HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
13 Xylose 0,00 0,00 0,001 0,58
14 Arabinosa 0,00 0,00 0,17 117,24
15 Resin HCl 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Raney Nickel 0,00 0,00 0,00 0,00
17 H2 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Xylitol 0,00 0,00 0,83 579,29
19 Karbon Aktif 0,00 0,00 0,00 0,00
Total Aliran 1,00 993,32 1,00 697,94
Total 1691,26

A-38
APPENDIKS B
PERHITUNGAN NERACA ENERGI

Laju alir tongkol jagung = 2247.100 kg/jam


Basis = 1.000 jam
Massa tongkol masuk = 2247.100 kg
Basis Waktu = 1 jam
Satuan Panas = kJoule
Suhu Reference = 25 oC = 298 o
K

Bila terdapat reaksi menggunakan persamaan berikut:


Hin + Q - Hout + (-ΔH°Rx) = Akumulasi
Hin + Q - Hout + (-ΔH°Rx) = 0
Hout = Hin + (-ΔH°Rx) + Q
Q = Hout - Hin - (-ΔH°Rx)

Bila tidak terdapat reaksi menggunakan persamaan berikut:


Akumulasi = Hin - Hout + Q
0 = Hin - Hout + Q
Hout = Hin + Q

Cp Tongkol jagung = 3.620 kJ/Kg K


Cp Hemiselulose = 1.95 kJ/Kg K (Xu and Lancester)
Cp Selulose = 1.5 kJ/Kg K (Coulson and Richardson, 1993)
Cp Lignin = 1.34 kJ/Kg K (Lin, Stephen, 1992 : 212)
Cp NaClO2 = 0.94 kJ/Kg K (Coulson and Richardson, 1993)
Cp Xilan = 1.95 kJ/Kg K (Fischer and Xi, 1987)
Cp Xilose = 0.94 kJ/Kg K (Fischer and Xi, 1987)
Cp Xylitol = 0.31 kJ/Kg K (Perry, 6th Edition)

B.1 Heater (E-122)

58 57
Udara
udara kering Heater masuk
(E-122)
Steam masuk Steam
55 56 keluar

Fungsi : Memanaskan udara yang akan menjadi penguap dalam proses selanjutnya.
Pada aliran <57> diketahui:
T48 = 30 oC
RH = 75%

B-1
Didapatkan Humidity dengan menggunakan Humidity Chart Grafik 9.3-2
H = 0.023
λ0 pada T ref = 25˚C = Hsteam pada 0˚C - Hliq pada 25˚C
= 2501.4 - 10.89
= 2490.51 kJ/kg
H<48> = cs (T-T0) + H λ0
= (1.005+1.88 x 0.023)(30-25) + 0.023 x 2490.51
= 62.523 kJ/kg
Pada aliran <58> diketahui:
T = 120 oC
H = 0.023
H<58> = cs (T-T0) + Hλ0
= (1.005+1.88 x 0.023)(120-25) + 0.023 x 2490.51
= 156.86 kJ/kg
Maka, H panas yang dibutuhkan adalah:
Hin - H out + Q = 0
11558225.91 - 28998571.81 + Q = 0
Q = 17440345.9 kJ

Asumsi Q losses = 5%
T steam = 200 oC ; λ = 1940.75 kJ/kg
Qsteam = Qn/0.95
= 18358258.84 kJ
Qsteam = m . λ
m = 9459.36305 Kg
Sehingga steam yang dibutuhkan = 9459.36 kg

Tabel B.1 Neraca Energi Heater


Hin kJ Hout kJ
H in 11558225.9 Hout 28998571.8
Qkebutuhan panas 18358258.8 Qloss 917912.9
Total 29916484.8 Total 29916484.8

B.2 Rotary Dryer (H-120)

36 58
G2 Rotary Dryer G1
(H-120)
S1 S2
2 3

Fungsi : Pada proses pengeringan ini dimaksudkan agar solid menjadi kering sebelum
masuk pada pemotongan

B-2
a. Perhitungan untuk udara kering
Untuk aliran <58>, perhitungan sebagai berikut:
TG1 = 120 oC
H 1 = 0.023
H'G1 = cs (TG1-T0) + H 1 λ0
= (1.005+1.88 x 0.023)(120-25) + 0.023 x 2490.51
= 156.86 kJ/kg
Untuk aliran <58>, perhitungan sebagai berikut:
Menggunakan Humidity Chart Grafik 9.3-2 didapatkan tw = 42.5 oC
Menggunakan persamaan pada buki Bedger and Benchero Bab Drying
Menggunakan Nt = 1.5
Trial TG2 = 59.7926 oC
∆Tlmtd = (TG1 - Tw) - (TG2 - Tw)
ln TG1 - Tw
TG2 - Tw
= (120 - 42.5) - (60 - 42.5)
ln 120 - 42.5
60 - 42.5
o
= 40.138 C
Nt = TG1 - TG2
∆Tlmtd
= 120 - 60
40.1383
= 1.5
TG2 = 59.7926 oC
H'G2 = cs (TG2-T0) + H 2 λ0
= (1.005+1.88 x H 2)(43.75-25) + H 2 x 2490.51

b. Perhitungan untuk solid


cps = 3.620 kJ/Kg K
cpa = 4.187 kJ/kg K
Ts1 = 30 ˚C
Asumsi Ts2,
Ts2 = 50 ˚C
X1 water content removable dalam pengeringan
Perbandingan air dan solid kering = 4877.41153 kg H2O
1668.24704 kg dry material
X1 = 4877.4115
1668.247
= 2.9236746
Untuk X2, diinginkan agar total moisture dalam solid sampai sebesar 20 %
X2 = 0.2

B-3
Menggunaan persamaan 9.10-25:
Untuk aliran <2>, perhitungan sebagai berikut:
H's1 = cps(Ts1-T0) + X1 cpa (Ts1-T0)
= 3.62(30-25) +2.9236 x 4.187 (30-25)
= 79.307 kJ/kg dry solid
Untuk aliran <3>, perhitungan sebagai berikut:
H's2 = cps(Ts2-T0) + X2 cpa (Ts2-T0)
= 3.62(50-25) + 0.05x 4.187 x(50 - 25)
= 111.44 kJ/kg

Trial G udara yang masuk = 184863.79 kg


Fs X1 + G udara H 1 = Fs X2 + G udara H 2
1668.2 x 2.9237 + 184864 x 0.023 = 1668 x 0.2 + 184864 xH 2
H2 = 8795.6293
184863.79
= 0.047579

H'G2 = cs (TG2-T0) + H 2 λ0
= (1.005+1.88 x H 2)(59.792-25) + H 2 x 2490.51
= 156.5746 kJ/kg

Fs H's1 + G udara H'G1 = Fs H's2 + G udara H'G2


1668.25 x 79.3 + 184864 x 156.865 = 1668 x 111.4 + 184864 x 157
29130875.7 = 29130875.7
Error = 0
Dengan menggunakan solver didapatkan G udara sebagai berikut:
G udara masuk = 184863.79 kg

Tabel B.2 Neraca Energi Rotary Dryer (H-120)


Hin kJ Hout kJ
Udara 28998571.8 Udara 28944974.6
Solid 132303.9 Solid 185901.1
Total 29130875.7 Total 29130875.7

B.3 NaClO2 Mixing Tank (M-210)

37

4 5
NaClO2 Mixing Tank
(M-210)

B-4
P operasi = 1 atm
T operasi = 30 ˚C

a. Menghitung Energi yang masuk


Untuk aliran <4>, perhitungan sebagai berikut:
T= 50 ˚C
Cp diketahui dari beberapa literatur mengenai hemiselulosa, selulosa, dan lignin.
Untuk cp air menggunakan referensi buku Geankoplis

Tabel B.3 Enthalpy Aliran <4>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 25.00 33860.71
Selulosa 602.45 1.50 25.00 22591.78
Lignin 348.75 1.34 25.00 11700.56
Impurities 22.47 0.84 25.00 471.89
Air 333.65 4.18 25.00 34891.39
Total 103516.33

Untuk aliran <37>, perhitungan sebagai berikut:


Menghitung Heat of solution untuk NaClO2 didalam air.
∆H of solution = 0.33 kJ/mol x m
BM
= 0.33 kJ/mol x 417 x 1000 gr
90.4 kg
= 1521.8 kJ
Data suhu saat pencampuran:
T NaClO2 = 30 ˚C
T Air = 30 ˚C
Tabel B.4 Enthalpy Aliran <37>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 41289.1 4.2 5.0 863148.9
NaClO2 417.1 0.9 5.0 1968.2
Total 865117.1

Suhu larutan 1% NaClO2 saat masuk tangki NaClO2 Mixing Tank


∆H (kJ) = 41289 x 4.2 x ( T - 25 ) + 417 x 0.94 x ( T - 25 ) +
1521.8
865117.11 = 172629.79 T - 4315744.7 + 394 T - 9840.9 + 1521.8
173023 T = 5189180.9
T = 30 ˚C

b. Menghitung Energi yang keluar


Untuk aliran <5>, perhitungan sebagai berikut:
Tout NaClO2 Mixing Tank = 30 ˚C

B-5
Tabel B.5 Enthalpy Aliran <5>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.6 2.0 5.0 6772.1
Selulosa 602.4 1.5 5.0 4518.4
Lignin 348.7 1.3 5.0 2340.1
Impurities 22.5 0.8 5.0 94.4
Air 41622.8 14.8 5.0 3074247.5
NaClO2 417.1 0.9 5.0 1968.2
Total 3089940.7

Kondisi Operasi di Mixing Tank NaClO2 Mixing Tank yaitu :


T = 30 ˚C
P = 1 atm

Maka dilakukan pemanasan di dalam tangki untuk menjaga kondisi suhu operasi
menggunakan pemanas, dengan trial T = 30 C diperoleh Q yang dibutuhkan :
Q steam yang masuk agar T operasi = 30 C

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qn
Acc = 0 (Steady state)
Hout = Hin + Q
Qn = 2121307.2 kJ (Membutuhkan panas)

c. Perhitungan Kebutuhan Steam


Kondisi T steam = 120 °C
Dari steam table didapat λ = 2202.59 kJ/kg
Asumsi Qloss = 5% dari steam

Neraca Energy
Acc = Hin - Hout + Qn(Mentransfer panas)
Acc = 0 (Steady state)
Qn = Hout -Hin
Qn = Qsteam - 0.05 Qsteam
Qn = 0.95 Qsteam
Qsteam = Qn/0.95
= 2232954.983 kJ
Qsteam = m . λ
m = 1013.79 Kg
Sehingga steam yang dibutuhkan = 1013.79 kg

T keluar NaClO2 Mixing Tank, T di aliran 5 = 30 °C , sehingga Neraca Energi :

B-6
Tabel B.6 Neraca Energi NaClO2 Mixing Tank
Hin kJ Hout kJ
<4> 103516.33 <5> 3089940.67
<37> 865117.11 <Q loss> 111647.75
<Q steam> 2232954.98
Total 3201588.42 Total 3201588.42 0

B.4 Washing Tank (M-230)

39
7 8

Washing Tank
(M-230)

a. Menghitung Energi yang masuk


Untuk aliran <7> dan <39>, perhitungan sebagai berikut:
T7 = 30 ˚C
T37 = 30 ˚C

Tabel B.7 Enthalpy Aliran <7>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.14
Selulosa 602.45 1.50 5.00 4518.36
Lignin 139.50 1.34 5.00 936.04
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.38
NaClO2 44.29 0.94 5.00 209.02
Air 4411.53 4.18 5.00 92245.14
Total 104775.08

Tabel B.8 Enthalpy Aliran <39>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 8911.65 4.18 5.00 186298.01
Total 186298.01

b. Menghitung Energi yang keluar


Trial T8 = 30.0 ˚C

Tabel B.9 Enthalpy Aliran <8>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.65
Selulosa 602.45 1.50 5.00 4518.70
Lignin 139.50 1.34 5.00 936.12
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.39
NaClO2 44.29 0.94 5.00 209.04

B-7
Air 13323.18 4.18 5.00 278542.21
Total 291073.10

Tabel B.10 Neraca Washing Tank (M-230)


Hin kJ Hout kJ
<7> 104775.08 <8> 291073.10
<37> 186298.01 0.00
Total 291073.10 Total 291073.10 0
Dengan meggunakan solver, diperoleh Tout = 30.0 ˚C

B.5 NaOH Mixing Tank (M-310)

41

9 10
NaOH Mixing Tank
(M-310)
Perendaman

a. Menghitung Energi yang masuk


Untuk aliran <9>, perhitungan sebagai berikut:
T9 = 30.00 ˚C
Tabel B.11 Enthalpy Aliran <9>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.65
Selulosa 602.45 1.50 5.00 4518.70
Lignin 139.50 1.34 5.00 936.12
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.39
NaClO2 44.29 0.94 5.00 209.04
Air 13323.18 4.18 5.00 278542.21
Total 291073.10

Untuk aliran <41>, perhitungan sebagai berikut:


Menghitung Heat of solution untuk NaOH didalam air.

∆H of Solution = ∆H of solution NaOH x mol NaOH


= -44.51 kJ/mol x m x 1000 gr
BM kg
= -44.51 kJ/mol x 694.58 x 1000 gr
39.997 kg
= -772950.3196 kJ

Data suhu saat pencampuran:


T NaOH = 30 ˚C
T Air = 30 ˚C

B-8
Tabel B.12 Enthalpy Aliran <41>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 2920.69 4.181 5.0 61057.093
NaOH 694.58 0.705802935 5.0 2451.1781
Total 63508.271

Suhu larutan 10% NaOH saat masuk tangki NaOH Mixing Tank
∆H (kJ) = 694.58 x 0.7 x ( T - 25 ) + 2921 x 4.18 x ( T - 25 ) +
-772950
63508.271 = 490.24 T - 12255.89 + 12211.4 T - 305285 + -772950.32
12702 T = 1153999.9
T = 91 ˚C

b. Menghitung Energi yang keluar


Untuk aliran <10>, perhitungan sebagai berikut:
T10 perendaman = 30 ˚C

Tabel B.13 Enthalpy Aliran <10>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.14
Selulosa 602.45 1.50 5.00 4518.36
Lignin 139.50 1.34 5.00 936.04
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.38
NaClO2 44.29 0.94 5.00 209.02
Air 16243.87 4.18 5.00 339578.19
NaOH 694.58 0.71 5.00 2451.18
Total 354559.31

- Perhitungan Pendingin
Kondisi Operasi di Mixing Tank Ekstraksi yaitu :
T = 30 ˚C
P = 1 atm
Maka dilakukan pendinginan di dalam tangki untuk menjaga kondisi suhu operasi
menggunakan Coil, dengan trial T = 30 C diperoleh Q yang dibutuhkan :

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Q
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi
Hout = Hin + Q
Q = Hout - Hin
Q = -772972.38 kJ (minus, sehingga sistem membutuhkan cooler)

B-9
c. Perhitungan Kebutuhan Air Pendingin
Tin = 25 °C
Tout = 34 °C
Asumsi :
Qloss = 5% dari Q
Qloss = 38648.619 kJ

Q yang ditransfer = Q + Q loss


= 811621.00 kJ

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qtransfer (plus karena sistem menerima panas)
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi :
Hout = Hin + Qtransfer
Qtransfer = Hout - Hin
Qtransfer = m . [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
m = Qtransfer / [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
= 21569.03 kg
Sehingga air pendingin yang dibutuhkan sebesar 21569.03 kg

T keluar Ekstraksi, T di aliran 10 = 30 ˚C , sehingga Neraca energi sebagai berikut :

Tabel B.14 Neraca Energi NaOH Mixing Tank (M-310)


Hin kJ Hout kJ
<9> 291073.10 <10> -418391.01
<41> 63508.27 <Q cooler> 811621.00
<Qloss> 38648.62
Total 393229.99 Total 393229.99 0
Dengan meggunakan solver, diperoleh Tout = 30 ˚C

B.6 Acetic Acid Reactor Tank (R-320)

42
11 12
Acetic Acid
Penetralan
Reactor Tank

a. Menghitung Energi yang masuk


Untuk aliran <11>, perhitungan sebagai berikut:
T11 = 30 ˚C
Tabel B.15 Enthalpy Aliran <11>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.14

B-10
Selulosa 602.45 1.50 5.00 4518.36
Lignin 139.50 1.34 5.00 936.04
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.38
Air 16243.87 4.18 5.00 339578.19
NaClO2 44.29 0.94 5.00 209.02
NaOH 694.58 0.71 5.00 2451.18
Total 354559.31

Untuk aliran <42>, perhitungan sebagai berikut:


Menghitung Heat of solution untuk Asam Asetat didalam air.
∆H of solution = ∆H of solution Asam Asetat x mol Asam Asetat
= -1.51 kJ/mol x m x 1000 gr
BM kg
= -1.51 kJ/mol x 1052.3 x 1000 gr
60.05 kg
= -26460 kJ

Suhu Asam Asetat sebelum perncampuran dengan air


T= 30 ˚C
Tabel B.16 Enthalpy Air dan Asam Asetat sebelum pencampuran
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Asam Asetat 1052.27 0.12 5.00 622.04
Air 1052.27 4.18 5.00 21997.74
Total 22619.79

Suhu larutan 50% Asam Asetat saat masuk tangki penetralan dengan ethanol
∆H (kJ) = 1052.27 x 0.1 x ( T - 25 ) + 1052 x 4.18 x ( T - 25 ) +
-26460.1
22619.788 = 124.40876 T - 3110.2189 + 4400 T - 109989 + -26460
4524 T = 162178.86
T42 = 36 ˚C

Tabel B.17 Enthalpy Pencampuran Aliran <42>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 1052.27 4.18 10.85 47730.22
Asam Asetat 1052.27 0.12 10.85 1349.70
Total 49079.91

b. Menghitung Energi yang keluar


Untuk aliran <12>, perhitungan sebagai berikut:
T12 perendaman = 30 ˚C

∆H of formation = -708.8 kJ/mol x m x 1000 gr


BM kg

B-11
= -708.8 kJ/mol x 1423.9 x 1000 gr
82.03 kg
= -12303432 kJ

∆H of solution = ∆H of solution CH3COONa x mol CH3COONa


= -17.4 kJ/mol x m x 1000 gr
BM kg
= -17.40 kJ/mol x 1423.9 x 1000 gr
82.03 kg
= -302031 kJ

Tabel B.18 Enthalpy Aliran <12>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.14
Selulosa 602.45 1.50 5.00 4518.36
Lignin 139.50 1.34 5.00 936.04
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.38
Air 17608.88 4.18 5.00 368113.64
NaClO2 44.29 0.94 5.00 209.02
CH3COONa 1423.89 100.83 5.00 717852.20
Asam Asetat 10.23 0.12 5.00 6.05
Total 1098501.8

- Perhitungan Pendingin
Kondisi Operasi di Mixing Tank Ekstraksi yaitu :
T = 30 °C
P = 1 atm
Maka dilakukan pendinginan di dalam tangki untuk menjaga kondisi suhu operasi
menggunakan Coil, dengan trial T = 30 C diperoleh Q yang dibutuhkan :

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Q
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi
Hout = Hin + Q
Q = Hout - Hin
Q= -11111189.855 kJ (minus, sehingga sistem membutuhkan cooler)

c. Perhitungan Kebutuhan Air Pendingin


Tin = 25 °C
Tout = 40 °C

Asumsi :
Qloss = 5% dari Q
Qloss = 555559.49 kJ

B-12
Q yang ditransfer = Q + Q loss
= 11666749.35 kJ

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qtransfer (plus karena sistem menerima panas)
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi :
Hout = Hin + Qtransfer
Qtransfer = Hout - Hin
Qtransfer = m . [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
m = Qtransfer / [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
= 186028.0531 kg
Sehingga air pendingin yang dibutuhkan sebesar 186028 kg

T keluar , T di aliran 11 = 30 C , sehingga Neraca energi :

Tabel B.19 Neraca Energi Acetic Acid Reactor Tank (R-320)


Hin kJ Hout kJ
<10> -418391.0 <11> 796470.6
<32> 22619.8 <HR> -12303432
<Qloss> 555559.5 <Q cooler> 11666749.3
Total 159788.3 Total 159788.3
#
B.7 Ethanol Mixing Tank (M-340)

44

13
Ethanol 14
Mixing Tank
Perendaman
(M-340)
a. Menghitung Energi yang masuk
Untuk aliran <13>, perhitungan sebagai berikut:
T13 = 30.00 ˚C
Tabel B.20 Enthalpy Aliran <13>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 5.00 6772.14
Impurities 22.47 0.84 5.00 94.38
Air 15365.47 4.20 5.00 322598.09
NaClO2 38.65 0.94 5.00 182.39
CH3COONa 1242.48 100.83 5.00 626396.35
Asam Asetat 10.23 0.12 5.00 6.05
Total 956049.40

B-13
Untuk aliran <44>, perhitungan sebagai berikut:
Menghitung Heat of solution untuk C2H5OH didalam air.

∆H of Solution = ∆H of solution C2H5OH x mol C2H5OH


= 7.61 kJ/mol x m x 1000 gr
BM 1 kg
= 7.61 kJ/mol x 1979.5 x 1000 gr
46 1 kg
= 327486.26 kJ

T33 = 30 ˚C
Tabel B.21 Enthalpy sebelum pencampuran
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 132.76 4.18 5.00 2775.43
Ethanol 95% 1979.55 2.46 5.00 24348.45
Total 27123.88

Suhu larutan 95% Ethanol saat masuk tangki Mixing Tank


∆H (kJ) = 132.76 x 4.2 x ( T - 25 ) + 1980 x 2.46 x ( T - 25 ) +
327486.3
27123.88 = 555.0858 T - 13877.145 + 4870 T - 121742 + 327486
5425 T = -164743.0
T33 = -30 ˚C

Tabel B.22 Enthalpy Pencampuran Aliran <44>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 132.76 4.181 -55.4 -30734.33
Ethanol 95% 1979.55 4.181 -55.4 -458258.1
Total -488992.4

b. Menghitung Energi yang keluar


Untuk aliran <14>, perhitungan sebagai berikut:
Trial Tout perendaman = 28.33 ˚C

Tabel B.23 Enthalpy Aliran <14>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 3.33 4516.55
Impurities 22.47 0.84 3.33 62.94
Air 15498.24 4.20 3.33 217009.45
NaClO2 38.65 0.94 3.33 121.64
CH3COONa 1242.48 100.83 3.33 417762.75
Asam Asetat 10.23 0.12 3.33 4.03
Ethanol 95% 1979.55 2.46 3.33 16238.72
Total 655716.1

B-14
Tabel B.24 Neraca Energi Ethanol Mixing Tank (M-340)
Hin kJ Hout kJ
<21> 692497.60 <23> 719650.56
<22> 27123.88
Total 719621.49 Total 719650.56 -29.1

B.8 Dilution Tank (M-360)

46
16
Dilution Tank 17
(M-360)
Perendaman

a. Menghitung Energi yang masuk


Untuk aliran <16>, perhitungan sebagai berikut:
T14 = 28.61 ˚C
Tabel B.25 Enthalpy Aliran <16>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 3.61 4889.49
Impurities 22.47 0.84 3.61 68.14
Air 2100.18 4.18 3.61 31714.04
Total 36671.66

Untuk aliran <46>, perhitungan sebagai berikut:


T41 = 30 ˚C
Tabel B.26 Enthalpy Aliran <46>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 78.73 4.18 5.00 1645.85
Total 1645.85

b. Menghitung Energi yang keluar


Untuk aliran <17>, perhitungan sebagai berikut:
Trial Tout perendaman = 28.65 ˚C

Tabel B.27 Enthalpy Aliran <17>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Xilan 694.58 1.95 3.65 4948.50
Impurities 22.47 0.84 3.65 68.96
Air 2178.91 4.18 3.65 33300.05
Total 38317.5

Tabel B.28 Neraca Energi Dilution Tank (M-360)


Hin kJ Hout kJ

B-15
<16> 36671.7 <17> 38317.5
<46> 1645.9
Total 38317.5 Total 38317.5 0.0
Dengan meggunakan solver, diperoleh Tout = 28.7 ˚C

B.9 Heater Hidrolisis (E-362)

66

Steam out

17 18

Steam in
65

T steam = 120 ˚C
T <15> = 28.7 ˚C
T <67> = 70 ˚C

a. Perhitungan Enthalpy Bahan Masuk


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)

Tabel B.29 Enthalpy Aliran <17>


Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 3.65 68.96
Air 2178.91 4.20 3.65 33427.42
Xylan 694.58 0.12 3.65 300.03
Total 33796.41

b. Perhitungan Enthalpy Bahan Keluar


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.30 Enthalpy Aliran <18>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 45.00 849.40
Air 2178.91 4.20 45.00 411715.89
Xylan 694.58 0.12 45.00 3695.36
Total 416260.65

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qn(Membutuhkan panas)
Acc = 0 (Steady state)
Hout = Hin + Q
Qn = 382464.24 kJ

B-16
c. Perhitungan Kebutuhan Steam
Kondisi T steam = 100 °C
Dari steam table didapat λ = 2256.59 KJ/kg
Asumsi Qloss = 5% dari steam

Neraca Energy
Acc = Hin - Hout + Qn(Mentransfer panas)
Acc = 0 (Steady state)

Qn = Qsteam - 0.05 Qsteam


Qn = 0.95 Qsteam
Qsteam = Qn/0.95
= 402594 kJ
Qsteam = m . λ
m = 178.408 Kg
Sehingga steam yang dibutuhkan = 178.408 kg

Tabel B.31 Neraca Energi Heater Hidrolisis (E-362)


H in kJ H out kJ
<17> 33796.41 <18> 416260.65
Q Steam 382464.24
Total 416260.65 Total 416260.65

B.10 Hydrolysis Tank Reactor (R-410)

47

18
Hydrolysis 19
Tank Reactor

Fungsi : Menghidrolisis Xilan menjadi Xilose

a. Menghitung Energi yang masuk


Untuk aliran <18>, perhitungan sebagai berikut:
T18 = 70 ˚C
Tabel B.32 Enthalpy Aliran <18>
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Impurities 22.47 0.84 45.0 849.4038
Air 2178.91 4.20 45.0 411715.89
Xilan 694.58 0.12 45.0 3695.3612
Total 416260.65

Menentukan ΔH HCl menggunakan persamaan Heat Capacity Correlation

B-17
Kondisi operasi Hidrolisis, T = 100 ˚C = 373 K
T2 B C D
ΔH = ‫׬‬T1 (A x T + (2 ) x T 2 + (3) x T 3 + 4 xT 4 ) dT

Dimana :
ΔH = Entalpi liquid, Joule/ mol
A, B, C dan D = Koefisien Regresi
T = Suhu, K

Untuk aliran <47> perhitungan sebagai berikut:


Menghitung Heat of dilution untuk HCl didalam air.
∆H of dilution = ∆H of dilution HCl x mol HCl
= -74.84 kJ/mol x m x 1000 gr
BM kg
= -74.84 kJ/mol x 104.2 x 1000 gr
36.46 kg
= -213860.1063 kJ

Suhu HCl sebelum pencampuran dengan air


T31 = 30 ˚C
Tabel B.34 Enthalpy Air dan HCl sebelum pencampuran
Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 937.68 4.181 5.0 19602.224
HCl 104.19 0.061151874 5.0 31.856088
Total 19634.08

Suhu larutan 10% HCl saat masuk reaktor hidrolisis


∆H (kJ) = 937.68 x 4.2 x ( T - 25 ) + 104.2 x 0.06 x ( T - 25 ) +
-213860
19634.08 = 3920.4448 T - 98011.119 + 6.37 T - 159.28 + -213860
3927 T = 331664.59
T31 = 84 ˚C

Tabel B.35 Enthalpy Pencampuran Aliran <47>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 937.68 4.181 59.5 233115.34
HCl 104.19 0.061151874 59.5 378.84186
Total 233494.19

b. Menghitung Energi yang keluar


Untuk aliran <19>, perhitungan sebagai berikut:
b.1 Menghitung Energi keluar tanpa reaksi
T operasi = 100 ˚C

Menentukan Cp Xilosa (C5H10O5)n menggunakan metode Verma dan Doriswamy


dengan kontribusi gugus.

