Anda di halaman 1dari 7

KASUS DIETETIK

PENYAKIT INFEKSI DAN DEFISIENSI

BAGIAN 1. ASSESMEN

A. ANAMNESIS
Identitas Pasien
a. Nama : SR
b. Umur : 62 tahun
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Pekerjaan : Pensiunan
e. Pendidikan : SLTA
f. Agama : Islam
g. Nomor RM : 1162897
h. Ruang : Bougenville 4/2
i. Tanggal Masuk : 13 Februari 2009
j. Tanggal Kasus : 18 Februari 2009
k. Alamat : Pakem Binangun, Sleman
l. Diagnosis medis : Sirosis hati dekompensata, ensefalopati hepatikum
grade I

B. DATA SUBYEKTIF
1. Berkaitan Dengan Riwayat Penyakit
a. Keluhan Utama
Lemas
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak April 2008 pasien didiagnosa menderita sirosis hati. 10 BSMRS pasien merasa mual,
muntah, perut dirasakan semakin membesar, BAB coklat, BAK seperti air teh, kemudian periksa
ke rumah sakit dan rawat inap diagnosa pulang sirosis hati dekompensata, gastritis. 1 MSMRS
pasien merasa susah tidur dan lemas.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Gastritis
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang menderita penyakit serupa.

2. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


Data sosio ekonomi Jumlah anggota keluarga : 6 orang
Suku : Jawa
Aktifitas fisik Jumlah jam tidur 8-9 jam
Sejak April 2008 pasien lebih banyak istirahat di rumah dan tidak pernah
olahraga
Alergi makanan -
Masalah gastro- Nyeri ulu hati (tidak), Mual (ya), Muntah (ya), Diare (ya), Konstipasi
intestinal (tidak), Anoreksia (ya), Perubahan pengecapan/penciuman (tidak)
Penyakit kronik Jenis penyakit : Sirosis dan Gastritis
Kesehatan mulut Sulit menelan (tidak), Stomatitis (tidak), Gigi lengkap (ya)
Pengobatan Pasien rutin kontrol dengan pengobatan propanolol 2x20 mg, spirolactan
2x100 mg, curcuma 3x1 dan vitamin K 3x1
Perubahan berat Bertambah/berkurang : berkurang dari 72 kg menjadi 67 kg
badan Lamanya : selama 8 bulan terakhir
Mempersiapkan Dipersiapkan sendiri oleh pasien atau oleh anak pasien
makanan
Riwayat / pola Pasien biasa makan teratur 3x/hari, namun sejak 8 bulan terakhir takut
makan mengonsumsi makanan. Apabila makan ikan pasien sering mual

1
kemudian muntah.
Makanan pokok : nasi tim, 3x/hari @1 centong
Lauk hewani : ayam, telur, ikan asin (2-3 kali/minggu)
Lauk nabati : tahu, tempe 2-3x/hari
Sayur : semua jenis sayuran kecuali labu siam, dimasak tumis, sup atau
lodeh 2-3x/hari
Buah : pisang, pepaya, rambutan, jeruk 3-4x/minggu
Minuman : air putih, teh manis

Kesimpulan : Pasien mengalami sirosis hati disertai ensefalopati hepatikum grade I

Pembahasan :sirosis hati dekompensata merupakan sirosis hati yang gejala-gejalanya


sudah jelas pada pasien. Gejala tersebut berupa lemas, mual, muntah, anoreksia, penurunan
berat badan, edema, dan asites. Sedangkan ensefalopati hepatikum merupakan kondisi
dimana penderita penyakit hati mengalami perubahan kepribadian, psikologis, dan sistem
saraf yang diakibatkan karena peningkatan kadar amonia dalam aliran darah dan otak.
Kondisi ini juga mengakibatkan gangguan metabolisme asam amino didalam tubuh.

