Anda di halaman 1dari 47

BAB III

TARGET DAN PENCAPAIAN PROGRAM

3.1. UKM Essensial


3.1.1. Upaya Promosi Kesehatan
a. Definisi :
Upaya membantu masyarakat agar mampu melaksanakan perilaku hidup
bersih dan sehat untuk menolong diri sendiri, melalui pembelajaran dari, oleh
dan bersama masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan di dukung oleh
kebijaksanaan publik yang berwawasan kesehatan.
b. Tujuan
Meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan yang bersumber pada
masyarakat.
c. Strategi
1. Pengembangan kebijakan promosi kesehatan
2. Peningkatansumber daya promosi kesehatan
3. Pengembangan organisasi promosi kesehatan
4. Integrasi dan sinkronisasi promosi kesehatan
5. Pendayagunaan data dan pengembangan sistem informasi promosi
kesehatan
6. Peningkatan kerja sama dan kemitraan
7. Pengembangan pendekatan promosi kesehatan
8. Fasilitas peningkatan promosi kesehatan
d. Teknik dan metode Promkes
1. Metode
Pengertian sederhana disebut metode dan penyuluhan kesehatan adalah
cara untuk melaksanakan penyuluhan terhadap masyarakat.
2. Teknik
Segala upaya tertentu agar cara yang dilaksanakan dapat terwujud secara
baik dan sempurna.

11
12

HASIL KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN PUSKESMAS WARU


PADA BULAN JANUARI-MARET 2019
Up Target Tota % Cakupan
Satua
aya Tahun
n
l Target Penc ∑Variabe
Ke 2017 Sasa Sasara apai Sub l dan Analis
No Kegiatan sasar Rii
seh (T) ran n an Vari Total a
an l
ata dalam (To (Tx S) (P) abel nilai
(S)
n % S) Program
3.1.UKM
ESSENSIAL
3.1.1.Upaya Promosi
Kesehatan
2.1.1.1
Pengkajian
PHBS (Pola
Hidup Bersih
dan Sehat)

1. Rumah Tangga 484


20% .RT 9680 0,0 0,0
yang dikaji 00
2. Institusi
Pendidikan 50% .IP 5 2,5 0,0 0,0
yang dikaji
3. Pondok
Pesantren yang 70% .PP 2 1,4 0,0 0,0
dikaji
3.1.1.1.2.Tatanan
Sehat
1.Rumah
Tangga Sehat
yang memenuhi 62% RT 0 0,0
10 indikator
PHBS
2. Institusi
Pendidikan yang
memenuhi 7-8 70% .IP 0 22,0
indikator PHBS
(klasifikasi IV)
3.Pondok
Pesantren yang
memenuhi 16-18
indikator PHBS 30% .PP 0 0,0
Pondok
Pesantren
(Klasifikasi IV)
3.1.1.3.Intervensi/
Penyuluhan
1.Kegiatan
intervensi pada
100% RT 0 0,0 100
Kelompok
Rumah Tangga
2. Kegiatan
intervensi pada
100% IP 0 0,0 75
Institusi
Pendidikan
13

6.Kegiatan
intervensi pada
100% PP 0 0,0 100
Pondok
Pesantren
3.1.1.4.Pengembanga
100
n UKBM
1.Pembinaan Posy 10
100% 102 102 102 100
Posyandu andu 0
2.Pengukuran
Tingkat Posy 10
100% 102 102 102 100
Perkembangan andu 0
Posyandu
3. Posyandu Posy
74% 0 0,0 100
PURI andu
4.Pengukuran
Tingkat Posk
100% 0 0,0 100
Perkembangan esdes
Poskesdes
3.1.1.5. Penyuluhan
NAPZA ( Narkotika
93,01
Psikotropika dan Zat
Adiktif)
Peny
1. Penyuluhan 136 21, 93,0
23% uluha 315 293
Napza 8 42 1
n
3.1.1.1.6Pengembang
100
an Desa Siaga Aktif
1.Desa/Keluraha
98% Desa 0 0,0 100
n Siaga Aktif
2.Desa Siaga
15% Desa 0 0,0 100
Aktif PURI
3.Pembinaan
100% Desa 0 0,0 100
Desa Siaga Aktif
3.1.1.7. Promosi
100
Kesehatan
1.Sekolah
Pendidikan
Dasar yang 10
100% IP 40 40 40 100
mendapat 0
Promosi
kesehatan
2.Promosi
Pusk
kesehatan di
esma
dalam gedung
s&
Puskesmas dan 100% 0 0,0 100
jaing
jaringannya
anny
(Sasaran
a
masyarakat )
3.Promosi
kesehatan untuk
pemberdayan
masyarakat di
bidang 100% Kali 0 0,0 100
kesehatan (
kegiatan di luar
gedung
Puskesmas)
14

4.Promosi
kesehatan
Seko
program di 81% 0 0,0 100
lah
Sekolah (SD dan
SMP)
5. pengukuran
dan pembinaan
UKB
tingkat 95% 0 0,0 100
M
perkembanga
UKBM
3.1.1.8 Program
100
Pengembangan
1.Poskesdes
beroperasi
Posk 10
dengan strata 96% 11 11 11 100
esdes 0
Madya, Purnama
dan Mandiri
2. Pembinaan
Pem
tingkat 10
28% binaa 1 1 1 100
perkembangan 0
n
Poskestren
3. Pembinaan
Pem
tingkat 10
28% binaa 1 1 1 100
perkembangan 0
n
Pos UKK
4.Poskestren Posk
10
Purnama dan 90% estre 1 1 1 100
0
Mandiri n
5. Pembinaan
Pem
tingkat 10
13% binaa 8 1 8 100
perkembangan 0
n
Posbindu PTM
15

Evaluasi

Berdasarkan data program Promosi Kesehatan puskesmas waru tahun 2017


semua program promosi kesehatan telah memenuhi target.
3.1.2. PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN

Pembangunan kesehatan yang dilakukan di Indonesia pada hakekatnya adalah


menyelenggararkan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia agar mempunyai
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk sehingga dapat mewujudkan
derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari
tujuan nasional.

Pembangunan kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan kesehatan


lingkungan, sebab merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat
kesehatan yang dinamis serta membangkitkan dan memupuk swadaya masyarakat
dalam upaya penyehatan lingkungan.

Salah satu langkah meningkatkan kesehatan lingkungan adalah


denganmembangun sarana yang diperlukan disertai peningkatan, pemanfaatan dan
pemeliharaan sarana yang ada.Pembangunan sarana lingkungan pada hakekatnya
dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain:
a. Penyehatan air.
b. Pembuangan kotoran.
c. Penyehatan makanan dan minuman.
d. Penyehatan tempat-tempat umum.
e. Penyehatan pembuangan sampah.
Dari gambaran tersebut, terlihat bahwa penyehatan lingkungan sangatlah
penting dalam rangka menciptakan kesadaran masyarakat agar senantiasa
melaksanakan cara hidup yang sehat bagi dirinya sendiri dan bagi masyarakat.
a. Program dan pencapaian
Kegiatan program Penyehatan Lingkungan Puskesmas Waru Tahun
2019(Januari –Maret) adalah:
1. Program penyediaan air bersih.
2. Program kegiatan jamban keluarga.
3. Program kegiatan sarana pembuangan air limbah.
4. Program kegiatan pemeliharaan sanitasi tempat-tempat umum.
16

5. Program pembinaan tempat pengelolaan makanan dan minuman (TP2M).


6. Program kegiatan perumahan.
7. Program kegiatan TP2 pestisida.

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN


PUSKESMAS WARU TAHUN 2019

Targ % Cakupan
Target et
N
Upaya
Tahun
Satuan Total
Sasar
Penc Sub ∑Variabel Ana
Kesehat Kegiatan sasaran Sasaran apaia Var dan Total
o 2017 (T) an Riil lisa
an (S) (ToS) n (P) iabe nilai
dalam % (Tx
l Program
S)
2.1.2. Upaya Kesehatan
96,3
Lingkungan
2.1.2.1.Penyehatan Air 100
1.Pengawasan Sarana 1680,
20% SAB 33055 6611 5,1 100
Air Bersih ( SAB ) 0
2.SAB yang memenuhi 5716, 1428,
85% SAB 6725 21,2 100
syarat kesehatan 25 0
3.Rumah Tangga yang
2842 7374,
memiliki akses terhadap 86% SAB 33055 22,3 100
7,3 0
SAB
2.1.2.2.Penyehatan
93,44
Makanan dan Minuman
1.Pembinaan Tempat
80,3
Pengelolaan Makanan ( 60% TPM 152 91,2 22,0 14,5
2
TPM )
2.TPM yang memenuhi
45% TPM 91 40,95 12,0 13,2 100
syarat kesehatan
2.1.2.3.Penyehatan
Perumahan dan Sanitasi 100
Dasar
1..Pembinaan sanitasi
perumahan dan sanitasi 40% Rumah 521 208,4 51,0 9,8 100
dasar
2.Rumah yang
2296 5742,
memenuhi syarat 75% Rumah 30626 18,7 100
9,5 0
kesehatan
2.1.2.4.Pembinaan Tempat-
Tempat Umum ( TTU ) 100
1.Pembinaan sarana
88% TTU 78 68,64 18,0 23,1 100
TTU
2.TTU yang memenuhi
63% TTU 69 43,47 12,0 17,4 100
syarat kesehatan
2.1.2.5.Yankesling (Klinik
Sanitasi) 100
1.Konseling Sanitasi 10% Pasien 870 87 87,0 10,0 100
2. Inspeksi Sanitasi PBL 20% Sarana 87 17,4 33,0 37,9 100
3.Intervensi terhadap
40% Pasien 34 13,6 3,0 8,8 100
pasien PBL yang di IS
17