B-18
Tabel B.36 Nilai Kontribusi Gugus Kapasitas Panas
Gugus Nilai

CH 20.92

CH2 30.38
O 35.15
OH 44.77
(Reid, 1997)
Menentukan Cp Xilosa (C5H10O5)
Cp = ( 4 x 20,92) + 30,38 + ( 2 x 35,15) + ( 2 x 44,77)
= 273.9 kJ/mol.K
= 0,2739 kJ/kmol.K
= 0,2739 kJ/kmol.K x (1 / 150 )
= 0.001826 kJ/Kg K

Tabel B.37 Enthalpy Aliran <19>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 3116.59 4.18 75.00 977752.46
Impurities 365.38 0.80 75.00 21922.71
Arabinosa 117.24 1.82 75.00 16038.08
HCl 104.19 0.59 75.00 4586.39
Xilose 117.24 0.94 75.00 8299.44
Total 1028599.08

b.2 Menghitung Energi keluar dengan reaksi


Reaksi yang terjadi di Reaktor Hidrolisis :

C5 H8 O4 + H2 O C5H10O5

Menghitung Heat of Formation untuk (C5H10O5)n didalam air.

∆Hf = ∆H formation of (C5H10O5)n

Menggunakan nilai kontribusi gugus untuk perhitungan ΔH˚f

Tabel B.38 Nilai Kontribusi Gugus


Gugus Nilai

CH 29.89

CH2 -20.64
O

B-19
CH2
O -138.16
OH -208.04
(Perry, 1999)
Maka nilai ΔH˚f dapat dihitung pada 298,15 ˚K :
1. Xilan (C5H8O4)
ΔH˚f = -959.98 kJ/mol
= -959980.0 kJ/kmol
= -959980.0 kJ x m
kmol BM
= -959980.0 kJ x 117.2
kmol 132
= -852801.4 kJ
2. Xilosa (C5H10O5)
ΔH˚f =
= -1057.71 kJ/mol
= -1057710 kJ/kmol
= -1057710 kJ x m
kmol BM
= -1057710 kJ x 117.2
kmol 150
= -826024.6 kJ

3. Air (H2O)
ΔH˚f = -285.84 kJ/mol (Smith Van Ness, 2001)
= -285840 kJ x m
kmol BM
= -285840 kJ x 117
kmol 18
= -1861849 kJ

Panas reaksi pada keadaan standar :


ΔH˚Rx = (ƩΔH˚f Produk) - (ƩΔH˚f Reaktan)
= (ƩΔH˚fC5H10O5) - (ƩΔH˚f C5H8O5 + ƩΔH˚f H2O)
= -826024.6 - -852801.41 - -1861848.5 kJ
= 1888625 kJ (endotermis)

Menghitung Q yang dibutuhkan dalam Hidrolisis Xilan


Q = ΔH˚ out - ΔH˚in - (-ΔH˚rx)
= 1028599.1 - 416260.65 - 19634.08 + 1888625.4
= 2481329.7 kJ (membutuhkan panas, diberi Heater)

dianggap asumsi 5% Qlosses, sehingga:


Q dibutuhkan = 2605396.2 kJ

B-20
Tabel B.39 Energi Hydrolysis Tank Reactor (R-410)
Hin kJ Hout kJ
<18> 416260.65 <19> 1028599.08
<47> 19634.08 <HRx> 1888625.36
<Q heater> 2605396.20 <Q loss> 124066.49
Total 3041290.93 Total 3041290.93

B.11 Vacuum Evaporator (V-430)

69

Steam 48

Vacuum
21
Evaporator
(V-430)

22

Data spesifikasi Steam


T : 120˚C
Hv : 2706.3 kJ/kg
Hl : 503.71 kJ/kg
λ : 2256.59 kJ/kg
(Geankoplis, 2003)
Data yang diperoleh dari neraca massa untuk masing masing aliran:

Aliran 21 dengan laju alir = 3885.02 kg/jam


Aliran 48 dengan laju alir = 2167.97 kg/jam
Aliran 22 dengan laju alir = 1717.05 kg/jam
Data pendukung untuk memperoleh suhu 48 dan 21:
Selanjutnya aliran 48 akan disebut V, dan 22 disebut L
Pv = 100 mmHg kTd = 0.52 x molality
= 12.3 kPa = 0.52 x molality
0.000 + 0.00
dari steam tabel: 1000
Tv0 = 50 ˚C = 0.00
Tv = Tv0 + kTd
Tv = TL = 50 ˚C

Tabel B.40 Entalpi Masuk <21>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Impurities 22.47 0.84 75 1415.673

B-21
Air 3167.97 4.183 75 993871.59
Arabinosa 117.24 1.823883849 75 16038.077
Xylose 577.33 0.943830164 75 40867.875
Total 1052193.2

Tabel B.41 Entalpi Keluar <48>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Air 2167.97 8.0763 149.5 2616880.2
Total 2616880.2

Tabel B.42 Entalpi Keluar <22>


Komponen Massa (kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ∆H (kJ)
Impurities 22.47 0.84 149.5 2821.11
Air 1000.00 4.18 149.5 625181.14
Arabinosa 117.24 1.82 149.5 31960.17
Xylose 577.33 0.94 149.5 81440.19
Total 741402.61

Menghitung Kebutuhan Steam


H<21> + S.λs = H<48> + H<22>
1052193 + S 2256.59 = 2616880.2 + 741402.608
S = 1021.9356 kg/jam

Tabel B.43 Neraca Energi Vacuum Evaporator (V-430)


Neraca Panas Total
H in KJ H out KJ
<21> 1052193.21 <48> 2616880.20
Q Steam 2306089.60 <22> 741402.61
Total 3358282.80 Total 3358282.80

B.12 Barometric Condenser (G-433)


<71>
Water <72>
<48> Barometric Vapor to Jet
Vapor Ejector
in
Condensed Vapor Water
<73> <73>
*) Digunakan countercurrent pada Barometric Condensor

V = 2167.97 Kg
Hv = 2592.1 KJ/Kg
Tv - T2 = (0.1 + 0.02 + a) . (Tv - T1) = 50.00 ˚C
Cp = 4.183 Kj/Kg.K

B-22
Pendingin menggunakan cooling water, Tw = 30 ˚C
Hv = 2556.3 Maka didapat λ = 2430.51
HL = 125.79

Menentukan T2
a = Perbandingan udara dalam uap (%berat)
= 6 - 8 / 1000 Kg uap yang terkondensasi Diambil nilai a = 0.8
Tv - T2 = (0.1 + 0.02 + a) . (Tv - T1) (Hugot, 1960)
T2 = 31.6
Neraca energi
607 + ( 0.30 x Tv ) - T2 (Hugot, 1960)
W=
T2 - T1
W= 369 Kg air per Kg uap terkondensasi

Asumsi = 70% Vapor Terkondensasi

Vapor terkondensasi = 1517.579439 kg


Kebutuhan air pendingin = 559986.813 kg
Vapor Masuk Steam Jet Ejector = 650.3911882 kg

Tabel B.44 Neraca Energi Barometric Condenser (G-422)


H in KJ H out KJ
Vapor 5619596.66 Condensed Vapor 3933717.66
Water 3747879.74 Water 3747879.74
Vapor to Steam Jet 1685879.00
Total 9367476.40 Total 9367476.40

B.13 Heater Hidrogenasi (E-513)

75
condensate out

22 23

steam in
74

T steam = 145 ˚C
T <22> = 50.0 ˚C
T <23> = 100 ˚C

a. Perhitungan Enthalpy Bahan Masuk


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)

B-23
Tabel B.45 Enthalpy Aliran <22>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 24.85 469.06
Air 1000.00 4.18 24.85 103947.55
Arabinosa 117.24 1.82 24.85 5313.95
Xylose 577.33 0.94 24.85 13540.89
Total 123271.45

b. Perhitungan Enthalpy Bahan Keluar


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.46 Enthalpy Aliran <23>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 74.85 1412.84
Air 1000.00 4.22 74.85 315792.15
Arabinosa 117.24 1.82 74.85 16006.00
Xylose 577.33 0.94 74.85 40786.14
Total 373997.13

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qn(Membutuhkan panas)
Acc = 0 (Steady state)
Hout = Hin + Q
Qn = 250725.68 kJ

c. Perhitungan Kebutuhan Steam


Kondisi T steam = 418 K = 145 ˚C
Dari steam table didapat λ = 2138.67 kJ/kg
Asumsi Qloss = 5% dari steam

Neraca Energy
Acc = Hin - Hout + Qn(Mentransfer panas)
Acc = 0 (Steady state)

Qn = Qsteam - 0.05 Qsteam


Qn = 0.95 Qsteam
Qsteam = Qn/0.95
= 263922 kJ
Qsteam = m . λ
m = 123.405 Kg
Sehingga steam yang dibutuhkan 123.405 kg

Tabel B.47 Neraca Energi Heater Hidrogenasi (E-513)


Neraca Panas Total
H in kJ H out kJ

B-24
<22> 123271.45 <23> 373997.13
<Q Heater> 263921.77 <Qloss> 13196.09
Total 387193.22 Total 387193.22

B.14 Hidrogenation Reactor Tank (R-510)


T <23> = 100 °C
T <49> = -8 °C
T <24> = 140 °C

23 24
Hydrogenation Reactor
Tank (R-510)

49

a. Perhitungan Enthalpy Bahan Masuk


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.48 Enthalpy Masuk Hydrogen Reactor Tank (R-510)
<23>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 74.85 1412.8417
Air 1000.00 4.22 74.85 315792.15
Arabinosa 117.24 1.82 74.85 16006.001
Xylose 577.33 0.94 74.85 40786.139
<43>
H2 11.64 14.2 -33.15 -5479.585
Total 368517.55

b. Perhitungan Enthalpy Bahan Keluar


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.49 Enthalpy Keluar Hydrogen Reactor Tank (R-510)
<24>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 114.85 2167.8673
Air 1000.00 4.25 114.85 488227.35
Arabinosa 117.24 1.82 114.85 24559.642
Xylose 0.58 0.94 114.85 62.491876
H2 3.94 14.2 114.85 6431.8713
Xylitol 585.14 0.313 114.85 21034.65
Total 542483.87

B-25
c. Perhitungan Enthalpy Reaksi
Reaksi yang terjadi :

Ni

Data standart Heat Of Formation (ΔHf°298)

Tabel B.50 Heat Of Formation


ΔHf°
Komponen
(kJ/mol)
Xylose -662.9
Xylitol -700.2
H2 0

Data Dari Appendiks A


Tabel B.51 Data Reaksi Dari Appendiks A
Reaktan Produk
Komponen Kmol Komponen Kmol
Xylose 3.85 Xylosa 0.0038
H2 3.8455588 H2 1.96
Xylitol 3.85
Total 7.69 Total 5.81

ΔHf° reaktan = jumlah mol komponen yang bereaksi x ΔHf°298


Tabel B.52 Perhitungan Panas Reaksi Reaktan
ΔHf° ni . ΔHf°
Komponen ni (mol)
(kJ/mol) (KJ)
Xylose 3845.55879 -662.9 -2549220.9
H2 3845.55879 0 0
Total -2549220.9

ΔHf° produk = jumlah mol komponen yang tersisa x ΔHf°298


Tabel B.53 Perhitungan Panas Reaksi Produk
ΔHc° ni . ΔHc°
Komponen ni (mol)
(kj/mol) (KJ)
Xylose 3.84 -662.9 -2545.536
H2 1956.26405 0 0
Xylitol 3845.55879 -700.2 -2692660.3
Total -2695205.8

Panas reaksi pada keadaan standar :


ΔH˚Rx = (ƩΔH˚f Produk) - (ƩΔH˚f Reaktan)
= -2695205.798 - -2549220.92
= -145984.9 kJ (Eksotermal)

B-26
Neraca Energi
Q = - H in + Hout - (-ΔH˚Rx)
Q = -368518 + 542484 - 145985
Q = 27981.4 kJ

Q bernilai positif, maka sistem ini membutuhkan panas.


Oleh karena itu pada reaktor hidrogenasi dibutuhkan sistem pemanas.
Pemanas menggunakan steam dengan suhu masuk 145 °C dan suhu keluar 145 °C.
λ = 2129.67 kJ/kg
Asumsi :
Q loss = 0.05
Q = Q steam - Q loss
Q = Q steam - 0.05 Q steam
27981.4 = 0.95 Qsteam
Q steam = 29454.154 kJ

Qsteam = m . λ
m = 13.8304 Kg
sehingga steam yang dibutuhkan = 13.8304 kg

Tabel B.54 Necara Energi Hydrogenation Reactor Tank (R-510)


H in kJ H out kJ
ΔH masuk 368517.55 ΔH keluar 542483.87
Q Steam 29454.15 Q loss 1472.71
ΔH˚Rx -145984.88
Total 397971.70 Total 397971.70

B.15 Cooler Knock Out Drum (E-511)

78
cooling water in

24 25

cooling water out


79

T cooler = 30 ˚C
T <24> = 140 ˚C
T <25> = 40 ˚C

B-27
a. Perhitungan Enthalpy Bahan Masuk
ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.55 Enthalpy Aliran <24>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 114.85 2167.87
Air 1000.00 4.25 114.85 488227.35
Arabinosa 117.24 1.82 114.85 24559.64
Xylose 0.58 0.94 114.85 62.49
H2 3.94 14.20 114.85 6431.87
Xylitol 585.14 0.31 114.85 21034.65
Total 542483.87

b. Perhitungan Enthalpy Bahan Keluar


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.56 Enthalpy Bahan Keluar <25>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Impurities 22.47 0.84 14.85 280.30
Air 1000.00 4.25 14.85 63127.35
Xylan 117.24 1.82 14.85 3175.54
Xylose 0.58 0.94 14.85 8.08
H2 3.94 14.20 14.85 831.64
Xylitol 585.14 0.31 14.85 2719.76
Total 70142.67

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Q
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi
Hout = Hin + Q
Q = Hout - Hin
Q = -472341.20 kJ (minus, sehingga sistem membutuhkan cooler)

c. Perhitungan Kebutuhan Air Pendingin


Tin = 30 °C
Tout = 40 °C
Asumsi :
Qloss = 5% dari Q
Qloss = 23617.06 kJ

Q yang ditransfer = Q + Q loss


= 495958.26 kJ

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qtransfer (plus karena sistem menerima panas)
Acc = 0 (steady state)

B-28
Sehingga persamaan menjadi :
Hout = Hin + Qtransfer
Qtransfer = Hout - Hin
Qtransfer = m . [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
m = Qtransfer / [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
= 11862.19238 kg
Sehingga air pendingin yang dibutuhkan sebesar 11862.2 kg

Tabel B.57 Neraca Energy Cooler Knock Out Drum (E-612)


H in kJ H out kJ
<24> 542483.87 <25> 70142.67
<Q loss> 23617.06 <Q cooler> 495958.26
Total 566100.93 Total 566100.93

B.16 Heater Evaporator (E-642)

81
steam out

28 29

steam in
80

T steam = 145 ˚C
T <28> = 40 ˚C
T <29> = 75 ˚C

a. Perhitungan Enthalpy Bahan Masuk


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.58 Enthalpy Aliran <28>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Air 994.15 4.19 14.85 61813.13
Arabinosa 117.24 1.82 14.85 3175.54
Xylose 0.58 0.94 14.85 8.08
Xylitol 579.29 0.31 14.85 2692.56
Total 67689.31
b. Perhitungan Enthalpy Bahan Keluar
ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.59 Enthalpy Aliran <24>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Air 994.15 4.194 49.85 207847.54
Arabinosa 117.24 1.82 49.85 10659.98
Xylose 0.58 0.94 49.85 27.12

B-29
Xylitol 579.29 0.31 49.85 9038.67
Total 227573.31

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qn(Membutuhkan panas)
Acc = 0 (Steady state)
Hout = Hin + Q
Qn = 159884.0 Kj

c. Perhitungan Kebutuhan Steam


Kondisi T steam = 145 °C
Dari steam table didapat λ = 2138.67 kJ/kg
Asumsi Qloss = 5% dari steam

Neraca Energy
Acc = Hin - Hout + Qn(Mentransfer panas)
Acc = 0 (Steady state)
Qn = Hout -Hin
Qn = Qsteam - 0.05 Qsteam
Qn = 0.95 Qsteam
Qsteam = Qn/0.95
= 168299 kJ
Qsteam = m . λ
m = 78.6933 Kg
Sehingga steam yang dibutuhkan = 78.6933 kg

Tabel B.60 Neraca Energy Tiap Arus


Neraca Panas Total
H in kJ H out kJ
ΔH masuk 67689.31 ΔH keluar 227573.31
Q Steam 168298.95 Q loss 8414.95
Total 235988.26 Total 235988.26

B.17 Multiple Effect Evaporator (V-640 A/B)


54
29
V-440A V-440B

82 31

83 87

B-30
Kondisi Operasi : T<29> = 75 °C
T<31> = 60.5 °C
Ts1 = 145 °C
effect 1 = 149.8 mmHg = 507.3 kPa
effect 2 = 101.6 mmHg = 344.1 kPa
Dari Appendiks A diperoleh data Feed evaporator sebagai berikut:

Tabel B.61 Data Aliran <29>


Komponen Massa (kg) Fraksi
Air 994.1486 0.5878
Arabinosa 117.2449 0.0693
Xylose 0.576 0.0003
Xylitol 579.2888 0.3425
Total 1691.2588 1.0000

Tf = 75 °C
f = 1691.259 kg
xf = 0.3425
xl2 = 0.83

Untuk short tube vertical evaporator, harga U berkisar antara 1100-2800 W/m2.K
Asumsi :
2
U1 = 2800 W/m .K
U2 = 2000 W/m2.K

Step 1 :
Untuk tekanan 149.8 mmHg, temperatur jenuh air (°C) = 60 (steam table)
kTd = 0.52 + molality
= 0.52 + 3.81 + 0.00
1000
= 0.5238
T2 = 60.5 °C

Step 2 :
neraca massa overall
f = L2 + V1 + V2
1691.259 = L2 + V1 + V2

neraca massa komponen


f . Xf = L2 . Xl2 + V1 . Xv1 + V2 . Xv2
579.289 = L2 . 0.83 + 0 + 0
L2 = 697.94 kg

B-31
f = L2 + V1+ V2
1691.259 = 697.94 + V1+ V2
V1 + V2 = 1691.259 - 697.938
= 993.320 kg

Asumsi besarnya penguapan masing masing efek


V1 = 650 kg
V2 = 343.320 kg

Neraca massa masing masing efek


(1 ) f - V1= L1 L1 = 1041.259 kg
(2 ) L1 - V2= L2 L2 = 697.938 kg

Neraca massa komponen untuk masing - masing efek


(1) f . Xf = L₁ . Xl₁ Xl₁ = 0.56
(2) L₁ . Xl₁ = L₂ . Xl₂ Xl2 = 0.83

Step 3 :
KTD pada masing - masing efek
KTD₁ = 0.52 (233.7 mmHg)
KTD₂ = 0.52 (149.8 mmHg)

∑∆T available = Ts₁ - T₃ (saturation) - (KTD₁ +KTD₂)


= 145 - 60 - 1.05
= 84 °C

∆T₁ = ∑∆T available . 1/U1


1/U1 + 1/U2
= 84 . 0.000357
0.000357 + 0.0005
= 34.98 °C

∆T1 dibuat lebih tinggi dari perhitungan karena feed masuk pada suhu yang lebih
rendah dari titik didih larutan
∆T₁ = 34.98 + 5 = 39.98 °C
∆T2 = 84 - 39.98 = 43.97 °C
Menghitung boiling point aktual
Efek 1
T₁ = Ts₁ - ∆T₁
= 145 - 39.98
= 105.02 °C

B-32
Efek 2
T₂ = T₁ - KTD₁ - ∆T₂
= 105.0 - 0.52381 - 43.97
= 60.52 °C
Ts₂ = T₁ - KTD₁
= 105.0 - 0.52381
= 104.5 °C
Ts₃ = T₂ - KTD₂ (di aliran 39)
= 60.52 - 0.52381
= 60.00 °C

Temperatur pada 2 efek


efek 1
Ts1 = 145 °C Ts₂ = 104.5 °C
T₁ = 105.0 °C T₂ = 60.52 °C

Step 4 :
Cp larutan xilose = (Cpair- (0.6 - 0.0018t) S)x0.2389
t = temperatur (°C)
S = konsentrasi (m/m%)
Tabel B.62 Data Tiap Aliran Evaporator
Arus f L1 L2 Satuan
Suhu 75 105.02 60.52 °C
Cp air 4.194 4.22 4.188 kJ/Kg.K
Konsentrasi 0.3425 0.5563 0.83
Cp bahan 3.38508 2.88261 2.2395 kJ/Kg.K

Hasil interpolasi enthalpy vapor dan enthalpy liquid dari saturated steam

Tabel B.63 Data Interpolasi Enthalpy


T °C Hv (kJ/kg) T °C hl (kJ/kg)
100 2676.1 100 419.4
104.50 2683.02 104.50 438.058
105 2683.8 105 440.15
T °C Hv T °C hl
60 2609.6 60 251.13
60 2609.6 60 251.130
65 2618.3 65 272.06

Data steam : Hs₁ = 2740.3 kJ/kg


hs₁ = 610.63 kJ/kg
λs₁ = Hs₁ - hs₁
= 2740.3 - 610.63
= 2129.7 kJ/kg

B-33
Efek 1
H₁ = Hs2 + (Cp H2O . KTD1)
= 2683.02 + 2.21047
= 2685.23 kJ/kg
λs₁ = Hs₁ - hs₁
= 2740.3 - 610.63
= 2129.67 kJ/kg

Efek 2
H2 = Hs3 + (Cp H2O . KTD2)
= 2609.60 + 2.19371
= 2611.79 kJ/kg

λs2 = H₁ - hs2
= 2685.234 - 438.058
= 2247.176 kJ/kg

Hubungan antara flow ratio digunakan pada neraca panas


V1 = 1691.259 - L1 (pers 1)
V2 = L1 - L2 (pers 2)

Efek 1
F . hLf + S x λs₁ = L₁ . hL₁ + V₁ x H₁ (pers 3)

Efek 2
L₁ . hL₁ + V₁ x λs₂ = L₂ . hL₂ + V₂ x H₂ (pers 4)

Substitusi pers.1 dan pers.2 ke pers.4


L1 . hL1 + (f-L1) .λs2 = L2 . hL2 + (L1- L2) . H2
L1 . hL1 + f . λs2 - L1 . λs2 = L2 . hL2 + L1 . H2- L2 . H2
L1 . (hL1-λs2-H2) = L2 .(hL2-H2) - f . λs2
L1 . -4628.304 = -1767346.08 - 3800556
L1 = 1203.01 kg

L1 = 1203.01 kg
L2 = 697.938 kg
V1 = f -L1
V1 = 488.247 kg
V2 = f -L2
V2 = 505.073 kg

B-34
Efek 1 :
f . hLf + S . λs1 = L1 . hL1 + V1 . H1
286252.3 + S . 2129.67 = 277494 + 1311058
1302300
S =
2129.67
S = 611.503 kg

Step 5
q1 = S . λs1 = 611.503 . 2129.67 = 1302300 kJ
q2 = V1.λs2 = 488.247 . 2247.18 = 1097178 kJ

q1 1302300.199
A1 = = = 11.633 m2
U1 . ΔT1 2800 . 39.98
q2 1097177.645
A2 = = = 12.476 m2
U2 . ΔT2 2000 . 43.97

Am = A1 + A2= 11.633 + 12.476


= 12.05 m2
2 2
A1 = 11.633 =
96.51%
Am 12.05

A2 = 12.4758 =
103.49%
Am 12.05

Karena selisih antara A₁, A₂ dengan Am kurang dari 5% maka memenuhi syarat.

Panas masuk
f . hlf = 1691.259 x 169.254 = 286252 kJ
S . Hs1 = 611.5 x 2740.3 = 1675702 kJ
Panas keluar
S . hs1 = 611.5 x 610.63 = 373402 kJ
V2 . H2 = 505.07 x 2611.79 = 1319147 kJ
V1 . hs2 = 488.247 x 438.058 = 213881 kJ
L2 . hl2 = 697.94 x 79.5556 = 55524.9 kJ

Tabel B.64 Neraca Energy Double Effect Evaporator (V-640 A/B)


Neraca Panas Total
H in kJ H out kJ
ΔH feed 286252 ΔH prod 55524.9
ΔH steam 1675702 ΔH vap 1319147
ΔH C1 213881

B-35
ΔH C2 373402
Total 1961955 Total 1961955

B.18 Barometric Condensor (G-647)


Cooling water 85
84
<76> Noncondensable Gas

Barometric
Condensor
54 Vapor

34
Condensed Vapor
Dari perhitungan sebelumnya didapatkan vapor yang keluar dari evaporator
V2 = V
V = 505.073 Kg
Hv = 2611.794 KJ/Kg
T = 60.5 ˚C
Cp = 4.219 Kj/Kg.K
Pendingin menggunakan cooling water Tw = 30 ˚C
Hv = 2547.2 Maka didapat λ = 2442.31 kJ/kg
HL = 104.89
Menentukan T2
a = Perbandingan udara dalam uap (%berat)
= 6 - 8 / 1000 Kg uap yang terkondensasi
Tv - T2 = (0.1 + 0.02 + a) . (Tv - T1)
T2 = 56.983046 ˚C
Neraca energi
V . Hv + W.CpΔT = (V+W) .Cp .ΔT
1319147 + W. 21.095 = 75697.8 + W 150
W. -128.78 = -1E+06
W = 9655.61 kg
ΔH vapor = 1319146.837 kJ
ΔH water = 203685 kJ

Tabel B.65 Neraca Energy Barometric Condenser (G-643)


H in kJ H out kJ
ΔH vapor 1319146.84 ΔH out 1522831.95

B-36
ΔH water 203685.113
Total 1522831.95 Total 1522831.95

B.19 Cooler (E-645)

89
cooling water in

31 32

cooling water out


90

T cooler in = 30 ˚C
T cooler out = 40 ˚C
T <31> = 60.5 ˚C
T <27> = 40 ˚C

a. Perhitungan Enthalpy Bahan Masuk


ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.66 Enthalpy Aliran <31>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Air 0.83 4.19 35.37 122.86
Arabinosa 117.24 1.82 35.37 7564.37
Xylose 0.58 0.94 35.37 19.25
Xylitol 579.29 0.31 35.37 6413.89
Total 14120.37
b. Perhitungan Enthalpy Bahan Keluar
ΔHi = mi . Cpi . (T-Tref)
Tabel B.67 Enthalpy Aliran <32>
Komponen Massa (Kg) Cp (kJ/kg.K) ∆T (K) ΔH (kJ)
Air 0.83 4.18 14.85 51.42
Arabinosa 117.24 1.82 14.85 3175.54
Xylose 0.58 0.94 14.85 8.08
Xylitol 579.29 0.31 14.85 2692.56
Total 5927.60
Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Q
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi
Hin = Hout - Q
Q = Hout - Hin
Q = -8192.767 kJ (minus, menandakan sistem membutuhkan pendingin)

B-37
c. Perhitungan Kebutuhan Air Pendingin
Tin = 30 °C
Tout = 40 °C

Asumsi :
Qloss = 5% dari Q
Qloss = -409.6384 kJ

Q yang ditransfer = Q + Q loss


= 8602.405466 kJ

Neraca Energi
Acc = Hin - Hout + Qtransfer (plus karena sistem menerima panas)
Acc = 0 (steady state)
Sehingga persamaan menjadi
Hout = Hin + Qtransfer
Qtransfer = Hout - Hin
Qtransfer = m . [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
m = Qtransfer / [(CP . ΔT)out - (CP . ΔT)in]
= 205.7499514 Kg
Sehingga air pendingin yang dibutuhkan sebesar = 205.75 kg

Tabel B.68 Neraca Energy Cooler (E-645)


H in kJ H out kJ
<31> 14120.37 <32> 5927.60
Q loss 409.64 Q cooler 8602.41
Total 14530.01 Total 14530.01

B-38
APPENDIKS C
SPESIFIKASI ALAT

C.1 Unit Pencucian


C.1.1 Gudang Penyimpanan Tongkol Jagung (F-111)

Fungsi : Menyimpan Tongkol Jagung


Tipe : Bangunan persegi dengan tutup prisma segi empat
Dasar Pemilihan : Sesuai dengan karakteristik bahan

4 ft

6 ft
Dasar Perencanaan :
Bahan Konstruksi = Beton
Rate = 2247.1 kg/hari
= 4954.0 lb/hari
Volume bahan = 4954 lb/hari = 110.1 ft3/hari
3
45.0 lb/ft
3
Densitas Tongkol Jagung = 45.01 lb/ft = 721 kg/m3

Faktor Keamanan 25 %, sehingga bahan mengisi 75% volume gudang


Volume gudang = 110.1 ft3/hari = 146.7 ft3/hari
75%
Diambil asumsi : Tinggi = 2Y
: Panjang = Lebar = 3Y
Volume gudang = Panjang x Lebar x Tinggi
146.75 ft3/hari = 3Y x 3Y x 2Y
146.75 3
ft /hari = 18 Y3
Y = 2.0 ft
Tinggi = 2 x 2.0 = 4.03 ft
Panjang = Lebar = 3 x 2.0 = 6.04 ft

Spesifikasi Peralatan :
Nama : Gudang Penyimpanan Tongkol Jagung
Fungsi : Menyimpan Tongkol Jagung
Tipe : Bangunan persegi dengan tutup prisma persegi empat.

