Anda di halaman 1dari 28

BAB IV

HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN

TAHUN 2018(CAKUPAN PROGRAM)

A. Program Upaya Kesehatan Ibu dan Anak Serta KB

1. Kegiatan Program KIA dan KB

a. Pelayanan ANC,PNC dan Penjaringan Bumil Resti

a) Pelayanan ANC dan Penjaringan Bumil Resti di Posyandu, Pustu,

Polindes, dan Puskesmas

b) Sweeping Bumil

c) Pelayanan PNC dan Penjaringan Bufas Resti

b. Upaya Pelayanan Kesehatan Bayi, Balita, Apras dan Anak Sekolah

a) Kunjungan Neonatal

b) Deteksi Dini Tumbuh Kembang Bayi, Balita, dan Apras

c) Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah

d) Sweeping/kunjungan rumah Bayi dan Balita Resti untuk tindak lanjut

c. Upaya Pendampingan Bumil

a) Kelas Ibu Hamil

b) Kunjungan Rumah untuk pendampingan

d. Peningkatan Kinerja Tenaga Penolong Berdasarkan Persalinan

a) Audit maternal berdasarkan perinatal

b) Survey berdasarkanvisi dan pembinaan bides oleh Bikor

e. Keluarga Berencana

a) Penyuluhan KB untuk pembinaan akseptor lama dan penjaringan

akseptor baru

b) Kunjungan rumah untu PUS yang tidak ber KB atau drop out

25
f. Upaya Penanganan Kekerasan Berdasarkan Kemampuan Anak

a) Kunjungan rumah untuk konseling dan pendampingan korban KTPA

b) Konseling korban Kekerasan di Klinik KTPA

Program KIA dapat dinilai dengan menggunakan beberapa

parameter/indikator, yaitu: K1, K4, berdasarkan salinan oleh Nakes dan KN

(output), kemudian ditambah dengan anemia gizi dan BBLR serta AKI dan

AKB.Hasil kegiatan K1, K4, Bumil Resti, KN, dan berdasarkan salinan nakes

dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Grafik 7. Jumlah Kelahiran Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja


Puskesmas Poasia Tahun 2018

300 277

Laki-Laki
250

200
153 150 156
137 Perempuan
150 124

87
100 69 68 76 80
63
39 Laki-Laki + Perempuan
50 24
15

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa dari jumlah 759 bayi

terdapat 409 bayi laki-laki dan 350 bayi perempuan.

26
Grafik 8. Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur di Wilayah Kerja
Puskesmas Poasia Tahun 2018
300 277
Jumlah Bayi Lahir Hidup
250

200
Jumlah Kematian Ibu Hamil
150 156
150 137

Jumlah Kematian Ibu Bersalin


100

50 39
Jumlah Kematian Ibu Nifas
1 0 0 0 0
0

Berdasarkan tabel diatas menunjukka bahwa jumlah bayi lahir hidup

terbanyak terdapat pada Kelurahan Anduonohu sebanyak 277 bayi. Adapun

jumlah kematian terdapat pada jumlah kematian ibu hamil di Kelurahan

Anduonohu yang terjadi pada umur 20-34 tahun.

Grafik 9. Jumlah Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan di Tolong


Tenaga Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas di
Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
350
JUMLAH IBU HAMIL
300
K1
250
K4
200
JUMLAH BULIN
150

100 PERSALINAN DITOLONG NAKES

50 MENDAPAT YANKES NIFAS

0 IBU NIFAS MENDAPAT VIT A

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

27
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan ibu

hamil K1 sebanyak 793, jumlah kunjungan K4 sebanyak 780, jumlah ibu bersalin

sebanyak 757, persalinan ditolong Nakes sebanyak 757, yang mendapat

pelayanan kesehatan sebanyak 757 dan ibu nifas yang mendapat Vitamin A

sebanyak 757.

Grafik10. Cakupan Pemberian TT Pada Ibu Hamil Berdasarkan Kelurahan


di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
350
JUMLAH IBU HAMIL
300 287
TT-1
250
TT-2
200
156 156 TT-3
142
150
TT-4
100 73736477 TT-5
49 53624649 57
50 37413732 38 3936
28
20 24
8 9161712 9 TT2+
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa dari jumlah ibu hamil

sebanyak 779 di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia pemberian TT-1 sebanyak

228, TT-2 sebanyak 224, TT-3 sebanyak 199, TT-4 sebanyak 203 dan TT-5

sebanyak 114.