2.1.2.6. Sanitasi Total


Berbasis Masyarakat (
84,37
STBM ) = Pemberdayaan
Masyarakat
1.Rumah Tangga
2665 7521,
memiliki Akses terhadap 87% KK 30636 24,5 100
3,32 0
jamban sehat
2.Desa/kelurahan yang
70% Desa 11 7,7 3,0 27,3 37,5
sudah ODF
2297 5745,
3.Jamban Sehat 75% Jamban 30636 18,8 100
7 0
4.Pelaksanaan Kegiatan
75% Desa 11 8,25 3,0 27,3 100
STBM di Puskesmas

Evaluasi

1. Masalah :
a. Desa atau kelurahan yang sudah ODF
2. Penyebab masalah
a. masyarakat masih terbiasa BAB disungai, masyarakat tidak punya keinginan
membuat septintank karena lahan sempit
3. Solusi masalah
a. Pemicuan
b. Penyuluhan

3.1.3 PROGRAM KESEHATAN IBU,ANAK, dan KELUARGA BERENCANA


1. PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK
A. Definisi
Kesehatan Ibu dan Anak adalah suatu upaya dalam memberikan pelayanan dan
pemeliharaan kesehatan ibu baik pada saat hamil, bersalin dan menyusui serta anak
dari lahir sampai masa prasekolah.
B. Tujuan
Tujuan Umum :
a. Bagi Ibu
Pencapaian kemampuan hidup sehat lewat peningkatan derajat
kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarga menuju keluarga berkualitas.
b. Bagi Anak
Mencapai proses tumbuh kembang yang optimal sebagai landasan
peningkatan kualitas sumber daya manusia.
18

Tujuan Khusus :
a. Mempercepat turunnya angka kesakitan dan angka kematian bayi, anak
balita dan ibu bersalin.
b. Meningkatkan mutu pelayanan kepada bayi, anak balita dan anka
prasekolah serta ibu hamil dan menyusui.
c. Berusaha mewujudkan tercapainya norma keluarga kecil bahagia sejahtera
C. Target dan Kegiatan di KIA
1. Target
a. Bayi (0-1 tahun)
b. Balita (1-4 tahun)
c. Anak prasekolah (5-6 tahun)
d. Ibu hamil, menyusui dan kala nifas
e. Pasangan usia subur dan calon ibu
2. Kegiatan di KIA
a. Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu nifas,
menyusui, bayi, balita dan anak prasekolah.
b. Pertolongan persalinan.
c. Penanganan kasus komplikasi kebidanan.
d. Pemberian nasihat tentang MKN (makanan tambahan vitamin mineral)
dan tumbuh kembang anak.
e. Imunisasi ibu dan deteksi dini tumbuh kembang bayi, anak balita, dasar
anak, anak pra sekolah
f. Pengobatan sederhana
g. Manajemen terpadu balita sakit (MTBS)
h. Penyuluhan gizi
i. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja
j. Kegiatan di luar gedung (kunjungan rumah ibu hamil resiko tinggi,
kunjungan ibu nifas, kunjungan neonatus, RT, ANC terpadu : sehat
selamat, Kelas Ibu)
D. Indikator pemantauan program KIA :
Indikator kesehatan ibu
a. K1 : kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang pertama kali
b. K4 : kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan minimal 4 kali selama hamil
(standar 1-1-2)
19

c. Deteksi resiko tinggi (DRT) ibu hamil yang ditemukan oleh tenaga
kesehatan
Skor 2-4 : kehamilan resiko rendah
Skor 6-10 : kehamilan resiko tinggi
Skor >12 : kehamilan resiko sangat tinggi
d. Deteksi resiko tinggi ibu hamiloleh masyarakat yang akan ditindak lanjuti
oleh tenaga kesehatan
e. KN : kontak neonatal dengan tenaga kesehatan minimal 2x untuk
mendapatkan pelayanan atau pemeriksaan
Indikator kesehatan anak
a. KN 1 : usia 0-7 hari (0-3 hari = 1x; 4-7 hari = 1x)
b. KN 2 : usia 8-28 hari (2 kali kunjungan )
c. Persalinan nakes (PN) : persalinan ibu yang ditolong oleh tenaga kesehatan
Berdasarkan data kegiatan KIA selama Tahun 2017diambil kesimpulan bahwa
semua program mencapai target yang diharapkan.

3. PROGRAM KELUARGA BERENCANA


A. Pengertian

Keluarga berencan (KB) adalah perencana kehamilan, sehingga kehamilan


hanya terjadi pada waktu yang di inginkan.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera melalui pengendalian
pertumbuhan, meningkatkan keikutsertaan kelestarian ber-KB seluruh
plosok sehingga akan menurunkan angka fertilitas yang bermakna.
2. Tujuan khusus
a. Meningkatkan pemerataan pemakaian MKJP baik terhadap peserta
baru,maupun KB aktif .
b. Meningkatkan dan semakin meratanya penggarapan terhadap generasi
muda dalam kaitannya dengan pendewasaan usia kawin dan sebagai
bantuan mendukung gerakan KB nasional didaerah.
c. Semakin meratanya kemandirian masyarakat dalam ikut serta memberikan
pelayanan atau mendapatkan pelayanan KB.
20

C. Target dan sasaran


1. Sasaran
a. Pasangan Usia Subur (PUS).
b. Pasangan usia muda.
c. Pasangan usia subur yang istrinya diatas 30 tahun (15-49 tahun)
d. Pasangan usia subur yang umurnya kurang dari 30 tahun (20-29
tahun) dan sudah mempunyai anak
e. Generasi muda atau tua,karyawan dan karyawati perusahaan dan
lain – lain.

D. HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KIA PUSKESMAS WARU TAHUN


2019

% Cakupan
Target
Upaya Satuan Total Target Pencap ∑Variabel
Tahun
No Kesehat Kegiatan sasaran Sasara Sasaran aian Sub
dan Total Analisa
2017 (T) Riil Variabe
an (S) n (ToS) (Tx S) (P) nilai
dalam % l
Program

Upaya Pelayanan
Kesehatan Ibu , Anak dan 93,396
Keluarga Berencana

3.1.3.1.Kesehatan Ibu 100

1.Pelayanan kesehatan
89% Bumil 2886 2569 2786 96.53 100
untuk ibu hamil (K4)

2.Pelayanan Persalinan
oleh tenaga kesehatan 96% Bulin 2755 2645 2710 98.36 100
(Pn)

3.Pelayanan Persalinan
oleh tenaga kesehatan di 96% Bulin 2755 2645 2710 98.36 100
fasilitas kesehatan

4.Pelayanan Nifas oleh


96% Bufas 2755 2645 2649 96.15 100
tenaga kesehatan (KF)

5.Penanganan
komplikasi kebidanan 80% Ibu 577 462 587 100 100
(PK)
21

3.1.3.2. Kesehatan Bayi 81.65

1.Pelayanan Kesehatan
100% Bayi 2645 2645 613,0 23,2 100
neonatus pertama ( KN1)

2.Pelayanan Kesehatan
Neonatus 0 - 28 hari (KN 100% Bayi 2645 2645 596,0 22.5 100
lengkap)

3.Penanganan Tdk
80% Bayi 397 317,6 78,0 19,6 100
komplikasi neonates tercapai

4.Pelayanan kesehatan
97% Bayi 2549 2472,53 602,0 23,6 100
bayi 29 hari - 11 bulan

3.1.3.3. Kesehatan Anak


Balita dan Anak 99.93
Prasekolah

1. Pelayanan kesehatan
anak balita (12 - 59 83% Balita 10613 8808,79 2302,0 21,7 750,0
bulan)

2.Pelayanan kesehatan
100% Balita 13162 13162 2844,0 21,6 919,0
balita (0-59 bulan)

2.Pelayanan kesehatan
Anak pra sekolah (60 - 82% Anak 2721 2231,22 558,0 20.5 100
72 bulan)

3.1.3.4. Kesehatan Anak


98.65
Usia Sekolah dan Remaja

1. Sekolah setingkat
SD/MI/SDLB yang
melaksanakan 100% Sekolah 0 0 0,0 100
pemeriksaan penjaringan
kesehatan

2. Sekolah setingkat
SD/MI/SDLB/
(SMP?MTS?SMPLB)
100% Sekolah 0 0 0,0 100
yang melaksanakan
pemeriksaan penjaringan
kesehatan