C-1
Kode : F-111
Dasar Pemilihan : Sesuai dengan karakteristik bahan.
Panjang : 6.04 ft
Lebar : 6.04 ft
Tinggi : 4.03 ft
Konstruksi : Dasar beton, dinding batako
Jumlah : 1 buah

C.1.2 Belt Conveyor 1 (J-112)

<1>

15˚
10 m

Fungsi : Mengangkut Tongkol Jagung dari gudang penyimpanan menuju


pencucian
o
Tipe : Troughet Belt Conveyor on 20 idler
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 30 ºC = 86 ºF
̇
Kapasitas :
̇
Mass rate = 2247.1 kg/jam = 2.2471 ton/jam
Jarak horizontal = 10 m = 32.81 ft (asumsi)
Kemiringan belt = 15 ⁰ (asumsi)
Jarak horizontal
Panjang conveyor =
Kemiringan belt
32.81 ft
=
Cos 15⁰
= 34 ft
Rise = Jarak horizontal x tan 15⁰
= 32.81 ft x tan 15⁰
= 8.79 ft

Power Conveyor
Dari gambar 5.11 hal 83 dan grafik 5.5 C hal 82 (Walas. 1990) didapat :
Nilai P kosong = 0.2
P yang dibutuhkan = P horizontal + P vertikal + P kosong

C-2
= (0.4 + (L/300)) x (W/100) + 0.001 HW + 0.2
= 0.23 Hp
Losses, diambil = 10%
Maka daya aktual yang dibutuhkan = (1+ % Losses) x Daya teoritis
= ( 1 + 10% ) x 0.23 Hp
= 0.2543 Hp

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari penyimpanan ke pencucian
o
Tipe = Troughet Belt Conveyor on 20 idler
3
Massa jenis = 721 kg/m
3
= 45 lb/ft
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data
untuk massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
̇ = 88.766 m
3
x 24 = 2130.4 m
3

Dari̇ tabel didapatkan :


Lebar ̇ belt = 14 in = 0.36 m
2
Luas pengangkutan = 0.11 ft = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 in = 0.23 m
Skirt depth = 9 in = 0.23 m
Skirt length 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 in = 0.05 m
Seal Specification = 263 in = 6.67 m
Power = 0.25 hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 34 ft = 10.4 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C.1.3 Pencucian (F-110)


<2>

2m

9m

C-3
Spesifikasi Alat :
Fungsi : Menghilangkan kotoran dan hama dari Tongkol Jagung
Tipe : Washer Line
Dimensi : - Panjang = 9 m
- Lebar = 1.8 m
- Tinggi = 2 m
Material : SUS304
Power : 8.8 kW
(alibaba.com)
C.1.4 Belt Conveyor (J-113)

4,14 m
<2>

15˚

4m

Fungsi : Mengangkut Tongkol Jagung dari pencucian menuju rotary dryer


Tipe : Troughet Belt Conveyor on 20 ˚ idler
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 30 ºC = 86 ºF
̇
Kapasitas :
Mass ̇ rate = 7891.1 kg/jam = 7.8911 ton/jam
Jarak horizontal = 4 m = 13.12 ft (asumsi)
Kemiringan belt = 15 ⁰ (asumsi)
Jarak horizontal
Panjang conveyor =
Kemiringan belt
13.12 ft
=
Cos 15⁰
= 13.6 ft
Rise = Jarak horizontal x tan 15⁰
= 13.12 ft x tan 15⁰
= 3.52 ft

Power Conveyor
Dari gambar 5.11 hal 83 dan grafik 5.5 C hal 82 (Walas. 1990) didapat :

C-4
Nilai P kosong = 0.2
P yang dibutuhkan = P horizontal + P vertikal + P kosong
= (0.4 + (L/300)) x (W/100) + 0.001 HW + 0.2
= 0.26 Hp
Losses, diambil = 10%
Maka daya aktual yang dibutuhkan = (1+ % Losses) x Daya teoritis
= ( 1 + 10% ) x 0.26 Hp
= 0.2890 Hp

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari crusher ke Reaktor
Delignifikasi
Tipe = Troughet Belt Conveyor on 20˚ idler
3
Massa jenis = 721 kg/m
3
= 45 lb/ft
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data untuk
massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
̇ = 88.766 m
3
x 24 = 2130.4 m
3

Dari̇ tabel didapatkan :


Lebar ̇ belt = 14 in = 0.36 m
2
Luas pengangkutan = 0.11 ft = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 in = 0.23 m
Skirt depth = 9 in = 0.23 m
Skirt length = 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 in = 0.05 m
Seal Specification = 263 in = 6.67 m
Power = 0.29 hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 13.6 ft = 4.14 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C.1.5 Heater Udara Pengering (E-122)

Fungsi : Memanaskan udara untuk pengeringan rotary dryer


o o
dari suhu 30.0 C menjadi 120 C
Tipe : Shell and Tube Heat Exchanger
Bahan : SA-240 grade M tipe 316
Jumlah : 1 buah

C-5
Sketsa STHE yang akan didesain :
m2
steam
T1 = 392 oF
udara masuk
t1 = 86 oF

m1 udara keluar
t2 = 248 oF

T2 = 392 oF
kondensat

Kondisi Operasi :
Tekanan Total = Tekanan Operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan Desain = 1 x Tekanan Total
= 16.0 psi

Hot Fluid - Tube Side - Steam


T1 = 200 ºC = 392 ºF
T2 = 200 ºC = 392 ºF
μ = 0.01 cp (Kern, Fig. 15)
cp = 0.46 Btu/lbºF (Kern, Fig. 3)
2
k = 0.02 Btu/hr.ft ºF (Kern, Table. 5)
sg = 1

Cold Fluid - Shell Side - Udara Kering


t1 = 30 ºC = 86 ºF
t2 = 120 ºC = 248 ºF
μ = 0.02 cp (Kern, Fig. 15)
cp = 0.25 Btu/lbºF (Kern, Fig. 3)
2
k = 0.02 Btu/hr.ft ºF (Kern, Table. 5)
sg = 0.96

Kapasitas
Tube Side Shell Side
W = 22131791.03 kg/h w = 222862.46 kg/h
= 48792189.14 lb/h = 491327.05 lb/h

C-6
Log Mean Temperature Difference
𝑇1 − 𝑡2 − 𝑇2 − 𝑡1
∆𝑇𝐿𝑀𝑇𝐷 = = 215 ºF
𝑇 −𝑡
ln 𝑇1 − 𝑡2
2 1

FT = 1 (Kern, Fig. 18)


∆TLMTD = 215 ºF

Caloric Temperature
TC = Tave = 392 ºF Steam
tC = tave = 167 ºF Udara
Steam dan Udara Kering memiliki viskositas yang cukup rendah sehingga dapat dianggap
sebagai non-viscous fluid. Selain itu, Steam dan Udara Kering juga tidak termasuk
petroleum maupun hidrokarbon. Maka, perbandingan (μ/μw) dapat dianggap sama
dengan 1,00. Sehingga, caloric temperature diasumsikan sama dengan average
temperature .

Overall Heat Transfer Coefficient


Pilih UD antara 5-50 (Kern, Table 8)
2
Trial UD = 46 Btu/jam.ft .ºF
Duty = 19898745.38 Btu
𝑄 =
𝐴= 2012.763442 ft2 = 289837.94 in2
𝑈𝐷 ∆𝑇
𝐴 = (standarisasi)
𝑁𝑡 = 854.46 = 1024
𝑎" 𝐿
A Koreksi = 2412.1344
2
UD Koreksi = 38.383897 Btu/jam.ft .ºF

Heat Exchanger Design


Tube Side Shell Side
Number of Tubes = 1024 Inside Diameter = 39 in
Length = 12 ft Baffle Space = 21.5 in
BWG = 16 Passes = 1
Outside Diameter = 0.75 in De = 0.1 ft
Inside Diameter = 0.62 in
Equiv. Diameter = 0.95 in
a'' = 0.2 ft2/ft
a' = 0.22 in2
Clearence = 0.25 in
Pitch (Square) = 1 in
Passes = 2

C-7
Heat Transfer Evaluation
Tube Side Shell Side
Flow Area Flow Area
𝑁𝑇 × 𝑎′ = 0.7929 ft2 1 = 5.15 ft2
𝑎𝑇 = 𝑎𝑠 = × (𝐴𝑠 − 𝐴𝑡)
𝑛 × 144 144

Mass Velocity Mass Velocity


𝑊 = 61537234 lb/hr.ft2 𝑤 = 95374.4 lb/hr.ft2
𝐺𝑇 = 𝐺𝑠 =
𝑎𝑆
𝑎𝑇
Reynold Number Reynold Number
𝐺𝑇 × 𝐼𝐷 𝐺𝑆 × 𝑑𝑒
𝑁𝑅𝑒 = = 955499.3 𝑁𝑅𝑒 = = 202057.828
𝜇 × 2.42 𝜇 × 2.42
hio = 1500 Btu/hr.ft2 oF JH = 350
1
𝑘 𝑐𝑃 𝜇 3
tw = 386 ºF ℎ𝑜 = 𝑗𝐻 𝜙𝑠 0,14 = 38
𝑑𝑒 𝑘

μw = 0.0225
0.14
𝜇
ℎ𝑜 = ℎ𝑜 = 38
𝜇𝑤

Clean Overall Coefficient


ℎ𝑖𝑜 ℎ𝑜 = 37 Btu/hr.ft2.ºF
𝑈𝐶 =
ℎ𝑖𝑜 + ℎ𝑜

Dirt Factor
𝑈𝐶 − 𝑈𝐷 = -0.001 hr.ft2.ºF/Btu
𝑅𝐷 =
𝑈𝐶 𝑈𝐷

Pressure Drop Evaluation


Tube Side Shell Side
v= 25.05 (Table 7) De' = 0.10096 ft
s= 1/v = 0.0006387
62.5
NRe = 955499.3 NRe = 198949.25
f = 0.000014 f = 0.000013
Number of Crosses
𝑓𝐺𝑡 2 𝐿 𝑛 = 0.6155 psi 𝐿 = 6.7132867
∆𝑃𝑡 = 𝑁 + 1 = 12 ×
2 × 5.22 𝑥 1010 𝑥 𝐷 𝑠 ∅𝑠 𝐵
2

C-8
𝑉 2 = 0.001 Shell Pressure Drop
2𝑔′ 𝑓𝐺𝑠 2 𝐿𝑛
∆𝑃𝑠 =
4𝑛 𝑣 2 = 0.008 psi 5,22 𝑥 1010 𝑥 𝐷𝑒′ 𝑠 ∅𝑠
∆𝑃𝑟 =
𝑠 2𝑔′ = 0.0002737 psi
Tube Pressure Drop
∆𝑃𝑇 = ∆𝑃𝑡 + ∆𝑃𝑟 = 0.6235 psi
ΔPs sesuai dengan ketentuan, untuk ΔPT

C.1.6 Rotary Dryer (H-120)

<2>

<3>
8 m

60,8 m

Fungsi : Mengeringkan Tongkol Jagung sehingga Moisture Content berkurang


dari 292% menjadi 20%
Jenis : Single Shell Direct Heat Rotary Dryer

Perhitungan :
Neraca Massa Rotary Dryer
Komponen Masuk (kg/jam) Komponen Keluar (kg/jam)
Dry Material 2011.155 Dry Material 2011.155
Air 5879.961 Air 402.2309
Udara Kering 222862.464 Udara Kering 222862.464
Air yg diuapkan 5477.730
Total 230753.580 Total 230753.5804
Data-data Udara :
- Laju masuk = 222862.46 kg/jam = 491327.05 lb/hr
o
- Suhu masuk = 120.00 C = 248 oF
o o
- Suhu keluar = 59.79 C = 140 F
Data- data lain :
- Total Produk = 2413.39 kg/jam = 5320.60 lb/hr
- Evaporation = 5477.73 kg/jam = 12076.31 lb/hr
o o
- Suhu solid masuk = 30.00 C = 86 F
o o
- Suhu solid keluar = 50.00 C = 122 F
o o
- tw = 42.5 C = 109 F

C-9
Menghitung Dimensi Rotary Dryer :
Diameter Rotary Dryer :
- Udara masuk = 222862.46 kg/jam = 491327.046 lb/hr
- Kapasitas Udara untuk desain dibuat 9% leboh dari yang dibutuhkan sehingga
Kapasitas Udara masuk = 535546.481 lb/hr
2
- Asumsi superficial mass velocity = 1000 lb/hr.ft
A = G udara x ( 1 + evap + 0.023 x G udara yg dubutuhkan
G udara G udara untuk design
A = 535546.481 ( 1 + 0.1 x 491327.046 )
535546.481
2
A = 587084 = 587.08 ft
1000
maka,
D = 4A = 27.347 ft ≈ 28 ft = 8.53 m
π

Ab = πD2 = 615.75 ft2


4

Mencari over-all Heat-transfer Coefficient


GG = 587084 = 953.441
615.75
Ua = 15 GG 0.16 = 1.60554 (Badger and Banchero, Page 509)
D

Menghitung panjang Rotary Dryer :


Panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu produk keluar:
= m solid x cps x ∆T + m air di produk x cpa x ∆T
= 4433.83 x 0.86 x ( 122 - 86 ) + 887 x 1 x ( 122 - 86 )
= 169933 Btu/hr

Panas yang dibutuhkan untuk menghilangkan moisture content


= m evap x [ ∆T + λ + cp x ∆T]
= 12076.3 x [( 109 - 86 ) + 1025 + 0.45 x ( 140 - 248 )]
= 12061001.3 Btu/hr

Jadi, q total dapat diperoleh :


qt = 169933 + 12061001.3 = 12230934.12 Btu/hr

Preheating period
qp = m solid x cps x ∆T + m air di feed x cpa x ∆T
qp = 4433.83 x 0.86 x ( 109 - 86 ) + 12963.1 x 1 x ( 109 - 86 )
= 377925 Btu/hr

C-10
∆T udara = 377925.0545 ( 248 - 140 )
12230934.12
o
= 3.3486 F
o
Suhu udara pada pre heat akhir = 140 + 3.35 = 142.9753 F
o
Mean temp. diff = 37.1 F

Heating period
qs = m solid x cps x ∆T + m air di produk x cpa x ∆T
qs = 4433.83 x 0.86 x ( 122 - 109 ) + 887 x 1 x ( 122 - 109 )
= 63725 Btu/hr
∆T udara = 63725 ( 248 - 140 )
12230934.12
o
= 0.5646 F
o
Suhu udara pada awal tahap ini = 248 - 0.56 = 247.4354 F
o
Mean temp. diff = 53.8 F

Evaporating period
qv = q total - ( qp + qs )
qv = 12230934.12 - 441649.85
= 11789284.27 Btu/hr
o
Mean temp. diff = 74.9 F

Asumsi Ua konstan diseluruh dryer, sehingga mean temp. duff :


1 qp x 1 + qv x 1 + qs x 1
=
(∆t)m qt ∆tp qt ∆tv qt ∆ts
o
(∆t)m = 63.033 F (Badger and Banchero, Page 510)

Ua x (∆t)m x Ab x z = q total
z = 12230934.12
1.61 x 63 x 616
= 196.27596 ft ≈ 197 ft = 60 m
L/D = 7.0357

Dimana spesifikasi L/D sesuai dengan ketentuan di Perry ed. 7, hal 12-52 bahwa
Rotary Dryer memiliki batas L/D = 4-10 sehingga hasil perhitungan memenuhi.
Tetapi hasil perhitungan sangat besar, sehingga ditinjau lagi mengenai batas
Diameter Rotary, yakni mulai dari 0,3 sampai lebih dari 3 meter. Tetapi lebih dari
̇
3 meter tidak diberi batasan.
Spesifikasi Rotary Dryer

Fungsi = Mengeringkan Tongkol Jagung sehingga Moisture


Content berkurang dari 292% menjadi 20%
Jumlah = 1 buah

C-11
Kapasitas = 230753.58 kg/jam
Diameter Dryer = 8.53 m
Panjang Dryer = 60.0 m
Power = 4806.76 hp = 3585.8 kW

C.7 Belt Conveyor 3 (J-121)

<3>

15˚
4m
Fungsi : Mengangkut Tongkol Jagung dari rotary dryer ke crusher
o
Tipe : Troughet Belt Conveyor on 20 idler
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 50 ºC = 122 ºF
̇
Kapasitas :
Mass ̇ rate = 2413.4 kg/jam = 2.4134 ton/jam
Jarak horizontal = 4 m = 13.12 ft (asumsi)
Kemiringan belt = 15 ⁰ (asumsi)
Jarak horizontal
Panjang conveyor =
Kemiringan belt
13.12 ft
=
Cos 15⁰
= 13.6 ft
Rise = Jarak horizontal x tan 15⁰
= 13.12 ft x tan 15⁰
= 3.52 ft

Power Conveyor
Dari gambar 5.11 hal 83 dan grafik 5.5 C hal 82 (Walas. 1990) didapat :
Nilai P kosong = 0.2
P yang dibutuhkan = P horizontal + P vertikal + P kosong
= (0.4 + (L/300)) x (W/100) + 0.001 HW + 0.2
= 0.22 Hp
Losses, diambil = 10%

C-12
Maka daya aktual yang dibutuhkan = (1+ % Losses) x Daya teoritis
= ( 1 + 10% ) x 0.22 Hp
= 0.2411 Hp

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari Rotary Dryer ke Crusher
o
Tipe = Troughet Belt Conveyor on 20 idler
3
Massa jenis = 721 kg/m
3
= 45 lb/ft
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data untuk
massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
̇ = 88.766 m
3
x 24 = 2130.4 m
3

Dari̇ tabel didapatkan :


Lebar belt = 14 in = 0.36 m
2
Luas pengangkutan = 0.11 ft = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 in = 0.23 m
Skirt depth = 9 in = 0.23 m
Skirt length 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 in = 0.05 m
Seal Specification = 263 in = 6.67 m
Power = 0.24 hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 13.6 ft = 4.14 m
Panjang belt = 197 in = 5 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C.1.8 Light Crusher (C-130)

<3>

<4>
Fungsi : Menghancurkan dan memperkecil ukuran Tongkol Jagung
agar mudah dalam ekstraksi dan reaksi
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi

C-13
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 50 ºC = 122 ºF
Kapasitas :
Mass rate = 2413.39 kg/jam = 2.41 ton/jam
3
Densitas Tongkol Jagung = 721 kg/m
3
Volumetrik rate = 3.347 m x 24 = 80.33 m3
dari tabel 20-14 (halaman 20-30) Perry, Robert H. 6th edition didapatkan data untuk
kapasitas < 300 ton/jam

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Menghancurkan dan memperkecil ukuran Tongkol Jagung
agar mudah dalam ekstraksi dan reaksi
Tipe = Reversible Hammer Mill model no. 815
Ukuran mesin (rotor) = 30 x 30 in = 0.762 x 0.762 m
Kecepatan putaran = 900 rpm (maksimum)
Kapasitas = 330 - 400 ton/jam
Konsumsi Energi = 900 - 1200 hp = 617 - 894 kW
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C.1.9 Belt Conveyor (J-131)

3,11 m
<4>

15˚

3m

Fungsi : Mengangkut Tongkol Jagung dari Crusher ke Bucket Conveyor


Tipe : Troughet Belt on continous plate
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 50 ºC = 122 ºF
̇
Kapasitas :
Mass ̇ rate = 2413.4 kg/jam = 2.413 ton/jam
Jarak horizontal = 3 m = 9.84 ft (asumsi)

C-14
Kemiringan belt = 15 ⁰ (asumsi)
Jarak horizontal
Panjang conveyor =
Kemiringan belt
9.84 ft
=
Cos 15⁰
= 10.2 ft
Rise = Jarak horizontal x tan 15⁰
= 9.84 ft x tan 15⁰
= 2.64 ft

Power Conveyor
Dari gambar 5.11 hal 83 dan grafik 5.5 C hal 82 (Walas. 1990) didapat :
Nilai P kosong = 0.2
P yang dibutuhkan = P horizontal + P vertikal + P kosong
= (0.4 + (L/300)) x (W/100) + 0.001 HW + 0.2
= 0.22 Hp
Losses, diambil = 10%
Maka daya aktual yang dibutuhkan = (1+ % Losses) x Daya teoritis
= ( 1 + 10% ) x 0.22 Hp
= 0.2385 Hp

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari crusher ke Bucket
conveyor
Tipe = Troughet Belt on continous plate
3
Massa jenis = 721 kg/m
3
= 45 lb/ft
Berdasarkan tabel 21-7 Perry's Chemical Engineer Handbook, Ed.7, p. 21-11 data untuk
massa jenis maks. 100 lb/ft3, sehingga setara dengan kapasitas :
Kapasitas maksimum = 64000 kg/jam
= 64 ton/jam
3 3
= 88.766 m x 24 = 2130.4 m
Dari tabel didapatkan :
Lebar belt = 14 in = 0.36 m
2
Luas pengangkutan = 0.11 ft = 0.01 m2
Kecepatan belt = 200 ft/min = 0.5 m/s
Trough width = 9 in = 0.23 m
Skirt depth = 9 in = 0.23 m
Skirt length 7 ft = 2.13 m
Skirt to belt clearance = 2 in = 0.05 m
Seal Specification = 263 in = 6.67 m
Power = 0.24 hp
Kemiringan = 15 ⁰
Panjang Conveyor = 10.2 ft = 3.11 m

C-15
Panjang belt = 197 in = 5 m
Bahan = Stainless-Steel
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C.1.10 Bucket Elevator (J-132)

<5>

<4>

Fungsi : Mengangkut Tongkol Jagung dari Belt Conveyor ke Tangki


Delignifikasi
Tipe : Bucket Elevator for continuous buckets on chain
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 50 ºC = 122 ºF
̇
Kapasitas :
Mass ̇ rate = 2413.4 kg/jam = 2.413 ton/jam

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut Tongkol Jagung dari Belt Conveyor ke Tangki
Delignifikasi
Tipe = Bucket Elevator for continuous buckets on chain
3
Massa jenis = 721 kg/m
3
= 45 lb/ft
Dari tabel 21-9 Perry, 7th ed. Page 21-16 Untuk spesifikasi Bucket Elevator
Dari tabel didapatkan :
Ukuran bucket = 8 x 5,5 x 7,25 in = 0,203 x 0,14 x 0,197
Bucket spacing = 8 in = 0.2 m
Elevator center = 50 ft = 15.2 m

C-16
Kapasitas maksimal = 35 ton/jam
Power = 3.40 hp = 2.54 kW
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C.1.11 Tangki NaClO2 (F-212)

<5> 0,8 m

<29>

6,8 m

<6>
0,8 m

Fungsi = Menyimpan larutan NaClO2 1%


Poperasi = 1 bar = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303 K
Rate massa Air = 49776.074 kg/jam = 109737.458 lb/jam
r Air = 995.180 kg/m3
= 62.127 lb/ft
3

Rate massa NaClO2 = 502.789 kg/jam = 1108.459 lb/jam


3
ρ NaClO2 = 2500.000 kg/m3 = 156.070 lb/ft
Jadi,
Rate massa liquid total = 50278.86 kg/jam = 110846 lb/jam
r Campuran = 1001.2065 kg/m 3
= 62.503 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.8007 cp


= 0.000538 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 120 menit = 2 jam
- Volume liquid = 80% volume tangki (Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join ( E = 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C ( f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
- Ls = 1.5 ID (Kusnarjo, 2010, Hal 7)
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid

C-17
110846 lb/jam
= 4
62.503 lb/ft
3
= 1773.44 ft /jam

Rate volumetrik / tangki = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


ft3/jam
= 1773.44
1
3
= 1773.44 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 1773.44 ft /jam x 2 jam
3
= 3546.9 ft

100%
Volume total / tangki = x 3546.9 ft3 = 4433.6 ft3
80%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3
= 0.0847 D + (p/4)D L + 0.0847 D (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
3 2
= 0.0847 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
4433.6 = 1.3468 D
Diameter (OD) = 14.876 ft = 178.51 in = 4.53 m
Volume liquid
Tinggi liquid (HL) =
(1/4)pD2
= 3546.883
1/4 x 3.14 x 221.289
= 20.418 ft = 6.2232 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Sumber: Brownell, Pers. 3.17, hal 46)
62.503 x 19.418
=
144
Phidrostatik = 8.43 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 8.43 + 14.70
= 23.124 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi


Diambil Pdesign = 1.1 x Ptotal
= 25.4 psi = 1.73 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


E = 0.8 (Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254)
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C

C-18
f = 12650 (Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251)
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
25.437 x 89.255
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 25.437
1.40
= 0.3497 in = in
4
Standarisasi tebal bejana : 1/2 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
OD = 178.51 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 180 in = 15 ft
ID = OD - 2ts = 179.00 in = 14.917 ft
Ls = 1.5 ID
= 268.5 in = 22.38 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a
rc = ID = 179.0 in
C
0.89 x Pd rc (Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258)
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.89 x 25.4 x 179
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 25.4
4.19
= 0.523 in = in
8
Standarisasi tebal tutup : 5/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
maka, sf = 3.5 in (Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)

icr = 6% rc = 10.7 in (Brownell, 1959, Hal 88)


BC = rc - icr = 179 - 10.7 = 168 in = 14 ft (Brownell, 1959, Hal 87)

AB = ri - icr = 89.5 - 10.7 = 78.8 in = 6.56 ft (Brownell, 1959, Hal 87)


2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )

C-19
2 2 0,5
= 179 - ( 168 - 78.8 )
= 30 in = 2.53 ft

OA = tha + b + sf = 5/8 + 30 + 3.5


= 34.4 in = 2.87 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 337.373 in
= 28.114 ft

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Air


Rate massa Air = 109737.46 lb/jam
r Air = 62.127 lb/ft
3
3
Rate Volumetrik (Qf) = 1766.34 ft /jam
3
= 0.491 ft /s
Asumsi = aliran Turbulen
0.45
Di optimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)
0.45 0.13
= 3.9 x 0.491 x 62.127
= 3.9 x 0.7259 x 1.7105
= 4.84 inch
= 12.3 cm
ditetapkan:
Pipa 5 in sch 40 (Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 5.563 inch = 0.46 ft = 0.1413 m
ID = 5.047 inch = 0.42 ft = 0.139 m
2
A = 0.1389 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
0.4906
=
0.1389
= 3.533 ft/s
ρDv
Nre =
µ
62.503 x 0.421 x 3.533
=
0.0005380
= 172637
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle = 5.563 in

