Anda di halaman 1dari 3

Aparatur sipil negera yang kemudian disingkat ASN adalah warga negara

Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN


secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau
diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-
undangan. Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tiga fungsi penting, yaitu
sebagai pelayan publik, pembuat dan pelaksana kebijakan, serta perekat dan
pemersatu bangsa.
Namun, dewasa ini dalam menjalankan tugas dan perannya ASN masih
menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai tujuan. Tantangan tersebut
dapat berasal dari dalam dan luar. Kondisi birokrasi di Indonesia pun masih
menjadi hambatan dalam pembangunan yang ditandai dengan masih rendahnya
kinerja pelayanan birokrasi dan masih tingginya angka korupsi di Indonesia.
Berdasarkan UU No. 5 tahun 2014 dan peraturan kepala LAN no 12 tahun
2018 mengamanatkan bahwa instansi pemerintah wajib memberikan pendidikan
dan pelatihan terintegrasi bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) selama 1
tahun masa percobaan. Pendidikan dan pelatihan tersebut mengedepankan
penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter untuk mencetak PNS yang
berkualitas berlandaskan nilai-nilai dasar yang meliputi akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi yang kemudian
disingkat ANEKA.
RSUD dr. Soeselo Slawi merupakan rumah sakit umum tipe B non
pendidikan milik daerah kabupaten tegal. RSUD dr. Soesilo Slawi
menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan upaya
promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif dengan memberikan pelayanan
kesehatan baik meliputi pelayanan rawat jalan maupun rawat inap kepada
masyarakat Kabupaten Tegal dan sekitarnya baik perorangan maupun
kelompok. Visi RSUD dr. Soesilo Slawi adalah “Menjadi Rumah Sakit Pilihan
Utama Masyarakat”. Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan tupoksi
sebagai dokter umum Rumah Sakit, yang dilandasi nilai dasar ANEKA serta visi
dan misi Puskesmas.
Penulis adalah seorang dokter umum di RSUD dr. Soesilo Slawi. Hasil
pengamatan penulis selama orientasi di instansi tempat bekerja dapat ditarik isu-
isu yang terjadi antara lain: belum optimalnya promosi pelayanan kesehatan,
belum optimalnya penanganan kasus kode blue di ruang rawat inap, kurangnya
kepatuhan dalam mengikuti apel pagi, belum optimalnya program pencegahan
penanggulangan infeksi nosokomial, dan kurangnya kepatuhan tenaga para
medis dalam melaksanakan advice dokter.
Berdasarkan isu-isu yang ditemukan tersebut, penulis menganalisis lebih
lanjut untuk menemukan satu core issue yang menjadi prioritas untuk
dipecahkan. Pemecahan satu core issue dilakukan melalui gagasan-gagasan
kegiatan kreatif dan inovatif yang dilandasi oleh nilai-nilai dasar PNS yang
dituangkan dalam sebuah rancangan aktualisasi.
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dalam
pasal 1 menyebutkan pengertian rumah sakit yaitu institusi pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.
Dikatakan bahwa pelayanan paripurna adalah pelayanan yang mempunyai
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Kenapa Promosi Kesehatan kurang dikenal di masyarakat karena
pelayanan kesehatan mayoritas ke arah Kuratif dan Rehabilitatif jadi lebih
paradigma sakit bukan paradigma sehat. Upaya Promotif dan Preventif belum
jadi hal utama dalam pelayanan kesehatan di unit-unit pelayanan kesehatan
salah satunya di Rumah Sakit. Kenapa Rumah Sakit menjadi Unit Pelayanan
Kesehatan yang penting dalam Promosi Kesehatan karena disana
berkumpulnya orang-orang yang mengalami ganguan kesehatan dan tempat
berkumpulnya profesi-profesi kesehatan.
Maka dari itu Promosi Kesehatan di Rumah Sakit menjadi hal yang
sangat penting dalam membangun paradigma sehat di masyarakat. Kenapa
disebut masyarakat karena populasi yg berada di Rumah Sakit adalah penduduk
bangsa ini. Kenapa Promosi Kesehatan di RS belum berjalan baik / tidak
terkoordinasi dengan baik di banyak Rumah Sakit, penyebabnya banyak Rumah
sakit tidak membentuk Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit atau Program
Promosi Kesehatan tidak ada unit kerja / instalasi yang bertanggung jawab.
Fungsi instalasi/unit kerja adalah pengelolaan program sehingga program
promosi kesehatan dapat berjalan terencana tidak asal buat atau asal jadi
karena namanya program itu harus di evaluasi dan dapat di ukur tingkat
keberhasilannya. Di RSUD dr. Soeselo terdapat tim PKRS (Promosi Kesehatan
Rumah sakit) sudah berjalan namun kegiatannya belum optimal
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu
atau problematika yang ditemukan di instansi tempat bekerja, yaitu di RSUD dr.
Soeselo Slawi Kabupaten Tegal. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan
aktualisasi ini bersumber dari aspek: (1) whole of goverment, (2) layanan publik,
dan (3) manajemen ASN. Sumber isu yang diangkat berasal dari tugas pokok
dan fungsi (Tupoksi), sasaran kinerja pegawai (SKP), inovasi dan inisiatif penulis
yang disetujui mentor dan coach, serta penugasan atasan.