28
Grafik 11. Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet FE1 Dan FE3 di
Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
350

300 287287288
JUMLAH IBU HAMIL

250

200 170
156156148 156 164 FE1 (30 TABLET)
142148144
150

100
FE3 (90 TABLET)
50 38 38 37

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah dari jumlah 779 ibu

hamil terdapat 799 ibu yang diberikan tablet FE1 (30 tablet) dan terdapat 781 ibu

yang diberikan tablet FE3 (90 tablet).

Grafik12. Jumlah dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan Dan


Komplikasi Neonatal di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun
2018
300 277

250
Jumlah Bayi

200
150 156
150 137

100
Penanganan Komplikasi
Neonatal
50 41 39
22 20 23
5
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

29
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa dari 759 jumlah bayi

terdapat 111 yang ditangani komplikasi neonatal dengan perincian bayi laki-laki

sebanyak 63 bayi dan bayi perempuan sebanyak 48 bayi.

Grafik13. Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Wilayah


Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
900
800
700 IUD
600 MOP
500 MOW
400 IMPLAN
300 KONDOM
200 SUNTIK

100 PIL

0 OBAT VAGINA
LAINNYA

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah terbanyak untuk

MKJP pengguna KB aktif menurut jenis kontrasepsi yaitu KB suntik sebanyak

2042 peserta dan yang jumlah yang sedikit pesertanya terdapat pada jenis Non

MKJP kontrasepsi kondom sebanyak 1 peserta.

30
Grafik 14. Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi di Wilayah
Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
140 129

120 108
107
IUD
100
81 MOP
80 75
70 68 MOW

60 IMPLAN
45 48
KONDOM
40 29 28
25 23 SUNTIK
16 19
20 14
PIL
3 2 0 0 0 000 1 000 0 0
0 OBAT VAGINA
LAIN NYA

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah peserta KB baru terbanyak

terdapat pada jenis kontrasepsi Non MKJP yaitu jenis kontrasepsi suntik

sebanyak 401 peserta dan jenis kontrasepsi yang paling sedikit digunakan yaitu

jenis kontrasepsi kondom sebanyak 2 peserta.

Grafik 15. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Menurut Jenis Kelamin di
Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
300

250

200

150
Jumlah Lahir Hidup
100 Bayi Baru Lahir Timbang
BBLR
50

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

31
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah lahir hidup

sebanyak 756 bayi yang terdiri dari 361 bayi laki-laki dan 395 bayi perempuan.

Jumlah ini sama dengan jumlah bayi baru lahir ditimbang. Kemudian untuk bayi

baru lahir rendah sebanyak 4 bayi yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan.

Grafik 16. Cakupan Kunjungan Neonatal Menurut Jenis Kelamin di


Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
300

250 Jumlah Bayi

200

150 Kunjungan Neonatal 1 Kali


(KN1)

100

Kunjungan Neonatal 3 Kali (KN


50
Lengkap)

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa kunjungan neonatal (KN1)

sebanyak 759 bayi yang terdiri dari 409 bayi laki-laki dan 350 bayi perempuan.

Adapun kunjungan neonatal (KN Lengkap) sebanyak 759 bayi yang terdiri dari

409 bayi laki-laki dan 350 bayi perempuan sama dengan jumlah KN1.

32
Grafik 17. Jumlah Bayi yang diberi ASI Eksklusif Menurut Jenis Kelamin
di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
140 132

120
Jumlah Bayi
100

80 74 74
67 64
60
37 38
40 32 Jumlah Bayi yang diberi ASI
Ekslusif 0-6 Bulan
16
20 10

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah bayi yang diberi

ASI Eksklusif sebanyak 184 dengan rincian 95 bayi laki-laki dan 89 bayi

perempuan.

B. Imunisasi

1. Cakupan Imunisasi Hepatitis B < 7 Hari Dan BCG Pada Bayi

Grafik 18. Cakupan Imunisasi Hepatitis B < 7 Hari Dan BCG Pada Bayi
Menurut Jenis Kelamindi Wilayah Kerja Puskesmas Poasia
Tahun 2018
300
250
HB < 7 Hari
200
150
100 BCG
50
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

33
Grafik diatas menunjukkan bahwa bayi yang di imunisasi hepatitis B < 7

hari dari jumlah 712 bayi yang di imunisasi terdapat 365 bayi laki-laki dan

terdapat 347 bayi perempuan. Kemudian dari 710 jumlah bayi yang di imunisasi

BCG terdapat 373 bayi laki-laki dan terdapat 337 bayi perempuan.

