Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN HIV/AIDS

DI PUSKESMAS BULELENG 1

OLEH :
1. Putu Agus Pebriawan (16089014006)
2. Luh Sri Budiartini (16089014027)
3. Putu Febri Winanda (16089014049)
4. I Gd Hendra Kusuma Darmawan (16089014051)
5. Krismon Arifin (16089014053)
6. Ni Luh Putu Nila Warsika Sari (16089014071)
7. Kadek Praja Parta Aditya (16089014075)
8. Komang Putri Wahyuni (16089014077)
9. Kadek Robi Erianto (16089014085)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG


PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN HIV/AIDS

Pokok Bahasan : Penyakit HIV/AIDS


Hari/Tanggal : Rabu/ 19 Juni 2019
Waktu : 45 menit
Sasaran : Seluruh Penghuni Panti Asuhan
Tempat : Panti Sosial Asuhan Anak Udyana Wigunan

A. Latar Belakang
Pengetahuan HIV/AIDS menjadi sangat penting bagi masyarakat dikarenakan
pengetahuan menjadi salah satu faktor predisposisi yang mempengaruhi masyarakat
dalam cara mendeteksi dini penyakit HIV. Pemahaman masyarakat tentang deteksi
dini penyakit HIV yang kurang harus menjadi perhatian utama karena hal ini akan
memicu munculnya penularan penyakit infeksi akan lebih luas. Selain
ketidakpedulian masyarakat terhadap kondisi penderita HIV/AIDS, yang penting
untuk diperhatikan adalah bahwa dengan ketidaktahuan masyarakat, membuat test
HIV/AIDS yang harus secara dini dilakukan oleh masyarakat. Pertama mengevaluasi
penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh, mengalami penurunan berat badan secara
drastis yang belum pernah dialami dalam riwayat kesehatannya, terkena sakit flu dan
terjadi dalam jangka waktu panjang serta berulang, dan untuk mengetahui lebih lanjut
masyarakat dapat melakukan pemerikasaan laboratorium untuk menguatkan dugaan
terhadap penderita, selanjutnya pemeriksaan laboratorium akan menghasilkan data
apakah penderita posotif HIV atau tidak, dan yang terakhir melalui VCT (Amirudin,
2013).. Masyarakat yang beresiko tinggi terkena HIV/AIDS adalah kaum homosex ,
pecandu obat bius yang menggunakan jarum suntik, dari bulan oktober sampai
dengan desember 2017 jumlah oreng yeng terinfeksi HIV yang dilaporkan sebanyak
14.640 orang sedangkan jumlah penderita disertai AIDS dilapoorkan sebanyak 4.725
orang

B. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit diharapkan peserta
dapat mengetahui dan mengenal apa itu HIV/AIDS.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan peserta penyuluhan dapat mengetahui dan
menjelaskan tentang :
a. Pengertian HIV/AIDS
b. Cara penularan HIV/AIDS
c. Tahapan HIV/AIDS
d. Gejala HIV/AIDS
e. Cara pencegahan HIV/AIDS

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Materi Penyuluhan
- Pengertian HIV/AIDS
- Cara penularan HIV/AIDS
- Tahapan HIV/AIDS
- Gejala HIV/AIDS
- Cara pencegahan HIV/AIDS
2. Sasaran Penyuluhan: Pengunjung Puskesmas Buleleng 1
3. Metode Penyuluhan
Ceramah
4. Waktu dan Tempat
Waktu :
Tempat : Puskesmas Buleleng 1