3. Sekolah setingkat
SMA/MA/SMK/SMAL
B yang melaksanakan 92,50% Sekolah 3 2,8 0,0 0,0 100
pemeriksaan penjaringan
kesehatan
22

4.Murid kelas I setingkat


SD/MI/SDLB yang
100% Orang 0 0 0,0 90.59
diperiksa penjaringan
kesehatan

5.Murid kelas VII


setingkat
SMP/MTs/SMPLB yang 100% Orang 0 0 0,0 100
diperiksa penjaringan
kesehatan

6. setiap anak pada usia


pendidikan dasar (kelas I
dan VII) mendapatkan 100% Orang 0 0 0,0
skrining kesehatansesuai
standart

7.Murid kelas X
setingkat
SMA/MA/SMK/SMAL 92,50% Orang 185 171,125 0,0 0.0 100
B yang diperiksa
penjaringan kesehatan

8. Pelayanan kesehatan
82% orang 330 272,25 77,0 23,3 100
remaja

3.1.3.5. Pelayanan Keluarga


86.75
Berencana (KB)

1.KB aktif
(Contraceptive 70% Orang 27894 19525,8 53404,0 191,5 100
Prevalence Rate/ CPR)

2. Peserta KB baru 10% Orang 27894 2789,4 676,0 2,4 94.7

3. Akseptor KB Drop kurang dari


Orang 19734 690,69 97,0 0,5 100
Out 3,5 %

4. Peserta KB mengalami Kurang dari


Orang 19734 690,69 0,0 0,0 100
komplikasi 3,5 %

5. Peserta KB mengalami Kurang dari


Orang 19734 2466,75 87,0 0,4 100
efek samping 12,50%

6. PUS dengan 4 T ber


80% Orang 13484 10787,2 1121,0 8,3 100
KB

7. KB pasca persalinan 60% Orang 2775 1665 414,0 14,9 63.94

8. Ibu hamil yang Tdk


95% Orang 2910 2764,5 351,0 12,1 35.35
diperiksa HIV tercapai
23

Evaluasi

1. Masalah
a. Penanganan komplikasi neonatus
b. Ibu hamil yang diperiksa HIV
2. Penyebab masalah
a. Penduduk yang terlau padat dan mobilita tinggi
Tidak semua BPM melaporkan
b. Banyak ibu hamil yang diperiksa di fasilitas swasta (BPM)
3. Pemecahan masalah
a. Meningkatkan kerjasama antar kader MKIA dan BPM
b. Penyuluhan atau sosialisasi melalui kelompok masyarakat, kelas ibu hamil
Sosialisasi pelayanan PKM
Sosialisasi ke BPM tentang pelayanan PPIA

3.1.4 UPAYA PELAYANAN GIZI

A. Pendahuluan
Masalah gizi adalah gangguan kesehatan seseorang / masyarakat yang
disebabkan tidak seimbangnya pemenuhan kebutuhan akan zat gizi yang
diperoleh dari makanan. Masyarakat di Jawa Timur dan di Indonesia pada
umumnya masih dihadapkan pada masalah gizi “ganda”, yaitu masalah gizi
kurang dalam bentuk: Kekurangan Energi Protein (KEP), Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi Besi (AGB), dan Kurang Vitamin
A (KVA), serta masalah gizi lebih yang erat kaitannya dengan penyakit
degeneratif.
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN GIZI PUSKESMAS WARU
TAHUN 2019

% Cakupan
Target Total
Upaya Satuan Target Pencap
Tahun Sasara ∑Variabel
No Kesehata Kegiatan sasaran Sasaran aian Sub Analisa
2017 (T) n Riil Variabe dan Total
n (S) (Tx S) (P)
dalam % (ToS) l nilai Program

3.1.4.Upaya Pelayanan
99.31
Gizi
24

3.1.4.1.Pelayanan Gizi
100
Masyarakat

1.Pemberian kapsul
vitamin A dosis tinggi
85% Bayi 1281 1088,85 1242,0 97.0 100
pada bayi umur 6-11
bulan

2.Pemberian kapsul
vitamin A dosis tinggi
pada balita umur 12- 85% Balita 10612 9020,2 10414,0 98.1 100
59 bulan 2 (dua) kali
setahun

3.Pemberian 90 tablet
95% Bumil 2912 2766,4 222,0 7,6 100
Besi pada ibu hamil

4.pemberian tablet
tambah darah pada 30% Orang 5444 1633,2 2007,0 36,9 100
remaja putri

3.1.4.2. Penanggulangan
100
Gangguan Gizi

1.Pemberian PMT-P
85% Balita 25 21,25 25,0 100,0 100
pada balita kurus

2. Ibu Hamil KEK


yang mendapat PMT- 80% Bumil 6 4,8 6,0 100,0 100
Pemulihan

3.balita gizi buruk


mendapat perawatan
100% balita 3 3 3,0 100,0 100
sesuai standar
tatalaksana gizi buruk

3.1.4.3. Pemantauan
99.57
Status Gizi

1.Penimbangan balita
80% Balita 13162 10529,6 32367,0 245,9 100
D/S

2.Balita naik berat


60% Balita 10721 6432,6 20013,0 186,7 92.78
badannya (N/D)

3.Balita Bawah Garis


<1,8% Balita 10721 192,978 204,0 1,9 100
Merah (BGM)

4.Rumah Tangga
mengkonsumsi garam 90% RT 286 257,4 297,0 97,6 100
beryodium
25

5.Ibu hamil kurang


<19,7% bumil 2912 573,664 6,0 0,2 100
energy kronik (KEK)

6.Bayi usia 6 ( enam)


bulan mendapat ASI 47 bayi 223 10481 104,0 46,6 100
ekslusif

7.Bayi yang baru lahir


mendapat IMD
47 bayi 2550 119850 555,0 21,8 100
(inisiasi menyusui
dini)

8.Balita pendek
<25,2 balita 4769 1201,788 576,0 12,1 100
(stunting)

Evaluasi

Berdasarkan data program pelayanan gizipuskesmas waru tahun 2017 semua


program promosi kesehatan telah memenuhi target.

3.1.5 UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

A. Tujuan
Menentukan angka kesakitan dan angka kematian serta mencegah terjadinya
penyakit menular yang menjadi masalah keksehatan masyarakat.

B. Target dan Sasaran


1. Sasaran
a) Penderita dan keluarga yang kontak dengan penyakit menular
b) Murid SD
c) Masyarakat umum
2. Kegiatan
a) Surveillance Epidemiologi
b) Mengamati dan mengawasi kasus-kasus yang dapat menjadi masalah masyarakat
yang kemudian pelacakan dan pemberantasan
1. Diare
A. Definisi
Suatu kegiatan dalam usaha penanggulanganan dan pemberantasan
penyakit diare
26

B. Tujuan
1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian pada penderita diare
2. Memutuskan mata rantai penularan dan mendidik masyarakat agar dapat
mengatasi mata rantai penularan diare
3. Melaksanakan pengobatan penderita diare yang standar di sarana kesehatan
dan RT
4. Mengamati dan menangani KLB sedini mungkin

C. Sasaran
1. Penyakit diare yang menyerang balita dan usia produktif
2. Penduduk pedesaan yang berpenghasilan rendah
3. Penduduk dengan angka kesakitan dan kematian tinggi
Target dan Capaian
1. Tidak ada target khusus di puskesmas, hanya mengacu pada target nasional
2. Perkiraan angka : angka insiden x jumlah penduduk
3. Nasional target : 22% x perkiraan
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM UPAYA PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN PENYAKIT PUSKESMAS WARU TAHUN 2017
% Cakupan
Upay Target Target
Satuan Total ∑Variabe Anali
a Tahun Sasara Pencapai
No Kegiatan sasaran Sasara Sub l dan
Kese 2017 (T) n an (P) sa
(S) n (ToS) Riil Varia Total
hatan dalam % (Tx S)
bel nilai
Program

Upaya Pencegahan dan


93.35
Pengendalian Penyakit

3.1.5.1. Diare 87.33

1. Pelayanan Diare balita 100% Balita 2836 2836 492,0 17,3 62.59

2. Penggunaan oralit pada


100% Balita 304 304 492,0 161,8 100
balita diare

3. Penggunaan Zincpada balita


100% Balita 304 304 492,0 161,8 100
diare
27

4. Pelaksanaan kegiatan
layanan rehidrasi oral aktif 100% Orang 80 80 0,0 0,0
(LROA)

Evaluasi
a. Masalah
a) Cakupan pelayanan diare balita
1. Penyebab masalah
Swasta, kader, bidan desa tidak melaporkan diare yang tertangani
dirumah tidak terlaporkan
2. Pemecahan masalah
Pembinaan kader diare
Menertibkan pencatatan dan pelaporan diare
2. ISPA
A. Tujuan
Menemukan sedini mungkin penderita pnemonia dan memberikan
pengobatan sesuai standar.

