Anda di halaman 1dari 3

Mekanisme / Alur Pelayanan Informasi Obat

Berdasarkan Depkes RI (2004), berikut ini adalah alur menjawab pertanyaan dalam pelayanan
informasi obat:

PENANYA

PIO

ISI FORMULIR
KLASIFIKASI
- PENANYA
- PERTANYAAN

INFORMASI LATAR UMPAN


BELAKANG BALIK

KUMPUL DATA DAN


EVALUASI DATA

DOKUMENTASI FORMULIR JAWABAN

KOMUNIKASI

Prosedur Penanganan Pertanyaan

 Menerima Pertanyaan:
Dalam menerima pertanyaan, perlu menyebutkan identitas institusi dan nama petugas
secara jelas sehingga penanya mengetahui dilayani oleh siapa. Selain itu perlu memberikan
perhatian penuh selama pertanyaan ditangani.
 Identifikasi Penanya:
Identitas penanya dan alasan mereka mengajukan pertanyaan perlu diketahui segera
karena hal ini akan mempengaruhi petugas dalam mengambil langkah selanjutnya. Pada
kasus ini penanya merupakan seorang apoteker.
 Identifikasi Masalah:
Apoteker harus membuat kondisi sedemikian rupa agar penanya mengemukakan
masalahnya secara ringkas tapi jelas. Kemudian dengan segera mengetahui sumber daya
dan keahlian yang tersedia untuk memutuskan apakah permintaan informasi dapat diterima
atau harus dirujuk ke sumber informasi lain yang lebih tepat. Pada kasus ini, penanya ingin
mencari informasi mengenai fungsi, efektifitas, keamanan, dan dosis dari penggunaan
kondroitin dan glukosamin dalam manajemen terapi osteoartritis, baik tunggal maupun
kombinasi. Permintaan informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan studi literatur
melalui sumber informasi primer dan tersier sehingga permintaan informasi diputuskan
dapat diterima (dijawab).
 Menerima Permintaan Konfirmasi:
Pada saat penanya menyatakan permintaannya, maka apoteker perlu membiarkan penyanya
menyatakan dengan nyaman tanpa diinterupsi dan apoteker harus menunjukkan perhatian
penuh kepada masalah penanya. Perjelas permintaan informasi tersebut dengan
mengajukan pertanyaan yang tepat dan kemudian menyampaikan kembali kepada penanya
secara rinci untuk konfirmasi.
 Informasi Latar Belakang:
Informasi umum yang diperlukan antara lain:
- Nama dan pekerjaan penanya
- Nomor telepon/alamat yang dapat dihubungi
- Tujuan permintaan (digunakan untuk menentukan skala prioritas)
- Rincian permintaan
- Urgensi permintaan
 Penelusuran Pustaka dan Memformulasikan Jawaban:
Apoteker harus menyiapkan suatu rangkuman secara singkat, relevan dan logis serta
mencatat hal-hal penting yang akan disampaikan kepada penanya. Petugas yang belum
berpengalaman harus mendiskusikan terlebih dahulu jawaban yang disiapkan kepada
atasannya. Apabila data yang dipergunakan dalam menjawab pertanyaan berasal dari
percobaan hewan atau studi in vitro maka harus diinformasikan dengan jelas beserta segala
keterbatasannya. Apabila data berasal dari abstrak suatu artikel maka harus diinformasikan
keterbatasannya dan diberitahukan sumber aslinya.
 Dokumentasi:
Dokumentasi memuat :
- Tanggal dan waktu pertanyaan dimasukkan
- Tanggal dan waktu jawaban diberikan
- Metode penyampaian jawaban
- Pertanyaan yang diajukan
- Orang yang meminta jawaban
- Orang yang menjawab
- Kontak personal untuk tambahan informasi.
- Lama penelusuran informasi
- Referensi/sumber informasi yang digunakan
Daftar Pustaka

Depkes RI. 2004. Pedoman Pelayanan Informasi Obat di Rumah Sakit. Departemen Kesehatan RI.
Jakarta.