Anda di halaman 1dari 83

GIKGU HADI

PT3

MODUL PEMBELAJARAN

MENGIKUT SUKATAN
LEMBAGA PEPERIKSAAN MALAYSIA

1
GIKGU HADI

2018 PT3 EXAM TIPS


BAHASA MELAYU
BAHAGIAN B : ANTOLOGI KOMSAS
SOALAN (5)
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________

SOALAN (6)
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________

SOALAN (7)
________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________

BAHAGIAN C SOALAN (8) Ulasan


________________________________________________________
________________________________________________________
________________________________________________________

BAHAGIAN D SOALAN (9) Karangan


________________________________________________________
2
GIKGU HADI

________________________________________________________
________________________________________________________

BAHAGIAN A : (25 MARKAH)


Soalan 1 : (8 markah)
Dalam setiap ayat di bawah, terdapat satu kesalahan tatabahasa. Gariskan kesalahan
tersebut dan tulis jawapannya pada ruangan yang disediakan.

1. Daniel sentiasa berusaha dari masa ke semasa untuk berjaya dengan cemerlang dalam
pelajaran di sekolahnya.
______________________________

2. “ Ibu dan ayah Fareez tiba di Kuala Lumpur bilakah ? “ tanya Farhan kepada Haikal.
_______________________________

3. Semak samun itu mereka tebas untuk dibina pondok kawalan keselamatan kampung.
_______________________________

4. Adalah dimaklumkan bahawa cuti peperiksaan semester akan bermula pada hujung
tahun ini di seluruh negara.
______________________________

5. Para pekerja itu sedang memperdalamkan sebatang sungai untuk mengelakkan


daripada berlaku masalah banjir kilat.
______________________________

6. Panorama di tepi pantai itu nian indah ketika matahari terbenam para rembang petang.
______________________________

7. Kerajaan berusaha untuk melahirkan maha-mahasiswa yang berilmu dan berhemah


tinggi dalam kesinambungan kemajuan negara.
______________________________

8. Gembala itu menambat lembunya di sebatang pokok yang rendang dan berbuah lebat.
______________________________

9. Baginda sempat bergaul dengan rakyat jelata semasa melakukan lawatan ke kawasan
pedalaman di negeri Pahang.

3
GIKGU HADI
_____________________________
10.Perlawanan bola sepak di antara kelab Mancester United dengan Mancester City
berlangsung dalam suasana yang mendebarkan.
____________________________

Soalan 2 : (3 markah)
Dalam setiap ayat di bawah, terdapat satu kesalahan ejaan. Kenal pasti dan betulkan
kesalahan tersebut.

1. Ibu mertua saya amat bijak dalam mengetengahkan isu-isu semasa yang berlaku pada
hari ini.
__________________________

2. Para penduduk Taman Seri Sentosa berganding bahu membersihkan semak-samun


berhampiran kawasan tempat tinggal mereka.
__________________________

3. Gerai menjual mi goreng itu amat popular dalam kalangan penduduk setempat.
__________________________

4. Penggunaan e-mail amat digemari oleh generasi muda sebagai landasan untuk
bertukar-tukar maklumat.
__________________________

5. Sebagai seorang pelajar, kita mestilah bertawakal kepadaNya selepas selesai menjalani
peperiksaan.
__________________________

6. Kami menyambut hari lahir adik yang ke 15 di sebuah hotel yang bertaraf lima
bintang
di ibu kota.
4
GIKGU HADI
___________________________

7. Suasana di komplek beli belah itu menjadi semakin sesak apabila semakin ramai
pengunjung yang datang memenuhinya.
___________________________
8. Seluruh pelusuk negara kini semakin risau kerana nilai mata wang negara yang
semakin merundum.
___________________________

9. Puan Noraini mencatat kata-kata yang disampaikan oleh ustaz Naim dalam kuliah
agama di surat At Taqwa, Bandar Sungai Buaya.
___________________________

10.Kakak menghidap demam selsema kerana kehujanan petang semalam sewaktu pulang
dari sekolah.
___________________________

Soalan 3 : (10 markah) Kemahiran sintaksis


A. Gabungkan ayat-ayat tunggal di bawah ini supaya menjadi satu ayat majmuk
gramatis.

1. Ayah membaca surat khabar di ruang tamu.


Ibu menggosok pakaian di dalam bilik.
________________________________________________________________
________________________________________________________________
2. Nenek ke pasar tani untuk membeli daging ayam.
Nenek ke pasar tani untuk membeli sayur-sayuran.
________________________________________________________________
________________________________________________________________

3. Pemain bolasepak itu berlatih dengan bersungguh-sungguh.


5
GIKGU HADI
Pemain bola sepak itu ingin menjuarai pertandingan yang disertai.
________________________________________________________________
_________________________________________________________________

4. Harziandi seorang yang merendah diri dan tidak suka bersikap sombong.
Harziandi berasal daripada keluarga yang berada dan dihormati masyarakat.
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
5. Fareez Haikal seorang yang rajin belajar di rumah.
Freez Haikal memperoleh kejayaan yang cemerlang dalam peperiksaan SPM.
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

B. Cerakinkan ayat majmuk di bawah kepada dua ayat tunggal.

1. Pelajar-pelajar perempuan sedang bermain bola jaring di padang manakala pelajar lelaki
bermain bola tampar di gelanggang.
i. _____________________________________________________________________
ii._____________________________________________________________________

2. Beberapa orang pelajar mengulang kaji di perpustakaan kerana mereka ingin lulus
dengan cemerlang dalam peperiksaan.
i. _____________________________________________________________________
ii. ____________________________________________________________________

3. Wakil rakyat itu bertemu dengan rakyat dan bertanyakan permasalahan para penduduk.
i. _____________________________________________________________________
ii. ____________________________________________________________________

4. Aira Maisyara masuk ke bilik lalu mencampakkan badannya ke atas katil.


i. _____________________________________________________________________
ii. ____________________________________________________________________

5. Daniel Farhan tetap belajar dengan tekun kendatipun dia merupakan pelajar cemerlang
di sekolahnya.
i. _____________________________________________________________________
ii. ____________________________________________________________________

6
GIKGU HADI

C. Gabungkan ayat-ayat tunggal di bawah ini supaya menjadi satu ayat majmuk.

1. Haziq mewakili sekolah dalam pertandingan bola sepak.


Haziq mewakili sekolah dalam pertandingan sepak takraw.
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
2. Setiap hari Ahmad pegi sekolah menaiki kereta.
Setiap hari Amin pergi sekolah menaiki bas.
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
3. Sofiah memasak nasi.
Sofiah menggoreng ikan.
Sofiah menyanyi di dapur.
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
4. Adam menangis teresak-esak.
Adam dimarahi oleh ayah.
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
5. Kementerian kesihatan memeriksa kawasan takungan air. Kemeterian kesihatan
menyaman rumah yang memounyai takungan air. Takungan air punca pembiakan
nyamuk aedes.
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________

D. Baca ayat di bawah dan kenal pasti jenis ayat-ayat tersebut.

1. Jangan pijak rumput yang baru ditanam di halaman rumah saya.


________________________________

2. Jemputlah masuk, ibu dan ayah ada di dalam rumah.


________________________________

3. Wah, tingginya Menara Kuala Lumpur yang terletak di ibu kota !


________________________________

4. Tolong sapu sampah yang berserakan di halaman rumah.


________________________________

7
GIKGU HADI
5. Kerja rumah ini mestilah kamu siapkan sebelum hari Jumaat.
________________________________
E. Tukarkan ayat-ayat di bawah kepada Ayat Pasif.
1. Saya membaca novel itu untuk mengisi masa senggang dengan aktiviti yang
berfaedah.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

2. Kami akan memulakan pendakian Gunung Kinabalu tepat pada jam 6.00 pagi.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Kamu perlu mengisi borang di meja urus setia sebelum masuk ke dewan persidangan.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

4. Encik Tamrin memberikan taklimat kepada para pegawai sebelum operasi bermula.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

5. Mereka membincangkan pelbagai agenda di balai raya untuk persiapan mengadakan


hari terbuka.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

F. Tukarkan ayat-ayat di bawah kepada Ayat Aktif


1. Baju itu digosok oleh ibu sebelum adik pergi ke sekolah pada awal pagi.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

2. Pelanduk itu ditembak oleh Encik Sobri ketika berburu di hutan Kalimantan.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

3. Gambar-gambar itu kami tampal di belakang kelas untuk menceriakan suasana.


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

4. Sajak itu saya deklamasikan dengan penuh bersemangat di atas pentas sempena Hari
Kemerdekaan Malaysia.
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

5. Tikus itu ditangkap oleh seekor kucing di bahagian dapur rumah saya.
8
GIKGU HADI
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Soalan 4 : (4 markah)
Peribahasa (Perumpamaan, Bidalan, Pepatah, Kata-kata Hikmat)
Lihat gambar di bawah dengan teliti, kemudian tulis satu peribahasa yang sesuai dengan
gambar tersebut.

1.

_____________________________
_____________________________

2.

_____________________________
_____________________________

3.

_____________________________
_____________________________

4.

_____________________________
_____________________________
5.

_____________________________
_____________________________
9
GIKGU HADI

6.

_____________________________
_____________________________

7.

_____________________________
_____________________________

8.

_____________________________
_____________________________

JAWAPAN –BAHAGIAN A
Soalan 1 : (8 markah)
Salah Betul Penjelasan
1. masa ke semasa masa ke masa //
semasa ke semasa
2. bilakah Bila Partikel ‘KAH ‘ hanya brfungsi pada awal ayat
sahaja : bila
3. mereka tebas ditebas oleh Kata Ganti Nama Diri 3 ( + ) OLEH : ditebas oleh
mereka mereka
4. Adalah dengan ini Adalah Kata Pemeri. Tidak boleh berfungsi pada
awal ayat.: Dengan ini
5. memperdalamka memperdalam Memper……….( + ) Kata Adjektif / Kata Sifat :
n memperdalam
6. nian indah indah nian ‘NIAN’ mestilah diletakkan selepas Kata
Adjektif : indah nian

10
GIKGU HADI
7. maha-mahasiswa mahasiswa- Imbuhan Asing mestilah digandakan penuh :
mahasiswa mahasiswa-mahasiswa
8. di pada Kata kerja ( + ) PADA : pada
9. bergaul mencemar duli Bahasa Istana untuk “bergaul dengan rakyat’ – ‘
mencemar duli ‘
10. di antara antara Jawapan ‘ Antara ‘.
Maksud di antara - di tengah-tengah
11. (i) di dalam dalam Frasa ‘di dalam’ adalah tidak gramatis. Oleh itu,
kata sendi ‘di’ sepatutnya digugurkan.
(ii) diisytiharkan dimasyhurkan Bahasa istana untuk ‘diisytiharkan’
 ‘dimasyhurkan’ (dirujuk kepada sultan / raja)
(iii) pendalaman pedalaman ‘pendalaman’ bermaksud proses mendalamkan
sesuatu.
 ‘pedalaman’ bermaksud daerah yang terlettak
di ceruk pelosok atau di hulu neheri.
(iv) teramat amat gemar sekali Imbuhan ‘ter-‘ sudah menunjukkan darjah
gemar sekalai penghabisan. Oleh itu, imbuhan ‘ter-‘ dan kata
penguat ‘sekali’ tidak boleh digunakan serentak.
Soalan 2 : (3 markah) dihormati masyarakat.
Salah Betul (biarpun,sungguhpun,kendatipun)
1. mertua mentua 5. Fareez Haikal seorang yang rajin belajar di
2. semak-samun semak samun rumah justeru memperoleh kejayaan yang
3. mee goreng mi goreng cemerlang dalam peperiksaan SPM.
4. e-mail e-mel
B.
5. kepadaNya kepada-Nya
6. ke 15 ke – 15 1. i. Pelajar-pelajar perempuan sedang
7. membeli belah beli belah bermain bola jaring di padang
8. pelusuk pelosok ii Pelajar –pelajar lelaki sedang bermain
9. mencatit mencatat bola tampar di gelanggang.
10. selsema selesema 2. i. Beberapa orang pelajar mengulang
11. (i) balairaya balai raya kaji di perpustakaan
(ii) sanggat sangat ii Mereka ingin lulus dengan
(iii) juru rawat jururawat cemerlang dalam peperiksaan.
3. i. Wakil rakyat itu bertemu dengan
Soalan 3 : (10 markah) rakyat
A. ii. Wakil rakyat bertanyakan
1. Ayah membaca surat khabar di ruang tamu permasalahan para penduduk
manakala iu menggosok pakaian di dalam 4. i. Aira Maisyara masuk ke bilik.
bilik. ii. Aira Maisyara mencampakkan
2. Nenek ke pasar tani untuk membeli daging badannya ke atas katil.
ayam dan sayur-sayuran. 5. i. Daniel Farhan tetap belajar dengan
3. Pemain bolasepak itu berlatih dengan tekun
bersungguh-sungguh kerana ingin ii. Dia merupakan pelajar cemerlang di
menjuarai pertandingan yang disertai. sekolahnya.
4. Harziandi seorang yang merendah diri dan
tidak suka bersikap sombong walaupun dia C.
berasal daripada keluarga yang berada dan
11
GIKGU HADI
1. Haziq mewakili sekolah dalam 1. Ibu mengosok baju itu sebelum adik pergi
pertandingan bola sepak dan sepak takraw. ke sekolah pada awal pagi.
2. Setiap hari Ahmad pegi sekolah menaiki 2. Encik Sobri menembak pelanduk itu ketika
kereta manakala Amin pergi sekolah berburu di hutan Kalimantan.
menaiki bas. 3. Kami menampal gambar-gambar itu di
3. Sofiah memasak nasi dan menggoreng ikan belakang kelas untuk menceriakan suasana.
sambil menyanyi di dapur.\ 4. Saya mendeklamasikan sajak itu dengan
4. Adam menangis teresak-esak kerana penuh bersemangat di atas pentas sempena
dimarahi oleh ayah. Hari Kemerdekaan Malaysia.
5. Kementerian kesihatan memeriksa kawasan 5. Seekor kucing menangkap tikus itu di
takungan air dan menyaman rumah yang bahagian dapur rumah saya.
memounyai takungan air kerana takungan
air punca pembiakan nyamuk aedes.
Soalan 4 : (4 markah)
D.
1. Ayat Larangan 1. Bagai cincin dengan permata
2. Ayat Silaan 2. Bagai murai tercabut ekor
3. Ayat Seruan 3. Nasi sudah menjadi bubur
4. Ayat Permintaan 4. Bagai lintah menghisap darah
5. Ayat Arahan 5. Kaki ayam
E. 6. Kecil tapak tangan, nyiru kami
1. Novel itu saya baca untuk mengisi masa tadahkan
senggang dengan aktiviti yang berfaedah. 7. Dengar guruh di langit, air
2. Gunung Kinabalu akan kami daki tepat tempayan dicurahkan
pada jam 6.00 pagi. 8. Bagai telur di hujung tanduk
3. Borang perlu kamu isi di meja urus setia 9. Bagaimana acuan begitulah
sebelum masuk ke dewan persidangan. kuihnya
4. Taklimat diberikan oleh Encik Tamrin 10. Bagai katak di bawah tempurung
kepada para pegawai sebelum operasi
bermula.
5. Pelbagai agenda dibincangkan oleh mereka
di balai raya untuk persiapan mengadakan
hari terbuka.
F.

BAHAGIAN B : (30 MARKAH)


Soalan 5 : (10 markah) Pemahaman Prosa Tradisional / Cerpen / Drama

TINGKATAN 1 – PROSA TRADITIONAL ASAL PADI

Berkata lagi tuannya, “Jikalau demikian, pergilah engkau bersama-sama dengan


Si Tekuri. Jikalau nanti ternyata bahawa di bumi ada padi, maka Si Tekuri akan
membunuhmu. Akan tetapi sebaliknya jikalau di bumi masih belum ada padi, maka
engkaulah yang membunuh Si Tekuri.”
12
GIKGU HADI

Setelah orang kayangan itu berkata demikian, maka berangkatlah Si Tekuri


bersama-sama dengan burung pipit itu untuk melihat apakah ada padi yang tumbuh di
bumi? Mereka pun sampailah di bumi dan ternyata bahawa laporan Si Burung Pipit itu
tidak benar. Ternyata bahawa di bumi banyak padi yang tumbuh, bahkan sedang
berbuah. Mereka bertengkar, lalu berlagalah burung tekuri dan burung pipit itu. Burung
pipit itu kalah, kerana memang ia ada di pihak yang salah. Kerongkongnya disepit
keras-keras, hanya temboloknya yang berputar ke arah tengkuknya. Itulah mula
sebabnya tembolok burung pipit itu ada di bahagian tengkuknya. Demikianlah cerita
asal mulanya padi ada dan tumbuh di bumi kita ini.

(Dipetik daripada prosa tradisional Asal Padi,


antologi Kuingin Berterima Kasih, halaman 27-28)

1. Mengapakah Si Tekuri turun ke bumi?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Nyatakan dua latar tempat dan contoh peristiwa yang terdapat dalam petikan tersebut.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Pada pendapat anda, apakah faedah-faedah membaca cerita asal-usul?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

13
GIKGU HADI
TINGKATAN 1 – CERPEN HADIAH

“Tak payahlah Zizah, menyusahkan kamu saja,”


“Tak apa, akan saya belikan juga hadiah yang menarik.”

Namun, sampai kini Azizah tidak tahu hadiah apa yang boleh dibelinya.
Fikirannya buntu. Perasaannya menjadi hiba apabila memikirkan rakan-rakannya yang
telah siap dengan hadiah masing-masing. Mahal-mahal belaka. Yang menambahkan
kerisauannya lagi ialah Sambutan Hari Guru semakin hampir.

Azizah membuka tabung arnabnya yang dihadiahkan oleh Abang Azman sebelum
pergi ke Universiti Teknologi Mara setahun yang lalu. Azizah mengira wang yang
terkumpul di dalam tabungnya. Wang yang ada belum cukup dua ringgit. Azizah selalu
menggunakan wang tabungnya untuk pelbagai belanja. Ini menyebabkan wang tabungnya
tidak bertambah.

Cukupkah dengan dua ringgit? Nak beli apa? Sapu tangan? Sehelai sapu tangan
harganya dua ringgit lapan puluh sen. Azizah melihat sapu tangan yang berbunga orkid
kecil itu di pekan sewaktu dia keluar ke pasar malam minggu lalu. Untuk beli yang paling
murah, Azizah berasa malu, takut diejek oleh Hamidah nanti.

“Nak beli apa? Kalau majalah, cikgu selalu baca di pusat sumber, lagipun majalah
juga mahal. Harganya tiga ringgit lima puluh sen senaskhah. Nak beli apa ya?” fikir
Azizah.

(Dipetik daripada cerpen Hadiah, antologi Kuingin


Berterima Kasih, halaman 46)

1. Berdasarkan petikan cerpen di atas, mengapakah Azizah sangat risau?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Nyatakan tiga teknik plot yang terdapat dalam petikan tersebut.


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Pada pendapat anda, bagaimanakah seseorang murid itu dapat mengambil hati guru?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
14
GIKGU HADI
________________________________________________________________________
TINGKATAN 2 – CERPEN BANJIR DI MATA IBU

“Nana suruh cik…hantar semua ni? Dia masak sendiri, kan?” Mak Piah memang
amat peramah. Saya pun menikmati resipi pembohongan yang terpampang tiba-tiba!
Ya Allah, ampunkanlah saya kalau ini dapat membahagiakan hati wanita yang
jelas teramat sedang merindukan anak cucunya. Saya tidak perlu banyak berbohong
untuk menyambung keramahan bicaranya kerana Mak Piah lancar menyoal, dan
segera menjawab pula! Daripada Nubhan, anak sulung yang sentiasa tunduk kepada
isteri, sehinggalah kepada Nana, anak bongsu yang takutkan suami. Saya rakamkan
cerita dalam lautan fikir yang masih tidak mampu menerima kenyataan bahawa masih
ada manusia yang tergamak memisahkan anak daripada ibu tua mereka.
“ Nana sihat? Anak-anak dia macam mana? Suami dia….?” Sampai di situ suara
Mak Piah terhenti. Ya Allah, apa yang saya nak jawabkan ni? “Fasal apa Mak Piah tak
pindah ke pusat pemindahan , sama jiran-jiran?” Allah melorongkan soal itu daripada
mulut saya. Mak Piah mengesat air mata.
“ Banjir dulu, pindah juga ke pusat pemidahan…tapi susah. Mak Piah ni kencing
kerap, kadang-kadang tak sempat ke bilik air. Kali ni, biarlah duduk di rumah. Daripada
sakit telinga dengar umpat caci orang, lebih baik menahan lapar di rumah sendiri.”
Ya Allah, beginikah saya apabila tua nanti? “ Tak apa Mak Piah, selagi banjir tak
surut, insya-Allah, saya akan temankan Mak Piah.” Sebaik-baik terluncur perkataan
terakhir daripada mulut saya, Mak Piah menerkam memeluk ke tubuh yang telah lama
tidak didakap ibu.
“Terima kasih….terima kasih,” ucapnya bertubi kali seperti ucapan dan pelukan
emak sewaktu saya membelikan pokok bunga mawar sebagai hadiah hari lahirnya.
Terungkai saja rangkulannya, Mak Piah merenung saya. Juraian air matanya jelas
luahan bahagia.