B. Sasaran
Semua penderita yang datang dengan gangguan pilek dan gangguan
jalan nafas khususnya balita.

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM ISPA PUSKESMAS WARU


TAHUN 2017

Target % Cakupan
Tahun
Satuan Total Target
Upaya 2017 Pencapa Analis
No Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran Sub ∑Variabel
Kesehatan (T) ian (P) a
(S) (ToS) (Tx S) Riil Varia dan Total
dalam
bel nilai Program
%

3.1.5.2. ISPA ( Infeksi Saluran


100
Pernapasan Atas)

Penemuan
penderita 85% orang 738 627,3 177,0 24,0 100
Pneumonia balita
28

Evaluasi

Berdasarkan data program ISPApuskesmas waru tahun 2017 semua program


promosi kesehatan telah memenuhi target.

3. Kusta
A. Definisi
Kusta merupakan penyakit menular disebabkan oleh Mycobacterium
leprae menyerang saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya.

B. Tujuan
a. Jangka panjang : Eliminasi kusta dari Indonesia
b. Jangka menengah: Menemukan angka kesakitan
kustamenjadi1/10.000 penduduk
c. Jangka pendek :
a) Pembinaan pengobatan (case holding) pada semua penderita PB
b) Penemuan penderita (case finding) sedini mungkin sehingga
proporsi tingkat kecamatan dapat ditekan serendah mungkin.
c) Implementasi dengan meningkatkan pengobatan MDT sebagai
obat standar di daerah pengembangan sehingga mencakup 80 %
penderita terdaftar, 100 % bagi penderita baru.
d) Penyuluhan kesehatan di bidang kusta agar masyarakat
memahami kusta yang sebenarnya.
e) Pendataan dan pelaporan sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam memenuhi kebutuhan program.
f) Pengawasan setelah RFT dengan memberikan motivasi kepada
semua penderita agar datang memeriksa diri selama 2 tahun
untuk tipe PB dan 5 tahun untuk tipe MB.
C. Sasaran
a) Penderita kusta :
a) Pengobatan kombinasi
b) Evaluasi pengobatan
b) Masyarakat :
a) Pencarian penderita
29

b) Penyuluhan tentang kusta


c) Pemeriksaan anak sekolah
d) Petugas :
a) Dengan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam
menangani penyakit kusta.
D. Kebijaksanaan
a. Obat kusta diberikan secara cuma-cuma
b. Regimen MDT mengikuti rekomendasi WHO
c. Penderita tidak boleh diisolasi
d. Program P2 kusta diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan
dan rujukan
E. Target Dan Pencapaian
Pengobatan MDT (kombinasi) terhadap semua penderita yang terdaftar
terutama untuk penderita yang berada di wilayah kerja.

Jumlah penduduk : 85.997jiwa

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KUSTA PUSKESMAS WARU


2017

% Cakupan
Target
Tahun Total Target ∑Varia
Upaya Satuan Pencap
2017 Sasara Sasara bel dan
No Keseha Kegiatan sasaran aian Sub Analisa
(T) n n Total
tan (S) (P) Riil Variab
dalam (ToS) (Tx S) nilai
el
% Progra
m

3.1.5.3.Kusta 100

lebih
1. Pemeriksaan kontak
dari Orang 1 0,8 1,0 100,0 100
dari kasus Kusta baru
80%

2. Kasus Kusta yang lebih


dilakukan PFS secara dari Orang 1 0,95 3,0 300,0 100
rutin 95%

lebih
3. RFT penderita Kusta dari Orang 4 3,0 12,0 300,0 100
90%
30

4. Penderita baru pasca


lebih
pengobatan dengan score
dari Orang 4 3,88 1,0 25,0 100
kecacatannya tidak
97%
bertambah atau tetap

Kurang
5. Kasus defaulter Kusta dari Orang 0 0 0,0 100
5%

6. Proporsi tenaga lebih


kesehatan Kusta dari Orang 0 0 0 100 100
tersosialisasi 95%

lebih
7.Kader kesehatan Kusta
dari 100
tersosialisasi
95% orang 11 10,45 33,0 300,0

8. SD/ MI telah
dilakukan screening 100% SD/MI 0 0 0 0 100
Kusta

Evaluasi

Berdasarkan data program Kusta puskesmas waru tahun 2017 semua program
promosi kesehatan telah memenuhi target

3. TB Paru
A. Definisi
TB paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosa dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu, sumer, berat badan
menurun.

B. Tujuan
a. Jangka Panjang
Memutuskan rantai penularan, sehingga penyakit TB paru tidak lagi
merupakan masalah kesehatan di Indonesia
b. Jangka Pendek
a) Tercapainya angka kesembuhan minimal 85% dari semua penderita
BTA  yang ditemukan.
b) Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap sehingga
pada tahun 2009 dapat mencapai 70% dari perkiraan semua penderita
baru BTA .
31

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM TB PUSKESMAS WARU TAHUN 2019


% Cakupan
Target
Upaya Satuan Total Target Penca
Tahun ∑Variabel
No Kesehat Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran paian Sub Analisa
2017 (T) dan Total
an (S) (ToS) (Tx S) (P) Riil Varia
dalam % nilai
bel
Program

3.1.5.4.Tuberculosis
74.68
Bacillus (TB) Paru

1.kasus TBC yang


ditemukan dan di 80% Orang 110 88 32,0 29.1 28.4 Tdk
obati tercapai

2.Terduga TBC yang


mendapatkan
pelayanan diagnostic
100% Orang 1804 1804 210,0 11,6 95.66
baku

3.Angka Keberhasilan
pengobatan TBC 90% 0 0 0,0 100
(Success Rate/SR)

Evaluasi
1. Masalah
Penemuan suspect penderita TB
2. Penyebab masalah
Stigma masyarakat yang masih tinggi tentang TB sehingga penderita
tidak mau datang untuk memeriksakan diri
3. Pemecahan masalah
4. Demam Berdarah Dengue
A. Definisi
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk.
B. Tujuan
a. Tujuan Umum :

Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian DBD serta


mencegah/membatasi terjadinya KLB

b. Tujuan Khusus :
32

a. Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit DBD


b. Mencegah / membatasi terjadinya KLB Demam Berdarah
c. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk
C. Sasaran dan Capaian
a. Masyarakat
a) Melaporkan bila ada penderita demam berdarah yang ditemukan.
b) Pemeriksaan jentik berkala / pemberantasan sarang nyamuk
c) Meningkatkan kebersihan lingkungan
b. Petugas
a) Meningkatkan koordinasi dengan lintas program maupun lintas sektor
b) Meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah,
terutama pada musim hujan datang
c) Pemeriksaan jentik berkala
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM DBD PUSKESMAS WARU TAHUN 2019

% Cakupan
Target Target
Upaya Satuan Total ∑Variabel
Tahun Sasara Pencapa Sub
No Keseh Kegiatan sasaran Sasaran Riil dan Total Analisa
2017 (T) n ian (P) Variabel
atan (S) (ToS) nilai Program
dalam % (Tx S)

3.1.5.6. Demam
Berdarah Dengue 98.13
(DBD)

1. Angka Bebas lebih


Rumah 4400 4180 100,0 2,3 94.4
Jentik (ABJ) dari 95%

2. Penderita
100% Orang 1 1 1,0 100,0 100
DBD ditangani

3.PE kasus DBD 100% Orang 1 1 1,0 100,0 100

Evaluasi
Berdasarkan data program Demam berdarah (DBD) puskesmas waru tahun 2017
semua program promosi kesehatan telah memenuhi target

5. Program Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan HIV/AIDS


33

A. Tujuan
a. Memberikan informasi mengenai penyakit PMS dan HIV/AIDS
b. Menenmukan dan mengobati penderita PMS dan HIV/AIDS sesuai dengan
standart
B. Sasaran
a. Anak-anak, remaja, dan dewasa yang rentan

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN


PENANGGULANGAN PMS DAN HIV/AIDS PUSKESMAS WARU
TAHUN 2019

% Cakupan
Target
Tahun Target
Upaya Satuan Total Pencap ∑Variab
2017 Sasara
No Kesehata Kegiatan sasaran Sasara aian Sub el dan Analisa
(T) n
n (S) n (ToS) (P) Riil Variab Total
dalam (Tx S)
el nilai
%
Program

2.1.5.5.Pencegahan dan
Penanggulangan PMS 100
dan HIV/AIDS

1.Sekolah (SMP dan


SMA/sederajat) yang
100% Anak 0 0 0,0 100
sudah dijangkau
penyuluhan HIV/AIDS

2.Orang yang beresiko


terinfeksi HIV
100% Orang 370 370 370,0 100 100
mendapatkan
pemeriksaan HIV

Evaluasi
Berdasarkan data program pencegahan dan penanggulangan PMS dan HIV/
AIDS puskesmas waru tahun 2017 semua program promosi kesehatan telah memenuhi
target

