Anda di halaman 1dari 15

BAB V

ANALISIS STABILITAS BENDUNG

5.1 Gaya yang Bekerja Pada Bangunan


Setelah selesai direncanakan, bendung harus dianalisis kestabilannya.
Adapun gaya-gaya yang bekerja pada bangunan yang mempunyai arti penting
dalam perencanaan adalah:
a. Tekanan air
b. Tekanan lumpur (sediment pressure)
c. Gaya gempa
d. Berat bangunan
e. Reaksi pondasi

Bendung yang telah direncanakan dimensi dan gambarnya harus dicek


kestabilannya terhadap empat penyebab runtuhnya bangunan gravitasi. Keempat
hal tersebut adalah :
1. Geser (Sliding)
a. sepanjang sendi horisontal atau hampir horisontal di atas pondasi
b. sepanjang pondasi atau
c. sepanjang kampuh horisontal atau hampir horisontal dalam pondasi.
2. Guling (Overturning)
a. di dalam bendung
b. pada dasar (base), atau
c. pada bidang di bawah dasar.
3. Angkat (Uplift)
4. Rembesan
5. Gempa

42
Gambar 5.1 Stabilitas Bendung

43
Tabel 5.1 Perhitungan Uplift
KEAMANAN TERHADAP GAYA ANGKAT / UPLIFT

1.Kondisi Banjir Rencana

Koordinat Gaya angkat


Titik x y Jalur Lv Lh Lx L Hx Δh Ux U
(m) (m) (m) (m) (m) (m) (m) (m) (m) ( KN )
1 -20 12,5 0 48,33 4,35 12,50 4,35
2,5 0 0 0
2 -20 10 2,5 48,33 4,35 12,50 3,70
0 1 3,66 35,89
3 -19 10 2,83 48,33 4,35 12,50 3,62
1,5 0 0 0
4 -19 11,5 4,33 48,33 4,35 12,50 3,23
0 4 12,22 176,69
5 -15 11,5 5,67 48,33 4,35 12,50 2,88
1,5 0 0 0
6 -15 10 7,17 48,33 4,35 12,50 2,49
0 1 2,45 38,54
7 -14 10 7,5 48,33 4,35 12,50 2,41
1,5 0 0 0
8 -14 11,5 9 48,33 4,35 12,50 2,02
0 4 7,39 131,66

44
9 -10 11,5 10,33 48,33 4,35 12,50 1,68
1,5 0 0 0
10 -10 10 11,83 48,33 4,35 12,50 1,29
0 1 1,24 27,29
11 -9 10 12,17 48,33 4,35 12,50 1,20
1,5 0 0 0
12 -9 11,5 13,67 48,33 4,35 12,50 0,81
0 4 2,56 86,63
13 -5 11,5 15 48,33 4,35 12,50 0,47
1,5 0 0 0
14 -5 10 16,5 48,33 4,35 12,50 0,08
0 1 0,04 16,03
15 -4 10 16,83 48,33 4,35 12,50 -0,01
1,5 0 0 0
16 -4 11,5 18,33 48,33 4,35 12,50 -0,39
0,5 4 -2,52 39,19
C 0 12 20,17 48,33 4,35 12,50 -0,87
4 0 0 0
D 0 8 24,17 48,33 4,35 12,50 -1,90
0 1 -1,95 -2,47
E 1 8 24,5 48,33 4,35 12,50 -1,99
3,0 0 0 0
F 1 5 27,5 48,33 4,35 12,50 -2,76
0 7,5 -23,16 -98,40
G 8,5 5 30 48,33 4,35 12,50 -3,41

45
1 0 0 0
H 8,5 6 31 48,33 4,35 12,50 -3,67
0 9,5 -38,75 -323,67
I 18 6 34,17 48,33 4,35 12,50 -4,49
1 1 -4,66 -31,01
J 19 5 35,5 48,33 4,35 12,50 -4,83
0 4 -20,02 -136,91
K 23 5 36,83 48,33 4,35 12,50 -5,18
2,5 0 0 0
L 23 2,5 39,33 48,33 4,35 12,50 -5,82
0 2 -11,82 -85,34
M 25 2,5 40 48,33 4,35 12,50 -6,00
2 0 0 0
N 25 0,5 42 48,33 4,35 12,50 -6,51
0 3 -19,93 -148,52
O 28 0,5 43 48,33 4,35 12,50 -6,77
0,5 0 0 0
P 28 0 43,5 48,33 4,35 12,50 -6,90
0 4 -28,30 -227,91
Q 32 0 44,83 48,33 4,35 12,50 -7,25
0,5 1 -7,35 -28,07
R 33 0,5 45,67 48,33 4,35 12,50 -7,46
0 4 -30,54 -325,35
S 37 0,5 47 48,33 4,35 12,50 -7,81
0,5 1 -7,92 -31,09