( Petikan cerpen “Banjir di Mata Ibu” oleh Chee Soo Ismail, antologi Baik Budi, Indah Bahasa,
Tingkatan 2, Dewan Bahasa dan Pustaka)

1. Mengapakah Mak Piah tidak mahu berpindah ke pusat pemindahan banjir?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Nyatakan dua perwatakan Mak Piah berdasarkan petikan di atas.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
3. Pada pendapat anda, apakah perkara terbaik yang akan anda lakukan sekiranya
mempunyai ibu bapa yang sudah tua?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

15
GIKGU HADI

TINGKATAN 2 – PELANDUK MENGAJAR MEMERANG

16
GIKGU HADI

TINGKATAN 2 – DRAMA MAHKAMAH

17
GIKGU HADI

18
GIKGU HADI
TINGKATAN 3 – DRAMA TENANG-TENANG AIR DI TASIK

19
GIKGU HADI

TINGKATAN 3 – PROSA TRADITIONAL BAHAGIA SESUDAH DERITA

Adapun akan Si Miskin itu, apabila hari malam maka ia pun diamlah kepada
pohon kayu itu membasuhi segala tubuhnya itu. Setelah hari siang maka ia pun beralan
hendak masuk ke dalam negeri mencari rezekinya. Maka apabila sampailah dekat
kepada kampung orang, apabila orang yang empunya kampung itu melihat akan dia
maka diusirnyalah dengan kayu. Maka Si Miskin itu pun larilah ia ke pasar. Maka dilihat
oleh orang pasar akan Si Miskin itu datang, maka masing-masing melempari dengan
batu, dan kayu dibuatnya pelontar. Maka ia pun larilah dan tubuhnya pun habislah
bengkak-bengkak berlumuran darah. Ia pun enangis berseru-seru sepanjang jalan
dengan sangat laparnya dan dahaga seperti akan matilah rasanya.

Maka ia pun bertemu dengan tempat orang membuang sampah di tengah jalan
raya itu. Maka ia pun berhentilah ia di situ. Maka dicarinyalah di dalam sampah yang
bertimbun-timbun itu barang yang dapat dimakan. Maka dengan takdir Allah taala maka
bertemulah ketupat sebiji basi dengan buku tebu. Maka dimakannya ketupat itu laki
bini. Setelah sudah dimakannya ketupat itu maka barulah dimakannya buku tebu itu.
Maka adalah segar sedikit rasa tubuhnya kerana beberapa hari lamanya tiada merasai
nasi. Hendak meminta ke rumah orang tidak berani. Usahkan diberi orang hampir pun
tiada boleh. Demikian halnya Si Miskin itu.

(Dipetik daripada prosa tradisional Bahagia Sesudah Derita


antologi Bintang Hati, Tingkatan 3, Dewan Bahasa dan
Pustaka

1. Apakah yang dilakukan oleh Si Miskin semasa berada di tempat orang membuang
sampah?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
2. Huraikan pengajaran yang terdapat dalam petikan prosa tradisional tersebut.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

20
GIKGU HADI

3.
Maka adalah segar sedikit rasa tubuhnya kerana beberapa hari lamanya
tiada merasai nasi. Hendak meminta ke rumah orang tidak berani. Usahkan
diberi orang hampir pun tiada boleh. Demikian halnya Si Miskin itu.
Pada pendapat anda, apakah langkah yang boleh dilakukan oleh Si Miskin untuk mencari
sumber rezeki?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

SOALAN 6 : (10 markah) Pemahaman Puisi Tradisional / Sajak

ANALISI PT3 BAHASA MELAYU


Tahun SET 1 SET 2 SET 3
T1: Pantun Empat Kerat T2: Sajak T3: Syair Panduan
2014 (Berjimat-cermat) Persahabatan untuk Para Remaja
T1: Asap T3: Syair Berbuat T3 : Pantun Nasihat
2015 Jasa (Bersatu Hati)

TINGKATAN 1 - SAJAK KITA UMPAMA SEHELAI DAUN


Baca sajak di bawah dengan teliti, kemudian jawab soalan-soalan yang berikutnya dengan
menggunakan ayat anda sendiri.

21
GIKGU HADI

1. Berikan maksud rangkap ketiga sajak Kita Umpama Sehelai Daun.


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Nyatakan dua pengajaran yang terdapat dalam sajak Kita Umpama Sehelai Daun.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Nyatakan dua persoalan yang terdapat dalam sajak Kita Umpama Sehelai Daun.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Pada pendapat anda, apakah yang diseru oleh penyajak kepada pembaca?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, mengapakah sesetangah manusia bersifat tamak?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

TINGKATAN 1 - SAJAK KUINGIN BERTERIMA KASIH

22
GIKGU HADI

1. Berikan maksud rangkap keenam berdasarkan sajak Kuingin Berterima Kasih.


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Berdasarkan sajak Kuingin Berterima Kasih, mengapakah penyajak ingin berterima kasih
kepada hujan, tanah dan ikan?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Nyatakan dua gaya bahasa yang terdapat dalam sajak Kuingin Berterima Kasih.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Pada pendapat anda, mengapakah kita perlu mempunyai jati diri? KBAT
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, mengapakah sesetangah masyarakat lebih suka bekerja makan gaji?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
23
GIKGU HADI
________________________________________________________________________

TINGKATAN 1 – PANTUN DUA KERAT (NASIHAT)

1. Berikan maksud rangkap kedua Pantun Dua Kerat (Nasihat).


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Nyatakan dua unsur bunyi yang terdapat dalam pantun tersebut.


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Nyatakan pengajaran yang terdapat dalam Pantun Dua Kerat (Nasihat).


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Pada pendapat anda, apakah faedah-faedah hidup bekerjasama? KBAT KBAT


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, mengapakah kita perlu bijak merebut peluang?


________________________________________________________________________
24
GIKGU HADI
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
TINGKATAN 2 - SAJAK ROTI

1. Nyatakan dua gambaran penyajak terhadap golongan miskin yang terdapat dalam sajak
tersebut.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Banyak nilai yang dapat diperoleh daripada sajak Roti.


Nyatakan dua nilai yang terdapat dalam sajak tersebut beserta contoh yang sesuai.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Nyatakan dua pengajaran yang dapat diperoleh daripada sajak Roti.


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Sebagai manusia, kita perlu sentiasa bersyukur. Pada pendapat anda, mengapakah kita
perlu bersyukur dengan segala nikmat kurniaan Tuhan? KBAT KBAT
________________________________________________________________________
25
GIKGU HADI
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, apakah kepentingan memberikan derma kepada masyarakat


yang dalam kesusahan?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

TINGKATAN 2 – SAJAK DALAM PERSEKITARAN KATA-KATA

1. Apakah tema sajak Dalam Persekitaran Kata-kata di atas?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Berdasarkan rangkap terakhir sajak Dalam Persekitaran Kata-kata, apakah kelebihan kata-
kata?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Berikan tiga contoh asonansi (pengulangan vokal) yang terdapat dalam sajak di atas.
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Kita hendaklah berhemah dengan bijak menggunakan kata-kata apabila berkomunikasi


dengan orang lain.KB
26
GIKGU HADI
Pada pendapat anda, apakah yang akan berlaku jika kita salah menggunakan kata-kata?AT
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, apakah kepentingan alam dalam kehidupan manusia?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

TINGKATAN 2 – PANTUN ALAM REMAJA

1. Nyatakan maksud rangkap ketiga pantun di atas.


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Beri dua nilai murni yang terdapat dalam pantun di atas


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Berdasarkan pantun Alam Remaja, apakah perasaan penyair apabila mendapatu ibunya
sudah pulang?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

27
GIKGU HADI
4. Pada pendapat anda, mengapakah rasa bimbang penulis hilang sebaik sahaja ibunya
pulang?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, mengapakah kita dituntut supaya memohon maaf apabila melakukan
kesalahan?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

TINGKATAN 3 – SAJAK KIJANG YANG LELAH

28
GIKGU HADI

1. Berdasarkan rangkap keempat, apakah yang dilakukan oleh kijang?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Nyatakan dua pengajaran yang terdapat dalam sajak "Kijang yang Lelah".
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Nyatakan dua persoalan yang terdapat dalam sajak "Kijang yang Lelah".
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Pada pendapat anda, mengapakah kita perlu teliti dalam melakukan sesuatu pekerjaan?AT
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Pada pendapat anda, apakah langkah-langkah yang boleh diambil untuk mengatasi sikap
mudah berputus asa dalam diri?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

29
GIKGU HADI
TINGKATAN 3 – PESAN IBU BERIBU-RIBU

1. Berdasarkan rangkap kedua, apakah pesanan ibu dalam memilih kawan?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

2. Nyatakan dua pengajaran yang terdapat dalam sajak tersebut


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Jelaskan dua gaya bahasa yang dapat diperoleh daripada sajak tersebut.
30
GIKGU HADI
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
4. Pada pendapat anda, apakah langkah yang boleh dilakukan untuk mengelakkan diri
daripada terpengaruh dengan rakan yang bersikap negatif?BAT
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Maruah merupakan lambing ketinggian nilai seseorang wanita.


Pada pendapat anda, apakah kesan-kesan yang akan berlaku kepada seorang gadis
sekiranya maruah dirinya telah tercemar?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

TINGKATAN 3 – SELOKA SANTAP ISTIADAT

1. Berdasarkan rangkap kedua seloka "Santap Istiadat", apakah adab yang harus diikuti oleh
seseorang ketika makan?
________________________________________________________________________
31
GIKGU HADI
________________________________________________________________________

2. Nyatakan dua unsur bunyi yang terdapat dalam seloka "Santap Istiadat".
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

3. Nyatakan dua nilai murni yang terdapat dalam seloka tersebut?


________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

4. Pada pendapat anda, mengapakah kita perlu beradab apabila makan di hadapan tetamu?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

5. Apakah cara-cara yang boleh dilakukan oleh ibu bapa dalam memastikan anak-anak
menjaga tatatertib sewaktu makan?
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

32
GIKGU HADI

JAWAPAN – BAHAGIAN B

Soalan 5: Azizah teringat sapu tangan sapu


tangan berbunga orkid kecil yang
TINGKATAN 1 dilihat di pasar malam pada minggu
– PROSA TRADITIONAL ASAL PADI
lalu.
1. Si Tekuri turun ke bumi kerana mahu - Teknik monolog dalaman
memastikan sama ada benar atau tidak Azizah mengeluh kerana duit di
laporan burung pipit itu bahawa tiada dalam tabung arnab tidak sampai
padi di bumi. dua ringgit dan tidak cukup untuk
2. Dua latar tempat yang terdapat prosa membeli hadiah.
tersebut ialah di sebuah kampung iaitu 3. Pada pendapat saya, seseorang murid
di mana sepasang suami isteri yang itu dapat mengambil hati guru dengan
kaya telah meninggal dunia dan di tepi cara memberi hadiah yang ikhlas dari
kolam ikan iaitu Si Bongsu melihat hati kita dan menghadiahkan kejayaan
tujuh orang wanita selesai mandi dan kita kepada guru. Selain itu, kita juga
bersiap-siap. boleh mengambil hati guru kita
3. Pada pendapat saya, faedah-faedah dengan cara membantu mereka
membaca cerita asal-usul ialah kita mengangkat barang yang berat.
dapat mengenali negara kita secara
mendalam juga dapat melahirkan TINGKATAN 2
kasih saying yang tidak terhingga
terhadap negara kita. Selain itu, kita – CERPEN BANJIR DI
juga dapat membaiki jati diri dengan
mengambil iktibar yang ada dalam MATA IBU
cerita asal-usul. 1. Mak Piah tidak mahu berpindah ke
pusat pemindahan banjir kerana Mak
CERPEN
TINGKATAN 1 – Piah kencing dengan kerap sehingga
tak sempat ke bilik air. Mak piah takut
HADIAH akan menggangu orang di
1. Berdasarkan petikan cerpen di atas, sekelilingnya.
Azizah sangat risau kerana dia terlalu 2. - Prihatin. Contohnya, Mak Piah
memikirkan hadiah yang akan diberi prihatin akan keselesaan orang
kepada gurunya sewaktu Sambutan sekelilingnya jadi dia membuat
Hari Guru yang akan datang. keputusan untuk tidak berpindah.
2. - Teknik pemerian - Penyayang. Contohnya, Mak Piah
Murid-murid sekolah bercerita memeluk saya selepas saya
tentang hadiah untuk guru pada menawarkan diri untuk menjaganya.
sambutan Hari Guru. 3. Pada pendapat saya, perkara terbaik
- Teknik imbas kembali yang perlu dilakukan sekiranya
33
GIKGU HADI
mempunyai ibu bapa yang sudah tua - dapat melahirkan murid yang
adalah dengan membantu bersemangat patriotik
meringankan beban mereka dengan - dapat membentuk sikap murid
membuat kerja rumah. Selain itu, supaya boleh bekerjasama dengan
sentiasa bertanya khabar mereka orang lain
supaya mereka tidak rasa diabaikan. - murid dapat mengapresiasi
kepelbagaian budaya masyarakat
TINGKATAN 2 Malaysia
PELANDUK - murid dapat menyelesaikan konflik
dengan cara yang rasional
MENGAJAR TINGKATAN 3 –
MEMERANG DRAMA TENANG-TENANG AIR DI TASIK
1. Maksud bersemayam ialah duduk 1. Dua risiko melatih orang cacat
2. Urutan plot kisah memerang yang penglihatan:
diakhiri dengan kematian anak- - Tanggungjawab lebih berat dan
anaknya: mencabar.
- rnencari ayapan didik - Mengancam nyawa.
- meninggalkan tujuti anak 2. Dua nilai:
- apabila pulang rnendapati tujuh - Nilai kasih sayang.
anak mati berkaparan - Nilai tanggungjawab.
3. Rakyat perlu mengadu masalah 3. Cara mcmbela Orang Kelainan Upaya
mereka kepada pemimpin (OKU):
kerana: - Kerajaan menyediakan peruntukan
- supaya masalah rakyat dapat khas untuk Orang Kelainan Upaya
diselesaikan secara bijaksana (OKU).
- supaya pemimpin mengetahui - Syarikat dan pertubuhan
masalah yang menirnpa rakyat menyediakan laluan khas atau
- supaya rakyat tidak bergaduh sesama lorong khas kepada golongan
sendiri Orang Kelainan Upaya (OKU)
- supaya hukuman yang adil boleh untuk bergerak.
dilakukan terhadap rakyat yang - Kcrajaan dan pihak swasta
bersalah menyediakan peluang pekerjaan
kepada Orang Kelainan Upaya
TINGKATAN 2 – DRAMA MAHKAMAH (OKU).
1. Nenek tersebut mati kerana terpijak - Masyarakat dan orang awam
kulit pisang, tergelincir dan sentiasa membantu Orang
pinggangnya patah dan akhirnya mati. Kelainan Upaya (OKU) dalam
2. Pengajaran dalam petikan: kehidupan seharian seperti
- jangan membuang sampah merata- membantu mercka melintas jalan.
rata
Pengajaran dalam keseluruhan drama: TINGKATAN 3
PROSA TRADITIONAL BAHAGIA SESUDAH
- kita mestilah jujur dalam
DERITA
menyatakan sesuatu
1. Perkara yang dilakukan oleh Si
3. Kepentingan mempelajari mata
Miskin semasa berada di tempat orang
pelajaran Sivik:
34
GIKGU HADI
membuang sampah ialah dia berhenti Kita hendaklah menabur jasa dan
di situ dan mencari makanan di bakti sepanjang hayat
timbunan sampah. Selain itu, Si 3. - insaf akan keupayaan diri yang
Miskin makan ketupat basi dan buku bersifat sementara kerana keupyaan
tebu. tersebut akan hilang juga akhirnya
2. Pengajaran yang terdapat dalam - kesedaran bahawa sifat tamak akan
petikan prosa tradisional tersebut ialah membuatkan pihaklain menghadapi
kita perlulah gigih berusaha untuk kesukaran untuk meneruskan
mencapai sesuatu. Contohnya, Si kehidupan kerana makhluk lain juga
Miskin sanggup pergi ke sekeliling menumpang hidup di dunia ini.
negeri untuk meminta makanan 4. Penyajak menyeru agar pembaca
walaupun telah banyak kali diusir oleh menjadi orang yang berjasa semasa
penduduk kampung. Selain itu, kita hidup dan akan dikenang sehingga
janganlah memandang hina terhadap akhirnya. Penyajak juga menyeru agar
orang lain. Contohnya, penduduk kita harus bersifat baik hati terutama
kampung tidak sepatutnya melempar kepada insan yang kurang upaya supa
batu dan kayu kepada Si Miskin. mereka mempunyai tempat yang
3. Pada pendapat saya, langkah yang boleh diharapkan juga penyajak ada
boleh dilakukan oleh Si Miskin untuk menyeru untuk kita bersiap sedia
mencari sumber rezeki adalah dengan menjadi tempat berlindung bagi orang
mencari pekerjaan lain supaya lain supaya mereka dapat hidup
mendapat upah dan mampu menyara dengan sempurna.
kehidupan mereka. Selain itu, menjual 5. - pentingan diri dan tidak memikirkan
hasil hutan kepada penduduk hak orang lain yang sama-sama
kampung agar duit yang diperoleh menumpang di bumi ini
dapat digunakan untuk membeli - hanya mengejar nama dan
makanan. kebendaan yang dianggap sebagai
status kehidupan.
Soalan 6

