Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH EKONOMI KESEHATAN

“KONSEP BIAYA”

Dosen Pembimbing : Slamet Priyono, S.Pd, MM

Disusun Oleh:

1. Herawati Kurnia Putri (1072171006)


2. Khaerunnisa (1072171008)
3. Nur Fatimah Sabilah (1072171023)

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS MH.THAMRIN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-
Nya tugas ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam tugas ini kami
membahas tentang Konsep Biaya.
Tugas ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mahasiswa dengan
adanya Konsep Biaya. Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya kami
mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran, untuk itu kami berterima
kasih kepada Slamet Priyono, S.Pd, MM selaku dosen MK Ekonomi
Kesehatan.Materi yang kami paparkan dalam tugas ini tentunya jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik yang bersifat membangun sangat kami
butuhkan untuk kesempurnaan tugas ini. Demikianlah tugas ini kami buat semoga
bermanfaat.

Jakarta, mei 2019


Penyusun

Kelompok 5
Daftar Isi

Kata Pengantar .................................................................................................................

Daftar Isi ..................................................................................................

BAB I : PENDAHULUAN................................................................................................

1.1 Latar Belakang .................................................................................................


1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................
1.3 Tujuan ..................................................................................................

BAB II : PEMBAHASAN.................................................................................................

2.1 Pengertian Konsep Biaya .................................................................................


2.2 Fungsi Biaya .. ..................................................................................................
2.3 Jenis Biaya dan Karakteristik Biaya........................................................
2.4 Contoh Aplikasi Biaya di Pelayanan Kesehatan ..............................................

BAB III : Penutup ..................................................................................................

3.1 Kesimpulan ..................................................................................................


3.2 Saran ..................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pemahaman terhadap konsep biaya memerlukan analisis yang hati-hati


terhadap karakteristik dan transaksi yang berkaitan dengan biaya. Ada elemen
laporan lain yang sifatnya hampir sama dengan biaya namun sebaiknya tidak
dimasukkan sebagai komponen biaya. Karakteristik biaya dapat dipahami dengan
mengenali batasan atau pengertian yang berkaitan dengan biaya. Dengan
pemahaman seperti ini, transaksi yang berkaitan dengan biaya dapat dengan
mudah diidentifikasi sehingga dapat disajikan dengan benar dalam laporan
keuangan. Dalam makalah ini akan membahas tentang cost yang sebagai dasar
pencatatan nilai dalam akuntansi pada tahap pembebanan. Konsep dasar yang
melandasi pembebanan cost adalah konsep upaya dan hasil (efforts and
accomplishment).
Atas dasar konsep tersebut cost dapat dipisah menjadi dua yaitu : cost yang masih
menjadi potensi jasa (melekat pada aktiva), dan cost yang potensi jasanya
dianggap sudah habis dalam rangka menghasilkan pendapatan. Pembebanan cost
satu periode akuntansi di dasarkan pada kriteria penentuan habisnya manfaat cost
tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep biaya?


2. Jelaskan Fungsi Biaya?
3. Jenis Biaya dan Karakteristik Biaya!
4. Contoh Aplikasi Biaya di Pelayanan Kesehatan !

1.3 Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ekonomi
Kesehatan. Dan diharapkan dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan konsep
biaya, fungsi biaya, jenis jenis biaya serta contoh aplikasi biaya dipelayanan
kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Biaya

Biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi,


sehingga konsep biaya juga mengacu pada konsep produksi, tetapi apabila pada
konsep produksi kita membicarakan penggunaan input secara fisik dalam
menghasilkan output produksi, maka dalam konsep biaya kita menghitung
penggunaan input itu dalam nilai ekonomi yang disebut biaya.(Gaspersz, 2003)

Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau
dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. (Sunarto, 2003). Biaya merupakan
pengorbanan sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu
komoditi. Pengorbanan yang tidak bertujuan disebut pemborosan dan bukan
termasuk biaya. (Gani , 1990)

Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh
suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu
maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk
memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga
dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost. (Maidin,
2003). Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk
memperoleh atau menghasilkan sesuatu (Rahardja & Manurung, 2002)

Sehingga, dalam pengertian tentang biaya tersebut di atas, ternyata terdapat 4


unsur pokok, yaitu :

1. Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya untuk memperoleh


pendapatan
2. Biaya mencerminkan efisiensi sistem produksi
3. Biaya merupakan pengorbanan untuk suatu tujuan tertentu
4. Pengorbanan dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun
kesempatan