* Perhitungan Diameter Nozzle NaClO2


Rate massa NaClO2 = 502.8 kg/jam
3
ρ NaClO2 = 2500 kg/m3 = 156.070 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 7.10 ft /jam

C-20
3
= 0.00197 ft /s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

= 3 x 0.00197 0.36 x 156 0.18

= 3.0 x 0.10623 x 2.48


= 0.7910 inch
= 2.0 cm
ditetapkan:
Pipa 3/4 in Sch 40 (Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 1.05 inch = 0.088 ft = 0.0267 m
ID = 0.824 inch = 0.069 ft = 0.0209 m
2
A = 0.0037014 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.0019729
0.0037014
= 0.53 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 10616.5123
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih = 1.05 in

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Keluar


Rate massa aliran keluar = 50278.86 kg/jam = 110845.92 lb/jam
3
Densitas liquid = 62.50 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 1773.44 ft /jam
= 0.49 ft3/s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)
0.36
= 3 x 0.49 x 62.503 0.18
= 3.0 x 0.78 x 2.11
= 4.89428 inch
= 12.43 cm
ditetapkan:
Pipa 5 in Sch 40 (Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 5.563 inch = 0.464 ft = 0.1413 m
ID = 5.047 inch = 0.421 ft = 0.1282 m
2
A = 0.1388589 ft

Check jenis aliran


v = Q/A

C-21
= 0.4926226
0.1388589
= 3.548 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 173330.81
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih 5.563 in

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki NaClO2
Kode Alat : F-212
Fungsi Alat : Menyimpan larutan NaClO2 10%
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 4433.60 ft = 125.55 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 15.00 ft = 4.572 m
- Diameter (ID) = 14.917 ft = 4.547 m
- Tinggi : shell = 22.375 ft = 6.820 m
tutup atas = 2.870 ft = 0.875 m
tutup bawah = 2.870 ft = 0.875 m
- Tebal : shell = 1/2 in
tutup atas = 5/8 in
tutup bawah = 5/8 in
Spek. Nozzle Aliran Air : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in sch 40
Spek. Nozzle Aliran NaClO2 : - Diameter (OD) = 1.050 in
- Jenis pipa = Pipa 3/4 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in Sch 40

C.1.12 Pompa NaClO2 (L-213)

6,2 m 7m

<29>
27,3 m

Fungsi = Memompa NaClO2 menuju tangki delignifikasi

C-22
Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 50278.863 kg/jam
Persamaan Bernoulli
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v 2 - v12)
+ + 2 + ΣF
ρ gc 2α
Data -data :
Rate larutan (ṁ) = 50278.863 kg/jam
= 30.791 lbm/s
Densitas (ρ) = 1001 kg/m3
3
= 62.505 lbm/ft
Viskositas (µ) = 0.89 cp
= 0.0005981 lbm/ft.s
Rate volume (Qf) = 0.493 ft3/s
= 50.219 m3/jam
= 0.014 m3/s
= 221.105 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
0,45
Di optimum = 3,9 x Qf x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)
= 4.85 inch
= 12.33 cm
ditetapkan:
Pipa 5 in sch 40 (Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 5.56 inch = 0.4636 ft = 0.141 m
ID = 5.05 inch = 0.421 ft = 0.128 m
2
A = 0.1389 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 3.54755 ft/s

Nre = ρ D v
µ
= 155940.12
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 5 in sch 40
sedangkan ukuran pipa masuk pompa dipilih Pipa 5 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2)

C-23
maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0)= 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
2
gc = 32.2 lbm ft/lbf s
Sehingga,
hc = 0.1076 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan
berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1. unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


o
2. unit elbow 90 kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)
2
gc = 32.2 lbm ft/lbf s
α = 1 (untuk aliran turbulen)
jumlah elbow = 2 buah
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.0332 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.2934 ft.lbf/lbm
hf total = 0.3266 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10-5)
panjang pipa = 27.3 m = 89.5 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel :
Nre = 155940.12
ε = 0.0000460 m
ID = 0.1281954 m
Є/D = 0.0003588
f = 0.0048 (Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.24363 ft.lbf/lbm
D x 2gc

d). Sudden Expantion at the tank Entrance


(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
2
Kex = (1-0) = 1
2
hex = Kex . v

C-24
2 . gc
= 0.196 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.873 ft.lbf/lbm
Persamaan mechanical energy balance (Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.22 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.22 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.60 m = 5.25 ft
2 2
v2 -v1 = 12.6 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -12.415 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 12.4153 ft
= 3.7842 m

Efisiensi pompa
Flowrate bahan = 49.6 m3/jam = 218 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) =
60%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 20.692 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 637.126 lbf.ft/s
= 1.158 hp
= 0.864 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 80%
Power Motor = 1.45 hp

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama Alat : Pompa NaClO2
Kode Alat : L-213
Fungsi Alat : Memompa NaClO2 menuju tangki delignifikasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 50278.863 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spesifikasi Pompa : Power = 1.45 hp

C-25
Head = 3.7842 m

C.2.1 Tangki Delignifikasi (M-210)

<5> 0,9 cm

<29>

7,2 cm

<6>

0,9 cm

Fungsi = Menghilangkan kandungan lignin dalam Tongkol


Jagung agar mudah diproses dan lebih murni
Poperasi = 1 bar = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303 K
Rate massa Dry Solid = 2413.385 kg/jam = 5320.604 lb/jam
r Dry Solid = 1076.807 kg/m 3
= 67.223 lb/ft
3

Rate massa 1% NaClO2 = 50278.863 kg/jam = 110845.918 lb/jam


3
ρ NaClO2 = 1001.207 kg/m3 = 62.503 lb/ft
Jadi,
Rate massa liquid total = 52692.25 kg/jam = 116167 lb/jam
r Campuran = 1004.4364 kg/m 3
= 62.705 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.8007 cp


= 0.000538 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 120 menit = 2 jam
- Volume liquid = 75% volume tangki (Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Jumlah tangki = 4 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join ( E = 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C ( f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
- Ls = 1.5 ID (Kusnarjo, 2010, Hal 7)
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid
116167 lb/jam
= 3
62.705 lb/ft

3
= 1852.59 ft /jam
Rate volumetrik / tangki = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki

C-26
ft3/jam
= 1852.59
1
3
= 1852.59 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 1852.59 ft /jam x 2 jam
3
= 3705.2 ft = 27716.673 gal

100%
Volume total / tangki = x 3705.2 ft3 = 4940.24 ft3
75%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3
= 0.0847 D + (p/4)D L + 0.0847 D (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
3 2
= 0.0847 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
4940.2 = 1.3468 D
Diameter (OD) = 15.422 ft = 185.07 in = 4.7 m
Volume liquid
Tinggi liquid (HL) =
(1/4)pD2
= 3705.181
1/4 x 3.14 x 237.841
= 19.845 ft = 6.0485 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Brownell, Pers. 3.17, hal 46)
62.705 x 18.845
=
144
Phidrostatik = 8.21 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 8.21 + 14.70
= 22.902 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi


Diambil Pdesign = 1.1 x Ptotal
= 25.2 psi = 1.71 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


E = 0.8 (Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254)
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
f = 12650 (Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251)

Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :


Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd

C-27
25.192 x 92.533
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 25.192
2.85
= 0.3557 in = in
8
Standarisasi tebal bejana : 3/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
OD = 185.07 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 192 in = 16 ft
ID = OD - 2ts = 191.25 in = 15.938 ft
Ls = 1.5 ID
= 286.9 in = 23.906 ft

* Menghitung tebal dan tinggi alas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a

rc = ID = 191.3 in C

0.89 x Pd rc (Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258)


tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.89 x 25.2 x 191
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 25.2
4.37
= 0.546 in = in
8
Standarisasi tebal tutup : 5/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
maka, sf = 3.5 in (Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)

icr = 6% rc = 11.5 in (Brownell, 1959, Hal 88)


BC = rc - icr = 191 - 11.5 = 180 in = 15 ft (Brownell, 1959, Hal 87)
AB = ri - icr = 95.6 - 11.5 = 84.2 in = 7.01 ft (Brownell, 1959, Hal 87)
2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 191 - ( 180 - 84.2 )
= 32 in = 2.70 ft
OA = tha + b + sf = 5/8 + 32 + 3.5
= 36.5 in = 3.04 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA

C-28
= 359.897 in
= 29.991 ft

* Perhitungan Diameter Nozzle NaClO2


Rate massa NaClO2 = 50278.9 kg/jam
3
ρ NaClO2 = 1001 kg/m3 = 62.503 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 1773.44 ft /jam
3
= 0.49 ft /s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.36 0.18
= 3 x 0.49 x 62.5
= 3.0 x 0.78 x 2.11
= 4.894 inch
= 12.4 cm
ditetapkan:
Pipa 5 in Sch 40 (Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 5.563 inch = 0.464 ft = 0.1413 m
ID = 5.047 inch = 0.421 ft = 0.1282 m
2
A = 0.1388589 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.4926226
0.1388589
= 3.55 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 173330.8130
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih = 5.563 in

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Keluar


Rate massa aliran keluar = 52692.25 kg/jam = 116166.52 lb/jam
3
Densitas liquid = 62.70 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 1852.59 ft /jam
= 0.51 ft3/s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)
0.36 0.18
= 3 x 0.51 x 62.705
= 3.0 x 0.79 x 2.11
= 4.97470 inch
= 12.64 cm
ditetapkan:

C-29
Pipa 5 in Sch 40 (Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 5.563 inch = 0.464 ft = 0.1413 m
ID = 5.047 inch = 0.421 ft = 0.1282 m
2
A = 0.1388589 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.5146084
0.1388589
= 3.706 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 181650.69
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih 5.563 in

Spesifikasi Pengaduk

Karena viscositas liquid rendah (μ = 0.8007 cp) dan kecepatan pengadukan yang
dibutuhkan adalah pengadukan lambat maka direncanakan menggunakan pengaduk
tipe: Four-blade paddle
Diameter impeller = 0.3 Diameter shell (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Da = 0.3 x 15.938 ft
Da = 4.781 ft = 1.457 m
Kecepatan (N) untuk four-blade paddle berkisar antara 20-200 rpm
dipilih kecepatan four blade paddle minimum= 20 rpm, maka
91.5 rpm = 1.52 rps
Standard Agitation Systems
Lebar blade (W) = 1/5 x diameter impeller (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)

= 1/5 x 4.781
= 0.956 ft
Panjang blade (L) = 1/4 x diameter impeller (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)

= 1/4 x 4.781
= 1.195 ft
Lebar Baffle (J) = 0.08 x Diameter shell (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)

= 0.08 x 15.938
= 1.3281 ft
N're (impeller)
N're = Da2 N r
m
= 22.860 x 1.5242 x 62.705
0.000538
= 4060822.79
Karena N're diatas 10000, maka lebar baffle desain menjadi 1x lebar baffle standar

C-30
Penentuan Jumlah Pengaduk

Jumlah pengaduk = Tinggi liquid x Sg (Joshi, hal 389)


Diameter Tangki
19.845 ft x 62.705 lb/ft3 (Sg = ρ liquid campuran / ρ air)
= 3
15.938 ft x 62.430 lb/ft
= 1.07 ≈ 1 unit

Power pengaduk
Kt x r x N3 x Da5 (Geankoplis, Pers. 3.4-2, hal 158)
P =
gc
Keterangan :
P = Power (hp) (McCabe 5rd edition Tabel 9.3, hal 254)
Kt = Konstanta turbulensi untuk Nre diatas 10000 nilai Kt = 1.7
2
g = Konstanta gravitasi (lb/ft )
r = Densitas (lb/cuft)
N = Kecepatan putaran impeller (rps)
Da = Diameter impeller (ft)
Maka besarnya power ideal yang dibutuhkan untuk pengadukan adalah :
1.7 x 62.7 x 3.54118 x 2,498.7
P =
32.17
P = 29,316 lb ft/s
P = 53.30 hp
Namun pada kenyataannya terdapat power losses selama pengadukan, maka perlu
diperhitungkan power losses tersebut.
Perhitungan Losses Pengaduk
Gland losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearing) = 10% (Geankoplis, 2003, hal 167)

Gland losses 10% = 10% x 53.3


= 5.33 hp
Transmission sistem losses
(Joshi, hal 389)
= 20% x Hp
= 20% x 53.30
= 10.66 hp
Power input dengan losses
= 53.3 + 5.33 + 10.7
= 69.3 hp
Total Power = 69.3 hp
Maka total power yang dibutuhkan untuk proses pengadukan adalah sebesar 69.29 hp

Cek Desain impeller, Geankoplis, Pg. 162 :


Power = 69.3 = 0.0025 hp/gal
Volume 27717

C-31
Spesifikasi Alat :
Nama alat :
Tangki Delignifikasi
Kode Alat :
M-210
Fungsi Alat :
Menghilangkan kandungan lignin dalam Tongkol Jagung
Tipe :
Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 4940.24 ft = 139.89 m
Jumlah tangki : 4 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 16.00 ft = 4.877 m
- Diameter (ID) = 15.938 ft = 4.858 m
- Tinggi : shell = 23.906 ft = 7.287 m
tutup atas = 3.043 ft = 0.927 m
tutup bawah = 3.043 ft = 0.927 m
- Tebal : shell = 3/8 in
tutup atas = 5/8 in
tutup bawah = 5/8 in
Spek. Nozzle Aliran NaClO2 : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 5.563 in
- Jenis pipa = Pipa 5 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 4.781 ft = 1.457 m
- Lebar blade (W) = 0.956 ft = 0.291 m
- Panjang blade (L) = 1.195 ft = 0.364 m
- Lebar Baffle (J) = 1.328 ft = 0.405 m
- RPM = 91.454 RPM
- Jumlah = 1 unit
- Power = 69.29 hp

C-32
Tangki Penampung (F-214)

<5> 0,8 m

6,8 m

<6>
0,8 m

Fungsi = Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran NaClO2 dan


Centrifuge
Poperasi = 1 bar = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303 K

<5> <6>
No. Komponen ρ (kg/m3)
Massa (kg) Massa (kg)
1. Xilan 694.58 694.58 1520.00
2. Selulosa 602.45 602.45 1330.00
3. Lignin 348.75 348.75 1500.00
4. Impurities 22.47 22.47 526.00
5. Air 41622.76 41622.76 995.18
6. NaClO2 417.06 417.06 2500.00
Total 43708.07 43708.07 8371.18

Jadi,
Rate massa liquid total = 43708.07 kg/jam = 96360 lb/jam
r Campuran = 1012.3156 kg/m
3
= 63.197 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.8007 cp


= 0.000538 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 120 menit = 2 jam
- Volume liquid = 80% volume tangki (Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join (E= 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C (f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
- Ls = 1.5 ID (Kusnarjo, 2010, Hal 7)
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid
96360 lb/jam
= 4
63.197 lb/ft
3
= 1524.76 ft /jam

Rate volumetrik / tangki = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


ft3/jam
= 1524.76
1
3
= 1524.76 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 1524.76 ft /jam x 2 jam
3
= 3049.52 ft

100%
Volume total / tangki = x 3049.52 ft3 = 3811.89 ft3
80%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3
= 0.08467 D + (p/4)D L + 0.08467 D (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
3 2
= 0.08467 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
3811.9 = 1.34684 D
Diameter (OD) = 14.1452 ft = 169.742 in = 4.31 m
Volume liquid
Tinggi liquid (HL) = 2
(1/4)pD
= 3049.515
1/4 x 3.14 x 200.086
= 19.415 ft = 5.91751 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Sumber: Brownell, Pers. 3.17, hal 46)
63.197 x 18.415
=
144
Phidrostatik = 8.08 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 8.08 + 14.70
= 22.778 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi


Diambil Pdesign = 1.1 x Ptotal
= 25.1 psi = 1.70 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


E = 0.8 (Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254)
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
f = 12650 (Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251)
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
25.056 x 84.871
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 25.056
2.68
= 0.3354 in = in
8
Standarisasi tebal bejana : 3/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
OD = 169.742 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 180 in = 15 ft
ID = OD - 2ts = 179.25 in = 14.938 ft
Ls = 1.5 ID
= 268.9 in = 22.41 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a
rc = ID = 179.3 in
C
0.89 x Pd rc (Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258)
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.89 x 25.1 x 179
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 25.1
4.14
= 0.518 in = in
8
Standarisasi tebal tutup : 5/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
maka, sf = 3 in (Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)

icr = 6% rc = 10.8 in (Brownell, 1959, Hal 88)


BC = rc - icr = 179 - 10.8 = 168 in = 14 ft (Brownell, 1959, Hal 87)

AB = ri - icr = 89.6 - 10.8 = 78.9 in = 6.57 ft (Brownell, 1959, Hal 87)


2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 179 - ( 168 - 78.9 )
= 30 in = 2.53 ft
OA = tha + b + sf = 5/8 + 30 + 3
= 34.0 in = 2.83 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 336.833 in
= 28.0694 ft

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Penampung (F-214)
Kode Alat : F-214
Fungsi Alat : Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran NaClO2 dan Centrifuge
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3
Kapasitas : 3811.89 ft = 107.941 m3
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 15.00 ft = 4.572 m
- Diameter (ID) = 14.938 ft = 4.553 m
- Tinggi : shell = 22.406 ft = 6.830 m
tutup atas = 2.832 ft = 0.863 m
tutup bawah = 2.832 ft = 0.863 m
- Tebal : shell = 3/8 in
tutup atas = 5/8 in
tutup bawah = 5/8 in
C.2.2 Pompa dari Tangki Delignifikasi ke Sentrifugasi (L-211)

<6>
14 m

Fungsi = Memompa dari Tangki Delignifikasi menuju Sentrifugasi


Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 52692.248 kg/jam
Persamaan Bernoulli
- Ws = P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v 2 - v12)
+ + 2 + ΣF
ρ gc 2α
Data -data :
Rate larutan (ṁ) = 52692.248 kg/jam
= 32.269 lbm/s
3
Densitas (ρ) = 1004.44 kg/m
= 62.707 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.89 cp
= 0.000598 lbm/ft.s
Rate volume (Qf) = 0.515 ft3/s
= 52.460 m3/jam
= 0.015 m3/s
= 230.973 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
0,45
Di optimum = 3,9 x Qf x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)
= 4.95 inch
= 12.58 cm
ditetapkan:
Pipa 5 in sch 40 (Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 5.56 inch = 0.4636 ft = 0.141 m
ID = 5.05 inch = 0.421 ft = 0.128 m
2
A = 0.1389 ft

Check jenis aliran


v = Q/A
= 3.70588 ft/s

C-33
ρDv
Nre =
µ
= 163425.25
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 5 in sch 40
sedangkan ukuran pipa masuk pompa dipilih Pipa 5 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:

(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2)
maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0) = 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
2
gc = 32.2 lbm ft/lbf s
Sehingga,
hc = 0.1174 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan
berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1. unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


o
2. unit elbow 90 kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)
2
gc = 32.2 lbm ft/lbf s
α = 1 (untuk aliran turbulen)
jumlah elbow = 2 buah
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.0363 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.3201 ft.lbf/lbm
hf total = 0.3564 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10-5)
panjang pipa = 14.0 m = 45.9 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel :
Nre = 163425.25

C-34
ε = 0.0000460 m
ID = 0.1281954 m
Є/D = 0.0003588
f = 0.0048 (Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.13640 ft.lbf/lbm
D x 2gc

d). Sudden Expantion at the tank Entrance


(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
2
Kex = (1-0) = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.213 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.824 ft.lbf/lbm
Persamaan mechanical energy balance (Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.22 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.22 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.60 m = 5.25 ft
2 2
v2 -v1 = 13.7 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -12.94 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 12.9397 ft
= 3.9441 m

Efisiensi pompa
Flowrate bahan = 52.0 m3/jam = 229 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) =
60%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 21.566 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 695.914 lbf.ft/s

C-35
= 1.265 hp
= 0.944 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 80%
Power Motor = 1.58 hp

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama Alat : Pompa dari Tangki Delignifikasi ke Sentrifugasi
Kode Alat : L-211
Fungsi Alat : Memompa dari Tangki Delignifikasi menuju Sentrifugasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 52692.248 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spesifikasi Pompa : Power = 1.58 hp
Head = 3.9441 m

C.2.3 Centrifuge (H-220)

<6>

<7>

Fungsi : Memisahkan Lignin yang telah terekstrak dari solid


Tipe : Flat Top and Flat Bottom
Perhitungan :

Komponen Massa (kg) x r (kg/m3)


Hemiselulosa 694.58 0.01 1520.00
Selulosa 602.45 0.01 1330.00
Lignin 348.75 0.01 1500.00
Impurities 365.38 0.01 526.00
Tanah 0.00 0.00 0.00
Air 50178.30 0.95 995.18
NaClO2 502.79 0.01 2500.00
Total 52692.25 1.00 8371.18

Rate masuk = 52692.25 kg/jam


Densitas (ρ) = 1004.44 kg/m3
Massa yang masuk = 52692.25 kg
Volume liquid, Y = Massa campuran 52692.25
=
Densitas campuran 1004.44

C-36
= 52.46 m3
(Hugot, 3rd ed , p.769)
Time of fugaling = 2 - 6 menit
Diambil rata - rata = 4 menit
Banyak cycle/jam, N = 60 = 15.0 Cycle
4
Volume liquid/cycle = V liquid, Y
N
= 52.5 = 3.50 m3
15.0
= 3497.30 liter

Berdasarkan (Hugot, Ed. 3, p.764)


Diameter = 54 inch = 1.37 m
Tinggi centrifugal = 42 inch = 1.07 m
Ketebalan maks, e = 0.14 D (Hugot, eq.35.18, p.770)
= 0.14 x 1.37
= 0.19 m
Volume maks, V = π x e x H x (D - e) (Hugot, eq.35.20, p.770)
= 3.14 x 0.19 x 1.07 x ( 1.37 - 0.19 )
= 0.76 m3 = 758.7 liter
Jumlah sentrifugal = Yi
V
= 3497
758.7
= 4.61 Unit ≈ 5 Unit
Kecepatan rotasi, n = 1000 rpm (Hugot, Ed.3, Tabel 35.11, p.779)
2
Area screen = 49.5 ft (Hugot, Ed.3, Tabel 35.9, p.773)

Menghitung Konsumsi Power :


Pr = D4 x H x n2 (1 + 4n) (Hugot, Ed.3, Tabel 35.39, p.778)
370
Dimana :
D = Satuan ft
H = Satuan ft
n = Kecepatan dalam ribuan (rpm)

Maka, konsumsi power yang dibutuhkan :


Pr = 410.1 x 3.50 x 1 x 5
370
= 7176 = 19.394848 kW = 26.0 hp
370

C-37
Spesifikasi Centrifuge (H-220) :
Fungsi = Memisahkan Lignin yang telah terekstrak dari
solid
Type = Flat Top and Flat Bottom
Kode = H-220
Kapasitas = 52692.25 kg/jam
Volume liquid, Y = 52.46 m3
Banyak cycle/jam, N = 15.00 Cycle
Volume liquid/cycle, Vi = 3.50 m3
Diameter = 54 in
Tinggi centrifugal = 42 in
Ketebalan maksimum massecuite, e = 0.19 m
Volume maksimum massecuite, V = 0.76 m3
Jumlah sentrifugal = 5 Unit
Kecepatan rotasi, n = 1000 rpm
Area screen = 49.50 ft2
Power terkonsumsi, Pr = 19.39 kW
= 26.01 hp

C.2.4 Bucket Elevator (J-221)

<7>

Fungsi : Mengangkut cake dari Sentrifugasi menuju Pencucian


Tipe : Bucket Elevator for continuous buckets on chain
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 30 ºC = 86 ºF
̇
Kapasitas :
Mass ̇ rate = 7305 kg/jam = 7.305 ton/jam

C-38
Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut cake dari Sentrifugasi menuju Pencucian
Tipe = Bucket Elevator for continuous buckets on chain
3
Massa jenis = 1004 kg/m
3
= 62.7 lb/ft
Dari tabel 21-9 Perry, 7th ed. Page 21-16 Untuk spesifikasi Bucket Elevator
Dari tabel didapatkan :
Ukuran bucket = 8 x 5,5 x 7,25 in = 0,203 x 0,14 x 0,197
Bucket spacing = 8 in = 0.2 m
̇
Elevator center = 50 ft = 15.2 m
̇
Kapasitas maksimal = 35 ton/jam
Power ̇ = 3.40 hp = 2.54 kW
Jumlah = 1 unit (Perry, 1997)

C.2.5 Tangki Pencucian (M-230)

<37>

<7>

<8>

Fungsi = Meminimalisir kandungan NaClO2 didalam solid


sebelum masuk tahap perendaman NaOH
Poperasi = 1 bar = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303 K

<11> <12>
No. Komponen ρ (kg/m3)
Massa (kg) Massa (kg)
1. Hemiselulose 694.579 0.000 1520.000
2. Selulosa 602.448 0.000 1330.000
3. Lignin 139.500 0.000 1500.000
4. Impurities 365.378 0.000 526.000
5. Air 5448.373 11006.149 995.180
6. NaClO2 54.702 0.000 2500.000
Total 7304.979 11006.149 8371.180

Rate massa Dry Solid = 7304.979 kg/jam = 16104.723 lb/jam


r Dry Solid = 1015.398 kg/m 3
= 63.389 lb/ft
3

C-39
Rate massa Air = 11006.149 kg/jam = 24264.406 lb/jam
3 3
ρ Air = 995.180 kg/m = 62.127 lb/ft
Jadi,
Rate massa liquid total = 18311.13 kg/jam = 40369 lb/jam
r Campuran = 1003.1483 kg/m 3
= 62.624 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.8007 cp


= 0.000538 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 120 menit = 2 jam
- Volume liquid = 75% volume tangki (Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join ( E = 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C ( f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
- Ls = 1.5 ID (Kusnarjo, 2010, Hal 7)
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid
40369 lb/jam
= 4
62.624 lb/ft
3
= 644.62 ft /jam
Rate volumetrik / tangki = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki
ft3/jam
= 644.62
1
3
= 644.62 ft /jam
Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal
3
= 644.62 ft /jam x 2 jam
3
= 1289.2 ft = 9644.2139 gal
100%
Volume total / tangki = x 1289.2 ft3 = 1718.99 ft3
75%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3
= 0.0847 D + (p/4)D L + 0.0847 D (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
3 2
= 0.0847 D x 2 + (p/4) D x 1.5 D
3
1719.0 = 1.3468 D
Diameter (OD) = 10.847 ft = 130.17 in = 3.31 m
Volume liquid
Tinggi liquid (HL) =
(1/4)pD2
= 1289.244
1/4 x 3.14 x 117.662
= 13.958 ft = 4.2542 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Brownell, Pers. 3.17, hal 46)

C-40
62.624 x 12.958
=
144
Phidrostatik
= 5.64 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 5.64 + 14.70
= 20.331 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi


Diambil Pdesign = 1.1 x Ptotal
= 22.4 psi = 1.52 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


E = 0.8 (Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254)
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
f = 12650 (Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251)
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
22.364 x 65.083
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 22.364
4.30
= 0.2690 in = in
16
Standarisasi tebal bejana : 5/16 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
OD = 130.17 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 132 in = 11 ft
ID = OD - 2ts = 131.38 in = 10.948 ft
Ls = 1.5 ID
= 197.1 in = 16.422 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a
rc = ID = 131.4 in
C

C-41
sf B A
ID
rc
a

C
0.89 x Pd rc (Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258)
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.89 x 22.4 x 131
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 22.4
6.11
= 0.382 in = in
16
Standarisasi tebal tutup : 7/16 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
maka, sf = 3.5 in (Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)

icr = 6% rc = 7.9 in (Brownell, 1959, Hal 88)


BC = rc - icr = 131 - 7.9 = 123 in = 10.3 ft (Brownell, 1959, Hal 87)

AB = ri - icr = 65.7 - 7.9 = 57.8 in = 4.82 ft (Brownell, 1959, Hal 87)


2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 131 - ( 123 - 57.8 )
= 22 in = 1.85 ft

OA = tha + b + sf = 4/9 + 22 + 3.5


= 26.2 in = 2.18 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 249.431 in
= 20.786 ft

* Perhitungan Diameter Nozzle Air


Rate massa Air = 11006.1 kg/jam
3
ρ Air = 995 kg/m3 = 62.127 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 390.56 ft /jam
3
= 0.11 ft /s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.36 0.18
= 3 x 0.11 x 62.1
= 3.0 x 0.45 x 2.1
= 2.836 inch
= 7.2 cm
ditetapkan:
Pipa 3 in Sch 80 (Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 3.5 inch = 0.292 ft = 0.0889 m
ID = 2.9 inch = 0.242 ft = 0.0737 m
2
A = 0.0458462 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.1084892
0.0458462

C-42
= 2.37 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 66033.0021
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih = 3.5 in

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Keluar


Rate massa aliran keluar = 18311.13 kg/jam = 40369.129 lb/jam
3
Densitas liquid = 62.62 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 644.62 ft /jam
= 0.18 ft3/s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)
0.36 0.18
= 3 x 0.18 x 62.624
= 3.0 x 0.54 x 2.11
= 3.40107 inch
= 8.64 cm
ditetapkan:
Pipa 3.5 in Sch 40 (Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 4 inch = 0.333 ft = 0.1016 m
ID = 3.548 inch = 0.296 ft = 0.0901 m
2
A = 0.0686237 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.1790617
0.0686237
= 2.609 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 89795.62
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih 4 in

Spesifikasi Pengaduk
Karena viscositas liquid rendah (μ = 0.8007 cp) dan kecepatan pengadukan yang
dibutuhkan adalah pengadukan lambat maka direncanakan menggunakan pengaduk tipe :
Four-blade paddle
Diameter impeller = 0.3 Diameter shell (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Da = 0.3 x 10.948 ft
Da = 3.284 ft = 1.001 m
Kecepatan (N) untuk four-blade paddle berkisar antara 20-200 rpm
dipilih kecepatan four blade paddle minimum= 20 rpm, maka

C-43
120 rpm = 2.01 rps
Standard Agitation Systems
Lebar blade (W) = 1/5 x diameter impeller (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)

= 1/5 x 3.284
= 0.657 ft
Panjang blade (L) = 1/4 x diameter impeller (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)

= 1/4 x 3.284
= 0.821 ft
Lebar Baffle (J) = 0.08 x Diameter shell (Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)

= 0.08 x 10.948
= 0.9123 ft
N're (impeller)
N're = Da2 N r
m
= 10.787 x 2.0055 x 62.624
0.000538
= 2517994.73
Karena N're diatas 10000, maka lebar baffle desain menjadi 1x lebar baffle standar

Penentuan Jumlah Pengaduk

Jumlah pengaduk = Tinggi liquid x Sg (Joshi, hal 389)


Diameter Tangki
13.958 ft x 62.624 lb/ft3 (Sg = ρ liquid campuran / ρ air)
= 3
10.948 ft x 62.430 lb/ft
= 1.28 ≈ 2 unit

Power pengaduk
Kt x r x N3 x Da5 (Geankoplis, Pers. 3.4-2, hal 158)
P =
gc
Keterangan :
P = Power (hp) (McCabe 5rd edition Tabel 9.3, hal 254)
Kt = Konstanta turbulensi untuk Nre diatas 10000 nilai Kt = 1.7
2
g = Konstanta gravitasi (lb/ft )
r = Densitas (lb/cuft)
N = Kecepatan putaran impeller (rps)
Da = Diameter impeller (ft)
Maka besarnya power ideal yang dibutuhkan untuk pengadukan adalah :
1.7 x 62.6 x 8.06630 x 382.2
P =
32.17
P = 10,201 lb ft/s
P = 18.55 hp
Namun pada kenyataannya terdapat power losses selama pengadukan, maka perlu
diperhitungkan power losses tersebut.

