Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Prevalensi penyakit ginjal kronis meningkat di seluruh dunia. Gangguan
ginjal yang umum terlihat pada anak-anak antara lain kongenital nefropati,
sindrom nefrotik, gagal ginjal kronis, glomerulonefritis, hidronefrosis, dan
displasia ginjal multikistik, yang akhirnya mengarah pada stadium akhir penyakit
ginjal. CRF (Chronic Renal Failure) adalah penurunan total dan progresif jumlah
nefron yang berfungsi, sehingga menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus.
CRF disertai dengan klinis dan perubahan laboratorium yang terkait dengan
ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan metabolit dan melakukan fungsi
endokrin, termasuk sekresi vitamin D aktif dan erythropoietin. Sindrom nefrotik
sering terjadi gangguan kronis yang ditandai dengan perubahan filtrasi di dinding
kapiler glomerulus, sehingga terjadi pengeluaran protein melalui urin. ESRD (End
Stage Renal Disesae) adalah tahap ketika sudah diperlukan tatalaksana
penggantian ginjal atau dialisis. Pada anak anak, penyakit ginjal dapat
menimbulkan manifestasi yang kompleks pada regio oral, baik di jaringan keras
maupun lunak. Penyakit ginjal dapat menyebabkan perkembangan mukosa mulut
menjadi lebih pucat, kalkulus gigi, enamel hipoplasia, mulut kering, karies,
kebersihan mulut yang buruk, dan stomatitis uremik, dan dapat menyebabkan
perubahan komposisi saliva dan laju alirannya. Keadaan ini dapat menyebabkan
komplikasi lain berupa perdarahan yang berlebihan, anemia, meningkatnya
kerentanan terhadap infeksi, intoleransi obat, osteodistrofi ginjal, krisis adrenal,
dan cacat email pada anak-anak.
Berdasarkan permasalah tersebut, penulis melakukan pembahasan dalam
jurnal reading ini untuk memberikan ulasan klinis dari manifestasi kelainan ginjak
terhadap keadaan rongga mulut, sehingga diharapkan mampu menjadi dasar untuk
penegakan diagnosa dan pengobatan terhadap abnormalitas keadaan gigi mulut
terutama pada anak dengan kelainan ginjal.
2

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kondisi rongga mulut pada pasien dengan kelainan ginjal?

2. Bagaimana pilihan terapi pada pasien kelainan ginjal yang mengalami

gangguan pada rongga mulut?

1.3. Tujuan Penulisan Laporan Kasus

1. Mengetahui kondisi rongga mulut pada pasien dengan kelainan ginjal.

2. Mengetahui pilihan terapi pada pasien kelainan ginjal yang mengalami

gangguan pada rongga mulut.

1.4. Manfaat Penulisan Laporan Kasus

Diharapkan makalah ini dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan


maupun sumber pustaka praktis sebagai dasar untuk melakukan manajemen
diagnose dan tatalaksana dari Kelainan Rongga Mulut Pada Pasien Dengan
Kelainan Ginjal dalam praktek klinis sehari-hari.