Anda di halaman 1dari 20

PERAN INOVASI PRODUK DAN KEUNGGULAN BERSAING MEMEDIASI

PENGARUH ORIENTASI PASAR TERHADAP


KINERJA PEMASARAN
A.A Rai Narastika1, Ni Nyoman Kerti Yasa2
1,2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali, Indonesia

e-mail:rainarastika@yahoo.com / telp: +6281246868575

ABSTRACT
Study aimed to examine the effect of market orientation on product
innovation, the effect of market orientation on competitive advantage, the
effect of product innovation on the performance marketing, the effect of
competitive advantage to marketing performance, the effect of market
orientation on performance marketing, as well as the role of product
innovation and competitive advantage to mediate the effect of orientation
market on performance marketing. Samples are taken by 114 respondents,
using purposive sampling method. The data collection is done by distributing
questionnaires. Analysis technique used is the technique of SEM analysis.
Based on the results of the analysis showed that the market orientation affect
positively and significantly related to product innovation, market orientation
affect positively and significant competitive advantage, product innovation
affect positively and significantly related to performance marketing,
competitive advantage influence positively and significantly related to
performance marketing, orientation market a positive and significant effect on
the performance of marketing and product innovation and competitive
advantage in a positive and significance able to mediate the relationship
between market orientation on performance marketing.