TINGKATAN 1

- SAJAK KITA TINGKATAN 1


- SAJAK KUINGIN BERTERIMA KASIH
UMPAMA SEHELAI 1. Maksud rangkap keenam berdasarkan
sajak Kuingin Berterima Kasih ialah
DAUN penyajak berharap agar manusia
1. Sampai masanya kita (manusia) akan mengisi masa lapang dengan kegiatan
menjadi tua. Oleh itu, kita tidak harus yang berfaedah. Hal ini adalah untuk
bersikap angkuh dengan kelebihan memastikan kehidupan ini terasa
yang ada sehingga melupakan indah dan bahagia.
kesusahan orang lain yang turut 2. Penyajak ingin mengucapkan terima
berada di bumi yang sama untuk kasih kepada hujan kerana
meneruskan kehidupan mendinginkan jiwa dan memadamkan
2. Kita hendaklah hidup dengan api kemarahan. Penyajak ingin
sebaiknya di bumi ciptaan ttuhan mengucapkan terima kasih kepada
35
GIKGU HADI
tanah kerana tanah setia mengeluarkan 3. - kita hendaklah memiliki daya usaha
rezeki kepada petani. Penyajak ingin yang tinggi untuk menghadapi
mengucapkan terima kasih kepada cabaran supaya kita Berjaya
ikan kerana membebaskan derita para mencapai matlamat dengan
nelayan. cemerlang.
3. Dua gaya bahasa dalam sajak Kuingin - kita hendaklah mensyukuri setiap
Berterima Kasih ialah metafora. kurniaan Tuhan kerana kurniaan-Nya
Contohnya taman-taman keresahan; mempunyai keistimewaan.
Seterusnya, gaya bahasa ialah 4. Pada pendapat saya, antara faedah
personifikasi. Contohnya, kerana hidup bekerjasama iaitu dapat
perutmu setia menghamilkan. mengeratkan hubungan dengan orang
4. Pada pendapat saya, kita perlu sekeliling serta dapat mendapat ramai
mempunyai jati diri agar kita dapat kawan yang boleh membantu kita
melahirkan perasaan kasih sayang kita sewaktu kesusahan. Selain itu, kita
yang mendalam terhadap negara boleh mendapat banyak pengalaman
sekaligus dapat mempertahankan juga boleh memupuk sikap
negara kita daripada diserang oleh bertoleransi yang tinggi dalam diri
musuh. Selain itu, kita tidak akan kita sebagai seorang pelajar.
mudah terpengaruh dengan pengaruh 5. Kita perlu bijak merebut peluang
buruk yang boleh menjejaskan masa kerana sesuatu peluang itu cuma
hadapan kita. ada sekali sahaja dalam hidup.
5. Pada pendapat saya, sesetangah Selain itu, sesuatu peluang itu akan
masyarakat lebih suka bekerja makan menguji kemampuan kita untuk
gaji kerana mereka tidak mahu membuat sesuatu yang baharu
menanggung kerugian yang akan dengan lebih baik.
dialami dan juga mereka tidap
mempunyai modal untuk membuka TINGKATAN 2 - SAJAK ROTI
perniagaan sendiri. 1. Gambaran penyajak terhadap
golongan miskin yang terdapat dalam
sajak tersebut ialah hidup mereka
belum terbela. Selain itu, mereka
masih merintih lapar dan dahaga.
2. Nilai yang terdapat dalam sajak Roti
TINGKATAN 1 ialah kesabaran. Contohnya,
PANTUN DUA KERAT (NASIHAT) protagonist bersabar menunggu roti
1. Maksud rangkap kedua Pantun Dua yang sedang dibakar. Selain itu,
Kerat (Nasihat) ialah orang yang leka terdapat juga nilai kesyukuran.
di atas pembaringan pasti akan Contohnya, golongan yang mendapat
tertidur. makanan hendaklah sentiasa
2. Dua unsur bunyi yang terdapat dalam bersyukur.
pantun tersebut adalah asonansi pada 3. - kita mestilah bersyukur dan
“Mata-mata menjaga setiap pangkat” menghargai nikmat yang dikurniakan
(pengulangan vokal a) dan aliterasi oleh Tuhan.
iaitu “Ikat tingkatnya tak nampak - kita perlulah ingat akan kesusahan
alam” (pengulangan kosonan k). yang dihadapi oleh orang yang
36
GIKGU HADI
kurang bernasib baik. boleh menyebabkan seseorang
4. Pada pendapat saya, kita perlu disaman dan didakwa di mahkamah
bersyukur dengan segala nikmat atas kesalahan menyebarkan fitnah
kurniaan Tuhan supaya nikmat yang lalu memberi malu dalam kalangan
diperoleh itu diberkati Tuhan. Selain khalak,
itu, dengan bersyukur kita dapat 5. Pada pendapat saya, alam banyak
mengelakkan diri daripada berasa memberikan sumber kepada manusia
putus asa dengan segala nikmat yang untuk meneruskan kehidupan. Alam
kita peroleh. juga membolehkan manusia
5. Pada pendapat saya, kepentingan menginsafi kewujudan mereka di
memberikan derma kepada dunia ini.
masyarakat yang dalam kesusahan
ialah kita dapat meringankan TINGKATAN 2 – PANTUN ALAM REMAJA
kesusahan yang dialaminya. Di 1. Maksud rangkap ketiga pantun di atas
samping itu, kita dapat mengurangkan ialah anak-anak akan berasa sangat
masalah sosial yang berlaku dalam gembira jika ibu cepat pulang ke
masyarakat. rumah.
2. - Kasih sayang Contohnya, kasih
sayang antara ibu bapa an anak-anak
SAJAK
TINGKATAN 2 – menjamin kebahagiaan keluarga.
DALAM - Bertanggungjawab. Contohnya, ibu
bapa bertanggungjawab untuk
PERSEKITARAN menjaga keselamatan anak-anak.
3. Apabila mendapati ibunya telah
KATA-KATA pulang, hilang perasaan cemas di jiwa
1. Tema sajak Dalam Persekitaran Kata- penyair. Selain itu, penyair berasa
kata di atas ialah manusia dikurniakan besar hati.
Tuhan degan bahasa dan kemahiran 4. Pada pendapat saya, rasa bimbang
untuk berkata-kata. penulis hilang sebaik sahaja ibunya
2. Kelebihan kata-kata ialah manusia pulang kerana ibunya pulang dalam
dapat mengembangkan pengalaman keadaan selamat dan tidak mengalami
yang dialui di ala mini. Malah kata- sebarang kemalangan dalam
kata dapat memberi makna yang besar perjalanan pulang ke rumah.
terhadap kewujudan manusia 5. Pada pendapat saya, kita dituntut
3. - Kami sunting istilah iman supaya memohon maaf apabila
(pengulangan vokal i) melakukan kesalahan kerana
- Langit, bumi, laut, gunung perbuatan memohon maaf merupakan
(pengulangan vokal u) sifat yang terpuji. Seterusnya,
- Mengajarnya pandai berbicara memohon maaf merupakan salah satu
(pengulangan vokal a) cara untuk mengeratkan silaturahim
4. Apabila kita salah menggunakan antara satu dengan yang lain.
kata-kata, seseorang pasti akan
tersinggung sehingga menyebabkan
perhubungan yang terjalin boleh
terputus. Kesilapan berkata-kata juga TINGKATAN 3
37
GIKGU HADI
– SAJAK KIJANG YANG LELAH TINGKATAN 3 – PESAN IBU BERIBU-RIBU
1. Kijang berhati-hati ketika melangkah 1. Berdasarkan rangkap kedua, ibu
dan meredah hutan, cuba untuk mengingatkan kita agar memilih rakan
menghindar sebarang bahaya. Selain yang berbudi pekerti mulia dan boleh
itu, kijang juga memasang tekad untuk membimbing kita ke arah kebaikan,
terus tabah meneruskan hidup di bukannya rakan yang mementingkan
belantara. diri dan bersikap negatif.
2. Pengajaran pertama ialah kita mestilah 2. Pengajaran yang terdapat dalam sajak
tabah dalam menghadapi dugaan ttersebut ialah kita hendaklah
hidup ketika menghadapi hari tua. menghormati ibu bapa. Contohnya,
Pengajaran yang kedua ialah kita penyajak mengingatkan kita agar
haruslah berusaha untuk mengubah menghormati da mematuhi pesanan
kehidupan agar diri kita menjadi lebih ibu yang sentiasa berfikir demi
baik. kebaikan kita. Selain itu, kita haruslah
3. - Sikap berdikari dalam menjalani bersikap jujur dalam memilih kawan.
kehidupan. Contohnya, kijang tua Contohnya, ibu berharap agak
hidup berdikari di dalam belantara penyajak memilih kawan yang ikhlas
walaupun usianya semakin tua. dan berniat baik supaya tidak
- Sikap menyayangi diri sendiri. menyesal kelak.
Contohnya, kijang tua yang sayang 3. Gaya bahasa pertama yang dapat
akan nyawanya melalui hari-hari diperoleh daripada sajak di atas ialah
tuanya dengan penuh kesedaran. hiperbola. Contohnya, kawan
4. Pada pendapat saya, kita perlu teliti berhantu. Gaya bahasa kedua ialah
dalam melakukan sesuatu pekerjaan perlambangan. Contohnya, musang
supaya kerja yang dilakukan dapat berbulu arnab.
disiapkan dalam masa yang 4. Pada pendapat saya, langkah yang
ditetapkan. Selain itu, hasil kerja yang boleh dilakukan untuk mengelakkan
diperoleh akan lebih baik atau diri daripada terpengaruh dengan
bermutu. Seterusnya,orang yang rakan yang bersikap negatif ialah kita
melihat hasilkerja kita akan berpuas hendaklah mendekatkan diri kepada
hati dengan pekerjaan yang kita pegangan agama dan moral. Selain
lakukan. itu, kita boleh mengisi masa lapang
5. Cara mengatasi sikap mudah berputus dengan aktiviti berfaedah bersama-
asa: sama keluarga.
- Sentiasa berfikiran terbuka dan 5. Pada pendapat saya, kesan-kesan yang
menerima sesuatu perkara dengan akan berlaku kepada seorang gadis
positif. sekiranya maruah dirinya telah
- Tingkatkan keyakinan diri dan tercemar ialah dia akan berasa malu
sentiasa percaya pada kebolehan dan kurang keyakinan diri untuk
atau kemampuan diri. berhadapan dengan masyarakat
- Memilih suri teladan yang baik apabila rahsianya telah terbongkar.
yang dapat dijadikan sebagai Seterusnya, gadis itu akan sentiasa
inspirasi dan motivasi diri. dihantui perasaan bersalah. Gadis itu
akan sentiasa murung dan tidak
gembira dalam kehidupan.
38
GIKGU HADI
4. Kita perlu beradab apabila makan di
hadapan tetamu agar dapat menjaga
TINGKATAN 3 – SANTAP ISTIADAT
nama baik keluarga serta dikenali
1. Berdasarkan rangkap kedua, adab sebagai orang yang berhemah.
yang harus diikuti ketika makan ialah Seterusnya, dapat menggambarkan
menyuap makanan ke mulut keperibadian kita yang bertatasusila.
menggunakan tangan, mengambil lauk 5. Cara ibu bapa memastikan anak-anak
dengan sopan dan mengunyah menjaga tatatertib sewaktu makan
makanan dengan perlahan-lahan. ialah dengan cara mengajar anak-anak
2. - Asonansi. Contohnya, Santap santun sejak kecil lagi tentang adab dan etika
dengan aturan (perulangan vokal a) makan dan tanamkan dalam diri
- Aliterasi. Contohnya, selesai santap mereka betapa pentingnya beradab
nasi (perulangan vokal s) ketika makan. Selain itu, ibu bapa
3. Nilai murni yang terdapat dalam perlu memastikan anak-anak sentiasa
seloka ialah baik hati, contohnya tuan mengamalkan tatatertib makan ketika
rumah (raja) yang murah hati telah menikmati hidangan bersama keluarga
menjamu tetamunya makan dan dan ibu bapa harus menjadi suri
minum. Seterusnya hemah tinggi, teladan yang baik dengan
contohnya tetamu perlu bersopan menunjukkan adab-adab makan yang
santun sewaktu menikmati santap betul di hadapan anak-anak.
istiadat. Selanjutnya hormat-
menghormati, contohnya seorang raja
menjamu tetamunya sebagai tanda
penghormatan terhadap kemuliaan
tetamu.

Soalan 7 : (10 markah) Kajian Novel

TIP MENJAWAB
- Semasa menjawab soalan KOMSAS, anda diwajibkan menulis dalm bentuk esei /
karangan bukannya ditulis dalam bentuk poin, rangka isi atau jadual. Jika tidak, markah
anda akan dipotong.
- Selain itu, anda juga mesti mengelakkan daripada melakukan banyak kesalahan dari
aspek tatabahasa dan ejaan, kerana terdapat markah untuk bahasa dalam soalan ini.
- Jika ada masa, tulislah sebanyak mungkin isi kerana isi yang salah tidak akan ditolak
markah, manakala isi yang betul akan diberikan markah.

PERHATIAN:
- Jawapan bahagian novel yang diberi hanya untuk Zon 2 sahaja.

NOVEL DESTINASI IMPIAN


39
GIKGU HADI
TEMA
Cabaran yang dihadapi oleh remaja untuk menuju ke destinasi yang tertentu. Firdaus, Azlina
dan Johari menghadapi pelbagai cabaran untuk sampai ke destinasi kayuhan mereka di
Pantai Morib seperti yang pernah dilakukan oleh datuk mereka.

3 CONTOH PERSOALAN
1. Tanggungjawab untuk membetulkan kelemahan keluarga
- Johari bimbang melihat kelakuan Firdaus yang lemah lembut dan bersifat
keperempuanan. Sebagai saudara yang lebih tua, Johari berasa bertanggungjawab
untuk membaiki sahsiah sepupunya itu. Oleh itu, Johari mengajak Firdaus menyertai
ekspedisi berbasikal ke Pantai Morib Baru supaya dia bertubuh tegap dan tidak
dipanggil bapuk.
2. Didikan ibu bapa amat penting untuk masa depan anak-anak
- Ibu dan bapa Firdaus tidak mendidik Firdaus sebagai anak lelaki yang sepatutnya.
Firdaus lebih banyak menghabiskan masa dengan memasak, menggubah bunga, dan
menonton televisyen di rumah. Firdaus tidak pernah bermain bola sepak, sepak takraw
dan badminton. Akibatnya, Firdaus tidak cergas dan bersifat lemah lembut.
3. Keinsafan setelah sedar dari kesilapan
- Contohnya, Firdaus akhirnya menyesal apabila sedar dari melakukan kesilapan. Beliau
seorang yang panas baran, pembohong dan bersifat angkuh. Selepas peristiwa lemas di
pantai, dia mula sedar dan insaf dari kesalahannya.

3 CONTOH LATAR TEMPAT


1. Gerai menjual air tebu di tepi jalan
- Tempat Azlina minum segelas air tebu. Selepas itu, Azlina duduk di atas sebuah kotak
kayu sambil menunggu Johari dan Firdaus yang telah tertinggal di belakang. Azlina
terkenangkan perbualan ibunya dengan seorang jiran tentang sebab-sebab Firdaus
bersifat lemah lembut.
2. Rumah Haji Sidek
- Johari menunjukkan kepada Azlina dan Firdaus sebuah rumah papan yang besar dan
cantik. Di sebelah rumah itu terdapat sebuah gelanggang badminton. Rumah itu
kepunyaan Haji Sidek iaitu ayah kepada jaguh-jaguh badminton negara; Misbun,
Razif, Jalani dan Rashid.
3. Hospital
- Azlina memberitahu Firdaus bahawa Mazlinda pura-pura tidak pandai berenang
kerana mahu menguji kebolehan Firdaus berenang. Mazlinda yang menyelamatkan
Firdaus daipada hanyut di dalam laut. Setelah itu, Mazlinda dan kawan-kawannya
yang menghantar Firdaus ke hospital.

3 CONTOH TEKNIK PLOT


1. Teknik pemerian - pengarang memerihalkan keadaan Azlina yang keletihan setelah
mengayuh basikal sejak pukul 7:00 pagi.
- Contohnya, aku berasa semakin jauh. Lututku terasa lenguh kerana mengayuh basikal
sejak 7:00 pagi tadi. Kini, hampir pukul 12:00 tengah hari. Matahari pula bersinar
dengan cukup terik. Badanku sudah dibasahi peluh. Namun, sedaya upaya aku tidak
40
GIKGU HADI
mahu menunjukkn keletihan ini kepada Firdaus. Aku sudah berjanji dengan Abang
Johari untuk berlagak begitu.
2. Teknik imbas kembali – Firdaus teringat akan kawannya yang bernama Salim.
- Contohnya, wajah Salim tiba-tiba hadir di tengah ruang ingatanku. Dia yang lebih
suka menulis namanya sebagai Saleem merupakan kawan rapatku di sekolah. Hanya
dialah yang tidak pernah mengejekku.
3. Teknik saspens – pembaca tertanya-tanya apakah yang berlaku kepada Firdaus dan Azlina
setelah sebuah lori memotong mereka yang sedang menunggang basikal.
- Contohnya, tiba-tiba sebuah lori besar yang bergerak sangat laju memotong kami.
Angin lori itu sangat kuat. Aku terbabas ke kiri jalan. Pada ketika itu sempat kulihat
Azlina juga terbabas ke kiri jalan. Basikalnya yang laju itu tidak dapat dikawal. Dia
terlanggar sebuah lubang yang agak besar dan dalam. Kulihat Azlina tercampak ke
tanah merah di tepi jalan

NILAI-MURNI
1. Kesabaran
- Johari bersabar walaupun Firdaus mengugutnya hendak berpatah balik ke rumah
dengan menaiki bas. Johari bersabar kerana Firdaus ialah anak manja yang perlu
disedarkan secara perlahan-lahan.
2. Bertanggungjawab
- Johari berhasrat mendidik Firdaus dan Azlina menjadi remaja yang cekal, berani, dan
berdikari. Oleh sebab itu, Johari mengajak kedua-dua orang sepupunya itu
menunggang basikal dari Kampung Bukit Kapar ke Pantai Morib Baru.
3. Ketabahan
- Johari, Frdaus, dan Azlina mengayuh basikal di bawah cahaya matahari yang panas
terik walaupun mereka telah berasa penat, letih dan dahaga.

3 CONTOH PENGAJARAN
1. Kita hendaklah tabah menghadapi dugaan hidup.
- Johari, Firdaus dan Azlina meneruskan ekspedisi ke Pantai Morib Baru walaupun
terpaksa menempuh pelbagai halangan seperti basikal pancit dan Azlina mengalami
kemalangan.
2. Kita hendaklah berusaha memajukan diri sendiri.
- Firdaus mendapat ucapan tahniah dan gelaran gagah daripada kawan-kawan yang
pernah mengejeknya bapuk. Firdaus juga berasa amat bangga sebab mampu
menunggang basikal sejauh 50 kilometer.
3. Kita hendaklah insaf setelah melakukan kesalahan.
- Firdaus berasa bersalah membohongi kawan-kawan. Contohnya, dia membohongi
Mazlinda, kononnya dia sangat handal berenang, pada hal dia tidak pandai berenang.
Sebagai balasannya, dia telah hanyut di laut.

NOVEL MENITI IMPIAN


TEMA

41
GIKGU HADI
Kegigihan seorang pemuda bernama Zahar dalam mengejar impannya. Contohnya, Zahar
gigih berusaha untuk mengejar impiannya memiliki sebuah bengkel perabot sendiri.
Azamnya semakin berkobar-berkobar setelah dia dipandang rendah oleh bekas kekasihnya,
Suhaili. Dia berusaha untuk membuktikan kepada Suhaili bahawa luusan IKM juga mampu
untuk berjaya.

3 CONTOH PERSOALAN
1. Ketabahan menghadapi kesusahan hidup.
- Zahar tabah menghadapi kesusahan hidup selepas ayahnya meninggal dunia.
Contohnya, Zahar membantu bapa saudaranya di bengkel perabot dan membantu
ibunya menetak pokok mengkuang untuk dibuat tikar.
2. Usaha membawa kejayaan.
- Contohnya, berkat usaha gigih mendapatkan kursus Pertukangan Perabot di IKM,
Zahar akhirnya berjaya membuka sebuah bengkel perabot di kampungnya.
3. Persahabatan yang ikhlas
- Contohnya, Razali ikhlas membantu Zahar ketika Zahar menjalani latihan dalam loji
dengan menumpangkan Zahar di rumahnya dan Zahar dan rakan-rakan di IKM serta
di kampung saling memberi sokongan antara satu sama lain.

3 CONTOH LATAR TEMPAT


1. Bengkel Pak Yusuf
- Sejak setahun yang lalu,Zahar bekerja di bengkel Pak Yusuf bagi membantu
pendapatan keluarganya. Di dalam bengkel yang diubah suai daripada bangsal, Pak
Yusuf menyiapkan tempahan perabot daripada penduduk kampung dan jiran-jirannya.
2. Bengkel Pertukangan Perabot
- Zahar dan rakan sekelasnya menduduki peperiksaan asas di dalam bengkel
- Pertukangan Perabot.Mereka diberi masa 15 jam untuk menyiapkan rak buku.
3. IKM Sungai Petani
- Zahar dan Norimi bertemu pertama kali semasa mereka mendaftar di IKM Sungai
Petani.Zahar mengikuti kursus Pertukangan Perabot manakala Norimi mengikuti
kursus Lukisan Seni Bina.
3 CONTOH TEKNIK PLOT
1. Teknik pemerian
- Pengarang memerihalkan keadaan Zahar yang sedang bersiap-siap untuk
menghadirkan diri ke program minggu suai kenal pada hari pertama Zahar
mendaftarkan diri ke IKM.
2. Teknik imbas kembali
- Ada beberapa peristiwa yang telah berlaku disorot semula oleh pengarang. Antaranya
termasuklah Zahar teringat akan perwatakan Suhaili sewaktu di sekolah suatu ketika
dahulu.
3. Teknik saspens
- Ketika Zahar ulang untuk menemui keluarganya di kampung, Zahar terlihat rumah Pak
Karim sedang mengadakan kenduri. Zahar tertanya-tanya sama ada kenduri tersebut
merupakan kenduri kesyukuran atau kenduri kahwin.

