Anda di halaman 1dari 15

Ilmu regional

Ilmu regional adalah bidang ilmu sosial


yang terpusatkan dengan pendekatan
analitis masalah secara khusus yaitu
perkotaan, pedesaan, dan regional.
termasuk ilmu pengetahuan regional
sendiri, tetapi tidak terbatas pada teori
lokasi atau ekonomi spasial, pemodelan
lokasi, transportasi, analisis migrasi,
penggunaan lahan dan pembangunan
perkotaan, analisis industri luar, analisis
lingkungan dan ekologi, pengelolaan
sumber daya, analisis kebijakan daerah
dan perkotaan, informasi geografis
sistem, dan analisis data spasial. Dalam
arti luas, setiap analisis sosial yang
memiliki dimensi spasial dipakai oleh
ilmuwan regional.[1]

Asal usul
Ilmu regional dicetuskan pada akhir
1940an. ketika ketidakpuasan
perekonomian yang muncul dengan
menunjukannyanya level terbawah
terhadap analisis ekonomi regional dan
merasa harus ditingkatkan kembali.
kemungkinan pada era ini, para pencetus
ilmu regional diharapkan dapat menarik
minat masyarakat dari berbagai teori
ilmu lain.[1]

Ilmu Ekonomi Regional adalah bagian


dari ilmu ekonomi, dimana secara
spesifik membahas tentang pembatasan
pembatasan wilayah ekonomi dari suatu
Negara dengan mempertimbangkan
kondisi dan sumber daya alam serta
sumber daya manusia yang tersedia
disetiap wilayah ekonomi. Ilmu ekonomi
regional tidak membahas tentang
kegiatan individu, tetapi melainkan
menganalisa suatu wilayah secara
keseluruhan dengan mempertimbangkan
potensi yang beragam yang dapat
dikembangkan untuk mempercepat
pertumbuhan ekonomi dari wilayah yang
bersangkutan. Pembatasan pembatasan
pembasahan ekonomi regional selalu
menekankan pada barang barang
ekonomi.

Fokus ilmu regional


What commodities shall be produced
and in what quantities? ( barang apa
yang harus diproduksi dan berapa
banyak) Hal ini bersangkut paut
dengan kekuatan permintaan dan
penawaran yang ada dalam
masyarakat.
How shall goods be produced? (
bagaimana atau oleh siapa barang itu
diproduksi ). Hal ini bersangkut paut
dengan pilihan teknologi untuk
menghasilkan barang tersebut dan
siapa saja yang berperan dalam
menghasilkan barang tersebut dan
apakah ada pengaturan dalam
pembagian peran itu.
For whom are goods to be produced? (
untuk siapa atau bagaimana
pembagian hasil dari kegiatan
memproduksi barang tersebut ). Hal ini
bersangkut paut dengan pengaturan
system balas jasa, system perpajakan
subsidi, bantuan kepada fakir miskin
dan lain-lain.
When do all those activities be carried
out? ( kapan berbagai kegiatan
tersebut dilaksanakan). Pertanyaan ini
dijawab dengan menciptakan teori
ekonomi dinamis dengan memasukan
unsure waktu kedalam analisis.
Sejalan dengan itu keluarlah teori-teori
tentang pertumbuhan ekonomi ( ,
seperti tahap-tahap pertumbuhan
Rostow), dan .
Where do all those activities should be
carried out?, yaitu dimana lokasi dari
berbagai kegiatan tersebut. Dalam
ilmu ekonomi regional untuk
memecahkan masalah khusus yang
terpaut dengan pertanyaan dimana
diabaikan dalam analisa ekonomi
tradisional. Ilmu Ekonomi Regional
menjawab diwilayah mana suatu
kegiatan sebaiknya dapat
dilaksanakan.[2]

Tujuan utama Ilmu Ekonomi


Regional
Menciptakan full employment atau
setidak – tidaknya tingkat
pengangguran yang rendah menjadi
tujuan pokok pemerintahan pusat
maupun daerah. Dalam kehidupan
masyarakat, pekerjaan bukan saja
berfungsi sebagai sumber pendapatan,
tetapi sekaligus juga memberikan
harga diri/status bagi yang bekerja.
Adanya economic growth
(pertumbuhan ekonomi), karena selain
menyediakan lapangan kerja bagi
angkatan kerja baru, juga diharapkan
dapat memperbaiki kehidupan
manusia atau peningkatan
pendapatan. Tanpa perubahan,
manusia merasa jenuh atau bahkan
merasa tertinggal.
Terciptanya price stability (stabilitas
harga) untuk menciptakan rasa
aman/tentram dalam perasaan
masyarakat. Harga yang tidak stabil
membuat masyarakat merasa waswas,
misalnya apakah harta atau simpanan
yang diperoleh dengan kerja keras, nilai
riil atau manfaat berkurang di
kemudian hari.

