Anda di halaman 1dari 1

Rumus untuk mencari kategorisasi:

(M+1,5.s) < X : Sangat tinggi


(M+0,5.s) < X ≤ (M+1,5.s) : Tinggi
(M – 0,5.s) < X ≤ (M+0,5.s) : Sedang
(M – 1,5.s) < X ≤ (M – 0,5.s) : Rendah
X ≤ (M – 1,5.s) : Sangat rendah
Mean 10.8
Sd 2.338672

10,8-(1,5.2,338672) = 10,8-3,508 = 7,29

Keterangan:
M = Mean yang diambil dari mean hipotetik
s = standard deviasi (SD) yang diambil dari SD hipotetik
X = Nilai yang dihasilkan oleh subjek penelitian dalam skala tersebut
“.” = tanda . (titik) adalah tanda perkalian, contoh: M+1,5 . s
Cara untuk mencari
- skor tertinggi = 20 (jumlah aitem) x 4 (pilihan terbesar) = 80,
- skor terendah = 20 (jumlah aitem) x 1 (pilihan terkecil) = 20
1. SD (σ) hipotetik
(80-20)/6 = 10
2. Mean (µ) hipotetik
(80 + 20) : 2 = 50

Contoh:
Diketahui pada suatu skala bahwa Mean hipotetik = 12 dan SD = 4, Nilai subjek a= 20, termasuk
kategori apakah subjek a?
Jawab:
Untuk melihat dimanakah posisi nilai subjek maka akan kita hitung dahulu sebagai contoh
batasan paling tinggi dengan rumus = (M+1,5.s) < X, jadi sangat tinggi = (12+1,5.4)= 18, jadi
batasan kategori sangat tinggi = 18, karena nilai subjek a = 20 maka subjek a tergolong sangat
tinggi