2. Cakupan Imunisasi DPT-HB/DPT-HB-HIB, Polio, Campak, Dan Imunisasi


Dasar Lengkap Pada Bayi

Grafik 19. Cakupan Imunisasi DPT-HB/DPT-HB-HIB, Polio, Campak, Dan


Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin
di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
300

DPT-HB3/DPT-HB-Hib3
250

200
Polio 4

150
Campak
100

50 Imuniasasi Dasar Lengkap

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa cakupan imunisasi DPT-

HB/DPT-HB-HIB sebanyak 720 anak yang terdiri dari 355 laki-laki dan 365

perempuan. Selanjutnya untuk cakupan imunisasi Polio sebanyak 720 anak

yang terdiri dari 355 laki-laki dan 365 perempuan. Kemudian untuk imunisasi

Campak sebanyak 687 anak yang terdiri 344 laki-laki dan 343 perempuan.

Imunisasi dasar lengkap cakupannya sebanyak 687 anak yang terdiri 344 laki-

laki dan 343 perempuan.

34
3. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi Dan Anak Balita

Grafik 20. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi Dan Anak Balita
Menurut Jenis Kelamin Menurut Jenis Kelamin di Wilayah
Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
1200
1062
JUMLAH MENDAPAT VIT.A
1000 934

800

559 ANAK BALITA (12-59 Bulan)


600 525554 515 YANG MENDAPAT VIT. A
479498

400
JUMLAH ANAK BALITA (6-59
200 127 122137 Bulan) YANG MENDAPAT VIT.A
76 65 76
19
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa cakupan pemberian

Vitamin A sebanyak 363 anak dengan rincian laki-laki sebanyak 180 anak laki-

laki dan perempuan sebanyak 183 anak. Untuk pemberian Vitaman A anak balita

usia (12-59 bulan) dari jumlah anak balita sebanyak 2621 anak yang mendapat

Vitamin A sebanyak 2575 anak dengan rincian laki-laki sebanyak 1329 anak dan

perempuan sebanyak 1246 anak. Adapaun untuk pemberian Vitamin A pada

Balita (6-59 bulan) sebanyak 2985 balita dan yang mendapat Vitamin A

sebanyak 2810 balita dengan rincian 1521 laki-laki dan 1289 perempuan.

35
4. Jumlah Anak 0-23 Bulan Ditimbang Menurut Jenis Kelamin

Grafik 21. Jumlah Anak 0-23 Bulan Ditimbang Menurut Jenis Kelamin
Menurut Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia
Tahun 2018
600
545
501
500 Jumlah Baduta dilaporkan (S)

400
308306 310309
300 279 Ditimbang
258

200

100 72 72 BGM

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah Baduta yang

dilaporkan sebanyak 1514 dengan rincian 760 laki-laki dan perempuan sebanyak

754. Adapun untuk yang ditimbang jumlah (D) sebanyak 1446 dengan rincian

sebanyak 729 laki-laki dan 717 perempuan. Untuk BGM sebanyak 5 yang terdiri

3 laki-laki dan 2 perempuan.

36
C. Gigi dan Mulut

Grafik 22. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Wilayah Kerja


Puskesmas Poasia Tahun 2018
300 280

250
Tumpatan Gigi Tetap
200 187
168

150 128
106
93
100
61 55 Pencabutan Gigi Tetap
50
21
8
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan gigi

dan mulut untuk tumpatan gigi tetap sebanyak 345 pelayanan dan untuk

pencabutan gigi tetap sebanyak 762 pelayanan.

D. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut

Grafik 23. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis


Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
500 463
450 427
400 Jumlah Usila 60 Tahun
350
300 251 251
250 225 230 224
206
200
150 Mendapat Pelayanan
Kesehatan
100 59 59
50
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

37
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah Lansia di Wilayah

Kerja Puskesmas Poasia sebanyak 1254 orang dengan rincian 606 laki-laki dan

perempuan sebanyak 648 orang dan sebanyak 1141 lansia yang mendapat

pelayanan kesehatan yang terdiri dari 556 laki-laki dan 585 perempuan.

E. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap, dan Kunjungan Gangguan


Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan

Grafik 24. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap, dan Kunjungan
Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Puskesmas
Poasia Tahun 2018
45000
41322
40000

35000

30000

25000

20000

15000

10000

5000
807 278
0
Rawat Jalan Rawat Inap Kunjungan Gangguan Jiwa

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan rawat

jalan sebanyak 41322 dengan rincian laki-laki sebanyak 16.227 pasien dan

perempuan sebanyak 25.095 pasien. Untuk rawat inap sebanyak 807 kunjungan

dengan rincian laki-laki sebanyak 300 pasien dan perempuan sebanyak 507

pasien. Adapun untuk kunjungan gangguan jiwa sebanyak 278 pasien dengan

rincian laki-laki sebanyak 154 pasien dan perempuan sebanyak 124 pasien.

38
PASIEN DATANG PASIEN PULANG

LOKET APOTIK
K

 POLI UMUM
 POLI KIA
 KLINIK GIZI
LABORATORIUM
 POLI GIG
 KLINIK SANITASI
 KLINIK PSIKOLOGI

BILA ADA
MASALAH DI UNIT
PELAYANAN

LOKET PENGADUAN KOTAK SARAN

PELAYANAN LANGSUNG JAWABAN DI PAPAN INFO

PUAS TIDAK PUAS TIDAK


ALHAMDULILLAH ALHAMDULILLAH

KEPALA
PUSKESMAS

DINKES

39
F. Kesehatan Lingkungan

Grafik 25. Presentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat
(BerPHBS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
2,500
2,094
2,000 Jumlah Rumah Tangga

1527 1,560
1,500
1,263 1257
Jumlah Dipantau
918 955
1,000 784 732
659
512 465465
500 377 Jumlah Ber PHBS
273

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa dari 6166 jumlah rumah

tangga, untuk jumlah yang dipantau sebanyak 4863 dan yang ber PHBS 2812

Grafik 26. Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Minum


Berkualitas (Layak)Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun
2018
700
599 Sumur Gali Terlindung
600
Sumur Gali dengan Pompa
500
428 409 419
400 Sumur BOR dengan Pompa
305 290
284
300 Mata Air Terlindung
199 199
200 171
148 129 Penampungan Air Hujan
125
93
100 46 Perpipaan PDAM
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

40
Berdasarkan grafik penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air

minum berkualitas (layak) jumlah untuk sumur gali dengan pompa sebanyak

1349, untuk sumur BOR dengan pompa sebanyak 564, mata air terlindung

sebanyak 18 dan untuk perpipaan sebanyak 1931.

Grafik 27. Kelurahan yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis


Masyarakat (STBM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun
2018
1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 Desa Melaksanan STBM
1
1
Desa STOP BABS
0
0
Desa STBM
-

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa semua Kelurahan

melaksanan STBM, Stop BABS dan kelurahan yang sudah STBM.

G. Posyandu

Grafik 27. Jumlah Posyandu Menurut Stratadi Wilayah Kerja Puskesmas


Poasia Tahun 2018
5
4 4
4 Pratama
4
3
3 Madya
3
2
Purnama
2
1 1 1 1 1 1 1
1
Mandiri
1
0
ANDUONOHU RAHANDOUNA ANGGOEYYA MATABUBU WUNDUMBATU

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

41
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah posyandu yang

ada di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia sebanyak 18 posyandu dengan rincian

posyandu dengan status purnama sebanyak 13 dan posyandu dengan status

mandiri sebanyak 5.

H. Jumlah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)

Grafik 28. Jumlah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Di


Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
1
1 1 1 1 1
1 Pustu

1
Poskesdes
1

0
Polindes

0
0 0 0 0 0
0 Posbindu
ANDUONOHU RAHANDOUNA ANGGOEYYA MATABUBU WUNDUMBATU

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah upaya

kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yakni Pustu sebanyak 1 buah,

Polindes sebanyak 2 buah dan Posbindu sebanyak 3 buah.

42
I. 20 Besar Jumlah Pemakaian Obat

Grafik 29. 20 Besar Jumlah Pemakaian Obat Puskesmas Poasia Tahun


2018

JUMLAH PEMAKAIAN OBAT


120,000
100,000
80,000
60,000
40,000
20,000
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah terbesar

pemakaian obat terdapat pada obat Paracetamol tablet 500 mg sebanyak

129.513 dan yang terkecil terdapat pada obat Cefadroxil kapsul 500 mg

sebanyak 17.986.

