Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam penulis ucapakan ke hadirat Tuhan yang maha Esa
karena berkat rahmat_Nya makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan. Dalam makalah ini, penulis membahas mengenai
“Perkembangan Islam pada massa modern”. Makalah ini di buat dalam rangka
memperdalam pemahaman mengenai perkembangan dan pengaruh islam pada
masa modern sekarang ini yang juga dikenal dengan era globalisasi.

Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan


bimbingan, arahan, koreksi, dan saran.

Hanya kepada Tuhan maha kuasa jualah penulis memohon doa sehingga
bantuan dari berbagai pihak bernilai ibadah. Penulis menyadari bahwa sebagai
manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan sehingga yang
demikianlah sajalah yang dapat penulis berikan. Penulis juga sangat
mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca sehingga penulis dapat
memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah senlanjutnya.

Demikianlah makalah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, Amin

Pati, 24 Juli
2017

Penulis

DAFTAR ISI

1
Kata Pengantar ...................................................................................................1

Daftar Isi .............................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang..................................................................................3

B.Tujuan................................................................................................3

C.Rumusan Masalah.............................................................................4

BAB II PEMBAHASAN

A. Islam Pada Masa Pembaharuan.......................................................5

B. Pengertian Pembaharuan..................................................................5

C. Latar Belakang Islam Pada Masa Pembaharuan..............................6

D. Manfaat Sejarah Islam Pada Masa Pembaharuan............................9

E. Pengaruh Perkembangan Islam terhadap Umat Islam di Indonesia.10

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan ......................................................................................12

B.Saran..................................................................................................12

Daftar Pustaka...................................................................................................13

BAB I

2
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 miliar umat
Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di
negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan
yakni Pakistan, India dan Bangladesh. Populasi Muslim terbesar dalam satu
negara dapat dijumpai di Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam
jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia
Tengah, dan Rusia.

Pembaharuan dalam Islam yang timbul pada periode sejarah Islam


mempunyai tujuan,yakni membawa umat Islam pada kemajuan, baik dalam ilmu
pengetahuan maupun kebudayaan. Perkembangan Islam dalam sejarahnya
mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Bab ini akan menguraikan
perkembangan Islam pada masa modern. Pada masa itu, Islam mampu menjadi
pemimpin peradaban. Mungkinkah Islam mampu kembali menjadi pemimpin
peradaban? Dalam bahasa Indonesia, untuk merujuk suatu kemajuan selalu
dipakai kata modern, modernisasi, atau modernisme. Masyarakat barat
menggunakan istilah modernisme tersebut untuk sesuatu yang mengandung arti
pikiran, aliran atau paradigma baru. Istilah ini disesuaikan untuk suasana baru
yang ditimbulkan oleh kemajuan, baik oleh ilmu pengetahuan maupun teknologi.

B. TUJUAN
1. Mengetahui sejarah latar belakang perkembangan islam pada masa
modern.
2. Mengetahui perkembangan islam dalam berbagai bidang pada abad
modern.
3. Mengetahui pengaruh perkembangan islam pada kehidupan.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Sejarah latar belakang Perkembangan Islam Masa Modern (1800–
sekarang)?

3
2. Bagaiman Perkembangan Islam, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan
Pada Abad Modern dan gerakan modern islam?
3. Apa saja Hikmah Mempelajari Sejarah Perkembangan Islam Pada
Abad Modern?
4. Bagaiman Pengaruh gerakan modernisasi islam terhadap
perkembangan islam di Indonesia?

BAB II

PEMBAHASAN

4
A. ISLAM PADA MASA PEMBAHARUAN (MODERN)

Pembaharuan dalam Islam yang timbul pada periode sejarah Islam


mempunyai tujuan yakni,membawa umat Islam dalam kemajuan baik dalam ilmu
pengetahuan maupun kebudayaan. Perkembangan Islam dalam sejarahnya
mengalami kemajuan dan juga kemunduran.