C-44
Perhitungan Losses Pengaduk
Gland losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearing) = 10% (Geankoplis, 2003, hal 167)

Gland losses 10% = 10% x 18.5


= 1.85 hp
Transmission system losses
= 20% x Hp (Joshi, hal 389)
= 20% x 18.55
= 3.71 hp

Power input dengan losses


= 18.5 + 1.85 + 3.71
= 24.1 hp
Total Power = 24.1 hp
Maka total power yang dibutuhkan untuk proses pengadukan adalah sebesar 24.11 hp

Cek Desain impeller, Geankoplis, Pg. 162 :


Power = 24.1 = 0.0025 hp/gal (memenuhi)
Volume 9644.2

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Pencucian
Kode Alat : M-230
Fungsi Alat : Meminimalisir kandungan NaClO2 didalam solid
sebelum masuk tahap perendaman NaOH
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 1718.99 ft = 48.677 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 11.00 ft = 3.353 m
- Diameter (ID) = 10.948 ft = 3.337 m
- Tinggi : shell = 16.422 ft = 5.005 m
tutup atas = 2.182 ft = 0.665 m
tutup bawah = 2.182 ft = 0.665 m
- Tebal : shell = 1/3 in
tutup atas = 4/9 in
tutup bawah = 4/9 in
Spek. Nozzle Aliran NaClO2 : - Diameter (OD) = 3.500 in
- Jenis pipa = Pipa 3 in Sch 80
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 4.000 in
- Jenis pipa = Pipa 3.5 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 3.284 ft = 1.001 m
- Lebar blade (W) = 0.657 ft = 0.200 m
- Panjang blade (L) = 0.821 ft = 0.250 m

C-45
- Lebar Baffle (J) = 0.912 ft = 0.278 m
- RPM = 120.331 RPM
- Jumlah = 2 unit
- Power = 24.11 hp

C.2.6 Pompa dari Tangki Pencucian ke Filtrasi (L-231)

<9>
<8>

Fungsi = Memompa dari Tangki Pencucian menuju Filtrasi


Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 18311.129 kg/jam
Persamaan Bernoulli
2 2
- Ws = P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v - v )
+ + 2 1 + ΣF
ρ gc 2α

Masuk
No. Komponen 3
Massa (kg) ρ (kg/m )
1. Hemiselulose 694.579 1520.000
2. Selulosa 602.448 1330.000
3. Lignin 139.500 1500.000
4. Impurities 365.378 526.000
5. Air 16454.522 995.180
6. NaClO2 54.702 2500.000
Total 18311.129 8371.180

Data -data :
Rate larutan (ṁ) = 18311.129 kg/jam
= 11.214 lbm/s
Densitas (ρ) = 1003 kg/m3
= 62.627 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.89 cp
= 0.000598 lbm/ft.s
Rate volume (Qf) = 0.179 ft3/s
= 18.254 m3/jam
= 0.005 m3/s
= 80.369 gpm

C-46
Perhitungan Diameter Pipa
Asumsi = aliran turbulen
0,45
Di optimum = 3,9 x Qf x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)
= 3.08 inch
= 7.82 cm
ditetapkan:
Pipa 3.5 in sch 80 (Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 4.00 inch = 0.3333 ft = 0.102 m
ID = 3.36 inch = 0.280 ft = 0.085 m
2
A = 0.0617 ft

Check jenis aliran


v = Q/A
= 2.902 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 85204.96
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 3.5 in sch 80
sedangkan ukuran pipa masuk pompa dipilih Pipa 3.5 in sch 80

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2)
maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0)= 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
2
gc = 32.2 lbm ft/lbf s
Sehingga,
hc = 0.0720 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan
berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1. unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


o
2. unit elbow 90 kf = 0.75

C-47
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)
2
gc = 32.2 lbm ft/lbf s
α = 1 (untuk aliran turbulen)
jumlah elbow = 2 buah
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.0223 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.1964 ft.lbf/lbm
hf total = 0.2186 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10-5)
panjang pipa = 18.0 m = 59.1 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel :
Nre = 85204.96
ε = 0.0000460 m
ID = 0.0854466 m
Є/D = 0.0005383
f = 0.0048 (Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
2
Fs = 4f x ∆L x v
= 0.16140 ft.lbf/lbm
D x 2gc

d). Sudden Expantion at the tank Entrance


(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
2
Kex = (1-0) = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.131 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.583 ft.lbf/lbm
Persamaan mechanical energy balance (Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.22 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.22 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.60 m = 5.25 ft
2 2
v2 -v1 = 8.42 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -10.045 lbf.ft/lbm

C-48
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 10.0445 ft
= 3.0616 m

Efisiensi pompa
Flowrate bahan = 18.1 m3/jam = 79.5 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) =
40%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 25.111 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 281.592 lbf.ft/s
= 0.512 hp
= 0.382 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 80%
Power Motor = 0.64 hp

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama Alat : Pompa dari Tangki Pencucian ke Filtrasi
Kode Alat : L-231
Fungsi Alat : Memompa dari Tangki Pencucian menuju Filtrasi
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 18311.129 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spesifikasi Pompa : Power = 0.64 hp
Head = 3.0616 m

C.2.7 Rotary Vacuum Filter (H-240)

<8> <9>
<38>

Masuk Keluar
No. Komponen
<8> <38> <9>
1. Hemiselulose 694.579 0.000 694.579
2. Selulosa 602.448 0.000 602.448
3. Lignin 139.500 0.000 139.500
4 Impurities 365.378 0.000 365.378
5 Tanah 0.000 0.000 0.000

C-49
6. NaClO2 54.702 51.967 2.735
7. Air 16454.522 11189.075 5265.448
Total 18311.129 11241.042 7070.087
Total Aliran 18311.129 18311.129
̇
Data Slurry :
- x slurry = 0.0984
- r filtrat = 997.169 kg/m3 = 62.2513 lb/cuft
- r solid dalam slurry = 1061.4652 kg/m 3
= 66.2651 lb/cuft
- Viskositas Filtrat = 1.200 cp = 0.0008 lb/ft s
- Viskositas Udara = 0.018 cp = 0.0000121 lb/ft s
- Surface Tension Filtrat (σ) = 0.0045 lb force/ft
Cake Data :
- Porosity (X) = 0.6793000
- Sphericity (ψ) = 0.75
- Avarage particle size (300 mesh) = 0.0001367 ft
- Operating vacuum = 20 in merkuri = 0.66 atm
- Filter size = Diameter Drum = 4 ft
Width of Drum = 2 ft
2
Drum Area = 25 ft
- Cake Thickness, L = 2 in = 0.1667 ft
- Revolutions per minute = 1
- Washing Ratio = 0.1

Konstanta Filtrasi
FRe = 11 (Brown, Pg. 254 Fig. 219)
Ff = 200 (Brown, Pg. 254 Fig. 220)

Persamaan 172 Brown, Pg. 254 :


α= 0.29
Q = 16509.224 kg/hr = 4.5859 kg/s = 10.107 lb/s
o
θ = 60 = 1.05 rad
Ω = 1 RPM = 60 rad/s
t = θ = 1.05 = 0.02 sec
Ω 60
∆P = 20 x 14.7 x 144
29.9
= 1414.0107 lbf/ft2
α= 1.91
K = α x c/(ΔP)
K= 0.29 x 0.0984049 = 0.000020
1414.010695

C-50
Menggunakan rumus:
Q = A (2K ∆P t) 0.5
t
A = Q t
(2K ∆P t) 0.5
= 10.107 x 0.02
0.5
( 2 x 0.00002 x 1414 x 0.02 )
= 5.589232 ft

A = θ x πD L

diasumsi L = 2.286 ft
didapatkan D = 4.669573968 ft

V = π r2 t = 39.149 ft3

Dari gambar 6-21, Ludwig Page 367


Didapat Air Leakage max = 1.2 lb = 0.5443 kg

C.2.8 Rotary Vacuum Filter (L-242)

Data operasi :
o o
Suhu masuk (T1) = 30 C = 86 F
o o
Suhu keluar (T2) = 30 C = 86 F
Tekanan masuk (P1) = 0.66 atm = 9.70 psia
Tekanan keluar (P2) = 1 atm = 14.51 psia
Rate massa = 0.54 kg/jam
Rate mol = 0.000001 kgmol/jam

Ws

A. Kondisi Operasi
1. Tekanan Suction, Ps (psia)
Ps = P gas masuk
Ps = 9.70 psia
2. Temperatur Suction, Ts ( oR)
o
Ts = 30 C= 303 K

C-51
3. Tekanan Discharge, Pd (psia)
Pd = P gas keluar
Pd = 14.5 psia
3. Temperatur Discharge, Td (oR)
o
Td = 30 C =303 K
4. Ratio spesifik heat, k
k = 1.4 (k untuk udara)
5. Overall compresor ratio, Rc (Ludwig vol III,pers.(12-36) )
Rc = Pd = 14.5 = 1.50
Ps 9.7
Rc maks/stage = 4,5 (Tabel 12-1, Ludwig vol III, Hal 369 )
sehingga diperlukan 1 stage

B. Kapasitas Power (BHP)


1. Kapasitas Volume
Menghitung bhp/MMSCFD menggunakan persamaan (12-58), Ludwig vol III

 kapasitas 
bhp  (bhp / MMSCFD x 
 10 
6

dimana : bhp = brake horse power


MMSCFD = Million Standard Cubic Feet per 24
hour day , yaitu kapasitas inlet pada
kondisi 14,4 psia dan temperatur sesuai
Dengan, Rc = 1.50
k = 1.4
Dari fig. 12-21, Ludwig vol III diperoleh nilai bhp/MMCSFD = 36.5
bhp/MMCSFD correction factor = 82.64%
Menghitung kapasitas inlet syngas
Volume 1 mol gas 14.7 psia 303 K
= 22.4 L x x
pada Temperatur 14.4 psia 298 K
= 23.25 liter
Rate mol = 0 kgmol/jam
Volume gas = 23.3 lt x 0 kgmol/jam x 1000
(kapasitas) = 0.02282 liter/jam
= 0.02282 liter x 1 ft3 x 24 jam
jam 28.317 liter 1 hari
= 0.01934 CFD (Cubic Feet per day )
6
bhp = (bhp/MMCSFD) dari grafik x Correction Factor x (Volume gas/10 )
6
= 36.5 x 83% x (0.0193401 / 10 )
= 0.000001 hp

Karena Ludwig Vol. III menggunakan data dengan efisiensi motor sebesar 95%,
namun umumnya efisiensi kompresi dengan jenis centrifugal adalah 70-80 %

C-52
(Ulrich, 1984), maka :
Efisiensi = 75 %
bhp real = 0.000001 hp

C.2.9 Bucket Elevator (L-241)

<9>

Fungsi : Mengangkut cake dari Rotary Vacuum Filter menuju Tangki


Perendaman dengan NaOH
Tipe : Bucket Elevator for continuous buckets on chain
Kondisi Operasi :
Tekanan total = Tekanan operasi
= 1 bar = 14.5 psi
Tekanan desain = 1.1 x Tekanan total
= 16.0 psi
Temperatur = 30 ºC = 86 ºF
̇
Kapasitas :
Mass ̇ rate = 7070.1 kg/jam = 7.0701 ton/jam

Spesifikasi Alat :
Fungsi = Mengangkut cake dari Rotary Vacuum Filter menuju Tangki
Perendaman dengan NaOH
Tipe = Bucket Elevator for continuous buckets on chain
3
Massa jenis = 1003 kg/m
3
= 62.6 lb/ft
Dari tabel 21-9 Perry, 7th ed. Page 21-16 Untuk spesifikasi Bucket Elevator
Dari tabel didapatkan :
Ukuran bucket = 8 x 5,5 x 7,25 in = 0,203 x 0,14 x 0,197
Bucket spacing = 8 in = 0.2 m
̇
Elevator center = 50 ft = 15.2 m
̇
Kapasitas maksimal = 35 ton/jam
Power ̇ = 3.40 hp = 2.54 kW
Jumlah = 1 unit
(Perry, 1997)

C-53
C.3.1 Tangki NaOH (F-312)

0,25 m

3m

<30>

2,6 m

Fungsi: Menampung Larutan NaOH 10% sebelum masuk ke tangki ekstraksi


Ditetapkan:
1. Tangki berbentuk silinder
2. Tutup bawah berbentuk Conical dengan sudut 120 ˚
3. Bahan konstruksi : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
4. Tutup atas berbentuk Standart Dished Head

Poperasi = 1 atm = 14.696 psi


Toperasi = 30 °C = 303 K
Laju Alir NaOH = 3615.27 kg/jam = 7970.310 lb/jam
3 3
Densitas NaOH = 2130 kg/m = 132.691491 lb/ft
Faktor keamanan 20%, sehingga bahan mengisi 80% volume tangki
Jumlah kolam = 1 unit
Waktu pengisian = 0.083 hari = 2 jam
r liquid (pada suhu 70 oC) = 2109.400 kg/m3 = 131.686 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.37 cp = 0.000249 lbm/ft.s

Rate volumetrik liquid = Rate massa liquid total


r liquid
7970.310 lb/jam
=
131.686 lb/ft3
= 60.525 ft3/jam = 3
0.016813 ft /s
Rate volumetrik liquid
Rate volume tangki =
Jumlah Tangki
60.525
= ft3/jam = 60.525 ft3/jam
1
Volume liquid NaOH = Rate volumetrik liquid (Q) x Waktu tampung (Ө)
= 60.525 ft3/jam x 2 jam
3
= 121.05 ft = 3.42776707 m3

C - 54
Menghitung volume total tangki
Karena fungsi dari kolam penampungan NaOH adalah sebagai tempat penampungan saja
maka ditentukan Volume liquid (VL) = 80% Volume total tangki (VT)

Volume liquid (VL)


Volume total kolam (VT) =
80%
100
Volume total kolam (VT) = x 3.43
80
= 4.28 ft3

Menghitung tebal, tinggi dan diameter Tangki


Ukuran tangki: (asumsi)
Tangki berupa silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan tutup bawah
conical dimensi silinder / diameter bejana (Hs / D).
= 1.5

Volume silinder = 1
x π x D2 x H
4
= 1
x π x D2 x 1,5D
4
= 0,25 x 1,5 x 3,14 x D3
1.1775 x D3
Volume Konis = π x D3
24 x tan (0,5α)
= π x D3
24 x tan (0,5 x 120˚)
= 3,14 x D3
24 x tan (0,5 x 60˚)
= 0.07553666 x D3
Volume Tutup Atas = 0.085 x D3
Volume Total = Volume Silinder + Volume Konis + Volumee Tutup Atas
4.28 = 1.1775 x D3 + 0.085 x D3 + 0.085 x D3
4.28 = 1.3475 x D3
D3 = 3.179746823
D = 1.470497128 m = 57.894 in

Standart Diameter OD = 60 in = 1.524 m


(Brownell & Young, hal 90)
Tinggi bagian Silinder = Hs
Hs = 1.5 OD
= 1.5 x 1.524 m
= 2.286 m

Tinggi konis (Hc) = OD


2 x tan (0,5α)

C - 55
= 1.524
2 x tan 60˚
= 0.439940905 m

Menghitung bagian dish head (tutup atas) :


Tinggi Bejana (H) = 0.169 OD
= 10.14 in = 0.257556 m

Tinggi Bejana (H) = Tinggi silinder (Hs) + Tinggi Konis (Hc)


+ Tinggi Dished Head (Hd)
= 2.286 m + 0.4399 m + 0.2576 m
= 2.983496905 m

Volume NaOH = Volume Konis


Dalam Konis
= 0.0755 x OD3
= 0.26724024 m3

Volume NaOH dalam silinder = Volume NaOH dalam bejana - Volume


NaOH dalam konis
= 3.43 - 0.2672
= 3.16 m3

Tinggi NaOH Dalam Silinder = Volume NaOH dalam silinder


π/4 x OD2
= 3.16
π/4 x OD2
= 1.86192192 m

Tinggi NaOH dalam Bejana (Hb) = Tinggi NaOH dalam silinder + Tinggi
NaOH dalam konis
= 1.4220 m

Menentukan Tekanan Desain (Pa)


Tekanan operasi tangki sama dengan tekanan atmosfir dan tekanan parsial bahan
P Bahan = ρbahan x g x Hb
= 2109.400 x 9.8 x 1.4220
= 29395.36 N/m2 = 4.2757 psi

Pa = 14.7 + P bahan
= 14.7 + 4.27571
= 18.97571 psi

Menentukan Ketebalan Silinder


f = 12650 (Tabel 13.1 Brownell & Young)
E = 0.8 (Tabel 13.2 Brownell & Young)
C = 2/16

C - 56
t silinder = Pi x OD + C
2 (f.E + 0,4 Pi)
= 18.97571391 x 60 + 2/16
2 x (12650 x 0,8 + 0,4 x 18,002)
= 0.18121 in = 2.89935932 in
16

Tebal Plate Standar : = 3/16 in


= 3/16 = 0.00635 m

OD = ID + 2 t Silinder
OD = ID + 2 x 0.1875
ID = 59.625 in = 1.5145 m

Menentukan Ketebalan Konis


t konis Pi x OD
= + 2/16
2 (f.E + 0,4 Pi)cos(0,5α)
= 0.237419915 in = 3.79871863 in
16

Tebal konis standart : 1/4 in = 0.0064 m


sf = 3 in

Menentukan Dimensi Tutup Atas


OD = 60 in
r = 60 in
icr = 3 1/4 in
t head = 0,885 x Pi x r + C
2 (f.E - 0,1 Pi)
t head = 0.885 x 18.9757 x 60 + 2/16
2 x ( 12650 x 0,8 - 0,1 x 18,0017)
= 0.174788 in
= 2.796601 in
16
tebal dish head standar : 3/16 in = 0.0047625 m

Perhitungan Diameter Nozzle


Inlet Nozzle
Diameter inlet nozzle Larutan NaOH ditetapkan : 4 in sch 80
Didapat : OD = 4.500 in
ID = 3.826 in
A = 0.080 ft2

Outlet Nozzle
Menghitung diameter outlet nozzle :

C - 57
Asumsi aliran aliran turbulen
Di, opt = 3,9 x Qf0.45 x ρ0.13 (Timmerhaus 4th, hal 496)
= 3.9 x 0.006 x 1.8879
= 0.0419 in
= 0.0035 ft

Ditetapkan diameter nominal : = 1/8 in sch 80


Didapat : OD = 0.405 in
ID = 0.215 in
= 0.018 ft
A = 0.00025 ft2

Cek jenis aliran :


Kecepatan aliran (v) = Q = 0.01681
A 0.00025
= 67.250 ft/s

Nre = ρDv
µ

= 131.686 x 0.018 x 67.250


0.000249
= 641141.088 (memenuhi)

Nre > 2100, maka asumsi awal bahwa aliran turbulen benar sehingga ukuran pipa keluar
pompa dipilih 1/8 sch 80

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki NaOH
Kode Alat : F-312
Fungsi Alat : Menyimpan NaOH untuk sebelum masuk ke Tangki ekstrasi
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan
tutup bawah conical
: Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
Bahan Konstruksi
3 3
Kapasitas : 4.3 ft = 0.1213 m
Jumlah kolam : 1 unit
Spek. Tangki : - Volume Tangki = 4.285 ft3
- Diameter Tangki = 60 in
- Tinggi Tangki = 2.983 m
- Diameter Nozzle = 0.018 ft

C - 58
C.3.2 Pompa Tanki NaOH (L - 313)

3,9 m
2,3 m

Rate larutan (ṁ) = 3615.272 kg/jam


= 2.214 lbm/s
Densitas (ρ) = 2130 kg/m3
= 132.976 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.37 cp
= 0.00024863 lbm/ft.s
Rate volume (Qf) = 0.017 ft3/s
3
= 1.697 m /jam
3
= 0.00047148 m /s
= 7.473 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
Di optimum = 3,9 x Qf 0,45 x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)

= 1.17 inch
= 2.96 cm
ditetapkan:
Pipa 2 in sch 40 (Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)

OD = 2.375 inch = 0.19791667 ft = 0.060 m


ID = 2.067 inch = 0.172 ft = 0.053 m
2
A = 0.0233 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.71485 ft/s
ρDv
Nre =
µ
= 65855.87
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 2 in sch 40

C - 59
Perhitungan Friction Losses
a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2) maka
A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0)= 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
gc = 32 lbm ft/lbf s2
Sehingga,
hc = 0.0044 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan
berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1 unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


o
2 unit elbow 90 kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)
2
gc = 32.174 lbm ft/lbf s
α 1 (untuk aliran turbulen)
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.0014 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.012 ft.lbf/lbm
hf total = 0.013 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10-5)
panjang pipa = 10.0 m = 33 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel
Nre = 65855.87
ε = 0.0000460 m
ID = 0.0525024 m
Є/D = 0.0008761
(Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
f = 0.0048
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.009 ft.lbf/lbm
D x 2gc

C - 60
d). Sudden Expantion at the tank Entrance
(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
Kex = (1-0)2 = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.008 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.034 ft.lbf/lbm

(Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)


Persamaan mechanical energy balance
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.600 m = 5.249 ft
v22-v12 = 0.511 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -5.5393 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 5.539 ft
= 1.688 m

Efisiensi pompa
3
Flowrate bahan = 3.57 m /jam = 15.698 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa 25%
(η) = 25%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 22.157 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 49.055 lbf.ft/s
= 0.089 hp
= 0.067 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 82%
Power Motor = 0.11 hp

C - 61
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki NaOH
Kode Alat : L-313
Fungsi Alat : Memompa NaOH menuju Tangki Estraksi
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan
tutup bawah conical
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 3615.272 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.11 hp
Head : 1.68839029 m

C - 62
C.3.3 Tangki Ekstraksi (R-310)

<9>
<30>

15,38 m

<10>

Fungsi = Menekstraksi Xilan dengan penambahan NaOH


Poperasi = 1 atm = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303.15 K
Rate massa larutan = 18311.13 kg/jam = 40369.129 lb/jam

r larutan
3 3
= 1003.1481 kg/m = 62.624 lb/ft
Rate massa NaOH = 3615.27 kg/jam = 7970.310 lb/jam
r NaOH
3 3
= 1109 kg/m = 69.233 lb/ft
Jadi,
Rate massa liquid total = 21926.40 kg/jam = 48339 lb/jam
r Campuran
3 3
= 1003.1481 kg/m = 62.624 lb/ft
Viskositas (µ) = 0.9226602 cp
= 0.00062 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 864 menit = 24 jam
(Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Volume liquid = 75% volume tangki
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join ( E = 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C (f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
(Kusnarjo, 2010, Hal 7)
- Ls = 1.5 ID

Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid

C -63
48339 lb/jam
=
4
62.624 lb/ft
3
= 771.89 ft /jam

Rate volumetrik = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


3
/ tangki 771.89 ft /jam
=
1
3
= 771.89 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 771.89 ft /jam x 2 jam
3
= 1543.79 ft = 11548.328 gal

100%
Volume total / tangki = x 1543.8 ft3 = 2058.38 ft3
75%
12803.1 gal
* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana
Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3 (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
= 0.08467 D + (p/4)D L + 0.0847 D
3 2
= 0.08467 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
2058.4 = 1.34684 D
Diameter (OD) = 11.5187 ft = 138.22 in 3.51 m
Tinggi liquid (HL) Volume liquid
=
(1/4)pD2
= 1543.787
1/4 x 3.14 x 132.680
= 14.822 ft = 4.5176 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Sumber: Brownell, Pers. 3.17, hal 46)

62.624 x 13.822
=
144
Phidrostatik = 6.011 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 6.01 + 14.70
= 20.707 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi

C -64
Diambil Pdesign = 1.05 x Ptotal
= 21.7 psi = 1.48 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254
E = 0.8
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251
f = 12650
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
21.743 x 69.112
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 21.743
4.38
= 0.2737 in = in
16
Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89
Standarisasi tebal bejana : 4/16 in
OD = 138.2242 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 96 in = 8 ft
ID = OD - 2ts = 95.13 in = 7.927 ft
Ls = 1.5 ID
= 142.69 in = 11.89 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a

rc = ID = 95.1 in

Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258


0.885 x Pd rc
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd

C -65
0.885 x 21.7 x 95
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 21.7
2.45
= 0.306 in = in
8
Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89
Standarisasi tebal tutup : 3/8 in
(Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)
maka, sf = 4 1/2 in