Ferguson (1965), mengatakan bahwa


tujuan utama kebijakan ekonomi adalah :

1. Full Employment setidak-tidaknya


dengan tingkat pengangguran rendah
menjadi tujuan pokokpemerintahan
pusat maupun daerah.2.
2. Economic Growth akan menyediakan
lapangan kerja bagi angkatan kerja baru,
juga diharapkan dapatmemperbaiki
kehidupan manusia atau peningkatan
pendapatan.
3. Price Stability untuk menciptakan rasa
aman dalam masyarakat.[2]
Tujuan ekonomi daerah
regional
Ada di antara tujuan ekonomi yang tidak
mungkin dilakukan daerah (pemerintah
daerah) apabila daerah itu bekerja
sendiri, yaitu menstabilkan tingkat harga
kenapa ? Namun apabila daerah itu
dapat memenuhitujuan pertama dan
kedua hal tersebut akan membantu
pemerintah pusat untuk memenuhi
tujuan ketigakenapa ? Namun di sisi lain,
daerah karena wilayahnya yang lebih
sempit, dapat dibuat kebijakan yang lebih
bersifat spasial sehingga ada hal-hal
yang dapat dilakukan oleh daerah secara
lebih baik daripadaoleh pemerintah
pusat. Hal-hal yang bisa diatur di daerah :

1. Terjaganya kelestarian lingkungan


hidup.
2. Pemerataan pembangunan dalam
wilayah.
3. Penetapan sektor unggulan wilayah.
4. Membuat keterkaitan antarsektor yang
lebih serasi dalam wilayah, sehingga
menjadi bersinergi
danberkesinambungan.
5. Pemenuhan pangan wilayah.[3]

Manfaat Ilmu Ekonomi


Regional dalam
Perencanaan Wilayah dan
Kota
Manfaat Ilmu Ekonomi Regional dalam
Perencanaan Wilayah dan Kota antara
lain, dapat membantu perencana untuk
menghemat waktu dan biaya dalam
proses menentukan lokasi suatu
kegiatan atau proyek. Ilmu Ekonomi
Regional memiliki alat analisis yang
dapat menunjukkan di bagian wilayah
mana suatu kegiatan atau proyek
memiliki keunggulan komparatif. Dengan
demikian, bagian wilayah yang perlu
disurvei secara rinci dapat dipersempit
untuk menghemat waktu dan biaya.
Analisis dalam Ilmu Ekonomi Regional
juga membutuhkan biaya yang relatif
murah karena dalam banyak hal,
analisisnya cukup menggunakan data-
data sekunder. Dengan demikian, Ilmu
Ekonomi Regional dapat membantu
perencana untuk menghemat waktu dan
biaya dalam proses pemilihan lokasi.[4]

Referensi
1. ^ a b Budiarjo, Miriam:" Dasar-dasar
ilmu politik ". 1993
2. ^ a b Frick H, FX Bambang Suskiyanto:"
Dasar-dasar Eko-arsitektur ". 1998
3. ^ Pengertian dan Ruang Lingkup
Ekonomi Regional”[1] date=Rabu , 22
November 2017 }}
4. ^ Tarigan, Robinson. 2004. Ekonomi
Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Frick H, FX Bambang Suskiyanto,
(1998), Dasar-dasar Eko-arsitektur,
Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Budiarjo, Miriam. Dasar-dasar ilmu
politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama. 1993.

Diperoleh dari
"https://id.wikipedia.org/w/index.php?
title=Ilmu_regional&oldid=14942066"

Terakhir disunting 6 hari yang lalu …


Konten tersedia di bawah CC BY-SA 3.0 kecuali
dinyatakan lain.