Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK TERHADAP TERJADINYA PENYAKIT

GASTRITIS DI POLI PENYAKIT DALAM RSU SIDOARJO

1.1 Latar belakang

Gastritis merupakan radang pada jaringan dinding lambung yang timbul akibat
infeksi virus atau bakteri pathogen yang masuk ke dalam saluran pencernaan.
Namun gastritis juga dapat timbul setelah minum alcohol atau kopi serta memakan
makanan yang merangsang, pedas, atau sulit dicerna. ( Endang Lanywati, 2001 : 19
)

Gastritis terjadi karena berbagai sebab, paling umum akibat peningkatan produksi
lambung atau menurunnya daya tahan dinding lambung terhadap pengaruh luar.
Gastritis akut yang tidak diobati akan berkembang menjadi kronis. ( V era Uripi,
2001 : 13 )

Penyakit maag ( gastritis ) dapat ditimbulkan oleh berbagai keadaan yang pelik
sehingga mengakibatkan rangsangan/iritasi mukosa lambung secara terus-
menerus yang akhirnya asam lambung semakin meningkat pengeluarannya,
terutama pada saat keadaan emosi, ketegangan pikiran , dan tak teraturnya jam
makan. Berdasarkan jenis kelamin, wanita lebih sering terkena sakit maag, hal ini
mungkin diet terlalu ketat karena takut gemuk, makan tidak teratur, disamping itu
wanita umumnya lebih emosional daripada pria. ( Ronald H. Sitorus, 1996 : 178)

Gastritis bukanlah penyakit tunggal, tetapi beberapa kondisi yang mengacu pada
peradangan lambung. Biasanya peradangan tersebut merupakan akibat dari infeksi
bakteri yang dapat mengakibatkan borok lambung yaitu Helicobacter Pylory.
( Herlan : 2001 )

Budiana (2006), mengatakan bahwa Gastritis ini terbesar di seluruh dunia dan
bahkan diperkirakan diderita lebih dari 1,7 milyar. Pada negara yang sedang
berkembang infeksi diperoleh pada usia dini dan pada negara maju sebagian besar
dijumpai pada usia tua.

Terdapat fakta yang melaporkan bahwa lebih dari 1,7 miliar orang di seluruh dunia
menderita penyakit maag. Di Indonesia sendiri, 5 dari 10 orang pekerja berpotensi
terserang maag. Sayang penyakit maag kurang dianggap sebagai penyakit serius.
Padahal, penyakit ini bisa menjadi infeksi dan kanker lambung. ( sumber :
www.Okezone.com, Kamis, 8 Juli 2010 - 16:43 wib )

Angka kejadian infeksi Gastritis Helicobacter Pylory pada beberapa daerah di


Indonesia menunjukkan data yang cukup tinggi. Menurut Maulidiyah dan Unun
(2006), di Kota Surabaya angka kejadian Gastritis sebesar 31,2%, Denpasar 46%,
sedangkan di Medan angka kejadian infeksi cukup tinggi sebesar 91,6%. Adanya
penemuan infeksi Helicobacter Pylory ini mungkin berdampak pada tingginya
kejadian Gastritis. Faktor etiologi Gastritis lainnya adalah asupan alkohol berlebihan
(20%), merokok (5%), makanan berbumbu (15%), obat-obatan (18%) dan terapi
radiasi (2%) (Herlan : 2001).

Dari hasil penelitian para pakar, didapatkan jumlah penderita Gastritis antara pria
dan wanita, ternyata Gastritis lebih banyak pada wanita dan dapat menyerang sejak
usia dewasa muda hingga lanjut usia. Di Inggris 6-20% menderita Gastritis pada
usia 55 tahun dengan prevelensi 22% insiden total untuk segala umur pada tahun
1988 adalah 16 kasus/1000 pada kelompok umur 45-64 tahun. Insiden sepanjang
usia untuk Gastritis adalah 10% (Harun Riyanto, 2008).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan oleh penulis

diatas,maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut :

1. Adakah hubungan penggunaan obat analgesik terhadap terjadinya


panyakit gastritis?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan penggunaan obat analgesik terhadap

terjadinya panyakit gastritis di poli penyakit dalam RSU Sidoarjo.

1.3.2 Tujuan Khusus

Mengidentifikasi hubungan penggunaan obat analgesik terhadap

terjadinya panyakit gastritis di poli penyakit dalam RSU Sidoarjo.