Brownell, 1959, Hal 88


icr = 6% rc = 5.7 in
Brownell, 1959, Hal 87
BC = rc - icr = 95 - 5.7 = 89.4 in = 7.45 ft
Brownell, 1959, Hal 87
AB = ri - icr = 47.6 - 5.7 = 41.9 in = 3.49 ft
2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 95 - ( 89.4 - 41.9 )
= 16 in = 1.34 ft

OA = tha + b + sf = 3/8 + 16 + 4.5


= 21.0 in = 1.75 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 184.654 in
= 15.3878 ft

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Utama


3
Rate Volumetrik (Qf) = 771.89 ft /jam
3
= 0.214 ft /s
Asumsi = aliran Turbulen
0.45
Di optimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.45 0.13
= 3.9 x 0.214 x 62.624
= 3.9 x 0.50011 x 1.7123
= 3.34 inch
= 8.5 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 2 in sch 40
OD = 2.375 inch = 0.2 ft = 0.0603 m
ID = 2.067 inch = 0.172 ft = 0.139 m
2
A = 0.023291 ft

C -66
Check jenis aliran
v = Q/A
0.2144
=
0.0233
= 9.206 ft/s
ρDv
Nre=
µ
62.624 x 0.172 x 9.206
=
0.0006200
= 160169
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle = 2.375 in

* Perhitungan Diameter Nozzle NaOH


Rate massa NaOH masuk = 3615.27188 kg/jam
3 3
Densitas NaOH = 1109 kg/m = 69.23 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 115.124 ft /jam
3
= 3.2E-02 ft /s
Asumsi = aliran turbulen
0.45
Dioptimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.45 0.13
= 3 x 3.2E-02 x 69.2
= 3.0 x 2.1E-01 x 1.73
= 1.1055 inch
= 2.81 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 2 in Sch 40
OD = 2.375 inch = 0.198 ft = 0.0603 m
ID = 2.067 inch = 0.172 ft = 0.0525 m
2
A = 0.023290999 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.03197879
0.023291
= 1.373 ft/s

C -67
ρDv
Nre=
µ
= 26409.011
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih 2.375 in

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Keluar


Rate massa aliran keluar = 9255.95 kg/jam = 20405.876 lb/jam
3
Densitas liquid = 62.62 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 325.84 ft /jam
3
= 9.1E-02 ft /s
Asumsi = aliran turbulen
0.36 0.18
Dioptimum = 3,9 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.36 0.18
= 3.9 x 9.1E-02 x 62.624
= 3.9 x 4.2E-01 x 2.11
= 3.45855 inch
= 8.78 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 3 in Sch 40
OD = 3.5 inch = 0.292 ft = 0.0889 m
ID = 3.068 inch = 0.256 ft = 0.0779 m
2
A = 0.051311874 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.09051249
0.05131187
= 1.764 ft/s
ρDv
Nre=
µ
= 45553.03
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle dipilih 3.5 in

Spesifikasi Pengaduk
Karena viscositas liquid rendah (μ = 0.8007 cp) dan kecepatan pengadukan yang
dibutuhkan adalah pengadukan lambat maka direncanakan menggunakan pengaduk tipe :

C -68
Four-blade paddle
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Diameter impeller = 0.3 Diameter shell
Da = 0.3 x 7.927 ft
Da = 2.378 ft = 0.725 m
Kecepatan (N) untuk four-blade paddle berkisar antara 20-200 rpm
dipilih kecepatan four blade paddle minimum= 40 rpm, maka
151.2 rpm = 2.52 rps
Standard Agitation Systems
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Lebar blade (W) = 1/5 x diameter impeller
= 1/5 x 2.378
= 0.476 ft
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Panjang blade (L) = 1/4 x diameter impeller
= 1/4 x 2.378
= 0.595 ft
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Lebar Baffle (J) = 0.08 x Diameter shell
= 0.08 x 7.927
= 0.6606 ft
N're (impeller)
N're = Da2 N r
m
= 5.655 x 2.52004 x 62.62
0.000620
= 1439556.62
Karena N're diatas 10000, maka lebar baffle desain menjadi 1x lebar baffle standar

Penentuan Jumlah Pengaduk


(Joshi, hal 389)
Jumlah pengaduk = Tinggi liquid x Sg
Diameter Tangki
14.822 ft x 62.624 lb/ft3 (Sg = ρ liquid campuran / ρ air)
=
3
7.927 ft x 79.000 lb/ft
= 1.48 ≈ 2 unit

Power pengaduk
(Geankoplis, Pers. 3.4-2, hal 158)
Kt x r x N3 x Da5
P =
gc

C -69
Keterangan :
P = Power (hp) (McCabe 5rd edition Tabel 9.3, hal 254)

Kt = Konstanta turbulensi untuk Nre diatas 10000 nilai Kt = 1.7


2
g = Konstanta gravitasi (lb/ft )
r = Densitas (lb/cuft)
N = Kecepatan putaran impeller (rps)
Da = Diameter impeller (ft)
Maka besarnya power ideal yang dibutuhkan untuk pengadukan adalah :
1.7 x 46.3 x 16.004 x 76.1
P =
32.17
P = 2,979.2 lb ft/s
P = 0.54 hp
Namun pada kenyataannya terdapat power losses selama pengadukan, maka perlu
diperhitungkan power losses tersebut.
Perhitungan Losses Pengaduk
Gland losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearing) = 10%
(Geankoplis, 2003, hal 167)
Gland losses 10% = 10% x 0.54
= 0.05 hp
Transmission sistem losses
(Joshi, hal 389)
= 20% x Hp
= 20% x 0.54
= 0.11 hp
Power input dengan losses
= 0.54 + 0.05 + 0.11
= 0.70 hp
Total Power = 0.70 hp
Maka total power yang dibutuhkan untuk proses pengadukan adalah sebesar 0.70 hp
Cek Desain impeller, Geankoplis, Pg. 162 :
Power = 0.7 = 0.0001 hp/gal
Volume 11548.33

Perhitungan coil pendingin


o o
T1 = 39.2 C t1 = 25 C
o o
= 103 F = 77 F
o o
T2 = 30 C t2 = 34 C
o o
= 86 F = 93 F

C -70
o o
Dt1 = 9 F Dt2 = 9 F
a. Neraca energi
Q diserap pendingin = 773415.547 kJ/jam
= 733095.305 btu/jam
kebutuhan air pendingin = 21581.395 kg/jam
b. LMTD
(Dt1-Dt2)
DtLMTD = = 9.161
ln(Dt1/Dt2)
c. Temperatur kalorik
o
Tc = 103 + 86 = 94 F
2
o
tc = 77 + 93 = 85 F
2
d. Perhitungan coil
Panjang propeller = 0.72 m = 2.378 ft
N = 151 rpm = 9072 rph
Diameter pipa = 3 in sch 80
ID = 2.900 in
OD = 3.500 in
a' = 6.610 in2 = 0.046 ft2
a" = 0.917 ft2/ft
r = 62.62 lbm/ft3
m = 0.001 lb/ft.s = 2.232 lb/ft.hr
2
k = 0.411 Btu/hr.ft .(F/ft)
cp = 1 Btu/lb.F
ID = 8 ft

Bagian Bejana :
Dp2.N.ρ 2.667 x 9072 x 62.624
Nreb = =
m 2.42 2.232 x 2.42
= 678778.577
j = 1250 (fig.24, Kern)
1/3
[cm/k] = 1.711
Asumsi [m/mw] = 1
1/3 0.14
ho = j.(k/ID).[c.m/k] .[m/mw]
2
= 110.901 Btu/hr.ft .F

C -71
Bagian Coil (air pendingin) :
47479.07 lb/jam
Gt = M/a' = = 1034339.794 lb/jam.ft2
2
0.0459 ft

Gt 1034339.794 =
v = = 4.59 ft/s
3600.ρ 3600 x 62.62
2
hi = 2100 x 0.78 = 1638 Btu/jam.ft .F
2.9
hio = hi.(ID/OD) = 1638 x = 1357 Btu/jam.ft2.F
3.5
Heat transfer coefficient pipa dalam keadaan bersih :
Uc = ( hio . ho ) / ( hio + ho )
2
= 102.5 Btu/hr.ft .F
Ditetapkan Rd = 0.0003
Rd = ( Uc - Ud ) / ( Uc . Ud )
0.00 = 103 - Ud
103 x Ud
2
Ud = 99.5 Btu/hr.ft .F
Q = 773415.55 kJ/jam = 733095 btu/jam

Luas perpindahan panas (A) :


Q
A = = 804.5 ft2
Ud x Dt
A 804.5
L = = = 877.4 ft
a" 0.917
Jumlah lilitan coil :
Dc = 2 ft
L 877.4
nc = =
π . Dc 3.14 x 2
= 139.71 ≈ 30 buah
Jarak setiap lingkaran coil = 4 in
Lc = (nc - 1 ) ( ( hc + do ) + do )
Lc = 319 in = 8.10 m (memenuhi)

C -72
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama alat : Tangki Esktraksi
Kode Alat : R-330
Fungsi Alat : Mengekstraksi Xilan dengan larutan NaOH
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 2058.38 ft = 58.287 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 8.00 ft = 2.438 m
- Diameter (ID) = 7.927 ft = 2.416 m
- Tinggi : shell = 11.891 ft = 3.624 m
tutup atas = 1.749 ft = 0.533 m
tutup bawah = 1.749 ft = 0.533 m
- Tebal : shell = 4/16 in
tutup atas = 3/8 in
tutup bawah = 3/8 in
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 2.375 in
- Jenis pipa = Pipa 5 inch sch 40
Spek. Nozzle Aliran NaOH : - Diameter (OD) = 2.375 in
- Jenis pipa = Pipa 1/8 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 3.500 in
- Jenis pipa = Pipa 8 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 2.378 ft = 0.725 m
- Lebar blade (W) = 0.476 ft = 0.145 m
- Panjang blade (L) = 0.595 ft = 0.181 m
- Lebar Baffle (J) = 0.661 ft = 0.201 m
- RPM = 151.202 RPM
- Jumlah = 2 unit
- Power = 0.70 hp

C -73
Tangki Penampung (F-314)

<10> 0,8 m

6,8 m

<11>
0,8 m

Fungsi = Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran NaOH dan


Acetic Acid Reactor Tank
Poperasi = 1 bar = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303 K

<10> <11>
No. Komponen ρ (kg/m3)
Massa (kg) Massa (kg)
1. Xilan 694.58 694.58 1520.00
2. Selulosa 602.45 602.45 1330.00
3. Lignin 139.50 139.50 1500.00
4. Impurities 22.47 22.47 526.00
5. Air 16243.87 16243.87 995.18
6. NaClO2 44.29 44.29 2500.00
7. NaOH 694.58 694.58 2130.00
Total 18441.74 18441.74 10501.18

Jadi,
Rate massa liquid total = 18441.74 kg/jam = 40657 lb/jam
r Campuran = 1041.2 kg/m
3
= 65.000 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.8007 cp


= 0.000538 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 120 menit = 2 jam
- Volume liquid = 80% volume tangki (Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join (E= 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C (f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
- Ls = 1.5 ID (Kusnarjo, 2010, Hal 7)
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid
40657 lb/jam
= 4
65.000 lb/ft
3
= 625.49 ft /jam

Rate volumetrik / tangki = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


3
= 625.49 ft /jam
1
3
= 625.49 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 625.49 ft /jam x 2 jam
3
= 1250.99 ft

100%
Volume total / tangki = x 1250.99 ft3 = 1563.73 ft3
80%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3
= 0.08467 D + (p/4)D L + 0.08467 D (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
3 2
= 0.08467 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
1563.7 = 1.34684 D
Diameter (OD) = 10.5103 ft = 126.124 in = 3.2 m
Volume liquid
Tinggi liquid (HL) =
(1/4)pD2
= 1250.987
1/4 x 3.14 x 110.466
= 14.426 ft = 4.3969 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Sumber: Brownell, Pers. 3.17, hal 46)
65.000 x 13.426
=
144
Phidrostatik = 6.06 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 6.06 + 14.70
= 20.756 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi


Diambil Pdesign = 1.1 x Ptotal
= 22.8 psi = 1.55 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


E = 0.8 (Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254)
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
f = 12650 (Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251)
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
22.832 x 63.062
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 22.832
2.14
= 0.2675 in = in
8
Standarisasi tebal bejana : 3/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
OD = 126.124 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 132 in = 11 ft
ID = OD - 2ts = 131.25 in = 10.938 ft
Ls = 1.5 ID
= 196.9 in = 16.41 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a
rc = ID = 131.3 in
C
0.89 x Pd rc (Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258)
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.89 x 22.8 x 131
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 22.8
6.19
= 0.387 in = in
16
Standarisasi tebal tutup : 7/16 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
maka, sf = 3.5 in (Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)

icr = 6% rc = 7.9 in (Brownell, 1959, Hal 88)


BC = rc - icr = 131 - 7.9 = 123 in = 10.3 ft (Brownell, 1959, Hal 87)

AB = ri - icr = 65.6 - 7.9 = 57.8 in = 4.81 ft (Brownell, 1959, Hal 87)


2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 131 - ( 123 - 57.8 )
= 22 in = 1.85 ft
OA = tha + b + sf = 4/9 + 22 + 3.5
= 26.2 in = 2.18 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 249.201 in
= 20.7668 ft

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Penampung (F-314)
Kode Alat : F-314
Fungsi Alat : Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran NaOH dan Acetic Acid
Reactor Tank
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 1563.73 ft = 44.2803 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 11.00 ft = 3.353 m
- Diameter (ID) = 10.938 ft = 3.334 m
- Tinggi : shell = 16.406 ft = 5.001 m
tutup atas = 2.180 ft = 0.665 m
tutup bawah = 2.180 ft = 0.665 m
- Tebal : shell = 3/8 in
tutup atas = 7/16 in
tutup bawah = 7/16 in
C.3.4 Pompa Tangki CH3COOH (L - 311)

3,8m
3,1 m

Fungsi = Memompa larutan menuju Tangki penetralan


Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 2083.736 kg/jam
Persamaan Bernoulli
2 2
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v2 - v1 )
+ + + ΣF
ρ gc 2α
Data -data
Rate larutan (ṁ) = 2083.736 kg/jam
= 1.276 lbm/s
3
Densitas (ρ) = 1014 kg/m
= 63.304 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.8 cp
= 0.00053758 lbm/ft.s
3
Rate volume (Qf) = 0.020 ft /s
3
= 2.055 m /jam
3
= 0.001 m /s
= 9.048 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
Di optimum = 3,9 x Qf 0,45 x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)

= 1.15 inch
= 2.93 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 3 in sch 40
OD = 3.500 inch = 0.291666667 ft = 0.089 m
ID = 3.068 inch = 0.256 ft = 0.078 m
2
A = 0.0513 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.39285 ft/s
ρDv
Nre =
µ

C-74
= 11827.50
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 3 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2) maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0) = 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
2
gc = 32.17 lbm ft/lbf s
Sehingga,
hc = 0.001 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1 unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


4 unit elbow 90o kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)

2
gc = 32.174 lbm ft/lbf s
α 1 (untuk aliran turbulen)
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.000 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.007 ft.lbf/lbm
hf total = 0.008 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


-5
Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10 )
panjang pipa = 10.0 m = 33 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel
Nre = 11827.50
ε = 0.0000460 m
ID = 0.0779281 m
Є/D = 0.0005903
(Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
f = 0.0048
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.002 ft.lbf/lbm
D x 2gc

C-75
d). Sudden Expantion at the tank Entrance
(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
Kex = (1-0)2 = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.002 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.013 ft.lbf/lbm
(Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Persamaan mechanical energy balance
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 124106 Pa = 2592.007 lbf/ft
2
P2 = 137895 Pa = 2879.996 lbf/ft
2
P2-P1 = 288 lbf/ft
Z2-Z1 = 0.070 m = 0.230 ft
2 2
v2 -v1 = 0.154 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -4.86925 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 4.869 ft
= 1.484 m

Efisiensi pompa
3
Flowrate bahan = 2.05 m /jam = 9.04774 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) = 25%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 19.477 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 24.854 lbf.ft/s
= 0.045 hp
= 0.034 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 82%
Power Motor = 0.06 hp

C-76
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki CH3COOH
Kode Alat : L-311
Fungsi Alat : Memompa larutan menuju Tangki penetralan
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 2083.736 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.06 hp
Head : 1.484165057 m

C-77
C.3.5 Tangki CH3COOH (F-322)

0,3 m

2m

<32>

0,3 m

Fungsi: Menampung Larutan CH3COOH 50% sebelum masuk ke tangki penetralan


Ditetapkan:
1.Tangki berbentuk silinder
2. Tutup bawah berbentuk Conical dengan sudut 120 ˚
3. Bahan konstruksi : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
4. Tutup atas berbentuk Standart Dished Head
5. Pengelasan Double Welded Butt Joint

Poperasi = 1 atm = 14.696 psi


Toperasi = 30 °C = 303 K
Laju Alir CH3COOH = 2083.74 kg/jam = 4593.851 lb/jam
3
Densitas CH3COOH = 1050 kg/m3 = 65.4112983 lb/ft
Faktor keamanan 20%, sehingga bahan mengisi 80% volume tangki
Jumlah tangki = 1 unit
Waktu tampung = 0.083 hari = 2 jam (asumsi)
r liquid = 2109.400 kg/m3 = 131.686 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.01 cp = 0.000007 lbm/ft.s

Rate volumetrik liquid = Rate massa liquid total


r liquid
4593.851 lb/jam
=
131.686 lb/ft3
= 34.885 ft3/jam = 3
0.009690 ft /s
Rate volumetrik liquid
Rate volume tangki =
Jumlah tangki
34.885
= ft3/jam = 34.885 ft3/jam
1
Volume liquid = Rate volumetrik liquid (Q) x Waktu tampung (Ө)
CH3COOH = 34.885 ft3/jam x 2 jam
3
= 69.77 ft = 1.9756636 m3

C - 78
Menghitung volume total tangki
Karena fungsi dari tangki penampungan CH3COOH adalah sebagai tempat
penampungan saja maka ditentukan Volume liquid (VL) = 80% Volume total tangki

Volume liquid (VL)


Volume total tangki (VT) =
80%
100
Volume total tangki (VT) = x 1.98
80
= 2.47 ft3

Menghitung tebal, tinggi dan diameter tangki


Ukuran tangki: (asumsi)
Tangki berupa silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan tutup bawah
conical dimensi silinder / diameter bejana (Hs / D).
= 1.5

Volume silinder = 1
x π x D2 x H
4
= 1
x π x D2 x 1,5D
4
= 0,25 x 1,5 x 3,14 x D3
1.1775 x D3
Volume Konis = π x D3
24 x tan (0,5α)
= π x D3
24 x tan (0,5 x 120˚)
= 3,14 x D3
24 x tan (0,5 x 60˚)
= 0.07553666 x D3
3
Volume Tutup Atas = 0.085 xD
Volume Total = Volume Silinder + Volume Konis + Volumee Tutup Atas
2.47 = 1.1775 x D3 + 0.085 x D3 + 0.085 x D
3
3
2.47 = 1.3475 xD
D3 = 1.832712062
D = 1.223765144 m = 48.18 in

Standart Diameter OD = 54 in = 1.3716 m


(Brownell & Young, hal 90)
Tinggi bagian Silinder = Hs
Hs = 1.5 OD
= 1.5 x 1.3716 m
= 2.0574 m

Tinggi konis (Hc) = OD


2 x tan (0,5α)

C - 79
= 1.3716
2 x tan 60˚
= 0.395946815 m

Menghitung bagian dish head (tutup atas) :


Tinggi Bejana (H) = 0.169 OD
= 9.126 in = 0.2318004 m

Tinggi Bejana (H) = Tinggi silinder (Hs) + Tinggi Konis (Hc)


+ Tinggi Dished Head (Hd)
= 2.0574 m + 0.3959 m + 0.2318 m
= 2.685147215 m

Volume CH3COOH = Volume Konis


Dalam Konis
= 0.0755 x OD3
= 0.194818135 m3

Volume CH3COOH dalam silinder = Volume CH3COOH dalam bejana -


Volume CH3COOH dalam konis
= 1.98 - 0.1948
= 1.78 m3

Tinggi CH3COOH Dalam Silinder = Volume CH3COOH dalam silinder


π/4 x OD2
= 1.78
π/4 x OD2
= 1.51481787 m

Tinggi CH3COOH dalam Bejana (Hb) = Tinggi CH3COOH dalam silinder +


Tinggi CH3COOH dalam konis
= 1.1189 m

Menentukan Tekanan Desain (Pa)


Tekanan operasi tangki sama dengan tekanan atmosfir dan tekanan parsial bahan
P Bahan = ρbahan x g x Hb
= 2109.400 x 9.8 x 1.1189
= 23129.44 N/m2 = 3.3643 psi

Pd = 14.7 + P bahan
= 14.7 + 3.3643
= 18.0643 psi

Menentukan Ketebalan Silinder


f = 12650 (Tabel 13.1 Brownell & Young)
E = 0.8 (Tabel 13.2 Brownell & Young)
C = 2/16

C - 80
t silinder = Pi x OD + C
2 (f.E + 0,4 Pi)
= 18.06430128 x 54 + 2/16
2 x (12650 x 0,8 + 0,4 x 18,002)
= 0.173161 in = 2.77057413 in
16

Tebal Plate Standar : = 3/16 in


= 3/16 = 0.00635 m

OD = ID + 2 t Silinder
OD = ID + 2 x 0.1875
ID = 53.625 in = 1.3621 m

Menentukan Ketebalan Konis


t konis Pi x OD
= + 2/16
2 (f.E + 0,4 Pi)cos(0,5α)
= 0.221321766 in = 3.54114826 in
16
Tebal konis standart : 1/4 in = 0.0064 m
sf = 3 in

Menentukan Dimensi Tutup Atas


OD = 54 in
r = 54 in
icr = 3 1/4 in
t head = 0,885 x Pi x r + C
2 (f.E - 0,1 Pi)
t head = 0.885 x 18.0643 x 54 + 2/16
2 x ( 12650 x 0,8 - 0,1 x 18,7164)
= 0.167657 in
= 2.682508 in
16
tebal dish head standar : 3/16 in = 0.0047625 m

Perhitungan Diameter Nozzle


Inlet Nozzle
Diameter inlet nozzle Larutan CH3COOH ditetapkan : 4 in sch 80
Didapat : OD = 4.500 in
ID = 3.826 in
A = 0.080 ft2

Outlet Nozzle
Menghitung diameter outlet nozzle :
Asumsi aliran aliran turbulen
Di, opt = 3,9 x Qf0.45 x ρ0.13 (Timmerhaus 4th, hal 496)
= 3.9 x 0.004 x 1.722
= 0.0298 in

C - 81
= 0.0025 ft

Ditetapkan diameter nominal : = 1/8 in sch 80


Didapat : OD = 0.405 in
ID = 0.215 in
= 0.018 ft
A = 0.00025 ft2

Cek jenis aliran :


Kecepatan aliran (v) = Q = 0.00969
A 0.00025
= 38.761 ft/s

Nre = ρDv
µ

= 131.686 x 0.018 x 38.761


0.000007
= 13672786.43 (memenuhi)

Nre > 2100, maka asumsi awal bahwa aliran turbulen benar sehingga ukuran pipa
keluar pompa dipilih 1/8 sch 80

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki CH3COOH
Kode Alat : F-322
Fungsi Alat : Menyimpan CH3COOH untuk fresh feed sebelum masuk ke
Tangki Netralisasi
Tipe : Tangki Tertutup
Bahan : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
Konstruksi
3 3
Kapasitas : 2.5 ft = 0.0699 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Volume Tangki = 2.470 ft3
- Diameter Tangki = 54 in
- Tinggi Tangki = 2.685 m
- Diameter Nozzle = 0.018 ft

C - 82
2.3.6 Pompa Tanki CH3COOH (L-323)

3,9m
2,3 m

11 m
Fungsi = Memompa larutan CH3COOH 50% menuju tangki penetralan
Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 2083.736 kg/jam
Persamaan Bernoulli
2 2
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v2 - v1 )
+ + + ΣF
ρ gc 2α
Data -data
Rate larutan (ṁ) = 2083.736 kg/jam
= 1.276 lbm/s
3
Densitas (ρ) = 1050 kg/m
= 65.552 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.01 cp
= 0.00000672 lbm/ft.s
3
Rate volume (Qf) = 0.019 ft /s
3
= 1.985 m /jam
3
= 0.001 m /s
= 8.738 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
Di optimum = 3,9 x Qf 0,45 x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)

= 1.14 inch
= 2.90 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 1 1/4 in sch 40
OD = 1.660 inch = 0.138333333 ft = 0.042 m
ID = 1.360 inch = 0.113 ft = 0.035 m
2
A = 0.0101 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 1.93067 ft/s
ρDv
Nre =
µ

C-83
= 2134516.34
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 1 1/4 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2) maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0) = 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
2
gc = 32.17 lbm ft/lbf s
Sehingga,
hc = 0.032 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1 unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


2 unit elbow 90o kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)

2
gc = 32.174 lbm ft/lbf s
α 1 (untuk aliran turbulen)
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.010 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.087 ft.lbf/lbm
hf total = 0.097 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


-5
Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10 )
panjang pipa = 11.0 m = 36 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel
Nre = 2134516.34
ε = 0.0000460 m
ID = 0.0345444 m
Є/D = 0.0013316
(Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
f = 0.0048
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.108 ft.lbf/lbm
D x 2gc

C-84
d). Sudden Expantion at the tank Entrance
(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
Kex = (1-0)2 = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.058 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.294 ft.lbf/lbm
(Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Persamaan mechanical energy balance
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.600 m = 5.249 ft
2 2
v2 -v1 = 3.728 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -7.40757 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 7.408 ft
= 2.258 m

Efisiensi pompa
3
Flowrate bahan = 2.05 m /jam = 9.04774 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) = 47%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 15.761 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 20.112 lbf.ft/s
= 0.037 hp
= 0.027 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 40%
Power Motor = 0.09 hp

C-85
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki CH3COOH
Kode Alat : L-323
Fungsi Alat : Memompa larutan CH3COOH 50% menuju tangki penetralan
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 2083.736 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.09 hp
Head : 2.257855079 m

C-86
C.3.7 Tangki Netralisasi (R-320)

<10>

<54>

12,4 m

<11>

Fungsi = Menetralkan dengan penambahan CH3COOH


Poperasi = 1 atm = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303.15 K
Rate massa Larutan = 6720.38 kg/jam = 14815.905 lb/jam

r larutan
3 3
= 721 kg/m = 45.011 lb/ft
Rate massa CH3COOH = 3615.27188 kg/jam = 7970.310 lb/jam
r CH3COOH
3 3
= 1050 kg/m = 65.549 lb/ft

Jadi,
Rate massa liquid total = 10335.65 kg/jam = 22786 lb/jam
r Campuran
3 3
= 809.74822 kg/m = 50.551 lb/ft
Viskositas (µ) = 0.37 cp
= 0.0002486 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 30 menit = 0.5 jam
(Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Volume liquid = 75% volume tangki
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join ( E = 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C (f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
(Kusnarjo, 2010, Hal 7)
- Ls = 1.5 ID
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid

C -87
22786 lb/jam
=
4
50.551 lb/ft
3
= 450.76 ft /jam

Rate volumetrik = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


3
/ tangki 450.76 ft /jam
=
1
3
= 450.76 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 450.76 ft /jam x 0.5 jam
3
= 225.379 ft = 1401.8561 gal

100%
Volume total / tangki = x 225.38 ft3 = 300.505 ft3
75%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3 (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
= 0.08467 D + (p/4)D L + 0.0847 D
3 2
= 0.08467 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
300.5 = 1.34684 D
Diameter (OD) = 6.0652 ft = 72.782 in 1.85 m
Tinggi liquid (HL) Volume liquid
=
(1/4)pD2
= 225.379
1/4 x 3.14 x 36.787
= 7.805 ft = 2.3787 m
Tekanan Hidrostatik (Ph)= r x (H L -1) / 144 (Sumber: Brownell, Pers. 3.17, hal 46)

