Anda di halaman 1dari 2

TEORI KOSMOS

Teori Cosmozoic

Teori Cosmozoic atau teori Kosmozoan menyatakan bahwa asal mula makhluk
hidup bumi berasal dari ”spora kehidupan” yang berasal dari luar angkasa.
Keadaan planet di luar angkasa diliputi kondisi kekeringan, suhu yang sangat
dingin serta adanya radiasi yang mematikan sehingga tidak memungkinkan
kehidupan dapat bertahan. Pada akhirnya spora kehidupan itu sampai ke bumi.
Teori ini tidak dapat diterima oleh banyak ilmuwan.
Sama seperti teori kreativitas, teori ini tidak berdasarkan keilmuan atau suatu eksperimen.

6. Hipotesis Tentang Panspermia (teori kosmozoik)

Teori ini dikemukakan oleh Richter (1865) dan didukung oleh Thomsom, Helmholtz,
Van Tieghan dan yang lainnya. Menurut hipotesis ini, benda-benda langit yang
beterbangan di atmosfer bumi hanyalah panas dan berpijar pada bagian permukaan
saja, sementara bagian dalamnya tetap dingin. Dengan demikian embrio suatu
organisme yang menempati benda-benda langit atau planet tersebut tempat mereka
terbentuk akan tetap hidup dibagian dalamnya. Selanjutnya organisme-organisme ini
akan menyebar dan sampai ke bumi. Jika menemukan tanah sangat subur di bumi,
organisme ini akan tumbuh, berkembang dan berevolusi menghasilkan seluruh spesies
yang sekarang ini ada.

Hipotesis lain mengenai panspermia ini dikemukakan oleh Arrhenius (1911) yang
menyatakan bahwa spora-spora hidup bersama-sama dengan partikel debu alam
disebarkan dari satu tempat ke tempat lain di bawah pengaruh sinar matahari. Namun
teori ini, dirahukan kebenarannya mengingat kondisi yang dimiliki alam pada waktu
tersebut memungkinkan spora-spora itu dapat bertahan radiasi matahari yang begitu
kuat pada zaman dahulu. Bukankah cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet
yang sangat tinggi?. Kita tahu bahwa sinar ultraviolet dalam jumlah yang sangat besar
dapat merusak seluruh kehidupan. Apalagi spora-spora tersebut harus menembus
atmosfer dari satu planet ke planet yang lainnya.

3. Teori Kosmozoan
Teori ini menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet bumi berasal dari protoplasma yang
membentuk spora-spora kehidupan. Spora kehidupan ini mencapai permukaan bumi dan
berasal dari alam semesta. Pelopor teori ini adalah Arrhenius.

3. Teori Cosmozoic

Teori berpandangan bahwa asal mula mahluk hidup di bumi ini berasal spora kehidupan yang berasal
dari ruang angkasa. Teori ini lebih gila lagi dari teori sebelumnya (teori abiogenesis) dan tentunya tidak
dapat diterima begitu saja. Hal ini diperkuat dengan pemikiran para ilmuwan pada saat itu bahwa
meteor yang jatuh ke permukaan bumi saja akan mengalami pergeseran yang sangat dahsyat dan sangt
hebat sehingga mengakibatkan timbulnya percikan api (hingga terbakar). Bercermin dari peristiwa
jatuhnya meteor tersebut, meskipun jatuhnya spora kehidupan mengalami pergeseran tetapi tidak
sehebat pergeseran jatuhnya meteor, tetap saja teori ini tidak dapat diterima.