Keywords:Market Orientation, Product Innovation, Competitive Advantage,


Performance Marketing

I. PENDAHULUAN telah banyak membantu


pemerintah baik ditingkat daerah
Indonesia merupakan negara maupun nasional dalam hal
yang memiliki keunggulan sebagai penyediaan lapangan kerja,
negara manufaktur yang bertumpu kesempatan kerja, dan peningkatan
pada sektor industri. Industri Kecil pendapatan masyarakat.
dan Menengah (IKM) merupakan Dunia bisnis saat ini
salah satu pendorong semakin berkembang dan semakin
pertumbuhan ekonomi di banyak pesaing yang tidak dapat
Indonesia. IKM telah mendapatkan dihindari. Adanya persaingan
perhatian lebih karena membuat perusahaan dihadapkan
pertumbuhannya yang semakin pada berbagai peluang dan
pesat disebabkan karena kinerja ancaman baik dari dalam negeri
IKM sangat efisien, produktif dan maupun luar negeri. Pesaing
memiliki tingkat daya saing global dalam bisnis membuat pengusaha
yang tinggi (Tambunan, 2012). IKM dituntut untuk dapat mengerti dan
baik yang bergerak di sektor memahami apa yang terjadi di
perdagangan dan industri lainnya pasar dan mengetahui apa yang
1
dibutuhkan oleh konsumen. bergantung pada strategi yang
Adanya tekanan bisnis dari pesaing umumnya digunakan oleh
yang kuat, secara tidak langsung perusahaan yaitu orientasi pasar
mempengaruhi kinerja pemasaran dan inovasi produk. Setiawan
yang dialami oleh IKM. (2012) menyatakan bahwa orientasi
Persaingan bisnis yang pasar merupakan budaya
begitu ketat mengharuskan perusahaan yang dapat
perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja pemasaran.
meningkatkan kinerja pemasaran Ketidakpastian faktor eksternal
perusahaan, karena keberhasilan menyebabkan suatu perusahaan
suatu produk akan berpengaruh berinovasi untuk memenangkan
pada kinerja pemasarannya. persaingan.
Kinerja pemasaran merupakan Tingginya tingkat persaingan
ukuran keberhasilan perusahaan tidak hanya dialami oleh industri -
yang diukur pada jangka waktu industri besar saja tetapi juga
yang telah ditentukan sebagai nilai dialami oleh industri kecil dan
dari aktivitas yang telah disusun menengah di Indonesia, seperti
dan dilaksanakan untuk industri kecil dan menengah yang
mengetahui apakah strategi yang ada di Provinsi Bali. Salah satu
disusun dan pelaksanaannya industri kerajinan yang terus
sudah tepat atau sebaliknya berkembang di Bali yaitu industri
(Puspitasari, 2015). Meningkatkan mebel.Penelitian ini berfokus pada
kinerja dan memilih pemasaran IKM mebel yang ada di Kota
yang baik dalam menjalankan Denpasar. Kota Denpasar
suatu usaha merupakan cara yang memberikan potensi yang sangat
tepat agar tetap unggul dalam besar. IKM mebel di Kota Denpasar
persaingan dan produknya bisa perlu melakukan suatu inovasi
dikenal dan diminati konsumen. pada produk yang dihasilkan
Dengan kata lain, pemasaran dengan berorientasi pada
sangat berperan penting dalam konsumen karena pengetahuan
menjalankan kemajuan dan tentang kebutuhan dan keinginan
kelangsungan hidup suatu usaha, konsumen merupakan kunci
baik usaha di bidang jasa maupun sukses dari inovasi produk yang
di bidang penjualan suatu produk akan dihasilkan yang kemudian
dalam menghadapi persaingan akan mampu menghadapi
(Wachjuni, 2014). persaingan dan akan berpengaruh
Zimmerer dan Scarborough pada kinerja pemasaran IKM itu
(2005:79) menyatakan bahwa sendiri.Tingginya kontribusi ekspor
untuk memenangkan persaingan, kerajinan mebel di Provinsi Bali
sekedar membangun keunggulan disebabkan karena Bali merupakan
bersaing tidaklah mencukupi, daerah tujuan pariwisata, dimana
kunci keberhasilannya adalah produk dari kerajinan mebel sangat
membangun keunggulan bersaing dibutuhkan untuk memenuhi
yang berkesinambungan. perabotan di hotel-hotel maupun
Keberhasilan suatu perusahaan restoran. Tidak hanya untuk sektor
pariwisata saja tetapi juga pemasaran pada IKM Mebeldi Kota
dibutuhkan oleh masyarakat luas Denpasar; 6) Untuk menjelaskan
untuk melengkapi perabotan peran inovasi produk dan
rumah tangga. keunggulan bersaing memediasi
Rumusan masalah pengaruh orientasi pasar terhadap
penelitian ini adalah sebagai kinerja pemasaran pada IKM
berikut: 1) Bagaimanakah Mebeldi Kota Denpasar.
pengaruh orientasi pasar terhadap Kinerja pemasaran
inovasi produk pada IKM Mebeldi merupakan usaha perusahaan
Kota Denpasar?; 2) Bagaimanakah untuk mengetahui dan memenuhi
pengaruh orientasi pasar terhadap kebutuhan dan selera konsumen
keunggulan bersaing pada IKM (Rodríguez, 2016). Purwasari dan
Mebeldi Kota Denpasar?; 3) Suprapto (2012) menyatakan
Bagaimanakah pengaruh inovasi bahwa pengukuran kinerja
produk terhadap kinerja pemasaran merupakan fungsi
pemasaran pada IKM Mebeldi Kota pengawasan dari manajemen
Denpasar?; 4) Bagaimanakah pemasaran untuk menciptakan,
pengaruh keunggulan bersaing membangun, dan memelihara
terhadap kinerja pemasaran pada hubungan dengan pembeli
IKM Mebeldi Kota Denpasar?; 5) dimaksudkan untuk mencapai
Bagaimanakah pengaruh orientasi tujuan organisasi.Menurut
pasar terhadap kinerja pemasaran Wachjuni (2014) perusahaan harus
pada IKM Mebeldi Kota Denpasar?; mempunyai strategi yang tepat,
6) Bagaimanakah peran inovasi atau harus mampu mengambil
produk dan keunggulan bersaing keunggulan dari lingkungannya
memediasi pengaruh orientasi untuk mendapatkan keuntungan
pasar terhadap kinerja pemasaran menggunakan strategi yang dipilih.
pada IKM Mebeldi Kota Denpasar? Perusahaan harus merancang
Tujuan penelitian ini yaitu: strategi pemasaran kompetitif yang
1)Untuk menjelaskan pengaruh luas di mana perusahaan dapat
orientasi pasar terhadap inovasi memperoleh keunggulan kompetitif
produk pada IKM Mebeldi Kota melalui nilai pelanggan yang
Denpasar; 2) Untuk menjelaskan unggul (Kotler, 2008).
pengaruh orientasi pasar terhadap Atalay et al. (2013)
keunggulan bersaing pada IKM menyatakan bahwa inovasi produk
Mebeldi Kota Denpasar; 3) Untuk merupakan pengenalan dan
menjelaskan pengaruh inovasi pengembangan jenis barang atau
produk terhadap kinerja jasa baru yang berbeda dari
pemasaran pada IKM Mebeldi Kota sebelumnya dan melengkapi
Denpasar; 4) Untuk menjelaskan kekurangan-kekurangan dari
pengaruh keunggulan bersaing penemuan sebelumnya dengan
terhadap kinerja pemasaran pada lebih menekankan pada segi
IKM Mebeldi Kota Denpasar; 5) kualitas.Orientasi pasar adalah
Untuk menjelaskan pengaruh kondisi dimana sebuah perusahaan
orientasi pasar terhadap kinerja dalam melakukan suatu keputusan
berdasarkan kondisi nyata di pasar nyata. Puspitasari (2015)
dan melakukan pendekatan- menyatakan bahwa orientasi pasar
pendekatan pada pasar dengan berpengaruh secara signifikan dan
cara meneliti dan memahami nilai- positif terhadap keunggulan
nilai yang berlaku (Pertiwi dan bersaing. Hal ini menunjukan
Siswoyo, 2016).Perusahaan yang bahwa kemauan perusahaan untuk
berorientasi pasar adalah posisi menerapkan strategi orientasi
yang baik untuk mengembangkan pasar akan berdampak pada
dan meningkatkan posisi kemampuan perusahaan untuk
perusahaan menjadi lebih khas bersaing dengan perusahaan
(relatif terhadap persaingan) dalam lainnya. Penelitian Usvita (2015)
