Anda di halaman 1dari 6

Tumbuhan Sumber Energi Alternatif

1. Tumbuhan Jagung

Jagung merupakan tumbuhan yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi.


Caranya yaitu dengan membuat ethanol dari jagung yang saat ini sudah banyak
dilakukan. Tetapi memanfaatkan jagung menjadi bahan bakar bio akan
menimbulkan masalah baru, yaitu mengurangi pasokan bahan pangan bagi
manusia. Kini, sebuah perusahaan bernama Poet yang selama 20 tahun lebih
membuat ethanol dari jagung, bersama dengan beberapa produsen peralatan
pertanian sedang mengembangkan cara untuk memanen, menyimpan dan mengirim
tongkol jagung. Menurut Poet, suatu saat tongkol jagung bisa menjadi sumber bahan
bakar alternatif. Banyak tongkol jagung di sekitar pabrik dan itu semua merupakan
sumber energi yang disediakan alam bagi perusahaan.

Untuk mengumpulkan tongkol jagung di lahan perkebunan seluas 1619, Poet


menggunakan berbagai metode. Salah satunya adalah menggunakan John Deere
9860 STS Combine yang sudah dimodifikasi untuk mengumpulkan tongkol dan biji
jagung yang tercampur. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mesin
pemisah yang dibuat oleh Feterl Manufacturing Corp, yang memisahkan biji dari
tongkolnya.

Metode lainnya adalah dengan menggunakan mesin pemanen yang dibuat oleh
Vernon Flamme, yang mengumpulkan tongkol setelah keluar terpisah dari batang
dan kulitnya. Bijinya tetap berada di dalam mesin pemanen tersebut, sedangkan
kulitnya dibuang kembali dan tongkolnya dimasukkan ke dalam tempat terpisah dari
mesin pemanennya. Biasanya setelah memanen jagung, petani meninggalkan
tongkol dan batangnya. Tongkol yang merupakan bagian paling padat dari jagung,
bisa diambil tanpa harus mempengaruhi erosi tanah atau mengurangi unsur hara
tanah.
2. Jarak Pagar
Jarak pagar (Jathropa curcas) menjadi sangat populer karena bisa digunakan
sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Biji-bijinya mampu menghasilkan minyak
campuran untuk solar. Selain dari jarak pagar, pada dasarnya minyak yang
dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dapat dijadikan bahan campuran solar, misalnya
kelapa sawit atau kedelai.

Dari percobaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), campuran


solar dan minyak nabati (biodiesel) memiliki nilai cetane (oktan pada bensin) lebih
tinggi daripada solar murni. Solar yang dicampur dengan minyak nabati
menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna daripada solar murni sehingga
emisi lebih aman bagi lingkungan. Dalam satu liter bahan bakar, komposisi minyak
nabati yang dapat digunakan baru 30 persen agar tidak mengganggu mesin yang
dipakai kendaraan sekarang. Menurutnya, di beberapa negara maju biodiesel
bahkan telah digunakan 100 persen dengan modifikasi mesin. Bahan-bahan dari
karet diganti dengan sintesis viton yang tahan minyak.

Meskipun percobaan baru dilakukan untuk minyak nabati dari bahan kepala sawit,
hal tersebut dapat dilakukan juga untuk minyak jarak. Minyak mentah hasil perasan
biji kering akan diolah dengan proses trans-esterifikasi menggunakan metanol untuk
memisahkan air. Reaksi tersebut tergolong sederhana dan hanya diperlukan sekitar
10 persen metanol. Hampir 100 persen minyak dapat dimurnikan, bahkan
menghasilkan produk samping gliserol yang juga bernilai ekonomi.

3. Tumbuhan Alga

Tumbuhan Alga adalah tumbuhan penghasil energi alternatif yang paling efisien.
Tumbuhan ini diperkirakan dapat menghasilkan 200 kali lipat lebih banyak
dibandingkan dengan tumbuhan-tumbuhan lain penghasil bahan bakar diesel.
Kemiripan yang dihasilkannya dapat kita lihat sebagai suatu keberuntungan yang
luar biasa.
Berdasarkan perhitungan, pengolahan alga pada lahan seluas 10 juta acre atau
sekitar 4,646 hektar mampu menghasilkan biodiesel yang akan dapat mengganti
seluruh kebutuhan solar di Amerika Serikat. Luas lahan ini hanya 1% dari total lahan
yang sekarang digunakan untuk lahan pertanian dan padang rumput (sekitar 1 milliar
acre). Diperkirakan alga mampu menghasilkan minyak 200 kali lebih banyak
dibandingkan dengan tumbuhan penghasil minyak (kelapa sawit, jarak pagar) pada
kondisi terbaiknya.