Makalah ini akan menguraikan perkembangan Islam pada masa pembaharuan


atau modern. Pada masa itu, Islam mampu menjadi pemimpin peradaban.
Mungkinkah Islam mampu kembali menjadi pemimpin peradaban?

B. PENGERTIAN PEMBAHARUAN

Istilah pembaharuan dalam makalah ini, pendapat oleh Harun Nasution


cenderung menganalogikan istilah”pembaharuan” dengan “modernism”, karena
istilah terakhir dalam masyarakat barat mengandung arti pikiran, aliran, gerakan
dan usaha mengubah paham-pahamistiadat, institusi lama dan lain sebagianya
untuk disesuaikan dengan suasana baruyang ditimbulkan kemajuan ilmu
pengetahuan dan tehnologi modern. Gagasan inimuncul di barat dengan tujuan
menyesuaikan ajaran-ajaran yang terdapat dalamagama Katolik dan Protestan
dengan ilmu pengetahuan modern.

Menurut paham Revivalisasi, pembaharuan adalah membangkitkan kembali


Islamyang murni (maksud disini tetap dalam kontek pembaharuan dalam Islam)
sebagaimana yang telah pernah dicontohkan Nabi dan kaum Salaf. Dalam kamus
Oxford pembaharuan dikenal dengan istilah resurgencediartikansebagai kegiatan
yang muncul kembali. Pengertian ini mengandung tiga hal:

1. Suatu pandangan dari dalam, dimana suatu cara kaum muslimin melihat
bertambahnya dampak agama diantara para penganutnya. Sehingga
keberadaan Islam disini menjadi penting kembali. Dalam artian
memperolehkembali prestasi dan kehormatan dirinya.
2. Kebangkitan kembali, menunjukan bahwa keadaan tersebut telah
terjadisebelumnya.Jejak Nabi dan para pengikutnya dapat memberikan
pengaruhyang besar terhadap pemikiran orang-orang yang menaruh pada
jalan hidup umat islam.
3. Kebangkitan kembali sebagai suatu konsep, mengandung paham tentang
suatu tantangan, bahkan suatu ancaman terhadap pengikut pandangan
pandangan lain Penjajahan Bangsa Barat atas Dunia Islam.

5
C. LATAR BELAKANG ISLAM PADA MASA PEMBAHARUAN

1. Penjajahan Dunia Barat atas Bangsa Islam


Ketika berada dibawah kerajaan Islam Mughal, India merupakan
negeriyang cukup kaya hasil pertaniannya. Kekayaan inilah yang
menyebabkan para pedagang Eropa datang. Kedatangan mereka bukan
hanya untuk berdagang, tetapi juga untuk memonopoli perdagangan dan
menguasai negeri. Pada awal abad ke-17M, Inggris dan Belanda mulai
memasuki wilayah India. Ada tahun 1611 M, Inggrismendapat ijin
menanamkan modal, dan pada tahun 1617 M, Belanda mendapatkanijin
yang sama.Pada tahun 1761 M para penguasa di wilayah tersebut berusaha
melakukan penawanan untuk mempertahankan wilayah kekuasaanya. Tapi
mereka tidak mampu mengalahkan kekuatan pasukan Inggris. Ahkirnya
daerah Quth Bengal danOrissa jatuh ketangan Inggris. Kemudian pada tahun
1803 M, pusat kerajaan IslamMughal, Delhi, berada dibawah bayang bayang
Inggris.
Inggris menggunakan kekuatan Sikh Hindu untuk melawan kekuatan
Mughal Dengan bantuan kekuasaan tersebut, ahkirnya Inggris dengan
leluasa mengembangkan sayap kekuasaanya dianak benua India dan
sekitarnya. Pesaing terbesar pedagang Islam adalah Inggris. Sejak datang ke
wilayah Asia Tenggara, khususnya di semenanjung Malaysia, Inggris mulai
mendominasi perdagangan dan politik. Persaingan itu terlihat dari usaha
masing-masing yangingin merebut hasil rempah-rempah. Penjajah bangsa-
bangsa Barat ini baru berakhir pada abad ke-20 M setelah masing-masing
wilayah melakukan pemberontakan dan memerdekakan diri.

