Anda di halaman 1dari 1

Kajian Pengelolaan dan Penggunaan Dana Desa untuk Bidang Kesehatan di Desa Uiasa

Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Tahun 2016 dan 2017 . Salah satu strategi pemerintah
untuk membantu agar desa menjadi mandiri adalah dengan memberikan dana desa. Dana
desa diberikan oleh pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan desa dan
pemberdayaan masyarakat desa. Menteri kesehatan mengharapak setidaknya 10% dana desa
yang diterima, bisa digunakan untuk program atau kegiatan kesehatan yang telah diatur
dalam Permendes Nomor 21 tahun 2016 dan 2017 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.
Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan pengelolaan dana desa dimulai dari proses
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggunggjawaban serta
penggunaannya untuk bidang kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan
dana desa di Desa Uiasa sudah berjalan dengan baik, ini dibuktikan dengan pelaporan
pertanggungjawaban yang tidak terlambat sehingga dana desa yang diterima tahun berikutnya
pun tidak terlambat. Namun dalam penggunaannya untuk bidang kesehatan dirasa kurang
optimal karena belum sesuai dengan Permendes Nomor 21 tahun 2016 dan 2017 tentang
Prioritas Penggunaan Dana Desa. Hal ini dikarenakan dalam proses perencanaannya, Desa
Uiasa tidak melibatkan pihak puskesmas serta Kepmenkes tentang penggunaan 10% dana
desa untuk bidang kesehatan dan Permendes Nomor 21 tahun 2016 dimana didalammnya
juga terdapat program atau kegiatan untuk bidang kesehatan tidak mengikat atau wajib
sehingga dalam pelaksanaanyapun tidak dilakukan.

Study of Management and Use of Village Funds for Health Sector at Uiasa Village, Semau
Sub-district, Kupang District, 2016 and 2017. One of the government's strategies to help
villages become self-sufficient is to provide village funds. Village funds are provided by the
central government to improve village development and empower village communities. The
minister of health expects at least 10% of the village funds to be received, to be used for
programs or health activities that have been set within. The purpose of this study is to
illustrate the management of village funds starting from the planning, implementation,
administration, reporting, and accountability processes and their use for the health sector. The
research method used is descriptive research with qualitative approach. The results show that
the management of village funds in Desa Uiasa has been running well, this is evidenced by
the reporting of responsibility that is not too late so that village funds received next year was
not too late. However, in its use for health sector is considered less optima because it is not in
accordance with Permendes Number 21 of 2016 on Priority of Village Fund Usage. This is
because in the process of planning, Uiasa Village does not involve the puskesmas and
Kepmenkes about the use of 10% of village funds for health and Permendes No. 21 of 2016
where in it there is also a program or activity for non-binding or compulsory health so that in
implementing it not done.