42
GIKGU HADI
NILAI-MURNI
1. Kegigihan
- Contohnya, Zahar tidak berputus asa apabila keputusan SPMnya tidak memuaskan,
malah dia gigih belajar di IKM demi mengejar cita-citanya untuk memiliki sebuah
bengkel perabotnya sendiri. Akhirnya impiannya itu tercapai jua.
2. Bekerjasama
- Contohnya, pelatih-pelatih baharu IKM membersihkan kawasan belakang IKM yang
dipenuhi semak samun secara bergotong-royong semasa minggu suai kenal.
3. Keinsafan
- Contohnya, Suhaili insaf akan kata-katanya dahulu yang memandang rendah kepada
pelatih IKM, sehingga mengguriskan hati Zahar. Dia meminta maaf kepada Zahar.

3 CONTOH PENGAJARAN
1. Kita haruslah tabah menghadapi penghinaan daripada orang lain
- Zahar tabah apabila dipandang rendah oleh Suhaili kerana dia hanya lulusan IKM.Mak
Kiah membesarkan anak-anaknya dengan tabah. Dia sanggup melakukan beberapa
kerja demi menyara keluarga setelah kematian suaminya.
2. Kita haruslah berbelanja secara berhemah agar ada wang yang mencukupi untuk
kegunaan tertentu
- .Zahar memelanjakan wang imbuhan sebanyak RM200.00 yang diterimanya setiap
bulan dengan berhemah agak wang perbelanjaannya semasa belajar di IKM
mencukupi.
3. Kita haruslah menghormati tetamu yang datang ke tempat kita
- Pelatih IKM Sungai Petani menyambut kedatangan pasukan bola sepak IKM Alor
Setar dengan rasa hormat dan menyediakan jamuan ringan.Kita haruslah menghormati
guru yang telah banyak mencurahkan ilmu kepada kita Zahar begitu menghormati
cikgu Baharum, guru pertukangan perabot yang tidak kedekut mencurahkan ilmu
pertukangan kepada anak-anak muridnya.

NOVEL TAWANAN KOMANDER CAUCASUS


TEMA
Tema novel ini ialah bersatu menentang kezaliman. Dara Merah, Bara, dan Farhani berserta
rakan-rakannya bersatu dalam menentang kezaliman yang dicetus oleh Komander Caucasus.
Komander Caucasus sanggup memenjarakan Puteri Coleoptera dan Bara semata-mata mahu
menjadi Maharaja Caucasus.

3 CONTOH PERSOALAN
1. Perpaduan antara masyarakat pelbagai kaum dalam kalangan generasi muda.
- Farhani, Chea Mei, Haikal, Devnath, Wei, dan Kim Yong ialah murid di Sekolah
Menengah Seri Kencana. Perbezaan kaum dan agama tidak menghalang mereka untuk
berkawan baik dan hidup bersatu padu.
43
GIKGU HADI
2. Hubungan persahabatan tanpa mengenal latar belakang seseorang
- Farhani dan rakan-rakannya bersahabat baik dengan Puteri Coleoptera. Puteri
Coleoptra memberikan hadiah kepada mereka sebelum kembali ke dunia manusia.
3. Keberanian menhadapi cabaran
- Farhani dan rakan-rakannya tidak gentar untuk menghadapi Komander Caucasus dan
tenteranya yang sangat kuat.

3 CONTOH LATAR TEMPAT


1. Rumah Kim Yong.
- Contohnya, tempat Farhani dan rakan-rakannya menziarahi ibu Kim Yong, iaitu Puan
Lee untuk melahirkan rasa simpati dan berkongsi kesedihan atas kehilangan Kim Yong
secara tiba-tiba.
2. Sekolah Menengah Seri Kencana
- Contohnya, tempat hadirnya berbagai-bagai orang yang terdiri daripada pegawai
penyiasat polis, pegawai Jabatan Pendidikan, pegawai daripada Kementerian
Pendidikan dan beberapa orang wartawan daripada beberapa buah akhbar arus perdana
setelah berlakunya kes kehilangan Farhani dan Kim Yong.
3. Kota kerajaan kumbang
- Contohnya, tempat Farhani melihat kota itu yang dibina daripada batu yang kukuh,
berbentuk segi empat dan kelihatan sama di mana-mana ketika dibawa oleh Bara
menuju ke Mahligai Maharaja Tanduk.

3 CONTOH TEKNIK PLOT


1. Teknik pemerian
- Pengarang menggambarkan perwatakan Kim Yong yang sombong dan angkuh. Dia
sering menyisihkan diri dan enggan bergaul dengan rakan sekelasnya. Akibatnya, dia
tidak dipedulikan oleh mereka.
2. Teknik dialog
- Perbualan antara Cikgu Salimah dengan ibu bapa Farhani tentang berita-berita di
akhbar dan tohmahan terhadapnya berikutan kehilangan Farhani.
3. Teknik monolog dalaman
- Farhani berkata dalam hatinya bahawa dia sentiasa mengingati Tuhan, bukannya
ketika berada dalam kesusahan sahaja.

NILAI-MURNI
1. Baik hati
- Contohnya, Farhani menghulurkan air minuman yang diisi di dalam tempurung kelapa
yang cantik kepada Kim Yong yang begitu dahaga dan keletihan sewaktu mereka tiba
di sebuah hutan selepas melarikan diri bersama-sama dengan Bara dan Dara Bintik
dari makmal rahsia yang dikuasai oleh Komander Caucasus dan tenteranya.
2. Berdikari
- Contohnya, walaupun Farhani merupakan seorang gadis, dia berusaha mencari
kumbang di dusun milik datuknya bersama-sama dengan Mira dan Chea Mei tanpa

44
GIKGU HADI
meminta khidmat bantuan sama ada daripada rakan lelaki sekelasnya, abang, atau
ayahnya.
3. Kegigihan
- Contohnya, Farhani gigih berdepan dengan berbagai-bagai cabaran seperti peristiwa
dia terpaksa menyelamatkan diri daripada menjadi orang tawanan tentera Komander
Caucasus dan peristiwa dia dan empat orang sahabatnya yang gigih berikhtiar untuk
pulang ke pangkuan keluarga dengan selamat.

3 CONTOH PENGAJARAN
1. Kita hendaklah gigih menempuh sebarang cabaran dan rintangan.
- Contohnya, Farhani gigih berdepan dengan berbagai-bagai cabaran seperti peristiwa
dia terpaksa menyelamatkan diri daripada menjadi orang tawanan tentera Caucasus
dan peristiwa dia dan empat orangsahabatnya yang gigih berikhtiar untuk pulang ke
pangkuan keluarga masing-masing dengan selamat.
2. Kita perlulah mengamalkan sikap baik hati sesama insan.
- Contohnya, Farhani menghulurkan air minuman yang diisi di dalam tempurung kelapa
yang cantik kepada Kim Yong yang begitu dahaga dan keletihan sewaktu mereka tiba
di sebuah hutan selepas melarikan diri bersama-sama Bara dan Dara Bintik dari
makmal rahsia yang dikuasai oleh Komander Caucasus dan tenteranya.
3. Kita perlulah sentiasa berfikiran positif dengan apa-apa sahaja dugaan yang berlaku tanpa
menuding kesalahan kepada orang lain.
- Contohnya, Encik Adnan dan Puan Asmah langsung tidak menyalahkan atau
mendendami Cikgu Salimah atas kehilangan anaknya, Farhani sebaliknya sama-sama
berikhtiar agar anak bongsunya yang hilang itu dapat ditemukan semula.

SOALAN 1
Berdasarkan sebuah daripada novel Tingkatan 3, buktikan persoalan tersebut dengan
mengemukakan dua contoh peristiwa yang sesuai.
Novel Persoalan Peristiwa
Tawanan Komander Caucasus Sikap ketamakan kuasa - Peristiwa 1
- Peristiwa 2

Persoalan Sikap ketamakan kuasa


Peristiwa 1
Tindakan Komander Caucasus dan tenteranya yang tamak dan berhasrat untuk menjadi
pemerintah kerajaan kumbang telah menyebabkan Puteri Coleoptera bertindak dengan
menyembunyikan dirinya dan berpindah-randah. Hal ini demikian kerana mereka sedang
memburunya sekali gus ingin membunuhnya.
Peristiwa 2
Komander Caucasus telah menawan dan mengurung Kim Yong di dalam tabung uji balang
kaca di makmal rahsianya. Kim Yong dikurung kerana dia akan dijadikan bahan uji kaji
Komander Caucasus bagi tujuan mencapai cita-citanya untuk menguasai manusia dan
menakluk dunia.

45
GIKGU HADI
SOALAN 2
Berdasarkan sebuah daripada novel Tingkatan 2, kemukakan tiga perwatakan watak utama
berserta contoh peristiwa dalam novel yang telah anda kaji.

Novel Meniti Impian (rangka jawapan)


Watak Perwatakan Contoh
Utama
Zahar Tidak mudah Zahar tidak berputus asa walaupun dihina oleh Suhaili
berputus asa sewaktu hendak belajar di Institut Kemahiran Mara (IKM).
Penyayang Zahar amat menyayangi emak dan adik-beradiknya. Setiap
kali cuti, dia akan pulang ke kampung untuk bertemu
dengan keluarganya.
Setia Hal ini dapat dilihat melalui sikap Zahar yang tetap setia
kepada Norimi walaupun
Suhaili cuba menjalin hubungan semula dengannya.
Gigih berusaha Zahar gigih membantu bapa saudaranya, Pak Yusuf di
bengkel pertukangan perabot.

SOALAN 3
Berdasarkan satu daripada novel yang anda kaji di Tingkatan 1, kemukakan tiga
perbandingan antara watak utama dengan watak sampingan.
Destinasi Impian karya Mohd Ismail Sarbini
PERBANDINGAN WATAK
Utama Sampingan
Johari Firdaus

Novel Destinasi Impian


Watak utama ialah Johari.
- Johari tidak gemar menonton televisyen atau wayang. Buktinya, masanya banyak
dihabiskan dengan membaca bahan bacaan yang berfaedah seperti buku, majalah dan
surat khabar untuk mengambil ilmu baharu.
- Johari seorang yang bersemangat tinggi. Buktinya, dia yang sememangnya gemar
akan sukan lasak kelihatan gembira menyahut cabaran datuk untuk berbasikal ke
Morib berbanding dengan Firdaus yang sememangnya terpaksa kerana tidak mahu
orang lain memandangnya lemah.
- Johari seorang yang penyabar. Buktinya, Johari sabar melayan kerenah Firdaus yang
asyik merungut keletihan dan menunggu Firdaus yang berhenti rehat dengan kerap.

Watak sampingan ialah Firdaus.


- Firdaus banyak menghabiskan masanya di rumah dengan menonton televisyen atau
selalu menolong kakaknya membuat bunga atau memasak. Dia juga hanya
mementingkan bacaan yang berbentuk hiburan yang melekakan.
- Firdaus pantas terusik ego kelakiannya apabila dicabar oleh adiknya, Azlina. Buktinya,
apabila datuk mencabar mereka untuk berbasikal ke Pantai Morib, Firdaus terpaksa

46
GIKGU HADI
menyahut cabaran datuk kerana terasa tercabar apabila adiknya yang merupakan
perempuan juga menyahut cabaran itu.
- Firdaus cepat marah apabila penat dan tertekan. Buktinya, dia mengajak Johari
pulang kerana dia letih jnengayuh basikal dan berasa marah akan sikap adiknya,
Azlina yang kerap menyindirnya bersifat lembut.

BAHAGIAN C ULASAN (15 MARKAH)


Panjangnya antara 80 hingga 100 patah perkataan

Analisis Ulasan Tahun 2014 - 2016


TAHUN SET 1 SET 2 SET 3
2014 Ulasan Iklan Ulasan Iklan Ulasan Iklan
- Minggu Alam Sekitar - Pesta Buku - Karnival Kesihatan
Antarabangsa
2015 Ulasan Carta Pai Ulasan Graf Ulasan Graf
- Penggunaan - Kemalangan - Pendaftaran
Lapangan Terbang Jalan Raya Kenderaan
2016 Ulasan Rajah – Destinasi Pelancongan Menarik di Malaysia
Pulau Langkawi Gunung Kinabalu Taman Negara Gunung
Mulu

ULASAN 1
Lihat rajah di bawah dengan teliti. Berdasarkan maklumat yang terdapat dalam rajah
tersebut, tulis ulasan yang panjangnya antara 80 hingga 100 patah perkataan.

Faedah-faedah bersukan

Bersukan adalah aktiviti riadah yang popular di negara kita dan dilakukan oleh
pelbagai kaum tanpa mengira bangsa dan agama. Apabila kita rajin bersukan badan akan

47
GIKGU HADI
menjadi sihat. Peluh yang keluar akan merembeskan sisa-sisa toksik daripada badan dan kita
sukar dihinggapi pelbagai jenis penyakit. Sukan juga antara kerjaya yang mampu
memberikan pulangan yang lumayan. Kita mampu mengukir nama seperti jaguh-jaguh sukan
dunia dalam apa jua sukan yang diceburi dan mampu meningkatkan imej negara.
Mengeratkan silaturahim juga antara manfaat yang diperoleh dengan bersukan. Kita akan
mengetepikan perbezaan agama dan bangsa semasa bersukan. Kita juga mampu mengisi
masa lapang dengan baik. Kita akan mengisi masa senggang dengan aktiviti yang bermanfaat
seperti dengan bersuka dan tidak membuang masa dengan gejala yang negatif seperti
melepak dan berfoya-foya. Badan sihat otak cergas datangnya daripada aktiviti bersukan dan
mampu menjana generasi yang berwawasan pada masa hadapan .

ULASAN 2
Dialog di bawah adalah berkaitan dengan etika ketika bersukan. Berdasarkan maklumat
yang terdapat dalam rajah tersebut, tulis ulasan yang panjangnya antara 80 hingga 100
patah perkataan.

Etika bersukan

Bersukan melahirkan pelbagai faedah seperti bola sepak, bola keranjang, bola jaring
dan pelbagai lagi. Etika bersukan perlu dipatuhi seperti menerima kepusan pengadil. Jangan
membantah atau tidak puas hati dengan keputusan yang telah dibuat. Kita juga tiadak
bersikap kasar terhadap pemain lawan. Contohnya dengan menyiku sewaktu bermain bola
kerana situasi ini mampu menimbulkan pergaduhan. Kita juga mestilah mematuhi peraturan
48
GIKGU HADI
yang telah ditetapkan. Hal ini penting supaya pertandingan sukan berjalan dengan lancar dan
kalah atau menang merupakan adat pertandingan. Bersukanlah dengan penuh etika supaya
perpaduan dapat diperkukuh di samping keharmonian dalam kehidupan.

ULASAN 3

Langkah-langkah Meningkatkan Mutu Sukan Negara

Malaysia masih jauh lagi ketinggalan dalam bidang sukan dan pelbagai pendekatan
perlu dilakukan dalam melahirkan ahli-ahli sukan yang berwibawa. Negara mestilah
menyediakan pelbagai prasarana yang canggih. Antaranya penyediaan gelanggang sepak
takraw, veledrom basikal dan kompleks sukan olahraga kerana para atlet negara dapat
berlatih dengan sempurna dan lancar. Malaysia juga wajar memiliki jurulatih yang
berwibawa. Kita wajar mengimport jurulatih dari luar jika kekurangan dalam aspek ini
supaya atlet kita dapat dilatih dalam pelbagai teknik yang terkini. Selain itu, kita mestilah
memastikan kebajikan ahli-ahli sukan kita terbela. Elaun yang berpatutan wajar diberikan di
samping intensif yang lain kerana senario ini mampu menyuntik semangat mereka. Akhir
sekali, ahli-ahli sukan wajar dibekalkan dengan peralatan sukan yang canggih dan berkualiti.
Tuntasnya,imej sukan negara akan maju jika perkara di atas dapat disediakan dan Malaysia
pasti akan terkenal di persada dunia.

49
GIKGU HADI
ULASAN 4

Peranan ibu bapa membentuk keperibadian mulia anak-anak

Ibu bapa berperanan penting dalam membentuk keperibadian anak-anak agar


mereka memiliki sahsiah yang tinggi. Ibu bapa wajar memberikan kasih sayang yang
secukupnya kepada anak-anak. Didikan agama antara unsur penting dalam membentuk
peribadi anak-anak. Didikan ini akan menghalang mereka daripada melakukan perbuatan
yang negatif dan menjalani kehidupan dengan sempurna selari dengan tuntutan agama. Ibu
bapa juga mestilah memantau pergerakan anak-anak mereka di luar rumah. Mereka perlu
peka dengan aktiviti yang dilakukan oleh anak-anak untuk mengelakkan mereka tidak
terjebak dengan aktiviti yang mengaibkan maruah keluarga. Ibu bapa juga mestilah
menunjukan tingkah laku yang baik. Justeru , mereka akan sentiasa menjadikan ibu bapa
mereka sebagai idola. Anak-anak sebenarnya ibarat kain putih dan perlu dicorak ke arah
yang positif sejak kecil supaya menjadikan mereka bersahsiah dan berkeperibadian yang
tinggi.

ULASAN 5

50
GIKGU HADI

Sebab Permainan Tradisional Semakin Dilupakan

Permainan tradisional merupakan khazanah berharga dan wajar dipulihara agar tidak
pupus ditelan zaman. Remaja hari ini lebih meminati permainan moden. Permainan ini
mudah dimainkan di mana-mana tidak seperti permainan galah panjang mahupun patuk
ayam yang memerlukan kawasan yang luas. Kekurangan tenaga pengajar untuk permainan
tradisional juga antara faktor seterusnya. Remaja tidak didedahkan dengan permainan ini
seperti permainan gasing,sepak raga bulatan dan pelbagai lagi. Remaja sekarang tidak mahu
mengeluarkan peluh. Permainan seperti ting-ting memerlukan gerakan yang banyak justeru
mereka gemar permainan video yang dapat dimainkan di ruang tamu rumah. Permainan
tradisional wajar dikekalkan supaya tidak pupus ditelan zaman kerana khazanah nenek
moyang ini diperturunkan dari satu generasi ke generasi yang lain.

ULASAN 6

51
GIKGU HADI

Cara-cara Membalas Jasa Warga Tue

Sesungguhnya, syurga itu di bawah tapak kaki ibu. Oleh yang demikian, anak-anak
perlulah membalas jasa ibu bapa yang telah membesarkan mereka bagai menatang minyak
yang penuh. Mereka perlulah memberikan kasih sayang kepada orang tua mereka. Selain itu,
mereka juga boleh meraikan hari kelahiran orang tua mereka setiap tahun. Oleh itu, warga
tua akan rasa disayangi dan dihargai. Seterusnya, pihak kerajaan haruslah memberikan
kemudahan dan keistimewaan kepada warga tua. Subsidi bantuan penuh untuk kos rawatan
dan pengangkutan harus diberikan kepada mereka. Di samping itu, kerajaan juga perlu
membina lebih banyak rumah kebajikan untuk warga tua yang terabai. Dengan cara ini,
mereka dapat melalui kehidupan yang sempurna. Oleh itu, anak-anak haruslah mendoakan
kesejahteraan warga tua di dunia dan di akhirat.

52
GIKGU HADI
ULASAN 7

Rakyat Malaysia kini terancam dengan pelbagai jenis penyakit berbahaya. Antaranya
fenomena obesiti yang kian melanda masyarakat akhir-akhir ini. Obesiti menyebabkan
aktiviti harian berjalan tidak sempurna kerana masyarakat yang obesiti cepat penat dan
kurang produktif. Statistik turut menjelaskan bahawa dua daripada lima orang orang
penduduk memiliki berat badan yang berlebihan. Senario ini menjelaskan bahawa kadar
obesiti di negara kita amat tinggi. Di samping itu, berat badan yang berlebihan dikaitkan
pelbagai penyakit seperti jantung dan kanser. Justeru, peluang untuk mendapat penyakit ini
amat tinggi kepada masayarakat yang obesiti di negara kita.Kesimpulannya , gaya hidup
sihat amat penting dalam kalangan masyarakat supaya kadar obesiti yang berlaku dapat
dikurangkan.

ULASAN 8

53
GIKGU HADI

Kebaikan Mengisi Masa Lapang dengan Berfaedah

Masyarakat di negara kita mestilah bijak dalam menggunakan masa yang terluang.
Antaranya, membaca bahan bacaan yang bermanfaat. Impaknya, pelbagai pengetahuan dapat
diperoleh apabila budaya membaca dijadikan amalan. Selain itu, bersukan dan beriadah
bersama-sama rakan mahupun keluarga. Badan menjadi cergas manakala minda pula
menjadi cerdas. Seterusnya, membantu ibu bapa di rumah dalam melakukan kerja-kerja yang
dibuat oleh ayah dan ibu. Bebanan mereka berkurangan dan mereka amat bangga memiliki
anak-anak yang rajin. Akhir sekali, berkebun di kawasan rumah seperti menanam pelbagai
jenis sayuran. Aktiviti ini mampu mengurangkan perbelanjaan harian kerana tidak perlu
membeli sayur-sayuran di pasar. Kesimpulannya, masa yang terluang jika disi dengan
aktiviti yang berfaedah akan memberikan pelbagai keuntungan kepada diri sendiri.