46
T 38 0 47,83 48,33 4,35 12,50 -8,02
0 1,5 -12,13 -274,90
U 39,5 0 48,33 48,33 4,35 12,50 -8,15
TOTAL 28,5 59,5 -179,48 1161,73

47
Tabel 5.2 Perhitungan Gaya Momen Akibat Berat Sendiri Beton
dan Penahan

Nama Alas Tinggi Tebal Berat jenis Gaya Lengan Momen


Gaya (m) (m) (m) (KN/m3) (KN) (m) (KN.m)
G1 1 0,5 1 24 4,71 0,50 2,36
G2 1 6 1 24 144 0,50 72
G3 7,5 7 1 24 630 6 3780
G4 7,5 2,5 1 24 450 4,75 2137,50
G5 9,5 1,5 1 24 342 13,25 4531,50
G6 1 0,5 1 24 4,71 18,50 87,14
G7 1 5 1 24 120 18,50 2220
G8 9 6 1 24 648 21,17 13716,02
G9 4,5 2,5 1 24 270 24,25 6547,50
G10 2,5 2,5 1 24 75 27,17 2037,50
G11 3 2 1 24 144 26,50 3816
G12 4 2,5 1 24 240 30 7200
G13 1 2 1 24 48 32,50 1560
G14 1 0,5 1 24 6 32,33 194,00
G15 4 2 1 24 192 35 6720
G16 1 2 1 24 48 37,50 1800
G17 1 0,5 1 24 6 37,67 226,00
G18 1,5 2,5 1 24 90 38,75 3487,50
TOTAL 3462,42 60135,014

Tabel 5.3 Perhitungan Tekanan Aktif (Tanah dan Air) & Pasif

Gaya yang bekerja Momen terhadap


Lengan Moment (m) Ket
(KN) titik AA (KNm)
Ea 1 658,4312396 3,9075 2572,820069 Akibat air di atas muka tanah
Akibat air yang menjadi
Ea 2 258,3102088 5,75 1485,2837
beban merata
Jumlah 916,7414484 4058,103769

48
Tabel 5.4 Perhitungan Momen Pengguling

Momen ke ttitik
Gaya yang bekerja Lengan Momen ( m )
AA
D-E -19,88 0,5 -9,94
9,73 1 9,73
F-G -256 4,75 -1215,08
24,25 8,5 206,09
H-I -426,39 13,25 -5649,69
38,90 18 700,22
I-J -48,33 18,5 -894,13
1,72 19 32,76
J-K -207,12 21 -4349,51
6,90 23 158,62
L-M -119,94 24 -2878,54
1,72 25 43,10
N-O -203,18 26,5 -5384,39
3,88 28 108,62
P-Q -289,88 30 -8696,34
6,90 32 220,69
Q-R -74,62 32,5 -2425,30
1,08 33 35,56
R-S -312,29 35 -10930,21
6,90 37 255,17
S-T -80,23 37,5 -3008,56
1,08 38 40,95
T-U -122,28 38,75 -4738,42
0,97 39,5 38,31
Jumlah -2055,94 -48330,30

49
5.2 Stabilitas Terhadap Gempa
Untuk menghitung stabilitas bendung terhadap gempa dibutuhkan koefisien
gempa yang dihitung dengan rumus sebagai berikut :
ad = n ( ac x z )m
ad
E
g

Dimana :
ad = percepatan gempa rencana ( cm/dt2 )
n,m = koefisien untuk jenis tanah ( tabel 3.8 KP 06 )
ac = percepatan kejut dasar ( cm/dt2 ), untuk harga per periode ulang
lihat tabel 3.9 KP 06.
E = koefisien gempa
g = percepatan gravitasi ( cm/dt2 ) = 980
z = factor yang bergantung pada letak geografis ( Koefisien zona
lihat gambar 3.12, 3.13 dan 3.14 KP 06 )
Koefisien gempa yang diperoleh dipakai dalam hitungan stabilitas dimana
koefisien tersebut dikalikan dengan berat sendiri bendung dan digunakan sebagai
gaya horizontal.
Koefisien jenis tanah diambil tanah alluvium dengan nilai n = 1.56 dan m =
0.89
Percepatan dasar gempa untuk Q25 th, ac= 90 cm/dt2
Faktor yang bergantung pada letak geografis untuk Pulau Jawa, z = 0.56
ad = n ( ac x z )m
= 1.56 ( 113.125 x 1 )0.89
= 104.903 cm/dt2
= 1.049 m/dt2

