Anda di halaman 1dari 8

PERENCANAAN PELAT LANTAI

PADA PROYEK RANCANG BANGUN VELODROME


JAKARTA TIMUR
KENNY YONESHI
1370111002
TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA

ABSTRAK
Dalam merencanakan stadion dibutuhkan perhitungan yang sangat teliti dan
penuh hati-hati. Karena stadion merupakan bangunan besar yang nantinya akan
digunakan atau diisi oleh manusia dalam jumlah yang banyak. Selain dikategorikan
sebagai bangunan monumental, stadion juga direncanakan agar dapat digunakan
pada keadaan urgent.
Perencanaan stadion meliputi struktur bagian atas dan struktur bagian
bawah. Struktur bagian atas terdiri dari atap baja membran dan tribun, sedangkan
yang termasuk struktur bagian bawah aalah pondasi. Dalam Tugas Akhir ini akan
dibahas megenai perencanaan pelat lantai. Sistem perencanaan pelat lantai pada
Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur dengan menggunakan pelat dua
arah (two way slab). Perencanaan dan perhitungan dibatasi pada struktur bangunan
bawah saja, yaitu perencanaan pelat lantai, untuk perencanaan digunakan mutu
bahan: f’c = 35 MPa dan fy = 400 MPa
Pembebanan pelat lantai yang ada pada Proyek Rancang Bangun Velodrome
Jakarta Timur terdapat beban hidup= 400 kg/m² dan beban mati= 842 kg/m². Untuk
strip kolom pada pelat yang didapat, momen x dengan hasil lebarnya 1893mm dan
momen strip kolom yang didapat kolom negatif 510,82 kNm, untuk kolom
positifnya 220,044 kNm sedangkan untuk momen y dengan hasil lebarnya 1893
mm dan momen strip kolom yang didapat kolom negatif 555, 21 kNm, untuk
kolom positifnya 239,17 kNm. Untuk strip tengah pada pelat lantai yang didapat,
momen y dengan hasil lebarnya 4715 mm dan momen strip kolom yang didapat
kolom negatif 170,27 kNm untuk kolom positifnya 146,70 kNm sedangkan untuk
momen y dengan hasil lebarnya 3785 mm dan momen strip kolom yang didapat
kolom negatif 185,07 kNm, untuk kolom positifnya 159,45 kNm
Kata Kunci: Stadion Velodrome, Pelat Lantai, Two Way Slab

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur bertujuan sebagai Venue
kegiatan Asian Games 2018 yang bertaraf Internasional sehingga pemerintah Provinsi
DKI Jakarta perlu menyiapkan stadion yang cukup memadai tersebut yang terletak di
Jalan Balap Sepeda no 6. Rawamangun, Jakarta Timur.
Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur merupakan salah satu proyek
yang bergerak dalam bidang owner, kontraktor dan konsultan yang telah memiliki
pengalaman dalam bidangnya, oleh karena itu Proyek Rancang Bangun Velodrome
Jakarta Timur telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan Tugas
Akhir, sehingga penulis dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kerja yang tidak
diperoleh didalam perkuliahan.
Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur dilaksanakan oleh PT. WIKA
GEDUNG dikerjakan dengan pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur bawah, pekerjaan
struktur atas, pekerjaan arsitektural, pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal,
pekerjaan landscape. Stadium International Velodrome dengan luas tanah 94.235 m²,
untuk luas bangunan 17.488,31 m² dan tinggi bangunan 26.533 meter (dari kedalaman
air laut 14.097 m), untuk kapasitas permanen dapat menampung 2.000 orang dan
kapasitas tambahan 1.000 orang, untuk panjang trek 250 meter, lebar lingkarannya 5,5
meter sedangkan untuk kemiringannya 45 derajat pada empat sudut berbeda. Pekerjaan
struktur bawah pada Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur meliputi pelat
lantai, seperti yang akan diteliti penulis. Untuk pelat lantai yang digunakan two way
slab.
Sebagai salah satu Stadion yang akan digunakan untuk Asian Games 2018,
Provinsi DKI Jakarta khususnya Jakarta Timur, penulis melakukan penelitian yang
berjudul “Perencanaan Pelat Lantai Pada Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta
Timur” karena penulis merasa tertarik pada struktur pelat lantai serta sangat penting
pada sebuah bangunan proyek yang berfungsi untuk tepat berpijak penghuni di lantai
atas.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang saya tinjau
adalah:
1. Bagaimana menganalisis perencanaan pembebanan pelat lantai?
2. Bagaimana menganalisis perencanaan strip kolom pada pelat lantai?
3. Bagaimana menganalisis perencanaan strip tengah pada pelat lantai?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari Tugas Akhir adalah
sebagai berikut:
1. Menganalisis perencanaan pembebanan pelat lantai
2. Menganalisis perencanaan strip kolom pada pelat lantai
3. Menganalisis perencanaan strip tengah pada pelat lantai