jangka panjang (Kumar et al., menyatakan bahwa orientasi pasar
2011). berpengaruh positif dan signifikan
Perusahaan dalam membuat terhadap keunggulan bersaing.
inovasi produk harus Berdasarkan teori yang mendasari
memperhatikan orientasi pasar dan hasil penelitian terdahulu,
karena pengetahuan tentang maka dapat dirumuskan hipotesis
orientasi pasar merupakan kunci penelitian sebagai berikut :
sukses inovasi produk yang akan H2 : Orientasi Pasar berpengaruh
dihasilkan (Wiwoho, 2012). secara positif dan signifikan
Suliyanto dan Rahab (2012) terhadap Keunggulan
menyatakan bahwa orientasi pasar Bersaing.
mempunyai pengaruh positif
Inovasi memegang peranan
terhadap inovasi pada UKM di
penting untuk mengurangi
Kabupaten Banyumas. Suendro
hambatan-hambatan,
(2010) menyatakan bahwa orientasi
meningkatkan perhatian, dan
pasar (orientasi pelanggan,
dukungan pasar. Dengan
orientasi pesaing, dan koordinasi
berinovasi perusahaan akan lebih
lintas-fungsi) memiliki pengaruh
berhasil merespon lingkungannya
positif terhadap inovasi produk
dan mengembangkan kemampuan
pada Industri Kecil dan Menengah
dimana hal ini dapat berdampak
Batik Pekalongan.Berdasarkan
pada kinerja pemasaran secara
teori yang mendasari dan hasil
keseluruhan (Widarti, 2011). Pardi
penelitian terdahulu, maka dapat
et al. (2014) menyatakan bahwa
dirumuskan hipotesis penelitian
inovasi memiliki pengaruh yang
sebagai berikut :
signifikan positif terhadap kinerja
H1 : Orientasi Pasar berpengaruh
pemasaran. Tung (2012)
secara positif dan signifikan
menyatakan bahwa inovasi produk
terhadap Inovasi Produk.
berpengaruh positif terhadap
Pentingnya orientasi pasar kinerja perusahaan. Utaminingsih
merupakan sumber keunggulan (2016) menyatakan bahwa inovasi
bersaing yang berkelanjutan di berpengaruh positif dan signifikan
tengah persaingan yang semakin terhadap kinerja pemasaran pada
kompetitif telah terbukti secara Industri Kecil Menengah Kerajinan
Rotan Desa Teluk Wetan pemasaran. Dalam penelitian
Kecamatan Welahan Kabupaten Titahena et al. (2012) didapatkan
Jepara. Berdasarkan teori yang bukti empiris yang menyatakan
mendasari dan hasil penelitian bahwa ada hubungan signifikan
terdahulu, maka dapat dirumuskan positif dan mendukung tentang
hipotesis penelitian sebagai berikut adanya hubungan antara orientasi
: pasar terhadap kinerja pemasaran.
H3 : Inovasi Produk berpengaruh Pertiwi dan Siswoyo (2016)
secara positif dan signifikan menyatakan bahwa orientasi pasar
terhadap Kinerja berpengaruh positif dan signifikan
Pemasaran. terhadap kinerja pemasaran UMKM
kripik buah Kota Batu. Usvita
Pardi et al. (2014) dan Usvita (2015) menemukan bahwa orientasi
(2015) menyatakan bahwa pasar berpengaruh signifikan
keunggulan kompetitif berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada
signifikan positif terhadap kinerja UKM Pangan Dinas
pemasaran. Penelitian (Titahena et Perindagtamben Kota
al., 2012) didapatkan bukti empiris Padang.Berdasarkan teori yang
yang menyatakan bahwa ada mendasari dan hasil penelitian
hubungan signifikan positif dan terdahulu, maka dapat dirumuskan
mendukung tentang adanya hipotesis penelitian sebagai berikut
hubungan antara keunggulan :
bersaing terhadap kinerja H5 : Orientasi Pasar berpengaruh
pemasaran. Ini berarti ketika secara positif dan signifikan
keunggulan bersaing naik maka terhadap Kinerja
kinerja pemasaran akan mengalami Pemasaran.
kenaikan dan
Jhonson et al. (2009)
sebaliknya.Berdasarkan teori yang
menyatakan bahwa inovasi mampu
mendasari dan hasil penelitian
memediasi antara orientasi pasar
terdahulu, maka dapat dirumuskan
terhadap kinerja. Inovasi adalah
hipotesis penelitian sebagai berikut
variabel mediator antara orientasi
:
pasar dan kinerja dari perusahaan
H4 : Keunggulan Bersaing
(Olavarrieta & Friedmann, 2008).
berpengaruh secara positif
Pardi et al. (2014) menyatakan
dan signifikan terhadap
bahwa orientasi pasar di UKM
Kinerja Pemasaran.
Batik akan memberikan dampak
Ferdinand (2002) yang signifikan terhadap kinerja
menyatakan bahwa semakin tinggi pemasaran jika dimediasi oleh
orientasi pasar, maka semakin inovasi, yang berarti bahwa kinerja
tinggi kinerja pemasaran yang akan pemasaran UKM Batik sangat
dicapai. Penelitian Wachjuni tergantung pada tingkat inovasi
(2014), menunjukan bahwa perusahaan dan juga tingkat
orientasi pasar secara signifikan orientasi pasar yang mempengaruhi
berhubungan dengan kinerja inovasi. Altuntas et al. (2013)
menyatakan bahwa inovasi sangat bersaing, dan kinerja pemasaran,
tergantung pada orientasi pasar sedangkan variabel independent
dan akan memainkan peran adalahorientasi pasar.Penelitian ini
sebagai mediator untuk mendorong dilakukan di Kota Denpasar.Metode
kinerja organisasi dalam organisasi pengumpulan data dilakukan
kesehatan swasta di Turki. menggunakan kuesioner. Populasi
Basuki dan Rahmi (2012) dalam penelitian ini adalah seluruh
menunjukan bahwa strategi IKM mebeldi Kota Denpasar.
keunggulan bersaing sebagai Penentuan sampel ditetapkan
variabel moderasi mempunyai dengan menggunakan 5-10 kali
peran yang cukup penting dalam dari jumlah variabel atau indikator
mendukung pelaksanaan oreintasi (Maholtra, 2005:647). Indikator
pasar untuk meningkatkan kinerja yang digunakan dalam penelitian
pemasaran karena secara langsung ini adalah 19 indikator, sehingga
maupun tidak langsung strategi banyaknya responden yang
keunggulan bersaing berpengaruh digunakan sebagai sampel dalam
signifikan terhadap kinerja penelitian ini adalah (19x6) 114
pemasaran perusahaan. Artinya, responden. Sampel dalam
selama strategi keunggulan penelitian ini ditentukan dengan
bersaing mampu mendukung teknik purposive sampling.
orientasi pasar maka kinerja Butir - butir pernyataan
pemasaran dapat semakin yang digunakan dalam kuisioner
meningkat atau baik.Zhou et al. diukur dengan menggunakan skala
(2009) menyatakan bahwa likert yang dimana 1 berarti sangat
hubungan orientasi pasar tidak tidak setuju dan 5 berarti sangat
secara langsung berhubungan setuju. Selanjutnya data akan
dengan kinerja pemasaran, namun diolah menggunakan teknik
melalui keunggulan bersaing. analisis SEM (structural equation
Berdasarkan teori yang mendasari model).Pengujian hipotesis mediasi
dan hasil penelitian terdahulu, dapat dilakukan dengan prosedur
maka dapat dirumuskan hipotesis yang dikembangkan oleh Sobel
penelitian sebagai berikut : (1982) dan dikenal dengan uji Sobel
H6 : Inovasi Produk dan (Sobel test). Uji Sobel merupakan
Keunggulan Bersaing secara alat analisis untuk menguji
positif dan signifikan signifikansi hubungan tidak
memediasi pengaruh langsung antara variabel
Orientasi Pasar terhadap independen yaitu orientasi pasar
Kinerja Pemasaran. (X) terhadap variabel dependen
yaitu kinerja pemasaran(Y3) melalui
II. METODE PENELITIAN variabel inovasi produk (Y1) dan
Penelitian ini termasuk keunggulan bersaing (Y2) yang
dalam golongan penelitian menjadi variabel mediasi dengan
asosiatif.Variabel dependent yang taraf nyata alpha 0,05. Uji Sobel
digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
adalahinovasi produk, keunggulan
ab
Z= ……………………………………….(1)
b 2 s 2a + a 2 s 2b + s 2 s 2b
Keterangan:

a = koefisien regresi dari variabel independen (X) terhadap variabel mediasi


(M).

sa = standar eror dari a.

b = koefisien regesi dari variabel mediasi (M) terhadap variabel


dependen (Y)

sb = standar eror dari b

Indikator variabel kinerja tingkat komitmen dan berorientasi


pemasaran ini diukur dengan pada pelanggan. c) Tujuan bisnis
indikator berikut: 1) Volume didorong oleh kepuasan pelanggan.
Penjualan. 2) Pertumbuhan d) Mengukur kepuasan pelanggan
Pelanggan. 3) Kemampuan secara sistematis. 3) Koordinasi
Labaan.Indikator variabel Antarfungsional, a) Memahami
keunggulan bersaing dapat diukur bagaimana setiap orang dalam
dengan indikator berikut: 1) perusahaan bisa berkontribusi
Keunikan Produk. 2) Kualitas untuk menciptakan nilai
Produk. 3) Harga Bersaing. pelanggan. b) Semua fungsi bisnis
Indikator variabel inovasi terintegrasi melayani target pasar.
produkdapat diukur dengan c) Departemen dalam perusahaan
indikator berikut: 1) Perubahan responsive dalam melayani
desain. 2) Daya kreatifitas. 3) kebutuhan dan permintaan
Pengembangan kualitas.Indikator pelanggan.
variabel orientasi pasar dapat
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
diukur dengan indikator berikut: 1)
Orientasi Pesaing, a) Menanggapi Pada Tabel 1. menunjukan
tindakan kompetitif pesaing yang bahwa seluruh indikator dalam
mengancam. b) Secara teratur variabel orientasi pasar, inovasi
berdiskusi didalam perusahaan produk, keunggulan bersaing, dan
mengenai kegiatan pesaing. c) kinerja pemasaran memiliki
Pemilik atau pengelola secara pearson correlation (koefisien
teratur membahas strategi pesaing. korelasi) yang lebih besar dari 0,3,
2) Orientasi Pelanggan, a) sehingga seluruh indikator tersebut
Memberikan perhatian dekat telah memenuhi syarat validitas
dengan layanan purna jual data.
(kualitas). b) Terus memantau

Tabel 1.
7
Hasil Uji Validitas

No Variabel Dimensi Indikator Koefisien Keterangan


korelasi
1 Orientasi Pasar Orientasi X1.1.1 0,795 Valid
(X) Pesaing X1.1.2 0,746 Valid
(X1.1) X1.1.3 0,824 Valid
Orintasi X1.2.1 0,624 Valid
Pelanggan X1.2.2 0,799 Valid
(X1.2) X1.2.3 0,803 Valid
X1.2.4 0,768 Valid
Koordinasi X1.3.1 0,889 Valid
Antar X1.3.2 0,841 Valid
Fungsi X1.3.3 0,867 Valid
(X1.3)
2 Inovasi Produk Y1.1 0,842 Valid
(Y1) Y1.2 0,748 Valid
Y1.3 0,808 Valid
3 Keunggulan Y2.1 0,904 Valid
Bersaing (Y2) Y2.2 0,898 Valid
Y2.3 0,824 Valid
4 Kinerja Y3.1 0,841 Valid
Pemasaran (Y3) Y3.2 0,842 Valid
Y3.3 0,864 Valid
Sumber: Data diolah, 2016

Pada Tabel 2. menunjukan keunggulan bersaing, dan kinerja


bahwa hasil reliabilitas pemasaran memiliki koefisien
menunjukan bahwa seluruh Cronbach’c Alpha lebih besar dari
instrumen penelitian yaitu variabel 0,6, sehingga pernyataan pada
orientasi pasar, inovasi produk, kuesioner tersebut reliabel.

Tabel 2.
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Faktor Alpha Cronbach Keterangan

Orientasi Pasar 0,843 Reliabel


Inovasi Produk 0,714 Reliabel
Keunggulan Bersaing 0,853 Reliabel
Kinerja Pemasaran 0,805 Reliabel

Sumber: Data diolah, 2016

Analisis Data dengan Srtuctural Equation Modeling (SEM)


Tabel 3.
Assessment of normality
Variabel min max skew c.r. kurtosis c.r.
x1.11 2.000 5.000 -.307 -1.339 -1.036 -
2.257
x1.12 1.000 5.000 -.309 -1.347 -.717 -
1.562
x1.13 1.000 5.000 -.165 -.721 -.796 -
1.753
x1.31 2.000 5.000 -.093 -.406 -1.147 -
2.499
x1.32 1.000 5.000 -.113 -.492 -.745 -
1.623
x1.33 2.000 5.000 -.179 -.781 -1.275 -
2.378
y2.3 2.000 5.000 -.045 .198 -1.107 -
2.413
y2.2 1.000 5.000 -.477 -2.081 -.081 -.177
y2.1 1.000 5.000 -.114 -.497 -1.282 -
2.394
y1.1 2.000 5.000 -.329 -1.434 -.969 -
2.111
y1.2 2.000 5.000 -.064 -.277 -1.028 -
2.240
y1.3 2.000 5.000 -.138 -.602 -1.436 -
2.129
y3.3 1.000 5.000 -.046 -.202 -1.240 -
2.703
y3.2 1.000 5.000 -.200 -.871 -.886 -
1.931
y3.1 1.000 5.000 -.104 -.454 -.882 -
1.922
x1.21 1.000 5.000 -.478 -2.083 -.572 -
1.246
x1.22 1.000 5.000 -.270 -1.177 -.590 -
1.287
x1.23 1.000 5.000 -.346 -1.508 -.681 -
1.484
x1.24 1.000 5.000 -.144 -.628 -.752 -
1.639
Multivariate 10.956 2.070
Sumber: Data diolah, 2016

Pada Tabel 3. menjelaskan (multivariat) data berdistribusi


bahwa seluruh nilai critical ratio normal. Hal ini berarti data dari
berada dalam rentang ± 2,58, semua indikator layak untuk
sehingga secara keseluruhan digunakan.

Tabel 4.
Nilai Construct Reliability dan Variance Extrac

Variabel Std Std Error Variance Construct


Loading Loading2 Extract Reliability

Orientasi Pesaing 2,0250 1,5682 1,4318 0,52 0,74


Orientasi
Pelanggan 2,7340 2,1834 1,8166 0,55 0,80
Or.Antar fungsi 2,1050 1,5803 1,4197 0,53 0,76
Inovasi prod 2,2040 1,6321 1,3679 0,54 0,78
Keunggulan bers. 2,3500 1,8499 1,1501 0,62 0,83
Kinerja pms 2,2860 1,7464 1,2536 0,58 0,81

Sumber: Data diolah, 2016

Pada Tabel 4. seluruh nilai indikator-indikator atau dimensi


reliabilitas konstruk pada masing- yang digunakan dalam penelitian
masing variabel penelitian ini telah ini mempunyai konsistensi dan
memenuhi batas-batas nilai yang dapat mewakili dengan baik
disyaratkan, yaitu tingkat konstruk laten yang
reliabilitas yang dapat diterima dikembangkan, yaitu orientasi
adalah 0,70 (Ferdinand, 2002:192). pasar, inovasi produk, keunggulan
Hasil dari nilai construct reliability bersaing, dan kinerja pemasaran.
dalam penelitian ini menunjukan
nilai lebih besar dari 0,70. Berarti

