Anda di halaman 1dari 4

KB KONDOM

SOP No. Dokumen :


No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

PEMERINTAH
UPTD PUSKESMAS
KABUPATEN
Casita, AMKep,SKM JUNTINYUAT
INDRAMAYU
NIP. 19731112 200012 1 001

Pemeriksaan IMS adalah Kegiatan Pemeriksaan fisik yang dilakukan


1. Pengertian pada pasien dengan IMS yang berkunjung ke Klinik

Sebagai acuan dalam menjelaskan cara pemeriksaan fisik di


2. Tujuan infeksi menular seksual

SK Kepala Puskesmas Nomor : tentang pelyanan klinis dengan resiko


3. Kebijakan tinggi

1. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Sejksual 2016,


Kemenkes Republik Indonesia 2016
2. Program Pengendalian HIV AIDS dan PIMS di Fasilitas Kesehatan
4. Referensi
Tingkay Pertama, Direktorat Jenderal Pencegahan dan
pengendalian Penyakit Kemenkes 2017.

1. Persiapan Alat dan Bahan


a. Spekulum / Anuskopi
b. Handscoen
c. Celemek
d. Lidi kapas steril / cotton aplikator
e. Obgyn bed
f. NACl 0, %
g. KOH 10 %
h. Kasa
i. pH Papper
j. Betadin
5. Prosedur k. Alkohol
/langkah-langkah l. Lampu pemeriksaan dalam
m. Timba
n. Cover glass
o. Slide
p. Sabun cair dan sikat
q. Selimut
r. Sampah medis
s. Desinfektan
t. Baki
u. Label ( kode px dan no. Register )
v. Lembar Catatan medis
KB KONDOM
SOP No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

PEMERINTAH
UPTD PUSKESMAS
KABUPATEN
Casita, AMKep,SKM JUNTINYUAT
INDRAMAYU
NIP. 19731112 200012 1 001

2. Instruksi Kerja :
Pemeriksaan IMS meliputi pemeriksaan fisik pada pria, wanita,
waria dan dan LSL
1. Pemeriksaan fisik pada wanita
a. Penderita buka pakaian dalam
b. Wanita dibaringkan dimeja ginekologi dengan posisi
litotomi
c. Pemeriksaan fokus di genital dan sekitarnya, inspeksi
dan palpasi
d. Ambil sampel

2. Pemeriksaan fisik pada pria


a. Lepas celana, posisi berdiri atau tidur
b. Inspeksi dan palpasi daerah inguinal
c. Inspeksi dan palpasi skrotum
d. Inspeksi dan palpasi penis
e. Catat : kelainan berupa luka, DTU,
pembengkakan dan vegetasi.
3. Pengambilan sampel
a. Wanita
- dengan spekulum
- Ambil cairan dari fornik posterior dan diding vagina
- + lar. Saline ( pmx. T.vag, clue cells)
- + KOH 10 % (bau amis, candida)
- Ukur pH Papper
- Ambil dari endoserviks dengan lidi kapas steril
- + pengecatan sediaan (DIPLOKOKUS, PMN)
b. Pria.
- Ambil sample dari uretra dengan cotton applicator
- Oles sample pada objek glass yang tersedia
- Pengecatan sample ( DIPLOKOKUS / PMN )
4. Memberi tahu pasien jika pemeriksaan sudah selesai
5. Isi status sesuai dengan hasil pemeriksaaan.
6. Dekontaminasi, pencucian dan penyimpanan alat
7. Sebelum dan sesudah melakukan tindakan harus mencuci
KB KONDOM
SOP No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

PEMERINTAH
UPTD PUSKESMAS
KABUPATEN
Casita, AMKep,SKM JUNTINYUAT
INDRAMAYU
NIP. 19731112 200012 1 001

tangan terlebih dahulu


Kontra Indikasi
1. Ada pasien berstatus belum menikah tidak dilakukan
pemeriksaan dengan spekulum, karena akan merusak
selaput daranya sehingga sample hanya diambil dengan
cotton applicator steril dari vagina
2. Pada ibu Hamil dengan diagnosa diplokokus / PMN tidak
dapat diobati karena dapat mempengaruhi janin,
disarankan untuk periksa ulang post partum
1. Ruang Pemeriksaan Umum
1. Unit Terkait
2. Laboratorium
PEMERISAAN IMS
SOP No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

PEMERINTAH
UPTD PUSKESMAS
KABUPATEN
Casita, AMKep,SKM JUNTINYUAT
INDRAMAYU
NIP. 19731112 200012 1 001

3. Dokumentasi Laporan bulanan KB ( LB 3 )


Tekait

4. Rekaman
No. Yang Di Ubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
Historis
Diberlakukan
Perubahan