1.4 Batasan Masalah


Dalam penulisan Tugas Akhir ini untuk mencapai tujuan diatas batasan masalah
sebagai berikut:
1. Perencanaan pembebanan pelat lantai
2. Perencanaan strip kolom pada pelat lantai
3. Perencanaan strip tengah pada pelat lantai

1.5 Manfaat Penulisan


Dari hasil penulisan Tugas Akhir ini diharapkan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut:
1. Bagi ilmu pengetahuan, akan menambah kajian ilmu Teknik Sipil khususnya dalam
struktur bawah pada bagian pelat lantai yang dapat mengetahui beban yang akan
terjadi pada pelat lantai tersebut.
2. Bagi pembaca, dapat mengetahui perencanaan pelat lantai pada Stadion Velodrome
Jakarta Timur.
3. Bagi masyarakat, dapat mengetahui pelat lantai yang ada pada Stadion Velodrome
Jakarta Timur dengan menggunakan pelat two way slab.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pelat Lantai
Pelat lantai merupakan struktur bangunan yang terbuat dari material monolit
(biasanya dibuat dengan beton bertulang) yang ditumpu oleh struktur balok pada
keempat sisi bawahnya. Pelat lantai didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada
kolom-kolom bangunan. Ketebalan pelat lantai ditentukan oleh:
1. Besar lendutan yang diinginkan
2. Lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung
3. Bahan konstruksi dan plat lantai

2.2 Fungsi Pelat lantai:


1. Sebagai pemisah ruang bawah dan ruang atas.
2. Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas.
3. Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah.
4. Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah.
5. Menambah kekakuan bangunan pada arah horizontal

2.3 Struktur Pelat Lantai


Struktur terbagi menjadi dua jenis berdasarkan geometrinya dan arah tumpuannya,
yaitu sebagai berikut:
1. Pelat Satu Arah (One Way Slab)
Pelat persegi yang ditumpu pada keempat sisinya dengan perbandingan antar sisi
panjang pelat (ly) dan sisi lebar pelat (lx) > 2 atau secara matematis dapat ditulis
ly
> 2, seperti pada Gambar 2.1 dibawah ini:
lx

Gambar 2.1 Pelat Satu Arah


2. Pelat Dua Arah (Two Way Slab)
ly
Suatu pelat dapat dikatakan termasuk ke dalam jenis pelat dua arah apabila jarak lx
≤ 2, dimana Ly dan Lx adalah panjang pelat dari sisi-sisinya, seperti pada Gambar
2.2 dibawah ini:

Gambar 2.2 Pelat Dua Arah

3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tinjauan Umum
Dalam suatu penelitian yang bersifat ilmiah perlu adanya metodologi yang baik
dan benar karena metodologi merupakan acuan untuk menentukan langkah-langkah
yang perlu diambil agar mendapatkan hasil yang aman, memenuhi kebutuhan, efisien
dan ekonomis sehingga hasil pekerjaan sesuai rencana dan dapat dipertanggung
jawabkan
3.2 Metodologi Penelitian
Menurut Bogdam dan Bikien (1982), studi kasus merupakan pengujian secara
rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen
atau satu peristiwa tertentu. Surachmad (1982) membatasi pendekatan studi kasus
sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara
intensif dan rinci.
Menurut Sugiono (2012:2), metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, metode penelitian yang
diterapkan pada Tugas Akhir.
Metodologi sangat diperlukan dalam suatu penelitian, metodologi penelitian yang
digunakan bertujuan untuk mengetahui analisis pelat lantai pada Proyek Rancang
Bangun Velodrome Jakarta Timur.
Guna mempermudah proses-proses penelitian ini maka analisis meliputi kegiatan
pengambilan data baik data primer maupun data sekunder.
a. Data primer:
Data primer diperoleh dari Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur.
b. Data sekunder
Data sekunder didapat dari studi kepustakaan, yang dilakukan untuk memperoleh
teori-teori, konsep-konsep, variabel-variabel dari catatan, buku, jurnal dan dalam
penelitian ini adanya data dan ukuran pelat lantai sebagai berikut:
- Tebal pelat h = 300 mm
- Panjang Ix = 7570 mm
- Panjang Iy = 8500 mm
- Kuat tekan beton f’c = 35 MPa,
- Kuat leleh baja fy = 400 MPa

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Data Perencanaan
Tebal pelat lantai h = 300 mm
Panjang bentang pelat arah x Ix = 7570 mm
Panjang bentang pelat arah y Iy = 8500 mm
Rentang panjang ke jatah rentang pendek kurang dari dua, maka lempengan dua
arah:
Penguatan positif Cc = 35 mm
Penguatan negatif C’c = 35 mm
Bagian kolom:
Lebar kolom x hcx = 600 mm
Lebar kolom y hcy = 800 mm
Bahan:
Kuat tekan beton f’c = 35 MPa
Kuat leleh baja fy = 400 Mpa
Modulus elastisitas E = 199948 MPa
Tipe beton = normal
Faktor modifikasi λ = 1,00
Total muatan utama pada lempengan: Wu = 20.30 kN/m²
Periksa kedalaman lempengan yang disediakan:
Rentang x Inx = 0,65 x Ix
= 6970 mm
Rentang y Iny = 0,65 x Iy
= 7700 mm
Inersia balok Ib = 0
Inersia lempengan sumbu x = 19125000000
Inersia lempengan sumbu y = 17032500000
Rasio kekakuan lentur sumbu x:
αfx = Ib : Isx = 0
Rasio kekakuan lentur sumbu y:
αfy = Ib : Isy = 0
Rasio kekakuan lentur rata-rata:
αfm = (αfx x 2 + αfy + 2)/4= 0

4.1 Pembebanan Pelat Lantai


Pembebanan pelat lantai pada Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur
terdapat beban hidup (Life Load/LL) dan Beban mati (Dead Load/DL)
1. Beban hidup (Life Load/LL) = 400 kg/m²
2. Beban mati (Dead Load/DL) = 842 kg/m²
4.2 Perhitungan Momen
MOMEN X MOMEN Y
Lebar strip kolom 1893 mm 1893 mm
Lebar strip tengah 4715 mm 3785 mm
Momen Faktor 1047,83 kNm 1278,81 kNm
Momen total strip kolom:
 Kolom negatif 510,82 kNm 623,415 kNm
 Kolom positif 220,04 kNm 268,548 kNm
Momen total strip tengah:
 Strip tengah negatif 170,27 kNm 207,80 kNm
 Strip tengah positif 146,70 kNm 179,032 kNm
Kekuatan lentur nominal yang
disyaratkan pada strip kolom per-1m
lebar lempengan:
 Lentur nominal negatif 149,95 kNm/m 182,95 kNm/m
 Lentur nominal positif 64,60 kNm/m 78,81 kNm/m
Kekuatan lentur nominal yang
disyaratkan pada strip tengah per-1m
lebar lempengan:
 Lentur nominal negatif 40,13 kNm/m 30,50 kNm/m
 Lentur nominal positif 34,57 kNm/m 26,27 kNm/m