ULASAN 9

Ciri-ciri Murid Cemerlang

Apakah ciri-ciri murid cemerlang? Antara ciri-ciri murid yang cemerlang ialah
sentiasa berusaha untuk berjaya seperti pepatah, “genggam bara api biar sampai jadi arang.”
Murid-murid juga harus aktif dalam aktiviti kokurikulum. Mereka akan menjadi lebih
berdisiplin dan bertanggungjawab. Selain itu, murid-murid perlu mempunyai budi pekerti
yang mulia. Mereka yang bersopan-santun akan disanjung tinggi. Murid-murid juga harus
sentiasa yakin pada potensi diri sendiri. Dengan demikian, mereka pasti dapat berdikari dan
menunjukkan diri. Tuntasnya, murid-murid perlu mempunyai ciri-ciri cemerlang agar hasrat
untuk melahirkan generasi berwawasan pasti dapat direalisasikan.

54
GIKGU HADI
ULASAN 10

Kepentingan Remaja Mengamalkan Sikap Berbudi Bahasa

Amalan berbudi bahasa amat penting diamalkan oleh remaja . Antaranya


melahirkan masyarakat yang bertamadun. Masyarakat akan hidup dalam keadaan aman dan
damai tanpa mengira kaum. Selain itu,memperkukuhkan perpaduan antara kaum. Amalan
berbudi bahasa mampu mengelakkan daripada terjadinya pergeseran terutama ketika
berkomunikasi antara satu sama lain. Pada masa yang sama amalan ini mampu menambat
hati pelancong. Mereka akan berasa selesa dilayan dengan sopan dan tidak menggores hati
ketika berhadapan dengan remaja di negara kita. Akhir sekali, melahirkan pemimpin yang
berdedikasi. Remaja mampu memimpin negara dengan telus dan cemerlang. Kesimpulannya,
amalan berbudi bahasa wajar diterapkan dalam kalangan masyarakat sejak kecil lagi.

ULASAN 11

55
GIKGU HADI

Kebaikan Buah-buahan Tempatan

Pelbagai kebaikan dapat kita peroleh apabila menikmati buah-buahan tempatan.


Antaranya memiliki banyak khasiat iaitu vitamin C dan protein. Justeru, kita tidak mudah
dihinggapi pelbagai jenis penyakit. Selain itu, mudah didapati di mana-mana sahaja sama
ada di kedai, di gerai mahupun di kompleks beli belah. Senario ini akan memudahkan orang
ramai untuk mendapatkannya pada bila-bila masa. Seterusnya, memiliki rasa yang lazat
setanding dengan buah-buahan yang diimport. Kita akan berasa puas hati ketika menikmati
buah-buahan ini. Akhir sekali , harganya yang murah dan mampu dibeli oleh pelbagai
peringkat masyarakat. Situasi ini amat berbeza dengan buah-buahan yang diimport yang
mana mahal harganya dan mampu dibeli oleh golongan atasan. Kesimpulannya, kita
digalakkan untuk menimati buah-buahan tempatan yang penuh berkhasiat dan lazat rasanya.

ULASAN 12

Kesan-kesan Pencemaran Sungai

Sungai yang telah tercemar mendatangkan pelbagai natijah yang buruk kepada
manusia. Antaranya, kehilangan sumber air yang bersih untuk kegunaan manusia. Justeru,
kehidupan akan terancam kerana air yang telah tercemar akan menyebabkan keracunan
kepada manusia. Selain itu, hidupan air akan mati dan lama-kelamaan akan menjadi pupus.
Pencemaran sungai menyebabkan hidupan akuatik seperti ikan dan udang akan mati. Akhir
sekali, hilang daya penarik seperti destinasi pelancongan yang berasaskan air. Air sungai
menjadi kotor dan senario ini akan menjijikkan para pelancong. Kesimpulannya, pihak
56
GIKGU HADI
berkuasa wajar membuat pemantauan yang ketat supaya pencemaran sungai dapat diatasi
sepenuhnya.
ULASAN 13

Peranan Bahasa Kebangsaan

Bahasa kebangsaan memainkan peranan penting dalam kalangan masyarakat di


Malaysia. Antaranya, sebagai landasan untuk menyatukan rakyat. Impaknya, dapat membina
semangat kebangsaan dalam masyarakat yang pelbagai kaum. Selain itu, bahasa kebangsaan
berperanan sebagai bahasa komunikasi oleh masyarakat. Pelbagai kaum dapat berinteraksi
melalui bahasa ini tentang pelbagai perkara. Seterusnya, digunakan untuk menjayakan
sesuatu kempen oleh sesetengah pihak. Bahasa ini merupakan bahasa kebangsaan dan sudah
pasti difahami oleh setiap penduduk. Akhir sekali, berperanan untuk mengukuhkan
nasionalisme dalam kalangan masyarakat. Semangat sayang akan tanah air bertambah kukuh
terutama kepada generasi muda.Kesimpulannya, kita mestilah bangga dengan bahasa
kebangsaan kita dan berusaha untuk memartabatkannya ke puncak dunia.

57
GIKGU HADI

BAHAGIAN D Soalan 9 (30 MARKAH) Karangan Respons Terbuka


Panjangnya lebih daripada 180 patah perkataan

ANALISIS PT3 BAHASA MELAYU – KARANGAN


TAHUN Set 1 1. Laporan : Aktiviti-aktiviti Program Minggu Bahasa
2. Fakta : Peranan masyarakat menangani isu pencemaran
2014 alam sekitar
3. Fakta : Usaha-usaha memajukan industri pelancongan
Set 2 1. Surat Tidak Rasmi : Rahsia kejayaan keceriaan dan kebersiham kelas
2. Fakta : Kebaikan telefon bimbit
3. Fakta : Usaha-usaha membanteras pembiakan nyamuk aedes.
Set 3 1. Syarahan : Kebaikan Teknologi Maklumat
2. Fakta : Kepentingan kitar semula
3. Fakta : Usaha-usaha memupuk perpaduan kaum
2015 Set 1 TEMA: Semangat Patriotik
1. Fakta : Sambutan bulan kemerdekaan
2. Fakta : Usaha-usaha yang wajar dilakukan untuk memupuk semangat
patriotik dalam kalangan generasi muda.
3. Surat Tidak Rasmi: Sambutan Bulan Kemerdekaan yang telah diadakan
di sekolah
Set 2 TEMA: Alam Sekitar
1. Fakta: Aktivit gotong-royong di kawasan tempat tinggal
2. Fakta: Usaha-usaha yang wajar dilakukan untuk memelihara alam
sekitar
3. Syarahan: Menjaga Alam Sekitar Tanggungjawab Bersama
Set 3 TEMA: Gaya Hidup Sihat
1. Fakta : Faedah-faedah menyertai Program Gaya Hidup Sihat
2. Fakta : Usaha-usaha mengamalkan gaya hidup sihat
3. Laporan: Karnival Gaya Hidup Sihat
2016 Set 1 TEMA: Perayaan Kaum di Malaysia
1. Cereka: Pengalaman menyambut perayaan
2. Fakta: Faedah-faedah diperolehi daripada majlis rumah terbuka
3. Rencana: Perayaan Kaum di Malaysia
Set 2 TEMA: Kraf Tangan
1. Cereka: Pengalaman mengunjungi pameran kraf tangan
2. Fakta: Usaha-usaha untuk memajukan perusahaan kraf tangan di
negara kita
3. Rencana: Industri kraf tangan di Malaysia
Set 3 TEMA: Permainan Tradisional
1. Cereka: Pengalam rombongan sekolah ke Karnival Permainan
Tradisional
2. Fakta: Usaha-usaha untuk mempopularkan permainan tradisional
dalam kalangan generasi muda
3. Rencana: Permainan Tradisional di Malaysia

58
GIKGU HADI

TEMA: AMALAN MEMBACA

1. Cara-Cara Menggalakkan Minat Membaca

Membaca itu jambatan ilmu, merupakan satu kata-kata hikmat yang jelas
menunjukkan kepentingan amalan membaca dalam hidup kita. Kendatipun begitu, kata-kata
hikmat ini sering dipandang enteng oleh sebahagian besar masyarakat Malaysia terutamanya
para remaja yang akan menjadi pemimpin negara pada suatu masa kelak.

Ibu bapa merupakan insan yang memainkan peranan signifikan untuk memupuk tabiat
suka membaca dalam kalangan rakyat Malaysia. Menurut Confucius, keluarga merupakan
unit asas pembentukan masyarakat. Kata-kata ini jelas menunjukkan pembentukan peribadi
seseorang individu bermula daripada keluarga dan keluarga itu pula lahir dengan sepasang
ibu bapa. Ibu bapa mestilah menunjukkan uswah terbaik dengan mengamalkan amalan
membaca di hadapan anak-anak.

Selain itu, pihak kerajaan juga memainkan peranan untuk memupuk tabiat membaca
dalam kalangan masyarakat Malaysia. Dalam hal ini, pihak kerajaan bolehlah mengadakan
kempen-kempen yang menggalakkan amalan membaca. Pihak kerajaan seharusnya
menggunakan sebahagian daripada pendapatan negara untuk memupuk minat membaca
dalam diri masyarakat Malaysia.

Media massa juga berperanan penting untuk memupuk minat membaca dalam
kalangan masyarakat. Media massa seperti televisyen, internet, radio dan sebagainya penting
dalam menghebahkan kepada masyarakat tentang kepentingan tabiat membaca. Dalam hal
ini, pihak-pihak yang terlibat seperti penerbit stesen televisyen haruslah mengadakan satu
dokumentasi yang memaparkan kepentingan membaca dalam kehidupan dan
menayangkannya di televisyen. Dengan ini, masyarakat tahu mengapa membaca itu penting
dalam kehidupan mereka

Pihak sekolah juga menggalas tanggungjawab untuk memupuk minat membaca dalam
kalangan masyarakat Malaysia. Dalam hal ini, guru merupakan insan terpenting yang
berperanan memupuk minat membaca dalam diri pelajar. Sebagai guru yang penyayang dan
ingin pelajarnya berjaya, pasti guru-guru sedar akan kepentingaan membaca dalam
kehidupan. Guru-guru di sekolah seharusnya bekerjasama dalam mengadakan pertandingan
bagi memupuk minat membaca dalam diri pelajar.

Akhirul kalam, semua pihak haruslah berganding bahu untuk memupuk minat
membaca dalam diri masyarakat dan tidak melepaskan tanggungjawab itu kepada pihak
kerajaan semata-mata kerana muafakat membawa berkat. Semua pihak haruslah bersikap,
bagai aur dengan tebing dalam menjayakan usaha untuk memupuk minat membaca dalam
kalangan masyarakat.

59
GIKGU HADI

2. Laporan Lawatan Sambil Belajar ke Dewan Bahasa dan Pustaka.


Pada cuti penggal kedua yang lalu, Persatuan Bahasa Malaysia, Sekolah Menengah
Bandar Sungai Buaya telah mengadakan lawatan sambil belajar ke Dewan Bahasa dan
Pustaka, Kuala Lumpur. Lawatan yang diadakan pada hari Sabtu, 29 Januari 2017 disertai
oleh seramai 40 orang ahli persatuan dan dua orang guru penasihat.
Objektif lawatan tersebut adalah untuk mengenali buku-buku bermutu keluaran DBP,
mengetahui cara-cara buku diterbitkan, dan untuk menimba pengetahuan selaras dengan
konsep lawatan sambil belajar. Sebelum bertolak, guru penasihat kami mengingatkan para
pelajar supaya menjaga disiplin dan nama baik sekolah semasa di sana. Selepas mendengar
pesanan beliau, barulah rombongan kami bertolah dari sekolah.
Kami tiba di Dewan Bahasa dan Pustaka tepat pukul 11.00 pagi. Rombongan kami
disambut oleh Pegawai Perhubungan Awam Dewan Bahasa dan Pustaka. Beliau memberi
penerangan tentang sejarah penubuhan DBP dan tujuan penubuhannya. Kami juga diberi
taklimat ringkas tentang bahagian-bahagian yang akan kami lawati. Sebelum itu, kami diberi
satu naskah majalah Pelita Bahasa keluaran DBP secara percuma.
Tempat pertama yang menjadi destinasi kami adalah ke bahagian pameran. Semasa
berada di bahagian ini kami berpeluang melihat berbagai-bagai jenis buku yang dikeluarkan
oleh DBP sama ada buku-buku lama atau buku-buku baru. Buku-buku tersebut ditulis dalam
bahasa Malaysia dan bahasa Inggeris yang merangkumi buku-buku agama, politik, ekonomi,
dan bahasa.

Selepas itu, kami dibawa ke bahagian pencetakan. Di sini, kami melihat dengan jelas
cara-cara buku dan majalah dicetak. Kami perhatikan buku-buku tersebut dicetak dengan
begitu pantas dengan menggunakan alat-alat yang canggih, teknik-teknik yang sistematik,
yang diusahakan oleh pekerja-pekerja yang mahir dan cekap. Kami juga dapat melihat
dengan jelas cara buku-buku itu dijilid, disusun, dan sebagainya.

Selain itu, lawatan tersebut dapat menyemai minat dan budaya membaca di kalangan
pelajar. Sekurang-kurangnya timbul keinsafan dan kesedaran di hati kami tentang betapa
pentingnya membaca untuk menambah pelbagai maklumat dan pengetahuan. Lawatan
sambil belajar yang kami anjurkan ini dianggap berkesan kerana kami dapat menimba ilmu
dan meluaskan pengetahuan.

Walaupun lawatan seumpama ini pertama kali dianjurkan oleh persatuan kami, namun
lawatan ini sangat berhasil. Harapan kami agar lebih banyak pelajar di sekolah ini menyertai
lawatan sambil belajar pada masa depan. Lawatan ini amat berfaedah kerana kami dapat
membeli buku-buku berunsurkan ilmiah dengan harga yang berpatutan.

Laporan disediakan oleh, 3 FEBRUARI 2017


………………………….
60
GIKGU HADI
Muhammad Fareez,
Setiausaha Persatuan Bahasa Melayu,
SMK Bandar Sungai Buaya.

3. Kebaikan Amalan Membaca

Membaca banyak kebaikannya. Ibu bapa haruslah memupuk minat membaca dalam
kalangan anak-anak sejak kecil lagi bak kata pepatah Melayu, “Melentur buluh biarlah dari
rebungnya”. Apatah lagi pada masa kini bahan bacaan yang sesuai seperti surat khabar,
majalah dan sebagainya sangat mudah kita dapati dari kedai-kedai berdekatan rumah atau di
dalam internet. Malah, wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad
SAW juga adalah ‘membaca’.

Antara kebaikan membaca ialah mengetahui perkembangan terkini di samping


menambahkan ilmu pengetahuan. Contohnya, apabila kita membaca surat khabar kita akan
mengetahui berita semasa di dalam mahupun di luar negara sama ada berita tentang
ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Kita juga tidak menjadi bagai katak di bawah
tempurung.

Selain itu, membaca juga dapat menambahkan perbendaharaan kata. Orang yang
selalu membaca akan mampu menulis karangan dengan ayat yang lebih gramatis. Kualiti
karangan kita juga akan meningkat dan mampu memperoleh markah yang tinggi dalam
peperiksaan.

Di samping itu, orang yang rajin membaca akan banyak memperoleh pengajaran dan
pengalaman. Pengajaran dan pengalaman ini boleh dijadikan pedoman untuk menghadapi
kehidupan sehari-harian. Terbuktilah bahawa amalan membaca sememangnya banyak
memberi manfaat.

Membaca juga dapat merehatkan minda. Bahan-bahan bacaan ringan seperti komik,
cerpen dan sebagainya sesuai dibaca kerana amat menghiburkan. Bahan-bahan ini sesuai
dibaca terutamanya selepas menduduki peperiksaan atau penat belajar.

Tuntasnya, amalan membaca amatlah penting terutama kepada para pelajar. Selain
dapat mengisi masa lapang, aktiviti ini juga dapat mengelakkan mereka daripada terjebak
dalam gejala sosial. Membaca sememangnya pelita hidup yang dapat menyinari masa depan
kita.

TEMA: ORANG KELAINAN UPAYA

1. CARA-CARA MEMBANTU ORANG KELAINAN UPAYA (OKU)

Orang Kelainan Upaya (OKU) merupakan orang yang kurang bernasib baik. Mereka
dilahirkan dalam keadaan cacat. Ada juga yang menjadi cacat akibat mengalami kemalangan
61
GIKGU HADI
yang menjejaskan anggota badan. Mereka tidak dapat menjalani kehidupan yang sempurna
kerana kekurangan yang dimiliki. Mereka perlu dibantu untuk melakukan sesuatu pekerjaan.
Terdapat pelbagai pihak yang perlu memainkan peranan untuk membantu Orang Kelainan
Upaya (OKU).
Ibu bapa berperanan mendidik anak-anak mereka supaya menghormati serta tidak
memandang hina OKU. Hal ini demikian kerana OKU juga mempunyai perasaan mahu
dihargai, disayangi dan dihormati oleh masyarakat. Sebagai contoh, anak-anak diajar supaya
tidak memandang sebelah mata terhadap OKU. Mereka juga dilarang mentertawakan OKU
akibat kecacatan yang mereka alami ketika berhadapan dengan mereka. Tegasnya, ibu bapa
perlu mendidik anak-anak supaya menghormati OKU.

Selain itu, pihak kerajaan hendaklah menyediakan pelbagai peluang pendidikan dan
memberikan kemahiran kepada golongan OKU. Hal ini demikian kerana pendidikan dan
kemahiran sangat penting demi masa depan mereka. Langkah pihak kerajaan mewujudkan
Kelas Pendidikan Khas amat wajar diberiakan pujian. Jelaslah bahawa pihak kerajaan
memainkan peranan penting dalam membantu OKU sebagaimana slogan yang dilaungkan
oleh Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Najib bin Tun Abdul Razak ,’Rakyat
Didahulukan, Pencapaian Diutamakan’.

Di samping itu, pihak swasta juga hendaklah turut sama membantu golongan OKU
menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka tidak seharusnya bersikap lepas tangan dan
tidak menganggap OKU sebagai beban. Sebagai contoh, usaha murni pengusaha pusat beli-
belah yang menyediakan kemudahan untuk golongan OKU seperti lorong khas, tandas dan
tempat letak kenderaan amat dihargai. Sikap pihak swasta yang menunjukkan keperihatinan
dan menunaikan tanggungjawab mereka terhadap golongan yang kurang bernasib baik ini
perlu dicontohi.

Seterusnya, pihak media massa boleh memainkan peranan mereka dengan


menyebarkan maklumat tentang peluang pendidikan dan kerjaya bagi OKU. Kempen
Masyarakat Penyayang yang dilancarkan oleh pihak kerajaan perlulah disampaikan melalui
saluran media massa. Maklumat tersebut boleh disalurkan melalui iklan, kempen dan melalui
drama. Kesannya, orang ramai akan mendapat maklumat tentang OKU secara telus.

Kesimpulannya, sudah terang lagi bersuluh bahawa pelbagai pihak perlu memainkan
peranan untuk membantu OKU. Semua pihak perlu berganding bahu, bak kata
peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, bagi membela nasib dan masa depan
golongan OKU.

2. KEPENTINGAN MEMBANTU ORANG KELAINAN UPAYA (OKU)

Orang Kelainan Upaya (OKU) ialah kanak-kanak atau orang dewasa yang cacat
keadaan fizikal atau mentalnya sejak lahir atau kesan kemalangan atau penyakit tertentu.
Kita haruslah membatu orang kurang upaya supaya mereka tidak rasa disisihkan oleh
masyarat. Terdapat banyak kepentingan sekiranya kita berjaya membantu orang kurang
upaya ini.
62
GIKGU HADI
Antaranya, mereka boleh menyumbangkan tenaga mereka demi meningkatkan sektor
ekonomi negara. Sesetengah daripadanya mempunyai tubuh badan yang sihat tetapi cacat
akalnya. Walaupun begitu, mereka masih boleh bekerja mengikut minat mereka masing-
masing Buktinya, terdapat banyak kilang di Kuala Lumpur yang menggajikan orang kurang
upaya berbanding dengan warga asing. Jelaslah disini bahawa kita perlu memberi peluang
kepada warga OKU kerana mereka juga berjasa kepada negara.