Manfaat praktis merupakan manfaat yang dapat diperoleh dari kelapa sawit yang sudah
diolah bagi kehidupan manusia dan juga sekitarnya. berikut ini adalah manfaat praktis dari
kelapa sawit :

1. Sebagai minyak goreng

Manfaat kelapa sawit yang pertama adalah sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng.
Minyak goreng yang saaat ini beredar di pasaran merupakan jenis minyak goreng yang
berasal dari hasil olahan kelapa sawit. Tidak dapat dipungkiri memang, minyak goreng
merupakan salah satu sari sembilan bahan pokok yang paling banyak digunakan oleh
berbagai kalangan, baik itu kalangan rumah tangga, restoran, dan juga berbagai industri
makanan, seperti pembuatan keripik.

2. Sebagai campuran bahan bakar biodiesel

Diesel merupakan salah satu jenis mesin yang memiliki keunggulan, terutama untuk
kendaraan niaga dan pertambangan, yang membutuhkan tenaga dalam jumlah torsi yang
besar untuk mengangkut hasil kebun, tambang dan juga pendistribusian komoditas antar
daerah. Selain itu, diesel juga sering dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Bahan bakar
utama dari diesel dapat diperoleh dengan menggunakan campuran dari minyak kelapas sawit,
yang dinilai rama lingkungan, dibandingkan bahan bakar diesel biasa.

3. Sebagai pelumas

Minyak kelapa sawit yang merupakan salah satu hasil olahan dari kelapa sawit juga dapat
dimanfaatkan sebagai pelumas. Kebanyakan, pelumas dari minyak kelapa sawit ini digunakan
untuk melumasi bagian luar dari mesin dan juga perangkat lainnya. Bahkan ada beberapa
jenis mesin 2 tak, menggunakan minyak goreng kelapa sawit sebagai bahan campuran pada
oli sampingnya.

4. Bahan pembuatan mentega

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan bahan yang satu ini. Ya, mentega merupakan bahan
yang sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik itu untuk menumis hingga
membuat kue. Salah satu bahan utama dar pembuatan mentega adalah minyak kelapa sawit

5. Bahan pembuatan pomade

Saat ini, pomade merupkn salah satu bahan kosmetik yang banyak digunakan, karena sesuai
dengan trend gaya rambut. Siapa sangka, ternyata pomade juga dibuat dengan menggunakan
bahan dasar dari manfaat kelapa sawit yang dibuat menjadi minyak.

6. Bahan pembuatan lotion dan juga cream kulit

Selain pomade, berbagai macam krim dan juga lotion yang biasa kita gunakan pada kulit kita
juga terbuat dari bahan baku utama minyak kelapa sawit, yang diformulasikan dengan
menggunakan berbagai macam bahan berupa serum dan juga vitamin – vitamin yang baik
untuk kesehatan kulit kita.
7. Membantu mendinginkan kulit yang terkena luka bakar

Anda terkena luka bakar? kalau begitu, anda dapat mencoba mendinginkan luka bakar anda
dengan menggunakan putih telur dan juga minyak kelapa sawit yang dingin. Manfaat kelapa
sawit bagi manusia dapat membantu mendinginkan kulit yang terbakar.

8. Dapat menetralisir rasa pedas

Berbagai macam gorengan, memilki kemampuan yang baik untuk menetralisir rasa pedas.
Hal ini disebabkan oleh kandungan dari minyak kelapa sawit yang dapat menghilangkan rasa
pedas.

9. Bahan baku pembuatan cat

Minyak kelapa sawit juga dapat dibuat menjadi salah satu bahan baku dalam pembuatan cat
tembok, cat mobil, vernis dan juga compound yang sering kita gunakan untuk melakukan
proses pemolesan pada body mobil.

10. Bahan baku pembuatan pasta gigi

Manfaat lainnya dari minyak kelapa sawit adalah dapat menjadi salah satu bahan baku
pembuatan pasta gigi.

11. Sebagai Dempul

Minyak kelapa sawit juga merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan dempul.
Dempul sendiri merupakan bentuk pasta yang berfungsi untuk perbaikan-perbaikan pada
patahan tertentu pada bagian atau permukaan dari besi dan plastik.

13. Dapat membantu proses penyamakan kulit

Minyak kelapa sawit memiliki manfaat lain, yatu dapat membantu proses penyamakan kulit
binatang. Biasanya kulit binatang, seperti sapi dan kambing akan mengalami proses
penyamakan terlebih darhulu, sebelum akirnya diolah menjadi kulit yang siap untuk dijadikan
tas dan dompet.

13. Sebagai makanan hewan

Manfaat kelapa dalam kehidupan sehari-hari juga berguna pada bagian ampasnyas Ampas
dari kelapa sawit sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan pada hewan ternak. Selain itu,
buah kelapa sawit juga menjadi santapan lezat bagi hewan – hewan liar, seperti babi hutan.

