Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Pencegahan Demensia


Pokok Pembahasan : Demensia
Hari/tanggal : -/-
Waktu : 60 menit (09.00 – 10.00)
Tempat : Desa .... kecamatan ...
Sasaran : Warga masyarakat desa ....

A. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Demensia selama
60 menit warga masyarakat desa .... dapat memahami arti dari
Demensia dan cara meredakan Demensia serta cara
pencegahan Demensia agar tidak terkena Demensia yang
parah.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Demensia selama 60
menit warga masyarakat desa Bahagia Sentosa, mampu
untuk :
1. Menjelaskan pengertian dari Demensia
2. Menjelaskan tahapan-tahapan dari demensia
3. Menyebutkan penyebab Demensia
4. Menjelaskan tanda dan gejala Demensia
5. Menjelaskan Pemeriksaan penunjang Demensia
6. Menjelaskan Penatalaksanaan Demensia
7. Menjelaskan pencegahan dari Demensia

B. Pokok Bahasan : Demensia

C. Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian Demensia
2. Tahapan-tahapan demensia
3. Penyebab Demensia
4. Tanda dan gejala Demensia
5. Penatalaksanaan Demensia
6. Pencegahan dari Demensia

D. Penyuluhan
Penyuluhan ini ditujukan untuk Warga masyarakat desa ....

E. Tempat
Penyuluhan dilaksanakan di Desa ....

F. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. pengerjaan soal pre test dan post test

G. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik
3. Papan tulis
4. Koran

H. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta
5 menit Pembukaan :
1.
1. Mengucap salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan 3. Memperhatikan
penyuluhan 4. Memperhatikan
4. Menyebutkan materi
yang akan diberikan
2. 20 menit Pelaksanaan :
1. Menjelaskan tentang : 1. Mendengarkan
a. Pengertian Demensia
b. Menyebutkan tahapan-
tahapan demensia
c. Menyebutkan penyebab
Demensia
d. Tanda dan gejala
Demensia
e. Pencegahan dari
Demensia
4. 15 menit Tanya Jawab 1. Bertanya
5. 15 menit Evaluasi:
Menanyakan kepada 2. Menjawab
peserta tentang materi yang pertanyaan
telah diberikan dan
reinforcement kepada warga
yang dapat menjawab
pertanyaan.
Memberikan soal post test
6. 5 menit Terminasi :
1. Mengucapkan terima 1. Mendengarkan
kasih atas peran serta
peserta.
2. Mengucapkan salam 2. Menjawab salam
penutup
Kepanitiaan
1. Pengorganisasian Penyuluhan
1. Moderator : Febri
2. Penyaji : Alfi Nur Hanifah
3. Observer : Ressa
2. Uraian Tugas
A. Penyuluhan
a. Moderator
Uraian tugas :
1. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan
tim kepada peserta.
2. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
3. Menutup acara penyuluhan.
b. Penyaji
Uraian tugas
1. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta
2. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan
proses penyuluhan.
3. Memotivasi peserta untuk bertanya.
c. Observer
1. Menilai dan mengamati jalannya penyuluhan
2. Membagikan liflet kepada peserta penyuluhan
MATERI PENYULUHAN
Demensia
A. Pengertian
Definisi demensia menurut WHO adalah sindrom
neurodegenerative yang timbul karena adanya kelainan yang bersifat
kronis dan progesifitas disertai dengan gangguan fungsi luhur
multiple seperti kalkulasi, kapasitas belajar, bahasa, dan mengambil
keputusan. Kesadaran pada demensia tidak terganggu. Gangguan
fungsi kognitif biasanya disertai dengan perburukan kontrol emosi,
perilaku, dan motivasi.
B. Tahap-tahap demensia
a. Stadium I / awal : Berlangsung 2-4 tahun dan di sebut stadium
amnestik dengan gejala gangguan memori, berhitung dan
aktifitas spontan menurun. Fungsi memori yang terganggu
adalah memori baru atau lupa hal baru yang di alami, dan tidak
menggangu aktivitas rutin dalam keluarga.
b. Stadium II / pertengahan : Berlangsung 2-10 tahun dan di sebut
pase demensia. Gejalanya antara lain, disorientasi, gangguan
bahasa (afasia).
c. Stadium III / akhir : Berlangsung 6-12 tahun. ” Penderita
menjadi vegetatif, tidak bergerak dangangguan komunikasi
yang parah (membisu), ketidakmampuan untuk mengenali
keluarga dan teman-teman, gangguan mobilisasi dengan
hilangnya kemampuan untuk berjalan, kaku otot, gangguan
siklus tidur -bangun, dengan peningkatan waktu tidur, tidak
bisa mengendalikan buang air besar/ kecil. Kegiatan sehari-
hari membutuhkan bantuan orang lain dan kematian terjadi
akibat infeksi atau trauma.
C. Penyebab
Demensia juga dapat muncul pada individu yang mengalami
delirium, dan hal ini sering bertumpang tindih dengan
demensia adalah sindrom otak organik karena gangguan
fungsi atau metabolisme otak secara umum atau karena
keracunan yang menghambat metabolisme otak. Gejala
utama ialah kesadaran yang menurun. Gejala – gejala lain
Delirium ialah : penderita tidak mampu mengenal orang dan
berkomunikasi dengan baik, ada yang bingung atau cemas,
gelisah dan panik, ada pasien yang terutama berhalusinasi
dan ada yang hanya berbicara komat – kamit dan inkoheren.
Onset biasanya mendadak, sering dalam beberapa jam atau
hari. Delirium sering dapat ditelusuri ke salah satu atau lebih
faktor yang berkontribusi, seperti penyakit medis yang parah
atau kronis, obat-obatan, infeksi, trauma kepala, operasi,
obat atau alkohol. lain yang dapat menyebabkan demensia di
rangkum sebagai berikut.
D. Tanda dan gejala
a. Menurunnya daya ingat yang terus terjadi. Pada penderita
demensia, ”lupa” menjadi bagian keseharian yang tidak
bisa lepas.
b. Gangguan orientasi waktu dan tempat, misalnya: lupa
hari, minggu, bulan, tahun, tempat penderita demensia
berada
c. Penurunan dan ketidakmampuan menyusun kata menjadi
kalimat yang benar, menggunakan kata yang tidak tepat
untuk sebuah kondisi, mangulang kata atau cerita yang
sama berkali- kali.
d. Ekspresi yang berlebihan, misalnya menangis yang