50.551 x 6.805
=
144
Phidrostatik = 2.389 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 2.39 + 14.70
= 17.085 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi

C -88
Diambil Pdesign = 1.05 x Ptotal
= 17.9 psi = 1.22 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254
E = 0.8
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251
f = 12650
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
17.939 x 36.391
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 17.939
3.03
= 0.1896 in = in
16
Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89
Standarisasi tebal bejana : 1/4 in
OD = 72.782 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 78 in = 6.5 ft
ID = OD - 2ts = 77.50 in = 6.458 ft
Ls = 1.5 ID
= 116.25 in = 9.69 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a

rc = ID = 77.5 in

C -89
Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258
0.885 x Pd rc
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.885 x 17.9 x 78
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 17.9
1.97
= 0.247 in = in
8
Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89
Standarisasi tebal tutup : 1/4 in
(Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)
maka, sf = 3 in

Brownell, 1959, Hal 88


icr = 6% rc = 4.7 in
Brownell, 1959, Hal 87
BC = rc - icr = 78 - 4.7 = 72.9 in = 6.07 ft
Brownell, 1959, Hal 87
AB = ri - icr = 38.8 - 4.7 = 34.1 in = 2.84 ft
2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 78 - ( 72.9 - 34.1 )
= 13 in = 1.09 ft

OA = tha + b + sf = 1/4 + 13 + 3
= 16.4 in = 1.36 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 148.997 in
= 12.4164 ft

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Utama


3
Rate Volumetrik (Qf) = 450.76 ft /jam
3
= 0.125 ft /s
Asumsi = aliran Turbulen
0.45
Di optimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.45 0.13
= 3.9 x 0.125 x 45.011
= 3.9 x 0.39259 x 1.6403
= 2.51 inch
= 6.4 cm
ditetapkan:
Pipa 2 1/2 in sch 40(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 2.875 inch = 0.24 ft = 0.073 m
ID = 2.469 inch = 0.206 ft = 0.139 m
2
A = 0.0332 ft

C -90
Check jenis aliran
v = Q/A
0.1252
=
0.0332
= 3.768 ft/s
ρDv
Nre=
µ
50.551 x 0.206 x 3.768
=
0.0002486
= 157619
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle = 2.875 in

* Perhitungan Diameter Nozzle CH3COOH


Rate massa CH3COOH masuk = 3615.27188 kg/jam
3 3
Densitas CH3COOH = 1050 kg/m = 65.549 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 121.5925 ft /jam
3
= 3.4E-02 ft /s
Asumsi = aliran laminer
0.45
Dioptimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.45 0.13
= 3 x 3.4E-02 x 65.5
= 3.0 x 2.2E-01 x 1.72
= 1.12499 inch
= 2.86 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 1 in Sch 40
OD = 1.315 inch = 0.110 ft = 0.0334 m
ID = 1.049 inch = 0.087 ft = 0.0266 m
2
A = 0.0059987 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.0337757
0.0059987
= 5.630 ft/s
ρDv
Nre=
µ

C -91
= 129764.894
Nre > 2100, asumsi aliran laminer benar
sehingga diameter nozzle dipilih 1.315 in

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Keluar


Rate massa aliran keluar = 9255.95 kg/jam = 20405.876 lb/jam
3
Densitas liquid = 50.551 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 403.67 ft /jam
3
= 1.1E-01 ft /s
Asumsi = aliran laminer
0.36 0.18
Dioptimum = 3,9 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.36 0.18
= 3.9 x 1.1E-01 x 50.551
= 3.9 x 4.5E-01 x 2.03
= 3.59448 inch
= 9.13 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 3 1/2 in Sch 40
OD = 4 inch = 0.333 ft = 0.1016 m
ID = 3.548 inch = 0.296 ft = 0.0901 m
2
A = 0.0686237 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.1121305
0.0686237
= 1.634 ft/s
ρDv
Nre=
µ
= 98226.60
Nre > 2100, asumsi aliran laminer benar
sehingga diameter nozzle dipilih 4 in

Spesifikasi Pengaduk
Karena viscositas liquid rendah (μ = 0.8007 cp) dan kecepatan pengadukan yang
dibutuhkan adalah pengadukan lambat maka direncanakan menggunakan pengaduk tipe
:
Four-blade paddle
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Diameter impeller = 0.3 Diameter shell

C -92
Da = 0.3 x 6.458 ft
Da = 1.938 ft = 0.591 m
Kecepatan (N) untuk four-blade paddle berkisar antara 20-200 rpm
dipilih kecepatan four blade paddle minimum= 20 rpm, maka
20 rpm = 0.33 rps
Standard Agitation Systems
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Lebar blade (W) = 1/5 x diameter impeller
= 1/5 x 1.938
= 0.388 ft
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Panjang blade (L) = 1/4 x diameter impeller
= 1/4 x 1.938
= 0.484 ft
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Lebar Baffle (J) = 0.08 x Diameter shell
= 0.08 x 6.458
= 0.5382 ft
N're (impeller)
N're = Da2 N r
m
= 3.754 x 0.33333 x 50.551
0.000249
= 254413.24
Karena N're diatas 10000, maka lebar baffle desain menjadi 1x lebar baffle standar
Cek P/V :

Penentuan Jumlah Pengaduk


(Joshi, hal 389)
Jumlah pengaduk = Tinggi liquid x Sg
Diameter Tangki
7.805 ft x 50.551 lb/ft3 (Sg = ρ liquid campuran / ρ air)
=
3
6.458 ft x 62.430 lb/ft
= 0.98 ≈ 1 unit

Power pengaduk
(Geankoplis, Pers. 3.4-2, hal 158)
Kt x r x N3 x Da5
P =
gc
Keterangan :

C -93
P = Power (hp) (McCabe 5rd edition Tabel 9.3, hal 254)

Kt = Konstanta turbulensi untuk Nre diatas 10000 nilai Kt = 1.7


2
g = Konstanta gravitasi (lb/ft )
r = Densitas (lb/cuft)
N = Kecepatan putaran impeller (rps)
Da = Diameter impeller (ft)
Maka besarnya power ideal yang dibutuhkan untuk pengadukan adalah :
1.7 x 50.6 x 0.03704 x 745.4
P =
32.17
P = 73.7 lb ft/s
P = 0.1340799 hp
Namun pada kenyataannya terdapat power losses selama pengadukan, maka perlu
diperhitungkan power losses tersebut.
Perhitungan Losses Pengaduk
(Geankoplis, 2003, hal 167)
Gland losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearing) = 10%
Gland losses 10% = 10% x 0.134080 hp
= 0.0134080 hp
Transmission sistem losses
(Joshi, hal 389)
= 20% x Hp
= 20% x 0.134080
= 0.026816 hp
Power input dengan losses
= 0.134080 + 0.01341 + 0.026816
= 0.174304 hp
Total Power = 0.174304 hp
Maka total power yang dibutuhkan untuk proses pengadukan adalah sebesar 0.17 hp
Cek P/V : 0.17
= 0.000124 (memenuhi)
1401.8561
Perhitungan coil pendingin
o o
T1 = 80 C t1 = 25 C
o o
= 176 F = 77 F
o o
T2 = 30 C t2 = 40 C
o o
= 86 F = 104 F
o o
Dt1 = 72 F Dt2 = 9 F

a. Neraca energi

C -94
Q diserap pendingin = 11608311.000 kJ/jam
= 11003138.389 btu/jam
kebutuhan air pendingin = 194351.057 kg/jam

b. LMTD
(Dt1-Dt2)
DtLMTD = = 30.211
ln(Dt1/Dt2)
c. Temperatur kalorik
o
Tc = 176 + 86 = 131 F
2
o
tc = 77 + 104 = 91 F
2
d. Perhitungan coil
Panjang propeller
= 0.000 m = 0 ft
N = 20 rpm = 1200 rph
Diameter pipa = 3 in sch 80
ID = 2.900 in
OD = 3.500 in
2
a' = 6.610 in = 0.046 ft2
2
a" = 0.917 ft /ft
r
3
= 50.55 lbm/ft
m = 0.00025 lb/ft.s = 0.895 lb/ft.hr
2
k = 0.411 Btu/hr.ft .(F/ft)
cp = 0.37 Btu/lb.F
ID = 6.458 ft

Bagian Bejana :
Dp2.N.ρ 6.065 x 1200 x 50.55093
Nreb = =
m 2.42 0.895 x 2.42
= 411056.114
j = 2000 (fig.24, Kern)
1/3
[cm/k] = 0.931
Asumsi [m/mw] = 1
1/3 0.14
ho = j.(k/ID).[c.m/k] .[m/mw]
= 118.438 Btu/hr.ft2.F

C -95
Bagian Coil (air pendingin) :
427572.33 lb/jam
Gt = M/a' = = 9314737.505 lb/jam.ft2
2
0.0459 ft
Gt 9314737.505
v = = = 51.18 ft/s
3600.ρ 3600 x 50.55
2
hi = 2100 x 0.78 = 1638 Btu/jam.ft .F
2.9
hio = hi.(ID/OD) = 1638 x = 1357 Btu/jam.ft2.F
3.5
Heat transfer coefficient pipa dalam keadaan bersih :
Uc = ( hio . ho ) / ( hio + ho )
= 108.9 Btu/hr.ft2.F
Ditetapkan Rd = 0.005
Rd = ( Uc - Ud ) / ( Uc . Ud )
0.005 = 108.9 - Ud
108.9 x Ud
2
Ud = 70.52 Btu/hr.ft .F
Q = 11608311 kJ/jam = 11003138 btu/jam

Luas perpindahan panas (A) :


Q
A = = 5164.5 ft2
Ud x Dt
A 5164.5
L = = = 5631.9 ft
a" 0.917
Jumlah lilitan coil :
Dc = 3 ft
L 5631.9
nc = =
π . Dc 3.14 x 3
= 598 buah
Jarak setiap lingkaran coil
4 in=
Lc = (nc - 1 ) ( ( hc + do ) + do )
Lc = 6566 in = 166.76 m (memenuhi)

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Netralisasi
Kode Alat : R-320
Fungsi Alat : Menetralkan larutan Xilan menggunkan CH3COOH

C -96
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 300.51 ft = 8.5094 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 6.50 ft = 1.981 m
- Diameter (ID) = 6.458 ft = 1.969 m
- Tinggi : shell = 9.688 ft = 2.953 m
tutup atas = 1.364 ft = 0.416 m
tutup bawah = 1.364 ft = 0.416 m
- Tebal : shell = 1/4 in
tutup atas = 1/4 in
tutup bawah = 1/4 in
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 2.875 in
- Jenis pipa = Pipa 5 inch sch 40
Spek. Nozzle Aliran Ca(OH)2 : - Diameter (OD) = 1.315 in
- Jenis pipa = Pipa 1/8 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 4.000 in
- Jenis pipa = Pipa 8 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 1.938 ft = 0.591 m
- Lebar blade (W) = 0.388 ft = 0.118 m
- Panjang blade (L) = 0.484 ft = 0.148 m
- Lebar Baffle (J) = 0.538 ft = 0.164 m
- Jumlah = 1 unit
- Power = 0.1743 hp

Perhitungan coil pendingin


o o
T1 = 80 C t1 = 25 C
o o
= 176 F = 77 F
o o
T2 = 30 C t2 = 40 C
o o
= 86 F = 104 F
o o
Dt1 = 72 F Dt2 = 9 F

a. Neraca energi
Q diserap pendingin = 11608311.000 kJ/jam

C -97
= 11003138.389 btu/jam
kebutuhan air pendingin = 194351.057 kg/jam

b. LMTD
(Dt1-Dt2)
DtLMTD = = 30.211
ln(Dt1/Dt2)
c. Temperatur kalorik
o
Tc = 176 + 86 = 131 F
2
o
tc = 77 + 104 = 91 F
2
d. Perhitungan coil
Panjang propeller
= 32.174 m = 106 ft
N = 20 rpm = 1200 rph
Diameter pipa = 3 in sch 80
ID = 2.900 in
OD = 3.500 in
2
a' = 6.610 in = 0.046 ft2
2
a" = 0.917 ft /ft
r
3
= 65.55 lbm/ft
m = 0.000 lb/ft.s = 0.895 lb/ft.hr
2
k = 0.411 Btu/hr.ft .(F/ft)
cp = 0.37 Btu/lb.F
ID = 6.458 ft

Bagian Bejana :
Dp2.N.ρ 0.333 x 1200 x 65.54936
Nreb = =
m 2.42 0.895 x 2.42
= 29293.707
j = 580 (fig.24, Kern)
1/3
[cm/k] = 0.931
Asumsi [m/mw] = 1
1/3 0.14
ho = j.(k/ID).[c.m/k] .[m/mw]
= 34.347 Btu/hr.ft2.F

Bagian Coil (air pendingin) :

C -98
427572.33 lb/jam
Gt = M/a' = = 9314737.505 lb/jam.ft2
2
0.0459 ft

Gt 9314737.505
v = = = 39.47 ft/s
3600.ρ 3600 x 65.55
2
hi = 2100 x 0.78 = 1638 Btu/jam.ft .F
2.9
hio = hi.(ID/OD) = 1638 x = 1357 Btu/jam.ft2.F
3.5
Heat transfer coefficient pipa dalam keadaan bersih :
Uc = ( hio . ho ) / ( hio + ho )
= 33.5 Btu/hr.ft2.F
Ditetapkan Rd0.005
=
Rd = ( Uc - Ud ) / ( Uc . Ud )
0.005 = 33.5 - Ud
33.5 x Ud
2
Ud = 28.69 Btu/hr.ft .F
Q = 11608311 kJ/jam = 11003138 btu/jam

Luas perpindahan panas (A) :


Q
A = = 12693.1 ft2
Ud x Dt
A 12693.1
L = = = 13842.0 ft
a" 0.917
Jumlah lilitan coil :
Dc = 3 ft
L 13842.0
nc = =
π . Dc 3.14 x 3
= 6 buah
Jarak setiap lingkaran coil
4 in=
Lc = (nc - 1 ) ( ( hc + do ) + do )
Lc = 55 in = 1.40 m (memenuhi)

C -99
C.3.8 Sentrifuge Separator (H-330)

<11>

<12>

<39>
Perhitungan :
Fungsi : Memisahkan Selulose dan Lignin dari Filtrat
Type : Flat Top and Flat Bottom

Komponen Massa (kg) x r (kg/m3)


Selulosa 602.45 0.03 1330.00
Lignin 139.50 0.01 1500.00
Impurities 365.38 0.02 526.00
Air 20729.64 0.86 995.18
NaClO2 54.70 0.00 2500.00
CH3COONa 1423.89 0.06 1450
Xilan 625.12 0.03 1493.4
Arabinosa 69.46 0.00 1493.40
Total 24010.14 1.00 11287.98

Rate masuk = 24010.14 kg/jam


Densitas (ρ) = 1019.99 kg/m3
Massa yang masuk = 24010.14 kg
Volume liquid, Y = Massa campuran 24010.14
=
Densitas campuran 1019.99
= 23.54 m3
(Hugot, 3rd ed , p.769)
Time of fugaling = 2 - 6 menit
Diambil rata - rata = 4 menit
Banyak cycle/jam, N = 60 = 15.0 Cycle
4

C -100
Volume liquid/cycle = V liquid, Y
N
= 23.5 = 1.57 m3
15.0
= 1569.31 liter

Berdasarkan (Hugot, Ed. 2, p.716)


Diameter = 54 inch = 1.37 m
Tinggi centrifugal = 42 inch = 1.07 m
= 0.14 D (Hugot, eq.35.18, p.770)
Ketebalan maks, e
= 0.14 x 1.372
= 0.19 m
Volume maks, V = π x e x H x (D - e) (Hugot, eq.35.20, p.770)
= 3.14 x 0.19 x 1.07 x ( 1.37 - 0.19 )
= 0.76 m3 = 758.7 liter
= Yi
Jumlah sentrifugal
V
= 1569
758.7
= 2.07 Unit ≈ 2 Unit
Kecepatan rotasi, n = 1200 rpm (Hugot, Ed.2, Tabel 36.10, p.728)
2
Area screen = 49.5 ft (Hugot, Ed.2, Tabel 36.9, p.727)

Menghitung Konsumsi Power :


Pr = D4 x H x n2 (1 + 4n) (Hugot, Ed.2, eq. 36.41, p.731)
370
Dimana :
D = Satuan ft
H = Satuan ft
n = Kecepatan dalam ribuan (rpm)

Maka, konsumsi power yang dibutuhkan :


Pr = 410.1 x 3.50 x 1.44 x 5.8
370
= 11987 = 32.397154 kW = 43.4 hp
370

C -101
Spesifikasi Centrifuge 2 :
Fungsi = Memisahkan Selulose dan Lignin dari Filtrat
Type = Flat Top and Flat Bottom
Kode = H-330
Kapasitas = 24010.14 kg/jam
Volume liquid, Y = 23.54 m3
Banyak cycle/jam, N = 15.00 Cycle
Volume liquid/cycle, Vi = 1.57 m3
Diameter = 54 in
Tinggi centrifugal = 42 in
Ketebalan maksimum massecuite, e = 0.19 m
Volume maksimum massecuite, V = 0.76 m3
Jumlah sentrifugal = 2 Unit
Kecepatan rotasi, n = 1200 rpm
Area screen = 49.50 m2
Power terkonsumsi, Pr = 32.40 kW
= 43.45 hp

C -102
C.3.9 Pompa Sentrifugasi (L - 331)

3m

9,4 m
Fungsi = Memompa sentrifugasi menuju pemurnian
Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 24010.136 kg/jam
Persamaan Bernoulli
2 2
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v2 - v1 )
+ + + ΣF
ρ gc 2α
Data -data
Rate larutan (ṁ) = 24010.136 kg/jam
= 14.704 lbm/s
3
Densitas (ρ) = 1003 kg/m
= 62.627 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.801 cp
= 0.00053825 lbm/ft.s
3
Rate volume (Qf) = 0.235 ft /s
3
= 23.935 m /jam
3
= 0.007 m /s
= 105.382 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
Di optimum = 3,9 x Qf 0,45 x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)

= 3.48 inch
= 8.84 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 5 in sch 40
OD = 5.563 inch = 0.463583333 ft = 0.141 m
ID = 5.047 inch = 0.421 ft = 0.128 m
2
A = 0.1389 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 1.69082 ft/s
ρDv
Nre =
µ

C-103
= 82741.72
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 5 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2) maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0) = 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
2
gc = 32.17 lbm ft/lbf s
Sehingga,
hc = 0.024 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1 unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


2 unit elbow 90o kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)

2
gc = 32.174 lbm ft/lbf s
α 1 (untuk aliran turbulen)
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.008 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.067 ft.lbf/lbm
hf total = 0.074 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


-5
Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10 )
panjang pipa = 9.4 m = 31 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel
Nre = 82741.72
ε = 0.0000460 m
ID = 0.1281954 m
Є/D = 0.0003588
(Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
f = 0.0048
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.019 ft.lbf/lbm
D x 2gc

C-104
d). Sudden Expantion at the tank Entrance
(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
Kex = (1-0)2 = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.044 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.162 ft.lbf/lbm
(Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Persamaan mechanical energy balance
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.040 m = 3.412 ft
2 2
v2 -v1 = 2.859 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -5.00363 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 5.004 ft
= 1.525 m

Efisiensi pompa
3
Flowrate bahan = 23.68 m /jam = 104.254 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) = 47%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 10.646 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 156.537 lbf.ft/s
= 0.285 hp
= 0.212 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 82%
Power Motor = 0.35 hp

C-105
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa CH3COOH
Kode Alat : L-331
Fungsi Alat : Memompa sentrifugasi menuju pemurnian
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 24010.136 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.35 hp
Head : 1.5251241 m

C-106
C.3.10 Tangki C2H5OH (F-342)

3,2 m

<32>

0,2 m
Fungsi: Menampung Larutan C2H5OH sebelum masuk ke tangki Pemurnian Xilan
Ditetapkan:
1. Tangki penampung berbentuk silinder
2. Tutup bawah berbentuk Conical dengan sudut 120 ˚
3. Bahan konstruksi : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
4. Tutup atas berbentuk Standart Dished Head
5. Pengelasan Double Welded Butt Joint

Poperasi = 1 atm = 14.696 psi


Toperasi = 30 °C = 303.15 K
Laju Alir C2H5OH = 1901.08 kg/jam = 4191.168 lb/jam
3
Densitas C2H5OH = 1050 kg/m3 = 65.4112983 lb/ft
Faktor keamanan 20%, sehingga bahan mengisi 80% volume tangki
Jumlah tangki = 1 unit
Waktu tampung = 5 hari = 120 jam (asumsi)
r liquid = 1050.000 kg/m3 = 65.549 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.37 cp = 0.000249 lbm/ft.s

Rate volumetrik liquid = Rate massa liquid total


r liquid
4191.168 lb/jam
=
65.549 lb/ft3
= 63.939 ft3/jam = 3
0.017761 ft /s
Rate volumetrik liquid
Rate volume tangki =
Jumlah tangki
63.939
= ft3/jam = 63.939 ft3/jam
1
Volume liquid = Rate volumetrik liquid (Q) x Waktu tampung (Ө)
C2H5OH = 63.939 ft3/jam x 5 jam
3
= 319.70 ft = 9.05275478 m3

C - 107
Menghitung volume total tangki
Karena fungsi dari tangki penampungan C2H5OH adalah sebagai tempat penampungan
saja maka ditentukan Volume liquid (VL) = 80% Volume total tangki (VT)

Volume liquid (VL)


Volume total tangki (VT) =
80%
100
Volume total tangki (VT) = x 9.05
80
= 11.32 ft3

Menghitung tebal, tinggi dan diameter tangki


Ukuran tangki: (asumsi)
Tangki berupa silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan tutup bawah
conical dimensi silinder / diameter bejana (Hs / D).
= 1.5

Volume silinder = 1
x π x D2 x H
4
= 1
x π x D2 x 1,5D
4
= 0,25 x 1,5 x 3,14 x D3
1.1775 x D3
Volume Konis = π x D3
24 x tan (0,5α)
= π x D3
24 x tan (0,5 x 120˚)
= 3,14 x D3
24 x tan (0,5 x 60˚)
= 0.07553666 x D3
Volume Tutup Atas = 0.085 x D3
Volume Total = Volume Silinder + Volume Konis + Volumee Tutup Atas
11.32 = 1.1775 x D3 + 0.085 x D3 + 0.085 x D
3

11.32 = 1.3475 x D3
D3 = 8.397731703
D = 2.032609722 m = 80.024 in

Standart Diameter OD = 84 in = 2.1336 m


(Brownell & Young, hal 90)
Tinggi bagian Silinder = Hs
Hs = 1.5 OD
= 1.5 x 2.1336 m
= 3.2004 m

C - 108
Tinggi konis (Hc) = OD
2 x tan (0,5α)
= 2.1336
2 x tan 60˚
= 0.615917267 m

Menghitung bagian dish head (tutup atas) :


Tinggi Bejana (H) = 0.169 OD
= 14.196 in = 0.3605784 m

Tinggi Bejana (H) = Tinggi silinder (Hs) + Tinggi Konis (Hc)


+ Tinggi Dished Head (Hd)
= 3.2004 m + 0.6159 m + 0.3606 m
= 4.176895667 m

Volume CH3COOH = Volume Konis


Dalam Konis
= 0.0755 x OD3
= 0.733307218 m3

Volume CH3COOH dalam silinder = Volume CH3COOH dalam bejana -


Volume CH3COOH dalam konis
= 9.05 - 0.7333
= 8.32 m3

Tinggi CH3COOH Dalam Silinder = Volume CH3COOH dalam silinder


π/4 x OD2
= 8.32
π/4 x OD2
= 2.56517403 m

Tinggi CH3COOH dalam Bejana (Hb) = Tinggi CH3COOH dalam silinder + Tinggi
CH3COOH dalam konis
= 1.9493 m

Menentukan Tekanan Desain (Pa)


Tekanan operasi tangki sama dengan tekanan atmosfir dan tekanan parsial bahan
P Bahan = ρbahan x g x Hb
= 1050.000 x 9.8 x 1.9493
= 20057.85 N/m2 = 2.9175 psi

Pd = 14.7 + P bahan
= 14.7 + 2.91752
= 17.61752 psi

Menentukan Ketebalan Silinder


f = 12650 (Tabel 13.1 Brownell & Young)
E = 0.8 (Tabel 13.2 Brownell & Young)

C - 109
C = 2/16

t silinder = Pi x OD + C
2 (f.E + 0,4 Pi)
= 17.61752274 x 84 + 2/16
2 x (12650 x 0,8 + 0,4 x 17,51312)
= 0.198065 in = 3.16904516 in
16

Tebal Plate Standar : = 4/16 in


= 4/16 = 0.00635 m

OD = ID + 2 t Silinder
OD = ID + 2 x 0.1875
ID = 83.625 in = 2.1241 m

Menentukan Ketebalan Konis


t konis Pi x OD
= + 2/16
2 (f.E + 0,4 Pi)cos(0,5α)
= 0.271130645 in = 4.33809032 in
16
Tebal konis standart : 5/16 in = 0.0079 m
sf = 3 in

Menentukan Dimensi Tutup Atas


OD = 84 in
r = 84 in
icr = 3 1/4 in
t head = 0,885 x Pi x r + C
2 (f.E - 0,1 Pi)
t head = 0.885 x 17.6175 x 84 + 2/16
2 x ( 12650 x 0,8 - 0,1 x 17,5131)
= 0.189714 in
= 3.035421 in
16
tebal dish head standar : 1/4 in = 0.00635 m

Perhitungan Diameter Nozzle


Inlet Nozzle
Diameter inlet nozzle Larutan NaOH ditetapkan : 4 in sch 80
Didapat : OD = 4.500 in
ID = 3.826 in
A = 0.080 ft2

Outlet Nozzle
Menghitung diameter outlet nozzle :
Asumsi aliran aliran turbulen
Di, opt = 3,9 x Qf0.45 x ρ0.13 (Timmerhaus 4th, hal 496)

C - 110
= 3.9 x 0.006 x 1.722
= 0.0392 in
= 0.0033 ft

Ditetapkan diameter nominal : = 1/8 in sch 80


Didapat : OD = 0.405 in
ID = 0.215 in
= 0.018 ft
A = 0.00025 ft2

Cek jenis aliran :


Kecepatan aliran (v) = Q = 0.01776
A 0.00025
= 71.043 ft/s

Nre = ρDv
µ

= 65.549 x 0.018 x 71.043


0.000249
= 337142.430 (memenuhi)

Nre > 2100, maka asumsi awal bahwa aliran turbulen benar sehingga ukuran pipa
keluar pompa dipilih 1/8 sch 80

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki C2H5OH
Kode Alat : F-342
Fungsi Alat : Menyimpan Etanol untuk fresh feed sebelum masuk ke Tangki
Pemurnian
Tipe : tangki terbuka berbentuk balok
Bahan Konstruksi : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
3 3
Kapasitas : 11.3 ft = 0.3204 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Volume Tangki = 11.316 ft3
- Diameter Tangki = 84 in
- Tinggi Tangki = 4.177 m
- Diameter Nozzle = 0.018 ft

C - 111
C.3.11 Pompa (L - 343)

3,1 m
2m

11 m

Fungsi = Memompa larutan storage Etanol menuju ke tangki pemurnian


Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 1901.082 kg/jam
Persamaan Bernoulli
2 2
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v2 - v1 )
+ + + ΣF
ρ gc 2α
Data -data
Rate larutan (ṁ) = 1901.082 kg/jam
= 1.164 lbm/s
3
Densitas (ρ) = 2130 kg/m
= 132.976 lbm/ft3
Viskositas (µ) = 0.996 cp
= 0.00066928 lbm/ft.s
3
Rate volume (Qf) = 0.009 ft /s
3
= 0.893 m /jam
3
= 0.00025 m /s
= 3.930 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
Di optimum = 3,9 x Qf 0,45 x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)