2.2 Fungsi Biaya

Klasifikasi Biaya berdasar Fungsi Perusahaan

Untuk menjalankan usaha dengan baik, perusahaan membagi-bagi kegiatan


berdasarkan fungsi-fungsi pokok. Pada perusahaan pemanufakturan, fungsi
kegiatannya dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Fungsi produksi bertugas dan bertanggung jawab untuk memproduksi barang


dengan kualitas tertentu. Tempat untuk memproduksi barang disebut pabrik,
yang mengolah bahan baku dengan bantuan tenaga manusia dan
mesin/peralatan menjadi produk selesai.
b. Fungsi non produksi Fungsi non produksi disebut juga fungsi komersial yang
terdiri dari :
 Fungsi administrasi yaitu melakukan kegiatan-kegiatan akuntansi,
personalia, pengkajian, dan lain sebagainya.
 Fungsi pemasaran yaitu bertugas melakukan kegiatan dalam rangka
memasarkan hasil produksi. Misalnya mengiklankan hasil produksi,
melakukan promosi penjualan, melakukan penjualan barang, dan
menentukan saluran distribusi.
Fungsi-fungsi yang ada pada perusahaan pemanufakturan, biaya
dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1. Biaya produksi, Biaya produksi adalah biaya yang diperlukan untuk
memperoleh bahan baku (mentah) dari pemasok dan mengubahnya menjadi
produk selesai yang siap dijual. Elemen biaya produksi terdiri atas :
 Bahan baku yaitu bahan yang digunakan untuk membuat produk selesai.
Bahan baku dapat diidentifikasi ke produk dan merupakan bagian integral
dari produk tersebut. Contoh : kayu yang digunakan untuk membuat daun
pintu dan jendela, kertas yang digunakan untuk membiuat buku, dll.
 Tenaga kerja langsung yaitu tenaga yang langsung menangani proses
produksi. Oleh karena itu dapat diidentifikasi ke produk. Gaji atau upah
tenaga kerja langsung merupakan elemen biaya produksi. Contoh :
operator mesin fotokopi, penjahit, tukang las, pembuat daun pintu dan
jendela, serta tukang batu.
 Overhead pabrik yaitu biaya-biaya selain dari bahan baku dan tenaga kerja
langsung yang diperlukan untuk memproduksi barang. Yang termasuk
dalam klasifikasi overhead pabrik adalah bahan tak langsung, upah tak
langsung, penyusutan mesin dan peralatan pabrik, penyusutan gendung
pabrik, bahan habis pakai untuk pabrik, pajak bumi dan bangunan (PBB)
untuk gedung pabrik, biaya pemeliharaan mesin-mesin dan peralatan
pabrik, dan biaya listrik untuk penerangan dan pembangkit tenaga pabrik.
2. Biaya pemasaran, Biaya pemasaran adalah biaya yang dikeluarkan untuk
memasarkan produk selesai, termasuk biaya iklan, biaya gaji para
pramuniaga, dan biaya angkut barang-barang yang dijual
3. Biaya administrasi, Biaya administrasi adalah biaya yang diperlukan untuk
administrasi secara umum, seperti gaji para eksekutif, biaya penyelenggaraan
akuntansi, gaji pegawai bagian administrasi, dan biaya bahan habis pakai.
Biasanya biaya pemasaran dan biaya administrasi secara bersama-sama
disebut biaya non produksi. Pada perusahaan dagang tidak terdapat biaya
produksi karena perusahaan tersebut tidak menjual barang dari hasil kegiatan
produksinya sendiri, melainkan dari pembelian barang dalam bentuk sudah
jadi. Pada perusahaan jasa juga tidak terdapat biaya produksi.

2.3 Jenis Biaya dan Karakteristik Biaya

Untuk keperluan analisis, biaya dapat dikelompokkan menurut beberapa kriteria


(Maidin,2003) yaitu:

A. Pembagian biaya berdasarkan pengaruhnya pada skala produksi

1. Biaya tetap (fixed cost = FC), yaitu biaya yang nilainya secara relatif tidak
dipengaruhi oleh besaranya jumlah produksi (output). Biaya ini harus tetap
dikeluarkan walaupun tidak ada pelayanan. Contoh FC adalah nilai dari
gedung yang digunakan, nilai dari peralatan (besar) kedokteran, ataupun
nilai tanah. Nilai gedung dimasukan dalam FC sebab biaya gedung yang
digunakan tidak berubah baik ketika pelayanannya meningkat maupun
menurun. Demikian pula dengan alat kedokteran. Biaya stetoskop relatif
tetap, baik untuk memeriksa dua pasien maupun sepuluh pasien. Artinya
biaya untuk memeriksa dengan suatu alat pada dua pasien sama dengan
biaya untuk memeriksa sepuluh pasien. Dengan demikian biaya alat adalah
tetap dan tidak berubah meskipun jumlah pasien yang dilayani berubah.
2. Biaya variabel (variabel cost = VC), adalah biaya yang nilainya
dipengaruhi oleh banyaknya output.
Contoh yang termasuk dalam VC adalah biaya obat, biaya makan, biaya
alat tulis kantor, biaya pemeliharaan
Biaya obat dan makanan dimasukan dalam VC karena jumlah biaya
tersebut secara langsung dipengaruhi oleh banyaknya pelayanan yang
diberikan. Biaya obat dan makanan untuk melayani dua pasien akan
berbeda dengan biaya obat dan makanan untuk melayani sepuluh pasien.
Dengan demikian besarnya biaya obat atau makanan akan selalu
berpengaruh secara langsung oleh banyaknya pasien yang dilayani
Pada umumnya besar volume produksi sudah direncanakan secara rutin.
Oleh sebab itu VC sering juga disebut dengan biaya rutin. Dalam praktek
sering kali dialami kesulitan untuk membedakan secara tegas apakah suatu
biaya termasuk FC atau VC. Contoh dalam menentukan gaji pegawai
misalnya, apakah gaji pegawai dimasukan dalam FC atau VC. Gaji
pegawai kadang–kadang tidak dipengaruhi oleh besarnya output terutama
pada fasilitas pemerintah. Dalam praktek misalnya, penambahan (kenaikan
gaji) atau pengurangan gaji pegawai terutama pada fasilitas pemerintah,
tidak semudah seperti penurunan dan penambahan output pelayanan.
Berdasarkan teori, biaya pegawai sebenarnya dipengaruhi oleh besarnya
output.
Disebuah poliklinik misalnya jika pasien rawat jalan naik pada jumlah
tertentu perlu ditambah tenaga sehingga besar biaya pegawai akan berubah
seiring dengan bertambahnya jumlah pasien. Oleh sebab itu ada yang
mengelompokan gaji pegawai sebagai semi variable cost (SVC).
3. Total cost adalah jumlah dari fixed cost ditambah variabel cost yang dalam
persamaan sbb : TC = FC + VC

B. Pembagian biaya berdasarkan lama penggunaannya

 Biaya Investasi, adalah biaya yang masa kegunaannya dapat berlangsung


untuk waktu yang relatif lama. Biasanya waktu untuk biaya investasi
ditetapkan lebih dari satu tahun. Batas satu tahun ditetapkan atas dasar
kebiasaan merencanakan dan merealisasi anggaran untuk jangka waktu
satu tahun. Biaya investasi ini biasanya berhubungan dengan
pembangunan atau pengembangan infrastruktur fisik dan kapasitas
produksi (alat produksi). Contoh yang termasuk dalam biaya investasi
antara lain biaya pembangunan gedung, biaya pembelian mobil, biaya
pembelian peralatan besar dan sebagainya.
a. Nilai tanah dan bangunan,
Pusat biaya produksi : tanah dan bangunan rawat jalan, rawat inap,
apotik, poliklinik
Pusat biaya penunjang : Tanah dan bangunan bagian administrasi,
keuangan, dapur, binatu
b. Nilai kendaraan Ambulance dan kendaraan dinas
c. Nilai peralatan medis
Seluruh peralatan medis yang dipergunakan di masing-masing unit
pelayanan seperti rawat inap, rawat jalan, kamar tindakan, dan
laboratorium
d. Peralatan rumah tangga (non medis)
Semua peralatan rumah tangga yang digunakan untuk menunjang
pelayanan kesehatan seperti : meja, kursi, AC, mesin tik, mesin
cuci, almari, pengangkut pasien, dll

Di beberapa instansi, penetapan apakah suatu biaya termasuk biaya investasi atau
tidak dilakukan dengan melihat harga (nilai) suatu barang. Pada umumnya besar
biaya investasi sudah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, jika batas yang
ditentukan adalah Rp. 100.000,- maka barang yang nilainya kurang dari Rp.
100.000,- tidak termasuk dalam biaya investasi, meskipum penggunaannya dapat
lebih dari satu (biaya tersebut dimasukan dalam biaya operasional)Biaya investasi
dihitung dari nilai barang investasi yang disetahunkan (AIC atau biaya depresiasi
atau biaya penyusutan). Nilai barang investasi dalam analisis biaya harus
memperhitungkan (1) harga satuan (nilai awal barang) masing-masing jenis
barang investasi, (2) lama pemakaian barang tersebut, (3) laju inflasi (tingkat
bunga bank) dan (4) umur ekonomis barang tersebut.