a d 1.049
E   0.1069
g 9.81

50
Gaya Gempa = E x ΣGaya
= 0.107 x 3462.42
= 370.256 KN

5.3 Stabilitas Terhadap Geser


Dalam pemeriksaan kestabilan terhadap geser harus dihitung terlebih dahulu
gaya – gaya horisontal dan gaya – gaya vertikal yang bekerja pada bangunan.
Gaya-gaya horizontal yang bekerja pada bendung adalah gaya tekanan air dan
gaya tekanan lumpur. Sedangkan gaya-gaya vertikal yang bekerja pada bendung
 35
Ka = tan 2 (45  )  tan 2 (45  )  0.956704
2 2
1
Kp =  1.0452
Ka
Berat jenis tanah = 18 KN/m3
Berat jenis air = 10 KN/m3

51
Gambar 5.2 Titik Berat Bendung

52
Bendung diasumsikan terbuat dari beton sehingga untuk perhitungan berat
sendiri bendung digunakan berat jenis beton = 24 KN/m3.
Perhitungan stabilitas bendung terhadap Geser berdasarkan Departemen
Pekerjaan Umum-KP06 Tahun 2009 digunakan rumus dan syarat :
V
 1.5 (dengan gempa)
H
V
 1.3 (tanpa gempa)
H

Perhitungan :
V= (ΣGaya – Σuplift) x Koefisien Gesekan
= (3462,42 – 1161,73) * 0,75
= 1752,52 KN
H = Gaya pada tekanan aktif + Gaya Gempa
= 916,741 + 370,256
= 1286,997 KN
SF = Penahan / Penggeser

V 2300,68
SF =   2,51
H 916,741
Maka bendung aman terhadap geser karena angka aman 2,51 > 1,5 dengan
memperhitungkan gaya gempa.

53
5.4 Stabilitas Terhadap Guling
Agar bangunan aman terhadap guling, maka jumlah semua momen penahan
yang bekerja pada bendung harus lebih besar dari jumlah momen guling yang
bekerja. Stabilitas bendung terhadap guling memiliki syarat seperti dibawah ini :
Mp
 1,5
Mg
Dimana :
Mp = momen penahan guling ,KNm
Mg = momen penggulingan ,KNm
Perhitungan :
Mp 60135,0141
  1.517
Mg 39643,98848
Maka bendung aman terhadap penggulingan karena angka aman 1,517 >
1,5.

5.5 Stabilitas Terhadap Angkat (Uplift)


Agar bendung aman terhadap angkat (Uplift), maka berat sendiri bendung
harus lebih besar dari pada gaya angkat yang diakibatkan oleh air di bawah
bendung. Rumus untuk menghitung stabilitas bendung terhadap angkat :
W
 1,5
Fy
Perhitungan :
W 3462,42
  2,98
Fy 1161,734
Maka bendung aman terhadap angkat karena angka aman 2,98 > 1,5.

54
BAB VI
KESIMPULAN

Dari hasil perencanaan bendung, diperoleh hasil sebagai berikut:


1. Tipe bendung : bendung tetap (badan bendung dari beton)
2. Tipe puncak bendung : bulat
3. Tipe kolam olak : USBR Tipe III
4. Jumlah pintu pembilas 2 buah dengan jumlah pilar 2 buah
5. Bendung yang telah direncanakan aman terhadap geser, guling, angkat,
rembesan dan gempa.

55
DAFTAR PUSTAKA

Departement Pekerjaan Umum. 1990. Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.


Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum: Jakarta,
Departement Pekerjaan Umum. 1986. Kriteria Perencanaan 02. Galang Persada:
Bandung.
Departement Pekerjaan Umum. 1986. Kriteria Perencanaan 04. Galang Persada:
Bandung.
Departement Pekerjaan Umum. 1986. Kriteria Perencanaan 06. Galang Persada:
Bandung.
Mawardi dan Memed. 2002. Desain Hidraulik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis.
Alfabeta: Bandung. 2002.
Soewarno. 1995. Analisis Metode Statistik untuk Analisa Data.