6. Program Pemberantasan Penyakit Malaria


A. Tujuan
34

a. Memberikan informasi mengenai penyakit malaria


b. Menemukan penderita malaria sedini mingkin dan mengobati sesuai
standart.
B. Sasaran
a. Anak-anak, remaja, dan dewasa yang rentan

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PEMBERANTASAN MALARIA


PUSKESMAS WARU TAHUN 2019
Target % Cakupan
Tahun
Upaya Satuan Total Target
2017 Pencapa
No Keseh Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran Sub ∑Variabel Analisa
(T) ian (P)
atan (S) (ToS) (Tx S) Riil Variabe dan Total
dalam
l nilai Program
%

2.1.5.7. Malaria 100

1.Penderita Malaria
yang dilakukan 100% orang 0 0 0 100 100
pemeriksaan SD

2.Penderita positif
Malaria yang
100% Orang 0 0 0 100 100
diobati sesuai
standar (ACT)

3.Penderita positif
Malaria yang di 100% Orang 0 0 0 100 100
follow up

Evaluasi

Tidak ditemukan kasus malaria di puskesmas Waru tahun 2019

7. Program Pencegahan dan penanggulangan Rabies

A. Tujuan
a. Memberikan informasi mengenai penyakit rabies
b. Menemukan penderita rabies sedini mingkin dan mengobati sesuai
standart.
B. Sasaran
35

Anak-anak, remaja, dan dewasa yang rentan

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PENANGGULANGAN RABIES


PUSKESMAS WARU TAHUN 2019
% Cakupan
Target
Upaya Satuan Total Target ∑Variabe
Tahun 2017 Pencapa
No Kesehat Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran Sub l dan Analisa
(T) dalam ian (P)
an (S) (ToS) (Tx S) Riil Variabe Total
%
l nilai
Program

3.1.5.8.
Pencegahan dan
100
Penanggulangan
Rabies

1.Cuci luka
terhadap kasus 100% Kasus 0 0 0 100 100
gigitan HPR

2.Vaksinasi
terhadap kasus
100% Kasus 0 0 0 100 100
gigitan HPR yang
berindikasi

Evaluasi

Tidak ada kasus rabies di puskesmas waru tahun 2019

8. Program Imunisasi
A. Definisi
Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan kepada sasaran
tertentu (bayi, anak sekolah, wanita usia subur termasuk ibu hamil) dengan vaksin
tertentu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
B. Tujuan umum
Menurunkan angka kesakitan dan kematian terhadap penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD31) yaitu TBC, DIFTERI, PERTUSIS, TETANUS
NEONATORUM, POLIO, dan HEPATITIS
36

C. Tujuan Khusus
a. Tercapainya UCI (Universal Child Immunization) tiap desa dan
mempertahankannya.
b. Tercapainya eliminasi tetanus neonatorum
c. Tercapainya eradikasi polio
d. Tercapainya reduksi campak
D. Manfaat
Bayi, anak-anak sekolah dan ibu dapat terlindungi dari penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD 31) yaitu : TBC anak,
difteri,pertusis,tetanus,hepatitis B,polio,dan campak.
Bayi lahir dirumah
Umur bayi Jenis imunisasi
O bulan Hepatitis Uniject
1 bulan BCG,POLIO 2
2 bulan DPT/HB 1,POLIO 2
3 bulan DPT/HB 2,POLIO 3
4 bulan DPT/HB 3,POLIO 4
9 bulan CAMPAK
Bayi Lahir di RS/RB/Bidan
Umur bayi Jenis imunisasi
0 bulan HB 1,BCG,POLIO 1
2bulan DPT/HB1,POLIO 2
3 bulan DPT/HB 2,POLIO 3
4 bulan DPT/HB 3,POLIO 4
9bulan CAMPAK

Vaksin Mencegah Penularan Penyakit


Hepatitis B Hepatitis B dan kerusakan hati
BCG TBC (Tuberculosis)yang hebat
Polio Polio yang dapat menyebabkan
penyumbatan jalan nafas
DPT Batuk rejan (batuk 100 hari),Tetanus
37

Campak Campak yang dapat mengakibatkan


komplikasi radang paru, otak dan
kebutaan
DPT Difteri yang dapat menyebabkan
penyumbatan jalan nafas.

HASIL PENCAPAIAN PELAYANAN IMUNISASI PUSKESMAS


WARU TAHUN 2019
Target % Cakupan
Tahun Total
Upaya Satuan Target Penca
No Keseha Kegiatan
2017
sasaran
Sasar
Sasaran paian ∑Variabel Analisa
(T) an Sub
tan (S) (Tx S) (P) Riil Varia dan Total
dalam (ToS) nilai
% bel
Program

3.1.5.9. Pelayanan
99.19
Imunisasi

1.IDL (Imunisasi
93% Orang 2549 2370,57 581,0 22,8 100
Dasar Lengkap)

2. UCI desa 95% Orang 11 10,45 16,0 145,5 100

3.Imunisasi lanjutan
Baduta (usia 18-24 80% Orang 2539 2031,2 498 19,6 100
bulan)

4. Imunisasi DT
pada anak kelas 1 98% Orang 0 0 0,0 100
SD

5. Imunisasi
Campak pada anak 98% Orang 0 0 0,0 100
kelas 1 SD

6. Imunisasi TT
pada anak SD kelas 98% Orang 0 0 0,0 100
2 dan 3

7. Imunisasi TT5
9528,
pada WUS (15-49 85% Orang 45719 38861,15 20,8 91.9
0
th)

8.Imunisasi TT2
plus bumil (15-49 85% Orang 2912 2475,2 661,0 22,7 100
th)
38

9. Pemantauan suhu
100% 365 365 90,0 24,7 100
lemari es vaksin

10.Ketersediaan
100% 8 8 24,0 300,0 100
catatan stok vaksin

10. Laporan KIPI


Lapora
Zero reporting / 90% 12 10,8 3,0 25,0 100
n
KIPI Non serius

Evaluasi

Berdasarkan data kegiatan kumulatif program imunisasi puskesmas waru bulan


Januari sampai dengan Desember 2019 program imunisasi telah mencapai target
10. Program Pengamatan Penyakit
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PENGAMATAN PENYAKIT
PUSKESMAS WARU TAHUN 2019

Target Tar % Cakupan


Tahun Total get
Upaya Satuan Penca
2017 Sasar Sas ∑Variabel
No Keseha Kegiatan sasaran paian Sub Analisa
(T) an aran dan Total
tan (S) (P) Riil Varia
dalam (ToS) (Tx nilai
bel
% S) Program

2.1.5.10.Pengamatan
Penyakit (Surveillance 100
Epidemiology)

1. Laporan STP yang tepat Lapora


>80% 12 9,6 3,0 25,0 100
waktu n

2.Kelengkapan laporan Lapora


> 90% 12 10,8 3,0 25,0 100
STP n

Lapora
3.Laporan C1 tepat waktu >80% 12 9,6 9,0 75,0 100
n

Lapora
4.Kelengkapan laporan C1 > 90% 12 10,8 9,0 75,0 100
n

5.Laporan W2 (mingguan) Lapora


>80% 54 43,2 12,0 22,2 100
yang tepat waktu n
39

6.Kelengkapan laporan Lapora


> 90% 54 48,6 12,0 22,2 100
W2 (mingguan) n

7.Grafik Trend Mingguan


100% 0 54 54 12,0 22,2 100
Penyakit Potensial Wabah

8.Desa/ Kelurahan yang


mengalami KLB Desa/k
ditanggulangi dalam 100% eluraha 0 0 0 0,0 100
waktu kurang dari 24 (dua n
puluh empat) jam

Evaluasi

Berdasarkan program pengamatan penyakit data bulan Januari-Desember


2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua program memenuhi
target.

11. PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR


HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PUSKESMAS WARU
TAHUN 2019

Targe % Cakupan
t
Tahu Target ∑Variabe
Upaya Satuan Total Penca
n Sasara l dan Analisa
No Kesehat Kegiatan sasaran Sasara paian Sub
2017 n Riil Variabe Total
an (S) n (ToS) (P)
(T) (Tx S) l nilai
dala Program
m%

2.1.5.11.Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tidak 67.49
Menular

1. Desa/ Kelurahan yang


Desa/kelu
melaksanakan kegiatan Posbindu 50% 11 5,5 29,0 263.6 100
rahan
PTM

2.sekolah yang ada di wilayah


puskemsas / puskesmas 50% Sekolah 75 37,5 180,0 144,0 100
melaksanaan KTR

3. Setiap warga Negara 20590


Indonesia usia 15-59 100% Orang 155.484 155.484 17,8 100
,0
tahun mendapatkan
40

skrining kesehatan sesuai


standart

4.Deteksi dini kanker leher


Rahim dan kanker payu dara 10% Orang 28982 2898,2 145,0 0,5 100
pada wanita usia 30-50 tahun

Evaluasi
1. Masalah
a.Perempuan usia 30 – 50 tahun yang di deteksi dini kanker cervix dan payudara .
b. Penduduk usia lebih dari 18 tahun yang melakukan pemeriksaan gula darah
2. penyebab masalah
a. kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya IVA
b. Kurangnya pengetahuan IVA yang dianggap tabu
c. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus banyaknya klinik
swasta didaerah kerja puskesmas waru yang belum melakukan pencatatan dan
pelaporan tentang diabetes mellitus
4. pemecahan masalah
a.sosialisasi dan safari IVA ke desa
b. sosialisasi posbindu PTM dan koordinasi jejaring
3.2 UKM PENGEMBANGAN
3.2.1. PROGRAM PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN MA
SYARAKAT (PERKESMAS)
HASIL PROGRAM PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DAN
MASYARAKAT (PERKESMAS)
Target % Cakupan
Tahun Total Target
Upaya Satuan Penca ∑Variabel Analis
2017 Sasara Sasara
No Kesehata Kegiatan sasaran paian Sub
(T) n n dan Total a
n (S) (P) Riil Variabe nilai
dalam (ToS) (Tx S) l
% Program

3.2. UKM
PENGEMBANGAN

3.2.1.Pelayanan
Keperawatan Kesehatan 100
Masyarakat ( Perkesmas)
41

26054 13027
1. Cakupan kunjungan rumah 100% Rumah 200 200
,0 ,0

2 .Individu dan keluarganya


dari keluarga rawan yang
16356 21808
mendapat keperawatan 70% Orang 75 52.5
,0 ,0
kesehatan masyarakat
( Home care)

3. Kenaikan tingkat
Keluarg 8178, 10904
kemandirian keluarga setelah 50% 75 37,5
a 0 ,0
pembinaan

Evaluasi

Berdasarkan program pengembangan data bulan Januari-Desember 2017 di


Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua program memenuhi target.

3.2.2. PELAYANAN KESEHATAN JIWA


A. Tujuan
a. Usaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik jasmani maupun
rohani guna keluarga bahagia dan sejahtera.
b. Memberikan pelayanan kepada penderita gangguan jiwa secara teratur dengan
biaya murah.
c. Perawatan penderita gangguan jiwa dan pembinaan pada keluarga.
a. Menemukan kasus-kasus jiwa sedini mungkin.
b. Mengurangi penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh keluarganya.
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA
PUSKESMAS WARU TAHUN 2017
% Cakupan
Target
Tahun Target ∑Varia
Upaya Satuan Total Pencap bel dan
2017 Sasara
No Keseh Kegiatan sasaran Sasara aian Sub
(T) n Total Analisa
atan (S) n (ToS) (P) Riil Variabe
dalam (Tx S) nilai
l
% Progra
m

3.2.2.Pelayanan Kesehatan
Jiwa

1.Pemberdayaan kelompok
Kelompo
masyarakat terkait program 35% 1 0,35 1,0 100,0
k
kesehatan jiwa
42

2. Setiap ODGJ berat


mendapatlan pelayanan 100% Orang 215 215 43,0 20,0
kesehatan sesuai standar

3.Cakupan Pelayanan
100% Orang 200 200 0,0 0,0
Kesehatan Jiwa

4.Kasus ODGJ berat dengan


pasung pada penduduk usia <7% Orang 50 3,5 1,0 2,0
15-69 tahun

5.Penanganan kasus
kesehatan jiwa melalui
<30% orang 200 60 32,0 16,0
rujukan ke rumah sakit/
spesialis

6. Kunjungan rumah pasien


50% Orang 30 15 22,0 73,3
jiwa

Evaluasi

Berdasarkan program kesehatan jiwa data bulan Januari-Desember 2017 di


Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua program memenuhi target.

3.2.3. PROGRAM USAHA KESEHATAN GIGI DAN MULUT


A. Tujuan umum
Tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang optimal.

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT


PUSKESMAS WARU TAHUN 2017

% Cakupan
Target Target
Upaya Satuan Total Pencap ∑Variabel
Tahun Sasara
No Keseha Kegiatan sasaran Sasara aian Sub
dan Total Analisa
2017 (T) n Riil Variabe
tan (S) n (ToS) (P) nilai
dalam % (Tx S) l
Program

3.2.3.Pelayanan Kesehatan
98.43
Gigi dan Mulut

3.2.3.1.UKGS 96.86

1. Murid kelas 1 yang Tdk


100% Murid 2872 2872 2602 90.6 90.6
dilakukan penjaringan tercapai
43

2. Murid kelas 1- 6 yang


40% Murid 4305 1722 1727 40.1 100
mendapat perawatan

3. SD/MI dengan UKGS Tahap


30% SD 40 12 12 30 100
III

3.2.3.2.UKGM 100

1. APRAS yang dilakukan


penjaringan di UKBM 40% Apras 2704 1082 2032 75.14 100
(Posyandu dan PAUD)

2. UKBM yang melaksanakan


15% Posyandu 102 15 16 15.6 100
UKGM

Evaluasi

a. Masalah
Murid kelas 1 yang dilakukan penjaringan
b. Penyebab masalah
Masih adanya siswa yang tidak masuk sekolah saat dilakukan penjaringan
3.2.4. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL
KOMPLEMENTER

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN


TRADISIONAL PUSKESMAS WARU TAHUN 2017

Target % Cakupan
Tahun Target
Upaya Satuan Total Pencap ∑Variabel
2017 Sasara
No Keseha Kegiatan sasaran Sasaran aian Sub
(T) n dan Total Analisa
tan (S) (ToS) (P) Riil Varia
dalam (Tx S) nilai
bel
% Program

3.2.4.Pelayanan
91.66
Kesehatan Tradisional

1. Penyehat Tradisional
ramuan yang memiliki 65% Sarana 5 3 2 40 66.66
STPT

2. Hatra denganketrampilan
65% Sarana 3 2 3 100 100
yang memiliki STPT
44

3. Fasilitas Yankestrad
55% Sarana 8 4 5 62.5 100
yang berijin

4. Pembinaan ke Penyehat
30% Sarana 8 2 8 100 100
Tradisional

Evaluasi

Berdasarkan program pelayanan kesehatan tradisional data bulan Januari-


Desember 2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua
program memenuhi target.

3.2.5. PROGRAM KESEHATAN OLAH RAGA


A. Tujuan
a. Tujuan Umum :
a) Menyelenggarakan upaya kesehatan olah raga di puskesmas
untukmenunjang terwujudnya kecamatan sehat.
b. Tujuan Khusus :
a) Meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan puskesmas dalam
menyelenggarakan upaya kesehatan olah raga
b) Meningkatnya kemitraan melalui kerjasama lintas program, lintas
sektor, dunia usaha atau swasta, LSM, organisasi profesi, dan media
massa
c) Meningkatnya jangkauan, cakupan, dan mutu pelayanan kesehatan olah
raga di puskesmas
d) Meningkatnya pemberdayaan masyarakat dalam upaya kesehatan olah
raga.
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN
OLAHRAGA PUSKESMAS WARU 2017
% Cakupan

Target Target Jumlah


Satuan Total Pencap Variabel
Upaya Tahun Sasara
No Kegiatan sasaran Sasara aian Sub
dan Analisa
Kesehatan 2017 (T) n Riil Varia
(S) n (ToS) (P) Total
dalam % (Tx S) bel
nilai
Program
45

3.2.5.Pelayanan Kesehatan
72.01
Olahraga

1.Kelompok /klub olahraga


30% Klub 34 10 34 100 100
yang dibina

2.Pengukuran Kebugaran
60% CJH 281 168 258 91.81 100
Calon Jamaah Haji

3.Pengukuran Kebugaran Anak


25% 8022 2005 322 4.01 16.05
jasmani pada anak sekolah Sklh

Evaluasi
a. Masalah
Pengukuran kebugaran jasmani pada anak sekolahh
b. Penyebab masalah
Kurangnya pengetahuan guru kebugaran olahraga anak sekolah dasar tentang
pelaksanaan tes kebugaran
c. Pemecahan masalah
Pembinaan guru olahraga
Pendampingan tes kebugaran
3.2.6. PROGRAM UPAYA KESEHATAN INDERA
A. TUJUAN
a. TujuanUmum
a) Meningkatnya derajat kesehatan mata masyarakat secara optimal.
b. TujuanKhusus
a) Meningkatkan kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat dalam
pemeliharaan dirinya di bidang kesehatan mata dan pencegahan
kebutaan.
b) Menurunnya prevalensi kesakitan mata, dan kebutaan sehingga tidak
lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.
c) Meningkatkan jangkauan retraksi sehingga masyarakat yang
mengalami gangguan fungsi penglihatan dapat dilayani.