4.3 Perhitungan Strip Kolom


KOLOM X KOLOM Y
1. Penguatan Negatif
Kedalaman baja 255 mm 236 mm
Faktor resistansi lentur 2,30 MPa 3,28 MPa
Penguatan yang dibutuhkan 0,00598 0,00769
Baja kompresi luar yang tidak
dibutuhkan
 Area baja tegang 1529 mm²/m 1815 mm²/m
 Luas maksimal baja tulangan 6885 mm²/m 6372 mm²/m
2. Penguatan Positif
Kedalaman baja 259 mm 246 mm
Faktor resistansi lentur 0,97 Mpa 1,30 Mpa
Penguatan yang dibutuhkan 0,00245 0,00296
Baja kompresi luar yang tidak
dibutuhkan
 Area baja tegang 635 mm²/m 728,15 mm²/m
 Luas maksimal baja tulangan 7008 mm²/m 6642 mm²/m
4.4 Perhitungan Strip Tengah
TENGAH X TENGAH Y
1. Penguatan Negatif
Kedalaman baja 259 mm 246 mm
Faktor resistansi lentur 0,60 MPa 6,63 MPa
Penguatan yang dibutuhkan 0,00151 0,00228
Baja kompresi luar yang tidak
dibutuhkan
 Area baja tegang 392 mm²/m 560 mm²/m
 Luas maksimal baja tulangan 6993mm²/m 6642mm²/m
2. Penguatan Positif
Kedalaman baja 259 mm 246 mm
Faktor resistansi lentur 0,52 Mpa 5,71 Mpa
Penguatan yang dibutuhkan 0,00130 0,00196
Baja kompresi luar yang tidak
dibutuhkan
 Area baja tegang 337,09 mm²/m 482 mm²/m
 Luas maksimal baja tulangan 7008 mm²/m 6642/m

5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian Tugas Akhir pada Proyek Rancang Bangun
Velodrome Jakarta Timur dan penyusunan Tugas Akhir dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut: Pelaksanaan pelat lantai yang digunakan pada Proyek Rancang Bangun
Velodrome Jakarta Timur dengan menggunakan two way slab dengan ukuran h = 300
mm, Ix = 7570 mm, Iy = 8500 mm
1. Pembebanan pelat lantai yang ada pada Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta
Timur untuk stadion dapat dilihat pada Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk
Rumah dan Gedung/SKBI-1.3.53.1987, halaman 2 untuk beban hidup= 400 kg/m²
dan beban mati= 842 kg/m²
2. Untuk strip kolom pada pelat yang didapat, momen x dengan hasil lebarnya
1893mm dan momen strip kolom yang didapat kolom negatif 510,82 kNm, untuk
kolom positifnya 220,044 kNm sedangkan untuk momen y dengan hasil lebarnya
1893 mm dan momen strip kolom yang didapat kolom negatif 555, 21 kNm, untuk
kolom positifnya 239,17 kNm.
3. Untuk strip tengah pada pelat lantai yang didapat, momen y dengan hasil lebarnya
4715 mm dan momen strip kolom yang didapat kolom negatif 170,27 kNm untuk
kolom positifnya 146,70 kNm sedangkan untuk momen y dengan hasil lebarnya
3785 mm dan momen strip kolom yang didapat kolom negatif 185,07 kNm, untuk
kolom positifnya 159,45 kNm

5.2 Saran
Dari hasil penelitian serta pengalaman selama mengikuti kegiatan Tugas Akhir
pada Proyek Rancang Bangun Velodrome Jakarta Timur didapat beberapa saran yang
diharapkan dapat menjadi masukan yang baik dan dapat bermanfaat ke depannya, antara
lain:
1. Tugas Akhir sebaiknya perlu disediakan waktu khusus agar mahasiswa/i dapat
mengikuti Tugas Akhir dengan lebih fokus dan sebaiknya mempelajari pelat lantai
terlebih dahulu sebelum melakukan Tugas Akhir agar mahasiswa dapat memahami
pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
2. Tugas Akhir merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa/i untuk
memahami berbagai bentuk penerapan di lapangan dengan didasari ilmu rekayasa
Teknik Sipil yang didapat dibangku kuliah.
3. Pelaksanaan suatu proyek sangat didukung oleh alat dan bahan material yang
digunakan untuk memudahkan pekerjaan di lapangan, sehingga setiap pekerjaan
mampu diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

Anda mungkin juga menyukai