berlebihan saat melihat sebuah drama televisi, marah
besar pada kesalahan kecil yang di lakukan orang lain,
rasa takut dan gugup yang tak beralasan. Penderita
demensia kadang tidak mengerti mengapa perasaan-
perasaan tersebut muncul
e. Adanya perubahan tingkah laku seperti : acuh tak acuh,
menarik diri dan gelisah
E. Pengobatan
Jika penyebab demensia dapat dicegah, penanganan
medis yang tepat (seperti mengembalikan keseimbangan
hormonal) dapat memberikan manfaat. Terlepas dari
banyaknya penelitian, belum ditemukan penanganan yang
secara klinis signifikan untuk menghambat atau
menyembuhkan penyakit Alzheimer meskipun beberapa jenis
obat-obatan.
a. Penanganan Biologis untuk Penyakit Alzheimer
Karena penyakit Alzheimer terkait dengan kematian sel-
sel otak yang menghasilkan asetilkolin, berbagai studi
berupaya untuk meningkatkan kadar neurotransmitter
tersebut. Penelitian menggunakan kolin (suatu bentuk
awal enzim tersebut yang mengatalisasi reaksi yang
menghasilkan asetilkolin) dan fisostigmin (obat yang
mencegah tidak berkerjanya asetilkolin) memberikan
hasil yang mengecewakan.t etrahidroaminoakridin
(takrin, nama dagang Cognex), yang menghambat enzim
yangmenghentikan kerja asetilkolin, menghasilkan sedikit
perbaikan atau memperlambat laju penurunan kognitif.
b. Penanganan Psikososial Penyakit Alzheimer bagi Pasien
dan Keluarganya Meskipun penanganan medis yang
efektif untuk Alzheimer belum tersedia, pasien dan
keluarganya dibantu untuk menghadapi berbagai efek
tersebut. Pendekatan psikologis yang diberikan secara
umum bersifat suportif, dengan tujuan utamanya untuk
meminimalkan gangguan yang ditimbulkan oleh
perubahan behavioral pasien. Tujuan ini dicapai dengan
memberikan pasien dan keluarganya untuk membahas
penyakit tersebut dan berbagai konsekuensinya,
menyediakan informasi yang akurat tentang penyakit
itu, membantu keluarga merawat pasien tersebut
dirumah, dan mendorong dikembangkannya sikap
realistic dan bukan katastrofik dalam menghadapi
berbagai isu dan tantangan spesifik yang ditimbulkan oleh
penyakit otak ini
F. Pencegahan
Hal yang dapat kita lakukan untuk menurunkan resiko
terjadinya demensia diantaranya adalah menjaga
ketajamman daya ingat dan senantiasa mengoptimalkan
fungsi otak seperti ; a. Mencegah masuknya zat-zat yang
dapatmerusak sel-sel otak seperti alkohol dan zat adiktif
yang berlebihan. b. Membaca buku yang merangsang otak
untuk berpikir hendaknya dilakukan setiap hari. c. Melakukan
kegiatan yang dapat membuat mental kita sehat dan aktif.
Seperti kegiatan rohani & memperdalam ilmu agama.tetap
berintraksi dengan lingkungan, berkumpul dengan teman
yang memiliki persamaan minat atau hobi. d. Mengurangi
stres dalam pekerjaan dan berusaha untuk tetap relaks
dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat otak kita tetap
sehat.
1). Beri makan otak
Anda adalah yang anda makan. Kalau banyak makan junk
food, maka otak kita jadi sampah juga. Lemak dalam
makanan berkadar lemak tinggi bisa berimbas buruk pada
sinaps otak. Sinaps adalah bagian yang menghubungkan
neuron otak dan penting untuk belajar serta mengingat.
Untuk menyehatkan bagian ini, makan makanan yang
mengandung aga bisa meningkatkan daya ingat, berfikir lebih
jernih dan mengurangi resiko penyakit kognitif. Sebab olah
raga akan mengurangi tekanan pada tubuh, memompa
energi lebih banyak ke
otak. Aktifitas ini juga memicu pelepasan bahan kimia yang
menguatkan neuron. Cukup setengah saja setiap hari, jangan
lupa lakukan peregangan otot.
2). Olah Otak
Mengisi TTS, main games memori, ternyata juga olah otak
yang
mencegah kepikunan.aktivitas ini menstimulasi otak sehingga
otak kita terlatih untuk mengingat-ingat selalu alias tidak
malas berfikir. Semua itu membuat sistem otak kita selalu
siap bekerja kapan saja, tidak mogok.
3). Trik Memori
Kegiatan ini membiasakan kita mengingat-ingat dan
mengontrol daya ingat. Membuat prediksi juga bisa
membantu proses daya ingat. Latihan iniberguna sebab
kadang saat kita punya suatu ide, kita lupa data-data lain
yang bisa mendukung ide tersebut.
4). Istirahatkan
Walau otak kita jenius, kalau di pakai terus juga akan lemah.
Maka beri istirahat agar kelak bisa bekerja lebih baik lagi.
Sebuah studi mengatakan, tidur 90 menit di siang hari bisa
membantu kinerja otak