 Biaya penyusutan (depreciation cost), adalah biaya yang timbul akibat


terjadinya pengurangan nilai barang investasi (asset) sebagai akibat
penggunaannya dalam proses produksi. Setiap barang investasi yang
dipakai dalam proses produksi akan mengalami penyusutan nilai, baik
karena makin usang atau karena mengalami kerusakan fisik. Nilai
penyusutan barang investasi, seperti gedung, kendaraan, dan peralatan,
disebut sebagai biaya penyusutan.

Ada beberapa metode yang dapat dipakai untuk menghitung penyusutan yaitu

(1) metode garis lurus (straight line),

(2) metode saldo menurun (declining balance),

(3) jumlah angka–angka tahun (sum of the years digit)

(4) metode unit produksi (unit of production).


Salah satu metode yang paling umum digunakan adalah metode penyusutan garis
lurus (straight line method) dimana jumlah historis yang sama dikurangi setiap
tahun. Pada umumnya analisis biaya dilakukan untuk satu kurun waktu tertentu,
misalnya satu tahun anggaran, maka untuk itu perlu dicari nilai biaya investasi
setahun, sehingga biaya investasi itu dapat digabung dengan biaya operasional.

Nilai biaya investasi satu tahun ini disebut nilai tahunan biaya investasi
(Annualized Investment Cost = AIC).

Besarnya nilai tahunan dari biaya investasi tersebut dipengaruhi oleh nilai uang
(inflasi) serta waktu pakai dan masa hidup suatu barang investasi. Untuk
menghitung nilai tahunan investasi tersebut dapat dipergunakan rumus sebagai
berikut :

IIC ( 1 + i )t

AIC = ------------------

AIC = Annualized Investment Cost

IIC = Initial Investment Cost

i = Laju Inflasi

t = Lama Pakai

L= Perkiraan masa hidup (umur ekonomis) barang investasi yang bersangkutan

 Biaya operasional (operasional cost), adalah biaya yang diperlukan untuk


melaksanakan kegiatan dalam suatu proses produksi dan memiliki sifat
habis pakai dalam kurun waktu yang relatif singkat (kurang dari satu
tahun) contoh yang termasuk dalam biaya operasional antara lain biaya
obat, biaya makan, gaji pegawai, air dan listrik.
Konsep yang sering dipakai secara bersamaan dengan biaya operasional
yaitu Biaya pemeliharaan (mantainance cost). Biaya pemeliharaan adalah
biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan nilai suatu barang
investasi agar dapat terus berfungsi, misalnya biaya pemeliharaan gedung
dan pemeliharaan kendaraan. Antara biaya operasional dan biaya
pemeliharaan dalam praktek sering disatukan menjadi biaya operasional
dan pemeliharaan (operational and mantainance cost). Biaya operasional
dan pemeliharaan, dengan sifatnya yang habis pakai pada umumnya
dikeluarkan secara berulang. Karena itu biaya pemeliharaan sering disebut
sebagai biaya berulang (recurrent cost)

Contoh biaya operasional :


a. Biaya pegawai (gaji)
b. Biaya obat dan bahan medis
c. Biaya listrik dan air
d. Biaya bahan kantor (ATK)
e. Biaya telepon
f. Biaya pemeliharaan barang investasi

Biaya item (c) sampai item (f) dikenal dengan sebutan overhead atau biaya
umum
Contoh : Biaya Pemeliharaan

Biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan nilai suatu barang agar


terus berfungsi. Misalnya biaya pemeliharaan gedung, biaya pemeliharaan
alat medis dan pemeliharaan kendaraan.

 Biaya total (total cost = TC), adalah jumlah dari biaya investasi ditambah
biaya operasional, atau dapat dirumuskan sebagai berikut :
Total Cost = Investment Cost (+) Operasional Cost

C. Pembagian biaya berdasarkan fungsi atau aktifitas sumber biaya

 Biaya Langsung (Direct Cost), adalah biaya yang dibedakan pada sumber
biaya yang mempunyai fungsih (aktifitas) langsung terhadap output.
Contoh : gaji perawat biaya obat-obatan biaya peralatan medis

 Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost), adalah biaya yang dibebankan pada
sumber biaya yang mempunyai fungsi penunjang (aktivitas tak langsung)
terhadap output, Contoh : gaji bagian administrasi gaji direktur, biaya
ATK, TU, biaya peralatan non medis

 Total Cost, merupakan penjumlahan dari direct cost ditambah indirect


cost, yang dirumuskan sebagai berikut : Total Cost = Direct Cost (+)
Indirect Cost