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN INDERA PUSKESMAS


WARU TAHUN 2017
46

% Cakupan

Target Target ∑Variab


Upaya Satuan Total Pencap
Tahun Sasara el dan Analis
No Keseha Kegiatan sasaran Sasara aian Sub
2017 (T) n Riil Variabe Total
a
tan (S) n (ToS) (P)
dalam % (Tx S) l nilai
Program

3.2.6.Pelayanan Kesehatan
95.26
Indera

3.2.6.1.Mata 90.49

1. Penemuan dan penanganan


70% Pasien 2531 1771 1436 56.73 81.05
Kasus refraksi.

2.Penemuan kasus penyakit


65% Pasien 2531 1645 2531 100 100
mata di Puskesmas

3.Penemuan kasus buta


katarak pada usia diatas 45 35% Pasien 2531 885 633 25 71.45
tahun

4.Penyuluhan Kesehatan
90% Desa 11 10 11 100 100
Mata

5.Pelayanan rujukan mata 30% Pasien 2531 759 1410 55.7 100

3.2.6.2.Telinga 100

1.Penemuan kasus yang


rujukan ke spesialis di
Puskesmas melalui 12% Pasien 127 88 127 100 100
pemeriksaan fungsi
pendengaran

2.Penemuan kasus penyakit


35% Pasien 1905 1238 1905 100 100
telinga di puskesmas

3.Penemuan Kasus Serumen


55% Pasien 1905 666 973 51.07 100
prop

Evaluasi
Berdasarkan program pelayanan kesehatan indera data bulan Januari-
Desember 2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua
program memenuhi target.
3.2.7. PROGRAM USIA LANJUT
47

A. Tujuan
a. Tujuan umum
a) Diperolehnya peningkatan derajat kesehatan dan kehidupan manusia
usia lanjut mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna bagi
kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan kebudayaan
ditengah-tengah masyarakat.
b. Tujuan khusus
a) Kelompok usia lanjut
1) Deteksi dini penurunan kesehatan, serta teratur dan
berkesinambungan memeriksakan kesehatannya atau institusi
pelayanan kesehatan lainnya.
2) Latihan fisik dan mental secara teratur
3) Diet seimbang
4) Kebersihan perorangan
5) Kelompok untuk bersosialisasi
6) Hidup sehat dengan menghindari kebiasaan yang tidak baik seperti
merokok, alkohol, kopi, kelelahan fisik dan mental.
7) Penanggulangan masalah kesehatannya sendiri secara teratur.
b) Kelompok keluarga yang memiliki usia lanjut
1) Pemeliharaan usia lanjut dan keterlibatan usia lanjut di dalam
maupun di luar keluarga.
2) Bantuan dalam mengatasi masalah kesehatan secara tepat dan
benar.
3) Dukungan, bantuan dan dorongan untuk menyalurkan dan
mengembangkan minat dan hobi.
4) Pemeliharaan fisik, mental dan spiritual yang teratur dan
berkesinambungan di tengah keluarga yang penuh kasih sayang
dan tanggung jawab.
c) Kelompok masyarakat usia lanjut
1) Program kesehatan usia lanjut
2) Dukungan dan bantuan sumber daya terhadap setiap kegiatan
masyarakat yang berlintas dengan pemeliharaan kesehatan usia
lanjut.
d) Penyelenggara kesehatan
48

1) Pembinaan, pengembangan dan peningkatan kesejahteraan serta


kemandirian usia lanjut.
2) Dukungan dan bantuan sumber daya terhadap setiap kegiatan yang
berkaitan dengan usia lanjut.
e) Lintas sektor
1) Pembinaan, pengembangan dan peningkatan kesejahteraan serta
kemandirian usia lanjut.
2) Dukungan dan bantuan sumber daya terhadap setiap kegiatan yang
berkaitan dengan usia lanjut

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM USIA LANJUT DI PUSKESMAS


WARU TAHUN 2017
% Cakupan
Target Targe
Tahun Satua t ∑Varia
Upaya Total Penca bel dan Ana
2017 n Sasar
No Keseha Kegiatan Sasaran paian Sub
Total lisa
(T) sasar an
tan (ToS) (P) Riil Variabe nilai
dalam an (S) (Tx l
% S) Progra
m

3.2.7. Pelayanan
100
Kesehatan Lansia

Lansia umur lebih atau


sama dengan 60 tahun yang
mendapat pelayanan
kesehatan lansia di fasilitas 56% Lansia 11994 6716 7686 64.08 100
kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas pada kurun
waktu tertentu .

Evaluasi
49

Berdasarkan program pelayanan kesehatan lansia data bulan Januari-


Desember 2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua program
memenuhi target
3.2.8. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN KERJA
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN KERJA
DI PUSKESMAS WARU TAHUN 2017

% Cakupan
Target Targe
Tahun Satua t ∑Variab
Upaya Total Pencap
2017 n Sasar el dan Analis
No Keseha Kegiatan Sasara aian Sub
(T) sasar an a
tan n (ToS) (P) Riil Variabe Total
dalam an (S) (Tx l nilai
% S) Program

3.2.8. Pelayanan
72.02
Kesehatan Kerja

1.Pekerja formal yang Pekerj


60% 50567 30340 4874 9.63 16.06
mendapat konseling a fml

2. Pekerja informal yang Pekerj


60% 20 12 20 100 100
mendapat konseling a ifm

3. Promotif dan preventif


Kelo
yang dilakukan pada 60% 2 1 2 100 100
mpok
kelompok kesehatan kerja

Evaluasi
a. Masalah
Pekerja formal yang mendapat konseling
b. penyebab masalah
banyaknya fasilitas kesehatan diwilayah kerja puskesmas yang belum
melaksanakan pelaporan sakit.
c. penyelesaian masalah
pembinaan klinik swasta dan dokter praktek melalui jejaring
3.2.9. PROGRAM KESEHATAN MATRA
HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN MATRA DI
PUSKESMAS WARU TAHUN 2017
% Cakupan
50

Target
Tahun Total Target Variabel
Upaya Satuan Pencap Sub
2017 Sasara Sasara dan Total Anal
No Kesehata Kegiatan sasaran aian Riil Variabe
(T) n n nilai isa
n (S) (P) l
dalam (ToS) (Tx S) Program
%

3.2.9. Kesehatan Matra 100

1.Hasil pemeriksaan
kesehatan jamaah haji 3
70% CJH 324 227 282 87.03 100
bulan sebelum operasional
terdata.

2.Terbentuknya Tim TRC


100% Tim 1 1 1 100 100
[Tim Reaksi Cepat]

Evaluasi
Berdasarkan program kesehatan matra data bulan Januari-Desember
2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua program
memenuhi target

3.2.10. PROGRAM UPAYA KESEHATAN PERSEORANGAN

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN RAWAT JALAN DI


PUSKESMAS WARU TAHUN 2017

% Cakupan

Target Total Target ∑Variab


Upaya Satuan Pencap
Tahun Sasar Sasara el dan Analisa
No Keseha Kegiatan sasaran aian Sub
2017 (T) an n Riil Variabe Total
tan (S) (P)
dalam % (ToS) (Tx S) l nilai
Program

3.3.Upaya Kesehatan
Perseorangan (UKP)

3.2.10 Pelayanan rawat


87.16
jalan

1. Angka Kontak 150% Pasien 35500 53250 55759 100 100

2.Rasio Rujukan Rawat kurang


Kasus 0 0 0 100 100
Jalan Non Spesialistik dari 5%
51

3.Rasio Peserta Prolanis


Rutin Berkunjung ke FKTP 50% Peserta 60 30 55 91.6 100
(RPPB)

4.Penyediaan rekam medis


rawat jalan kurang dari 10 100% RM 71008 71008 71008 100 100
menit

5.Kelengkapan pengisian
100% RM 71008 71008 33116 46.64 46.64
rekam medik

6. Rasio gigi tetap yang 624 :


624 : 624 :
ditambal terhadap gigi yang 100% Pasien 163 = 100 100
163 = 3 163 = 3
dicabut 3

7.Bumil yang mendapat


60% Bumil 2886 1732 1100 38.12 63.51
perawatan kesehatan gigi

Evaluasi
1. Masalah
Kelengkapan pengisian rekam medik
2. Penyebab masalah
Masih banyak pasien yang tidak membawa KTP atau id card sebagai
kelengkapan rekam medik
Banyak pasien lansia lupa tanggal lahirnya
3. Pemecahan masalah
Motivasi ke pasien
3.2.11. PROGRAM PELAYANAN GAWAT DARURAT

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM GAWAT DARURAT DI PUSKESMAS


WARU TAHUN 2017

% Cakupan
Target
Satuan Total Target
Upaya Tahun Pencapaian ∑Variabel
No Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran Analisa
Kesehatan 2017 (T) (P) Sub dan Total
(S) (ToS) (Tx S) Riil
dalam % Variabel nilai
Program

3..2.11 Pelayanan
83.87
Gawat Darurat

1.Kompetensi SDM Tdk


100% Petugas 27 27 25 92.59 92.59
memenuhi standar tercapai
52

2. Ketersediaan peralatan,
sarana prasarana dan obat 100% Peralatan 144 144 85 59.02 59.02 Tdk
memenuhi standar tercapai

3.Kelengkapan pengisian
informed consent dalam
100% IC 341 341 961 100 100
24 jam setelah selesai
pelayanan

