Anda di halaman 1dari 2

Nama Muhammad Maksum

NPM 150510170060

3. Mengapa bisa terjadi variasi pada tanaman? Faktor apa saja yang menentukan terjadinya variasi?

Variasi tanaman terjadi karena adanya keanekaragaman genetik pada setiap orang, sehingga
memunculkan genotipe maupun fenotipe yang berbeda-beda setiap individu dan akan
memunculkan variasi yang berbeda pada keturunannya.

Faktor terjadinya variasi pada tanaman :

 Mutasi
 Migrasi
 Genetic Drift
 Seleksi

7. Apa pentingnya mengetahui parameter varians? Varians terdiri atas varians fenotipik,
genotipik dan lingkungan. Jelaskan apa perbedaannya!
Jawab:
Pentingnya mengetahui Parameter varians, karena parameter variens digunakan untuk
mengetahui deviasi dari rata-rata penampilan suatu tanaman.
Perbedaannya adalah:
 Varians fenotipik merupakan variasi total yang merupakan jumlah dari varians
genotip dan varians lingkungan serta interaksi genotip dengan lingkungan.
 Varians genotipik merupakan varian yang disebabkan oleh faktor-faktor genetik.
 Varians lingkungan merupakan varians yang disebabkan oleh pengaruh
lingkungan.

8. Adakah perbedaan cara mengestimasi varians pada data fenotipe dan data berbasis
molekuler? Jelaskan!
Jawab:
Dikutip dalam Pabendon et al (2007), dalam program pemuliaan tanaman, tersedianya
materi genetik dengan keragaman yang luas sangat diperlukan untuk menghasilkan
kultivar baru yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap faktor biotik dan abiotik.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memprediksi genotipe superior dari suatu
persilangan dengan mengukur similaritas genetik (GS = Genetic Similarity) atau jarak
genetik (GD = Genetic Distance) antara tetua, yang kemudian digunakan untuk
mengestimasi perkiraan varians genetik pada set-set yang berbeda, dan berasal dari
turunan-turunan segregasi dari hasil persilangan yang berbeda. Kultivar-kultivar baru
yang akan dihasilkan atau kultivar yang telah menyebar luas perlu dipelihara
kemurniannya untuk mempertahankan kualitas. Selain itu, tetua-tetua hibrida perlu
mendapat perlindungan. Untuk merealisasikan hal tersebut maka markah molekuler
merupakan alat bantu yang akurat. Markah molekuler merupakan alat yang sangat
baik bagi pemulia dan ahli genetik untuk menganalisis genom tanaman. Sistem ini
telah merevolusi bidang pemetaan genetik, antara lain dapat digunakan untuk
menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan keragaman genetik, klasifikasi dan
filogeni yang berhubungan dengan pengelolaan plasma nutfah, dan alat bantu dalam
pemuliaan dan seleksi melalui penandaan gen. Pada akhirnya dapat digunakan sebagai
suatu cara untuk pengklonan gen yang difasilitasi oleh peta markah molekuler Mutasi
dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman salah satunya untuk mendapatkan variasi.

Anda mungkin juga menyukai