2. Penjajahan Barat ke Timur


TengahKemajuan bangsa Barat dalam berbagai bidang telah membuat
berbagai macam kerajaan Turki menjadi kecil dihadapan Eropa. Akan tetap
kebesaran nama Turki Usmani membuat bangsa Eropa segan menyerang
kekuatan Usmani, namun kekalahan Turki Usmani dalam pertempuran di
Wina pada 1783 M, membuka bangsa-bangsa Eropa bahwa kekuatan Turki
Usmani telah mundur jauh. Kekalahan Turki dalam setiap pertempuran,
menyebabkan wilayah satu persatu wilayah Islam yang berada di bawah
kekuatan Turki Usmani memisahkan diri. Tidak hanya itu, wilayah yang
dulunya berada di bawah kekuasaan Turki usmani, diambil oleh bangsa-
bangsa Barat.
Penetrasi bangsa Barat atas dunia Islam di Timur Tengah, pertama kali
dilakukan oleh Inggris dan Perancis, dua Negara Eropa Barat yang tengah
bersing.Inggris pertama kali menguasai India karena pesaing itu Perancis
berusaha memutuskomunikasi antara Iggris dibarat dan India Timur. Oleh

6
karena itu pintu gerbang ke India, yaitu Mesir harus berada di wilayah
kekuasaanya. Untuk maksud tersebut, Mesir ditaklukan Perancis pada 1798
M. jatuhnya wilayah Islam ketangan Bangsa Barat menandai kemunduran
umat Islam. Sejak saat itu, masarakat muslim melakukan perlawanan dan
pemberontakan terhadap penjajahan yang dilakukan bangsa Barat.
Selain itu, negara-negara yang ikut menjajah wilayah Timur Tengah adalah
Spanyol dan Portugis. Adapun beberapa faktor yang dilakukan oleh bangsa
Barat dalam menjajah Timur Tengah adalah :
– Penyebaran agama Kristen
– Bangsa ini memiliki agenda untuk menyebarkan misi Kristen di Negara
jajahanya
Kedua negara ini masih menyisakan pengalaman sejarah pahit selama
beberapa abad ketika berada dibawah kekuasaan Islam. Misalnya Portugis
yang membawa tiga misi Gold, Glory, dan Gospel (kekayaan, kejayaan dan
penyebaran). Ketiga misi inilah yang diteriakkan dalam menaklukan negara-
negara itu.

3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan

a. Pada bidang Ilmu Pengetahuan


Islam merupakan agama yang sangat mendukung kemajuan Ilmu
Pengetahuan oleh karena itu Islam menghendaki manusia menjalankan
kehidupan yang didasarkan pada rasionallitas atau akal dan Iman ayat-ayat
Al-qur’an banyak memberi tempat yang lebih tinggi kepada orang yang
memiliki pengetahuan,Islam pun menganjurkan agar manusia jangan
pernah puas.
Ajaran islam tersebut mendapatkan respon yang positif dari para
pemikir islam sejak zaman klasik (650-1250 M), zaman pertengahan
(1250-1800 M) hingga periode modern (1800 M dan seturusnya). Masa
pembaharuan merupakan zaman kebangkitan umat Islam salah satu
pemikiran dan usaha pembaharuan sebagai berikut:

- Periode modern (1250-1800 M)


Perkembahgan Ilmu pengetahuan telah dimulai sejak periode
pertengahan pada kerajaan usmani.Pada abad ke-17 mulai terjadi
kemunduran khususnya dtandai oleh kekalahan yang dialami perang
melawan negara Eropa.
Pada tahun 1720, Celebi Mehmed diangkat sebagai duta di Paris
dengan tugas khususnya mengunjungi pabrik-pabrik, benteng
pertahanan dan institusi dan lain-lainnya. Di tahun 1741 M anaknya
dikirim pula ke Paris.