J. 10 Besar Penyakit

Grafik 30. 10 Besar Penyakit Puskesmas Poasia Tahun 2018


4000
3335
3500 3079
3000 2792
2500 2273 2250
2000 1593 1585 1559
1500 1123
1000 535
500
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

43
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa penyakit yang terbanyak

terdapat pada penyakit lain-lain sebanyak 994 dan yang terkecil terdapat pada

penyakit diare sebanyak 10 kasus.

K. Jumlah Tenaga Medis

Grafik 31. Jumlah Tenaga Medis Di Puskesmas Poasia Tahun 2018

3.5
3
3

2.5
2 2
2

1.5

0.5
0
0
Dokter Umum (PNS) Dokter Umum (PTT) Dokter Gigi (PNS) Dokter Gigi (PTT)

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah tenaga medis di

Pusksemas poasia sebanyak 7 dengan rincian dokter umum (PNS) sebanyak 2

tenaga, dokter umum (PTT) sebanyak 3 tenaga dan dokter gigi (PNS) sebanyak

2 tenaga.

L. Jumlah Tenaga Keperawatan

Grafik 32. Jumlah Tenaga Keperawatan di Puskesmas Poasia Tahun 2018


8 7
7 6
6 5 5
5
4
3 2 2
2 1
1 0
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

44
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah tenaga

keperawatan sebanyak 43 orang dengan rincian Bidan DI (PNS) sebanyak 5

orang, Bidan DIII (PNS) sebanyak 5 orang, Bidan DIV (PNS) sebanyak 5 orang,

S2 Kebidanan sebanyak 2 orang, Perawat (SPK) sebanyak 2 orang dan Perawat

(Ners) sebanyak 6 orang.

M. Jumlah Tenaga Kefarmasian

Grafik 33. Jumlah Tenaga Kefarmasian di Puskesmas Poasia Tahun 2018

2.5

2
2

1.5

1
1

0.5

0 0
0
Analis Farmasi Asisten Apoteker S1 Farmasi Apoteker

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah tenaga

kefarmasian sebanyak 3 orang dengan rincian tenaga asisten apoteker

sebanyak 2 orang, dan apoteker sebanyak 1 orang.

45
N. Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan

Grafik 34. Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan


Lingkungan di Puskesmas Poasia Tahun 2018
18
16
16
14
12
10
8
6
4
2 1
0
Kesehatan Masyarakat Kesehatan Lingkungan

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018


Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan

masyarakat di Puskesmas Poasia sebanyak 16 orang dan jumlah tenaga

kesehatan lingkungan sebanyak 1 orang.

O. Jumlah Tenaga Gizi

Grafik 35. Jumlah Tenaga Gizi di Puskesmas Poasia Tahun 2018


6

5
5

0
0
Nutrisionis Dietisien

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

46
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah tenaga gizi

nutrisions sebanyak 5 orang. Program berdasarkan perbaikan gizi masyarakat di

Puskesmas Poasia dilaksanakan oleh tim puskesmas yang terdiri dari

Koordinator dan petuga penanggung jawab Kelurahan. Tiap kelurahan dipegang

oleh satu orang petugas gizi kompeten dibidangnya.

Visi dari program Berdasarkan perbaikan gizi di Puskesmas Poasia

adalah “Kecamatan Poasia Bebas Dari Gizi Buruk Dan Gizi Kurang Pada

Tahun 2020” Adapun misinya yaitu melakukan berbagai upaya Berdasarkan

perbaikan gizi masyarakat khususnya untuk Bayi dan Balita serta Ibu hamil dan

menyusui.