Tabel 5.
Indeks Goodness of Fit Multivariat
Goodness of fit Hasil Model Cut-Off Value Keterangan
index
Chi Square 142,533 Diharapkan Kecil/ Baik
≤ 190
Probability 0,589 ≥ 0,05 Baik
CMIN/DF 0,970 ≤ 2,00 Baik
TLI 1,006 ≥ 0,95 Baik
GFI 0,880 ≥ 0,90 Marginal

CFI 1,000 ≥ 0,95 Baik


AGFI 0,845 ≥ 0,90 Marginal
RMSEA 0,000 ≤ 0,08 Baik

Sumber: Data diolah, 2016


Pada Tabel 5. hasil uji fit index yang digunakan untuk
kesesuaian model secara mengukur derajat kesesuaian
keseluruhan (multivariat) telah antara model atau teori dengan
menunjukan bahwa secara data yang disajikan, sehingga
keseluruhan, model penelitian pengujian dapat dilakukan dengan
dikatakan baik nilai chi square menggunakan fit indeks lainnya
lebih kecil dan sesuai yang untuk mengukur kebenaran model
diharapkan, meskipun dengan atau teori yang diajukan
beberapa kekurangan pada nilai (Ferdinand, 2002:54). Hal tersebut
GFI dan AGFI nilai yang dihasilkan menunjukan model penelitian ini
tidak sesuai dengan rekomendasi sudah cukup bagus, dan dapat
kriteria yang diharapkan. dilanjutkan.
Umumnya terdapat berbagai jenis

Tabel 6.
Nilai Estimasi Parameter
Estimate Standardized

Inovasi Produk < --- Orientasi Pasar 0,318


Keunggulan bersaing < --- Orientasi Pasar 0,366
Kinerja Pemasaran < --- Inovasi Produk 0,369
Kinerja Pemasaran < --- Keunggulan 0,267
Bersaing
Kinerja Pemasaran < --- Orientasi Pasar 0,255

Sumber: Data diolah, 2016

Pada Tabel 6. dapat didapatkan oleh IKM mebel. Kinerja


diketahui bahwa Inovasi Produk = Pemasaran = 0,369 Inovasi Produk,
0,318 Orientasi Pasar, pengaruh pengaruh inovasi produk terhadap
orientasi pasar terhadap inovasi kinerja pemasaran bernilai positif.
produk bernilai positif. Hal ini Hal ini menyatakan bahwa dengan
menyatakan bahwa semakin baik melakukan inovasi produk dengan
orientasi pasar yang dilakukan oleh baik, maka akan meningkatkan
IKM mebel, maka semakin baik kinerja pemasaran pada IKM
inovasi produk yang dapat mebel. Kinerja Pemasaran = 0,267
dilakukan oleh IKM Mebel. Keunggulan Bersaing, pengaruh
Keunggulan Bersaing = 0, 366 keunggulan bersaing terhadap
Orientasi Pasar, pengaruh orientasi kinerja pemasaran bernilai positif.
pasar terhadap keunggulan Hal ini menyatakan bahwa semakin
bersaing bernilai positif. Hal ini tinggi keunggulan bersaing yang
menyatakan bahwa semakin baik dimiliki IKM mebel, maka akan
orientasi pasar yang dilakukan oleh meningkatkan kinerja pemasaran
IKM mebel, maka semakin tinggi pada IKM mebel. Kinerja
keunggulan bersaing yang akan Pemasaran = 0,255 Orientasi Pasar,

11
pengaruh orientasi pasar terhadap melakukan orientasi pasar dengan
kinerja pemasaran bernilai positif. baik, maka akan meningkatkan
Hal ini menyatakan bahwa dengan kinerja pemasaran IKM mebel.

Tabel 7.
Nilai StandardizedDirect, Indirect, dan Total Effect

Direct Effect Indirect Effect Total Effect


Orientasi Pasar → 0,318 - 0,318
Inovasi Produk
Orientasi Pasar → 0,366 - 0,366
Keunggulan Bersaing
Inovasi Produk → 0,369 - 0,369
Kinerja Pemasaran
Keunggulan Bersaing 0,267 - 0,267
→ Kinerja Pemasaran
Orientasi Pasar → 0,255 0,213 0,468
Kinerja Pemasaran

Sumber: Data diolah, 2016

Tabel 7. menunjukan bahwa pemasaran sebesar 0,267, dan


variabel orientasi pasar memiliki variabel orientasi pasar memiliki
pengaruh secara langsung pengaruh secara langsung
terhadap variabel inovasi produk terhadap variabel kinerja
sebesar 0,318, variabel orientasi pemasaran sebesar 0,255.Pengaruh
pasar memiliki pengaruh secara tidak langsung dari variabel
langsung terhadap variabel orientasi pasar terjadi pada variabel
keunggulan bersaing sebesar kinerja pemasaran yang di
0,366, variabel inovasi produk perantarai oleh variabel inovasi
memiliki pengaruh secara langsung produk dan keunggulan bersaing
terhadap variabel kinerja sebesar 0,213. Variabel orientasi
pemasaran sebesar 0,369, variabel pasar memiliki pengaruh secara
keunggulan bersaing memiliki langsung terhadap variabel kinerja
pengaruh secara langsung pemasaran sebesar 0,255.
terhadap variabel kinerja

Tabel 8.
Scalar Estimates
Direct Effect Estimate CR p-value Ket
Standardize
d
Orientasi Pasar → Inovasi 0,318 2,779 0,005 Signifikan
Produk
Orientasi Pasar → 0,366 3,368 *** Signifikan
Keunggulan Bersaing
Inovasi Produk → Kinerja 0,369 3,105 0,002 Signifikan
Pemasaran
Keunggulan Bersaing → 0,267 2,347 0,019 Signifikan
Kinerja Pemasaran
Orientasi Pasar → Kinerja 0.255 2,284 0,022 Signifikan
Pemasaran
Indirect Effect Estimate CR p-value Ket
Standardized
Orientasi Pasar → Inovasi 0,213 - - -
Produk dan keunggulan
bersaing → Kinerja
Pemasaran
Total Effect Estimate CR p-value Ket
Standardized
Orientasi Pasar → Kinerja 0,468 - - -
Pemasaran
Sumber: Data diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 8. dapat bersaing terhadap variabel kinerja