7
Dalam bidang non militer, pemikiran usaha dan pembaharuan dicetus
oleh Ibrahim Mutafarrika (1670-1754 M). Ia memperkenalkan ilimu-
ilmu pengetahuan modern dan kemajuan barat kepada masyarakat
Turki yang disertai pula usaha penerjemahan buku-buku barat kedalam
bahasa turki.Anggota dibentuk pada tahun 1717 M.
Sarjana atau filsuf Islam yang termasyur ialah Ibnu Sina (1031 M) dan
Ibnu Rusyd (1198 M) dalam seni, Umar khayam (1031 M) Penyair dan
lirik Hafiz(1389M) penyair

- Pembaharuan pada periode modern (1800 M – dan seterusnya )


Kaum muslim memiliki banyak sekali tokoh –tokoh Pembaharuan
yang pokoh-pokoh pemikirannya maupun jasa-jasanya dibidang telah
memberikan sumbangsih umat islam di dunia. Beberapa tokoh yang
terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan atau pemikiran islam tersebut
antara lain sebagai berikut:
1. Jamaludin Al Afgani (Iran 1838-Turki 1897)
Salah satu sumbangan terpenting didunia diberikan oleh Said
Jamaludin Al Afgani gagasannya mengilhami kaum muslim di
Turki, Iran, Mesir dan India.
2. Muhammad Abduh (1849-1905) & Muhammad Rasyd Rida
(Suriah 1865-1935).
Rasyd Rida mendapat pendidikan islam tradsional dan menguasai
bahasa asing (Perancis dan Turki) yang menjadi jalan masuknya
untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara umum Rida bergabung
pada gerakan Pembaharuan Al Afgani dan Muhmmad Abduh
diantaranya melalui penerbitan jurnal Urwah Al Wustah yang
diterbitkan di Paris dan disebarkan di Mesir.
3. Toha Husein (Mesir Selatan 1889-1973 M)
Toha Husein Adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat
mendukung gagasan Muhmmad Ali Pasya. Ia merupakan
pendukung modernisme yang gigih.
4. Sir Muhammad Iqbal(Punjab1873-1938 M)
Awal abad ke-30 adalah Sir Muhammad Iqbal yang merupakan
salah seoramg prtama diaanak benua India yang sempat mendalami
pemikiran barat modern dan mempunyai latar belakang yang
bercorak taradional Islam kedua hal muncul dari karya utamanya
ditahun 1930 yang berjudul The Reconstruction of Religious
Thought In Islam.

b. Perkembangan Kebudayaan pada Masa Pembaharuan


Bangsa Turki dengan keberhasilannya mendirikan dua dinasti yaitu:
dinasti Turki Saljuk dan dinasti Turki Usmani. Ilmu pengetahuan modern

8
mulai menjadi tantangan nyata sejak akhir abad ke-18 terutama sejak
Napoleon Bonaparte menduduki Mesir pada tahun 1793 Dan semakin
meningkatkan sebagian besar dunia Islam menjadi wilayah jajahan di
bawah pengaruh Eropa lalu buku-buku ilmu pengetahuan dalam bahasa
Arab diterbitkan akan tetapi terdapat koncontroversial percetakan pertama
ditentang oleh para ulama karena salah alatnya menggunakan kulit babi.
Kebudayaan Turki merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia,
Bizantum, dan Arab mereka banyak menerima ajaran tentang etika dan tata
krama kehidupan kerajaan atau organisasi pemerintahan.Orang-orang
Turki Usmani dikenal sebagai bangsa senag dan mudah berasmilasi
dengan bangsa lain dan bersikap terbuka terhadap kebudayaan luar.Para
Ilmuan ketika itu tidak menonjol.
Islam dan kebudayaan tidak hanya merupakan warisan masa silam
namun juga salah satu kekuatan penting yang cukup di terhitungkan dunia
dewasa ini Al-Qur’an terus dibaca dan dikaji oleh kaum muslimin budaya
Islam pun tetap merupakan faktor pendorong dalam membentuk
kehidupan manusia di permukaan bumi.