14. Sebagai bahan baku dalam industri baja

Kelapa sawit juga beranfaat sebagai ahan baku pada industri baja. Dalam industri baja,
minyak kelapa sawit digunakan untuk memberikan lapisan pada baja dan besi agar menjadi
lebih tahan terhadap karat dan ujga korosi

15. Dapat menjadi kompos

Yang terkhir, kelapa sawit dapat menjadi kompos, alias pupuk. Ya, ampas dari buah kelapa
sawit, dan juga daun kelapa sawit dapat diolah dalam bentuk pupuk kompos. Pupuk kompos
ini dapat membantu menyuburkan tanah dan dapat membantu pertumbuhan tanaman menjadi
lebih baik, karena mengandung unsur-unsur hara.

Manfaat Ekonomis Kelapa Sawit


Manfaat ekonomis dari kelapa sawit merupakan manfaat dari kelapa sawit sebagai komoditas.
Seperti telah diketahui, kelapa sawit memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, sehingga
membuat banyak kalangan pengusaha berani menanmkan investasi modal yang tinggi pula
bagi pembukaan lahan kebun kelapa sawit. Hasil dari kelapa sawit ini kemudian dapat dijual
semabagai komoditas ekspor, dan juga dapat dimanfaatkan untuk didistribusikan kepada
pabrik minyak kelapa sawit. Namun demikian, saat ini, pembukaan perkebunan kelap sawit
harus mengorbakan lahan – lahan hutan hujan ttopis yang dimiliki oleh negara Indonesia,
sehingga banyak ditentang oleh berbagai kalangan.

Mengenal Tanaman Penghasil Minyak Atsiri Unggulan

1. Cengkeh (Eugenia aromatica)


Tanaman cengkeh merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang dapat
diperoleh dari seluruh bagian tanamannya terutama dari daun segar, daun gugur dan bunga.
Kadar minyak dari daun gugur berkisar antara 1%, sedangkan dalam bunga 15-16%. Selain
bunga kering sebagai hasil utama, maka daun gugur dapat dimanfaatkan untuk dijadikan
minyak dengan cara penyulingan.

2. Akar Wangi (Vetivera zizonioides)


Tanaman akar wangi merupakan tanaman penghasil minyak akar wangi (vitiver oil )
yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tanah
dengan ketingginan antara 1000 – 2000 meter dari permukaan laut dengan produksi 15 – 30
ton per tahun. Kadar minyak dalam akar wangi berkisar 1 – 1,5 % sehingga jumlah prduksi
minyak akar wangi 150kg – 300 kg per hektar per tahun. Perlu diketahui bahwa jika ditinjau
dari segi agronomi, sosial ekonomi dan teknis, maka pertanaman akar wangi mudah
diusahakan oleh masyarakat sekitar, dengan umur panen 9 – 12 bulan.

3. Nilam (Pogostemon cablin)


Tanaman nilam merupakan tanaman penghasil minyak nilam yang mempunyai nilai
ekonomi tinggi. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada ketinggian tanah antara 0 – 1000 m
dengan produksi 10 – 20 ton daun layu per hektar per tahun dengan periode 3 – 4 persen per
tahun. Tanaman ini perlu diperbaharui setiap 5 – 7 tahun sekali. Minyak yang dihasilkan
berkisar antara 100 – 200 kg minyak per hektar per tahun

4. Sereh Wangi (Cymbopogon nardus)


Tanaman sereh wangi merupakan tanaman penghasil minyak sereh wangi. Minyaknya
dapat diperoleh dari bagian daun dengan rendemen 0,8 – 1 persen dari daun basah. Tanaman
ini tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1000 meter dari permukaan laut, tetapi daerah
optimum adalah 250 meter di atas permukaan laut. Pertumbuhan sereh wangi kurang baik
pada tanah yang berat (liat) dan tanah berkapur. Disamping itu keadaan air tanah yang dekat
ke permukaan tanah tidak dikehendaki, sehingga perlu adanya drainase yang baik, berupa
parit – parit atau saluran pembuangan air. Produksi tanaman berkisar antara 15 – 20 ton per
hektar pertahun dengan kadar minyak 0,8 – 1 persen dan pemanenan dapat dimulai setelah
berumur 6 bulan dan periode panen selanjutnya berkisar antara 70 – 75 hari sekali dalam
musim hujan dan tiap 80 – 90 hari pada musim kemarau.

5. Pala ( Myristica fragans )


Dari seluruh bagian tanaman pala yang mempunyai nilai ekonomis adalah buahnya.
Buah pala terdiri dari 4 bagian yaitu daging, fuli, tempurung dan biji. Biji pala dapat
dimanfaatkan secara langsung sebagai rempah-rempah dan minyaknya diperoleh melalui
penyulingan dan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan dan kosmetika. Biji pala dapat
menghasilkan rata-rata 12% minyak atsiri dan dari fuli berkisar antara 7-18%.