Selain itu, warga OKU boleh mengurangkan kadar jenayah dalam negara sekiranya
mereka diberikan pendidikan rohani dan jasmani yang cukup. Mereka boleh membezakan
yang baik dengan yang buruk sekiranya mereka diajar daripada kecil kerana melentur buluh
biarlah daripada rebung. Sebagai contoh, terdapat warga OKU yang berjaya dalam
pendidikan sehingga ke menara gading. Memberi pendidikan yang sewajarnya dapat
melahirkan warga OKU yang baik akhlaknya.

Seterusnya, kita hendaklah memberi banyak faedah kepada warga OKU supaya
mereka boleh hidup sebagai manusia yang normal. Terdapat banyak faedah yang diberikan
oleh kerajaan kepada warga OKU agar mereka boleh hidup dengan bahagia dan selesa.
Contohnya, warga OKU tidak perlu membayar sewaktu membuat passport. Perkara seperti
ini akan memudahkan warga OKU untuk pergi bercuti ke luar negara untuk mengutip
pengalaman yang indah seperti manusia normal.

Akhir sekali, kita hendaklah memberi sokongan kewangan kepada mereka. Walaupun
warga OKU ini bekerja, tetapi duit yang diperoleh daripada pekerjaanya masih lagi tidak
mencukupi kerana sara hidup yang tinggi di Malaysia. Oleh itu, pihak kerajaan dan badan
bukan kerajaan hendaklah bekerjasama supaya dapat memperuntukkan wang belanja kepada
warga OKU ini. Buktinya, Jabatan Kebajikan Malaysia (JKM) telah memperuntukkan wang
sebanyak RM350 sebulan untuk warga OKU yang tidak bekerja. Dengan duit ini, warga
OKU dapat hidup dengan lebih selesa.

Kesimpulannya, golongan OKU sangat memerlukan bantuan daripada kita semua


untuk meneruskan dan memajukan diri mereka ke tahap yang lebih baik lagi. Untuk
merealisasikan hasrat tersebut semua pihak terutama kerajaan, swasta dan masyarakat
mestilah berganding bahu menjayakan matlamat tersebut. Kata pepatah muafakat membawa
berkat sangat sesuai diamalkan oleh masyarakat kita dalam usaha membantu golongan OKU.

3. PENGALAMAN MELAWAT RUMAH ORANG KURANG UPAYA (OKU)

Pada hari Sabtu yang lalu, sekolah Akmal, Sekolah Rendah Woodland telah
mengadakan suatu lawatan ke Rumah Orang Kurang Upaya (OKU) Woodland. Seramai tiga
puluh orang murid telah menyertai lawatan ini dengan iringan dua orang guru pengiring,
Encik Tan dan Puan Siti.

Awal pagi pada hari itu, Akmal dan peserta-peserta lain berkumpul di depan dewan
sekolah. Selepas menandakan kedatangan, Akmal dan peserta-peserta bertolak ke destinasi

63
GIKGU HADI
mereka dengan menaiki bas sekolah. Mereka menuju ke rumah orang-orang tua dengan
perasaan gembira.

Dua puluh minit kemudian, mereka tiba di Rumah Orang Kurang Upaya (OKU)
Woodland. Ketibaan mereka disambut dan dialu-alukan oleh pengurus rumah orang kurang
upaya (OKU) dengan tangan terbuka. Pengurus itu, Encik Lim telah menyediakan jamuan
ringan untuk mereka. Mereka menjamu selera sambil berbual-bual. Selepas itu, Akmal dan
kawan-kawannya turut mempersembahkan beberapa aktiviti yang menarik untuk
menghiburkan orang-orang kurang upaya. Mereka menari bersama-sama dengan iringan lagu
yang merdu. Orang-orang kurang upaya di sana juga menepuk tangan kerana terhibur dan
kagum selepas persembahan mereka.
Kira-kira pada pukul dua petang, Akmal dan peserta-peserta lain bekerjasama
membersihkan kawasan rumah orang kurang upaya. Sesetengah murid membantu menyapu
lantai manakala beberapa orang lelaki ditugaskan untuk mengelap tingkap. Bukan itu sahaja,
sebahagian daripada peserta lawatan ini menghulurkan bantuan mereka dengan mengemop
lantai dan memotong pokok-pokok bunga. Semua tugasan dilakukan dalam suasana gembira
dan harmoni. Selepas itu, mereka juga belajar menggunakan bahasa isyarat supaya mudah
untuk berkomunikasi dengan mereka yang bisu dan pekak.

Sebelum pulang ke rumah, murid-murid telah menyampaikan hadiah yang disediakan


kepada orang kurang upaya. Mereka juga berbual-bual mesra dengan orang kurang upaya di
sana. Orang kurang upaya berasa sungguh gembira dan mereka mengucapkan ribuan terima
kasih kepada Akmal dan peserta-peserta lain.

Pada pukul lima petang, Akmal dan rakan-rakannya telah bertolak pulang ke sekolah.
Walaupun mereka berasa letih kerana perjalanan yang jauh, mereka tetap berasa gembira.
Mereka berharap bahawa mereka akan berpeluang untuk menyertai lawatan ke rumah orang
kurang upaya yang lain pada masa yang akan datang. Pada masa yang sama, mereka dapat
pengalaman baru melalui lawatan tersebut. Mereka juga berasa sangat bersyukur selepas
balik daripada lawatan tersebut.

4. RENCANA ORANG KURANG UPAYA (OKU)

Sejak akhir-akhir ini isu kebajikan Orang Kurang Upaya (OKU) telah menjadi satu
topik perbincangan yang hangat dalam kalangan rakyat di negara ini. Sehubungan itu,
institusi kerajaan, sawasta dan orang awam mestilah menyusun strategi atau usaha untuk
membantu golongan OKU memajukan diri mereka supaya tidak tersisih dalam arus
globalisasi kini. Pada masa yang sama mereka juga dapat memberi sumbangan untuk
membangunkan ekonomi Negara ini.

Antara usaha untuk membantu OKU ialah menyediakan peluang untuk mendapatkan
kemahiran dalam bidang tertentu. Program kemahiran tersebut sangat penting untuk melatih
OKU menguasai bidang kraftangan, membaiki kenderaan dan perniagaan. Oleh itu,
sokongan daripada pihak kerajaan amat diperlukan untuk membangunkan pusat-pusat latihan
64
GIKGU HADI
kemahiran OKU ini seperti Program Semai Bakti Pusat (PDK) di bawah pengawasan Felda
di seluruh Negara berjaya melatih kira-kira 7,700 orang OKU dalam pelbagai bidang.
Jelaslah kemahiran yang dimiliki oleh OKU itu akan membantu OKU berdikari dan
menyumbangkan kepada kemajuan serta pembangunan ekonomi negara kita.

Selain itu, pihak kerajaan perlu membuka peluang untuk menyambung pelajaran di
peringkat yang lebih tinggi kepada OKU. Malah pihak kerajaan juga mestilah menyediakan
tempat atau kuota pengajian di peringkat Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA) kepada
OKU yang mendapat keputusan yang baik dalam peperiksaan Sijil Pelajaran Malaysia dan
Sijil Tinggi Pelajaran Malaysia. Oleh itu, peluang ini akan meninkatkan lagi motivasi pelajar
OKU untuk mengubah nasib hidup mereka kearah yang lebih baik pada masa akan datang
dengan ilmu yang dimiliki itu.
Di samping itu, pihak swasta pula tidak boleh mengamalkan dasar pilih kasih semasa
mengambil pekerja untuk berkhidmat dalam syarikat mereka. Mereka perlu bersikap adil
kerana golongan OKU juga mampu menyumbangkan kemahiran yang ada untuk memajukan
syarikat tersebut. Kita harus memuji Pasaraya Besar Carrefour telah mensasarkan 5 peratus
daripada pekerjanya adalah OKU menjelang tahun 2010 nanti iaitu berjumlah kira-kira 200
orang. Oleh itu, peluang pekerjaan haruslah dibuka kepada OKU untuk membantu mereka.

Bantuan modal juga diperlukan oleh golongan OKU untuk memulakan sesuatu
perniagaan. Hal ini demikian kerana rata-rata golongan ini adalah terdiri daripada orang
susah atau miskin. Semua OKU yang berminat boleh membuat permohonan dan perlu
mendapat sokongan daripada persatuan masing-masing. Oleh itu, bantuan kewangan atau
modal ini sangat penting untuk membolehkan golongan ini meningkatkan ekonomi mereka.

Kesimpulanya, golongan OKU sangat memerlukan bantuan daripada kita semua


untuk meneruskan dan memajukan diri mereka ke tahap yang lebih baik lagi. Untuk
merealisasikan hasrat tersebut semua pihak terutama kerajaan, swasta dan masyarakat
mestilah berganding bahu menjayakan matlamat tersebut. Bak kata pepatah muafakat
membawa berkat sangat sesuai diamalkan oleh masyarakat kita dalam usaha membantu
golongan OKU.

TEMA: MATA PELAJARAN SEJARAH

1. KEPENTINGAN MEMPELAJARI MATAPELAJARAN SEJARAH

Mata pelajaran Sejarah sering dikatakan susah oleh para pelajar masa kini. Mereka
tidak memahami bahawa Sejarah amat penting untuk masa dpan negara. Dengan
mempelajari sejarah kita dapat mengenal asal usul kemunculan tulisan, bandar, sistem
pemerintahan dan sebagainya.

Mengambil iktibar daripada peristiwa lalu merupakan kepentingan mempelajari


Sejarah. Kesilapan orang terdahulu sewajarnya diambil berat dan bukannya dipandang
enteng sahaja kerana kesannya amat menyakitkan. Buktinya pada zaman pendudukan Jepun
65
GIKGU HADI
orang kita terdahulu hidup terseksa dan di bunuh tanpa belas kasihan akibat mempercayai
janji palsu jepun. Oleh itu, kita wajar mengambil iktibar daripada peritiwa lalu.

Selain itu, mempelajari sejarah dapat menimbulkan rasa patriotisme dalam kalangan
masyarakat. Hal ini demikian kerana, jika kita lihat senario pada hari ini, masyarakat tidak
lagi menghargai jasa-jasa pejuang tanah air kita yang telah bersusah payah membebaskan
negara kita daripada dijajah. Contohnya, sambutan hari kemerdekaan juga sering tidak
diendahkan oleh para remaja hari ini kerana mereka menganggap sambutan itu tidak
mendatangkan apa –apa faedah sedangkan sambutan itu wajib diadakan untuk menghargai
jasa-jasa pejuang tanah air.

Seterusnya, kita dapat menyedari kepentingan mengekalkan perpaduan kaum. Hal ini
demikian kerana, kestabilan negara bergantung kepada perpaduan masyarakat. Negara kita
ibarat pokok dan rakyat kita ibarat akar. pokok tidak akan berdiri kukuh tanpa akar begitu
juga negara kita. Jika rakyat bersatu padu, negara kita akan aman dan stabil, maka,
perpaduan dapat dikekalkan. Negara kita penah mencatatkan sejarah hitam selepas merdeka
iaitu tragedi persalahfahaman antara kaum pada 13 mei 1969. Tragedi ini meragut banyak
nyawa dan perpaduan negara pada masa itu ibarat telur di hujung tanduk.

Sejarah juga membantu kita menghargai dan memelihara kemerdekaan serta


kedaulatan negara. Jika generasi muda hari ini tidak memahami sejarah pembentukan negara,
apa yang telah bina akan runtuh dan musnah. Meruntuhkan sesuatu amat mudah tetapi untuk
membina atau membentuk sesuatu itu yang sukar. Contohnya, Negara merdeka Tanah
Melayu dibentuk hasil tolak ansur orang-orang Melayu untuk menerima golongan imigran
Cina dan India. Namun begitu dengan memiliki pengetahuan sejarah, rakyat Malaysia dapat
memahami situasi ini dan akan menjadi bangsa yang bersyukur.

Tuntasnya, kepentingan mempelajari mata pelajaran sejarah negara amat penting


dalam pembentukan masyarakat yang sentiasa menghayati dan menghargai jasa-jasa
pejuang tanah air yang berjuang untuk kebebasan kita pada hari ini . Oleh itu, pelajar
terutamanya tidak sewajarnya mengeluh untuk mempelajari matapelajaran kerana di
dalamnya terkandung 1001 iktibar, teladan serta pengajaran untuk pedoman hidup.

2. Cara-cara meningkatkan minat pelajar terhadap mata pelajaran Sejarah

Dewasa ini, sering meniti dari bibir ke bibir masyarakat tentang isu mata pelajaran
Sejarah. Setiap pihak terutamanya pihak sekolah dan pihak kerajaan wajar bekerjasama
bagai aur dengan tebing untuk meningkatkan minat pelajar terhadap mata pelajaran Sejarah.
Oleh itu, usaha-usaha yang efektif perlu dilaksanakan secepat mungkin.

Dalam usaha untuk meningkatkan minat pelajar terhadap mata pelajaran Sejarah,
pihak sekolah haruslah menjadikan proses pengajaran dan pembelajaran lebih menarik.
Contohnya, guru sebagai warga pendidik bertanggungjawab mengajar menerusi kaedah
lakonan atau tayangan video supaya pelajaran menjadi lebih menarik. Dengan ini, semangat
66
GIKGU HADI
patriotik akan ditanam pada pelajar kerana memahami kepahlawanan orang untuk mendapat
kemerdekaan.

Selain itu, lawatan pelajar ke tempat-tempat bersejarah haruslah dilakukan.


Sebenarnya, proses pengajaran tidak harus di bilik kelas sahaja tetapi juga pelajar harus
dibawa melawat tempat bersejarah. Contohnya, kota A’ Famosa di Melaka telah menunjukan
kegemilangan Kesultanan Melaka. Sudah terang lagi bersuluh bahawa lawatan dapat
meningkatkan perasaan cinta pelajar terhadap subjek Sejarah.

Seterusnya, pelajar diberikan tugasan untuk melakukan kajian atau folio Sejarah.
Pada masa lapang, pelajar haruslah pergi untuk melakukan kajian mengenai tajuk kajian
yang diberi. Contohnya, meneliti atau menemu ramah tokoh-tokoh tertentu kajian dan temu
ramah ini memberikan pengetahuan secara langsung kepada pelajar tentang Sejarah
tempatan. Secara langsung, kajian ini mampu menyuntik perasaan minat akan Sejarah dalam
kalangan pelajar.
Dari perspektif lain, pihak sekolah boleh menjemput tokoh-tokoh Sejarah berceramah
di sekolah. Hal ini memanglah wajar kerana ceramah yang disampaikan oleh tokoh sejarah
kepada para pelajar mampu menarik minat pelajar untuk mengetahui sejarah negara.
Contohnya, menjemput mereka yang pernah merasai kehidupan sebelum merdeka pada hari
Sambutan Kemerdekaan. Sesungguhnya, cara ini juga boleh meningkatkan perasaan suka
akan subjek Sejarah.

Subjek Sejarah penting dipelajari bukan sekadar untuk lulus peperiksaan, tetapi
banyak manfaatnya. Antaranya, supaya pelajar cinta akan negara tanah tumpahnya darah
pelajar sendiri. Marilah pelajar mengambil peristiwa sejarah sebagai iktibar untuk
membangunkan negara yang kita cintai sehingga duduk sama rendah, berdiri sama tinggi
dengan negara maju.

3.LAPORAN LAWATAN KE TEMPAT BERSEJARAH

Laporan Lawatan sambil Belajar ke Kompleks Sejarah Pasir Salak

Pada 25 Jun 2017 yang lalu, Persatuan Sejarah Sekolah Menengah Kebangsaan Abdul
Rahman Talib, Teluk Intan telah mengadakan lawatan ke Kompleks Sejarah Pasir Salak.
Seramai 36 orang ahli persatuan menyertai lawatan ini dengan diikuti oleh empat orang guru
penasihat. Tujuan lawatan ini adalah untuk memberikan informasi yang tepat kepada murid-
murid khususnya ahli Persatuan Sejarah sekolah ini tentang sejarah tempatan.

Seawal pukul 7.00 pagi, semua guru pengiring dan peserta rombongan berkumpul di
dataran kejat sekolah ini. Tidak lama kemudian, semua ahli rombongan menaiki bas menuju
ke Kompleks Sejarah Pasir Salak. Kami selamat sampai di pekarangan kompleks berkenaan
pada pukul 8.30 pagi. Ketibaan kami disambut oleh Pegawai Perhubungan Kompleks
Sejarah Pasir Salak, Tuan Haji Hanafiah bin Man. Beliau membawa kami ke bilik
persidangan.

67
GIKGU HADI
Di bilik persidangan itu, Tuan Haji Hanafiah mengalu-alukan kedatangan kami. Beliau
berbangga kerana ahli-ahli Persatuan Sejarah sekolah ini mempunyai minat yang mendalam
untuk mengetahui sejarah yang berlaku di negeri Perak. Menurut beliau, generasi muda
seharusnya mengetahui sejarah tempatan supaya dapat mengambil iktibar tentang perkara
yang berlaku. Beliau seterusnya memberikan taklimat secara ringkas tentang sejarah
penubuhan kompleks ini yang tercetus daripada idea mantan Menteri Besar Perak, Tan Sri
Ramli bin Ngah Talib yang juga cicit Datuk Sagor, seorang daripada pejuang Melayu yang
menentang Inggeris.

Selepas taklirnat tersebut, kami dibawa melawat ke sekitar kompleks. Kami dapat
melihat banyak gambar dan ilustrasi yang dipaparkan mengenai keberanian orang Melayu
menentang penjajah Inggeris. Menurut fakta tersebut, orang Melayu bangkit menentang
Inggeris kerana Residen Inggeris yang bertugas bukan sahaja telah mencabar kedaulatan
raja-raja tetapi telah melanggar adat susila masyarakat Melayu. Tambahan pula, kadar cukai
yang dikenakan terhadap penduduk amat membebankan mereka. Menurut Tuan Haji
Hanafiah, satu mesyuarat telah diadakan di Durian Sebatang. Mesyuarat itu disertai oleh
pembesar-pernbesar Melayu seperti Datuk Maharajalela dan Datuk Sagor. Dalam mesyuarat
itu, para pembesar bersepakat untuk membunuh Residen Inggeris, JWW Birch. Sepuntum
ditugaskan untuk membunuh residen tersebut. Sultan Abdullah turut menyokong persetujuan
yang dicapai dalam mesyuarat tersebut.

Sebelum pulang, kami juga dibawa berkunjung ke gerai-gerai yang menjual makanan
dan minuman. Terdapat juga gerai yang menjual kraf tangan yang berkaitan dengan
kompleks ini seperti rantai kunci, bingkai gambar, dan gambar pejuang-pejuang Melayu
terdahulu.
Lawatan kami berakhir pada pukul 1.30 tengah hari apabila semua peserta menaiki bas
untuk kembali ke sekolah. Sesungguhnya, lawatan ini amat bermakna kerana dapat
membangkitkan semangat patriotisme dalam kalangan peserta selain memberikan
pengalaman yang menarik.

Laporan disediakan oleh,


Ikhmal
(MUHAMMAD IKHMAL BIN ZAMRI)
Setiausana Persatuan Sejarah,
Sekolah Menengah Kebangsaan Abdul Rahman Talib.

TEMA: GURU

1. Peranan Guru kepada seseorang Pelajar

Dalam era globalisasi, guru memainkan peranan yang amat penting dalam membentuk
seseorang pelajar. Guru diibaratkan sebagai ibu dan bapa kedua bagi pelajar. Hal ini
bermaksud guru memainkan peranan yang penting untuk mencorakkan masa depan pelajar.
Bak kata pepatah melentur buluh biarlah dari rebungnya. Begitulah yang dilakukan oleh guru
68
GIKGU HADI
kepada seseorang pelajar dalam menaburkan bakti dan jasa yang tidak ternilai
harganya. Guru diumpamakan lilin yang sanggup membakar dirinya demi kepentingan anak
muridnya.