D. Manfaat Sejarah Islam pada masa Pembaharuan


Sejarah dalam Al-Qur’an sebagai peristiwa yang dialami umat di masa lalu
orang yang tidak mau mengambil hikmah dari sejarah mendapatkan
kencaman karena mereka mereka teidak mendapatkan pelajaran apapun dari
kisah Al-Qur’an. Pelajaran yang dapat diambil dari sejarah dapat menjadi
pilihan ketika mengambil sikap
Pembaharuan akan membetrikan manfaat berupa inspirasi untuk
mengadakan perubahan-perubahan menjadi lebih efektif dan efesien. Sejarah
dikemukakan pula masalah sosial dan politik yang terdapat dikalangan
bangsa-bangsa terdahulu
Pembaharuan mempunyai pengaruh yang besar apada setiap pemerintahan
contoh: pada zamn Sultan Mahmud ke-2.Ia sadar bahwa pendidikan dasar
Madrasah tradional tidak sesuai lagi dengan tuntunan zaman abad ke-19.
Bentuk negara dianggap kalangan tertentu bukan persoalan agama tetapi
persoalan duniawi sehingga hal tersebut diserahkan kepada manusia untuk
menuntukannya.

E. Pengaruh Perkembangan Islam terhadap Umat Islam di Indonesia


Pembaharuan di negara-negar Timur Tengah tidak hanya tersebar di
lingkungan mereka sendiri, namun juga meluas hingga ke
indonesia.Pengaruh-pengaruh dari Pembaharuan tersebut antara lain sebagai
berikut:

9
- Gema Pembaharuan yang dilakukan yang dilakukan oleh Jamalludin Al
Afgani dan Syeh Muhmmad Abdul Wahab sampai juga ke Indonesia,
terutama terhadap tokoh-tokoh seperti H. Muhmmad Miskin (kabupaten
Agam, Sumatra Barat), H Abdul Rahman (kabupaten 50 kota, Sumatra
Barat ) dan H Salman Faris (Kabupaten Tanah datar, Sumatra barat)
mereka di kenal dengan nama H Miskin, H Pioabang dan H Sumanik.
Sepulang dari tanah suci, mereka terilhami oleh paham Syeh Muhmmad
Abdul Wahab. Mereka pulang dari tanah suci pada tahun 1803 M dan
sebagai pengaruh pemikiran para pembaruh timur tengah tersebut adalah
timbul gerakan paderi.
- Pada tahun 1903 M murid-murid dari Syeh Ahmmad Kotihib Al Minang
Kabauwi seorang ulama besar bangsa Indonesia di Mekah yang mendapat
kedudukan mulia dikalangan masyarakat dan pemerintahan Arab, kembali
dari tanah suci. Murid-murid dari Syeih Ahmad inilah yang menjadi
pelapor gerakan Pembaharuan dan akhirnya berkembagan keseluruh
Indonesia mereka antara lain sebagai berikut: Syeh H Abdul Malik Karim
Amrullah (Buya Hamkah )Seykh Daud Rasyidi, Syekh Jamil Jambik dan
Kyai H Ahmmad Dalan (pendiri Muhmmadiyah).
- Munculnya berbagai organisasi dan kelembagaan Islam modern di
Indonesia pada awal abad ke 20, baik yang bersifat keagamaan,politik
maupun ekonomi organisasi tersebut sebagai berikut:
1. Jamiatul Khair (1905 M) yang merupakan wadah lembaga
pendidikan dan pengkaderan generasi muda penerus perjuagan islam
dan berlokasi di Jakarta.
2. Muhmmadiyah (18 nov 1912) yang didirikan oleh K.H Ahmmad
Dalan ia memiliki pemikiran yang tidak menghendaki
berkembangnya Bid’ah Tahayul kurafat dan mengebalikan ajaran
islam yang seseuai dengan al qur’an dan hadis Jogyakarta.
3. Al Irsyad (1914 M) dibawah pinpinan Sukarti dan bertempat di
Jakarta.
4. Persatuan Islam (PERSIS) dibawah pinpinan Ahmmad Hasan yang
diddirikan tahun 1923 di Bandung.
5. Serikat Dagang Islam (1911) dibawah pinpinan H Samanhudi di Solo
pada awal gerakan ekonomi dan ke agamaan,akan tetapi kemudian
berubah menjadi kegiatan yang bersifat politik.
6. Jamiyatul Nahdatul Ulama (NU) yang lahir 13 januari 1926 di
Surabaya dibawah pinpinan KH Hasyim Asy’ari. Nahdatul Ulama
merupakan wadah para ulama di dalam tugas memimpin masyarakat
muslin menuju cita-cita kejayaan Islam.
7. Matla’ul Anwar 1905 di Menes, Banten yang didirikan oleh KH M.
Yasin Organisasi ini bersifat sosial keagamaan dan pendidikan.