dilihat bahwa variabel orientasi pemasaranmemiliki p value sebesar
pasar terhadap variabel inovasi 0,019. Hasil tersebut menunjukan
produkmemiliki p value sebesar pengaruh antara variabel
0,005. Hasil tersebut menunjukan keunggulan bersaing dengan
pengaruh antara variabel orientasi variabel kinerja pemasaran
pasar dengan variabel inovasi signifikan dan dapat diterima,
produk signifikan dan dapat karena p value kurang dari
diterima, karena p value kurang 0,05.Variabel orientasi pasar
dari 0,05. Variabel orientasi terhadap variabel kinerja
pasarterhadap variabel keunggulan pemasaran memiliki p value
bersaingmemiliki p value sebesar sebesar 0,022. Hasil tersebut
0,000. Hasil tersebut menunjukan menunjukan pengaruh antara
pengaruh antara variabel orientasi variabel orientasi pasar dengan
pasar dengan variabel keunggulan variabel kinerja pemasaran
bersaing signifikan dan dapat signifikan dan dapat diterima,
diterima, karena p value kurang karena p value kurang dari
dari 0,05. Variabel inovasi produk 0,05.Variabel inovasi produk dan
terhadap variabel kinerja keunggulan bersaing memediasi
pemasaranmemiliki p value sebesar pengaruh orientasi pasar terhadap
0,002. Hasil tersebut menunjukan kinerja pemasaran sebesar 0,213.
pengaruh antara variabel inovasi Hal ini menunjukan bahwa inovasi
produk dengan variabel kinerja produkdan keunggulan bersaing
pemasaran signifikan dan dapat mampu memediasi pengaruh
diterima, karena p value kurang orientasi pasarterhadap kinerja
dari 0,05.Variabel keunggulan pemasaran.

Tabel 9.
Hasil Uji Sobel
Sobel Nilai Keterangan
Z 4,74 Memediasi
Sig. 0,000 Signifikansi
Sumber: Data diolah, 2016
Tabel 9. menunjukan bahwa positif terhadap keunggulan
nilai Z sebesar 4,74 di mana nilai bersaing. Penelitian Sugiyarti
ini lebih besar dari nilai yang (2013) menyatakan bahwa ada
ditentukan yaitu 1,96 dengan hubungan positif yang signifikan
tingkat signifikansi 0,000, lebih antara orientasi pasar terhadap
kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan keunggulan bersaing.
bahwa variabel inovasi produk dan Hasil pengujian hipotesis
keunggulan bersaing mampu ketiga (H3), diperoleh hasil bahwa
memediasi secara signifikan inovasi produk berpengaruh
hubungan antara orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran
terhadap kinerja pemasaran. sebesar 0,369 dengan p value
Hasil pengujian hipotesis sebesar 0,002. Pengaruh tersebut
pertama (H1), diperoleh hasil bahwa positif dan signifikan dan hipotesis
orientasi pasar berpengaruh ketiga (H3) diterima karena p value
terhadap inovasi produk sebesar lebih rendah dari 0,05.Hasil
0,318 dengan p value sebesar penelitian ini sesuai dengan
0,005. Pengaruh tersebut positif penelitian Pardi et al. (2014)
dan signifikan dan hipotesis menyatakan bahwa inovasi
pertama (H1) diterima karena p memiliki pengaruh yang signifikan
value lebih rendah dari 0,05. Hal positif terhadap kinerja pemasaran.
ini menunjukkan bahwaorientasi Penelitian yang dilakukan oleh
pasar yang telah dilakukan Widarti (2011); Tung (2012); Killa
perusahaan dapat berpengaruh (2014); Utaminingsih (2016)
secara langsung dalam penciptaan ditemukan bahwa inovasi
inovasi. Hasil penelitian ini sesuai berpengaruh positif terhadap
dengan penelitian Wiwoho (2012); kinerja.
Suliyanto dan Rahab (2012); Hasil pengujian hipotesis
Altuntas et al. (2013); Pardi et al. keempat (H4), diperoleh hasil
(2014); Suendro (2010) menyatakan bahwa keunggulan bersaing
bahwa orientasi pasar memiliki berpengaruh terhadap kinerja
hubungan positif terhadap inovasi pemasaran sebesar 0,267 dengan p
produk. value sebesar 0,019. Pengaruh
Hasil pengujian hipotesis tersebut positif dan signifikan dan
kedua (H2), diperoleh hasil bahwa hipotesis keempat (H4) diterima
orientasi pasar berpengaruh karena p value lebih rendah dari
terhadap keunggulan bersaing 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa
sebesar 0,366 dengan p value keunggulan bersaing yang telah
sebesar 0,000. Pengaruh tersebut didapat perusahaan dapat
positif dan signifikan dan hipotesis berpengaruh secara langsung
kedua (H2) diterima karena p value dalam peningkatan kinerja
lebih rendah dari 0,05. Hasil pemasaran. Hasil penelitian ini
penelitian ini sesuai dengan sesuai dengan penelitian Pardi et
penelitian Puspitasari (2015) al. (2014) menyatakan bahwa
menyatakan bahwa orientasi pasar keunggulan kompetitif berpengaruh
berpengaruh secara signifikan dan signifikan positif terhadap kinerja