Peranan guru kepada pelajar ialah mengajar pelajar tentang mata pelajaran tertentu ang
telah diamanahkan supaya pelajarnya mencatat kejayaan yang cemerlang. Memang tidak
dapat dinafikan bahawa seseorang guru amat menginginkan kejayaan anak muridnya tidak
kira murid itu pandai atau tidak. Dengan hasil kejayaan anak muridnya, seseorang guru itu
pasti merasakan dirinya dihargai dan gembira serta bangga kerana mendapat seorang pelajar
yang cemerlang. Dalam dunia yang fana ini, semua orang inginkan kejayaan yang
cemerlang.

Seterusnya, guru perlulah mendidik pelajar dengan menunjukkan contoh dan teladan
yang baik. Dengan menunjukkan contoh dan teladan yang baik kepada anak muridnya,
seseorang guru itu pasti akan diingati pelajarnya kerana gurunya amat ramah dan
mempunyai teladan yang baik untuk dijadikan contoh. Antara teladan yang boleh diberikan
kepada pelajar ialah sentiasa menasihati pelajar tentang pentingnya pelajaran dan kejayaan
yang cemerlang

Guru memainkan peranan yang penting dalam mendidik pelajarnya tentang sahsiah
yang akan membuatkan seseorang pelajar itu lebih gemilang. Selain itu, seseorang guru perlu
memberikan nasihat dan panduan demi masa depan pelajar. Dengan nasihat yang berguna,
seseorang pelajar itu pasti merasakan dirinya amat penting dalam menggembirakan hati
gurunya dengan mencapai kejayaan yang cemerlang. ibadah dengan matlamat
membangunkan insan. Apabila guru berjaya melaksanakan pendidikan akhlak pada peringkat
awal, maka akan lahirlah pelajar yang cemerlang dalam kedua-dua aspek iaitu akademik dan
sahsiah.

Di samping itu, guru mencurahkan kasih sayang yang tidak berbelah bahagi kepada
semua pelajar. Ini bermaksud, seseorang guru itu tidak bolehlah pilih kasih dalam memilih
pelajar. Jika seseorang guru itu, mengamalkan sikap sedemikian rupa, para pelajarnya pasti
akan memandang serong terhadap guru terbabit. Seterusnya, guru tersebut tidak dapat
memberikan pengajarannya kepada murid-murid kerana pelajar tidak berasa tenang ketika
guru tersebut mengajar. Dengan ini, pembelajaran seseorang pelajar itu pasti akan merosot.

Genggam bara api biar sampai jadi arang perlulah diterapkan dalam diri setiap warga
pendidik. Dengan mengamalkan sikap positif yang sedemikian rupa, guru terbabit pasti
berjaya dalam mendidik pelajarnya sehingga ke menara gading. Peranan guru sangat penting
kerana mana-mana individu yang menjadi pemimpin besar sesebuah negara telah dididik
hingga berjaya kerana peranan guru di sekolah atau di universiti.

2. Karangan Sambutan Hari Guru di Sekolah

69
GIKGU HADI
Pada 16 Mei yang lalu, sekolah saya telah menyambut Hari Guru dengan begitu
meriah. Para guru perempuan dan lelaki memakai pakaian yang sungguh menawan dan
segak belaka. Kami dapat menyaksikan wajah-wajah keceriaan yang tergambar pada setiap
pendidik kami. Para pelajar juga tidak ketinggalan untuk menyambut Hari Guru. Tanpa
paksaan, masing-masing membawa hadiah yang pelbagai saiz untuk dihadiahkan kepada
guru-guru mereka.

Tepat pada jam 8.30 pagi, semua guru dan pelajar diarahkan masuk ke dewan untuk
bersama-sama menyaksikan aktiviti-aktiviti yang akan dilakukan oleh para guru di sekolah
kami. Dewan sekolah kami juga telah dihias cantik dengan kad-kad ucapan Hari Guru
kepada semua guru dan belon-belon yang diikat cantik bergantungan pada setiap pintu
dewan. Para pengawas yang menjadi jawatankuasa kerja kelihatan berbaris di sepanjang
dewan dengan memegang sekuntum bunga mawar merah untuk dihadiahkan kepada setiap
guru.

Acara di dalam dewan bermula pada pukul 9.00 pagi. Acara yang pertama diadakan
ialah memotong kek sempena hari guru secara beramai-ramai dan acara ini dibantu oleh
pelajar-pelajar Tingkatan Lima. Kami terpegun melihat kek besar berbentuk angka sepuluh
sebagai tanda ulang tahun sekolah yang berusia sepuluh tahhun. Selepas acara tersebut, para
guru diminta untuk menyanyikan lagu sempena Hari Guru secara beramai-ramai tanpa
menggunakan mikrofon. Para pelajar bersorak gembira mendengar nyanyian yang
dipersembahkan oleh para guru.
Aktiviti Hari Guru berkenaan diteruskan dengan eksplorasi yang dimainkan oleh para
guru secara berkumpulan berdasarkan petunjuk yang diberikan. Aktiviti tersebut dilakukan di
dalam kawasan sekolah yang jaraknya tidak jauh dari bangunan dewan supaya tidak
memenatkan para guru untuk mencari barang dikendaki. Ramai pelajar membantu para guru
untuk cepat sampai di dalam dewan dan kira sebagai pemenang aktiviti tersebut..Aktiviti ini
hampir menelan masa satu jam untuk semua guru melepasi cabaran yang diberikan.

Sekitar jam 12.30 tengah hari, lakonan yang disampaikan oleh wakil pelajar tingkatan
empat telah berjaya mencuit hati guru dan para pelajar. Selepas babak lakonan
dipersembahkan, aktiviti membalas pantun yang diwakili pelajar Tingkatan Tiga juga
mendapat sorakan yang begitu gemuruh. Kemudian, pengerusi majlis membenarkan pelajar
untuk menyerahkan hadiah yang ingin dihadiahkan kepada guru masing-masing. Setelah
selesai, pelajar memberi hadiah kepada guru, pengerusi majlis mengumumkan pemenang
yang memenangi aktiviti yang telah disediahkan.

Menjelang jam 2.00 petang, puan Pengetua mengucapkan berbanyak-banyak terima


kasih kepada semua pelajar dan guru yang berjaya melaksanakan Hari Guru pada kali ini.
Kemudian, semua pelajar dibenarkan pulang. Kami semua pulang ke rumah dengan perasaan
yang gembira.

3. Cara-Cara Menghargai Jasa Guru

70
GIKGU HADI
Guru seumpama lilin yang sanggup membakar diri untuk menerangi orang lain.
Daripada kata-kata ini, jelaslah bahawa guru merupakan insan yang terpenting yang sanggup
berkorban apa-apa sahaja demi kebahagiaan masa depan anak-anak murid mereka. Guru
dapat diibaratkan ibu dan ayah kita di sekolah, sudah sewajarnya jasa mereka patut kita
balas.

Salah satu cara untuk membalas jasa guru adalah dengan belajar bersungguh-sungguh.
Sebagai contoh, latihan yang diberikan oleh guru hendaklah disiapkan mengikut tempoh
masa yang ditetapkan. Selain itu, kita juga hendaklah menumpukan perhatian yang
sepenuhnya terhadap apa-apa perkara yang diajarkan oleh guru kita dan sering bertanya jika
terdapat sesuatu perkara yang tidak dapat difahami.

Pada Hari Guru pula, sebagai pelajar kita haruslah memberikan hadiah kepada guru
yang mengajar kita. Sebagai contoh, memberi mereka pen, bunga ataupun setidak-tidaknya
kad atau ucapan penghargaan kepada mereka. Perbuatan yang kita lakukan ini pastinya akan
membuatkan guru kita berasa terharu dan terasa dirinya dihargai.

Selain itu, cara membalas jasa guru juga boleh ditunjukkan dengan menjadi manusia
yang berkeperibadian mulia. Kita perlu menghormati guru-guru yang telah banyak berkorban
kepada kita sepanjang masa. Apabila bertemu dengan guru-guru, lemparkanlah senyuman
dan ucapan salam kepada mereka. Jika sikap berhemah ini kita amalkan, sudah tentu guru
akan berasa gembira.

Di samping itu, kita juga mestilah mengenang jasa mereka sepanjang hayat. Kejayaan
seorang pemimpin negara dan kejayaan seorang doktor melakukan pembedahan ialah hasil
kegigihan seorang guru menyuntik ilmunya. Kejayaan anak didik itulah yang memberi
semangat kepada seorang guru untuk terus mengasuh dan mendidik generasi yang akan
datang.

Memang benar, sesungguhnya pengorbanan guru diibaratkan sebagai lilin yang


menerangi orang lain dengan membakar dirinya sendiri. Oleh itu, sewajarnyalah kita
menghargai jasa dan pengorbanan para guru. Tanamkanlah dalam hati untuk menjadi insan
yang berjaya dalam bidang akademik, kokurikulum, dan berkeperibadian mulia.

TEMA: SUKAN

1. Kepentingan Sukan kepada Negara.

Nama-nama besar seperti Datuk Lee Chong Wei dan Nicol Ann David sememangnya
sentiasa bertakhta di hati rakyat Malaysia. Hal ini demikian kerana mereka ini sentiasa
memberikan sumbangan besar dalam bidang sukan. Demikian juga penglibatan masyarakat
dari segenap lapisan dalam bidang sukan dilihat semakin meningkat. Pada hakikatnya,
terdapat banyak kepentingan sukan kepada negara.

71
GIKGU HADI
Salah satu daripada kepentingan sukan kepada negara adalah sebagai aset dalam
meningkatkan imej negara. Dalam konteks ini, banyak negara yang masyhur kerana kejayaan
atletnya dalam bidang sukan. Buktinya, Malaysia kini telah lebih dikenali kerana pencapaian
yang cemerlang Datuk Lee Chong Wei dalam sukan badminton dan Nicol Ann David dalam
sukan skuasy. Secara tuntasnya, sukan berfungsi untuk mengharumkan nama negara di
pentas dunia.

Selain itu, sukan juga menguntungkan industri pengiklanan sesebuah negara.


Sehubungan dengan itu, banyak syarikat televisyen berlumba-lumba untuk membuat liputan
secara langsung sesuatu acara sukan bagi mempromosikan barangan atau perkhidmatan
mereka. Tamsilan yang jelas, syarikat pengeluar minuman seperti “Revive” dan “100 Plus”
banyak menaja acara sukan demi meluaskan pasaran produk mereka. Tegasny, bidang sukan
dapat meningkatkan sektor ekonomi negara melalui aktiviti penajaan.

Di samping itu, sukan turut berperanan sebagai alat integrasi nasional. Bagi negara
yang mempunyai rakyat berbilang kaum seperti Malaysia, sukan dapat menyatupadukan
masyarakat. Misalnya, sukan bola sepak menyediakan peluang kepada pelbagai kaum dan
etnik untuk sentiasa bekerjasama dan saling memahami kedudukan masing-masing sama ada
sebagai pemain mahupun sebagai penyokong bola sepak. Jelas sekali bahawa semangat
kesukanan dapat mengeratkan perpaduan demi keharmonian negara.

Secara keseluruhannya, amat jelas bahawa bidang sukan menyediakan pelbagai faedah
kepada negara. Semua pihak sewajarnya memastikan bidang sukan negara terus menyerlah.
Tanpa usaha yang berterusan, dikhuatiri, industri sukan di Malaysia ibarat “hidup segan mati
tak mahu”. Semoga dengan usaha yang dijalankan oleh pihak berkaitan, industri sukan di
Malaysia akan terus bersinar.

2. Langkah-langkah Memartabatkan Mutu Sukan di Negara Kita

Sukan merupakan antara landasan yang tepat untuk memartabatkan nama negara.
Contohnya negara Brazil terkenal dengan sukan bola sepaknya, Amerika Syarikat terkenal
pula dengan bola keranjangnya dan pelbagai lagi. Oleh itu, tidak hairanlah kerajaan Malaysia
memperuntukan berjuta-juta dalam usaha menaikkan mutu sukan negara hingga persada
dunia.
Dalam usaha ke arah ini, kerajaan mestilah membina banyak prasana sukan untuk
kemudahan para atlet seperti stadium untuk olahraga, stadium hoki, veledrom untuk lumba
basikal dan pelbagai lagi. Justeru, ahli sukan negara mempunyai tempat yang sesuai untuk
berlatih. Tanpa kemudahan seperti ini, pelbagai masalah akan timbul dan mutu sukan negara
pasti ditakuk yang lama.

Pada masa yang sama, negara perlu memiliki jurulatih yang bertaraf dunia. Jurulatih
yang ada perlu dihantar ke luar negara untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu
pengetahuan. Jika masih lagi kekurangan, jurulatih dari luar negara perlu diimport dalam
usaha melatih ahli sukan negara dalam persiapan untuk menghadapi sesuatu kejohanan.

72
GIKGU HADI
Selain itu, ahli-ahli sukan negara juga perlu dibekalkan dengan peralatan sukan
yang canggih dan terkini. Peralatan sukan ini penting dalam usaha bersaing dengan ahli-ahli
sukan dari luar negara. Bayangkanlah ahli sukan berbasikal negara hanya menggunakan
basikal yang berharga RM 10K berbanding pelumba basikal luar negara yang menggunakan
basikal yang berharga lebih daripada 100K.

Kebajikan ahli sukan negara wajar dititik beratkan. Elaun yang diterima mestilah
setimpal dengan usaha dan kudrat yang dilakukan oleh mereka. Tanpa kebajikan yang
sepenuhnya, motivasi ahli sukan ini pasti merundum dan sukar untuk mereka beroleh
kejayaan dalam kejohanan yang disertai

Akhirul kalam, jangan memandang mudah akan sumbangan ahli-ahli sukan negara
kepada negara dan masyarakat. Mereka menaikkan nama negara di persada dunia ketika
menyertai pelbagai kejohanan seperi Sukan Komanwel, Sukan Olimpik dan sebagainya.
Justeru, kerajaan perlu peka akan permasalahan dan halangan yang dihadapi oleh mereka
dalam usaha memartabatkan mutu sukan negara dimata dunia. Oleh itu, “Majulah Sukan
Untuk Negara”.

73
GIKGU HADI
3. SURAT KIRIMAN TIDAK RASMI - CERITAKAN KEJOHANAN SUKAN PADANG

Anda telah menerima sepucuk surat daripada seorang sahabat lama. Dia ingin
mengetahui perihal sambutan Kejohanan Sukan Padang dan Balapan di sekolah anda.
Balas surat tersebut dengan selengkapnya.

Adriana Maria binti


Mustafa,
10, Jalan Desa Avenue,
Taman Subang Indah,
42100 Subang,
Selangor Darul Ehsan.

15 April 2017.

Ke hadapan saudari Maya yang kini berada di Kowloon, China dengan selamatnya.
Semoga saudari berada dalam keadaan yang sihat sejahtera.

Saudari,

Surat saudari telah saya terima pada hari Rabu yang lalu. Saya berasa sangat gembira
apabila menerima khabar daripada saudari kerana sudah lama kita tidak berhubung. Dalam
surat itu, saudari ingin mengetahui perihal kemeriahan sambutan Kejohananan Sukan Padang
dan Balapan sekolah saya baru-baru ini. Untuk pengetahuan saudari, sambutan kejohanan
tersebut pada tahun ini sangat meriah.

Kejohanan Sukan Padang dan Balapan telah diadakan pada 30 Mac yang lalu. Semua
murid yang terlibat tiba di pekarangan sekolah seawal jam 7:00 pagi untuk membantu guru-
guru membuat persiapan terakhir. Antaranya termasuklah menyusun makanan dan
menggantung belon di khemah rumah sukan. Semua murid begitu berkobar-kobar untuk
menceriakan khemah masing-masing kerana terpesona oleh tawaran hadiah yang disediakan
oleh unit kokurikulum sekolah.

Sebelum acara bermula, semua murid dikehendaki mendaftarkan nama masing-masing


untuk memastikan kehadiran mereka direkodkan. Rekod ini sangat penting untuk pemberian
markah kokurikulum yang akan dikira pada akhir tahun nanti. Di sekelilng padang terdapat
beberapa buah gerai yang telah didirikan untuk menjual makanan dan minuman. Khemah
yang bakal menempatkan para tetamu, guru-guru dan ibu bapa juga turut disediakan.

Saudari,
Ramai ibu bapa yang hadir pada hari itu untuk memeriahkan sambutan Kejohanan
Sukan Padang dan Balapan pada kali ini. Ibu, kakak dan adik-adik saya juga datang
memberikan sokongan kepada saya. Saya berasa sangat teruja. Kejohanan ini dimulakan
dengan perbarisan masuk pasukan unit beruniform dan rumah sukan. Setiap pasukan

74
GIKGU HADI
mempamerkan pelbagai kawad formasi yang menarik dan berjaya mendapat sorakan dan
tepukan gemuruh daripada penonton.

Saya telah mengambil bahagian dalam acara 100 meter, 200 meter dan 4 x 100 meter.
Acara 200 meter merupakan acara kegemaran kita. Saya masih ingat kira-kira empat tahun
yang lalu kita pernah bersaing dalam acara ini. Hasil tunjuk ajar saudari dahulu, saya berjaya
memenangi semua acara yang disertai. Akhirnya, saya telah berjaya mendapat anugerah
olahragawati harapan. Saya berasa sungguh gembira, begitu juga dengan keluarga saya.
Kejohanan Sukan Padang dan Balapan kali ini berakhir dengan kemenangan untuk Rumah
Sukan Belatuk yang turut memenangi kategori persembahan terbaik dan sukantara.

Sampai di sini dahulu pertemuan kita pada kali ini. Saya berjanji akan mengutuskan
surat lagi kepada saudari. Jika saudari ada kelapangan, saya berhasrat untuk mengetahui
suasana sambutan Tahun Baharu Cina di tempat saudari dalam surat saudari nanti.

Akhir kata, sampaikan ucapan salam mesra saya buat keluarga saudari di sana. Sekian,
terima kasih.

Sahabatmu,
Adriana

TEMA: SEMANGAT KEJIRANAN

1. KEBAIKAN SEMANGAT KEJIRANAN

Antara kebaikan semangat kejiranan ialah kita akan mudah mendapat bantuan jika kita
menghadapi sesuatu masalah. Seperti yang kita sedla maklum bahawa kehidupan kita tidak
dapat lari daripada perkara luar dugaan seperti kebakaran, kemalangan atau kematian. Jika
kita menghadapi sesuatu bencana sudah tentunya jiranlah orang yang paling cepat dapat
membantu kita. Begitu juga jlka kita sakit, jiranlah yang kita harapkan untuk menghantar
kita ke klinik atau hospital bagi mendapatkan rawatan.

Selain itu, semangat kejiranan yang terjalin akan menjamin keselamatan tempat
tinggal kita. Semangat kejiranan akan mendorong jiran kita menjaga keselamatan tempat
tinggal kita. Jika jiran kita mendapati ada orang yang tidak dikenali datang atau memasuki
rumah kita pada waktu kita tiada di rumah, jiran pasti akan menghubungi kita. Contoh pada
musim perayaan, jika kita pulang ke kampung untuk menziarahi rumah saudara-mara,
jiranlah orang yang kita harapkan dapat membantu menjaga rumah kita.

Kebaikan lain semangat kejiranan ialah jiran akan dapat membantu kita dalam
menjayakan majlis keramaian. Majlis keramaian yang kita adakan kadangkala memerlukan
bantuan jiran di sekeliling kita. Dengan adanya bantuan jiran ini majlis tersebut menjadi
ringan dan Berjaya dilaksanakan.

75
GIKGU HADI
Semangat kejiranan yang terjalin juga membolehkan gejala negatif di tempat tinggal
kita dicegah. Jiran yang baik, pastinya dapat mendidik dan menasihati anak mereka agar
tidak melakukan perkara negatif yang boleh mengganggu ketenteraman membuat bising dan
perkara berbahaya di kawasan kejiranan
Di samping itu, semangat kejiranan membantu memupuk semangat perpaduan
dikalangan rakyat dalam Negara kita. Perpaduan yang terjalin akan membolehkan rakyat
hidup dalam keadaan aman dan damai.

Nyatalah semangat kejiranan banyak memberi manfaat baik kepada diri sendiri,
penduduk setempat dan masyarakat umumnya. Manfaat yang lebih besar lalah semangat
kejiranan ini dapat mendorong terjalinnya hubungan baik antara kaum dan membawa kepada
perpaduan kaum.