= 0.87 inch
= 2.22 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 1 1/2 in sch 40
OD = 1.900 inch = 0.158333333 ft = 0.048 m
ID = 1.601 inch = 0.133 ft = 0.041 m
2
A = 0.0140 ft

Check jenis aliran


v = Q/A
= 0.62657 ft/s

C-112
ρDv
Nre =
µ
= 16609.09
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 1 1/2 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2) maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0) = 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
gc = 32.17 lbm ft/lbf s2
Sehingga,
hc = 0.003 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1 unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


4 unit elbow 90o kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)
2
gc = 32.174 lbm ft/lbf s
α 1 (untuk aliran turbulen)
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.001 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.018 ft.lbf/lbm
hf total = 0.019 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10-5)
panjang pipa = 10.0 m = 33 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel
Nre = 16609.09
ε = 0.0000460 m
ID = 0.0406659 m
Є/D = 0.0011312
(Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
f = 0.0048
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.009 ft.lbf/lbm
D x 2gc

C-113
d). Sudden Expantion at the tank Entrance
(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
Kex = (1-0)2 = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.006 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 0.038 ft.lbf/lbm
(Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Persamaan mechanical energy balance
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 120747.9 Pa = 2521.871 lbf/ft
2
P2 = 123416.2 Pa = 2577.600 lbf/ft
2
P2-P1 = 56 lbf/ft
Z2-Z1 = 0.200 m = 0.656 ft
2 2
v2 -v1 = 0.393 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -1.30913 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 1.309 ft
= 0.399 m

Efisiensi pompa
3
Flowrate bahan = 1.87 m /jam = 8.25465 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) = 35%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 3.740 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 4.355 lbf.ft/s
= 0.079 hp
= 0.059 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 82%
Power Motor = 0.10 hp

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama Alat : Pompa Tangki Ethanol
Kode Alat : L-343

C-114
Fungsi Alat : Memompa larutan storage Etanol menuju ke tangki pemurnian
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 1901.082 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.10 hp
Head : 0.399028551 m

C-115
C.3.12 Tangki Pencampuran Ethanol (M-340)

<12>

<33>

4m

<13>

3m
Fungsi = Mengendapkan Xilan dengan penambahan C2H5OH
Poperasi = 1 atm = 14.696 psi
o
Toperasi = 89 C = 362.15 K
Rate massa Tongkol = 20864.77 kg/jam = 45998.933 lb/jam
Jagung
r Tongkol Jagung
3 3
= 721 kg/m = 45.011 lb/ft
Rate massa C2H5OH = 1901.08163 kg/jam = 4191.168 lb/jam
3
r C2H5OH
3
= 2130 kg/m = 132.972 lb/ft

Jadi,
Rate massa liquid total = 22765.85 kg/jam = 50190 lb/jam
r Campuran
3 3
= 763.15623 kg/m = 47.642 lb/ft
Viskositas (µ) = 0.996 cp
= 0.0006693 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 60 menit = 1 jam
(Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Volume liquid = 75% volume tangki
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join ( E = 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C (f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
(Kusnarjo, 2010, Hal 7)
- Ls = 1.5 ID
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid

C -116
50190 lb/jam
=
4
47.642 lb/ft
3
= 1053.48 ft /jam

Rate volumetrik = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


3
/ tangki 1053.48 ft /jam
=
1
3
= 1053.48 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 1053.48 ft /jam x 1 jam
3
= 1053.48 ft = 7901.084891 gal

100%
Volume total / tangki = x 1053.5 ft3 = 1404.64 ft3
75%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3 (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
= 0.08467 D + (p/4)D L + 0.0847 D
3 2
= 0.08467 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
1404.6 = 1.34684 D
Diameter (OD) = 10.141 ft = 121.69 in 3.09 m
Tinggi liquid (HL) Volume liquid
=
(1/4)pD2
= 1053.478
1/4 x 3.14 x 102.841
= 13.049 ft = 3.9773 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Brownell, Pers. 3.17,hal 46)

47.642 x 12.049
=
144
Phidrostatik = 3.987 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 3.99 + 14.70
= 18.683 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi

C -117
Diambil Pdesign = 1.05 x Ptotal
= 19.6 psi = 1.33 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254
E = 0.8
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251
f = 12650
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
19.617 x 60.846
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 19.617
3.89
= 0.2431 in = in
16
Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89
Standarisasi tebal bejana : 1/4 in
OD = 121.69 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 96 in = 8 ft
ID = OD - 2ts = 95.50 in = 7.958 ft
Ls = 1.5 ID
= 143.25 in = 11.94 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a

rc = ID = 95.5 in
Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258
0.885 x Pd rc
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd

C -118
0.885 x 19.6 x 96
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 19.6
2.31
= 0.289 in = in
8
Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89
Standarisasi tebal tutup : 3/8 in
(Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)
maka, sf = 4 1/2 in

Brownell, 1959, Hal 88


icr = 6% rc = 5.7 in
Brownell, 1959, Hal 87
BC = rc - icr = 96 - 5.7 = 89.8 in = 7.48 ft
Brownell, 1959, Hal 87
AB = ri - icr = 47.8 - 5.7 = 42.0 in = 3.5 ft
2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 96 - ( 89.8 - 42.0 )
= 16 in = 1.35 ft

OA = tha + b + sf = 3/8 + 16 + 4.5


= 21.0 in = 1.75 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 185.343 in
= 15.4453 ft

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Utama


3
Rate Volumetrik (Qf) = 1053.48 ft /jam
3
= 0.293 ft /s
Asumsi = aliran Turbulen
0.45
Di optimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.45 0.13
= 3.9 x 0.293 x 45.011
= 3.9 x 0.57524 x 1.6403
= 3.68 inch
= 9.3 cm
ditetapkan:
Pipa 2 1/2 in sch 40(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
OD = 2.875 inch = 0.24 ft = 0.073 m
ID = 2.469 inch = 0.206 ft = 0.139 m
2
A = 0.0332 ft
Check jenis aliran
v = Q/A

C -119
0.2926
=
0.0332
= 8.806 ft/s
ρDv
Nre =
µ
47.642 x 0.206 x 8.806
=
0.0006693
= 128972
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga diameter nozzle = 2.875 in

* Perhitungan Diameter Nozzle C2H5OH


Rate massa C2H5OH masuk= 1901.08163 kg/jam
3 3
Densitas C2H5OH = 2130 kg/m = 132.972 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 31.5193 ft /jam
3
= 8.8E-03 ft /s
Asumsi = aliran laminer
0.45
Dioptimum = 3.9 x Qf x ρ 0.13 (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.45 0.13
= 3.9 x 8.8E-03 x 133
= 3.9 x 1.2E-01 x 1.89
= 0.87333 inch
= 2.22 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 3/4 in Sch 80
OD = 1.05 inch = 0.088 ft = 0.0267 m
ID = 0.742 inch = 0.062 ft = 0.0188 m
2
A = 0.0030013 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.0087554
0.0030013
= 2.917 ft/s
ρDv
Nre=
µ
= 35836.945
Nre > 2100, asumsi aliran laminer benar

C -120
sehingga diameter nozzle dipilih 1.05 in

* Perhitungan Diameter Nozzle Aliran Keluar


Rate massa aliran keluar = 10762.25 kg/jam = 23726.71 lb/jam
3
Densitas liquid = 47.642 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Qf) = 498.02 ft /jam
3
= 1.4E-01 ft /s
Asumsi = aliran laminer
0.36 0.18
Dioptimum = 3 x Qf x ρ (Kusnarjo, 2010, Persamaan 2-42 hal 32)

0.36 0.18
= 3 x 1.4E-01 x 47.642
= 3.0 x 4.9E-01 x 2.00
= 2.95052 inch
= 7.49 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, 2003, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 3 in Sch 80
OD = 3.5 inch = 0.292 ft = 0.0889 m
ID = 2.9 inch = 0.242 ft = 0.0737 m
2
A = 0.0458462 ft
Check jenis aliran
v = Q/A
= 0.1383383
0.0458462
= 3.017 ft/s
ρDv
Nre=
µ
= 51908.61
Nre > 2100, asumsi aliran laminer benar
sehingga diameter nozzle dipilih 3.5 in

Spesifikasi Pengaduk
Karena viscositas liquid rendah (μ = 0.996cp) dan kecepatan pengadukan yang
dibutuhkan adalah pengadukan lambat maka direncanakan menggunakan pengaduk tipe
:
Four-blade paddle
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Diameter impeller = 0.3 Diameter shell
Da = 0.3 x 7.958 ft
Da = 2.388 ft = 0.728 m

C -121
Kecepatan (N) untuk four-blade paddle berkisar antara 20-200 rpm
dipilih kecepatan four blade paddle minimum= 20 rpm, maka
20 rpm = 0.33 rps
Standard Agitation Systems
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Lebar blade (W) = 1/5 x diameter impeller
= 1/5 x 2.388
= 0.478 ft
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Panjang blade = 1/4 x diameter impeller
(L) = 1/4 x 2.388
= 0.597 ft
(Geankoplis, 2003, Tabel 3.4-1 hal 158)
Lebar Baffle (J) = 0.08 x Diameter shell
= 0.08 x 7.958
= 0.6632 ft
N're (impeller)
N're = Da2 N r
m
= 5.700 x 0.33333 x 47.642
0.000669
= 135253.62
Karena N're diatas 10000, maka lebar baffle desain menjadi 1x lebar baffle standar

Penentuan Jumlah Pengaduk


(Joshi, hal 389)
Jumlah pengaduk = Tinggi liquid x Sg
Diameter Tangki
13.049 ft x 47.642 lb/ft3 (Sg = ρ liquid campuran / ρ air)
=
3
7.958 ft x 77.540 lb/ft
= 1.01 ≈ 1 unit

Power pengaduk
(Geankoplis, Pers. 3.4-2, hal 158)
Kt x r x N3 x Da5
P =
gc
Keterangan :
P = Power (hp) (McCabe 5rd edition Tabel 9.3, hal 254)

Kt = Konstanta turbulensi untuk Nre diatas 10000 nilai Kt = 1.7


2
g = Konstanta gravitasi (lb/ft )
r = Densitas (lb/cuft)

C -122
N = Kecepatan putaran impeller (rps)
Da = Diameter impeller (ft)
Maka besarnya power ideal yang dibutuhkan untuk pengadukan adalah :
1.7 x 47.6 x 0.03704 x 77.6
P =
32.17
P = 7.2 lb ft/s
P = 0.132 hp
Namun pada kenyataannya terdapat power losses selama pengadukan, maka perlu
diperhitungkan power losses tersebut.
Perhitungan Losses Pengaduk
(Geankoplis, 2003, hal 167)
Gland losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearing) = 10%
Gland losses 10% = 10% x 0.13
= 0.0132 hp
Transmission sistem losses
(Joshi, hal 389)
= 20% x Hp
= 20% x 0.13
= 0.02630 hp
Power input dengan losses
= 0.132 + 0.0132 + 0.0263
= 0.171 hp
Total Power = 0.171 hp
Maka total power yang dibutuhkan untuk proses pengadukan sebesar 0.171 hp
Cek P/V :
0.00002164 hp/gal

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Pemurnian
Kode Alat : M-340
Fungsi Alat : Memurnikan Xilan dengan penambahan Ethanol
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3 3
Kapasitas : 1404.64 ft = 39.775 m
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 8.00 ft = 2.438 m
- Diameter (ID) = 7.958 ft = 2.426 m

C -123
- Tinggi : shell = 11.938 ft = 3.639 m
tutup atas = 1.754 ft = 0.535 m
tutup bawah = 1.754 ft = 0.535 m
- Tebal : shell = 1/4 in
tutup atas = 3/8 in
tutup bawah = 3/8 in
Spek. Nozzle Aliran Utama : - Diameter (OD) = 2.875 in
- Jenis pipa = Pipa 5 inch sch 40
Spek. Nozzle Aliran Ca(OH)2 : - Diameter (OD) = 1.050 in
- Jenis pipa = Pipa 1/8 in Sch 40
Spek. Nozzle Aliran Keluar : - Diameter (OD) = 3.500 in
- Jenis pipa = Pipa 8 in Sch 40
Spek. Impeller : - Jenis = Four-blade paddle
- Diameter = 2.388 ft = 0.728 m
- Lebar blade (W) = 0.478 ft = 0.146 m
- Panjang blade (L) = 0.597 ft = 0.182 m
- Lebar Baffle (J) = 0.663 ft = 0.202 m
- Jumlah = 1 unit
- Power = 0.171 hp

C -124
Tangki Penampung (F-344)

<14> 0,8 m

6,8 m

<15>
0,8 m

Fungsi = Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran Etanol dan


Centrifuge
Poperasi = 1 bar = 14.696 psi
o
Toperasi = 30 C = 303 K

<10> <11>
No. Komponen ρ (kg/m3)
Massa (kg) Massa (kg)
1. Xilan 694.58 694.58 1520.00
2. Impurities 22.47 22.47 526.00
3. Air 15498.24 15498.24 995.18
4. NaClO2 38.65 38.65 2500.00
5. CH3COONa 1242.48 1242.48 1530.00
6. Asam Asetat 10.23 10.23 1050.00
7. Ethanol 1979.55 1979.55 789.00
Total 19486.20 19486.20 8910.18

Jadi,
Rate massa liquid total = 19486.20 kg/jam = 42960 lb/jam
r Campuran = 1003.4502 kg/m
3
= 62.643 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.8007 cp


= 0.000538 lbm/ft.s

Ditetapkan :
- Waktu tinggal = 120 menit = 2 jam
- Volume liquid = 80% volume tangki (Kusnarjo, 2010, Hal 6)
- Jumlah tangki = 1 unit
- Tutup atas dan bawah berbentuk standard dish head
- Sambungan yang digunakan adalah double welded butt join (E= 0.80 )
- Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C (f = 12650 )
- Faktor korosi = 1/8 in
- Ls = 1.5 ID (Kusnarjo, 2010, Hal 7)
Rate volumetrik liquid = Rate massa / r liquid
42960 lb/jam
= 4
62.643 lb/ft
3
= 685.78 ft /jam

Rate volumetrik / tangki = Rate volumetrik liquid / jumlah tangki


3
= 685.78 ft /jam
1
3
= 685.78 ft /jam

Volume liquid / tangki = Rate volumetrik liquid x waktu tinggal


3
= 685.78 ft /jam x 2 jam
3
= 1371.57 ft

100%
Volume total / tangki = x 1371.57 ft3 = 1714.46 ft3
80%

* Menghitung tebal, tinggi dan diameter bejana


Volume tangki = volume tutup atas + volume shell + volume tutup bawah
3 2 3
= 0.08467 D + (p/4)D L + 0.08467 D (pers. (2-7) Kusnarjo, 2010)
3 2
= 0.08467 D x 2 + (p/4) D 1.5 D
3
1714.5 = 1.34684 D
Diameter (OD) = 10.8377 ft = 130.052 in = 3.3 m
Volume liquid
Tinggi liquid (HL) =
(1/4)pD2
= 1371.565
1/4 x 3.14 x 117.455
= 14.876 ft = 4.53386 m
Tekanan Hidrostatik (Ph) = r x (H L -1) / 144 (Sumber: Brownell, Pers. 3.17, hal 46)
62.643 x 13.876
=
144
Phidrostatik = 6.04 psi
Ptotal = Phidrostatik + Poperasi
= 6.04 + 14.70
= 20.732 psi

Pada umumnya Pdesign : 1,0 - 1,2 Poperasi


Diambil Pdesign = 1.1 x Ptotal
= 22.8 psi = 1.55 atm

Untuk sambungan double welded butt joint


E = 0.8 (Brownell, 1959, Tabel (13-2), Hal 254)
Bahan yang digunakan : Carbon steel SA-283 grade C
f = 12650 (Brownell, 1959, Tabel (13-1), Hal 251)
Dari persamaan (13-1) Brownell & Young :
Pd ri
ts = + c
f E - 0.6 Pd
22.805 x 65.026
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.6 x 22.805
2.17
= 0.2717 in = in
8
Standarisasi tebal bejana : 3/8 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
OD = 130.052 in
Berdasarkan standarisasi (tabel 5.7 Brownell & Young), maka :
ODstandar = 132 in = 11 ft
ID = OD - 2ts = 131.25 in = 10.938 ft
Ls = 1.5 ID
= 196.9 in = 16.41 ft

* Menghitung tebal dan tinggi tutup atas

OD

OA b
iCr
sf B A
ID
rc
a
rc = ID = 131.3 in
C
0.89 x Pd rc (Brownell, 1959, Persamaan (13-12), Hal 258)
tha/thb = + c
f E-0.1 Pd
0.89 x 22.8 x 131
= + 1/8
12650 x 0.80 - 0.1 x 22.8
6.19
= 0.387 in = in
16
Standarisasi tebal tutup : 7/16 in (Brownell, 1959, Tabel (5-7), Hal 89)
maka, sf = 3.5 in (Kusnarjo, 2010, Tabel 2.8, Hal 23)

icr = 6% rc = 7.9 in (Brownell, 1959, Hal 88)


BC = rc - icr = 131 - 7.9 = 123 in = 10.3 ft (Brownell, 1959, Hal 87)

AB = ri - icr = 65.6 - 7.9 = 57.8 in = 4.81 ft (Brownell, 1959, Hal 87)


2 2 0,5
Tinggi head : b = rc - ( BC - AB )
2 2 0,5
= 131 - ( 123 - 57.8 )
= 22 in = 1.85 ft
OA = tha + b + sf = 4/9 + 22 + 3.5
= 26.2 in = 2.18 ft
Tinggi total tangki = Ls + 2 x OA
= 249.201 in
= 20.7668 ft

Kesimpulan Spesifikasi Alat


Nama alat : Tangki Penampung (F-344)
Kode Alat : F-344
Fungsi Alat : Sebagai penampung antara Tangki Pencampuran Etanol dan centrifuge
Tipe : Silinder tegak dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk
standard dish head
Bahan Konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
3
Kapasitas : 1714.46 ft = 48.5483 m3
Jumlah tangki : 1 unit
Spek. Tangki : - Diameter (OD) = 11.00 ft = 3.353 m
- Diameter (ID) = 10.938 ft = 3.334 m
- Tinggi : shell = 16.406 ft = 5.001 m
tutup atas = 2.180 ft = 0.665 m
tutup bawah = 2.180 ft = 0.665 m
- Tebal : shell = 3/8 in
tutup atas = 7/16 in
tutup bawah = 7/16 in
C.3.13 Pompa Tanki Ethanol (L - 341)

<13>

12 m

Fungsi = Memompa larutan menuju sentrifuge


Tipe = Centrifugal pump
Kapasitas = 22765.847 kg/jam
Persamaan Bernoulli
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
Data -data
Rate larutan (ṁ) = 22765.847 kg/jam
= 13.942 lbm/s
3
Densitas (ρ) = 1077 kg/m
3
= 67.257 lbm/ft
Viskositas (µ) = 0.996 cp
= 0.00066928 lbm/ft.s
Rate volume (Qf) = 0.207 ft3/s
3
= 21.132 m /jam
3
= 0.006 m /s
= 93.041 gpm

Perhitungan Diameter Pipa


Asumsi = aliran turbulen
Di optimum = 3,9 x Qf 0,45 x ρ 0,13 (Kusnarjo, Persamaan 2-42 hal 32)

= 3.32 inch
= 8.43 cm
ditetapkan:
(Geankoplis, Appendiks A.5 hal 996)
Pipa 3 in sch 40
OD = 3.500 inch = 0.291666667 ft = 0.089 m
ID = 3.068 inch = 0.256 ft = 0.078 m
2
A = 0.0513 ft

Check jenis aliran


v = Q/A
= 4.03982 ft/s

C-125
ρDv
Nre =
µ
= 103792.23
Nre > 2100, asumsi aliran turbulen benar
sehingga ukuran pipa keluar pompa dipilih Pipa 3 in sch 40

Perhitungan Friction Losses


a). Sudden Constraction
Untuk menghitung Sudden Constraction menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-16, hal 98)

Karena cross sectional dari tangki dibandingkan pipa lebih besar (A1>>>A2) maka A2/A1 = 0
kc = 0,55 (1 - A2/A1)
= 0,55 (1-0) = 0.55
a = 1 (untuk aliran turbulen)
gc = 32.17 lbm ft/lbf s2
Sehingga,
hc = 0.139 ft.lbf/lbm

b). Friction Pada Sambungan dan Valve


Untuk menghitung Friction pada sambungan dan valve menggunakan persamaan berikut:
(Geankoplis, Persamaan 2.10-17, hal 99)

terdapat: 1 unit gate valve (jenis wide open ) kf = 0.17


2 unit elbow 90o kf = 0.75
(Geankoplis tabel 2.10-1, hal 99)
2
gc = 32.174 lbm ft/lbf s
α 1 (untuk aliran turbulen)
hf gate valve (jenis wide open ) = 0.043 ft.lbf/lbm
hf elbow = 0.380 ft.lbf/lbm
hf total = 0.424 ft.lbf/lbm

c). Friction pada Pipa Lurus


Bahan = Carbon Steel (Commersial Steel) (ε=4.6.10-5)
panjang pipa = 12.0 m = 39 ft
Data-data untuk spesifikasi pipa carbon steel
Nre = 103792.23
ε = 0.0000460 m
ID = 0.0779281 m
Є/D = 0.0005903
(Geankoplis, figure 2.10-3 hal 94)
f = 0.0048
Fs = 4f x ∆L x v2
= 0.229 ft.lbf/lbm
D x 2gc

C-126
d). Sudden Expantion at the tank Entrance
(Geankoplis, Persamaan 2.10-15, hal 98)

Karena luasan tangki netralisasi jauh lebih besar daripada pipa (A2>>>A1)
maka, dianggap A1/A2=0
Kex = (1-0)2 = 1
2
hex = Kex . v
2 . gc
= 0.254 ft.lbf/lbm
Total friksi yang terjadi (∑F)
Ʃ F = hc + hf + Fs + hex = 1.045 ft.lbf/lbm
(Geankoplis, pers. 2.7-28 hal 64)
Persamaan mechanical energy balance
Ws = - P2 - P1 (Z2 - Z1)g (v22 - v12)
+ + + ΣF
ρ gc 2α
2
P1 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2 = 101325 Pa = 2116.216 lbf/ft
2
P2-P1 = 0 lbf/ft
Z2-Z1 = 1.600 m = 5.249 ft
2 2
v2 -v1 = 16.320 ft/s v1 = 0

Maka power pompa,


(Ws) = -14.4546 lbf.ft/lbm
Head pump = Ws x -1 g/gc
= 14.455 ft
= 4.406 m

Efisiensi pompa
3
Flowrate bahan = 22.45 m /jam = 98.8511 gal/min
dari gambar 1437 hal 520 Peter and timerhouse didapatkan efisiensi pompa (η) = 47%
Sehingga :
(Ws) = ( - η . Wp )
Wp = 30.755 lbf.ft/lbm
BHP = Mass rate . Wp
= 428.773 lbf.ft/s
= 0.780 hp
= 0.581 Kw
Efisiensi motor didapat dari plot BHP pada gambar 1438 Peter and Timerhouse
Efisiensi motor = 82%
Power Motor = 0.95 hp

C-127
Kesimpulan Spesifikasi Alat
Nama Alat : Pompa Tangki Pencampuran Ethanol
Kode Alat : L-341
Fungsi Alat : Memompa larutan menuju sentrifuge
Tipe : Centrifugal pump
Bahan : Stainless steel
Kapasitas : 22765.847 kg/jam
Jumlah : 1 unit
Spec Pompa : Power : 0.95 hp
Head : 4.40582697 m

C-128
C.4 Unit Hidrolisis
C.4.1 Tangki HCl (F-412)

2,6 m

<31>

1,3 m
Fungsi: Menampung Larutan HCl 90% sebelum masuk ke tangki Hidrolisis
Ditetapkan:
1. tangki penampung berbentuk silinder
2. Tutup bawah berbentuk Conical dengan sudut 120 ˚
3. Bahan konstruksi : Carbon Steel Grade SA-283 Grade C
4. Tutup atas berbentuk Standart Dished Head
5. Pengelasan Double Welded Butt Joint

Poperasi = 1 atm = 14.696 psi


Toperasi = 30 °C = 303 K
Laju Alir HCl = 937.68 kg/jam = 2067.233 lb/jam
3
Densitas HCl = 1190 kg/m3 = 74.1328048 lb/ft
Faktor keamanan 20%, sehingga bahan mengisi 80% volume tangki
Jumlah tangki = 1 unit
Waktu tampung = 0.125 hari = 3 jam
r liquid = 2109.400 kg/m3 = 131.686 lb/ft
3

Viskositas (µ) = 0.37 cp = 0.000249 lbm/ft.s

Rate volumetrik liquid = Rate massa liquid total


r liquid
2067.233 lb/jam
=
131.686 lb/ft3
= 15.698 ft3/jam = 3
0.004361 ft /s
Rate volumetrik liquid
Rate volume tangki =
Jumlah tangki
15.698
= ft3/jam = 15.698 ft3/jam
1
Volume liquid = Rate volumetrik liquid (Q) x Waktu tampung (Ө)
HCl = 15.698 ft3/jam x 3 jam

C - 129
= 47.09 ft3 = 1.33357293 m3

Menghitung volume total tangki


Karena fungsi dari tangki penampungan HCl adalah sebagai tempat penampungan saja
maka ditentukan Volume liquid (VL) = 80% Volume total tangki (VT)

Volume liquid (VL)


Volume total tangki (VT) =
80%
100
Volume total tangki (VT) = x 1.33
80
= 1.67 ft3

Menghitung tebal, tinggi dan diameter tangki


Ukuran tangki: (asumsi)
Tangki berupa silinder tegak dengan tutup atas standart dished head dan tutup bawah
conical dimensi silinder / diameter bejana (Hs / D).
= 1.5

Volume silinder = 1
x π x D2 x H
4
= 1
x π x D2 x 1,5D
4
= 0,25 x 1,5 x 3,14 x D3
1.1775 x D3
Volume Konis = π x D3
24 x tan (0,5α)
= π x D3
24 x tan (0,5 x 120˚)
= 3,14 x D3
24 x tan (0,5 x 60˚)
= 0.07553666 x D3
3
Volume Tutup Atas = 0.085 xD
Volume Total = Volume Silinder + Volume Konis + Volumee Tutup Atas
1.67 = 1.1775 x D3 + 0.085 x D3 + 0.085 x D
3
3
1.67 = 1.3475 xD
D3 = 1.237080642
D = 1.073493297 m = 42.264 in

Standart Diameter OD = 54 in = 1.3716 m


(Brownell & Young, hal 90)
Tinggi bagian Silinder = Hs
Hs = 1.5 OD
= 1.5 x 1.3716 m
= 2.0574 m

C - 130
Tinggi konis (Hc) = OD
2 x tan (0,5α)
= 1.3716
2 x tan 60˚
= 0.395946815 m

Menghitung bagian dish head (tutup atas) :


Tinggi Bejana (H) = 0.169 OD
= 9.126 in = 0.2318004 m

Tinggi Bejana (H) = Tinggi silinder (Hs) + Tinggi Konis (Hc)


+ Tinggi Dished Head (Hd)
= 2.0574 m + 0.3959 m + 0.2318 m
= 2.685147215 m

Volume HCl = Volume Konis


Dalam Konis
= 0.0755 x OD3
= 0.194818135 m3

Volume HCl dalam silinder = Volume HCl dalam bejana - Volume HCl
dalam konis
= 1.33 - 0.1948
= 1.14 m3

Tinggi HCl Dalam Silinder = Volume HCl dalam silinder


π/4 x OD2
= 1.14
π/4 x OD2
= 1.25881494 m

Tinggi HCl dalam Bejana (Hb) = Tinggi HCl dalam silinder + Tinggi HCl
dalam konis
= 0.8629 m

Menentukan Tekanan Desain (Pa)


Tekanan operasi tangki sama dengan tekanan atmosfir dan tekanan parsial bahan
P Bahan = ρbahan x g x Hb
= 2109.400 x 9.8 x 0.8629
= 17837.31 N/m2 = 2.5945 psi

Pd = 14.7 + P bahan
= 14.7 + 2.59453