Evaluasi
a. Masalah
a) Ketersediaan peralatan, sarana prasarana dan obat memenuhi standar
b) Kompetensi SDM memenuhi standar
b. Penyebab masalah
a) Banyak alat yang tidak dipakai karena rusak
b) Sebagian besar sertifikat sudah Expired
c. Pemecahan masalah
a) Pengajuan penggandaan barang
b) Pengajuan untuk pelatihan PPGD
3.2.12. PROGRAM PELAYANAN KEFARMASIAN
A. Tujuan
a. Tujuan Jangka Pendek
a) Mengobati penderita dengan standar pengobatan dan menggunakan
obat yang termasuk DOEN.
b) Memutuskan rantai penularan dari penyakit menular tertentu, dengan
jalan mengobati penderita penyakit menular yang sumber penularan.
c) Menghindari timbulnya cacat atau penyakit menular.
b. Tujuan Jangka Panjang
a) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengobatan rawat
jalan dan rawat inap.
B. Target dan Capaian
a) Pengobatan di dalam maupun diluar gedung oleh tenaga perawat dan
secara terpadu bersama tenaga KIA.
b) Siaga penanggulangan kasus darurat dan merujuk ke Rumah Sakit.
c) Melakukan rehidrasi bagi penderita GEA yang mengalami dehidrasi.
53

d) Melakukan tindakan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas atau


kecelakaan kerja.

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM KEFARMASIAN DI PUSKESMAS


WARU TAHUN 2017

% Cakupan
Target
Tahun Total Target Variabel
Upaya Satuan Pencap
2017 Sasar Sasara dan Analisa
No Keseha Kegiatan sasaran aian Sub
(T) an n
tan (S) (P) Riil Variabe Total
dalam (ToS) (Tx S) l nilai
% Program

3.2.12. Pelayanan
100
Kefarmasian

1.Kesesuaian item obat yang 80.4


80% Obat 164 132 132 100
tersedia dengan Fornas 8

2.Kesesuaian ketersediaan obat


80% Obat 164 132 164 100 100
dengan pola penyakit

Evaluasi

Berdasarkan program pelayanan kefarmasian data bulan Januari-Desember


2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua program
memenuhi target

3.2.13. PROGRAM PELAYANAN LABORATORIUM

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM LABORATORIUM DI PUSKESMAS


WARU TAHUN 2017

% Cakupan
Target
Tahun Total Target Variabel
Upaya Satuan Pencap
2017 Sasar Sasara dan Analisa
No Keseha Kegiatan sasaran aian Sub
(T) an n Riil Variabe Total
tan (S) (P)
dalam (ToS) (Tx S) l nilai
% Program

3.2.13 Pelayanan
93,3
Laboratorium
54

.1. Kesesuaian jenis pelayanan


100% Jenis 26 26 26 100 100
laboratorium dengan standar

2.Ketepatan waktu tunggu


Tepat
penyerahan hasil pelayanan 100% 50 50 40 80 80
waktu
laboratorium<120 menit

3.Kesesuaian hasil pemeriksaan Sesuai


100% 50 50 50 100 100
baku mutu internal (PMI) hsl

Evaluasi

a. Masalah
Ketepatan waktu tunggu penyerahan hasil pelayanan laboratorium <120 menit
b. Penyebab masalah
1. Waktu pengambilan hasil tidak ditunggu oleh pasien diruang laboratorium
2. Ada pengulangan pemeriksaan laboratorium

3.2.14. PROGRAM PELAYANAN SATU HARI ( ONE DAY CARE )

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN SATU HARI ( ONE DAY


CARE ) DI PUSKESMAS WARU TAHUN 2017

% Cakupan
Target
Tahun Target Variabel
Upaya Satuan Total Penca
2017 Sasara dan Analisa
No Keseha Kegiatan sasaran Sasara paian Sub
(T) n
tan (S) n (ToS) (P) Riil Varia Total
dalam (Tx S) bel nilai
% Program

3.2.14Pelayanan satu
100
hari ( one day care)

Pelayanan satu hari ( One day


care ) dilakukan oleh tenaga 100% Pasien 41 41 41 100 100
yang kompeten

Evaluasi
55

Berdasarkan program kesehatan pelayanan satu hari data bulan Januari-


Desember 2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua
program memenuhi target

3.2.15. PROGRAM PELAYANAN RAWAT INAP

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM PELAYANAN RAWAT INAP DI


PUSKESMAS WARU 2017

% Cakupan
Target
Total Target
Upaya Tahun Satuan Pencapai Variabel
No Kegiatan Sasaran Sasaran Sub Analisa
Kesehatan 2017 (T) sasaran (S) an (P) dan Total
(ToS) (Tx S) Riil Variab
dalam % nilai
el
Program

3.3.6.Pelayanan
99.68
Rawat Inap

39.3
1.BOR 40% TT 6570 2628 2586 98.4
6

2.Visite pasien rawat inap


100% Pasien 961 961 961 100 100
dilakukan oleh Dokter

3.Kelengkapan pengisian
100% Pasien 961 961 961 100 100
rekam medik dalam 24 jam

4. Pertolongan persalinan 98.3


100% Bulin 2755 2645 2710 100
normal oleh nakes terlatih 7

5.Pelayanan konseling gizi 80% Pasien 961 769 817 85 100

Evaluasi
Berdasarkan program kesehatan pelayanan rawat inap data bulan Januari-
Desember 2017 di Puskesmas Waru didapatkan kesimpulan bahwa semua
program memenuhi target

3.3. MUTU

HASIL PENCAPAIAN MUTU DI PUSKESMAS WARU TAHUN 2017


% Cakupan
56

Target Variabel
Satuan Total Target
Upaya Tahun Pencapaian Sub dan Total
No Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran Riil Analisa
Kesehatan 2017 (T) (P) Variabel nilai
(S) (ToS) (Tx S)
dalam % Program

MUTU 100

SKM ( Survei Kepuasan


>80 % Orang 150 120 150 100 100
Masyarakat)

Survei Kepuasan Pasien >80 % Pasien 150 120 150 100 100

Penanganan Pengaduan
100% Pengaduan 20 20 20\ 100 100
Pelanggan

Tidak terjadi hal yang


membahayakan keselamatan
100% Insiden 6 6 6 100 100
pasien ( Sasaran keselamatan
pasien)

Pencegahan dan
100
pengendalian infeksi (PPI)

Cuci tangan 100% Petugas 240 240 240 100 85

Penggunaan APD saat


100% Petugas 240 240 240 100 80
melaksanakan tugas

Desinfeksi Tingkat Tinggi


100% Petugas 240 240 240 100 80
dan sterilisasi

Tindakan asepsis dan


100% Petugas 240 240 240 100 100
aspirasi sebelum menyuntik

Tdk
KIE etika batuk 100% Petugas 240 240 240 100 80
terpenuhi

Pembuangan jarum suntik


100% Petugas 240 240 240 100 100
memenuhi standar

Evaluasi

a. Masalah
a) Cuci tangan
b) Penggunaan APD saat melaksanakan tugas
c) Desinfeksi tingkat tinggi dan sterilisasi
57

d) KIE etika batuk


b. Penyebab masalah
a) Beban kerja yang padat dan berebut jadwal pertemuan untuk sosialisasi
mengenai PPI secara rutin dan kesinambungan
b) Jumlah APD seperti kacamata google hanya 1 buah sedangkan jumlah
petugas poli gigi ada 4 orang, ketika memanggil pasien secara
bersamaan dan didudukkan di dental chair serta harus dilakukan
tindakan keduanya maka otomattis hanya satu petugas saja yang dapat
memakai kacamata google tersebut
c) Perubahan perilaku tenaga kerja dipuskesma waru belum maksimal dari
menggunakan DTT klorin berubah menjadi DTT cairan enzimatik
d) Keterbatasan dalam mengumpulkan seluruh karyawan dalam suatu
ruangan untuk sosialisasi etika KIE batuk dan petugas klinnis belum
paham tentang etika KIE batuk sesuai standar PPI
c. Pemecahan masalah
a) Akan dilakukan sosialisasi tentang 6 langkah cuci tangan menurut WHO
melalui apel rutin pegawai di puskesma waru, minilokakarya dan
penyuluhan- penyuluhan baik dalam dan luar gedung
b) Akan dilakukan monev secara rutin 3 bulan sekali terhadap kepatuhan
standar PPI
c) Perumusan kembali mengenai kebijakan kepala puskesmas yang
mengatur tentang keputusan untuk standart yang digunakan ndalam
penggunaan APD di puskesmas waru
d) Sosialisasi dan monev tentang penggunaan dtt yang beralih dari clorin
menjadi cairan enzimatik
e) Sosialisasi via pertemuan- pertemuan misal pertemuan minilokakarya
puskesmas, pertemuan UKP, pertemuan Mutu, dll.