Anda di halaman 1dari 34

OLEH : DR. IRAISA R.

MODERATOR : DR. VERONICA CAROLIN I. S


Human Imunodeficiency Virus
gp120

translation
 Pemeriksaan Laboratorium Pasien Terinfeksi HIV
ditujukan kepada :
1. Humoral Component ( antibodi )
2. Cellular Component ( CD4 = T- Helper )
3. Viral Load (PCR)
1. PEMERIKSAAN KOMPONEN HUMORAL

 Penderita HIV ( + ) membentuk antibodi anti-


envelope antibodi gp120, anti-p24 antibodi
 Metode pemeriksaan :
- ELISA (Enzym Immunoassay)
- kuantisasi
- kualitasi (Rapid test)
 HIV Antigen ELISA mendeteksi HIV core Antigen
(p24) merupakan mayor antigen .
 HIV antibodi terhadap protein gp120 dan p24
 Pemeriksaan antibodi → Induplo ( cek ulang dengan
duplikasi ) untuk menghindari teknikal error dan false
positif.
 Hasil : Reaktif → pemeriksaan konfirmasi menggunakan
metode Western Blood Test ( WB Test ) .
 False positif jarang terjadi.
 Kekurangan WB Test :
1. Memerlukan waktu yang lama
2. Membutuhkan Staff yang terlatih
3. Memerlukan biaya yang relatif mahal
 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR : 241/Menkes/SK/IV/2006
TENTANG STANDAR PELAYANAN
LABORATORIUM KESEHATAN PEMERIKSA HIV
DAN INFEKSI OPORTUNISTIK
 Penggunaan strategi III :
Kombinasi 3 reagen rapid test HIV → Tujuan
Diagnosis.
 Standar alur pemeriksaan anti-HIV
Pemeriksaan anti-HIV disertai informed
consent tertulis, sebelumnya didahului
dengan konseling pra-uji / test dan
sesudahnya konseling pasca-uji / test.
 Pelaporan pemeriksaan dilaporkan reaktif
dan non reaktif.

 RAHASIA!!!!
2. Pengukuran cellular component :

 Target cell adalah T.helper (CD4+)


 Normal :CD4+ : 65 % dan CD8+ : 35% dari total T-
cell
 Pada penderita AIDS konsentrasi CD4+ menurun
secara drastis.
 Konsentrasi CD4+ dihubungkan dengan
konsentrasi CD8 .
 Menyebabkan rasio CD4+ / CD8 terbalik pada HIV
/ AIDS
TEKNIK PEMERIKSAAN

 CD4+ Cara Immunophenotypng menggunakan Flow


Cytometri dan Cell sorter
 PRINSIP :
Menggabungkan kemampuan alat untuk
mengindentifikasi karakteristik masing-masing
permukaan cell dengan kemampuan memisahkan
sel yang berada dalam suatu suspensi menurut
karakteristik masing-masing dengan menggunakan
satu atau lebih Probe yang sesuai secara automatis
melalui suatu celah yang diteruskan oleh seberkas
sinar laser.
FLOW CYTOMETER
IMMUNOPHENOTYPING

DEFINISI :
 Pertanda Immunologi dari struktur / antigen
permukaan sel baik sel normal maupun sel
abnormal
Cara Immunoflourescent :

 Keuntungan :
- Cepat
- Bisa double flourescent dua warna
- Banyak di gunakan
 Kerugian :
- Flourescent tidak tahan lama
- Sulit memvisualisasikan morfologi sel
 Methode Immunoenzymatic .
1. Preparat darah tepi atau sumsum tulang
2. Lebelling Immunoenzyme pada preparat
3. Reaksikan dengan kromogenic substrate
 Keuntungannya
- Label permanent
- Morfologi sel dapat divisualiasikan secara
simultan dengan antigen
- Menggunakan mikroskope cahaya
 Kerugiannya
- Lebelling perlu waktu lama
- Sulit untuk labelling ganda.
3. VIRAL LOAD

 Viral Load HIV adalah jumlah partikel virus HIV yang


ditemukan dalam setiap mililiter darah.
 Semakin banyak jumlah partikel virus HIV didalam
darah, semakin cepat sel-sel CD4+ dihancurkan dan
semakin cepat pasien kearah AIDS
 Viral Load memberikan tanda sejauh mana
keberhasilan suatu terapi, menjaga agar virus HIV
dalam kontrol dan ditekan selama mungkin dengan
pengobatan.
 Viral Load HIV diperiksa dengan menggunakan
teknologi PCR
 Proses PCR ini disebut amplifikasi atau
penggandaan. Dalam proses amplifikasi target
sekuen digandakan berulang-ulang sehingga
didapat jutaan kopi/turunan yang dinamakan
amplikon.
 Hasil pemeriksaan dilaporkan sebagai copies/ml
atau dalam perhitungan matematik logaritma atau
‘log’.
PCR

 Didalam bidang diagnostik klinik, hanya


dibutuhkan jumlah sampel yang sangat sedikit dan
dibuat tiruannya berlipat ganda sehingga ada atau
tidak adanya virus dan bakteri spesifik serta
mutasi materi genetik dapat dideteksi
 Teknologi PCR ditemukan oleh Kary Mullis pada
tahun 1985.
 Pre – PCR :
Preparasi: reagensia
Preparasi spesimen : isolasi/ purifikasi DNA/ RNA
 PCR : proses amplifikasi
Denaturasi (pemisahan rantai DNA)
Annealing (penempelan primer)
Extension (pemanjangan oleh enzim)
 Post – PPCCRR :
Deteksi/ Analisa Hasil PCR
Akhir Siklus ke-1 PCR –
Hasil tiruan Untai Ganda DNA (Amplikon)
dari Sekuen Target
Akhir Siklus ke-2
RAPID TEST (ORAQUICK MUCOSA)
RAPID TEST (UJI REVEAL G3)
RAPID TEST (UNI GOLD TEST)