C. DATA OBYEKTIF
1. Antropometri

BB 67 kg (asites, odema)
TB 155 cm
LLA 27 cm

Kesimpulan :
BB koreksi = 67 – (10%x67) karena asites dan odema
= 67 – 6,7
= 60,3 kg

BBI = (155-100) – 10%(155-100)


= 55 – 5,5
= 49,5 kg

IMT = 60/1,552
= 25 (normal)

Pembahasan : karena pasien mengalami asites dan odema, maka dilakukan pengoreksian
sebanyak 10% dari berat badan aktual pasien. Lalu berdasarkan perhitungan diperoleh berat
badan ideal pasien 49,5 kg. lalu untuk indeks massa tubuh, berdasarkan kategori IMT dari
DepKes RI status gizi pasien masih tergolong normal 18,5 – 25,0.

2
2. Biokimia

Pemeriksaan Nilai Normal Awal Masuk RS Interpretasi


WBC 4,8 – 10,3 103/µL 9 Normal
RBC 4,2 – 5,4 106/µL 1,8 Rendah
HGB 12 – 16 g/dL 73 Rendah
HCT 37 – 47 % 20,3 Rendah
MCV 79 - 99 fl 112,5 Tinggi
MCH 27-31 pg 40,7 Tinggi
MCHC 33 – 37 g/dL 36,2 Normal
PLT 150 – 450 103/µL 68 Rendah
Na 137-145 mmol/L 124 Rendah
K 3,1 – 5,1 mmol/L 4,3 Normal
Cl 98 – 107 mmol/L 100 Normal
TP 6,4 – 8,3 g/dL 5,6 Rendah
Alb 3,5 – 5 g/dL 1,75 Rendah
BUN 7 – 20 mg/dL 16 Normal
Cre 0,6 – 1,5 mg/dL 1,1 Normal
Asam urat 2,6 – 7,2 mg/dL 5,3 Normal
SGOT 15 – 46 U/L 65 Tinggi
SGPT 11 – 66 U/L 51 Normal
HbSAg (ME) 0 – 0,99 COI 2,952 Tinggi
GDS 80 – 140 mg/dL 215 Tinggi

Kesimpulan : Pasien mengalami anemia + sirosis + hepatitis B

Pembahasan : kadar RBC, HGB, HCT yang rendah serta MCV dan MCH yang tinggi
menandakan pasien mengalami anemia. Sedangkan SGOT yang tinggi menandakan fungsi
hati pasien sudah rusak diakibatkan karena sirosis. Untuk pemeriksaan PLT rendah
diakibatkan karena sirosis dan anemia sedangkan kadar Na yang rendah karena pasien
mengalami diare dan sirosis. Begitu juga dengan pemeriksaan albumin dan total protein yang
rendah diakibatkan karena adanya penyakit kronik yaitu sirosis. Terakhir pemeriksaan HbSAg
yang tinggi menandakan pasien positif terinfeksi virus hepatitis B.

3. Fisik Klinis
a. Kesan Umum : sedang, compos mentis
b. Vital Sign :

Pemeriksaan Satuan/Nilai Normal Awal Masuk Awal Kasus Interpretasi


RS
Tekanan darah 120/80 mmHg 110/70 110/60 Hipotensi
Nadi 80 – 100 x/menit 84 80 Normal
Pernafasan 20 – 24 x/menit 20 20 Normal
Suhu 36,50C - 370C 36 36 Hipotermi
Sklera Ikterik Ikterik
Abdomen, Ascites, Ascites,
ekstremitas edema kaki edema kaki

Kesimpulan : hipotensi + hipotermi + Ikterik + asites dan edema

3
Pembahasan : hipotensi dan hipotermi diakibatkan karena pasien mengalami anemia
sedangkan ikterik, asites dan edema merupakan gejala sirosis hati pada pasien.