5. Media dan Alat


Media : Leaflet, Powerpoint
Alat : -
6. Pengorgansasian
Moderator : Luh Sri Budiartini
Penyaji : Komang Putri Wahyuni
Observer : I Gede Hendra Kusuma Darmawan
Notulen : Ni Luh Putu Nila Warsika
Dokumentasi : Putu Agus Pebriawan
Fasilitator : Krismon Arifin
Kadek Praja Parta Aditya
Putu Febri Winanda
I Kadek Robi Erianto
D. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Metode waktu
Pembukaan 1. Memberi Salam 1. Menjawab salam ceramah 5
2. Memperkenalkan diri 2. mendengarkan
menit
3. Menjelaskan tujuan
penyuluhan
Inti  Menjelaskan materi: 1. Menyimak materi Ceramah 30
1. Pengertian 2. Bertanya materi Diskusi
menit
HIV/AIDS yang belum jelas
2. Cara penularan
HIV/AIDS
3. Tahapan
HIV/AIDS
4. Gejala HIV/AIDS
5. Cara pencegahan
HIV/AIDS
 Sesi diskusi (tanya jawab
 Pembagian leaflet

Penutup 1. Evaluasi 1. Mendengarkan Diskusi 10


2. Menyimpulkan 2. Menjawab
menit
3. Menutup penyuluhan
pertanyaan yang
diberikan
E. Evaluasi
1. Kriteria Evaluasi
Bentuk lisan :
- Apakah pengertian dari HIV / AIDS ?
- Bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS ?
- Bagaimanakah cara mencegah HIV/AIDS ?
2. Evaluasi Struktural
a) Kesiapan peserta penyuluhan
b) Kesiapan tempat pelaksanaan
c) Kesiapan penyaji
d) Kesiapan materi penyaji
e) Kesiapan media (Alat peraga dan ppt)
3. Evaluasi Proses
a) Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan (individu)
b) Peserta aktif dalam melaksanakan Tanya jawab
c) Peserta memperhatikan materi yang disampaikan
4. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b) 85% target peserta bias menjawab pertanyaan yang diberikan.
Sumber Referensi
____. Deskripsi dan Faktor HIV/AIDS. file:///D:/PKK3/HIV/PDF/digital_125929-S-
5471-Deskripsi%20dan-Literatur.pdf (diakses tanggal 2 Juni 2019)
___. Satuan Acara Penyuluhan. file:///D:/PKK3/HIV/PDF/sitha-hiv-aids.pdf
(diakses tanggal 2 Juni 2019)
file:///D:/PKK3/HIV/PDF/091111001_Bab2.pdf (diakses tanggal 2 Juni 2019)
Lampiran Materi Penyuluhan
1. Pengertian HIV/AIDS
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat
menyebabkan AIDS (Tjokronegoro, 2009).
AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala
atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat
infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang termasuk
famili retroviridae (Sudoyo Aru,dkk.2009).
HIV atau Human Immunodeficiency Virus secara fisiologis adalah virus
yang menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya. Dalam buku “Pers
Meliput AIDS”, virus HIV adalah retrovirus yang termasuk dalam family
lentivirus, yaitu virus yang dapat berkembang biak dalam darah manusia.
Pasien yang sudah terinfeksi HIV dan mengalami stress yang berkepanjangan,
akan mempercepat menyebarnya AIDS. HIV menyerang salah satu jenis sel
darah putih (limfosit / sel-sel T4) yang bertugas menangkal infeksi. Replikasi
virus yang terus menerus mengakibatkan semakin berat kerusakan sistem
kekebalan tubuh dan semakin rentan terhadap infeksi oportunistik (IO)
sehingga akan berakhir dengan kematian (Bruner & Suddarth, 2002).
2. Cara penularan HIV/AIDS
Model penularan HIV melalui hubungan Seksual, darah dan produk darah
yang terinfeksi HIV, dan transmisi dari ibu ke anak (Frank, 1997).
a. Hubungan Seksual
HIV dapat menyebar baik dengan melalui hubungan sesama jenis
(Homoseksual), atau berbeda jenis (heteroseksual) apabila
pasangannya terinfeksi HIV. Selama melakukan hubunga seks,
kerusakan lapisan organ seksual bisa menularkan virus tersebut dari
pasangan yang sudah terinfeksi virus HIV ke orang yang tidak
terinfeksi (WHO, 1992). Selain melelui vaginal, proses penularan
virus HIV juga dapat terjadi melalui anal.
b. Darah dan produk darah yang terinfeksi HIV
Penularan HIV juga dapat melalui sebagai berikut:
- Transfusi darah yang mengandung virus HIV/AIDS karena ketika
tes darah untuk skrining HIV tidak dilakukan.
- Pemakaian alat suntik atau jarum suntik yang tidak steril. Ketika
sesorang menggunakan jarum suntik atau alat suntik lain bergatian
dengan seseorang yang terinfeksi HIV maka virus akan masuk ke
tubuh melalui jarum suntik tersebut. Biasanya sering terjadi pada
pengguna Napza suntik.
c. Transmisi dari ibu ke anak. Penularan HIV dari ibu ke anak dapat
terjadi ketika proses kehamilan, ketika lahir sebagian besar terjadi
pada proses kelahiran per vagina, dan masa menyusui.
Namun virus HIV/AIDS tidak akan menular dengan cara – cara seperti di
bawah ini :
1. Hidup serumah dengan penderita HIV/AIDS ( asal tidak
mengadakan hubungan seksual ).
2. Bersenggolan atau berjabat tangan dengan penderita.
3. Bersentuhan dengan pakaian dan lain-lain barang bekas penderita
HIV/AIDS.
4. Makan dan minum.
5. Gigitan nyamuk dan serangga lain.
6. Sama-sama berenang di kolam renang.
3. Tahapan HIV/AIDS
Ada beberapa tahapan yang muncul ketika seseorang yang sudah
terinfeksi virus HIV untuk menjadi AIDS yaitu sebagai berikut :
Tahap 1: Periode Jendela
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap
HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa
sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 4 minggu - 6
bulan.
Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan
merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena
telah terbentuk antibody terhadap HIV
- Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya
tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih
pendek)
Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan
kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya
tahan tubuhnya

Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- Berbagai penyakit lain (infeksi oport).
4. Gejala HIV/AIDS
Terdapat 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor
(tidak umum terjadi) yakni :
Tanda-Tanda Gejala Mayor :
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia(penurunan ingatan) / HIV ensefalopati adalah
pengembangan infeksi di otak akibat HIV, memburukkan masalah
kognitif dan motorik, pada akhirnya menyebabkan demensia terkait
AIDS pada beberapa orang.
Tanda-Tanda Gejala Minor :
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultiseg mental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo.
5. Cara Pencegahan HIV/AIDS
Dalam upaya menurunkan terinfeksi HIV dapat dilakukan dengan
melakukan penyuluhan “ABCDE” yaitu sebagai berikut :
A(Abstinence) yaitu menunda kegiatan seksual, tidak melakukan

kegiatan seksual sebelum menikah.

B (Be faithful) yaitu saling setia pada pasangannya setelah menikah.

C(Condom) yaitu menggunakan kondom bagi orang yang melakukan

perilaku seks berisiko.

D (Drugs) yaitu tidak menggunakan napza terutama napza suntik agar.


Upaya pencegahan juga dilakukan dengan cara memberikan KIE

(Komunikaasi, Informasi, dan Edukasi) mengenai HIV/AIDS kepada

masyarakat agar tidak melakukan perilaku berisiko, khususnya pada remaja.

Ada lima tingkat pencegahan (Five level prevention) menurut Level


& Clark, yaitu:
a) Promosi kesehatan (health promotion)
b) Perlindungan khusus (spesific protection)
c) Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt
treatment)
d) Pembatasan cacat (disabaliyi limitation)
e) Rehabilitasi (rehabilitation)
Lampiran Denah Lokasi

Keterangan :

: Penyaji :Audien

:Moderator : Observer

: Notulen : Fasilitator

: Dokumentasi