14
pemasaran. Didukung dengan inovasi produk dan keunggulan
penelitian Usvita (2015) dan bersaing sebesar 0,213, sehingga
Titahena et al. (2012) didapatkan variabel inovasi produkdan
bukti empiris yang menyatakan keunggulan bersaing dapat
bahwa ada hubungan signifikan memediasi pengaruhtidaklangsung
positif dan mendukung tentang antara variabel orientasi pasar
adanya hubungan antara terhadap kinerja pemasaran. Hal
keunggulan bersaing terhadap ini menunjukkan bahwa hipotesis
kinerja pemasaran. enam (H6) diterima bahwa inovasi
Hasil pengujian hipotesis produkdan keunggulan bersaing
kelima (H5), diperoleh hasil bahwa berperan memediasi hubungan
orientasi pasar berpengaruh antara orientasi pasarterhadap
terhadap kinerja pemasaran kinerja pemasaran. Hasil penelitian
sebesar 0,255 dengan p value Jhonson et al. (2009) menyatakan
sebesar 0,022. Pengaruh tersebut bahwa inovasi mampu memediasi
positif dan signifikan dan hipotesis antara orientasi pasar terhadap
kelima (H5) diterima karena p value kinerja. Inovasi adalah variabel
lebih rendah dari 0,05. Hal ini mediator antara orientasi pasar
berarti semakin tinggi pengaruh dan kinerja dari perusahaan
orientasi pasar maka akan (Olavarrieta & Friedmann, 2008).
meningkatkan kinerja Altuntas et al. (2013) menyatakan
pemasaran.Hasil penelitian ini bahwa inovasi sangat tergantung
sesuai dengan penelitian Wachjuni pada orientasi pasar dan akan
(2014), menunjukkan bahwa memainkan peran sebagai mediator
orientasi pasar secara signifikan untuk mendorong kinerja
berhubungan dengan kinerja organisasi.
pemasaran. Didukung dengan
Hasil penelitian Basuki dan
penelitian Titahena et al. (2012)
Rahmi (2012) menunjukkan bahwa
didapatkan bukti empiris yang
strategi keunggulan bersaing
menyatakan bahwa ada hubungan
sebagai variabel moderasi
signifikan positif dan mendukung
mempunyai peran yang cukup
tentang adanya hubungan antara
penting dalam mendukung
orientasi pasar terhadap kinerja
pelaksanaan oreintasi pasar untuk
pemasaran. Penelitian Suliyanto
meningkatkan kinerja pemasaran.
dan Rahab (2012); Alrubaiee
Didukung dengan penelitian Zhou
(2013); Ahimbisibweet al. (2013);
et al. (2009) menyatakan bahwa
Anggraeni dkk(2014); Charles et al.
Hubungan orientasi pasar tidak
(2012); Pertiwi dan Siswoyo (2016);
secara langsung berhubungan
Usvita (2015) telah membuktikan
dengan kinerja pemasaran, namun
bahwa orientasi pasar berpengaruh
melalui keunggulan bersaing.
terhadap kinerja pemasaran.
Hasil pengujian hipotesis IV. SIMPULAN DAN SARAN
keenam (H6), diperoleh hasil bahwa
orientasi pasar berpengaruh Berdasarkan pembahasan
terhadap kinerja pemasaranmelalui hasil penelitian ini maka dapat
ditarik simpulan sebagai berikut : produk terhadap keunggulan
Orientasi Pasar berpengaruh positif bersaing.
dan signifikan terhadap inovasi
produk, Orientasi pasar DAFTAR PUSTAKA
berpengaruh positif dan signifikan Altuntas, Gultekin, Fatih Semercioz
terhadap keunggulan bersaing, & anife Eregez,a. 2013.
Inovasi produk berpengaruh positif Linking strategic and
dan signifikan terhadap kinerja market orientations to
pemasaran, Keunggulan bersaing organizational
berpengaruh positif dan signifikan performance: the role of
terhadap kinerja pemasaran, innovation in private
Orientasi pasar berpengaruh positif healthcare organizations.
dan signifikan terhadap kinerja Procedia- Social and
pemasaran, Inovasi produk dan Behavioral Sciences, 99(9),
keunggulan bersaing berperan pp: 413-419.
dalam memediasi pengaruh
Atalay, M., N. Anafartand., F.
orientasi pasar terhadap kinerja
Sarvan. 2013. The
pemasaran.
relationship Between
Saran yang dapat diberikan
Innovation And Firm
adalah sebagai berikut: Pemilik
Performance: An Empirical
atau pengelola IKM Mebel di Kota
Evidence From Turkish
Denpasar harus melakukan
Automotive Supplier
orientasi pasar yang lebih baik lagi
Industry. Procedia-Social
untuk dapat menciptakan inovasi
and Behavioral Sciences
produk yang baik, Pemilik atau
75, pp: 226-235.
pengelola IKM Mebel di Kota
Denpasar harus melakukan Alrubaiee, Laith. 2013. An
orientasi pasar yang lebih baik lagi Investigation on the
untuk dapat menciptakan kinerja Relationship Between New
pemasaran yang baik, perlu Service Development,
meningkatkaninovasi produk Market orientation, and
terbaru yang unik yang akan Marketing Performance.
membuat konsumen tertarik untuk European Journal
membeli dan mampu ofBussiness and
meningkatkan kinerja pemasaran Management, 5 (5), pp: 1-
perusahaan, Pemilik atau pengelola 26.
IKM Mebel harus melakukan
Ahimbisibwe, G., Joseph M., Ntayi
orientasi pasar lebih baik lagi agar
M., and Goma M. 2013.
mampu menghasilkan lebih banyak
Export Market Orientation,
inovasi pada produk dan agar
Innovation and
mampu meningkatkan kinerja
Performance of Fruit
pemasarannya, pada penelitian
Exporting Firm in Uganda.
berikutnya diharapkan dapat
European Scientific Journal,
meneliti hubungan variabel inovasi
9 (4), pp: 295-313.
Anggraeni, Nia., Marnis., Samsir. Agribusiness, 27 (1/2), pp:
2014. Strategi Orientasi 85-106.
Pasar, Inovasi dan
Killa, Maklon Felipus. 2014. Effect
Orientasi Pembelajaran
of Entrepreneurial
Pengaruhnya Terhadap
Innovativeness Orientation,
Kinerja Usaha serta
Product Innovation, and
Dampaknya Terhadap
Value Co-Creation on
Keunggulan Bersaing
Marketing Performance.
(Studi pada Jasa Salon
Journal of Research in
Kecantikan dan Spa di
Marketing, 2 (3): 198-204.
Kota Pekanbaru). Jurnal
Sosial Ekonomi Kotler, Philip. 2008. Manajenen
Pembangunan. 4 (12), h: Pemasaran, Edisi 11.
295-310. Prentice Hall. New Jersey.
Basuki, dan Rahmi Widyanti. 2012.
Kumar.V, Eli Jones, Rajkumar
Pengaruh Strategi
Venkatesan, & Robert P.
Keunggulan Bersaing dan
Leone. 2011. Is Market
Orientasi Pasar terhadap
Orientation a Source of
Kinerja Pemasaran
Sustainable Competitive
Perusahaan. Jurnal
Advantage or Simply the
Manajemen Universitas
Cost of Competing?.Journal
Islam Kalimantan (UNISKA)
of MarketingVol. 75.
Banjarmasin.
Maholtra, N.K. 2005. Riset
Charles, Lagat., Chepkwony Joel.,
Pemasaran. Jilid 1 (Edisi
Kotut Cheruiyot Samwel.
Bahasa Indonesia dari
2012. Market Orientation
Mark Reseach: An Applied
and Firm Performance in
Orientation 4e). Klaten: PT.
The Manufacturing Sector
Intan Sejati.
in Kenya. European Journal
of Business and Olavarrieta, S., and Friedmann, R.
Management. 4 (10), pp: 2008. Market Orientation,
20-27. knowledge-related
resources and firm
Ferdinand, Augusty. 2002.
performance. Journal of
Structural Equation
Business Research, 61 (6),
Modeling dalam Penelitian
pp: 623-630.
Manajemen. Bandung: BP
UNPAD. Puspitasari, Ratih Hesty Utami.
2015. Orientasi Pasar dan
Johnson, Aaron J, Clay C. Dibrell,
Inovasi produk Sebagai
& Eric Hansen. 2009.
Strategi Untuk
Market Orientation,
Meningkatkan Kinerja
Innovativeness, and
Pemasaran Perusahaan
Performance of Food
Mebel Jepara. Prosiding
Companies. Journal of
Seminar Nasional Tenologi dan Inovasi
Kebangkitan Teknologi, h : produk Terhadap
135-148. Keunggulan Bersaing
Usaha Songket Skala Kecil
Pardi, Suharyono, Suyadi Imam,
di Kota Palembang. Jurnal
Arifin Zainul. 2014. The
Orasi Bisnis Edisi ke-VIII, h
Effect of Market
: 12-19.
Orientation and
Entrepreneurial Suliyanto & Rahab. 2012. The Role
Orientation toward of Market Orientation and
Learning Orientation, Learning Orientation in
Innovation, Competitive Improving Innovativeness
Advantages and Marketing and Performance of Small
Performance.European and Medium Enterprises,
Journal of Business and AsianSocial Science. 8(1):
Management. 6 (21): 69-80. pp.134- 145.