10
8. Pergerakan Tarbiyah (Perti) di Sumatra Barat yang didirikan oleh
Syeh Sulaiman Ar Rasuli tahun 1928. Oraganisasi ini bergerak di
bidang pendidikan membasmi Bid’ah khurafat dan tahayul serta
taklid di kalangan umat islam.
9. Persatuan Indonesia (Permi) yang didirikan pada tanggal 22 mei
1930 di Bukit Tinggi. Organisasi ini pada mulanya bersifat ke
agamaaan tetapi kemudian menjadi partai politik yang menutut
kemerdekaan Indonesia pemimpinnya adalah Mucthar Lutfi.
10. Majlis Islam ‘Ala Indonesia yang didirikan atas prakasa KH
Ahmmad Dalan dan KH Mas Masur pada tahu 1937. Pada mulanya
organisasi ini tidak terlibat pada kegiatan politik tapi pada akhirnya
terlibat pula dalam politik pratis yaitu degan melakukan perlawanan
terhadap penjajah belanda.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gerakan Pembaharuan yang


menyebabkan lahirnya organisasi keagamaan pada mulanya bersifat
keagmaan tetapi seiring dengan kondisi masyarakat pada saat itu
menjelmah menjadi kegiatan politik yang menutut kemerdekaan
indonesia dan hal tersebut dirasakan mendapat pegaruh yang signifikan
dari pemikir-pemikir pada pembaru islam, baik ditingkat nasional
maupun internasional.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat di ambil dari Perkembangan Islam pada Masa Modern
adalah masa yang di mulai pada tahun 1800 M dimana umat islam sadar terhadap
kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam
berbagai bidang. Sehingga lahirlah berbagai macam pemikir Islam yang
memberikan waktunya untuk kemajuan Islam baik itu dari bidang ilmu

11
pengetahuan, budaya, dan lain-lain. Akhirnya pada masa tersebut Islam bangkit
dari keterpurukan pada masa abad pertengahan.

B. Saran

Perkembangan islam pada awalnya memang agak terlambat dari negara Eropa.
Tetapi, dengan adanya kesadaran dari umat muslim bahwa ilmu pengetahuan itu
penting. Munculah tokoh-tokoh islam pada masa Pembaharuan yang
mengusahakan agar islam tidak ketinggalan terlalu jauh dari bangsa-bangsa barat
(eropa). Mereka melakukan modernisasi dalam bidang pendidikan sampai
mendirikan perguruan-perguruan tinggi untuk menyebarkan ilmu.

Untuk itu, sebagai umat muslim hendaknya kita meniru semagat para tokoh-
tokoh islam yang berjuang agar islam tidak ketinggalan dengan bangsa Eropa.
Dengan begitu islam tidak akan mudah kalah dengan bangsa barat (Eropa).

DAFTAR PUSTAKsA

Dr. H. Murodi, MA, Sejarah Kebudayaan Islam. PT Karya Toha Putra. 2009. Hh.
177-179.

http://nanpunya.wordpress.com/2009/06/01/perkembangan-islam-abad-modern/

https://hapidzcs.wordpress.com/2012/11/20/islam-pada-masa-moderen/

Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, RajaGrafindo Persada. Jakarta. 2004. Hal.
165-169

12