Adapun kegiatan kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

a. Penjaringan Kasus Gizi Kurang Dan Gizi Buruk

1) Penimbangan dan Pemantauan Berdasarkan pertumbuhan Balita di

Posyandu

2) Kunjungan rumah untuk sweeping balita

b. Pemberian Makanan Tambahan

PMT lokal dan PMT Pemulihan

c. Penanggulangan Anemia Gizi Fe

1) Pemberian Vitamin A

2) Sweeping vitmin A

3) Sweeping tablet Fe Bumil

4) Pemantauan Penggunaan Garam beryodium Rumah Tangga (RT)

5) Pendampingan kasus gizi kurang dan gizi buruk

6) Pendampingan bumil KEK

d. Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pencapaian Keluarga SADAR GIZI

1) Penyuluhan tentang Gizi seimbang

47
2) Penyuluhan ASI Exclusif

3) Lomba Balita Sehat

4) Pembinaan Taman Gizi Masyarakat

Dari berbagai proses kegiatan yang dilakukan dihasilkan sejumlah out put

yang merupakan indikator-indikator dalam upaya berdasarkan perbaikan gizi

masyarakat.

P. Survailans

Grafik 35. Kasus TB BTA (+), Seluruh Kasus TB, Kasus TB Pada Anak Di
Wilyah Kerja Pusksemas Poasia tahun 2018

Jumlah Kasus Baru BTA (+)


20 19
18
16
14
12 11
10
10
8 6 6
6
4
2 1
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus baru TB

BTA (+) sebanyak 53 kasus dengan perincian untuk jenis kelamin laki-laki

sebanyak 36 kasus dan perempuan sebanyak 17 kasus. Dari jumlah 53 kasus

tersebut termasuk dengan yang berasal dari luar wilayah sebanyak 6 kasus.

48
Grafik 36. Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin di
Wilayah Kerja Puskesmas Poasia tahun 2018
1400
1244
1200
Jumlah Balita
1000

800
675 677
615
600

400 Penderita ditemukan dan


ditangani
200 157
24 9 4 3 7
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa penemuan kasus

pneumonia terbanyak terdapat pada Kelurahan Anduonohu sebanyak 47 kasus

yang terdiri dari laki-laki sebanyak 18 kasus dan perempuan sebanyak 24 kasus.

Grafik 37. Kasus Diaere yang Ditangani Menurut Jenis Kelamin


1,000 942
900
800
Laki-Laki
700
600
500 434
400 317
300 205
200 149 127 149 Perempuan
91
100 37 47
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit

diare sebanyak 2498 kasus dengan perincian laki-laki sebanyak 1594 kasus dan

perempuan sebanyak 904 kasus.

49
Grafik 38. Kasus Baru Kusta Menurut Jenis Kelamin Di Wilayah Kerja
Puskesmas Poasia Tahun 2018
2.5

2
2
Pausi Basiler (PB) / Kusta Kering

1.5

1
1

Multi Basiler (MB) / Kusta Basah


0.5

0 0 0 0
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus baru

penyakit kusta sebanyak 3 kasus yang terdapat di Kelurahan Anggoeya dengan

kategori kasus Multi Basiler (MB) / Kusta Basah, dan terjadi pada jenis kelamin

laki-laki.

Grafik 39. Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Di Cegah Dengan Imunisasi
(PD3i) Menurut Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas
Poasia Tahun 2018
12
10 10
10 Jumlah Kasus Campak

6 Polio
4
4 3 3

2 Hepatitis B

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

50
Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit

yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i) terdapat pada penyakit campak

sebanyak 30 kasus dengan perincian laki-laki sebanyak 13 kasus dan

perempuan sebanyak 17 kasus.

Grafik 40. Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Jenis
Kelamin Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Tahun 2018
16 15

14

12 Jumlah Kasus DBD

10
8 8
8

6
4
4 Meninggal

2
0
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD

sebanyak 35 kasus dengan perincian laki-laki sebanyak 21 kasus dan

perempuan sebanyak 14 kasus. Untuk daerah yang terbanyak terjadi kasus DBD

yaitu pada Kelurahan Anduonohu dengan jumlah sebanyak 15 kasus.

51
Q. Pengukuran Tekanan Darah

Grafik 41. Pengukuran Tekanan Darah Penduduk > 18 Tahun Menurut Jenis
Kelamin

18,000
16,000 Jumlah Penduduk > Tahun
14,000
12,000
10,000 Dilakukan Pengukuran Tekanan
8,000 Darah

6,000
4,000 Hipertensi/Tekanan Darah
Tinggi
2,000
0

Sumber Data: Data Sekunder Tahun 2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia >

tahun sebanyak 23.100, dari jumlah tersebut yang melakukan pengukuran

tekanan darah sebanyak 14.626 orang dan yang mengalami hipertensi sebanyak

5.382 orang.

52