Purwasari, Maria Mahadewi Niken., Suendro, Ginanjar. 2010. Analisis


Budi Suprapto. 2012. Pengaruh Inovasi Produk
Pengaruh Orientasi pasar Melalui Kinerja Pemasaran
Terhadap Kinerja Café di Untuk Mencapai
Yokyakarta. Jurnal Keunggulan Bersaing
StudiManajeme, 2(1), h: 20- Berkelanjutan (Studi kasus
30. pada Industri Kecil dan
Pertiwi, Yunita Dwi. dan Siswoyo, Menengah Batik
Bambang Banu. 2016. Pekalongan). Tesis Program
Pengaruh Orientasi Pasar Studi Magister Manajemen
Terhadap Kinerja Program Pascasarjana
Pemasaran pada UMKM Universitas Diponegoro,
Kripik Buah di Kota Batu. Semarang.
Syariah Paper Accounting
Sugiyarti, Gita. 2013. Membangun
FEB UMS, 3, h: 231-238.
Keunggulan Bersaing
Rodríguez, Antonio L. Leal., Gema Produk Melalui Orientasi
Albort-Morant. 2016. Pembelajaran , Orientasi
Linking Market Pasar Dan Inovasi Produk
Orientation, Innovation (Studi empiris pada
and Performance: An industry pakaian jadi skala
Empirical Study On Small kecil dan menengahdi kota
Industrial Enterprises In Semarang). Jurnal Ilmiah
Spain. Journal of Small UNTAG, pp: 110-123.
Business Strategy. Vol. 26
Tambunan, T. 2012. Usaha Mikro
(1): 37-50.
Kecil dan Menengah di
Setiawan, Heri. 2012. Pengaruh Indonesia (Isu-isu Penting).
Orientasi Pasar, Orientasi Jakarta: LP3ES.
Titahena, Daniel Alexander., Abdul Manajemen, 31 (2), h: 77-
Syukur., & Dwiarso Utomo. 87.
2012. Analisis Pengaruh
Wachjuni. 2014. Pengaruh
Orientasi Pasar, Inovasi
Orientasi Pasar, Inovasi
dan Orientasi
Produk Dan Kualitas
Kewirausahaan terhadap
Layanan Terhadap Kinerja
Kinerja Pemasaran dengan
Pemasaran Dalam Upaya
Intervening Keunggulan
Mencapai Keunggulan
Bersaing (Studi Kasus
Bersaing.Jurnal Ekonomi
Industri Menengah dan
dan Teknik Informatika.
Besar Mebel dan Furniture
Volume 2 (1), pp: 1-23.
di Kota Semarang). Jurnal
Manajemen Universitas Widarti, Dyah Tri. 2011. Pengaruh
Dian Nuswantoro. Orientasi Pasar dan Inovasi
Produk terhadap Kinerja
Tung, J. 2012. A Study Of Product
Pemasaran (Studi Kasus
Innovation On Firm
Pada Sentra Industri
Performance. The
Pembuatan Tahu
International Journal of
Kecamatan Sragen
Organizational Innovation,
Kabupaten Sragen).
4 (3), pp: 83-97.
Skripsi. Semarang:
Usvita, Mega. 2015. Pengaruh Universitas Negeri
Orientasi Kewirausahaan Semarang.
dan Orientasi Pasar Wiwoho, Gunarso. 2012. Analisis
terhadap Kinerja Pengaruh Orientasi Pasar,
Pemasaran melalui Orientasi Pembelajaran
Keunggulan Bersaing Terhadap Inovasi Produk
sebagai Variabel dan Kinerja Pemasaran
Intervening (Survey pada (Studi pada Sentra Industri
UKM Pangan Dinas Kecil Rumah Tangga
PERINDAGTAMBEN Kota Kerajinan Anyaman
Padang). E-jurnal Apresiasi Pandan di Desa Grenggeng
Ekonomi, 3 (1), pp: 31-37. Kecamatan Karanganyar
Kabupaten Kebumen).
Utaminingsih, Adijati. 2016.
Jurnal Manajemen, pp: 34-
Pengaruh Orientasi Pasar,
50.
Inovasi, dan Kreativitas
Strategi Pemasaran Zhou, Kevin Zheng, James R.
Terhadap Kinerja Brown, Chekitan S. Dev.
Pemasaran pada UKM 2009. MarketOrientation,
Kerajinan Rotan di Desa CompetitiveAdvantage, and
Teluk Wetan, Welahan, Performance: A Demand –
Jepara. Media Ekonomi dan Based Perspective.Journalof
Business Research. 62:
1063 – 1070.

Zimmerer, Thomas W dan


Scarborough, Norman M.
2005. Pengantar
Kewirausahaan dan
Manajemen Bisnis Kecil.
Jakarta: PT. Penebar
Swadaya.