2. LANGKAH-LANGKAH MENINGKATKAN SEMANGAT KEJIRANAN

Semangat kejiranan merujuk semangat membantu masyarakat setempat terutama jiran


bersebelahan dalam kehidupan seharian mereka. Sememangnya semangat kejiranan ini
semakin hilang dalam masyarakat kita sehingga menimbulkan pelbagai isu semasa pula.
Jadi, ada banyak kaedah yang boleh dilaksanakan untuk memastikan semangat ini berterusan
kerana memang ada kepentingannya.

Langkah awal ialah masyarakat menghidupkan semua konsep rukun tetangga di


kawasan perumahan mereka. Rukun tetangga berfungsi untuk mengawal keselamatan
kawasan perumahan terutama pada malam hari. Aktiviti ini memerlukan pembabitan semua
pihak tanpa mengira kaum yang mampu menanam semangat kejiranan ketika melakukan
rondaan bersama-sama. Oleh itu, hubungan rapat yang terjalin melalui rukun tetangga ini
mengeratkan lagi perhubungan antara jiran.

Selain itu, semangat ini mampu dipupuk dengan mengadakan pelbagai majlis yang
bercorak setempat. Majlis perkahwinan, rumah terbuka dan hari keluarga mampu
menghidupkan semula semangat yang murni ini. Semua jiran akan beramah mesra dan
mengenali satu sama lain melalui majlis seperti ini. Sesungguhnya, semangat kejiranan
berupaya tumbuh dengan subur berdasarkan majlis sebegini.

Kerajaan turut mampu memainkan peranan dengan mengadakan kempen kesedaran


semangat kejiranan ini. Penggunaan media massa seluas mungkin dengan iklan yang
menarik sudah pasti berupaya menarik perhatian masyarakat terhadap isu ini. Masyarakat
akan mula mempersoal tahap semangat kejiranan mereka dan berusaha ke arah mengekalkan
serta meningkatkan semangat itu di kawasan mereka. Sememangnya kerajaan berperanan
penting dalam memulakan usaha memupuk semangat mulia ini.

Dalam masa yang sama sikap dan persepsi masyarakat perlu berubah. Masyarakat
hendaklah memandang semangat kejiranan ini sebagai satu perkara penting dalam kehidupan
bermasyarakat. Semangat ini perlulah diutamakan dalam sebarang tindakan yang ingin

76
GIKGU HADI
dilaksanakan oleh masyarakat. Jelaslah, paradigma yang baru ini memastikan semangat
kejiranan akan terus mekar dalam masyarakat kita.

Kesimpulannya, semangat kejiranan memang boleh dicapai melalui beberapa kaedah


yang dijelaskan tadi. Semua pihak perlulah berusaha untuk memastikan semangat ini terus
diamalkan oleh masyarakat di negara ini. Mungkin kita semua harus bertanya diri sendiri
"siapakah jiran kita?
3. Jiran sepakat membawa berkat
Huraikan langkah-langkah yang wajar dilaksanakan oleh setiap anggota masyarakat untuk
merealisasikan maksud cogan kata di atas.

Pada zaman teknologi moden ini, jiran amat penting, terutamanya ketika kita
menghadapi masalah genting seperti kematian, kebakaran, dan bencana lain. Ketika ini,
pertolongan orang lain, khususnya jiran amat diharapkan. Oleh itu, kerajaan Malaysia telah
memperkenalkan cogan kata "Jiran Sepakat Membawa Berkat" supaya semua masyarakat
dalam sesuatu komuniti bersepakat, yakni bekerjasama dan saling membantu supaya
masyarakat itu mendapat keberkatan dalam kehidupan mereka.

Semua anggota masyarakat perlu bantu-membantu antara satu sama lain, serta
mengamalkan cara hidup "seperti aur dengan tebing" atau "ke bukit sama didaki dan ke lurah
sama dituruni". Dengan adanya cara hidup seperti ini, semua anggota masyarakat
mempunyai semangat kekitaan dan keprihatinan terhadap masalah jiran.

Apabila kita mengambil berat hal jiran, kita sebenarnya tidak menjaga tepi kain
mereka atau mengambil tahu hal rumah tangga mereka. Kita berbuat demikian kerana kita
peka akan masalah-masalah yang dihadapi oleh jiran dan cuba untuk membantu mereka
meringankan beban yang ditanggung.

Selain itu, sekiranya seseorang itu hendak mengadakan kenduri untuk melangsungkan
perkahwinan anggota keluarganya, jiran amat diperlukan. Walaupun pada zaman ini, semua
kerja urusan perkahwinan dapat dijalankan secara upah atau kontrak, namun kehadiran jiran
ke majiis kenduri itu dapat memeriahkan suasana majiis yang diadakan. Hal ini demikian
kerana sekiranya ada orang yang tidak pernah mencampuri masyarakat setempat dan jika dia
hendak mengadakan kenduri, sukarlah untuk dia menjemput masyarakat setempat
berkunjung ke rumahnya. Jiran-jiran tentu akan memulaukannya dan tidak akan
menghulurkan bantuan tenaga untuk meringankan bebannya.

Kita perlu menjadi jiran yang baik dan mempunyai jiran yang baik juga. Jiran yang
baik memudahkan kita memohon bantuan ketika kita susah dan bergembira ketika kita
senang. Jadinya. untuk mempunyai jiran yang baik, maka kita perlu menjadikan diri kita
sebagai jiran yang baik kepada jiran kita. Apabila menyedari hal ini, maka cogan kata "Jiran
Sepakat Membawa Berkat" dilancarkan oleh kerajaan dengan harapan semoga setiap anggota
masyarakat menghayati maksud cogan kata ini dan mengamalkan semangat kejiranan supaya
kehidupan kita mendapat berkat.

77
GIKGU HADI
Sebagai kesimpulannya, kehadiran jiran itu amat bermakna dalam kehidupan kita.
Oleh itu, jadikanlah diri kita sebagai jiran yang baik agar orang lain pun menjadi jiran yang
baik juga kepada kita. Janganlah mengamalkan sikap peribahasa Melayu, iaitu "seperti enau
di dalam belukar melepaskan pucuk masing-masing". Keharmonian kehidupan bermula di
rumah dan diikuti oleh kehidupan berjiran yang baik. Amalkanlah sikap yang mulia ini.

78
GIKGU HADI

TEMA: WARGA TUA

1. Cara-cara untuk Menghargai Jasa Warga Tua

Warga tua antara golongan masyarakat yang banyak menabur jasa di negara kita.
Pengorbanan mereka amat besar tanpa mengira bangsa dan agama. Sumbangan ikhlas
mereka semasa zaman muda baik dalam sektor kerajaan mahupun sektor swasta tidak boleh
dipandang remeh. Justeru, usaha murni mereka perlu kita sanjung dan kenang sampai bila-
bila.

Dalam membicarakan perkara ini, antara cara untuk menghargai jasa warga tua ini
dengan mengecualikan mereka daripada dikenakan tambang sewaktu menaiki sebarang
kenderaan awam di negara kita. Golongan ini diberikan keistimewaan ketika menaiki bas,
kereta api, LRT dan sebagainya. Justeru, golongan ini akan berasa gembira dan jasa mereka
kepada negara dihargai oleh pihak kerajaan.

Pada masa yang sama, ketika warga tua mendapatkan rawatan di klinik mahupun di
hospital kerajaan, mereka diberikan keutamaan untuk berjumpa dengan doktor. Justeru,
mereka tidak perlu menunggu dalam jangka masa yang agak lama. Rata-rata golongan ini
telah uzur dan sakit serta memerlukan banyak masa di rumah. Menunggu dalam jangka masa
yang lama pasti membuatkan mereka berasa tidak selesa dan lesu.

Pelbagai kemudahan haruslah diberikan kepada golongan ini. Contohnya seperti


kerusi roda untuk mereka yang tidak mampu untuk berjalan. Dengan sumbangan kerusi roda
ini pasti membantu mereka untuk bergerak. Oleh itu, golongan ini tidaklah hanya terperuk di
rumah sahaja. Selain itu, harga kerusi roda ini agak tinggi di pasaran dan pastinya akan
membebankan mereka.

Akhir sekali, kerajaan juga boleh memberikan sumbangan berbentuk wang ringgit
kepada mereka. Contohnya ketika menyambut hari kebesaran seperti Hari Raya Aidil Fitri,
Tahun Baru Cina, Deepavali dan perayaan Krismas. Justeru, mereka dapat berbelanja dan
manyambut perayaan tersebut dengan hati yang ceria. Pada masa yang sama juga dapat
mengurangkan beban yang ditanggung oleh mereka.

Akhirul kalam, kita pasti akan tua pada suatu hari nanti. Bagaimanakah rasanya jika
kita dipinggirkan oleh masyarakat tanpa memperdulikan kebajikan kita. Oleh itu, pelbagai
cara perlu dikaji dalam usaha menjaga kebajikan golongan ini secara berterusan. Mereka
pernah menjadi tulang belakang negara pada suatu ketika dahulu dan sewajarnya jasa dan
pengorbanan mereka dikenang oleh generasi muda pada hari ini.

79
GIKGU HADI
3. SURAT KIRIMAN TIDAK RASMI - Lawatan Sambil Belajar ke Rumah Orang Tua

No 10 Kondominiun Villa Tiara,


Jalan Permata Permai,
Ampang 58000 Kuala Lumpur.
2 Oktober 2016
Bertemu kembali di arena persuratan ini menemui teman tersayang Aiya Maisara
yang kini berada di Ipoh Perak. Sebelum mata pena ini mengalirkan tintanya dengan lebih
deras, ribuan kemaafan atas kelewatan dalam membalas warkahmu tempoh hari.

Sahabatku,
Bagaimana dengan aktiviti Aira kebelakangan ini ? Pastinya kita berdua berasa lega
kerana telah selesai menduduki Peperiksaan PT3 tempoh hari. Saya pula baru pulang dari
Rumah Orang Tua Datin Seri Hasmah di Jalan Kelang Lama sebagai pengisian aktiviti
selepas PT3 di sekolah.
Kami tiba pada jam 10.00 pagi dan disambut dengan mesra oleh Tuan Haji Ismail bin
Kadir dan para petugas di rumah tersebut. Kami dibawa ke bilik mesyuarat dan diberikan
penerangan tentang aktiviti harian di rumah tersebut. Kami juga turut bertanyakan beberapa
soalan dalam usaha memperoleh maklumat yang lengkap sebagai laporan yang perlu
dihantar kepada guru kelas.
Kami dibawa melawat ke bilik mereka yang agak luas dan selesa. Mereka memberikan
senyuman dan berasa seronok dengan kedatangan kami. Kami sempat berbual-bual dengan
golongan ini. Kami mendengar pelbagai cerita suka dan duka daripada mereka. Kami turut
menyampaikan sedikit cendera hati sebagai kenang-kenangan.
Sahabatku,
Saya amat tersentuk apabila mendengar cerita daripada Pak Mustapa yang telah 10
tahun menghuni di rumah tersebut. Walaupun mempunyai lapan orang anak namun tiada
seorang pun yang dating untuk menjengahnya. Semua anaknya telah mencampakkan jauh-
jauh di rumah orang-orang tua ini. Air mata saya mengalir mendengar cerita sedih daripada
Pad Mustapa kerana begitu tega anak-anaknya membuang ayahnya mereka.
Kami juga dibawa melawat ke bilik oaring-orang tua yang amat uzur dan sakit. Rata-
rata daripada mereka sudah tidak mampu untuk bercakap dan bergerak. Makan minum
mereka bersuap dan terpaksa menggunakan pampers. Saya amat terharu dan saya terus
berjanji bahawa saya akan menjaga orang tua saya dengan sebaik-baik mungkin apabila
mereka telah tua.
Pada pukul 2.00 petang kami bertolak pulang ke sekolah. Sebelum itu, kami dijamu
dengan makan tengah hari di sana. Dalam ucapan penutup, pengerusi rumah tersebut
mengalu-ngalukan kedatangan orang luar ke rumah tersebut. Guru pengiring kami Puan Ayu
Suhaida telah menghulurkan sumbangan sebanyak RM 3000.00 kepada pengerusi rumah
tersebut hasil kutipan derma daripada guru dan pelajar.

80
GIKGU HADI
Sekian sahaja yang dapat saya ceritakan pengalaman saya tentang lawatan tersebut.
Saya tidak sabar untuk mendengar kisah yang menarik daripada Aira. Semoga kita bertemu
lagi dalam warkah yang akan datang.

Salam rindu daripada sahabatmu.


Yang ikhlas,
Neelofa Azizan.

3. Ketika dalam perjalanan pulang ke rumah, anda telah melihat seorang wanita tua yang
sedang duduk bersendirian di pondok menunggu bas. Hari pula semakin gelap dan hujan
lebat pada bila-bila masa sahaja akan turun. Ceritakan tindakan anda seterusnya.

Pada hari itu aku pulang ke sekolah agak lewat kerana menjalani latihan bola sepak. Selepas
selesai sahaja latihan tersebut, aku mengayuh basikal dengan laju kerana hujan akan turun dengan
lebat dan hari pula semakin senja. Ketika aku melewati sebuah pondok menunggu bas, aku melihat
seorang wanita tua sedang duduk di bawah pondok tersebut.

Aku berasa tidak senang hati lalu memberhentikan kayuhanku. Aku turun dan menyorong
basikal menuju ke arah perempuan tersebut. Aku memberikan salam dan lantas bertanya ke mana
arah tujuaan wanita tua tersebut. Aku juga menjelaskan bahawa bas terakhir telah terlepas
memandangkan jam telah melewati pukul 7.00 petang. Wanita tua tersebut pada mulanya hanya
berdiam diri dan tidak semena-mena wanita itu pun menangis.

Aku terus bertanya tentang perkara sebenar yang berlaku kepada wanita tua tersebut. Dia
menceritakan bahawa dia telah dihalau oleh menantunya yang merupakan isteri anaknya yang
kedua. Wanita itu menjelaskan bahawa dia mempunya lima orang anak namun tidak seorang pun
yang mahu menjaganya. Justeru, dia hanya berjalan kaki tanpa arah tujuan hingga tiba di pondok
bas tersebut.

Tanpa melengahkan masa aku menelefon abangku yang kebetulan berada di rumah. Aku
menyuruhnya datang ke pondok bas tersebut untuk mengambil wanita itu dan membawanya ke
rumah. Tidak lama kemudian abangku tiba dan membawa wanita itu ke rumahku. Ibu dan ayah serta
keluargaku menyambut kedatangan wanita itu dengan gembira.

Wanita itu bermalam dirumah kami kerana hujan telah turun dengan lebatnya.Ibu telah
menghidangkan makanan yang lazat dan kami sekeluarga makan bersama-sama wanita
tersebut.Wanita itu telah menceritakan nasib malangnya kepada kami. Ibu dan ayah memujuk
wanita itu supaya bersabar dengan dugaan yang menimpa.

Pada keesokan harinya, ibu dan ayah telah membawa wanita itu ke pusat jagaan orang tua
yang terletak di Bandar Mersing. Ayah menceritakan nasib malang yang menimpa wanita itu
kepada seorang pegawai yang bertugas. Akhirnya wanita yang malang itu ditempatkan di rumah
perlindungan tersebut. Wanita tua itu mengucapkan berbanyak-anyak terima kasih kepada kami
sekeluarga. Tanpa disedari air mataku menitis sewaktu kereta yang dipandu oleh ayah bergerak
meninggalkan wanita tua itu.

81
GIKGU HADI
]

TEMA: AMALAN BERJIMAT-CERMAT / MENABUNG

1. FAEDAH-FAEDAH MENABUNG

Pada zaman inflasi sekarang, harga barangan semakin melambung. Namun begitu, kita
mestilah bijak berbelanja dengan pendapatan yang ada pada setiap bulan. Walau apa
sekalipun, menabung perlu dilakukan oleh setiap insan dalam kalangan masyarakat kita.

Menabung banyak menzahirkan manfaat kepada kita semua. Contohnya, wang yang
ada dapat kita gunakan ketika kita menghadapi masalah kewangan yang serius. Kita tidak
perlu ke sana sini memohon pinjaman sama ada daripada pihak bank mahupun merayu
daripada rakan-rakan.

Wang yang ditabung pula akan meningkat dari tahun ke tahun kerana faedah yang
diberikan. Jika kita menabung secara konsistan, kita pasti tidak menyedari wang yang
ditabung akan bertambah. Bak kata pepatah, “Sehari selembar benang, lama-lama akan
menjadi kain”. Pada masa yang sama, menabung di dalam bank menyebabkan kita dapat
mengelakkan risoko seperti dirompak ataupun dicuri.

Dengan menabung, kita mampu untuk merealisasikan pelbagai keinginan. Apabila


wang kita bertambah kita mampu membeli sesuatu yang kita ingini ataupun melancong ke
luar negara. Oleh itu, jelas terbukti bahawa menabung amat besar faedahnya.

Menabung juga akan menjauhkan kita daripada bersikap boros. Kita akan berbelanja
secara berhemah dan berjimat cermat pada setiap masa. Justeru, menabung menerapkan nilai
murni dalam sanubari kita.

Akhir sekali, menabung perlu diterapkan khasnya kepada generasi muda. Golongan ini
jika tidak dibimbing merupakan golongan yang paling boros ketika berbelanja. Justeru,
didiklah anak-anak dari kecil untuk menabung walaupun dalam kadar yang rendah. Bak kata
pepatah, “Melentur buluh biarlah dari rebungnya”.

2. LANGKAH MEMUPUK AMALAN BERJIMAT CERMAT

Amalan berjimat cermat merupakan sikap yang mulia dan seharusnya dipraktikkan
sepenuhnya oleh masyarakat Malaysia apatah lagi dengan keadaan harga barangan yang
semakin meningkat kesan daripada kenaikan harga bahan bakar di pasaran dunia. Sikap
boros ketika berbelanja haruslah ditangani agar tidak menyusahkan diri dan keluarga. Oleh
itu, langkah-langkah yang sewajarnya perlu diambil untuk menanamkan sikap berjimat
cermat dalam kalangan masyarakat.

Antara langkah efektif yang telah diambil oleh kerajaan untuk mengalakkan rakyat
Malaysia mengamalkan sikap mulia ini adalah dengan menanamkan sikap rajin menabung.
82
GIKGU HADI
Kerajaan telah mengambil inisiatif bagi memupuk semangat menabung dalam kalangan
pengguna. Pengenalan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) ialah contoh
kesungguhan kerajaan untuk menyedarkan masyarakat akan pentingnya perancangan masa
depan.

Ibu bapa juga seharusnya memupuk sikap suka menabung kepada anak-anak sejak dari
kecil lagi. Anak-anak harus dididik mempunyai tabungan sendiri di rumah iaitu menabung
wang lebihan perbelanjaan sekolah mereka dan menggunakan simpanan mereka apabila
ingin membeli barangan keperluan sendiri. Ibu bapa juga boleh membuka akaun simpanan
anak-anak di bank-bank tempatan seperti Bank Simpanan Nasional. Hasil daripada tabungan
ini dapat digunakan untuk keperluan masa depan yang lebih gemilang.

Masyarakat juga hendaklah prihatin akan peranan skim-skim saham amanah.


Kementerian Perdagangan dan Hal Ehwal Pengguna telah menjayakan Minggu Saham
Amanah bagi memupuk kesedaran melabur dalam kalangan pengguna. Oleh itu, masyarakat
hendaklah sedar akan peluang yang terbuka luas untuk melabur dan seterusnya mendapat
dividen yang diagihkan pada setiap tahun. Hal ini pasti akan mendatangkan kebahagiaan
kepada masyarakat kerana masyarakat yang bahagia mempunyai masa depan yang terjamin.

Sebelum membeli barangan, perancangan yang teliti hendaklah dilakukan terlebih


dahulu. Barang-barang yang mahu dibeli perlu disenaraikan. Perbelanjaan berhemat ini
wajar dipraktikkan bagi mengelakkan sebarang pembaziran dan masyarakat hendaklah
membeli barangan mengikut keperluan, bukan mengikut nafsu. Ketika berbelanja,
penggunaan kad kredit juga patut dielakkan kerana akan menambah beban tanggungan
hutang dan lama kelamaan pengguna akan mengalami masalah kewangan.

Kesimpulannya, amalan berjimat cermat sudah pasti akan melahirkan masyarakat


yang bijak dan progresif kerana mempunyai sumber kewangan yang mencukupi dan sudah
tentu untuk jaminan masa hadapan yang lebih cerah. Oleh yang demikian, pelbagai pihak
wajar memainkan peranan agar amalan berjimat cermat menjadi budaya masyarakat kita
setiap masa tanpa mengira peringkat umur.

83