4. Dietary
Hasil Recall 24 jam diet : Rumah sakit
Tanggal : 18 Februari 2009
Diet RS : DH III
Asupan Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
Oral 807,25 33,20 25,20 120,60
Infus (D10%:Aminoleban) = 567,20 41,80 - 100
2:1 16 tpm
Kebutuhan 2100 60 47 360
% Asupan/Kebutuhan 65 125 54 62

Kesimpulan : semua asupan kurang kecuali protein asupannya berlebih

Pembahasan : menurut WNPG asupan dikatakan normal antara 90-120, dan lebih apabila >120

5. Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang pada pasien

6. Terapi Medis
Interaksi dengan Zat
Jenis Obat Fungsi Solusi
Gizi
Aldacton 2x100 mg
Lasix tablet 1-0-0
Propanolol 2x20 mg
Inj vit K
Lactulac syr 1xC
Curcuma 3x1
Infus
D10%:Aminoleban =
2:1

BAGIAN 2. DIAGNOSIS GIZI

NI 1.4 asupan energi inadekuat berkaitan dengan anoreksia ditandai dengan asupan energi 65% (>90%).
NI 5.7.2 asupan protein berlebih berkaitan dengan sirosis hati ditandai dengan asupan protein 125% (>120%).
NC 1.1 kesulitan menelan berkaitan dengan sirosis hati ditandai dengan pasien mual muntah.
NC 2.2 perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan sirosis hati ditandai dengan nilai SGOT
tinggi yaitu 65 (normalnya 15 – 46 U/L).

4
BAGIAN 3. INTERVENSI GIZI

A. PLANNING
1. Terapi Diet, Bentuk Makanan, dan Cara Pemberian
Terapi Diet : DH II RG
Bentuk makanan : ML
Cara pemberian : Oral

2. Tujuan Diet
a. Mencegah kerusakan hati lebih lanjut dan meningkatkan regenerasi jaringan hati.
b. Mencegah katabolisme protein
c. Mengurangi asites dan edema.

3. Prinsip dan Syarat Diet


a. Energi tinggi, 35 kkal/kg BB.
b. Lemak cukup, 20% dari energi total.
c. Protein 1 g/kg BB.
d. Natrium rendah.
e. Membatasi asupan cairan.

4. Perhitungan Kebutuhan Energi, Zat Gizi, dan Cairan


a. Kebutuhan Energi = 35 x 60 = 2100 kkal

b. Kebutuhan Protein = 1 x 60 = 60 g

c. Kebutuhan Lemak = 20% x 2100 = 420/9 = 47 g

d. Kebutuhan Karbohidrat = 2100 – 420 – 240 = 1440/4 =360 g

e. Kebutuhan Cairan

Pembahasan Preskripsi Diet


Diet yang diberikan adalah diet hati II dan rendah garam karena pasien mengalami asites dan edema
serta pasien masih mengalami gejala sirosis aktif seperti lemas, mual, muntah dan anoreksia dengan
bentuk makanan lunak dan pemberian secara oral.

5. Rencana Monitoring dan Evaluasi

Yang diukur Pengukuran Evaluasi/ target


Biokimia SGOT Nilai SGOT Nilai SGOT antara
15 – 46 U/L
Fisik Klinis Lemas, asites dan Pengamatan Paien tidak lagi merasa
edema langsung lemas dan tidak terdapat
asites serta edema lagi
Dietery asupan energi, protein, Recall 24 jam % asupan energi,
lemak, KH protein, lemak, KH
normal (90-120%)

6. Rencana Konsultasi Gizi


Sasaran : pasien dan keluarga pasien
Waktu : 30 menit
Tempat : rumah sakit
Media : food moddle

5
B. IMPLEMENTASI
1. Rekomendasi Diet

Waktu
Rekomendasi Diet Bahan Makanan Jumlah
Makan
Makan Pagi
Snack
siang
Makan
siang
Selingan
sore
Makan
malam

2. Kajian Rekomendasi Diet


Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
Rekomendasi diet
Kebutuhan (planning) 2100 60 47 360
% rekomendasi/kebutuhan

Pembahasan Diet :

BAGIAN 4. KAJIAN PUSTAKA

BAGIAN 5. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA

6
7