D. Unit cost, adalah biaya yang dihitung untuk menghasilkan satu satun produk
(misalnya satu jenis pelayanan). Unit cost diperoleh dari TC dibagi jumlah produk
(Quantity =Q) atau dalam persamaan : UC = TC/Q

Dengan demikian, dalam menghitung unit cost harus ditetapkan terlebih dahulu
besaran produk (cakupan pelayanan). Unit cost sering kali disamakan dengan
biaya rata-rata (average cost). Dengan melihat rumus biaya satuan ( UC = TC/Q )
tersebut, maka jelas tinggi rendahnya unit cost suatu produk tidak saja
dipengaruhi oleh besarnya TC tetapi juga dipengaruhi oleh besarnya pelayanan.
Perhitungan unit cost dengan menggunakan rumus diatas, banyak dipengaruhi
oleh tingkat utilitas. Makin tinggi utilitas (dengan demikian makin besar jumlah
output) akan semakin kecil unit cost pelayanan. Perhitungan unit cost yang
didasarkan atas pengeluaran nyata terhadap produk atau pelayanan ( UC = TC/Q )
disebut biaya UC Aktual. Disamping UC aktual, juga ada UC normative yaitu
besarnya biaya yang diperlukan untuk menghasilkan suatu jenis pelayanan
kesehatan menurut standar baku atau menurut kapasitas yang tersedia. Besarnya
UC normative ini tidak memperhitungkan apakah pelayanan kesehatan tersebut
dipergunakan oleh pasien atau tidak. Rumus UC normative adalah :

FC VC

UC = ------------- (+) -------------

KAP

UC = Unit cost normatif.

FC = Fixed cost, biaya tetap yang diperlukan untuk beroperasi.

KAP = Kapasitas produksi pusat biaya tersebut dalam setahun

VC = Variabel cost termasuk di dalamnya biaya obat / bahan medis, bahan habis
pakai

Q = Jumlah output pusat biaya tersebut dalam setahun

Dalam perhitungan penetapan tarif, untuk menghitung unit cost dapat terdiri dari
beberapa macam yaitu :

1. Unit cost, dengan memperhitungkan total cost terdiri atas penjumlahan FC,
SVC dan VC atau (TC = FC + SVC + VC )

2. Unit cost, dengan memperhitungkan TC terdiri atas penjumlahan dari SVC dan
VC atau ( TC = SVC + VC )

3. Unit cost, dengan memperhitungkan TC terdiri atas penjumlahan dari VC saja


atau ( TC = VC)

Bagi sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah (puskesmas dan rumah sakit),
biaya investasi dan gaji pegawai negeri sipil telah di subsidi, sehingga idealnya
untuk menentukan UC, perhitungan TC tanpa FC dan biaya investasi serta biaya
gaji pegawai negeri.

2.4 Contoh Aplikasi Biaya di Pelayanan Kesehatan


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau
dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. Biaya juga merupakan pengorbanan
sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu komoditi.
Pengorbanan yang tidak bertujuan disebut pemborosan dan bukan termasuk biaya.

Sehingga, dalam pengertian tentang biaya tersebut di atas, terdapat 4 unsur pokok,
yaitu :

1. Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya untuk memperoleh


pendapatan
2. Biaya mencerminkan efisiensi sistem produksi
3. Biaya merupakan pengorbanan untuk suatu tujuan tertentu
4. Pengorbanan dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun
kesempatan

Jenis biaya dan Karakteristik Biaya meliputi ; Pembagian biaya berdasarkan


pengaruhnya pada skala produksi (Biaya tetap (fixed cost = FC), Biaya variabel
(variabel cost = VC)) , Pembagian biaya berdasarkan lama penggunaannya (Biaya
Investasi, Biaya Penyusutan, Biaya Oprasional, Biaya Total), Pembagian biaya
berdasarkan fungsi atau aktifitas sumber biaya ( Biaya Langsung dan Biaya tidak
Langsung).

3.2 Saran

Dengan adanya konsep biaya dan sistem akuntansi biaya dalam suatu
organisasi/perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas
kinerja organisasi/perusahaan tersebut. Asalkan pelaksanaannya masih memegang
teguh tanggung jawab utamanya.
DAFTAR PUSTAKA

Sodikin, Slamet Sugiri.2015.Akuntansi Managemen.Jogjakarta: Unit Penerbit dan


Percetakan.
Hansen, R, Don., Mowen, M, Maryanne. 2006. Cost Management
Accounting and Control. Fifth Edition. Thomson. Oklahoma.
Raharjaputra, H.S. 2009. Manajemen Keuangan dan Akuntansi. Jakarta.
Salemba Empat.